Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
93. Krisis Klan Luo



Para tetua mengantar Bai Youzhe dan Gu Yuena menemui Ketua Klan yang sakit. Kabarnya, Ketua Klan tidak bisa beranjak dari tempat tidur dan mengalami koma panjang sejak pertempuran terjadi. Itu sebabnya Ketua Klan tidak bisa menyambut di gerbang klan.


Di dalam kamar yang penuh dengan aroma obat, sosok pria tua terbaring lemah di atas tempat tidur dalam keadaan setengah sadar. Begitu melihat kedatangan Bai Youzhe, dia tidak bisa melakukan apa pun meski ada rasa gelisah dan rasa bersalah dalam hati.


"Maafkan orang tua ini tidak bisa menyambut Yang Mulia dengan baik."


Pria yang di masa lalu dipanggil dengan sebutan ayah oleh Bai Youzhe, kini tampak sangat lesu dan menurunkan pandangannya sebagai tanda tertunduk.


Tidak ada ekspresi lain di wajah Bai Youzhe. "Tidak perlu memaksakan diri."


Meski Bai Youzhe terlihat acuh tak acuh, pria itu tetap memperhatikan kondisi Luo Wei, Ketua Klan Luo. Bagaimanapun, Luo Wei pernah menjadi ayahnya sekali. Yah, meski mereka tidak begitu akrab.


Para tetua yang gelisah sepanjang hari membawa Bai Youzhe untuk berdiskusi di aula mengenai masalah utama klan. Semua orang berkumpul di sana, termasuk perempuan yang sebelumnya tampak mengeluarkan aura permusuhan.


"Kondisi Ketua Klan memburuk akhir-akhir ini. Klan membutuhkan ketua klan baru, tapi Luo Zhiyi tampaknya tidak siap akan hal itu. Luo Yi juga menghilang. Kami tidak tahu harus melakukan apa."


"Kemarin kami telah mengadakan acara pemilihan ketua baru. Selain Zhiyi, tidak ada dari mereka yang dapat memenuhi kualifikasi. Hanya saja, Zhiyi ...."


"Kakek, apa ayahku benar-benar tidak bisa disembuhkan?" Perempuan yang sebelumnya terus melihat Gu Yuena, kini memandang tetua tersebut dengan tatapan datar. Dia adalah Luo Zhiyi yang telah beranjak dewasa.


Luo Zhiyi hidup dalam kedamaian dan bertingkah arogan setiap saat. Dia tidak memikirkan masalah klan, hidup dengan bebas tanpa masalah.


Sampai akhirnya Luo Yi menghilang begitu tiba-tiba—kabarnya pergi bersama Gu Yuan. Awalnya ia senang, tapi begitu menyadari efek yang terjadi pada klan, kehidupannya yang tentram berubah menjadi keras karena harus menggantikan posisi Luo Yi yang merupakan calon penerus ketua klan.


Ia awalnya bertanya-tanya, kenapa tidak Luo Youzhe saja? Tapi sejak itu, dia tidak lagi melihat Luo Youzhe yang merupakan kakaknya, melainkan Bai Youzhe. Ia baru tahu bahwa orang yang ia anggap sebagai kakak selama ini bukanlah kakak kandungnya, melainkan pewaris tahta Istana Tianshuang.


Sekarang, ayahnya terluka akibat melawan Aula Linghun. Dia didesak para tetua untuk menggantikan posisi ayahnya di saat kesiapannya belum matang. Andai saja ada Luo Yi, dia tidak akan ditekan sana-sini dan disalahkan hanya karena ia berlatih sebagai healer yang tanpa kekuatan tempur.


Hanya saja, Luo Yi pergi bersama si marga Gu itu. Oleh sebab itu, ketika mengenali siapa yang datang bersama Bai Youzhe yang ternyata adalah Gu Yuena, dia tidak bisa menahan rasa tidak sukanya.


Sampai detik ini.


"Kamu melihat kondisinya setiap saat. Dokter berkata, akan sulit memulihkan sebagian jiwa yang rusak akibat serangan kekuatan jiwa. Ketua tidak bisa melakukan kegiatan apa pun sepanjang hidupnya." Tetua tersebut menjawab Luo Zhiyi dengan nada lemah.


Pandangan Luo Zhiyi terarah pada Bai Youzhe. "Yang Mulia, apa Anda juga tidak bisa membantu ayahku? Anda datang untuk membantu ayahku, 'kan?"


"Zhiyi, apa yang kamu katakan?" Para tetua terkejut akan Luo Zhiyi yang begitu terang-terangan. Itu sangat tidak sopan!


"Kerusakan pada jiwa hanya bisa disembuhkan oleh kekuatan jiwa itu sendiri. Anda memiliki kekuatan jiwa berkat batu jiwa, apa itu tidak bisa?" Luo Zhiyi mengabaikan ocehan para tetua dan tetap memandang Bai Youzhe dengan penuh harap.


"Tidak bisa." Bai Youzhe menjawab secara singkat. Hal tersebut berhasil membuat Luo Zhiyo terdiam akan suara dinginnya yang menusuk.


Bai Youzhe memang memiliki kekuatan jiwa sejak penyatuan tiga batu jiwa baru-baru ini. Tapi sifat kekuatannya adalah penghancur, tidak bisa digunakan untuk menyembuhkan jiwa. Jika dia gegabah, jiwa Luo Wei akan hancur berkeping-keping dan tidak bisa berinkarnasi.


"Aku di sini untuk mengatasi penyerangan Aula Linghun. Untuk pemilihan ketua klan, kalian sendiri yang menentukan."


Bai Youzhe terkesan tidak peduli dengan masalah internal klan. Hal tersebut membuat Luo Zhiyi tidak bisa mengatakan sepatah kata pun. Pada akhirnya, bukankah Luo Zhiyi dipaksa untuk naik ke posisi itu? Posisi yang sama sekali tidak dikuasainya.


"Jika boleh, aku memiliki beberapa pendapat." Gu Yuena tiba-tiba bicara membuat semua orang terarah padanya.


Mereka tampak bertanya-tanya. "Nona ini ...."


"Calon istriku, Gu Yuena." Bai Youzhe langsung mengenalkannya sebelum Gu Yuena menjawab.


Awalnya Gu Yuena ingin mengenalkan diri sendiri, tapi sepertinya itu tidak perlu. Hanya dengan menyebut namanya, semua orang sudah tahu identitasnya.


"Ah, jadi Anda adalah Nona Gu dari Kediaman Adipati dan adik dari Gu Yuan. Lama tidak berjumpa, Nona." Salah seorang tetua yang pernah datang ke Kediaman Adipati teringat pada Gu Yuena. Di masa lalu, Gu Yuena mengenakan cadar sehingga sulit dikenali.


Mendengar kata 'adik Gu Yuan', tetua lainnya langsung saling bertukar pandang. Adik Gu Yuan ada di sini, seharusnya perempuan itu tahu di mana keberadaan kakaknya dan Luo Yi, 'kan?


Tapi mengingat posisi Gu Yuena sebagai pasangan Bai Youzhe, mereka harus berpikir ulang untuk menanyainya.


"Kalau boleh tahu, pendapat apa yang ingin Nona ajukan?"


Gu Yuena berkata, "Beberapa tahun yang lalu, Luo Yi pergi meninggalkan klan bersama kakaku, aku sebagai adik merasa bersalah atas itu dan tidak tahu keberadaan mereka. Karena hal ini, Klan Luo kesulitan mencari penerus."


"Itu ...." Mereka merasa serba salah ingin menyalahkan siapa. Sebenarnya mereka ingin menyalahkan Gu Yuan yang telah membuat Luo Yi pergi, tapi jelas mereka tidak bisa berkata demikian di depan sang Raja.


Pada akhirnya, mereka hanya bisa pasrah. "Sebenarnya tidak terlalu besar. Luo Zhiyi ada di sini sebagai penerus, itu saja sudah cukup."


"Seperti yang kalian katakan, Luo Zhiyi belum siap dan ingin ayahnya sembuh. Untuk menebus kesalahan, aku akan mencoba membantu atas kesembuhan Ketua Klan."


Semua orang terkejut atas perkataan Gu Yuena. Menyembuhkan Ketua Klan? Gu Yuena? Apa mereka tidak salah dengar?


Apa Gu Yuena juga memiliki kekuatan jiwa?


Bai Youzhe menatap Gu Yuena dengan pandangan terkejut. Meski ia tahu Gu Yuena memiliki kekuatan jiwa, tapi tidak tahu bahwa Gu Yuena bisa menyembuhkan jiwa yang rusak.


"Gu Yuena, kau pikir kau sangat hebat? Bahkan Yang Mulia tidak bisa, apa kau ingin membunuh ayahku?" Luo Zhiyi tidak percaya dan menyerang Gu Yuena menggunakan kata-katanya. Ia tidak percaya ada orang seberuntung itu.


"Zhiyi, tutup mulutmu!" Para tetua langsung berkeringat dingin. Kenapa perempuan itu harus memanggil Gu Yuena dengan tidak hormat? Bagaimana jika sang Raja marah?


"Andai saja tidak ada si marga Gu itu, apa Kakak Luo Yi akan pergi dan menyebabkan banyak masalah pada klan? Gu Yuena, kau sengaja ingin menghancurkan klan, 'kan?" Luo Zhiyi tidak suka Gu Yuena muncul sebagai pahlawan atau sebagainya. Ia tidak suka perempuan itu sejak awal.


"Luo Zhiyi!" Para tetua sangat marah akan mulut Luo Zhiyi yang tidak bisa dikontrol.


Mereka melihat Bai Youzhe yang berwajah datar sambil berkeringat dingin. "Yang Mulia, mohon maklumkan Zhiyi. Anda tahu, Zhiyi sensitif dan masih anak-anak. Dia tidak mengerti apa pun. Kami berjanji akan mengajarinya baik-baik."


Luo Zhiyi terlalu kesal pada para tetua yang terus mengabaikannya dan memilih memihak Gu Yuena. Ia pun menghentakkan lengannya dan pergi dari aula.


"Nona Gu, mohon maklumkan Luo Zhiyi. Dia masih sangat terkejut."


Gu Yuena sedikit tersenyum. "Aku tahu ini akan terjadi. Bukan masalah." Toh, sejak awal Luo Zhiyi memang tidak suka padanya. Biarkan saja perempuan itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pertemuan berakhir setelah keputusan dibuat bahwa Gu Yuena akan membantu Ketua Klan dalam penyembuhannya selagi Bai Youzhe sibuk.


Mereka memgalokasikan fasilitas paviliun pada Gu Yuena. Karena Bai Youzhe ingin mereka ada di paviliun yang sama, alhasil Gu Yuena berada di paviliun khusus yang disediakan tetua untuk Bai Youzhe.


Paviliun tersebut adalah rumah lama Bai Youzhe ketika di Klan Luo. Sangat besar dan sepi seperti tidak ada yang pernah memasukinya. Bahkan satu pun pelayan tidak ada meski sering dibersihkan oleh pelayan khusus.


Karena Gu Yuena telah memasuki tempat itu, ada beberapa pelayan yang diutus untuk melayaninya selama di dalam klan. Paviliun yang dulunya sepi kini memiliki beberapa pelayan.


Gu Yuena melihat-lihat kamarnya yang telah disediakan di sebelah kamar Bai Youzhe. Ini kali pertamanya berada di rumah lama Bai Youzhe. Kesan yang ia dapatkan begitu sepi dan dingin.


Memang cocok dengan kepribadian orang itu.


"Nona, apa kamu benar-benar harus menyembuhkan Ketua Klan? Kekuatanmu baru saja pulih." Xiao Bai agak tidak setuju.


Xiap Hei langsung membantah. "Nona tidak selemah itu. Sejak berhubungan dengan Bai Youzhe, seharusnya Nona sudah baik-baik saja dan bisa menggunakan kekuatannya kembali. Aku tebak, racun api lama-lama akan menghilang."


"Menghilang?" Gu Yuena heran.


Xiao Hei melanjutkan, "Apa Nona tidak ingat apa yang buku itu katakan? Kutukan darah phoenix akan menghilang jika melakukan hubungan intim dengan darah naga."


Wajah Gu Yuena memerah seketika. Benar juga, seharusnya racun api di tubuhnya tidak akan kembali lagi. Kenapa ia bisa lupa akan hal itu?


Gu Yuena naik ke kursi panjang di sudut, lalu duduk bersila. Ia menutup mata, memeriksa kondisi tubuhnya sendiri dan kekuatan spiritual setelah sekian lama tidak digunakan.


Selama ini ia dilarang menggunakan kekuatan spiritual karena masih lemah. Tapi setelah melewati banyak waktu, ia sudah merasa pulih sepenuhnya.


Dan benar saja, sihir keabadian dan esensi es tidak lagi menjerat racun api susah payah di jantungnya. Sihir itu mengalir secara bebas di meridian dan telah menyatu dengan kekuatan jiwanya.


Kekuatan jiwanya adalah tipe pengendali. Kekuatan penghancurnya memang tidak sekuat Bai Youzhe, tapi ia bisa mengendalikan jiwa manapun dengan mudah seperti ketika mengendalikan pasukan kematian dan roh jahat. Itu akan menjadi serangan yang lebih mematikan.


Setelah sihir keabadian menyatu, kekuatan jiwanya menjadi lebih kuat. Ditambah dengan darah phoenix, hanya masalah waktu untuk menyembuhkan jiwa Ketua Klan.


Kutukan racun api di tubuhnya juga benar-benar menghilang. Ia bisa menggunakan kekuatan sepuasnya.


Ini adalah kabar baik.


Gu Yuena membuka mata, lalu beranjak dari tempat duduk dengan perasaan lega dan gembira. Akhirnya setelah sekian lama, ia tidak perlu menderita lagi!


"Xiao Hei, Xiao Bai, aku akan memberi kalian makan ikan kering untuk merayakannya. Bagaimana?"


Dua kucing itu langsung keluar dengan semangat membara.


"Miaw! Nona, bawa aku!" Xiao Bai langsung melompat ke pelukan Gu Yuena mendahului Xiao Hei.


Xiao Hei cemberut seketika. "Hei, itu tempatku!"


Gu Yuena langsung pergi keluar kamar. Ketika melihat pelayan, ia langsung memintanya membawakan banyak ikan kering untuk para kucing kesayangan.


Biasanya Gu Yuena membatasi ikan kering pada dua kucing itu ketika sedang sibuk sehingga keduanya hanya bisa makan kekuatan spiritual yang tersebar di udara. Itu sangat tidak memuaskan.


Ketika ikan kering datang, dua kucing itu langsung melompat girang seperti tidak makan bertahun-tahun. Pelayan yang membawakan ikan kering itu hanya menahan gemas akan dua kucing lucu yang bersemangat.


Sekarang, giliran Gu Yuena yang mereka layani. Sesuai perintah para tetua, mereka para pelayan wanita harus membantu segala macam kebutuhan Gu Yuena dengan baik.


Mereka membantu Gu Yuena mengganti pakaian dengan penuh semangat dan membantunya menghapus riasan di depan cermin. Gu Yuena merasa telah menjadi seorang putri.


Melihat dua kucing yang asik dengan ikan kering yang sangat banyak, Gu Yuena yang duduk di depan cermin bersama para pelayan mulai bosan dan menegur mereka berdua.


Para pelayan yang sibuk melayaninya melihat Gu Yuena penuh tanda tanya. Gu Yuena buru-buru meluruskan kesalahan.


"Aku bicara dengan mereka." Gu Yuena menunjuk dua kucing sok sibuk itu dengan dagu. Para pelayan itu ber'oh'ria dan kembali menyisir rambut panjang Gu Yuena.


Sadar nonanya memandang, Xiao Hei langsung menjawab sambil mengunyah, "Assassin Guild."


"Apa Nona tahu? Assassin Guild memiliki sebuah tempat khusus untuk monster. Mereka tidak mengikat kontrak dengan siapa pun dan biasanya digunakan untuk pertarungan." Xiao Bai melanjutkan dengan heboh.


"Benar, kami berlatih di sana. Awalnya sedikit menakutkan karena monster-monster itu sangat galak, tapi kami berdua berhasil mengalahkan mereka telak!" Xiao Hei bercerita dengan penuh semangat.


"Sepertinya Bai Youzhe ingin kita menjadi lebih kuat, bahkan sampai mengirim monster iblis dari dunia bawah untuk menjadi bahan pelatihan kami."


"Dunia bawah?" Gu Yuena terkejut.


Xiao Bai mengangguk cepat. "Ya, ada sangat banyak monster dunia bawah. Untung saja Xiao Hei mengetahui jenis dan kelemahan mereka sehingga kami berdua bisa bertahan. Kalau dipikirkan kembali, dibandingkan berlatih, kami lebih merasa seperti ditempa!"


"Nona tidak perlu khawatir. Meski kami terluka, ada sangat banyak healer di Assassin Guild yang menyembuhkan kami. Dibandingkan di masa lalu, aku jauh lebih kuat!" Xiao Hei melanjutkan dengan penuh semangat sambil memakan ikan kering-nya.


Gu Yuena menghela napas. "Kalian sudah berusaha sangat keras. Omong-omong, di mana Assassin Guild itu?"


"Apa Nona ingat dengan pasar gelap yang kita temui beberapa tahun yang lalu?" Xiao Hei bertanya dan mendapat anggukan Gu Yuena. Ia pun melanjutkan, "Pasar gelap itu adalah milik Assassin Guild. Markas mereka ada di mana-mana, namun pusatnya ada di pasar gelap. Itu sebabnya tidak ada yang berani mengganggu pasar gelap selama bertahun-tahun."


"Aku bahkan terkejut Bai Youzhe memiliki tempat seperti itu. Selama beberapa hari, kami tinggal di sana dan mendapat energi yang cukup untuk berkultivasi. Terutama Xiao Hei, dia mendapat energi dunia bawah yang memulihkan kekuatannya."


Gu Yuena mengerutkan kening. "Bagaimana bisa ada energi dunia bawah?"


"Entahlah. Intinya, pasar gelap dikelola oleh Assassin Guild. Itu sebabnya Bai Youzhe begitu bebas dan memiliki sangat banyak kenalan." Xiao Hei bicara dengan nada kagum. Kemampuan membentuk organisasi rahasia seperti itu sangat langka.


"Pantas saja ..." gumam Gu Yuena sambil menyipitkan matanya.


Hah, berapa banyak hal yang disembunyikan pria itu? Meski sepele, ia agak kesal memikirkannya.


Pantas saja pria itu memiliki sangat banyak batu alam yang digunakan sebagai mata uang pasar gelap. Pantas saja pria itu memiliki banyak harta langka dan sering bolak-balik ke pasar gelap seolah itu adalah rumahnya.


Pantas saja pria itu bersedia memberi traktir di rumah lelang. Ketika Bai Youzhe membayar barang di sana, sebagian uangnya sudah pasti akan kembali ke tangannya sendiri atau bahkan dengan jumlah yang lebih besar.


Bai Youzhe tidak akan bangkrut meski seluruh barang di rumah lelang dibeli.


Para pelayan yang melayani Gu Yuena melihat perempuan yang tampak sedang berpikir itu dan dua kucing bergantian. Rasanya aneh menghadapi atasan mereka yang bicara dengan kucing.


Para pelayan itu pun pergi setelah urusan mereka selesai.


"Jadi intinya kalian benar bersenang-senang." Gu Yuena langsung beranjak sambil mengambil camilan strawberry yang disediakan untuk dimakan.


"Nona, bukankah kamu juga bersenang-senang?" Xiao Hei menyengir.


"Ya, ketika kami kembali, kamu sedang berpesta dengan Su Churan dan lainnya," lanjut Xiao Bai.


"Itu beda."


"Apa bedanya?" Xiao Hei membantah dengan pertanyaan.


Gu Yuena menarik alisnya dengan sinis. "Aturan pertama, atasan selalu benar. Aturan ketua, jika atasan salah, maka kembali ke aturan pertama."


Dua kucing itu memasang ekspresi malas setelah menghadapi Gu Yuena yang seperti ini. Ada saatnya mereka dibuat kesal oleh versi Gu Yuena yang menyebalkan.


Gu Yuena berkata acuh tak acuh, "Poin pentingnya, jangan selalu pergi jauh-jauh. Ajak aku jika ingin berburu, sudah lama aku tidak bertarung sampai merasa kaku."


Perasaan baru kemarin perempuan itu sekarat karena bertarung.


Dua kucing itu hanya mengiyakan sambil memutar bola mata di dalam hati. Nona mereka kembali menyebalkan. Sepertinya dia benar-benar sudah sembuh.


Ketika mereka akan mengatakan sesuatu untuk menyindir Gu Yuena, pandangan mereka terpaku ke suatu tempat. Ah, tidak, maksudnya ke arah seseorang di belakang Gu Yuena.


Itu adalah tanda bahwa sudah saatnya mereka pergi.


Tanpa mengatakan apa pun, mereka berdua pun menghilang bersama semua ikan kering seolah habis diberi sinyal.


"Eh?" Gu Yuena tampak tidak setuju dan akan berteriak memanggil mereka jika mulutnya tidak sedang menggigit strawberry. Tapi sebuah tangan kekar tiba-tiba melingkari pinggangnya dari belakang dan memeluknya dengan erat.


"Mereka sangat beruntung bisa memiliki banyak waktu bersamamu." Suara familiar terdengar di telinga Gu Yuena disertai hembusan napas hangat yang menerpa lehernya.


Gu Yuena sedikit menoleh ke belakang. Saat itu pula pria itu menundukkan wajahnya, menggigit strawberry yang terpajang di mulut Gu Yuena sehingga bibir mereka saling bersentuhan.


Gu Yuena terdiam.


"Ini lebih enak jika berasal darimu." Bai Youzhe tersenyum nakal, membuat wajah Gu Yuena menjadi merah padam.


"Kita di tempat orang lain, lho." Gu Yuena memalingkan wajah sambil menghabiskan buah di mulutnya.


"Ini tempatku." Bai Youzhe mengeratkan pelukannya sambil mengendus leher Gu Yuena.


"Sang Raja memasuki kamar seorang perempuan tanpa izin, apa yang akan orang pikirkan?"


"Apa lagi?" Bai Youzhe hendak melanjutkannya lebih dalam, tapi Gu Yuena tiba-tiba berbalik sangat cepat dan mendorongnya ke dinding.


Kali ini Gu Yuena menggunakan sepenuh kekuatannya untuk memojokkan pria itu ke dinding.


Kesannya memang aneh.


Tapi ia tidak memiliki pilihan lain.


"Aku mendengar beberapa orang mendekat." Gu Yuena memberi alasan mengapa Bai Youzhe harus menghentikannya.


"Biarkan saja." Bai Youzhe menarik pinggang Gu Yuena ke pelukannya serta membalikkan posisi mereka.


"Bagaimana jika ada keperluan mendesak?" Gu Yuena buru-buru bicara lagi.


"Tidak akan. Mereka tidak menemukanku di sana, jadi tidak ada alasan untuk mencariku malam ini." Bai Youzhe jelas dapat merasakan orang-orang itu menjauhi kamarnya setelah sadar bahwa dia tidak ada di sana.


"Bagaimana jika mereka ke sini?"


Tepat setelah Gu Yuena berkata demikian, suara pintu kamar diketuk dua kali oleh pelayan.


"Nona, maaf telah mengganggu. Para tetua berkunjung menemui Nona, ingin membahas sesuatu." Suara pelayan wanita itu terdengar sampai ke telinga mereka berdua.


Gu Yuena memasang senyum mengejek, sedangkan pria di depannya tampak cemberut. Orang tua itu bisa-bisanya mengganggu waktu mereka.


Mau tidak mau Bai Youzhe melepaskan Gu Yuena. Gu Yuena langsung mengenakan jubah, lalu berlari kecil untuk membukakan pintu setelah memastikan bahwa pria itu tidak akan berulah di depan para tetua.


Ketika pintu terbuka, Gu Yuena dapat melihat tiga pria tua yang berdiri di depan pintu kamarnya. Mereka tampak menunduk memberi salam padanya sebelum akhirnya menjadi serius.


"Ada yang bisa kubantu?" Gu Yuena memasang formalitas pada sikapnya.


"Apa kami boleh meminjam sedikit waktu untuk bicara?" Salah satu tetua minta izin.


"Ya ...." Gu Yuena sedikit melirik Bai Youzhe yang berdiri di belakangnya sambil bersedekap dada. "Sebenarnya aku tidak terlalu sibuk."


"Baguslah kalau begitu. Karena ini tidak terlalu penting, jadi kita tidak perlu terlalu kaku selagi membicarakannya." Tetua lainnya mencoba mencairkan suasana canggung. Entah kenapa, ia merasakan aura dingin yang mendekat.


Benar saja, begitu Gu Yuena mengangguk dan akan keluar dari kamar, seseorang menariknya kembali ke dalam dan memeluk pinggangnya secara posesif.


"Dia sibuk. Tidak ada waktu bicara hal tidak penting dengan kalian." Bai Youzhe yang tiba-tiba muncul membuat jantung para orang tua itu nyaris copot. Gu Yuena sendiri sudah melemaskan bahu.


Para tetua itu sadar atas kesalahan mereka setelah mengetahui bahwa Bai Youzhe ternyata ada di dalam kamar Gu Yuena. Mereka pikir pria itu sedang pergi keluar seperti biasa. Sepertinya mereka berdua memang sedang 'sangat sibuk'.


Melihat kehadiran pria dingin itu, mereka jadi merinding berjamaah.


"Kalau begitu, orang tua ini minta maaf karena telah mengganggu."


"Yang Mulia, Nona Gu, selamat malam. Kami tidak akan mengganggu lagi. Kita masih bisa membicarakannya besok. Jika besok tidak bisa, lusa juga tak apa."


"Benar, kalian lanjutkanlah 'kesibukan' kalian. Tidak akan ada yang berani mengganggu."


Ketiganya buru-buru membungkuk dan pergi secepatnya. Udara malam ini lebih dingin dari biasanya.


"Sudah kuduga, kamu akan mengusir dengan cara seperti itu." Gu Yuena berbalik menatap Bai Youzhe.


"Kita 'kan memang sibuk."


"Ah, aku jadi kasihan pada mereka. Mereka sudah hidup selama itu. Apa jantung mereka aman?" Gu Yuena melihat ke arah kepergian tiga tetua malang itu.


"Itu sebabnya mengapa dibutuhkan 'olahraga jantung'. Jadi akan baik-baik saja ketika semakin berdebar." Bai Youzhe kembali menikmati aroma tubuh Gu Yuena dan merabanya yang mengenakan pakaian tipis.


"Kita masih di luar." Gu Yuena melihat sekitar memastikan para pelayan sudah pergi. Untung saja tempat ini sangat sepi.


"Benar." Bai Youzhe langsung mengangkat tubuh Gu Yuena yang seringan kapas. "Lebih baik kita melanjutkannya di dalam."


Pria itu pun membawa Gu Yuena ke dalam, lalu menutup pintu rapat-rapat untuk privasi hubungan mereka di dalam sana.