
Maaf kalau akunya telat up. Biasanya aku revisi ulang di pagi hari sebelum menggunakan upload otomatis jam 7 malam, tapi kali ini kelupaan karena harus mempersiapkan UTS pagi-pagi.
Itu saja yang ingin kusampaikan, selamat membaca~
...----------------...
Gu Yuena terdiam memandangi sepasang iris biru langit malam yang tampak indah. Sepasang mata yang menatapnya dengan dalam dan serius, ada jejak rasa dingin di baliknya, tapi juga kehangatan ketika memandangi iris merah darah Gu Yuena.
Pikiran Gu Yuena terjebak di antara iris biru malam itu, sebelum akhirnya mengedipkan mata sekali tersadar. Keningnya langsung berkerut.
"Luo Youzhe?" Gu Yuena nyaris tidak percaya telah menyebut nama itu lagi. Tapi ia mengabaikan perasaan tidak nyaman itu dan bersikap serius. "Kenapa kau di sini?"
"Aku sudah mengatakan bahwa aku akan kembali," jawab Luo Youzhe. Pandangannya tidak terlepas dari iris merah itu.
Gu Yuena nyaris tidak bisa berkata-kata. Ia baru sadar, penampilan Luo Youzhe banyak berubah sejak dua bulan lalu ia pergi. Apa yang terjadi padanya?
Sebelumnya, pria itu tampak terkesan malas dan seperti anak muda yang bersemangat. Tapi sekarang, penampilannya jauh dari kata anak muda yang bersemangat. Ia terlihat lebih dewasa, bahkan lebih tampan.
Satu hal lagi, gaya penampilannya yang tidak biasa ini sukses membuat jantung Gu Yuena merasa tidak aman. Sepasang iris biru malam itu begitu tegas dan tajam bak elang, terlihat sangat dingin dan sulit didekati. Hidung yang tinggi dan lancip disertai rahang tegas dan kulit pucat seperti embun. Bibirnya yang sedikit pucat itu cukup menggoda ....
Sial, apa yang kupikirkan!
Gu Yuena langsung mengalihkan pandangannya ke samping, melihat lantai arena dengan telinga yang memerah.
Kenapa dia menjadi begitu tampan dan ... seksi?
Ah tidak!
Di tengah rasa malu sampai ingin menghilang, sebuah jubah hitam menyelimuti, menutupi pakaian kacaunya yang penuh noda darah dan robekan. Gu Yuena melihat jubah mewah itu dengan seksama, lalu melihat kembali ke arah Luo Youzhe.
Pria itu memberi jubahnya?
Melihat wajah bertanya-tanya Gu Yuena, Luo Youzhe langsung berkata dengan nada datar. "Pakaianmu kacau, mereka tidak boleh melihatnya."
Entah kenapa, Gu Yuena menyadari istilah sindiran dari dalam kalimat Luo Youzhe. Ia menarik sebelah alisnya, lalu melihat sekitar.
Benar, ia baru saja akan melepas pakaiannya di depan umum. Apa pria ini sedang kesal atau bagaimana?
"Hei, kau merusak rencanaku." Gu Yuena menyalahkannya.
"Apa melepas pakaian di depan umum adalah rencana?" Luo Youzhe terlihat datar, tanda bahwa ia kesal.
Gu Yuena mengerjap mata. "Kau tidak seharusnya menganggap ucapanku begitu serius." Ia berkata dengan nada rendah, lalu menunjukkan benang merah yang begitu tipis dan terhubung pada Lin Susu.
Itu adalah jebakan untuk Lin Susu.
Luo Youzhe akhirnya mengerti.
"Dasar pria berpikiran kotor." Gu Yuena menjadi sangat ingin mencabik-cabik wajah tampan itu. Nyaris saja ia bersenang-senang lebih jauh, tapi orang ini malah muncul, sok menjadi penyelamat.
Gu Yuena menghela napas melihat Luo Youzhe yang hanya terdiam. Ia berkacak pinggang, lalu melihat tribun yang sepi. Pasti karena orang ini lagi.
Di tribun sepi itu, mereka semua termenung melihat pemandangan pria rupawan seperti dewa yang tiba-tiba muncul membawa niat membunuh yang besar. Mereka sangat takut, sampai nyaris berpikir bahwa mereka tidak akan bisa keluar hidup-hidup dari tempat ini.
Mereka tidak tahu Luo Youzhe, bahkan tidak pernah melihatnya. Meski ada beberapa dari mereka yang pernah melihat Luo Youzhe di akademi, kesannya terlalu sedikit. Apalagi penampilan Luo Youzhe saat ini banyak berubah sehingga tidak dikenali.
"Siapa dia?" Mu Xinhuan nyaris menahan napas. Aura yang sangat kuat. Selain itu, terasa familiar.
"Sangat tampan ...." Shen Jialin bagaikan melihat harta. Tapi aura dingin itu menakutinya sampai tidak bisa berkata-kata lagi.
Kembali ke arena, Luo Youzhe lagi-lagi terlihat aneh. Pria itu menyibak rambut panjang Gu Yuena yang tergerai, lalu melihat goresan pedang di punggung yang merobek pakaian dan kulit daging Gu Yuena. Pandangannya menjadi sangat dingin.
Bahkan Gu Yuena sudah was-was.
"Siapa?"
"Apa?" Gu Yuena gelagapan.
Luo Youzhe melihat Gu Yuena dengan dingin, lalu melihat Lin Susu yang berusaha melarikan diri sambil bergetar. "Apa dia?"
Sebelum Gu Yuena sempat bicara, Luo Youzhe sudah mengambil tindakan. Lin Susu yang merasakan sinyal berbahaya langsung mengeluarkan monsternya untuk menghalangi pria itu.
Monster terbang muncul, melengking dengan keras ke arah Luo Youzhe dan bersiap membunuhnya. Tapi tiba-tiba saja sosok Luo Youzhe menghilang, lalu muncul tepat di depan Lin Susu dan menggunakan tangannya untuk mencekik leher gadis itu seolah ingin mematahkannya.
Monster terbang itu tidak berdaya ketika akan menyambar Luo Youzhe. Sebuah kabut hitam muncul begitu saja melahap monster tersebut sampai tidak bisa melakukan apa pun dan menghilang.
Lin Susu ingin memberontak, lalu menangis melihat monsternya dibunuh begitu saja. Matanya melotot tajam, sedangkan tangannya memukul-mukul tangan Luo Youzhe yang mencekiknya sampai tidak lagi menyentuh tanah.
Tatapan Luo Youzhe tetap dingin seolah melihat hal biasa. Ia bahkan tidak akan segan-segan membunuh seorang gadis.
"Le-lepas ... k-kumohon ...."
Ia merasa lehernya akan putus saat itu juga.
Air mata terus keluar dari mata Lin Susu, sedangkan tidak ada yang berani berkutik atau pun membelanya. Semua orang terdiam, termasuk Gu Yuena.
Mereka terlalu terkejut melihat pemandangan mengerikan itu.
Ketika semua orang terlalu takut untuk mengatakan sepatah kata, aura arena dipenuhi tekanan lainnya yang membuat semua orang semakin sesak.
Sebuah suara menggema, mengejutkan semua orang.
"Hentikan semua ini!"
Sosok pria tua mendarat entah dari mana, berdiri beberapa meter dari Luo Youzhe yang tak bergeming. Pria tua itu tampak kurus dengan rambut putih dan keriput yang memenuhi kulitnya. Ia sangat terkejut akan pemandangan di depannya.
"Itu adalah Dekan halaman luar, Dekan Yu!" Salah seorang murid berseru dan mulai berharap banyak.
Dekan Yu adalah pemimpin akademi halaman luar yang mengalokasikan semua kegiatan dan memimpin segala bentuk kegiatan halaman luar. Kekuatannya pun sudah berada di tingkat 7.
Dia pasti akan menyelamatkan mereka semua dari orang berbahaya ini!
Tepat ketika semua orang berpikir bahwa pria misterius itu akan mendapat masalah karena telah menyinggung seorang dekan, harapan mereka dibuat musnah ketika melihat pria tua itu membungkukkan punggung di depan pria berbahaya itu.
"Tuan, orang tua ini memohon untuk melepaskan murid kami. Kami akan mengajarinya lebih baik agar tidak menyinggung Tuan lagi."
"...."
Seluruh murid menjatuhkan rahang saat itu juga.
Siapa pria itu sebenarnya!
Bahkan sampai membuat dekan halaman luar membungkuk seperti itu!
Tidak hanya anak-anak itu yang sulit percaya, bahkan Gu Yuena nyaris tidak bisa mempertahankan air wajahnya.
Orang ini benar-benar ....
"Bagaimana jika tidak mau?" Luo Youzhe menyahut dengan dingin tanpa melihat pria tua itu. Suasana hatinya sedang buruk.
"Tuan, nona ini berasal dari Klan Lin di bawah Istana Yuansu. Jika membunuhnya, takutnya akan menyebabkan banyak masalah."
Luo Youzhe mendengus. "Klan Lin? Tidak kenal."
"Tidak tahu Tuan berasal dari mana, tapi saya sebagai Dekan tidak bisa membiarkan seorang murid terutama berasal dari klan besar meninggal di lingkungan akademi. Mohon pertimbangkan kesulitan kami."
"Lalu bagaimana jika dia yang dibunuh orang ini?" Ia melihat ke arah Gu Yuena yang terdiam di sana.
"Itu tidak akan terjadi. Kami selalu memastikan segalanya dari jauh, dan menghindari kecelakaan sekecil apa pun. Meski terluka, tidak akan sampai membahayakan nyawa."
"Memastikan?" Luo Youzhe mendengus, lalu melepas Lin Susu begitu saja.
Gadis itu jatuh sambil terbatuk-batuk dan memegangi lehernya yang memar. Ia merangkak, melihat dekan dan meminta pertolongannya.
Pria itu seharusnya berasal dari salah satu istana sampai memiliki kekuatan dan keberanian seperti itu, sama sekali tidak boleh disinggung.
"Bagaimana dengan muridmu yang meminta orangku melepas pakaiannya? Apa kau juga memperhatikan dan hanya menyaksikan?" Luo Youzhe berkata dengan dingin, membuat Dekan Yu gelagapan. Tekanan yang keluar dari pria itu menyebabkan Dekan Yu ketakutan salah bicara.
"Ini adalah kelalaian kami, kedepannya pasti akan mendidik anak-anak itu dengan benar. Kami akan sebisa mungkin memberi hukuman yang pantas untuk mereka. Tuan bisa tenang dan tidak perlu khawatir."
Dekan Yu merasa hatinya berdarah. Bisa-bisanya terjadi hal seperti ini di wilayahnya. Ia hanya sedang memeriksa cucu sebentar, tapi sudah dihadapkan dengan masalah ini. Anak-anak itu sangat keterlaluan!
Dekan Yu melirik Gu Yuena yang hanya diam di tempatnya, lalu berkata dengan ramah. "Kalau Tuan masih keberatan, keputusan akan ada di tangan Nona ini. Nona ini yang akan memutuskan siapa dan bagaimana hukuman dilaksanakan."
Semua orang langsung memucat saat itu juga. Gu Yue yang memutuskan, maka sama saja menjatuhkan mereka semua ke lubang neraka terdalam. Mereka yang sejak tadi menyoraki merasa ingin menghilang sekarang juga!
Salah seorang murid mengajukan protes. "Dekan, bagaimana bisa Anda—"
"Diam! Apa kau sudah tidak menyayangi nyawamu?" Dekan Yu sangat ketakutan sekarang. Kekuatan pria misterius ini jelas lebih kuat darinya, dan bisa bersanding dengan Raja Istana Yuansu. Jika menyinggungnya, takutnya Istana Yuansu tidak akan memiliki hari yang tenang.
Luo Youzhe terlihat puas. "Anggap kalian sedang beruntung." Ia melihat Gu Yuena penuh arti, sedangkan yang ditatap hanya menarik alisnya.
"Sialan," umpat Gu Yuena diam-diam.
Lagi-lagi disuruh membuat keputusan.
Seharusnya tidak perlu sampai mengundang Dekan Yu segala!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pada akhirnya, Gu Yuena memutuskan hukuman dengan tidak meluluskan mereka ke halaman dalam. Kecuali beberapa orang yang tidak merendahkannya, termasuk tiga orang yang ia buat babak belur karena berada di klinik serta Lin Susu.
Ada alasan terselubung mengapa Gu Yuena melepaskannya begitu saja. Klan Lin ini cukup menarik.
Murid-murid yang tidak hadir di sana merasa sangat bersyukur sampai bersujud. Bukannya kecewa karena tidak menonton pertunjukan bagus, malah sujud syukur karena tidak hadir di tempat itu dan menyelamatkan prestasi mereka.
Sebenarnya bagi Luo Youzhe, hukuman seperti itu terlalu ringan. Mereka masih bisa bernapas lega dan mengulang ujian 6 bulan lagi. Benar-benar tidak memuaskan.
Tapi karena itu adalah keputusan Gu Yuena yang tidak ingin mendapat banyak masalah, ia hanya bisa menghargainya.
Dekan Yu saat itu juga berterimakasih pada Gu Yuena.
Mereka keluar dari venue selagi semua orang membubarkan diri. Banyak murid yang diam-diam mencuri pandang ke arah Gu Yuena dan Luo Youzhe yang mengikuti di belakang. Karena banyak yang melirik Gu Yuena, Luo Youzhe jadi kesal sendiri dan menatap mereka dnegan tajam. Mereka pun ciut seketika.
"Apa kau akan terus mengikutiku?" Gu Yuena menghentikan langkah, berbalik melihat Luo Youzhe yang berdiri tepat di hadapannya dalam jarak yang sangat dekat.
Gu Yuena merasa jantungnya berhenti sejenak.
Terlalu dekat ....
Ia ingin mundur memberi jarak, tapi kakinya terasa berat sehingga hanya bisa menghindari sepasang iris biru itu.
"Apa kau sedang menghindar?" Luo Youzhe bertanya. Ia menarik dagu Gu Yuena, meluruskan pandangan gadis itu agar menatap matanya.
"Kenapa kau kembali?" Gu Yuena bertanya dengan nada menuntut.
"Karena aku tidak pernah melanggar kata-kataku," jawab Luo Youzhe. Raut dinginnya entah pergi kemana.
"Kenapa kau membantuku?" Ini adalah pertanyaan utama yang sejak tadi memenuhi pikirannya. Mereka tidak sedekat itu, tidak perlu sok membantunya keluar dari masalah.
Luo Youzhe menandangi iris merah Gu Yuena yang unik seolah sedang menikmatinya. Ia pun menjawab, "Karena tidak boleh ada yang menindasmu, selain aku."
"Aku tidak merasa ditindas."
"Tapi kau sedang ditindas. Aku tahu kau memiliki banyak rencana, tapi tidak semua rencana anehmu akan berjalan sesuai harapanmu. Kau ingin mempermalukan seseorang dari klan besar, itu akan membahayakanmu."
"Klan besar?" Gu Yuena mendengus. "Aku bahkan menyinggung seorang tuan muda dari Klan Luo. Atau mungkin lebih dari itu."
"Itu sebabnya kau harus berhati-hati ketika menyinggung seseorang. Nyatanya, karena kau telah menyinggung tuan muda ini, tuan muda ini jadi tidak bisa melepaskanmu."
Gu Yuena diam mendengar kata-kata itu. Tidak bisa melepaskan? Apa maksudnya?
"Aku bukan orangmu." Gu Yuena menyangkal.
"Aku tahu."
"Lalu apa maksudmu tidak bisa melepaskan?" Ia jadi bingung sendiri. Kenapa pria itu selalu saja menggunakan kalimat ambigu yang membuatnya salah paham?
Luo Youzhe semakin mempersempit jarak, lalu mengeratkan lengannya di pinggang Gu Yuena. Jarak mereka terhapus saat itu juga, menyebabkan Gu Yuena nyaris kehilangan akal.
Tidak baik untuk jantung.
"Kau telah masuk ke dalam radarku secara sukarela, jadi jangan berharap untuk melarikan diri. Apa pun yang kau lakukan dan ucapkan, aku tidak akan membiarkanmu lepas dari radarku begitu saja."
"Radar?" Gu Yuena semakin pusing. Bisakah tidak bertele-tele?
"Radar yang berbahaya, bagi seekor kucing yang memasuki sarang serigala."
Luo Youzhe menarik sudut bibir, memiringkan kepalanya dan merendah, menyatukan bibirnya dengan bibir Gu Yuena sampai gadis itu benar-benar bungkam.
Jantung Gu Yuena tidak dapat dikontrol dengan benar kala sesuatu bergerak menyelusup ke dalam mulutnya. Ia menjadi kaku seketika, dengan pikiran kacau yang lari entah kemana.
Kelogisannya terganggu!
Ia lupa bahwa tempatnya berada merupakan tempat umum di mana para murid berkeliaran dan bergosip mengenai pertandingan akhir yang mengerikan. Pada saat itu pula, mereka yang awalnya memang merupakan pusat perhatian, semakin menjadi pusat perhatian.
Banyak dari mereka yang buru-buru bersikap tidak melihat apa pun dan segera melarikan diri dari tempat agar tidak mengganggu. Sedangkan Dekan Yu yang baru keluar dari venue, hanya bisa menghela napas.
Anak muda zaman sekarang benar-benar tidak dapat dikendalikan.
Dekan Yu berdeham sambil pura-pura lewat, membuat kedua insan itu menghentikan kegiatan mereka. Gu Yuena langsung kembali ke akal sehatnya saat itu juga, dan melepas jeratan tangan Luo Youzhe terburu-buru.
Sedangkan Luo Youzhe hanya memasang wajah datar, terutama ketika melihat Dekan Yu yang mengganggu.
Gu Yuena sedikit membungkuk pada Dekan Yu dan lari begitu saja seperti habis melihat hantu. Ia benar-benar sudah gila!
Dengan wajah dan telinga merah seperti tomat, Gu Yuena lari terbirit-birit. Itu terlihat imut di mata Luo Youzhe, menyenangkan hati suramnya yang sebelumnya diganggu pria tua tertentu.
"Tuan ...."
"Bai."
"Ah, Tuan Bai. Jika ingin tinggal sementara di akademi, saya bisa menyiapkan akomodasi khusus untuk kenyamanan Anda."
"Tidak perlu. Aku tidak lama."
Dekan Yu tampak sangat senang. "Kalau begitu, orang tua ini tidak akan mengganggu." Dekan Yu baru saja akan pergi, tapi tiba-tiba saja ia teringat akan sesuatu.
Luo Youzhe yang akan pergi pun terpaksa berhenti kala pria tua itu memanggilnya.
"Tuan Bai ...." Wajahnya tampak rumit, seperti sedang menekan sesuatu yang sulit.
"Katakan."
"Sebelumnya, apa Tuan Bai bersedia bertemu dengan para dekan? Ada beberapa hal yang mungkin saja ingin dibahas."
"Aku tidak menerima kerja sama apa pun." Pasti ada kaitannya dengan giok yang ia curi.
"Ah, baiklah. Lalu mengenai Tuan Bai ...."
Luo Youzhe pergi mengabaikannya tanpa ada niatan menjawab. Ia sudah tahu, pasti pria tua itu menanyakan identitasnya termasuk marga yang ia pakai. Ia tidak bisa memberitahu.
Dekan Yu hanya bisa menghela napas pasrah.
Sulit sekali mendekati orang itu. Sepertinya hanya bisa menggunakan nona yang bersamanya.