
"Nona Su, lama tidak bertemu."
Sosok perempuan bersurai hitam dengan gaun kuning yang indah, berjalan ke dalam ruangan yang seharusnya tidak bisa dimasuki siapa pun.
Ia diam untuk beberapa saat, memandangi kamar yang begitu polos dan hitam putih. Pandangannya yang aneh mengisyaratkan sesuatu, tapi tidak ada yang bisa menebaknya. Ia kembali menghadap lurus ke arah Su Churan dan Gu Yuena yang sedang berbincang.
Lebih tepatnya, Su Churan yang sedang 'ceramah' bagai guru negara.
"Aku tidak ingat Yang Mulia membiarkanmu masuk ke kamarnya seenaknya." Su Churan kesal dan melirik wanita itu dengan tajam.
Wanita itu tersenyum lembut tanpa memikirkan ucapan sarkas Su Churan. "Nona Su ada di sini, aku bukannya masuk sembarangan."
"Yang Mulia membiarkanku merawat teman lamaku, apa Anda keberatan?" Su Churan mencibir wanita itu.
"Teman lama?" Senyumnya melebar, lalu melangkah mendekat untuk melihat siapa sebenarnya 'teman lama' yang dimaksud.
Gu Yuena melihat kedua wanita yang tampak tidak akur itu. Sepertinya ada banyak persaingan di sini, ia tidak perlu ikut campur. Diam adalah yang terbaik.
Ming Chin, wanita yang baru saja berdebat dengan Su Churan melihat Gu Yuena dengan senyuman terbaik. Ia telah mendengar bahwa wanita yang dibawa Bai Youzhe adalah wanita yang sangat cantik, tapi apa ini? Hanya seorang wanita pucat yang asalnya entah dari mana.
Ming Chin mendengus dalam hati. Ialah yang tercantik di sini, bahkan Su Churan kalah olehnya. Mana mungkin Yang Mulia lebih tertarik pada perempuan yang sudah seperti mayat itu.
Gu Yuena yang merasa diperhatikan langsung menatapnya dengan aneh. Orang ini jelas tidak memiliki niat baik. Mengingatkannya dengan Lin Xi dan Lin Susu saja.
"Perkenalkan, namaku adalah Ming Chin, putri tunggal dari Tetua Ming Istana Tianshuang. Kalau berkenan, boleh aku mengetahui bagaimana aku memanggilmu?" Nada bicaranya sangat sopan seperti putri terpelajar. Tidak heran.
Gu Yuena hanya menjawab acuh tak acuh. "Gu Yuena."
"Ah, Kakak Gu, boleh aku memanggilmu seperti itu?"
"Kakak?" Gu Yuena memasang ekspresi aneh. Sebenarnya, orang gila mana lagi yang ia temui? Selain Yun Qiao, kenapa tidak sekali saja ia bertemu orang waras!
Su Churan yang sadar atas ketidaknyamanan Gu Yuena langsung menengahi. "Nona Ming, temanku memiliki trauma terhadap kata 'kakak'. Dia memiliki adik yang merebut tunangannya, tentu saja dia menghindari memiliki seorang adik." Sindiran tidak langsung Su Churan sangat jelas ditujukan pada Ming Chin.
Ming Chin tampak serba salah. Ia tertawa canggung, lalu berusaha mempertahankan citranya. "Jadi begitu. Maaf, aku tidak tahu."
"Setidaknya kamu harus memiliki etika ketika bertemu orang. Identitas Nona Gu tidak biasa. Jika kau menyinggungnya, bahkan Tetua Ming tidak bisa membantu."
Su Churan sangat pandai membuat cerita dan mengancam. Gu Yuena mengacungkan jempol untuknya.
Sebenarnya tidak salah, sih. Gu Yuena, kan, putri Istana Linghun dan secara tidak langsung putri Wyvernia juga—meski belum diakui. Tapi kedua irisnya itu menunjukkan identitasnya yang kuat.
Ming Chin tentu saja tidak menyadarinya. Ia berpikir bahwa Gu Yuena adalah perempuan yang dipungut dari suatu tempat. Ia bahkan tidak bisa merasakan aura apa pun di tubuh Gu Yuena. Dia tidak salah.
"Apa sebesar itu?" Ming Chin tampak tidak percaya. Mana ada seseorang dengan identitas besar terluka dan datang ke tempat terpencil ini?
Tapi Ming Chin tidak boleh merusak citranya sendiri dan memilih berpura-pura bodoh.
"Ah, kalau begitu ... aku minta maaf kalau Nona merasa tersinggung. Tapi aku tulus ingin lebih dekat denganmu." Ming Chin membujuk Gu Yuena untuk lebih dekat dengannya.
Entah apa yang wanita itu rencanakan.
Su Churan melihat dengan tidak suka, sedangkan Gu Yuena gelagapan menghadapi orang aneh entah dari planet mana.
Alhasil, Gu Yuena hanya mengangguk canggung.
"Nona Gu, aku memiliki beberapa makanan dan buah yang bagus untuk kesehatanmu. Cobalah." Ming Chin sedikit menyenggol Su Churan yang menghalangi jalan untuk pergi ke arah pelayannya.
Perempuan itu membawa nampan secara langsung dan meletakkannya di samping Gu Yuena. Senyumnya masih terlihat cerah, seolah ingin memberikan kesan baik untuk Gu Yuena.
"Ini ...." Gu Yuena mengerutkan kening.
"Sup ginseng merah." Ming Chin mengambil semangkuk sup ginseng untuk diberikan pada Gu Yuena. "Cukup sulit mencarinya di wilayah dingin sperti Istana Tianshuang, jadi ini termasuk berharga. Aku dengar dari petugas medis, kamu mengalami penggumpalan darah karena esensi es. Jadi aku mencampurkan pil pengencer darah di dalamnya. Sangat bagus untuk kesehatan."
Gu Yuena melihatnya dengan tatapan mencurigakan. Sejak kapan ada orang yang begitu baik padanya? Apalagi mereka baru pertama kali bertemu.
Benar-benar mencurigakan.
Gu Yuena melihat sup ginseng yang ia terima di tangannya. Apa ia harus meminumnya? Bagaimana jika ini beracun? Meski tidak beracun, bagaimana jika memiliki efek lain di tubuhnya yang sedang lemah?
Pengetahuan Gu Yuena tentang medis tidak terlalu bagus, jadi ia harus mempertimbangkan apa harus menerima pemberian orang asing ini atau tidak.
Tapi jika ia menolak, orang di belakang Ming Chin pasti akan menyulitkannya di masa depan. Walaupun ia tidak akan berlama-lama di sini, siapa yang tahu bagaimana pengaruh tetua Istana Tianshuang?
Ia melirik Su Churan yang memasang raut rumit, tampak memikirkan sesuatu. Ia ingat Su Churan belajar ilmu medis dari gurunya, itu sebabnya ia bisa menjinakkan kupu-kupu darah yang kerap mengambil darahnya sebagai makanan. Su Churan harus ekstra selama pemeliharaan agar tidak mati konyol.
Tapi Su Churan berpikir begitu lama. Gu Yuena tidak sabaran, sedangkan Ming Chin mendesak.
"Apa ada sesuatu yang salah?" Ming Chin bertanya dengan hati-hati.
Gu Yuena menggeleng, lalu melirik Su Churan lagi. Perempuan itu masih menggali otak yang sepertinya sangat sulit diingat.
Sudahlah, hanya sup ginseng, 'kan?
Gu Yuena mengangkat cawan di tangannya, hendak meminumnya.
Ketika sup cair itu masuk ke mulutnya, suara dua orang menghentikannya membuat Gu Yuena terkejut dan menyemburnya tanpa sengaja.
"Tunggu dulu!" Su Churan tiba-tiba menghentikan Gu Yuena. Ia terdiam ketika melihat Gu Yuena tersedak dan menyemburkan supnya.
Sedangkan di sisi lain, Bai Youzhe muncul menghampiri perempuan itu. Kedatangan Bai Youzhe langsung disambut, mendapatkan salam kehormatan dari dua perempuan yang bersama Gu Yuena serta pelayannya.
Chu Xin terlihat membawa nampan di belakang Bai Youzhe, tampak merasa bersalah akan sesuatu sambil melihat Gu Yuena dengan senyum kecut.
Bai Youzhe melihat sup yang diberikan Ming Chin, lalu melihat ke arah Gu Yuena kembali.
"Petugas medis telah meresepkan makanan khusus untukmu, tidak boleh makan makanan lain selama masih dalam pemulihan." Bai Youzhe langsung bicara pada intinya. Lalu melirik Chu Xin untuk mengisyaratkan sesuatu.
Chu Xin mengangguk, lalu meletakkan nampan di meja dan memberi Gu Yuena semangkuk bubur. Ia mengganti mangkuk sup ginseng tersebut dengan bubur putih.
Wajah Gu Yuena menjadi jelek.
Su Churan menghela napas lega tanpa mengatakan apa pun, sedangkan Ming Chin terlihat gelisah melihat mangkuk sup yang ia berikan ada pada Chu Xin.
Wanita itu pun berkata pada Bai Youzhe, "Yang Mulia, apa sup yang kuberikan di luar resep petugas medis? Ming Chin mendapatkan semua bahannya di sana."
"Tidak tahu apa yang dicampurkan, lebih baik berhati-hati." Bai Youzhe melirik wanita itu dengan dingin. Ming Chin ciut seketika. "Apa pengaruh Tetua Ming benar-benar membebaskanmu untuk memasuki semua tempat di istanaku?"
Ming Chin terkejut akan ucapan menyelekit Bai Youzhe. Ia menunduk dan buru-buru minta maaf. "Maaf, Yang Mulia. Sebelumnya, Ming Chin melihat Nona Su ada di kamar Yang Mulia, barulah datang untuk menyapanya."
"Sudah kukatakan bahwa aku di sini atas perintah. Apa kamu lupa atau sengaja?" Su Churan menyahut dengan nada sindiran. Ia pun melihat Gu Yuena yang tampak sangat menolak makanannya, "Kamu harus makan itu."
Gu Yuena melirik Chu Xin. Sedangkan Chu Xin memasang wajah minta maaf. "Itu ... Nona dilarang makan makanan berminyak karena masih dalam pemulihan. Tapi aku sudah mrnambahkan ayam di dalamnya."
Gu Yuena menghela napas. Ia sudah seperti berada di rumah sakit. Menyebalkan.
Bai Youzhe mengabaikan Ming Chin yang tampak ketakutan. Ia duduk di tepi tempat tidur, melihat Gu Yuena dengan hangat.
"Hanya untuk saat ini."
"Bai Youzhe, siapa kau mengatur-aturku?" Gu Yuena bersikap keras dan memalingkan wajah. Mau tidak mau, ia pun memakan makanannya dengan raut sebal.
Gertakkan Gu Yuena tidak membuat Bai Youzhe kesal, melainkan sedikit tersenyum. Ia merindukan Gu Yuena yang marah-marah padanya.
Sedangkan Ming Chin sangat terkejut mendengar Gu Yuena seenaknya menyebut nama Bai Youzhe dengan nada tinggi. Bahkan menunjukkan wajah seperti itu.
Mereka terlihat dekat. Itu membuatnya kesal dan diam-diam mengepalkan tinjunya di balik rok. Hal tersebut dilihat oleh Su Churan.
Su Churan mendengus. Ia berjalan membawa Ming Chin keluar ruangan bersama Chu Xin dan satu pelayan yang membuntuti. Ada masalah yang harus diselesaikan olehnya.
"Ada apa denganmu?" Ming Chin melihat Su Churan dengan tatapan kesal. Bisa-bisanya berlaku tidak sopan di depan sang raja.
Su Churan menyipitkan matanya, lalu mengambil sup ginseng di nampan tangan Chu Xin. Ia mengisyaratkan Chu Xin untuk pergi melakukan tugasnya.
Setelah memastikan Chu Xin benar-benar pergi, ia menyodorkan sup ginseng ke hadapan Ming Chin.
"Minum."
Ming Chin tergelak. Kedua matanya melihat Su Churan dengan protes penuh.
"Nona Su ...."
"Ini sangat baik untuk kesehatan." Su Churan menunjukkan senyum yang tidak sampai ke matanya. "Sayang kalau dibuang."
"Ini ... sudah diminum Nona Gu."
"Aku pikir belum sempat."
Ming Chin menghela napas, merasa Su Churan benar-benar tidak beres. "Aku tidak tahu kenapa kau mencurigaiku sampai seperti ini."
"Aku hanya merasa sayang karena ginseng merah sangat mahal."
"Kenapa aku menekannya, kamu sudah tahu jawabannya. Sebagai putri dari Tetua Ming yang merupakan alkemis utama Istana Tianshuang, kamu pasti tahu banyak ilmu medis. Ginseng dan pil pencair darah tidak boleh disatukan."
Ming Chin tertegun. Ia lupa, bahwa Su Churan memiliki kemampuan medis dari gurunya yang misterius.
"Aku ... tidak tahu. Aku pikir itu sangat bagus untuk kesehatan. Sup ginseng dapat melancarkan peredaran darah dan pil pencair darah dapat membantu efek darah yang menggumpal."
"Oleh karena itu, kamu mencampurkan keduanya untuk menghasilkan efek samping ketika kondisi tubuh temanku sedang tidak baik-baik saja. Mungkin itu tidak akan berpengaruh pada beberapa orang, tapi temanku dalam keadaan sensitif, belum ada sehari terbebas dari koma. Kamu ingin membuatnya pendarahan dan mati kehabisan darah!"
"Tidak ... aku ...."
"Sudahlah, untuk saat ini aku tidak akan mengadukanmu. Tapi aku peringatkan satu hal, jangan bertindak gegabah hanya karena emosi sesaat. Kau sudah dewasa, berpikirkan secara dewasa, jangan kekanakan." Su Churan mendesah kesal, lalu pergi sambil mencibir diam-diam, "Padahal aku bisa saja melaporkan tindakannya tadi."
Ming Chin hanya terdiam tanpa bisa melawan ucapan Su Churan. Benar, ia ingin membuat perempuan luar mati. Setidaknya, ia harus menyingkirkan pesaingnya dengan cepat. Ia tidak bisa menyingkirkan Su Churan, maka ia mencari sasaran paling empuk. Tapi tak disangka, Su Churan malah membantu perempuan itu.
Rencananya gagal total.
Meski begitu, bukan berarti ia menyerah.
Ia telah tercerahkan oleh perbedaan sikap Bai Youzhe barusan ketika bersama Gu Yuena dan orang lain. Su Churan bukan orang yang pantas ia saingi, karena dia hanya pengikut yang tak penting setelah pengamatan hari ini.
Gu Yuena lah yang harus diperhatikan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kenapa kau masih di sini?" Gu Yuena bertanya tanpa melirik pria beriris biru malam yang masih memandangnya.
Bai Youzhe bersandar di kepala tempat tidur dalam keadaan menyamping, melihat Gu Yuena yang tampak pendiam sambil makan bubur buatan Chu Xin.
"Aku tidak sedang bertanya pada patung hidup, 'kan?" Gu Yuena protes karena diabaikan.
"Ini istanaku, juga kamarku, aku bisa di manapun aku mau," balas Bai Youzhe.
Gu Yuena melirik pria itu dengan intens, lalu kembali memalingkan wajah. "Kalau begitu, pindahkan aku ke kamar dan istana lain. Tidak, aku akan pergi secepatnya."
"Tidak perlu. Ini adalah tempatmu." Bai Youzhe menjawab secara singkat, namun dengan nada hangat.
Itulah yang membuat Gu Yuena merinding sendiri. Lama tidak bertemu Bai Youzhe, membuatnya merasa sangat asing dan akrab bersamaan.
Gu Yuena pun mencari topik lain untuk menghindari kecanggungan.
"Apa kamu membuka istana harem?"
"Harem?"
"Wanita aneh tadi ... terlihat sangat tidak menyukaiku. Wajar saja, sih. Tapi dia terlihat ... sangat aneh di depanmu."
"Aneh?" Bai Youzhe menarik alisnya.
"Aku memiliki beberapa teori. Pertama, teori menyatakan bahwa kau yang membawaku ke kamarmu secara pribadi menyebabkan penyimpangan pemikiran orang-orang istana. Pasti akan ada banyak yang cemburu. Wanita tadi ingin memanggilku 'kakak' untuk hubungan yang lebih dekat, dengan aksen yang terkesan seperti seorang 'selir' yang memanggil 'istri sah' sebagai kakaknya."
Gu Yuena diam, merasa teori itu sangat aneh sampai ia harus menyangkalnya berkali-kali.
"Lalu teori kedua, dia memiliki pemikiran buruk padaku karena merasa gagal mengejarmu setelah mengetahui bahwa aku berada di istanamu dalam waktu lama. Intinya, dia ingin membunuhku karena cemburu. Apa hubunganmu dengannya sampai dia bersikap begitu aneh?"
Bai Youzhe tampak tenang seperti biasa. Ia berpikir, siapa wanita yang dimaksud. Lalu ia ingat tingkah aneh Ming Chin barusan.
"Aku bahkan tidak begitu mengenal wanita yang kamu maksud. Selain identitasnya, aku tidak tahu banyak."
Gu Yuena justru merasa heran. "Kau adalah pemimpin, masa tidak tahu rakyatnya?"
"Apa aku harus mengenali satu per satu orang sampai tingkat pelayan? Aku hanya memperhatikan beberapa petinggi istana dan orang yang pantas diperhatikan. Wanita itu tidak ada dalam daftar dan sama sekali tidak penting."
"Tidak penting? Meski dia keluar-masuk istanamu begitu bebas?" Gu Yuena menatap pria itu dengan wajah protes.
"Dia menyalahgunakan token tetua secara bebas dan aku tidak bisa menghentikannya. Mungkin bisa ... kalau kamu yang meminta." Lebih tepatnya, Bai Youzhe akan melakukan segala cara untuk menghentikan wanita itu asal Gu Yuena yang memintanya.
Hal itu membuat Gu Yuena tertegun. Ia mengerjap mata dua kali, melihat sepasang iris biru malam itu dengan lekat. Detik berikutnya, ia kembali mengalihkan pandangan dan melahap semua bubur di mangkuk.
"Apa kamu kesal padanya? Aku bisa memberinya hukuman."
Gu Yuena buru-buru berkata, "Tidak perlu. Jika ada yang membuatku kesal, hanya aku yang boleh menghukumnya."
Bai Youzhe tersenyum lebar. "Kamu tidak berubah."
Gu Yuena menghela napas. Ia meletakkan mangkuk bubur yang sudah kosong ke atas meja, lalu menatap Bai Youzhe.
Ada banyak hal yang ingin ia tanyakan pada pria itu.
"Kenapa kau tidak mengatakan bahwa kau memiliki darah naga sebelumnya?" Itulah pertanyaan yang selama 6 tahun terpendam. Bahkan sampai mereka berpisah, meninggalkan kesalahpahaman bagi Bai Youzhe, Gu Yuena masih tidak tahu kebenarannya dan terjebak pada perasaan aneh sendirian.
"Aku tidak ingin kamu memandangku karena darah naga. Aku adalah Bai Youzhe."
"Tidak adil karena kau sudah tahu tentang darah phoenix sejak lama."
"Anggap aku egois. Karena itulah aku."
"Tidak ... apa karena ada dua darah naga? Aku bertanya-tanya, kenapa kau tidak menemuiku selama 6 tahun. Apa kau berpikir bahwa aku bersama darah naga lain, atau karena aku sudah mati?"
Bai Youzhe terdiam. Sejak lama, ia paling tidak ingin memikirkan hal ini. Kematian Gu Yuena adalah hal yang paling tidak ingin ia ketahui, karena itu akan sangat memukulnya sampai jatuh jauh ke jurang penyesalan.
Mengenai Gu Yuena yang bersama naga lain, ia pikir tidak perlu mengetahuinya juga. Karena ia tidak ingin berpikir bahwa suatu saat ia akan bertarung melawan Gu Yuena.
Jadi itu sebabnya ia menarik semua mata-mata dan menutup diri dari Gu Yuena. Ia menghindari semua kenyataan selama 6 tahun sampai tidak pernah mendengar kabar Gu Yuena lagi.
Tidak mandapat respon yang tepat dari Bai Youzhe membuat Gu Yuena gemas sendiri. Perempuan itu menghela napas panjang, lalu berkata, "Apa pun alasannya, pada akhirnya memang aku yang memilih pergi. Kau tidak salah."
"Tadinya aku ingin memberitahumu." Bai Youzhe akhirnya bicara, sambil menatap iris merah darah Gu Yuena yang indah.
"Kenapa tidak beritahu?"
"Aku salah paham." Bai Youzhe mengakuinya. "Aku cemburu, jadi tidak memberitahu. Seharusnya hari itu aku memberitahumu untuk mencegahmu pergi. Sekarang, aku tidak akan melepaskanmu lagi."
Gu Yuena menyipitkan matanya. "Kepercayaan dirimu menjadi-jadi."
"Aku tidak peduli siapa yang kau sukai, aku tidak akan melepaskanmu apa pun alasannya." Bai Youzhe tetap pada pendiriannya, membuat Gu Yuena sangat gemas dan menoyor kepalanya.
Jika ada orang lain yang melihat bahwa perempuan tertentu menoyor kepala sang naga berdarah dingin tersebut, mereka akan berkeringat dingin.
"Omong-omong, terima kasih sudah membantuku dan Istana Yuansu." Gu Yuena berkata dengan tulus.
"Su Churan memberitahumu?"
Gu Yuena mengangguk. "Istana Yuansu saat ini mengalami penurunan, guruku sudah tidak ada, aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Aku ingin membantu Istana Yuansu, tapi aku merasa tidak pantas." Gu Yuena menunduk sedih, "Aku penyebab kehancuran mereka sampai tidak berani menampakkan diri."
Bai Youzhe menggeleng pelan, lalu mengusap rambut Gu Yuena dengan lembut. "Bukan salahmu. Harapan gurumu adalah keselamatanmu, kamu sudah termasuk memenuhi harapannya. Dia hanya ingin kamu hidup."
Gu Yuena menegakkan kepalanya. Ia menutup mata, lalu membukanya kembali dan menghela napas panjang. Bai Youzhe benar. Meskipun ia sangat terpuruk, ia tidak boleh melupakan bahwa ia harus tetap hidup untuk memenuhi keinginan Yan Shuiyin.
Balas dendam adalah langkah awal. Selanjutnya adalah menyingkirkan semua penghalang dan membantu Yun Qiao membangkitkan Istana Yuansu ke masa kejayaannya.
Pertama-tama, ia harus sembuh untuk menebus kesalahan.
"Omong-omong, di mana kucing-kucingku?" Gu Yuena bertanya pada Bai Youzhe.
"Mereka sedang bersenang-senang, mungkin?" Bai Youzhe pikir belajar hal baru di Assassin Guild adalah cara bersenang-senang para monster. Ia tidak tahu, dua monster kecil itu sedang tertekan dihadapkan monster lainnya.
"Lalu, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Gu Yuena. Ia bermaksud mengusir pria itu dari kamarnya sendiri.
Tapi Bai Youzhe malah bermalas-malasan sambil beralasan. "Izinkan aku beristirahat di kamarku sendiri setelah berhari-hari berjaga. Aku sangat lelah."
Gu Yuena melihat pria yang malah merebahkan tubuh di sampingnya dengan mata melotot. Secara otomatis, Gu Yuena menjauh sampai mentok di sudut tempat tidur membawa selimut yang menutupi tubuhnya.
"Orang gila ini ...."
Gu Yuena ingin beranjak dan protes sambil mengusirnya secara kejam. Tapi ketika melihat pria itu telah menutup mata, tidur dengan pulas, ia pun menghentikan aksi pengusiran.
Cepat sekali tidurnya.
Gu Yuena merasa sedikit tidak tega meski sangat kesal. Bai Youzhe tidak tidur selama 5 hari penuh, menunggunya sadarkan diri.
Untuk kali ini, ia akan membiarkan pria itu seenaknya. Ya, hanya untuk kali ini.
Gu Yuena pun merebahkan diri sambil melihat pria itu dari samping. Berada di sisinya, entah bagaimana ia merasa sangat aman. Mungkin karena Bai Youzhe telah menyelamatkannya berkali-kali, sehingga memunculkan rasa aman tiap kali bersamanya.
Seperti yang baru saja terjadi. Ini alasan mutiara kehidupan membawanya ke sini.
"Terima kasih." Hanya itu yang ingin ia ucapkan, sebagai dirinya sendiri.