Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
143. Qin Chuan



Ada banyak hal yang harus diurus selama membantu Istana Yuansu kembali ke posisi semula. Su Churan sebagai pengurus eksternal istana menjadi yang paling sibuk.


Malam ini ia dan beberapa orang Istana Yuansu baru tiba di Ibu Kota Kekaisaran Yi. Karena Su Churan harus menangani pengantaran barang, ia harus pergi keluar penginapan. Bersama kuda yang ditunggangi, ia berjalan dengan tenang dan membosankan.


Seperti bukan gayanya. Memang, suasana hatinya sedang tidak baik.


Ia melihat kereta kuda Wyvernia yang melintas ke salah satu kediaman bangsawan. Ia mengenali logo keluarga dari kereta kuda tersebut, yang membuatnya tanpa sadar mengikuti.


"Kenapa dia di sini?" Su Churan melihat orang-orang Wyvernia yang memasuki kediaman dan disambut dengan hormat. Posisi pendatang tertentu jelas tidak rendah.


Su Churan mengenal salah satunya. Ia mengigit bibirnya gelisah, lalu mundur dari arah kediaman. Lebih baik tidak bertemu orang itu lagi, atau ia benar-benar tidak akan bisa menata kembali perasaannya yang sudah tersusun ini.


Pria beriris hazel dari dalam kediaman tanpa sengaja mendapati sosok perempuan berkuda putih di luar gerbang. Ia menatapnya seperti mengingat sesuatu, lalu mengejarnya dengan tergesa-gesa.


"Qin Chuan!" panggilnya.


Su Churan berhenti. Ia menoleh ke belakang, melihat pria tampan yang terlihat tidak jauh lebih tua darinya berdiri cukup jauh. Pria itu menatapnya dengan pandangan rumit.


Su Churan menunduk, lalu hendak pergi. Namun, pria itu sangat cepat sudah sampai di dekatnya dan menahan tangannya yang akan memacu kuda.


"Tunggu dulu!" Pria itu menghentikan Su Churan.


Su Churan tampak terganggu. Ia memantapkan hati dan menatapnya dengan senyuman cerah seperti biasa.


"Aku terkejut kau di sini, Alves." Rasanya sangat canggung. Su Churan hanya bisa sedikit menyapanya dan memberi senyuman terbaik untuk menunjukkan bahwa ia baik-baik saja.


"Bagaimana kabarmu?" Alves bertanya.


Su Churan menggeleng. "Ada sangat banyak pekerjaan, aku hampir tidak memiliki waktu luang."


"Kita memiliki situasi yang sama." Alves tersenyum. "Qin Chuan—"


"Aku Su Churan." Su Churan menegaskan kata-katanya. Dulu ia mengenalkan diri sebagai Qin Cuan, sebelum pria itu tahu bahwa ia adalah Su Churan dari Klan Su yang hancur.


"Bagiku, kamu tetaplah Qin Cuan yang kukenal."


"Qin Chuan adalah perempuan bebas yang tidak memiliki rasa takut. Sedangkan Su Churan adalah perempuan penuh tanggungjawab dan tidak bisa meninggalkannya. Alves, kamu harus bisa membedakan. Sekarang aku adalah Su Churan."


Alves menghela napas. "Mengenai hari itu, aku minta maaf." Ia pikir Su Churan masih marah karena ia mengabaikan kesibukan Su Churan.


Dulu, ia terus berpikir bahwa Su Churan egois dan sama sekali tidak mementingkan hubungan mereka, bahkan terus menghilang tanpa kabar. Sampai akhirnya tahu bahwa Qin Chuan yang ia kenal adalah putri dari Klan Su yang memiliki posisi penting di Istana Tianshuang.


Su Churan pernah bercerita pada Gu Yuena bahwa ia mengalami hubungan yang gagal bersama seseorang sebelum pernikahannya. Orang itu adalah Alves, Count Erizra dari Wyvernia.


"Kamu tidak salah. Aku yang egois." Su Churan tersenyum kecut. Ia menyesali hari itu dan telah mengutarakannya sebelumnya, tapi tidak bisa mengubahnya.


Alves sangat mencintainya dan memanjakannya, tapi Su Churan tidak bisa mengimbangi itu karena ambisi dalam hatinya. Su Churan yang terlihat ceria dan tidak masuk akal setiap saat, sebenarnya memiliki ambisi terpendam. Ia juga manusia yang memiliki kebencian.


Kematian keluarganya adalah pukulan terberat, ia tidak bisa melupakannya. Itu sebabnya, ambisi untuk balas dendam muncul melebihi perasaan cinta terhadap seseorang. Saking bencinya, ia rela kehilangan banyak darah setiap saat hanya untuk membudidaya kupu-kupu darah. Itulah Su Churan.


Alves adalah bangsawan yang akan terus bergelut dalam masalah pokitik kekaisaran. Sedangkan Su Churan memiliki posisi tetua yang sedang ia pertahanan. Jika menikah dengan Alves, ia terpaksa melepas gelar tetua itu dan bergabung dalam politik Wyvernia.


Sangat jelas bahwa Su Churan tidak rela. Ia bisa menjadi serakah, tapi ia tahu bahwa ia tidak memiliki kemampuan itu. Ia bukan Gu Yuena, juga bukan Bai Youzhe. Su Churan tetaplah manusia yang memiliki banyak kelemahan dalam hatinya.


"Qin Chuan, aku telah berpikir selama ini. Apa pun yang terjadi, aku akan mendukungmu dan tidak menjadi penghalangmu. Ayo kita memulai dari awal." Alves mengulurkan tangannya pada Su Churan.


Su Churan tertegun. Uluran tangan yang sama saat ia menerimanya di masa lalu. Mereka pernah bertunangan meski keluarga Count tidak setuju. Namun, Su Churan harus pergi dalam waktu lama ke Dunia Bawah, yang membuat pernikahannya batal.


Wajar jika ia menghilang sangat lama tanpa kabar seolah tertelan bumi, pernikahan dibatalkan. Itu adalah alasan yang tepat bagi keluarga Count untuk menyingkirkan Su Churan.


Su Churan tidak bisa tinggal di lingkungan sepertii itu. Ia mencintai dirinya sendiri. Meski ia menyesal, ia tidak akan menolehkan kepala ke belakang untuk kedua kalinya.


Su Churan tersenyum. Ia turun dari kuda, lalu berdiri di hadapan Alves. Hatinya merasa tertekan, tapi wajahnya terlihat sangat tenang.


"Andai aku bukan orang dengan peran besar, aku mungkin akan menerimanya. Maafkan aku." Ia sedih, tapi tidak bisa mencurahkannya. Ia hanya bisa menutupinya dengan senyuman.


"Apa kau keberatan karena keluargaku? Aku akan terus mendukungmu, kita akan tinggal terpisah dari mereka." Alves tidak rela Su Churan meninggalkannya.


Ia ingin bersama Su Churan. Baginya, Su Churan adalah wanita luar biasa. Dia kuat dan bijaksana dikombinasikan dengan sifat unik yang menawan, tidak seperti wanita kebanyakan.


Ada saatnya Su Churan merasa terbujuk. Ia masih memiliki perasaan yang cukup dalam pada Alves. Hatinya jadi bimbang ketika melihat Alves yang memohon padanya.


"Aku ...." Su Churan ingin menolak sekali lagi. Namun, kedatangan seseorang membuat perhatiannya teralih.


Sosok wanita cantik bergaun biru dengan nuansa bunga yang indah. Dia memiliki rambut keabuan yang dikuncir dengan ornamen bunga emas. Sangat cocok dikenakan olehnya.


"Tuan Count, apa Anda sedang bertemu teman lama?" Wanita itu melihat ke arah Su Churan dengan pandangan penasaran. Ketika menyadari sesuatu, ia buru-buru memperkenalkan diri dengan sopan. "Aku adalah Countess Erizra, senang bertemu denganmu."


Su Churan terdiam ketika mendengar gelar yang disebutkan wanita itu. Countess Erizra .... Nama lengkap Alves adalah Alves Erizra, dia adalah Count Erizra. Jika wanita di depannya adalah Countess, bukankah berarti dia istri Alves?


Mendadak Su Churan ingin tertawa.


Entah bagaimana, ada rasa nyeri sampai tidak bisa mengatakan apa pun. Ia merasa canggung, sekaligus merasa terkhianati. Yah, bukan salah Alves sepenuhnya. Ia juga menolak pria itu berkali-kali. Ini adalah salahnya sendiri.


Su Churan hanga bisa menunjukkan senyum sopan dan menyapa ala bangsawan. "Senang bertemu denganmu, Countess Erizra. Aku adalah Qin Chuan, seorang teman lama."


Countess Erizra pikir wanita di depannya adalah seorang bangsawan, itu sebabnya ia memperkenalkan diri terlebih dahulu. Pakaian Su Churan termasuk berkelas meski terbalut jubah putih. Penampilannya sangat elegan, tidak terlihat seperti rakyat biasa.


Alves sepertinya merasa terganggu akan kedatangan Countess. Ia melihat Su Churan dengan perasaan bersalah. Ini sama saja membuktikan bahwa ucapannya tadi hanyalah bualan. Bagaimana ia harus menjelaskan?


Namun, fakta bahwa Alves telah menikah dengan wanita lain tidak bisa ditutupi. Su Churan sudah pasti tidak akan menerimanya.


Su Churan tidak tahu harus tertawa atau menangis. Ia nyaris saja menerima posisi istri kedua. Lain kali, ia harus berhati-hati. Perasaan ini sangat menyebalkan.


"Karena Tuan Count sudah mengatakan apa yang ingin dikatakan, sepertinya tidak ada yang bisa dikatakan lagi. Qin Chuan masih memiliki urusan, harus meninggalkan kalian di sini."


"Begitu cepat?" Countess sepertinya tidak tahu apa pun dan terlihat bingung. Ia merasa bahwa Su Churan sangat menarik dan ingin mengenalnya lebih lama, tapi sepertinya pihak lain sangat sibuk.


Su Churan sedikit memberi salam, lalu pergi bersama kudanya.


Rasanya sangat sakit.


Ia tidak peduli apa yang terjadi di belakang. Ketika sudah cukup jauh, ternyata Alves mengejarnya. Beruntung Su Churan tidak menunggangi kuda, hanya berjalan kaki sambil menuntun kuda.


Alves langsung menahan lengan Su Churan untuk mendekat padanya. Tapi Su Churan jelas jauh lebih kuat, sehingga pria itu terasa sedang menarik batu yang keras.


"Qin Chuan, dengarkan penjelasanku." Alves bicara terburu-buru.


"Baik. Aku akan mendengarkan." Su Churan memilih tidak menoleh untuk melihatnya. Ia tetap di posisi yang sama sambil merasakan hati yang hancur.


"Aku dan Elia tidak saling mencintai. Kami menikah politik karena keluarganya membutuhkan bantuan keluargaku. Qin Chuan, aku hanya mencintaimu. Aku bisa menceraikannya jika kamu mau."


Su Churan tenggelam dalam perasaannya. Ia menjadi kesal setelah mendengar ucapan itu, lalu berbalik melihat Alves dengan pandangan serius.


"Pada akhirnya, tetap tidak menutup fakta bahwa kau telah menikah. Aku mana bisa menikahi pria yang sudah menikah?" Su Churan menolak. Ia adalah Su Churan, putri Klan Su dan Tetua Istana Tianshuang. Kenapa harus menjadi istri kedua dan menghancurkan sebuah hubungan? Itu adalah aib baginya.


Lagipula, Su Churan memang tidak memiliki niat kembali. Jadi gunakan saja alasan ini agar tidak kembali selamanya.


"Qin Chuan—"


Ucapan Su Churan yang begitu tenang tapi menusuk membuat Alves terdiam. Ya, ia memang salah. Tapi ia tidak bisa menutupi perasaannya begitu saja. Ia sudah lama mencari Su Churan. Ia tidak pernah menyentuh wanita manapun termasuk istrinya sendiri.


Pada akhirnya, itu hanya akan membuatnya terkesan seperti pria tidak bertanggung jawab. Itulah yang membuat Su Churan kesal.


"Jika aku berada di posisi Elia, aku akan sangat sedih dan menderita. Jangan lakukan itu." Su Churan bicara setengah memohon. Ia hanya ingin terlepas dari perasaan menjengkelkan ini. Ia tidak bisa terikat terus menerus. Ia bukan Gu Yuena yang kuat menanggung beban sebesar itu untuk seumur hidup.


Alves paham mengapa Su Churan berkata demikian. Su Churan selalu menjadi orang yang memahami perasaan orang lain. Dia sangat peka dan mudah berempati. Itu sebabnya ia begitu luar biasa.


Tapi apa ia benar-benar harus kehilangan cintanya?


"Sebuah pernikahan tidak harus membicarakan tebtang cinta, tapi tanggung jawab dan rasa saling percaya. Hubungan kita jelas tidak termasuk keduanya." Su Churan telah belajar mengenai hubungan. Ia bahkan memberi nasihat pada Gu Yuena agar tidak tersesat seperti yang ia alami. Itu akan sangat menyakitkan.


Su Churan menghela napas. Ia melepas perasaan berat itu, lalu menatap Alves dengan pandangan serius. "Kita tidak harus memutus hubungan sebenarnya. Kau jalankan tanggung jawabmu, dan aku akan menjalankan tanggung jawabku sendiri. Jika ada keperluan, kita bisa saling membantu sebagai rekan." Su Churan tersenyum. Meski mereka tidak bisa bersatu, setidaknya mereka bisa saling membantu.


Omong-omong, Su Churan juga butuh kenalan dari Wyvernia untuk mengatasi masalah kekaisaran Wyvernia di masa mendatang. Bicarakan hal itu nanti saja.


Alves terlihat keberatan. Ia ingin Su Churan, tapi Su Churan terlihat sudah mantap. Tangannya masih menggenggam erat lengan Su Churan tanpa mau melepasnya. Ia ingin membawa Su Churan ke pelukannya.


"Churan!"


Panggilan itu mengalihkan perhatian Su Churan. Ia melihat ke belakang, mendapati sosok Yun Qiao dengan jubah putihnya yang menunjukkan keagungan. Dia adalah seorang Raja sekarang.


Belakangan ini mereka cukup dekat, sebagai rekan. Su Churan membantunya menangani masalah Istana Yuansu sampai perjanjian berakhir. Su Churan jelas lebih berpengalaman dalam mengurus istana.


"Aku mencarimu kemana-mana. Mereka sudah tiba di penginapan sejak lama, tapi kamu tidak ada. Kau tahu betapa rumit pemikiran mereka sampai mengira bahwa orang-orang itu sedang mengejarmu." Yun Qiao bicara dengan nada serius dan kaku seperti pria yang tidak memiliki emosi sedikitpun.


Su Churan merasa telah ditusuk jarum bertubi-tubi. Ia menjadi sangat canggung. Ia melupakan tugasnya karena perasaan sesaat, benar-benar kebodohan yang nyata!


Ia pun memijat pelipisnya. "Aku akan datang segera."


Yun Qiao melihat ke arah tangan Alves yang menahan lengan Su Churan. Tatapannya terlihat dingin.


Su Churan yang sadar langsung menarik tangannya begitu saja dan berpura-pura sibuk pada tali kekang kuda, merasa canggung. "Ah, ini sudah benar. Sudahkah saatnya kita pergi?'


Yun Qiao sedikit tersenyum. "Ya."


"Qin Chuan, apa kau akan pergi lagi?" Alves ingin menghentikan, tapi Yun Qiao menghalangi jalannya.


"Dia ada urusan yang lebih penting." Aura Yun Qiao yang sangat kuat membuat Alves tidak bisa berkutik. Pria itu mundur dua langkah, lalu melihat Su Churan yang sudah naik ke atas kuda begitu mudah.


"Count Erizra, senang bertemu denganmu. Kedepannya, aku akan membicarakan bisnis yang bagus untukmu." Su Churan melambaikan tangan dengan normal. Ia sama sekali tidak menunjukkan ekspresi sedih seperti tadi, seolah dia adalah orang yang berbeda.


Mengabaikan kehadiran Alves, Yun Qiao pergi menaiki kuda dan memacunya. Su Churan terkejut karena Yun Qiao sepertinya buru-buru, membuatnya harus mengimbangi.


"Hei, kalau jalan bilang-bilang!" teriaknya sambil memacu kuda dengan cepat. Mereka seperti sedang balap kuda.


Alves, "...."


Seingatnya, Su Churan adalah wanita lembut dengan sifat unik. Sejak kapan menjadi sangat aktif dan berteriak sekeras itu?


Alves tersenyum kecut. Sepertinya hati Su Churan benar-benar tidak pernah terarah padanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gu Yuena sadar dari pingsannya tak lama setelah bertemu dengan Bai Youzhe. Ketika bangun, ia sudah ada di pelukan pria itu. Kehangatannya menutupi dinginnya malam tanpa perapian.


Bai Youzhe tidak bisa membuat perapian karena situasi hutan yang berbeda. Jika ia membuat perapian, array yang terhubung dengan Istana Linghun akan mendeteksi mereka. Situasi akan menjadi berbahaya bagi Gu Yuena.


Jadi dia menggunakan tubuhnya untuk menghangatkan. Kadang suhu tubuh Bai Youzhe sangat dingin sampai ia kedinginan. Tapi ketika api neraka muncul, itu menjadi hangat.


Gu Yuena memposisikan diri dengan benar di samping Bai Youzhe. Mereka masih berada di tempat yang sama. Di bawah pohon besar dekat sungai sambil bersembunyi dari perhatian penyihir di luar sana.


"Ada penyihir beberapa meter dari sini." Bai Youzhe memberitahu.


Gu Yuena menatapnya sejenak, lalu menunduk. Kepalanya terasa sangat sakit, matanya juga. Ia tidak dapat melihat Bai Youzhe dengan jelas seperti sebelumnya. Terasa buram. Ia bahkan tidak dapat melihat ke kejauhan.


Bai Youzhe telah memeriksa apa ada luka internal yang dialami Gu Yuena. Selain kehilangan banyak qi, luka di kepalanya cukup mengganggu. Apa Gu Yuena mengalami benturan keras ketika di Istana?


"Nana?" Bai Youzhe mengerutkan kening ketika melihat Gu Yuena hanya diam sambil memegang dahinya.


Gu Yuena terperangah, lalu mendongak. Ia menggeleng pelan. "Aku tak apa."


"Aku akan membawamu keluar dari sini dan mengalihkan perhatian mereka." Bai Youzhe sudah bersiap. Mereka jelas tidak boleh ada di sini karena terlalu berbahaya.


"Tunggu dulu." Gu Yuena menahan lengannya. "Tidak perlu dialihkan." Ia pikir Li Hua tidak memiliki niat menangkap atau membunuhnya untuk saat ini. Penyihir itu hanya bertugas di luar.


Bagaimanapun, Gu Yuena sudah tidak bisa lepas dari Li Hua apa pun yang terjadi. Baik hidup maupun mati, jiwanya akan ditahan selama tidak hancur.


Bai Youzhe menuruti perkataan Gu Yuena, lalu kembali menghampirinya. Wajah Gu Yuena sangat pucat, dia tidak baik-baik saja. Bai Youzhe jadi cemas.


"Kalau begitu, kita langsung keluar dari sini."


Gu Yuena mengangguk. Bai Youzhe langsung membawa Gu Yuena ke pelukannya, lalu terbang ke udara membawa Gu Yuena yang tidak bisa menggunakan qi untuk sementara.


Sebenarnya Gu Yuena masih bisa, tapi kekuatannya terlalu lemah akibat lingkaran sihir yang dicabut paksa. Ia butuh pemulihan lebih lanjut.


Melihat wajah Bai Youzhe yang terlihat sangat serius. Bai Youzhe melakukan perjalanan ke tempat ini tanpa berteleportasi, itu memakan waktu yang cukup lama. Tidak ada hal yang membuat Gu Yuena meragukannya. Hanya saja, dia meragukan diri sendiri.


Lingkaran sihir di matanya dicabut, ia akan buta dan cacat secara perlahan. Apa ia masih pantas?


Gu Yuena menutup mulutnya sejak tadi. Biasanya ia cukup cerewet, kali ini tindakannya membuat Bai Youzhe agak bingung. Jika seperti ini, biasanya selalu ada sesuatu yang mengganggu pikiran wanita itu.


Bai Youzhe sepertinya telah menebak apa yang menjadi kesedihan Gu Yuena. Fenomena bulan merah adalah tanda kebangkitan Gu Ying. Namun, pengorbanan 1000 darah selalu memiliki kecacatan, membuat nyawa Gu Ying tidak dapat bertahan lama setelah dibangkitkan.


Jangankan setahun, Gu Ying bahkan tidak bisa bertahan selama sebulan.


Mereka tiba di Ibu Kota untuk singgah sementara. Gu Yuena membutuhkan perawatan, yang membuatnya tidak boleh melakukan perjalanan lebih jauh.


Dengan singgah di Ibu Kota, Gu Yuena akan mendapat perawatan dari dokter dan dapat melanjutkan perjalanan ke Istana dengan lancar. Suasana hatinya juga akan diperbaiki.


Bai Youzhe berpikir bagaimana agar bisa membuat Gu Yuena tidak sedih lagi. "Nana, aku dengar ada pelelangan tahunan di sini. Apa kita harus datang untuk membeli barang? Mereka bilang barang yang dijual sangat langka."


Suasana hati Gu Yuena masih tidak baik. Ia memang suka melihat harta, tapi situasinya benar-benar tidak bisa dihibur hanya untuk melihat barang-barang itu. Jangankan harta, ia bahkan tidak memiliki nafsu makan yang baik meski ada ayam goreng di depannya.


"Aku pikir ... lebih baik tidak membuang lebih banyak waktu." Gu Yuena bicara dengan nada rendah tanpa menghentikan langkah kakinya.


Bai Youzhe menahan lengan Gu Yuena yang terus berjalan lurus sampai nyaris tertabrak kuda. Gu Yuena terkejut, tapi tidak memiliki banyak reaksi dan hanya melihat Bai Youzhe yang menggenggamnya dengan erat.


"Katakan apa pun yang ingin kau katakan agar perasaanmu membaik." Bai Youzhe tidak ingin Gu Yuena terus terpuruk seperti tidak memiliki semangat hidup.


Gu Yuena terlihat ragu sejenak. Ia benar-benar tidak ingin merepotkan Bai Youzhe lagi. Tapi ... ia tetap tidak bisa memendamnya sendiri. Apalagi ketika melihat tatapan cemas Bai Youzhe.


Pada akhirnya, Gu Yuena menceritakan semua yang ia alami di Istana. Tidak ada ekspresi di wajahnya ketika menceritakan semua hal tak terduga yang tersembunyi di dalam Istana Linghun. Bahkan ketika mengatakan tentang kematian ayahnya, dia sama sekali tidak memiliki ekspresi lain.


Gu Yuena telah menghancurkan harapan hidup Gu Ying. Sekarang, Yang Xinyuan akan mengumpulkan darah melalui tulang iblis. Li Hua memulai semuanya dari awal tanpa Gu Yuena.


Satu hal yang belum Gu Yuena katakan adalah tentang lingkaran sihir yang dicabut paksa dari matanya.