Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
90. Mengungkap (2)



Rumor mengatakan bahwa Ratu Istana Linghun adalah seorang putri dari Wyvernia. Sedangkan keluarga kerajaan resmi Wyvernia memiliki sepasang iris merah darah yang sangat persis seperti milik Gu Yuena.


Pantas saja, perempuan itu memiliki sepasang iris merah darah yang mencolok turunan dari ibunya. Dia adalah Putri Wyvernia!


Pada saat ini, para tetua yang sebelumnya merasa tidak asing langsung tercerahkan. Wajah dan mata perempuan itu juga sangat mirip dengan sang Ratu. Bahkan helai rambutnya mirip dengan sang Raja Istana Linghun yang menjadi perpaduan sempurna bila digabungkan. Mereka benar-benar orang tua dan anak.


Namun, bukankah sang Ratu hanya memiliki seorang putra?


"Yang Mulia, ini ...."


"Bagaimana Nona Gu bisa menjadi Putri Istana Linghun? Ini bertentangan dengan jalan Istana Tianshuang yang tidak akan pernah menjalin hubungan dengan pihak musuh."


"Tidak hanya Putri Istana Linghun, bahkan seorang penyihir dilarang mendekati Istana Tianshuang demi menghindari kekacauan. Sudah jelas siapa yang berada di pihak siapa."


"Penyihir tidak bisa berada di antara 5 istana. Segala sesuatu yang Gu Yuena lakukan telah melanggar semua aturan 5 istana, tidak bisa berada di tempat ini!"


"Yang Mulia, pertimbangkanlah sekali lagi."


Bai Youzhe terlihat sangat tidak senang sampai aura dinginnya menguar sampai ke tulang. Para tetua itu langsung terdiam begitu merasakannya.


Ruangan kembali sunyi.


"Sepertinya kalian tidak mendengarkan dengan baik apa yang telah kukatakan." Ucapan Bai Youzhe membuat suasana menjadi sangat dingin bagai ada es yang melapisi ruangan.


"Yang Mulia, maaf atas kelancangan saya." Tetua Ming maju mengambil celah. "Sebagai Tetua, kami berhak memberi nasihat dan meminta pertimbangan untuk masa depan istana. Hal seperti ini, tidak bisa diabaikan. Nona Gu adalah penyihir, hal tersebut bisa diatasi. Tapi mengenai identitasnya sebagai Putri Istana Linghun, saya harap Yang Mulia tidak melupakan apa yang terjadi di masa lalu."


Bai Youzhe ingin membalasnya, tapi Gu Yuena menghentikannya melalui isyarat mata. Gu Yuena tidak ingin dibela habis-habisan oleh Bai Youzhe yang membuatnya harus bergantung pada pria itu. Ia harus menyelesaikan masalahnya sendiri.


"Aku tahu masalahmu, serta keberatan kalian akan identitas yang terlalu kontroversial. Meskipun aku bukan Putri Istana Linghun, bukankah kalian akan tetap keberatan karena aku berasal dari kekaisaran?" Gu Yuena menanggapi semua ungkapan para tetua.


Wajahnya masih terlihat sangat tenang seolah sedang membicarakan hal biasa. Meski pada kenyataannya, ia sangat gugup dan terus berpikir cepat untuk menyelesaikan masalah.


"Kalian menyukai orang yang bersih dari rumor, sedangkan aku memiliki begitu banyak skandal negatif yang datang entah dari mana. Aku tidak menyangkal, atau pun menerima semua rumor itu. Karena pada akhirnya, aku tetap menjadi orang yang paling bersalah karena identitas yang kontroversial. Aku membiarkan kalian menghujatku sepuasnya."


Mereka semua terdiam. Meski geram, sebenarnya apa yang dikatakan Gu Yuena benar adanya. Bagaimanapun penampilan Gu Yuena, mereka tidak menyukai perempuan penuh skandal serta rumor berdarah yang menunjukkan bahwa dia bukan perempuan baik.


Perempuan baik adalah perempuan yang memiliki sifat lembut dan keibuan. Tidak masalah kekuatannya tidak tinggi, asalkan memiliki karakter sebagai seorang wanita yang dapat melayani dan mematuhi perintah suami.


Gu Yuena jelas tidak ada dalam kualifikasi tersebut. Dia adalah wanita yang kasar!


Mereka ingin mengatakan sesuatu untuk menarik Gu Yuena ke dalam posisi rumit, tapi tatapan dingin Bai Youzhe menghentikan mereka.


Gu Yuena sedikit melirik ke belakang, "Jangan pedulikan dia."


Para tetua semakin kacau ketika mendengar permintaan Gu Yuena. Bisa-bisanya perempuan itu meminta mereka untuk tidak melihat Bai Youzhe yang terlihat tidak senang itu. Pria itu bahkan tidak menghentikan Gu Yuena.


Tetua Ming sangat geram. Ia pun memikirkan cara untuk membuat perempuan itu sadar akan tempatnya. Istana Tianshuang tidak pernah menerima penyihir apalagi Putri Istana Linghun! Ini juga bisa menjadi kesempatan besar baginya untuk membantu Ming Chin menggantikan posisi Gu Yuena di sisi sang Raja.


"Kehancuran Istana Yuansu saat ini memang di luar dugaan. Sebagai Putri Istana Linghun, kamu bertanggungjawab atas menurunnya Istana Yuansu yang disebabkan oleh serangan Aula Linghun. Hal ini, kamu tidak mungkin tidak tahu." Tetua Ming bicara dengan senyuman penuh arti.


"Serangan Istana Yuansu di luar kendaliku," balas Gu Yuena.


"Bagaimana dengan serangan di Kota Yin? Kau mengatasi segalanya begitu mudah, kebetulan juga saat itu Istana Yuansu diserang."


"Jadi kau berpikir aku berencana membunuh guruku sendiri?" Gu Yuena menarik alisnya. Wajahnya tetap terlihat tenang, namun hatinya tertawa miris.


"Tidak hanya Istana Yuansu. Aku dengar hubunganmu dengan Adipati Gu tidak baik, diasingkan selama bertahun-tahun dan memiliki hubungan buruk dengan adik dan ibu tirimu. Masuk akal jika pemusnahan Adipati Gu direncanakan olehmu."


"Jika aku memiliki hubungan buruk dengan adik dan ibu tiriku, aku tidak mungkin hanya menghancurkan kediaman Adipati." Gu Yuena menarik sudut bibirnya. "Aku akan menyeret Klan Ye ke dalamnya. Aku tidak sebodoh itu menyisakan adik dan ibu tiri yang paling kubenci ketika berencana menghilangkan semuanya."


"Kau mungkin saja sedang merencanakannya setelah membiarkan Istana Yuansu hancur."


"Kau berpikir aku membunuh orang yang merawatku begitu mudah. Itu berarti kau sudah siap dibunuh setelah membuatku kesal. Kau tahu siapa yang kau hadapi." Gu Yuena membalikkan kata-kata pria tua itu dengan nada yang begitu tenang.


Jika Xiao Hei dan Xiao Bai ada di sini, mereka pasti sudah memojokkan diri dan tidak berani muncul.


"Apa ada pesan lain? Aku membebaskan kalian berbicara, dan aku akan menanggapi sesuai keinginan kalian." Gu Yuena melihat tetua lain yang bungkam.


Gu Yuena menunjukkan eksistensinya yang berbahaya. Bahkan Tetua Ming dibuat geram. Perempuan itu tidak menyangkal maupun mengiyakan semua itu, tapi memaksa mereka semua berpikir ulang sebelum memberi penilaian final.


"Kenapa kau memilih menjadi penyihir?" Kini giliran Su Churan yang bertanya.


Dia sangat terkejut mendengar pernyataan Gu Yuena sampai terus berpikir mengapa Gu Yuena memilih jalan itu di antara jalan lainnya. Ia mengenal Gu Yuena dengan baik, tapi tidak sampai cara berpikirnya yang rumit.


"Karena ... tidak ada yang memberitahuku, mungkin? Meski aku membaca banyak buku, aku tidak memiliki pilihan lain dan mengambil kekuatan yang sudah ada di depan mataku secara sembarang. Anggap saja aku serakah."


Su Churan menghela napas, memijit keningnya dan tampak pasrah. "Benar-benar kejutan." Temannya yang malang masih saja terlihat kasihan di matanya.


Ucapan Gu Yuena terbilang tak berperasaan, tapi itu memang sifat aslinya. Sejujurnya dia tidak berniat mengungkap kesulitannya sendiri, oleh karena itu ia menggunakan kalimat kejam yang menunjukkan bahwa dialah orang jahatnya. Tapi sebenarnya tidak seperti itu. Biarkan mereka semua berpikir.


"Tidak ada komentar lagi? Aku anggap kalian tidak keberatan." Gu Yuena berkata dengan senyuman yang terpatri, seolah sedang menghadapi orang-orang yang menyukainya.


"Nona Gu, bolehkan aku bertanya sesuatu?" Tetua Han tiba-tiba angkat suara.


"Ya?"


"Di pihak siapa Anda berdiri?"


"Diriku sendiri." Gu Yuena tidak pernah memihak siapa pun dalam hidupnya. Ia hanya melakukan apa yang menurutnya benar, tidak ingin terikat dengan sebuah tempat yang tidak menjamin kehidupannya seumur hidup. Bagaimanapun, ia mengandalkan dirinya sendiri.


Tapi di sisi lain, ungkapan Gu Yuena menunjukkan bahwa ia bisa menjadi musuh dan rekan siapa pun yang ia mau. Dia bisa memusuhi Istana Tianshuang atau pun mendukungnya. Sama seperti Istana Linghun.


Jelas sekali bahwa perempuan itu tidak bisa dipercaya sekaligus tidak boleh disinggung.


Ada sangat banyak pertanyaan di benak para tetua. Karena pada dasarnya, sulit bagi Gu Yuena jika ingin berada di pihak Istana Tianshuang. Dia harus memilih antara keluarganya sendiri dan orang lain.


Tetua Han dan tetua lainnya berunding untuk beberapa saat. Tetua Ming hanya diam memasang wajah gelap, membuatnya terpaksa diabaikan para tetua.


Keberadaan Gu Yuena adalah mata pisau dua arah yang dapat membantu atau menyerang mereka. Dengan adanya keunggulan penyihir serta kekuatan besarnya, itu merupakan bantuan besar dalam perang yang akan terjadi.


Pada akhirnya, Tetua Han mewakili keputusan para tetua. "Meskipun sulit menerimanya, aku harap Nona tidak melanggar kepercayaan kami. Kami para tetua, tidak akan mengganggu Nona."


Tapi di satu sisi, mereka tetap harus selalu waspada mengingat betapa berbahaya Gu Yuena. Karena Gu Yuena memiliki hubungan khusus dengan Bai Youzhe, mereka tidak akan mempermasalahkannya.


Bagaimanapun, mereka tidak bisa menentang perintah Bai Youzhe yang bisa dengan mudah meratakan istana ini jika marah. Mereka tidak berani menanggungnya.


"Terima kasih, atas kerjasamanya." Gu Yuena akhirnya bernapas lega. Meski wajahnya begitu tenang seperti biasa, tidak ada yang tahu betapa lega hatinya karena harus menghindari pertempuran.


Ia pikir, pertemuan ini akan berakhir akan para tetua yang menyerangnya. Ia berpikir terlalu banyak.


Setelah pertemuan menegangkan itu, Bai Youzhe dan Gu Yuena keluar ruangan bersama Ada banyak orang yang memperhatikan dengan tatapan kagum dan terkejut, tapi mereka mengabaikan.


Pada dasarnya, mereka semua belum tahu identitas Gu Yuena. Ia dan Bai Youzhe sudah mendiskusikannya dengan para tetua untuk tidak perlu menyembunyikan identitas Gu Yuena begitu ketat. Itu adalah tujuan Gu Yuena yang berniat memancing Istana Linghun.


Bagaimanapun, dendamnya belum usai.


Su Churan dari dalam aula menghampiri mereka berdua dengan wajah bersinar yang penuh semangat. Perempuan itu langsung merangkul Gu Yuena begitu saja, menjauhkannya dari Bai Youzhe.


"Xiao Yuena, kau sangat pandai membuat kejutan. Jantungku nyaris saja copot! Pertama kalian mengumumkan rencana pernikahan, lalu identitasmu dibuka begitu saja. Kau benar-benar penuh kejutan!" Su Churan bicara dengan heboh.


"Kau juga penuh kejutan. Apa-apaan jubah ini?" Gu Yuena menarik jubah putih Su Churan dan menunjukkannya. Jubah itu memiliki desain khusus tetua istana.


Su Churan menyengir. "Aku lupa mengatakan, ketua Klan Su adalah Tetua Istana Tianshuang dan aku mewarisinya. Saat itu aku tidak terlalu mengerti sampai pada akhirnya aku pergi ke Istana Tianshuang sesuai amanat mendiang ayahku."


"Masalahnya bukan ada di posisimu. Kau terlihat lebih tua dengan jubah itu," cibir Gu Yuena.


Su Churan cemberut sambil memegang wajahnya sendiri. "Jahat sekali."


Ia melirik Bai Youzhe yang diabaikan, lalu menarik Gu Yuena semakin menjauh untuk 'menculiknya'.


"Kapan kalian akan menikah?" tanya Su Churan.


"Setelah perang ini selesai."


"Bukankah terlalu lama?" Su Churan merasa itu sangat disayangkan.


"Identitasku rumit, itu akan mengundang banyak masalah tidak perlu."


Su Churan menghela napas. "Yasudahlah, itu adalah urusan kalian." Tatapannya kemudian menjadi nakal ketika melihat Gu Yuena. "Kalian sudah ciuman, lalu apa ada yang lebih dari itu?"


Wajah Gu Yuena menjadi datar. "Ada kalanya seseorang tidak tahu terlalu banyak."


"Oh, ayolah. Aku sangat penasaran."


"Lebih baik kau cari pengganti mantanmu dan lakukan sendiri. Jangan tanya-tanya pada orang lain, itu tidak sopan."


"Xiao Yuena, kau adalah sahabatku. Bai Youzhe adalah bocah yang aku urus sejak kecil—"


Gu Yuena tertawa. "Apa aku harus memanggilmu ibu mertua?"


"Bukan begitu ...." Su Churan merasa percuma saja berdebat dengan perempuan keras kepala. "Aku mengadakan pesta ucapan selamat untuk kalian di kaki gunung, datanglah."


"Niat sekali."


"Ini adalah hadiahku untuk kalian. Jangan lupa bawa kucing-kucing imutmu." Pandangan Su Churan terarah pada Bai Youzhe yang menunggu sambil bersandar di dinding. "Hei, kau. Ramaikan pesta nanti malam, aku yang traktir!"


"Aku sibuk." Bai Youzhe menolak.


Su Churan mengerucutkan bibirnya, lalu menatap Gu Yuena untuk meminta bantuan. Gu Yuena paham betapa Su Churan mengharapkan kedatangan mereka berdua. Perempuan itu sudah bekerja sangat keras.


Gu Yuena pun menoleh ke arah Bai Youzhe. "Bukankah kau ingin pergi ke Klan Luo? Aku ikut denganmu, tapi sebelum itu harus menghadiri pesta Su Churan sekalian perjalanan."


Awalnya Gu Yuena menolak ikut karena harus pergi menemui orang-orang Istana Yuansu. Tapi ia pikir sedikit berpesta untuk satu malam tidak buruk.


Dengan menggunakan alasan bahwa Gu Yuena akan ikut ke Klan Luo, mata Bai Youzhe bersinar cerah dan langsung menyetujuinya. Pria itu mengangguk patuh.


"Baik."


Su Churan yang melihatnya hanya bisa tersenyum kecut.


Bukankah Gu Yuena terlalu dimanjakan tanpa harus berpikir panjang?