
Bersama berkas terjemahan di tangannya, Gu Yuena memasuki kediaman utama dan bertemu Gu Shan di ruang kerja. Penampilannya masih sederhana dan lembut, tanpa ada kurang maupun kelebihan.
"Ayah, maaf Yuena terlambat menyelesaikannya." Gu Yuena menunduk sambil menyerahkan berkas tersebut pada Gu Shan.
Gu Shan menerimanya. Ia melihat isi berkas tersebut sekilas, kemudian tersenyum puas. "Dapat menyelesaikannya sekarang juga sudah cukup, kamu sudah bekerja keras."
Gu Yuena tetap di tempatnya seperti menunggu sesuatu. Gu Shan melihat gadis itu, kemudian menghela napas.
"Jika ada sesuatu, katakan saja." Gu Shan berkata dengan nada pasrah. Ia sedang lelah sampai tidak tahu harus berbuat apa sejak Ting Le terciduk hendak membunuh Gu Yuena. Ia jadi merasa bersalah pada Gu Yuena dan Li Hua.
"Setelah dipikir dengan cermat, Nyonya Ting tidak seharusnya diasingkan." Gu Yuena diam untuk beberapa saat, tampak ragu. "Sebelumnya Adik Kelima datang memohon untuk membebaskan Nyonya."
Gu Shan menghembuskan napas sambil melihat Gu Yuena. "Kamu ini, terlalu pengertian. Kutanya, berapa banyak kesalahan yang dilakukan Nyonya padamu? Tiap kali terjadi sesuatu padamu, Nyonya selalu hadir sebagai sanksi, membuat Ayah tidak bisa melakukan dalih apa pun. Insiden kemarin, anggap saja hukuman untuknya selama ini selalu merepotkanmu. Jangan kira Ayah tidak tahu, hanya saja Ayah tidak berdaya."
Gu Yuena menunduk dalam-dalam. "Yuena mengerti."
"Untuk Li'er, dia masih kecil, belum memahami rintangan kehidupan. Meski hanya berbeda beberapa bulan denganmu, tetap saja kamu dan Li'er berbeda."
"Ayah terlalu memuji." Gu Yuena tersenyum tipis.
Gu Shan tertawa lepas. Putri satunya ini sangat rendah hati, persis seperti ibunya. Kemudian tawanya perlahan berhenti ketika teringat sesuatu.
"Ye Suanwu masih di sini. Dia pasti terganggu karena calon ibu mertuanya harus diasingkan, ini bisa menodai reputasinya juga. Aku harus menjelaskan hal ini padanya agar tidak terjadi kesalahpahaman."
"Ayah, jika ingin menjelaskan pada Tuan Muda Ye, harus menunjukkan ketulusan. Klan Ye adalah klan besar, tidak bisa menerima seorang menantu hanya berdasarkan pendapat pribadi. Takutnya, harus menjelaskan masalah Nyonya pada Klan Ye juga."
"Benar. Meski Li'er adalah Putri Kediaman Adipati, tapi ibunya harus diasingkan karena sebuah masalah, Klan Ye akan keberatan. Yuena, apa kamu ada saran?"
Gu Yuena diam untuk beberapa saat melihat Gu Shan. Gu Shan ini tidak bodoh. Jika ia berkata untuk memutuskan hubungan antara ibu dan anak, ia akan dianggap kejam dan tidak seperti Gu Yuena yang biasa ditunjukkan. Ini adalah ujian. Sepertinya Gu Shan mulai mencurigainya.
Gu Yuena menunduk, kemudian berkata, "Masalah ini, Yuena tidak bisa membuat saran dengan berani. Tapi ...." Tapi ia tidak akan melepaskan kesempatan ini begitu saja. "Jika Yuena menjadi Adik Kelima, pasti akan sangat sedih. Bagaimanapun, Nyonya adalah ibu kandung Adik Kelima. Adik Kelima akan menikah, pasti akan memalukan bila tersebar bahwa Adik Kelima menikah tanpa seorang ibu yang melihatnya karena diasingkan. Kedepannya, kehidupan Adik Kelima di Klan Ye juga tidak akan baik."
Gu Shan melunakkan pandangannya. Putrinya ini terlalu baik! "Yuena, jika kamu ingin aku melepaskan Nyonya, aku tidak bisa melakukannya. Jika aku melepaskannya, dengan pengaruhnya itu pasti akan membuat Kediaman Adipati berada dalam masalah besar. Jangan hanya melihat dari sisi Li'er."
"Tapi jika seperti itu, Yuena dengar Nyonya akan dibawa oleh Klan Ye bila masih diasingkan. Itu akan membuat reputasi Kediaman Adipati lebih buruk, orang akan mengira Kediaman Adipati memperlakukan seorang selir dengan tidak baik sampai harus mengikuti anaknya ke rumah mertua."
Gu Shan berpikir sejenak. "Benar juga. Dari mana kamu mengetahuinya?"
"Ketika dalam perjalanan, Yuena mendengar sekilas percakapan Tuan Muda Ye dan Adik Kelima. Adik Kelima sangat kasihan. Awalnya Yuena ingin menghiburnya, tapi Tuan Muda Ye sudah tiba terlebih dahulu. Jadi daripada mengganggu, lebih baik mencari waktu lain."
"Ye Suanwu di paviliun Li'er?" Gu Shan menarik sebelah alisnya.
Gu Yuena mengangguk dengan tatapan polos dan murni seorang gadis. Jika Gu Yuan ada di sini, ia pasti akan sangat gemas pada adiknya itu sampai ingin mencubitnya.
Gu Shan terkekeh. "Kebetulan sekali. Sekalian bicara pada Li'er, aku juga ingin menyampaikan permintaan maaf pada Ye Suanwu. Yuena, apa kamu ingin ikut atau istirahat?"
"Karena Ayah ingin membujuk Li'er, Yuena pasti akan ikut. Yuena tidak bisa melihat Li'er terus sedih." Gu Yuena berkata dengan tulus setulusnya.
"Kalau begitu, kita pergi sekarang." Gu Shan beranjak dari kursinya dan memanggil pelayan. Ia meminta Gu Yuena menunggu sebentar selagi Gu Shan menyuruh pelayan menyiapkan sesuatu untuk Ye Suanwu.
Gu Yuena hanya melihat tanpa mengatakan apa pun. Di balik cadarnya, bibir penuh senyuman itu menunjukkan kepuasan. Efek afrodisiak dalam dosis besar akan membuat pasangan itu semakin bersemangat dan melakukannya dalam waktu lama. Apalagi kekuatan Ye Suanwu tidak rendah. Ia memiliki cukup waktu untuk membuat kejutan.
Ye Suanwu, Gu Yueli, tunggu hadiah yang ia siapkan sebagai permintaan maaf menjebloskan Ting Le ke dalam paviliun dingin. Di masa depan, mereka harus berterimakasih padanya.
Setelah menyiapkan segalanya, Gu Shan pergi ke paviliun Gu Yueli bersama beberapa pelayan yang membawa barang. Gu Yuena mengikut di belakang dengan langkah tenang. Ia bersiap dengan drama yang diselenggarakan olehnya sendiri dan ditampilkan oleh pasangan yang sedang bermain itu.
Ketika sampai di paviliun, hanya ada keheningan di luar sana. Gu Shan masuk ke dalam dan mencari keberadaan Gu Yueli serta Ye Suanwu. Tapi baru saja ia memasuki paviliun, teriakan seorang gadis terdengar.
Semua orang terkejut. Tidak, itu bukan teriakan, melainkan erangan! Gu Yuena mempertahankan wajah polosnya ketika melihat semua orang mulai terkejut, meski sebenarnya ia ingin tertawa terbahak-bahak.
"Ayah, apa terjadi sesuatu pada Adik Kelima?" Gu Yuena memasang tampang cemas, sedangkan Gu Shan hanya mematung di tempat.
Karena gemas, Gu Yuena melangkah ke arah suara dan membuka pintu lebar-lebar. Gu Shan melotot saat itu juga, sedangkan para pelayan di belakangnya langsung berbalik ke belakang dengan wajah shock.
"Kakak Suanwu, pelan-pelan, uh .... sepertinya ... ada orang."
"Apa? Biarkan saja ...." Bukankah hanya Gu Yuena? Ia tidak peduli dan terus mempercepat gerakannya.
Gu Yuena tampak terkejut. Ia mematung tanpa berkedip, sebelum akhirnya cairan hangat menetes dari matanya.
Tepat pada saat itu, sebuah tangan menutup kedua mata Gu Yuena dari belakang. Gu Yuena agak terkejut, tapi ia menjadi tenang setelah mencium aroma yang ia kenali.
"Kakak?"
"Jangan lihat, sangat kotor dan akan menodai matamu." Gu Yuan berkata dengan dingin. Ia menarik Gu Yuena dari depan pintu, kemudian melihat Gu Shan yang tampak akan terkena serangan jantung.
Putri kecilnya ....
"Ye Suanwu!" Seorang pria tinggi bergerak dengan cepat. Ia menarik Ye Suanwu dan menghempasnya ke dinding dengan pukulan keras.
Gu Yueli menggeliat, tampak tidak nyaman. Tapi ketika matanya terbuka, ia memekik terkejut dan langsung menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Kakak Kedua ...." Tubuh Gu Yueli bergetar. Ia tidak menyangka kakak keduanya akan datang menemuinya serta memukul Ye Suanwu begitu parah!
"Kau berani menyentuhnya? Dasar bajingan! Walaupun kau adalah tunangannya, atas dasar apa kau mengambil kesuciannya!" Pria yang disebut Kakak Kedua oleh Gu Yueli memukul Ye Suanwu sekali lagi dengan keras.
Tapi ketika pukulan itu mengenai Ye Suanwu, sebuah petir menggelegar menyambarnya dari arah tubuh Ye Suanwu. Pria itu pun mundur agar tidak terkena serangan dan menggunakan perisai api untuk menahannya.
"Kakak Kedua, hentikan!" Gu Yueli berteriak. Air mata mengalir di pipinya, melihat kakaknya dengan ketakutan luar biasa. Ini kali pertama melihat kakaknya begitu marah.
Pria itu berhenti, diikuti dengan Ye Suanwu. Pria itu melirik Gu Yueli dengan dingin, kemudian mendengus. Ia pun pergi keluar dari ruangan, tidak peduli bahwa ia menabrak bahu Gu Yuan dan pria lainnya yang tampak menganga sampai ingin terjungkal.
"Kakak Kedua, kamu sangat kasar!" Pria yang nyaris terjengkang itu protes dengan wajah yang mendukung.
Gu Yuena bahkan terdiam melihat pria yang tampaknya sepantaran dengan Gu Yuan berlalu begitu saja dengan aura dingin. Karena dia dipanggil Kakak Kedua, itu mengartikan bahwa ia adalah Gu Yihan! Saingan Gu Yuan!
Sedangkan pria yang tampak kekanakan dengan wajah sebal itu ... pasti Gu Yesha yang bodoh, Kakak Ketiganya.
Melihat kepergian pria itu, Ye Suanwu langsung pergi mengambil jubah. Ia keluar kamar, melihat kehadiran Gu bersaudara yang lengkap disertai Gu Shan yang terlalu terkejut dengan mata merah karena marah.
Harinya tidak akan baik.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dan benar saja, mereka melakukan persidangan di ruang kerja. Shen Jinjin—Selir Shen—sudah mendengar semuanya dari pelayan dan hadir untuk menenangkan Gu Shan yang terlalu emosi. Sedangkan Gu Yuena dan ketiga kakaknya juga hadir, memusatkan perhatian pada Ye Suanwu di tengah ruangan.
Gu Yueli? Ia baru saja selesai diperiksa dokter. Ia bersama dokter itu masuk ke dalam ruangan. Selagi dokter itu memberi hasil periksa, Gu Yueli berdiri di sebelah Ye Suanwu dengan kepala tertunduk. Ia takut menghadapi kakak-kakaknya, terutama Gu Yihan.
Setelah mendengar kondisi Gu Yueli yang baik-baik saja, dokter pun dipersilahkan pergi. Hanya saja, kabar buruknya, Gu Yueli kehilangan keperawanannya. Meski ia sudah bertunangan, tetap saja itu adalah aib bagi keluarga bangsawan, harus segera dinikahkan.
"Seharusnya kalian tahu batasan kalian. Walaupun kalian sudah bertunangan, apa tidak malu melakukan hal seperti ini di luar pernikahan? Bagaimana bila terjadi kecelakaan? Apa yang akan orang katakan!"
"Sudah bertunangan bukan berarti melakukan hal konyol hanya untuk kepuasan sendiri. Sekarang apa kata orang jika mendengarnya? Tidak semua pelayan dapat menjaga rahasia, bagaimana jika hal itu bocor dan mencoreng reputasi Kediaman Adipati?" Gu Shan terlalu marah saat ini. Itu membuat semua orang terdiam.
Gu Shan melanjutkan, "Tuan Muda Ye, aku harap kamu dapat sesegera mungkin bertanggung-jawab. Jika terjadi sesuatu pada Gu Yueli, setidaknya tidak akan menjadi kesalahan yang berakibat pada aliansi ini." Gu Shan mencoba untuk tetap tenang. Ia masih tidak menyangka putri bungsunya akan menjadi seperti ini.
"Tidak masalah, aku akan bertanggung-jawab. Aku akan mengatakan pada Ketua Klan untuk mempercepat pernikahan, apa itu akan membuat Adipati Gu puas?" Ye Suanwu berkata dengan tenang.
Ketenangan itu membuat Gu Yihan terlihat semakin kesal. Sudah melakukan kesalahan, masih bersikap angkuh pula. Itu membuatnya sangat ingin meninju wajah mesum itu.
"Ya, demi reputasi kedua keluarga, pernikahan harus dipercepat. Untuk waktunya, aku akan mengikuti aturan Ketua Klan." Gu Shan berkata dengan pasrah. Jika Ye Suanwu bukan orang Klan Ye, ia sudah membunuh bocah itu sejak awal.
Gu Shan melanjutkan, "Karena keputusan sudah dibuat, bukan berarti kalian akan bebas dari hukuman. Ye Suanwu, karena kau adalah anggota Klan Ye, aku akan mengirim surat pada Ketua Klan sebagai hukuman untukmu. Sedangkan Gu Yueli, aku memintamu untuk tetap di paviliun sampai pernikahan tiba. Tidak boleh keluar selangkah pun!"
Gu Yueli sama sekali tidak diberi kesempatan bicara. Ia hanya bisa mengangguk patuh dengan pasrah. Meski ia senang pernikahan dipercepat, cara seperti ini benar-benar mencoreng wajahnya.
Ia melirik Gu Yuena. Pasti ini adalah jebakan dari Gu Yuena. Wanita itu juga datang tak diundang bersama Gu Shan, pasti dia yang membujuk Gu Shan dan yang lainnya datang! Ia tidak akan melupakan kejadian memalukan ini!
Setelah pertemuan tersebut, mereka semua bubar tanpa mengatakan apa pun. Gu Yuena masih bersama Gu Yuan. Pria itu terus menggenggam tangannya, menuntun Gu Yuena agar tidak hilang.
"Aku terkejut melihat Gu Yihan semarah itu." Gu Yuena masih tidak habis pikir. Bukankah Gu Yihan tidak peduli pada Gu Yueli? Kenapa sekarang dia terlihat peduli? Apa karena status adik-kakak?
"Jika kamu yang ada di posisi Gu Yueli, aku juga pasti akan melakukan hal yang sama, atau lebih buruk. Ye Suanwu beruntung masih bisa lolos dari serangan Yihan, itu karena Yihan masih memandang Ayah agar tidak terjadi masalah dengan Klan Ye."
Gu Yuena jadi teringat masalahnya dengan Luo Youzhe. Jika Gu Yuan tahu, apa dia akan membakar Luo Youzhe sampai mati? Kedengarannya seru.
Tapi ... dengar-dengar kekuatan Luo Youzhe sangat tinggi sehingga Gu Yuan tidak bisa menghadapinya. Apalagi melihat pria itu menghadang serangan makhluk misterius. Lebih baik tidak mencari masalah tidak perlu.
"Nana, tidak perlu memikirkan pria bajingan yang menyakiti hatimu." Pria yang dimaksud Gu Yuan adalah Ye Suanwu. Ketika melihat Gu Yuena meneteskan air mata, ia pikir Gu Yuena masih memiliki perasaan pada bajingan itu.
Gu Yuena melirik Gu Yuan, kemudian tertawa. "Siapa yang memikirkan orang itu? Apa karena tadi aku menangis?"
Gu Yuan mengangguk dengan ragu.
"Tenang saja, aku bukan menangis karena Ye Suanwu. Aku menangis untuk menjiwai karakterku. Kau tahu, kesan ayah kepadaku adalah gadis lembut dan penyayang. Mana mungkin tahan melihat adik dan mantannya di atas tempat tidur yang sama. Jika aku terlihat dingin, ayah akan curiga."
"Apa ayah mencurigaimu sebelumnya?"
Gu Yuena mengangguk. "Dia meminta pendapatku apa yang harus dilakukan agar Klan Ye tidak marah mengenai Ting Le. Jika menggunakan sifat asliku, sudah pasti aku akan meminta mereka memutuskan hubungan ibu dan anak. Tapi karena aku harus memegang peranku dengan baik, aku harus sedikit mengubahnya agar terlihat meyakinkan. Dengan begini, ayah sendiri yang akan memutuskan hubungan mereka dan mengusir Ting Le sepenuhnya."
Gu Yuan terkekeh dan mengacak-acak rambut Gu Yuena dengan gemas. "Memang adikku yang paling pintar."
"Aku tentu saja pintar, apa Kakak tidak pintar?"
"Kamu, ya." Gu Yuan menoyor dahi Gu Yuena. "Jadi, kamu yang menyuruh Chu Xin memanggil kami semua ke paviliun? Kau tahu hal seperti ini akan terjadi?"
"Aku sudah tahu sejak melewati paviliun, hubungan mereka cukup intim jadi mudah ditebak. Aku hanya berpikir untuk membawa kalian melihat tontonan bagus. Bukankah para pria menyukai tontonan seperti itu?"
"Tapi tidak ada yang menyukai menyaksikan adiknya yang dilecehkan orang lain meski itu tunangannya sendiri. Kamu juga, jika ada seseorang yang kurang ajar, katakan padaku."
Gu Yuena tersenyum misterius. "Kak, apa kau masih 'main aman' dengan Luo Yi?"
Gu Yuan menarik alisnya. "Tentu saja. Kau ini, malah mencurigaiku."
"Kau sudah bersama dengannya sejak lama, wajar jika aku berpikir seperti itu. Apalagi kalian terburu-buru menikah, jangan salahkan aku tidak tahu kalau kakakku masih sangat polos."
Gu Yuan tertawa terbahak-bahak, berbanding terbalik dengan Gu Yuena yang bersikap cuek. Gu Yuan berkata, "Aku justru berpikir kamu yang terlalu polos."
"Aku tidak polos. Polos beda tipis dengan bodoh." Gu Yuena menyangkal. Polos apanya? Ia bahkan pernah satu tempat tidur dengan seseorang. Ciumannya dengan Luo Youzhe waktu itu juga bukan ciuman pertama di dua kehidupan.
Gu Yuan hanya tertawa sebagai tanggapan. Adiknya ini sangat lucu. Meski kadang ucapannya sangat tajam, tetap saja terlihat imut dan lucu. Kalau seperti ini, ia tidak akan rela jika adiknya suatu hari diambil pria lain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gu Yuena berpisah dengan Gu Yuan setelah makan siang berakhir. Ia kembali ke paviliun untuk tidur karena masih sangat mengantuk meski sudah menonton drama yang menghibur barusan.
Tapi sepertinya nasib tidak sepenuhnya berpihak padanya. Ye Suanwu tiba-tiba saja muncul, terlihat telah menunggunya sejak tadi. Itu membuat Gu Yuena sangat malas.
"Aku sudah mendengar percakapanmu dengan Gu Yuan. Tidak perlu berpura-pura lagi. Jawab padaku, kenapa kau melakukannya?" Ye Suanwu langsung bertanya sambil menghampiri Gu Yuena.
Gu Yuena melihatnya untuk beberapa saat, kemudian menjawab, "Kenapa aku harus menjawab?"
"Aku perlu tahu. Gu Yuena, aku tidak mengganggumu sesuai keinginanmu. Kenapa kau malah menyerang dengan cara seperti ini?"
"Ada beberapa alasan. Pertama, aku ingin mengusir Gu Yueli dan menjadi satu-satunya putri di Kediaman Adipati. Kedua, aku ingin balas dendam padamu yang telah berusaha membunuhku. Jangan berpikir bahwa aku tidak tahu apa pun. Aku sudah sangat berbelas kasih dengan mengampuni nyawamu. Yang terakhir, aku hanya ingin bersenang-senang dengan mengulang kejadian hari itu, namun dengan happy ending."
"Happy ending?"
"Akhir bahagia." Gu Yuena tersenyum lebar. "Kau menikahi Gu Yueli lebih cepat, dan aku masih hidup dan sehat sebagai Nona Keempat."
Ye Suanwu terdiam. Ia benar-benar kalah bicara dari seorang gadis. Gu Yuena benar-benar membuat pikirannya terbuka, bahwa gadis ini sangat berbahaya.
"Sama-sama." Gu Yuena menepuk bahu Ye Suanwu, kemudian pergi melaluinya.
Sebelum Gu Yuena menaiki tangga, Ye Suanwu tiba-tiba bicara dengan tegas. "Gu Yuena, aku akan mengingat hari ini."
Gu Yuena tersenyum, kemudian berbalik. "Aku tidak bermaksud untuk dilupakan."
Ye Suanwu menghampiri. Sebuah pedang dihunuskan ke arah Gu Yuena dan berhenti tepat di lehernya. Gu Yuena tidak terlihat takut. Ia hanya melihat Ye Suanwu dengan senyuman.
"Jika ingin balas dendam, lakukan secara terbuka."
Gu Yuena mendekat, membuat bilah pedang tu menyentuh kulit lehernya. "Kau yang menantang."
Ye Suanwu menyipitkan matanya. Sambaran petir dari tangannya terintegrasi dengan pedang dan menyambar ke arah Gu Yuena. Gu Yuena mengelak, kemudian pergi ke area aman untuk menghindari sambaran petir berikutnya.
Elemen petir adalah elemen yang langka. Kekuatan sambarannya juga sangat besar. Dengan tubuh lemah Gu Yuena, ia tidak memiliki kemampuan menahannya. Oleh karena itu, ia harus sebisa mungkin menghindar.
Ye Suanwu yang melihat betapa cepat Gu Yuena menghindar mendengus. "Ternyata kau menyembunyikan kemampuanmu. Aku ingin lihat, berapa banyak kejutan yang akan kau tunjukkan."
Ye Suanwu berlari seperti sambaran petir. Ia menyerang Gu Yuena dengan pedang yang terayun, kemudian menebasnya berharap gadis itu mengeluarkan potensinya.
Tapi siapa sangka, Gu Yuena telah berpindah tempat seolah berteleportasi. Ketika ia menoleh, sebuah cambuk api dihentakkan, membentuk lingkaran di area sekitar dengan kobarannya yang menyala.
Halaman Gu Yuena telah dipenuhi dengan kobaran api yang melingkari area pertempuran. Bunga-bunga hangus seketika, menyisakan abu dan kekeringan yang menghentikan jalur kobaran api.
"Jika melampaui batas, aku tidak berjanji tidak akan membuatmu menjadi manusia panggang." Gu Yuena tersenyum di balik cadarnya. Pertempuran ini sudah pasti akan menarik perhatian banyak orang, ia sudah tidak peduli lagi. Lagi pula, ia berniat mengungkapkan segalanya lebih cepat.
"Gu Yuena, kau akan menyesal!" Ye Suanwu menggertakkan gigi. Ia mengangkat pedangnya dan menghentakkan kaki untuk melesat ke arah Gu Yuena.
Pada akhirnya, pertarungan dengan perbedaan kekuatan sejauh jurang pun terjadi.