
"Apa maksudmu!" Tetua Ming sangat kesal. Siapa wanita itu yang berani menghinanya!
Wanita itu mendengus, "Andai Yang Mulia mendengar ucapanmu barusan, aku ragu kau masih bisa melihat matahari besok. Ucapanmu, sama sekali tidak memiliki rasa hormat terhadap Yang Mulia dan Nona Gu. Apa setelah lebih dari 40 tahun merasakan hidup, kau sudah terlalu tua dan merindukan alam inkarnasi?"
"Kau ...."
"Hanya tetua yang diturunkan posisinya, sudah bisa mengajukan komentar yang berani seperti itu. Sepertinya, Istana Tianshuang benar-benar mengalami penurunan. Atau aku yang sudah hidup terlalu lama di Dunia Bawah, sampai tidak tahu bahwa dunia benar-benar sudah berubah?"
Tetua Ming terdiam. Dunia Bawah? Jika dilihat, wanita itu sekilas mirip dengan Bai Tianzhi. Dia tidak pernah terlihat di istana tapi memiliki ciri fisik Keluarga Bai yang begitu mencolok. Bahkan Bai Youzhe tidak memiliki surai putih seperti itu.
"Hah, keponakanku yang bodoh itu pasti terlalu sibuk sampai tidak sadar akan kedatanganku. Lama sekali dia datang." Wanita itu menghela napas malas sambil bersandar di penyangga kursi.
Dia baru datang hari ini setelah mendengar bahwa Istana Tianshuang diserang. Awalnya ia ingin menemui orang tua itu untuk memarahinya karena terlalu tak acuh, tapi ternyata para tetua ini lebih menyebalkan dari pamannya sendiri.
Wanita itu beranjak dari kursi, berjalan ke depan kursi tahta dan berdiri di depannya. Sepasang iris biru itu melihat para tetua yang terdiam menatapnya. Sedangkan bibir merahnya ditarik membentuk senyum miring.
"Ibuku adalah Bai Qichang. Secara otomatis, aku harusnya adalah satu-satunya tetua dari Keluarga Bai."
Semua orang terkejut. Mereka seketika teringat sesuatu mengenai wanita yang kini hadir di depan mereka semua.
Bai Qichang adalah kakak Bai Tianzhi—Raja terdahulu—yang mengasingkan diri ke Dunia Bawah. Ketika kembali ke Istana Tianshuang, wanita itu membawa putrinya untuk berkunjung mengenalkan putrinya pada anggota istana.
Namanya adalah Xuan Yi. Meski tidak menyandang marga Bai, dia memiliki ciri fisik yang kental terhadap Keluarga Bai yang unik dan diakui sebagai anggota keluarga Bai. Kekuatannya sangat kuat dan telah mewariskan kekuatannya pada Bai Yue—putri Bai Tianzhi—sebelum kembali ke Dunia Bawah dalam waktu lama. Masuk akal jika banyak yang tidak mengenalinya.
Sedangkan alasannya mewariskan kekuatannya pada Bai Yue adalah karena tubuhnya yang tidak mampu menahan kekuatan yang begitu besar. Bai Yue sendiri harus mengalami penderitaan sampai akhirnya melahirkan Bai Youzhe dan meneruskan kekuatan tersebut padanya. Untungnya, Bai Youzhe bisa menanggungnya karena darah naga.
Kekuatan dunia bawah dan Dataran Mitian jelas jauh berbeda. Itu yang menyebabkan Xuan Yi yang terlahir dari wanita yang berasal dari Dataran Mitian tidak bisa menerima kekuatan yang diwariskan ayahnya. Jika memikirkan masa lalu, Xuan Yi ini agak picik dan berani mengorbankan yang lain untuk kepentingannya sendiri.
Hal tersebut bukan lagi rahasia sehingga tidak ada satupun tetua yang berani menyangkal Xuan Yi. Pada saat ini, riwayat Tetua Ming yang ceroboh nyaris tidak dapat diselamatkan
"Sepertinya, sudah saatnya aku mengajukan penataan ulang Istana Tianshuang yang sudah tidak terbentuk ini." Xuan Yi menyipitkan matanya, terlihat tidak senang.
"Tanpa kau beritahu, aku sudah akan melakukannya. Bibi tidak perlu khawatir, Istana Tianshuang akan kembali ke tempat semula."
Sosok pria memasuki ruangan bersama dua bawahannya yang mengikuti di belakang. Pemilik iris biru malam yang persis seperti milik Xuan Yi itu berjalan ke ujung aula di mana Xuan Yi berada. Tatapannya yang dingin tidak berubah, sedangkan Xuan Yi mulai menampilkan senyum cerahnya.
Melihat sosok yang datang, sontak semua orang menunduk memberi penghormatan.
"Yang Mulia."
"Keponakanku yang membosankan, kenapa tidak menyambut kedatanganku? Bibi ini sangat marah sampai ingin meremukkan seluruh tulangmu!" Xuan Yi bicara berlebihan, sedangkan yang ia ajak bicara hanya memandang dengan wajah datar.
Melihat tatapan tidak bersahabat keponakannya sendiri, Xuan Yi pun tertawa canggung. Ia menyingkir dari tempatnya, memberi jalan bagi Bai Youzhe ke kursi tahta.
"Keponakanku, kenapa kamu tidak bilang jika memiliki istri yang sangat manis dan lucu? Apa kau tidak menganggapku sebagai bibimu yang paling pengertian ini? Satu lagi, kau bahkan akan menjadi ayah, tapi tidak mengatakannya padaku. Aku sangat sakit hati!"
Bai Youzhe menutup mata, berusaha sabar akan ocehan tidak bermanfaat dari Xuan Yi. Kenapa wanita itu harus datang? Dia bisa saja bermain-main di Dunia Bawah tanpa mengkhawatirkan hal lain dan bersenang-senang dengan para monster dibandingkan mengganggunya!
Kemudian Xuan Yi teringat sesuatu. "Benar, wanitamu keguguran." Dia bicara begitu enteng sampai membuat para tetua menahan napas.
Apa wanita itu sama sekali tidak bisa menyaring perkataannya! Pantas saja dia tidak memiliki pasangan selama puluhan tahun!
"Tapi bukan berarti kau tidak mengabariku. Jika bukan karena mata-mata yang kuletakkan di istana, aku mana tahu kabar istana begitu detail selama bertahun-tahun? Kelahiran dan kematian keluarga Bai sangat penting bagiku. Di mana Bai Tianzhi? Aku harus bicara serius padanya dan tidak bisa diabaikan!"
Wanita itu terus bicara panjang lebar sampai membuat aula menjadi hening. Bai Youzhe hanya menutup mata, menulikan pendengarannya.
Andai ia bisa membungkam mulut wanita itu begitu mudah.
Xuan Yi jika dihentikan akan semakin menjadi-jadi dan membuat keributan. Jadi jalan satu-satunya adalah mengabaikannya. Bai Youzhe juga tidak ingin membuat Xuan Yi memilih menemui Gu Yuena dan merepotkannya.
"Penyerangan Aula Linghun telah membuat masalah begitu besar bagi Istana Tianshuang." Bai Youzhe membuka mata, tidak ingin terus menulikan telinga dan memilih menyela kalimat Xuan Yi yang tidak ada habisnya. "Menilai apa yang kulihat barusan, sepertinya ada banyak dari kalian yang sudah kehilangan jati diri."
Semua orang langsung menahan napas lebih lama. Jantung mereka berdetak tak karuan karena takut. Takut kalau Bai Youzhe marah atas apa yang terjadi dan membuat mereka terkena getahnya.
Ditambah ada Xuan Yi. Wanita itu pasti akan menambah minyak dalam api untuk memperbesarnya.
"Keberanian kalian sangat besar. Rupanya peringatanku sebelumnya sudah tidak berlaku terhadap kalian yang lebih 'berpengalaman' dibandingkanku. Aku sudah meremehkan kalian." Ucapan Bai Youzhe membuat mereka semua bergetar. Ini akan menjadi hal yang buruk.
"Benar. Keponakanku, orang-orang ini terlalu dimanja oleh pamanku yang terlalu lembut itu sehingga berani melanggar semua yang sudah diputuskan. Penindas anggota keluarga Bai-ku, tidak bisa diberi ampun. Istana Tianshuang milik keluarga Bai, tapi beberapa orang memiliki keberanian yang sangat besar telah menganggap bahwa Istana Tianshuang berada dalam kekuasaannya." Xuan Yi tersenyum miring di bibir merahnya.
Kepala para tetua itu sudah terpendam saking takutnya dilihat oleh bibi dan keponakan itu. Bai Youzhe tidak banyak bicara, namun Xuan Yi terus mengutarakan uneg-uneg hatinya dengan cara sarkas.
Bai Youzhe mengangkat tangannya, menggunakan kekuatannya untuk menarik beberapa orang yang telah membuatnya sangat marah. Tidak hanya Tetua Ming yang mengganggu Gu Yuena, tapi juga para tetua yang setuju dalam penekanan Gu Yuena.
Kabut hitam melilit tubuh mereka tanpa memberi waktu untuk bicara. Mereka diseret begitu saja ke depan, tepat di depan Xuan Yi yang tampak bersemangat.
"Tidak hanya mendorong menantu ke dalam jurang, tapi melakukan tindakan tidak pantas yang mencoreng reputasi istana. Kalian benar-benar hebat. Berapa banyak batu alam yang kalian gunakan untuk belanja di pasar gelap?" Xuan Yi tersenyum melihat mereka yang bersimpuh di kakinya.
Orang-orang ini sepertinya tidak tahu bahwa pasar gelap adalah milik Assassin Guild di bawah kendali Bai Youzhe. Bai Youzhe memang sedang mencari cara untuk menyingkirkan mereka yang semakin berani sewenang-wenang.
Semakin banyak kesalahan yang dilakukan, semakin yakin Bai Youzhe untuk memhunuh mereka. Sekarang, mereka telah membuat Nana-nya bertemu dengan orang itu dan terluka, ia tidak akan menahannya lagi.
"Keponakan, kekuatanmu semakin bagus." Xuan Yi mengacungkan jempol ketika merasakan kekuatan Bai Youzhe yang begitu menindas. Tidak disangka, kekuatan yang ia wariskan sangat kuat bila dipadukan dengan darah naga.
Tidak sia-sia ia mengorbankan sepupunya yang manis.
Dalam sekejap, aura di dalam aula menjadi lebih mengerikan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gu Yuena menatap dirinya dalam cermin. Wajah cantik itu menjadi sembab karena menangis sepanjang waktu. Ia tidak boleh terus seperti ini.
Ia harus bisa menerima semua kenyataan, tidak boleh menjadi lemah.
"Gu Yuena, kamu harus tenang," gumamnya untuk menenangkan diri sendiri dan menutup mata.
Setelah dirasa sudah cukup tenang, ia mencuci muka dan keluar ruangan untuk pergi ke istana. Ia dengar Su Churan masih dirawat di tempat ini, jadi memutuskan untuk berkunjung terlebih dahulu sebelum kembali ke istana.
Ia menemukan ruangan di mana Su Churan dirawat. Membuka pintu, sepasang iris merahnya menemukan wanita yang terbaring di atas tempat tidur sambil menutup mata.
Apa dia sedang tidur?
"Xiao Yuena."
Gu Yuena menoleh, lalu menutup pintu kembali dan menghampiri Su Churan. Su Churan sudah bekerja sangat keras untuk melindunginya sampai menjadi seperti ini. Semua luka itu juga disebabkan olehnya. Ia agak merasa bersalah.
"Maafkan aku." Gu Yuena berkata dengan tulus.
Su Churan tersenyum, lalu menggeleng. "Seharusnya aku minta maaf, tidak bisa menjagamu dengan baik. Aku sudah mendengar beritanya. Kau baik-baik saja?"
"Aku selalu baik-baik saja." Gu Yuena menarik bibirnya membentuk senyum tipis.
"Untungnya, Yang Mulia datang di saat-saat terakhir. Orang itu tidak berhasil membawamu pergi."
Gu Yuena tidak menyahut lagi. Ia tidak tahu harus merasakan apa lagi selain rasa bersalah. Tapi dia tidak perlu menunjukkannya terang-terangan.
Mengingat kembali orang itu, lagi-lagi ia merasa tidak asing. Bahkan sampai ia tiba di istana, ia masih memikirkannya. Apa orang itu ....
"Yang Xinyuan(?)"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Karena Gu Yuena akan marah bila aku membunuhmu secara langsung, maka aku akan mengundurnya." Bai Youzhe menarik kekuatannya terhadap Tetua Ming.
Hal tersebut membuat Xuan Yi tidak senang. "Keponakan, kenapa kamu harus begitu lembut pada pengkhianat?"
"Kata siapa aku bersikap lembut?" Bai Youzhe tidak setuju. "Aku bahkan belum menentukan hukuman."
Tidak ada yang berani bersuara. Para tetua dan petinggi lain yang telah ditargetkan oleh Bai Youzhe kini sudah terkapar tidak bernyawa dalam kondisi mengenaskan. Bai Youzhe tidak perlu bergerak dari posisinya untuk membunuh semut-semut kecil seperti itu.
Hanya dengan kekuatan yang ia miliki, ia dapat membuat orang-orang itu mati mengering seolah jiwa mereka telah dihancurkan. Tentu saja, Bai Youzhe menggunakan kekuatan jiwa untuk menghancurkan mereka.
Tidak adanya adegan berdarah membuat Xuan Yi sedikit tidak puas. Namun, ia tetap senang dapat melihat orang-orang menyebalkan itu mati. Jika parasit dibiarkan, parasit itu akan membuat inangnya hancur.
Inilah Bai Youzhe yang sebenarnya. Baik di Dunia Bawah maupun Dataran Mitian, ia membunuh tanpa berkedip meski itu adalah orang yang telah bekerja bertahun-tahun untuknya. Ia tidak menerima segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan istana dan dirinya sendiri.
Tetua Ming terpuruk sendirian di antara mayat-mayat yang telah mengering. Sedangkan tetua lainnya yang tidak ditarik oleh kabut hitam hanya bisa berlutut dan menunduk patuh. Mereka bahkan tidak berani bergerak sedikitpun.
"Yang Mulia, aku telah bekerja dari generasi ke generasi untuk istana, apa ini yang kudapatkan?" Tetua Ming sangat ketakutan. Percuma diam saja, lebih baik lontarkan apa pun yang dapat menyelamatkan hidupnya.
"Oleh karena itu, aku memberimu wajah dengan hanya menurunkan jabatanmu. Tapi sepertinya itu tidak cukup." Bai Youzhe bicara dengan dingin.
"Hanya karena seorang wanita, Yang Mulia jangan sampai dibutakan. Yang tua ini memang bersalah, tapi itu semua demi kebaikan Istana Tianshuang!"
"Mungkin jika kau diam saja sejak awal, aku tidak akan menarikmu ke dalam lubang neraka." Bai Youzhe tidak dapat memberi toleransi kedua. Kabut hitam di tangannya melesat, menembus tubuh Tetua Ming yang menghancurkan dantiannya. Kultivasinya selama bertahun-tahun hancur hanya dalam satu kedipan mata.
"Aaaaakh!"
"Berterimakasihlah karena aku tidak membunuhmu sekarang."
Kultivasi yang hancur, sama saja menjatuhkannya ke lubang neraka hidup-hidup. Itu lebih buruk dari kematian.
Seseorang yang berniat buruk pada Nana-nya pantas mendapatkan kehidupan selayak neraka.
Xuan Yi memperhatikan sejak awal sampai akhir. Tanpa adanya pertumpahan darah, Bai Youzhe membunuh lebih dari 10 petinggi istana dan tetua bersamaan. Selain itu, mencabut kultivasi Tetua Ming yang sama saja menjatuhkannya ke neraka. Ia cukup puas akan apa yang diakukan keponakannya.
Hanya saja, kurang mengerikan. Mungkin membunuh dengan menghancurkan anggota tubuh mereka akan lebih memuaskannya. Hanya saja, Bai Youzhe membunuh bukan untuk Xuan Yi, tentu saja tidak akan melakukan hal kotor itu meski ingin.
Ia tidak boleh mengotori istana dengan darah.
"Aku tegaskan untuk terakhir kalinya. Sekali saja aku menemukan pelanggaran dengan alasan apa pun, aku akan membunuhnya di tempat."
Ucapan Bai Youzhe berhasil membuat mereka semua menjawab secara serentak, "Bawahan mematuhi perintah Yang Mulia!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hasil dari pertemuan itu dengan cepat menyebar, menyebabkan kehebohan besar dan nuansa dingin yang menyertai istana. Dalam sekejap, tidak ada yang berani bicara sembarangan. Istana menjadi lebih ketat.
Gu Yuena di istana raja belum mendengar kabar tersebut sampai akhirnya sesosok wanita bergaun kuning matahari berlari ke arah istana dengan semberono. Meski sudah ditahan penjaga, dia tetap menerobos untuk bertemu dengan Gu Yuena.
"Gu Yuena, kau harus menolong ayahku! Kau tidak bisa hanya diam seperti ini sedangkan Yang Mulia akan membunuh ayahku. Aku mohon, kau harus menolongnya ...."
Ming Chin datang pada Gu Yuena begitu saja dan meraih tangan Gu Yuena sambil memohon. Gu Yuena yang tidak tahu apa pun menatapnya bingung.
"Apa maksudmu?" tanyanya.
"Yang Mulia sangat marah dan melampiaskannya pada para tetua. Ayahku hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Yang Mulia menghancurkan kultivasinya dan akan mengasingkan kami. Gu Yuena, hanya kamu yang dapat membujuk Yang Mulia untuk mengampuni ayahku. Aku mohon ...."
Gu Yuena baru paham apa yang baru saja terjadi. Apa Bai Youzhe begitu marah?
Namun, meski Bai Youzhe melampiaskan kemarahannya pada para tetua, apa hubungannya dengan Gu Yuena? Tetua Ming juga berulang kali menyusahkannya, itu adalah karma atas perbuatannya sendiri.
Bahkan Ming Chin pernah nyaris membunuhnya. Ia tidak akan sebaik itu menolong orang yang ingin membunuhnya.
"Masalah istana, aku tidak bisa ikut campur. Nona Ming lebih baik kembali menjemput ayahmu." Gu Yuena melepas pegangan wanita itu dan hendak pergi, namun Ming Chin masih mengintilinya dan memegang kedua tangannya.
"Gu Yuena, aku tidak meminta apa pun darimu selain mmbujuk Yang Mulia. Yang Mulia hanya akan mematuhi ucapanmu, aku mohon untuk mengampuni ayahku. Ayahku adalah keluargaku satu-satunya, aku tidak bisa kehilangannya."
Gu Yuena justru kehilangan lebih banyak hal. Mendengar itu, dia semakin tidak peduli. Dia kehilangan bayinya, sedangkan ayah dan anak itu tidak menerima balasan apa pun? Itu tidak akan adil untuknya.
"Aku sudah cukup berbaik hati dengan tidak membunuhmu." Gu Yuena sudah terlalu jengah. Ia pun memanggil pelayan. "Pelayan, Nona Ming terlalu terkejut sampai kehilangan akal, antarkan dia kembali ke tempat seharusnya untuk istirahat dan jangan biarkan dia keluar."
Para pelayan itu buru-buru mematuhi ucapan Gu Yuena, membawa Ming Chin yang bersikeras memohon pada Gu Yuena untuk mengampuni ayahnya.
Gu Yuena hanya memandang dalam diam. Jika itu bukan Ming Chin dan Tetua Ming, mungkin ia akan setuju. Namun, yang salah tetaplah salah. Mereka haru menerima ganjarannya.
Sama seperti Gu Yuena sendiri. Ia telah merasakan ganjaran atas apa yang ia perbuat selama ini.
Karma akan selalu ada tanpa berpihak.