Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
58. Mantan mau balikan



Mu Xiaoman, selir kesayangan Ye Suanwu datang berkunjung membawakan camilan kering dan manis untuk Gu Yueli. Dia berasal dari keluarga yang biasa saja dan bekerja sebagai penari di sebuah organisasi hiburan. Tapi itu dulu.


Ye Suanwu tertarik akan kecantikan dan bakat menarinya yang luar biasa—meski Gu Yuena lebih baik—sehingga pria itu mengambilnya sebagai selir. Itu terjadi 7 bulan yang lalu.


Gu Yueli sangat keberatan, tapi tidak bisa berkomentar. Kedatangan Mu Xiaoman adalah hal menyakitkan baginya, tepat saat ia diketahui sedang mengandung. Itu sebabnya, ia sangat membenci wanita itu.


Kali ini, wanita yang paling ia benci selain Gu Yuena datang berkunjung dengan wajah manis dan sok polos. Entah sudah keberapa kalinya mereka berdua berseteru secara halus dan melemparkan senyuman palsu setiap saat.


Hanya seorang penari rendahan, berani bersanding dengannya? Lelucon macam apa ini?


Gu Yuena memperhatikan keduanya sambil menyesap teh di tangan dengan tenang. Ah, ia mencintai keributan. Ayo ribut dan berikan hiburan gratis untuknya.


Jika dilihat, Gu Yuena masih yang paling cantik di antara dua wanita itu. Terlepas dari Gu Yuena, Gu Yueli masih terlihat lebih berwibawa dan anggun dibandingkan Mu Xiaoman yang notabenenya wanita penghibur.


Terasa seperti melihat masa lalu.


Sepertinya ini karma wanita tua tertentu.


"Kakak Li, aku membawakan kue bulan yang kubuat sendiri. Di sini tidak ada kue bulan, dan para pelayan tidak bisa membuatnya. Kakak Li sangat menyukai kue bulan, jadi aku secara khusus meminjam dapur dan membuatnya untuk Kakak. Xiaoman harap Kakak menyukainya." Wanita itu menunjukkan senyum terbaik. Senyumnya bahkan sampai matanya menyipit. Ia sangat pandai berakting.


"Maaf sebelumnya, tapi sepertinya bayiku sedang tidak menginginkan kue bulan. Kamu bisa menyimpannya untuk dirimu sendiri." Gu Yueli tidak mau menerima barang dari pel*cur itu. Siapa yang tahu apa saja bahan yang dicampurkan wanita murahan itu untuk menyakiti bayinya.


"Sayang sekali." Mu Xiaoman tersenyum kecut, terlihat sangat menyayangkannya.


Tapi tindakan Gu Yuena membuat keduanya melongo seketika.


"Kalau tidak mau, buat aku saja. Mu Xiaoman, kau tidak keberatan, 'kan? Aku dan Gu Yueli adalah saudara, aku memakannya sama saja Gu Yueli memakannya." Gu Yuena merebut kotak kue itu begitu saja dan melahapnya.


Memang sangat enak. Sayang jika disia-siakan begitu saja. Mu Xiaoman sangat pandai masak dibandingka Gu Yueli yang malas. Pantas saja Ye Suanwu kepincut.


Gu Yueli melihat Gu Yuena dengan kesal sekaligus heran. Apa perempuan itu tidak takut ada racun di dalamnya? Sangat sembarangan. Bagaimana ia bisa menerima kerja sama ini?


Sedangkan Gu Yuena acuh tak acuh sambil memakan kue bulan yang sangat enak. Ia melirik dua wanita yang memandangnya dengan aneh.


Huh, mengganggu makannya saja.


"Mu Xiaoman, aku adalah orang yang paling menyayangi Yueli selain ibunya. Aku tidak akan membiarkanmu membuatnya sedih, lho." Gu Yuena memulai aksinya.


"Kamu tenang saja. Aku juga sangat menyayangi Kakak Li, apalagi saat ini dia sedang mengandung anakku juga. Jadi, tentu saja aku harus bersikap baik." Mu Xiaoman tetap pada senyum terbaiknya.


Gu Yuena menganggukkan kepala. "Baguslah, aku sudah bisa tenang. Ketika di kediaman, Yueli sangat lembut dan merupakan anak perempuan paling disayangi dan dimanja oleh ayah. Dia tidak kekurangan apa pun. Aku bahkan harus mengalah karena terlalu menyayanginya ...."


Entah kenapa, Gu Yueli merasa sedang disindir berdasarkan makna tersirat dari Gu Yuena. Orang yang tidak tahu pasti akan berpikir bahwa mereka sangat harmonis. Tapi dia tidak akan mengatakan apa pun.


Gu Yuena melanjutkan, "Tingkat kemanjaannya akan meningkat, apalagi ketika sedang hamil. Jadi, kemungkinan harus sering-sering ditemani oleh suaminya. Mu Xiaoman tidak akan keberatan, 'kan?"


Mu Xiaoman mengangguk-anggukk paham. "Aku mengerti ini. Sepertinya Nona Gu sangat berpengalaman."


Gu Yuena terkekeh ringan. "Tentu saja, aku melihat selir kedua ayahku mengandung adik laki-laki dan sangat paham kondisinya. Omong-omong, keluarga kami memiliki selera yang sangat tinggi. Ibuku adalah orang penting di Wyvernia, ibu Yueli adalah wanita berpengaruh di bidangnya dan sangat terkenal di Kekaisaran Yi, sedangkan selir kedua ayahku adalah anak pejabat. Tentu saja, kami tidak akan menerima dengan mudah orang luar dengan status rendah. Bagaimanapun, rakyat biasa harus menjaga jarak pada bangsawan."


Sindiran itu sangat jelas ditujukan untuk Mu Xiaoman. Gu Yueli juga menyadarinya, dan hanya bisa tertawa dalam hati. Gu Yuena baru saja menunjukkan kekuatan latar belakang bangsawan di depan rakyat biasa seperti Mu Xiaoman. Ia berkata bahwa rakyat biasa dengan status rendah tidak layak diperhatikan Keluarga Adipati Gu.


"Aku pikir tidak semua rakyat biasa akan tetap pada lingkaran yang sama seumur hidupnya. Sudah seharusnya perbedaan ini harus dihentikan, demi kepercayaan rakyat terhadap bangsawan." Mu Xiaoman terlihat tetap tenang sejak tadi.


"Kau memiliki pemikiran yang sama sepertiku. Itu sebabnya ibu Yueli ada di kalangan rakyat biasa." Gu Yuena berkata dengan semangat.


Gu Yueli memelototi Gu Yuena dengan tajam. Perempuan ini ... tidak bisa dipercaya! Sebenarnya dia ada di pihak siapa, sih?


"Tapi ... tetap saja status yang paling penting. Jika hanya rakyat biasa tanpa skandal atau sesuatu yang tidak akan mencoreng nama baik bangsawan, itu bisa didiskusikan." Gu Yuena melanjutkan dengan wajah penuh pertimbangan. "Seperti contohnya, wanita rumah bordil. Sebenarnya mereka tidak buruk dan melakukan pekerjaan karena tekanan ekonomi, aku tidak bisa menyalahkan. Tapi jika ada wanita penghibur yang menggoda suami orang lalu bersikeras mendapatkan posisi yang tidak seharusnya ia miliki, aku tidak bisa menolelirnya. Bayangkan saja, satu kediaman isinya wanita penghibur. Bagi pria, itu adalah keindahan. Tapi bagi seseorang yang penuh dengan kehormatan, itu adalah noda."


Ucapan Gu Yuena sangat jelas. Dia membenci orang ketiga. Ucapannya yang terang-terangan sangat jelas ditujukan untuk Mu Xiaoman.


Mu Xiaoman tidak tahu Gu Yuena mengetahui identitasnya atau tidak, tapi satu hal yang pasti, dia membenci perempuan berlidah tajam ini.


Tapi demi citranya, ia hanya bisa menjawab, "Tiap orang berhak mendapatkan cinta sejatinya. Nona Gu, Anda tidak akan mengerti karena belum pernah mencintai seseorang."


"Aku mencintai harta, dan aku tidak akan membiarkan hartaku dibagikan ke orang lain. Yah, mungkin beberapa orang akan membiarkan hartanya dibagikan sedikit, tapi jika seluruh hartanya diambil secara paksa, dia pasti akan marah. Lebih buruknya, mungkin dia akan menjebloskan pencuri itu atau memberinya hukuman secara langsung. Tapi jika pencuri membunuh pemilik untuk mendapat harta, tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi pada pemilik. Namun, orang pasti akan mengetahui siapa yang paling diuntungkan dan pantas dicurigai. Bagaimanapun, pemilik tetap pemilik, dan pencuri tetap pencuri." Gu Yuena menggunakan kepemilikan harta sebagai perumpamaan.


Hal itu berhasil membuat Mu Xiaoman sangat marah dan mengepalkan tangannya diam-diam. Sedangkan Gu Yueli, melihat Mu Xiaoman penuh kemenangan. Gu Yuena ternyata memang dapat diandalkan.


Hanya saja, ia kesal karena sejak tadi Gu Yuena terus menghina ibunya. Sudahlah, sekali ini saja ia durhaka untuk bertahan hidup.


"Nona Gu sangat berpengetahuan luas, Xiaoman sangat kagum. Kedepannya, kita kemungkinan akan sering bertemu, aku akan menunggunya." Mu Xiaoman memasang senyum terbaiknya meski dipaksakan.


"Bukan apa-apa. Itu adalah prinsip hidup. Seperti prinsip dibunuh atau membunuh." Gu Yuena menanggapi dengan enteng.


"Karena kue bulan sudah sampai ke tujuannya, Xiaoman pamit undur diri. Kebetulan, malam ini Xiaoman harus menemani Tuan Ye." Mu Xiaoman melirik Gu Yueli dengan seringai. Ia pun pergi meninggalkan Gu Yueli yang kesal setengah mati.


Sebelum Mu Xiaoman benar-benar pergi, ia melihat Gu Yuena yang melambaikan tangannya tanpa dosa. Ia hanya bisa memasang senyum, menekan amarah dalam hatinya.


Perempuan itu sulit ditangani. Ia harus berhati-hati akan kehadirannya, apalagi sepertinya Ye Suanwu tertarik pada perempuan itu.


Setelah kepergian Mu Xiaoman, Gu Yueli yang sebelumnya menjaga citranya mulai meledak habis-habisan. Gu Yuena kembali tenang dan menyesap tehnya seperti sedia kala.


"Kau lihat jal*ng itu? Dia sangat gila! Berani-beraninya berkata bahwa dia cukup baik, dasar tidak tahu malu!"


Gu Yuena merasa telinganya pengang. Ia pun berkata dengan datar, "Jadi, apa kau setuju dengan penawaranku? Aku sudah membuatnya kena mental tadi."


Gu Yueli pun menghela napas. "Yah, karena dia sudah menargetmu sebagai saingan selanjutnya, aku hanya bisa mengandalkanmu."


"Jadi bisa katakan sekarang? Aku bisa membunuhnya malam ini juga." Gu Yuena kembali mendapatkan semangatnya.


"Tidak bisa begitu. Aura aneh yang kau rasakan adalah rahasia besar klan, tidak boleh diungkapkan secara langsung. Aku pun tidak memiliki cukup informasi, jadi beri aku waktu."


"Besok adalah hari terakhir. Aku sangat terburu-buru."


Gu Yueli mengangguk mengiyakan. Meski ia masih sangat membenci Gu Yuena, tidak dapat dipungkiri ia tidak memiliki pilihan lain untuk menerima tawaran Gu Yuena.


Mu Xiaoman sangat licik dan berbahaya, lebih baik serahkan wanita itu ada orang seperti Gu Yuena. Toh, syaratnya juga tidak rumit.


Gu Yuena pun pergi dari ruangan, membiarkan Gu Yueli sendirian. Setelah melewati pintu dan sedikit menjauh, Gu Yuena menghela napas sambil bersandar di dinding.


Huh, membuatnya takut menikah saja. Pria kaya selalu semena-mena dan tidak puas pada satu wanita. Ia benci itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Yuena!"


Gu Yuena menghentikan langkahnya di atas tangga. Ia baru saja akan pergi menemui Su Churan, tapi Ye Suanwu menghentikannya di tengah jalan begini.


Ye Suanwu menghampiri. Ia tertegun melihat penampilan luar biasa Gu Yuena dari atas ke bawah. Terlihat begitu sempurna dengan balutan gaun biru gelap disertai rambut yang sedikit diikat meski tanpa akesoris.


Selain memberi perasaan elegan dan keanggunan, perempuan itu juga terlihat menggoda.


"Ada apa?" Gu Yuena menyahut dengan datar. Ingin sekali tangannya mencungkil mata keranjang itu. Semua salah Su Churan yang memaksanya menggunakan gaun yang nyaris tak berlengan ini.


Pria di depannya, jelas-jelas tidak boleh melihat wanita cantik.


Ye Suanwu tersadar ketika Gu Yuena menegurnya. Meski terasa datar, ia mengabaikan nada bicara itu dan memandangi wajah cantik Gu Yuena.


"Apa kau membutuhkan sesuatu?" tanyanya.


"Pisau untuk mencungkil mata seseorang."


Ye Suanwu agak terkejut. "Apa?"


"Hanya bercanda. Aku punya pisau sendiri, jadi tidak mungkin meminta padamu. Untuk saat ini, aku tidak butuh apa pun." Gu Yuena menyengir. Senyumannya itu membuat kesan horor sebelumnya menghilang seketika.


Ye Suanwu menghela napas. Sepertinya Gu Yuena masih marah padanya tentang masalah serangan itu.


"Aku minta maaf atas serangan itu."


"Tak apa, lagi pula aku yang menang." Gu Yuena bicara apa adanya tanpa dosa.


Ye Suanwu tersenyum kecut. "Jadi bisa lupakan apa yang terjadi di masa lalu?"


"Mungkin, termasuk mengirim seseorang untuk memberi cambukan padaku setelah bersenang-senang dengan adikku sendiri."


Ucapan Gu Yuena membuat Ye Suanwu semakin kacau. Bisa-bisanya ia begitu kejam pada Gu Yuena. Ia menyesal!


"Aku minta maaf atas kejadian hari itu. Tidak tahu bagaimana aku harus menebusnya."


"Tebus dengan nyawamu." Gu Yuena berkata dengan nada dingin.


"...."


"Bercanda." Gu Yuena kembali menunjukkan senyum riang. Senang sekali membuat orang ketar-ketir.


Ye Suanwu terkekeh mendengar lelucon Gu Yuena. Tidak lucu, melainkan mengerikan. Tapi ia tidak bisa berkomentar apa pun. Wajar jika Gu Yuena merasa ingin membunuhnya.


"Gu Yuena, saat itu aku salah. Cinta pada pandangan pertama itu tidak masuk akal. Itu sebabnya, aku tidak bisa menyukaimu pada pandangan pertama dan mencari cara agar pertunangan dibatalkan."


"Selamat, tujuanmu telah tercapai."


"Aku tahu kau masih marah. Kau sangat ingin menikah denganku, tapi aku malah mengkhianatimu." Ye Suanwu menundukkan kepala.


"Aku tidak ingin menikah, sungguh." Gu Yuena ingin berkata demikian, tapi tiba-tiba tidak bisa mengatakannya.


Ia teringat akan sesuatu.


Kenapa dulu 'Gu Yuena' bersedia menikah dengan Ye Suanwu? Jika 'Gu Yuena' memang tidak sebodoh itu dan tidak lemah, kenapa dia rela menikah dengan Ye Suanwu? Apa tujuannya?


Ye Suanwu tiba-tiba menggenggam kedua lengannya. Gu Yuena agak terkejut, tapi pegangan Ye Suanwu cukup erat sehingga membuatnya tidak bisa lepas jika tidak menggunakan tenaga penuh.


"Gu Yuena, sebagai penebusan, aku akan menikahimu. Kau masih mencintaiku, 'kan? Aku akan menikahimu sebagai istri sah dan meninggalkan Gu Yueli. Ini satu-satunya caraku menebusnya."


Gila!


Gu Yuena ingin mengumpat, tapi ia harus menjaga wajah. Tidak disangka, Ye Suanwu begitu tidak tahu malu. Lebih tidak tahu malu dibandingkan dirinya yang memakan kue bulan Mu Xiaoman seenaknya.


Hah, membuatnya kesal saja.


"Fu*k you." Pada akhirnya Gu Yuena mengumpat, tapi ia masih tidak bisa merasa lega.


Sedangkan Ye Suanwu tidak mengerti apa yang dikatakan Gu Yuena. Ia mengabaikannya, karena sepertinya Gu Yuena masih sangat kesal. Sangat terlihat dari wajah datar itu.


"Gu Yuena, aku sungguh menyesal." Ye Suanwu merendahkan nada suaranya. Ia mencoba merayu Gu Yuena dan akan memberinya ciuman, namun Gu Yuena langsung memalingkan wajah.


Orang ini benar-benar gila.


"Meski ini bukan ciuman pertamaku, tapi bibirku terlalu berharga untuk seseorang yang memiliki banyak wanita sepertimu," kata Gu Yuena, lalu menatap Ye Suanwu dengan datar. "Kau akan menjadi ayah, jadi jaga sikapmu. Aku jadi kasihan pada Gu Yueli." Dan bersyukur tidak menikah dengan pria busuk seperti ini.


Gu Yuena melepaskan pegangan secara paksa dengan cara mengedarkan api di sekitar tangannya. Ye Suanwu terkejut akan rasa panas yang menjalar, sehingga secara spontan melepas pegangannya.


Pada saat itu juga, Gu Yuena menuruni anak tangga dan pergi dari sini.


"Gu Yuena, aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan maaf darimu!" Ye Suanwu berkata sedikit keras agar terdengar oleh Gu Yuena. Ia tidak peduli siapa yang akan mendengarnya.


Sedangkan Gu Yuena menoleh ke belakang, lalu menunjukkan jari tengahnya terang-terangan. Ia sedikit tersenyum miring lalu pergi, membiarkan Ye Suanwu yang bingung apa arti jari tengah itu.


Tanpa disadari oleh keduanya, perempuan cantik dan manis bergaun merah muda berdiri di balik dinding ruangan lantai atas mendengarkan semua percakapan itu melalui telinga tajamnya.


Dia adalah Su Churan. Ia mengintip ke arah Gu Yuena dan Ye Suanwu bergantian, nyaris tidak bisa menahan tawa ketika melihat ekspresi Gu Yuena yang tertekan.


Ah, ia jadi ingin lihat bagaimana reaksi Gu Yuena ketika digoda Luo Youzhe. Apa akan segalak itu? Atau justru luluh begitu saja?


Ia jadi teringat saat-saat ketika ia melihat atasannya sendiri nyaris ciuman dengan temannya. Meski agak sakit, tapi ia merasa bersalah karena mengganggu. Seharusnya ia bisa melihat lebih lama saat itu.


Dengan begini, ia memiliki kesempatan menggoda Gu Yuena menggunakan senjata itu. Seru juga kalau diberitahu pada Luo Yi dan Gu Yuan. Kira-kira bagaimana reaksi mereka?


"Hah, nasi sudah menjadi bubur."