Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
65. Pil Pereda Racun Api



Setelah malam aneh dan memalukan itu, Gu Yuena sama sekali tidak bisa tidur. Ia takut pria itu tiba-tiba datang ke hadapannya, lebih tepatnya ke atas kasurnya dan ....


Lupakan pemikiran kotor itu.


Ah, ia lupa. Bukankah seharusnya mereka pernah melakukannya?


Benar, 'kan?


(di sini Nana masih belum tahu kebenarannya, abisnya dibikin salah paham mulu)


Pada saat Warren dan Karl mengajak mereka berdua sarapan bersama, Gu Yuena diam-diam melirik Bai Youzhe yang terlihat begitu tenang memakan hidangannya. Rambut pria itu kembali ke warna hitam seperti semula.


Gu Yuena bertanya-tanya dari mana rambut putih itu?


Apa selain identitas, Bai Youzhe juga menyembunyikan umurnya? Entah sihir macam apa di dunia ini yang dapat menipu semua orang.


"Apa malam kalian menyenangkan?" Karl melihat pasangan aneh itu dengan tatapan nakal.


Apanya yang baik? Gu Yuena rasa, ia butuh psikiater secepatnya.


Gu Yuena memakan makanannya dengan perasaan kesal. Karl tidak bisa menahan tawa melihat kecanggungan dua orang itu. Pasti telah terjadi sesuatu semalam.


Di sini, hanya Warren yang tidak tahu apa pun. Tapi pria itu tak acuh pada apa yang terjadi.


Setelah sarapan menyebalkan tersebut, Warren mengajak Bai Youzhe untuk membicarakan sesuatu. Karl pergi entah kemana, sedangkan Gu Yuena dibiarkan berkeliling sendiri.


Entah berapa lama ia berkeliling sambil mendengarkan ocehan Xiao Hei yang semalaman pergi dan membicarakan festival kota yang begitu meriah.


Langkah Gu Yuena berhenti ketika melihat Bai Youzhe keluar dari ruangan Warren. Seperti biasa, pria itu sama sekali tidak memiliki ekspresi di wajahnya.


Teringat akan pertanyaan yang menumpuk tentang semalam, Gu Yuena langsung menghampiri.


Ia tidak menyapa atau sejenisnya, tapi justru menyelidiki pria itu dengan teliti, terutama di bagian rambut. Tangannya yang nakal mengambil helai rambut hitam Bai Youzhe dengan penuh selidik.


Bai Youzhe memperhatikan dengan heran. Sepertinya ini masalah semalam.


Karena rambutnya ditarik-tarik tidak jelas oleh gadis tertentu, ia pun menangkap tangan Gu Yuena dan memojokkannya ke dinding.


Gu Yuena menatap pria di depannya dengan penuh selidik. "Berapa umurmu? 100? 200? 500? Atau ... 1000? Bahkan guruku yang berumur 100 tahun tidak memiliki uban sebanyak itu."


Bai Youzhe menahan tawanya, hingga hanya ada kekehan kecil atas perlakuan Gu Yuena. Ia jadi gemas sendiri.


"Umurku 21 tahun. Apa kau tidak bisa membedakan antara uban dan warna rambut bawaan?"


Gu Yuena diam memikirkannya. Ia juga memiliki teman dengan rambut putih yang betitu indah, sama seperti Bai Youzhe. Tapi apa benar itu rambut asli bawaan dari lahir? Bagaimana jika Bai Youzhe menipunya?


"Kau datang menggodaku berkali-kali, apa tidak takut aku benar-benar menerkammu?" Bai Youzhe tentu tidak serius dengan ucapannya.


Gu Yuena menatapnya dengan datar. "Jangan begitu narsis. Aku datang karena penasaran."


"Penasaran?" Bai Youzhe menunjukkan belati milik Gu Yuena di tangannya yang sebelumnya tertinggal.


Mata Gu Yuena terbelalak. Ah, bagaimana ia bisa melupakan hal sepenting itu! Sepertinya hidupnya akan berakhir hari ini.


"Tidak disangka cara menggodamu begitu ekstrim."


"Menggoda? Aku ingin membunuh, lho." Gu Yuena benar-benar kesal sampai ingin mati.


"Terserah aku ingin mengartikannya bagaimana. Jika aku tahu ada seseorang yang sangat dekat benar-benar ingin membunuhku ...."


Tiba-tiba Gu Yuena merasa punggungnya mendingin. Tahu begitu, ia tikam saja meski sudah ketahuan semalam.


Pada akhirnya, Gu Yuena hanya bisa mengikuti permainannya. "Yaa, aku ... aku mengaku. Aku menggodamu, puas? Sekarang kembalikan belatiku."


"Lain kali kau harus melakukannya lebih baik." Bai Youzhe bukannya mengembalikan belati Gu Yuena, malah disimpan dalam ruang spiritual miliknya.


Gu Yuena terdiam. Apa maksud 'melakukannya lebih baik'? Apa lain kali ia harus membunuhnya dengan cara yang lebih tepat dan cepat? Atau 'menggodanya' dengan lebih baik?


Sulit dimengerti. Kenapa pria itu selalu saja berkata dengan kata-kata bermakna ganda!


Tidak mau pusing dengan kalimat itu, Gu Yuena kembali ke topik awal. "Apa selain identitas, kau juga menyembunyikan penampilanmu?"


"Tidak."


"Lalu semalam ...." Gu Yuena berpikir sejenak. Memang tidak ada yang berbeda selain rambutnya. Tapi mengubahnya menjadi hitam sama saja merubah penampilan, 'kan?


"Ibuku memiliki rambut berwarna putih dan ayahku berwarna hitam. Jadi aku mewarisi keduanya." Bai Youzhe menjelaskan secara singkat.


Gu Yuena semakin tidak mengerti. "Bagaimana keduanya bisa diwariskan?"


"Rambutku berubah warna di saat-saat tertentu. Jika tidak suka, aku tidak akan pernah menunjukkannya. Itu mudah diatur." Bai Youzhe berkata begitu enteng seolah membicarakan cuaca. Ia tidak perlu menjelaskan tentang rambutnya yang akan berubah warna jika ia berada dalam mode naga, 'kan?


Sebenarnya, baik putih maupun hitam, pria itu tetap sangat tampan. Di saat-saat normal, Gu Yuena tidak mungkin tidak suka.


Omong-omong, kemampuan mengubah penampilan sangat unik. Gu Yuena jadi tertarik.


"Apa matamu juga sama? Saat ini kau adalah Tuan Muda Luo, bukan Tuan Muda Bai."


"Tidak akan ada yang memperhatikan mataku. Lagi pula, mereka hanya mengetahui bahwa keluarga Bai memiliki rambut putih."


"Aku baru tahu."


"Karena kamu masih kecil." Bai Youzhe mencubit pipi Gu Yuena dengan pelan. Ia gemas dengan perempuan satu ini, tapi hanya bisa menahannya.


"Apa kau bisa mengajariku? Karena mataku, mereka mengira aku adalah anggota kerajaan." Gu Yuena berkata dengan penuh minat dan senyum berbinar.


Bai Youzhe tersenyum misterius. Ia mendekatkan wajahnya ke arah Gu Yuena, "Cium aku terlebih dahulu."


Senyum Gu Yuena berubah menjadi dipaksakan. Ia sangat ingin meninju wajah pria itu, tapi salah satu tangannya masih digenggam Bai Youzhe sehingga sulit bergerak.


"Ingin aku menciummu?" Suara Gu Yuena melembut. Ia menggunakan tangan satunya lagi untuk menyentuh wajah Bai Youzhe dengan sapuan lembut, membuat pria itu terdiam.


Perasaannya tidak enak.


Benar saja. Detik berikutnya, kaki Gu Yuena diangkat hendak menendang masa depannya begitu kejam. Beruntung Bai Youzhe langsung sadar. Ia menyingkir, lalu merengkuh tubuh Gu Yuena sampai gadis itu jatuh ke pelukannya.


"Kamu ingin merusak masa depanmu sendiri?" Bai Youzhe berisik di telinga Gu Yuena.


Gu Yuena mendengus, lalu menarik tubuhnya untuk melihat Bai Youzhe. "Kau saja. Jangan bawa-bawa aku. Dasar pelit."


"Aku tidak pelit."


"Sudahlah, mataku juga sudah cantik sampai orang-orang tidak bisa berpaling. Tidak perlu mengubahnya." Gu Yuena ingin mundur menjauhi pria itu, tapi lengan Bai Youzhe yang melingkari pinggangnya begitu kuat.


"Bukannya aku tidak ingin memberitahumu."


"Aku tahu, kok." Gu Yuena pikir ia tidak cukup kuat untuk menerimanya. Memang itu kenyataannya.


"Sebagai gantinya, bagaimana dengan esensi sihir?" Gu Yuena sudah berada di tingkat 6. Ia sudah pernah berkata akan memberitahu cara membuat esensi sihur saat gadis itu naik tingkat.


Gu Yuena mencibir. "Hah, itu tidak akan mempan lagi untukku. Seseorang memberiku cara membuat esensi sihir jauh-jauh hari sebelum naik tingkat."


Bai Youzhe menarik alisnya. "Apa gurumu sebaik itu?"


"Guruku memang baik dan gila, tapi bukan dia yang memberiku itu."


Tiba-tiba nama seseorang terlintas di benak Bai Youzhe. Orang yang selama ini bersama Gu Yuena dan mengganggunya.


"Orang bermarga Yang itu?" Wajah Bai Youzhe menggelap.


"Bagaimana kau tahu?"


"Su Churan memberitahu." Bai Youzhe mengatakannya tanpa rasa bersalah.


"...."


Perempuan ember itu!


Gu Yuena bersumpah akan memukuli perempuan itu karena telah membocorkan banyak hal pada Bai Youzhe. Pantas saja ia merasa Bai Youzhe tahu begitu banyak.


Di kejauhan sana, Su Churan yang tidak tahu bahwa namanya dijadikan tameng oleh iblis tertentu, bersin tepat di depan para anggota guild berlatih.


Hal yang sebenarnya terjadi, Su Churan sama sekali tidak memberitahu Bai Youzhe perihal Yang Xinyuan atau kehidupan pribadi Gu Yuena. Dia hanya melaporkan hal yang ditugaskan dari Bai Youzhe.


Bai Youzhe sendiri yang menyelidikinya. Apalagi setelah melihat orang itu mencium Gu Yuena di depan umum, seolah memprovokasi, mengatakan bahwa Gu Yuena adalah miliknya.


Jelas Bai Youzhe sangat marah.


Ia tahu Su Churan mengetahui banyak hal. Jadi, ia gunakan saja nama Su Churan sebagai kambing hitam agar tidak disangka penguntit.


Parahnya lagi, Bai Youzhe tidak merasa bersalah. Suruh siapa tidak memberitahunya hal sepenting ini?


"Lain kali, jangan dekat-dekat dengan orang itu." Bai Youzhe memperingati.


"Apa urusanmu?" Gu Yuena menolak. Yang Xinyuan cukup baik, kok. Berbeda dari iblis di depannya.


"Kau adalah orangku, aku tidak mengizinkan." Bai Youzhe berkata dengan arogan.


"Apa kau cemburu?" tebak Gu Yuena. Cemburunya orang ini sangat aneh.


"Cemburu atau tidak, intinya tidak boleh dekat-dekat dengan orang itu. Dia tidak terlihat seperti orang baik." Bai Youzhe mencari alasan.


"Huh, justru kau yang tidak terlihat seperti orang baik."


Bai Youzhe menyentuh dagu Gu Yuena sampai gadis itu mendongak untuk menatapnya. "Dia menciummu di depanku, dan tanpa persetujuanmu."


"Aku berbeda." Bai Youzhe tersenyum misterius, lalu mendekatkan bibirnya di telinga Gu Yuena. Ia berbisik, "Kita pernah 'tidur' bersama."


Kata-katanya membuat Gu Yuena merinding. Hembusan napasnya begitu terasa sampai Gu Yuena tidak tahu cara membantah. Meski tidak begitu ingat, hal seperti itu memang ada.


Bai Youzhe melanjutkan, "Ingatlah, kau yang menggodaku terlebih dahulu."


Setelah mengatakannya, ia menggigit telinga Gu Yuena dengan perlahan, dan menjilat lehernya, memberikan perasaan aneh yang kembali menjalar di tubuh Gu Yuena.


Ada perasaan geli di leher yang sampai ke perutnya. Tanpa sadar, kedua tangan Gu Yuena mengalungi leher Bai Youzhe, membuat keduanya berada dalam fantasi panas yang menggairahkan.


Di saat keduanya terhanyut dalam sensasi menggelikan, Warren yang baru keluar dari ruangannya sambil membawa secangkir teh melihat semuanya dengan jelas.


Ia pun berdeham.


Dehamannya menggema di lorong, membuat kedua insan itu sadar secepatnya. Bai Youzhe melepas rengkuhannya, sedangkan Gu Yuena langsung bersikap senormal mungkin sambil menepuk-nepuk wajahnya sendiri dan merapikan pakaiannya.


"Anak muda harus tahu bagaimana menahan diri." Warren terkekeh, kemudian melanjutkan langkahnya seolah tidak melihat apa pun.


Sebelum pria itu benar-benar pergi, ia berbalik untuk mengatakan sesuatu, "Lain kali, lakukan di kamar. Kasihanilah kami para jomblo."


Wajah Gu Yuena penuh dengan warna merah karena malu. Bagaimana ia bisa sebodoh itu? Ia benar-benar harus ke psikiater.


Sedangkan Bai Youzhe hanya memasang wajah datar seperti biasa. Meski ia malu, ia tidak menunjukkannya dengan jelas seperti Gu Yuena.


Setelah Warren benar-benar pergi, ia melirik Gu Yuena dan berbisik padanya, "Mau melanjutkannya di kamar?"


Spontan, pria itu mendapat tinju dari tangan halus Gu Yuena. Tangan halus itu berbeda jauh dari tenaganya yang cukup membuat Bai Youzhe memegang ulu hatinya yang terasa sakit.


Tepat sekali saat pria itu sedang lengah.


"Dalam mimpimu." Gu Yuena pergi begitu saja tanpa menoleh, tidak ingin wajah merahnya terlihat.


Ah, sial! Ia benar-benar malu!


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah waktu yang memalukan itu, Gu Yuena memendam diri dalam sunyinya kultivasi. Ia menggunakan esensi sihir yang tersisa, lalu menyerapnya untuk dijadikan kekuatan sendiri.


Sejak memasuki tingkat 6, ia telah menyadari banyak perubahan dalam tubuhnya. Kapasitas dantiannya meningkat sehingga ia dapat menyimpan qi lebih banyak dan menggunakannya lebih sedikit. Semakin tinggi tingkat kekuatannya, semakin sedikit qi yang digunakan sehingga bisa membuat lebih banyak serangan dan pertahanan.


Tingkat 6 adalah tingkatan di mana elemen seseorang berevolusi dan dapat membentuk tubuh spiritual sendiri sesuai jenis elemen. Seperti yang terjadi pada Gu Yuena di pertarungan terakhir. Seekor phoenix keluar dari api ciptaannya dan memukul mundur Bai Youzhe cukup kuat. Itu adalah salah satu kemampuan tingkat 6.


Selain meningkatkan kapasitas dantian dan menciptakan bentuk atau avatar elemen, beberapa orang juga dapat membentuk sayap sesuai elemen yang dimiliki. Kebanyakan dari mereka berelemen angin.


Tapi untuk Gu Yuena yang memiliki api phoenix sebagai kekuatan utamanya, tentu saja dia bisa terbang menggunakan sayap phoenix. Itu seperti yang terjadi pada pertempuran terakhir.


Pada umumnya, wujudnya saat pertempuran terakhir melawan Bai Youzhe adalah wujud di mana kekuatannya berada pada tingkat terkuat. Itu sebabnya ia menerobos dua bintang sekaligus, karena tekanan tubuhnya telah melampaui batas akan paksaan penerobosan ke tingkat maksimal.


Karena pengetahuan Gu Yuena tentang darah phoenix tidak cukup, serta tidak bisa menampung sisa kekuatan darah phoenix, ia hanya bisa mengeluarkan sebagian dari keseluruhan kekuatan. Darah phoenix masih lebih kuat dari sebelumnya.


Itulah mengapa Bai Youzhe merasa kerepotan.


Sayangnya, Gu Yuena tidak tahu, atau lebih tepatnya ragu akan kenyataan bahwa Bai Youzhe adalah pemilik darah naga. Padahal kelemahan darah naga ada pada darah phoenix itu sendiri, begitu pula sebaliknya.


Bai Youzhe yang tidak ingin melukai Gu Yuena bisa mati saat pertempuran kemarin terjadi.


Sepanjang hari, Gu Yuena terlelap dalam kultivasi tanpa keluar dari kamar. Sedangkan Bai Youzhe pergi entah kemana.


Sampai akhirnya hari di mana pil pereda racun api diselesaikan, Gu Yuena barulah keluar dari kamar. Hanya saja, ia masih tidak melihat Bai Youzhe.


Perempuan itu menerima pil yang diberikan oleh Warren secara langsung. Pil berwarna merah yang begitu pekat seperti kedua iris Gu Yuena. Itu memiliki harum yang mencolok meski sudah disimpan dalam kotak khusus pil.


Gu Yuena melihat ke arah Warren, "Di mana Luo Youzhe?"


"Ah, anak itu. Sejak dua hari yang lalu, dia pergi karena ada urusan mendesak. Dia memintaku untuk menjagamu di sini sampai kembali."


"Intinya dia memintaku untuk tetap di sini?" Gu Yuena mendesah.


Warren tersenyum penuh arti. "Meski kadang anak itu menjadi sangat protektif, dia adalah anak yang baik. Jangan marah padanya karena pergi tanpa pamit."


"Kau tahu kemana dia pergi?" Gu Yuena bertanya lagi.


"Entahlah. Dari wajahnya yang begitu serius, sepertinya memang sangat mendesak. Kau tidak perlu cemas, tinggallah sebentar lagi. Apalagi, ketika kau meminum pil ini, kau masih membutuhkan seorang alkemis untuk membantu pemurnian dalam tubuh. Aku sudah mengutus alkemis perempuan untuk membantumu."


Gu Yuena tidak memiliki alasan untuk menolak.


Seorang alkemis perempuan membantu pemurnian pil dalam tubuh Gu Yuena. Dia berkata, pil yang diberikan bukan pil biasa sehingga tidak bisa diminum seperti pil lainnya.


Untuk membuat efektivitas pil bekerja maksimal, harus ada seseorang dengan kekuatan api terbaik yang membantu pencernaannya. Awalnya itu akan menjadi bagian Bai Youzhe, tapi pria itu tiba-tiba ada urusan penting.


Setidaknya, itulah yang dikatakan alkemis perempuan yang bersama Gu Yuena saat ini sambil membantu Gu Yuena mencerna pil yang memiliki efek keras tersebut.


Baru saja Gu Yuena meminumnya, tubuhnya sudah diliputi rasa dingin yang menjalar sehingga perempuan itu harus siaga menetralkan suhu tubuhnya.


"Memiliki kekasih seperti Luo Youzhe, kamu sangat beruntung. Hah, andai saja aku juga memilikinya, setidaknya pria seperti itu ada di guild ini, maka dia pasti akan sangat terkenal."


Gu Yuena melirik perempuan itu dengan aneh. "Kekasih?" Gu Yuena nyaris tertawa, tapi ia menahannya. "Kau tidak akan percaya jika aku mengatakan bahwa sikapnya seperti jelmaan iblis."


"Dia memang terlihat menyeramkan, tapi sangat berbeda jika ada kamu. Aku sampai terkejut melihatnya menolelir semua ketidak sopanan Karl." Perempuan itu tersenyum, tampak berseri-seri. "Apalagi ketika mengetahui bahan pil pereda racun api yang dicarinya susah payah itu untukmu."


"Dia mencarinya?" Gu Yuena terkejut. "Sejak kapan?"


"Kamu benar-benar tidak tahu?" Perempuan itu terkejut. Ia pun menghela napas. "Sepertinya dia menyembunyikannya dengan baik agar kau tidak khawatir."


Siapa yang akan khawatir?


Gu Yuena ingin menyangkal, tapi perempuan itu melanjutkan ucapannya terlebih dahulu.


"Warren berkata bahan yang diperlukan sangat langka dan harus dicari sendiri di hutan karena kami tidak menyediakannya. Salah satu bahan utamanya adalah air mata naga es di utara, dijaga oleh monster kuno yang sering menjadi perebutan enam istana. Jadi selama beberapa bulan ini, Luo Youzhe mencarinya. Dia baru memberikan barang terakhir beberapa hari yang lalu."


Gu Yuena terdiam. Ia sama sekali tidak mengetahui hal ini dan terlalu terkejut akan ucapan perempuan di depannya. Apa semua itu nyata?


Jika selama ini Bai Youzhe berusaha mencari cara meredakan racun api dalam tubuhnya, sedangkan ia terus memusuhinya tanpa tahu apa pun, bukankah tindakan Gu Yuena terlihat begitu konyol dan tak tahu malu?


Rasanya ingin menghilang saja. Kenapa pria itu harus bersusah payah untuknya yang hanya memiliki rentang usia pendek? Gu Yuena jelas-jelas sudah menegaskannya berkali-kali.


Perempuan itu mengoceh lagi, "Sebenarnya aku dilarang memberitahu. Jangan beritahu siapa pun kalau aku yang memberitahumu." Ia tampak agak memohon, sedangkan Gu Yuena hanya mengangguk pelan. "Jadi, sudah jelas bukan, mengapa banyak anggota guild yang iri?"


Bukannya membaik, Gu Yuena justru semakin galau. Hanya karena marah sesaat, ia sampai berniat membunuh orang itu. Bagaimana ia menghadapi Bai Youzhe setelah ini?


Orang itu benar-benar membuatnya kalang kabut dan gelisah tak karuan.


"Lebih baik kamu mengatur kekuatan spiritualmu agar efektivitas pil dapat berjalan lebih baik," ujar perempuan itu.


Gu Yuena tidak memiliki pilihan lain selain mulai mengatur kekuatan spiritualnya dan energi pil yang memasuki meridiannya.


Masih ada aura dingin yang begitu pekat, membuat Gu Yuena menggigil seketika. Jantungnya berdegup terlalu cepat seperti akan meledak. Racun api di tubuhnya mulai bereaksi akan pil yang bersifat dingin memasuki tubuhnya.


Panas dan dingin yang dirasakan begitu menyakitkan. Perempuan itu sudah berusaha maksimal untuk mengatur suhu tubuh Gu Yuena. Ia adalah alkemis dengan api terbaik di guild, tapi masih kesulitan menangani perang antara racun api dan pil yang terjadi dalam tubuh Gu Yuena.


Pikiran Gu Yuena kacau. Ia merasa tubuhnya di luar kendali ketika racun api semakin menjalar dan nyaris menembus jantungnya.


Sampai akhirnya, tubuhnya merasakan rasanya mati rasa dan kegelapan dalam pengelihatannya yang tak berujung. Ia seolah jatuh ke dalam lubang gelap dan tidak dapat kembali.


Kesadaran Gu Yuena pergi entah kemana. Yang ia tahu, ia berada dalam ruang gelap yang mengerikan, membuat semua ingatan masa lalunya yang kelam kembali menghantuinya.


Saat itu ia berada di sebuah tempat gelap dalam ruangan uji coba, di mana bahaya berada dan harus bertahan hidup di dalamnya. Tidak ada hal lain yang dapat ia lakukan selain membunuh untuk hidup.


Gu Yuena takut. Tapi tidak dapat melarikan diri. Ia mematung di tempatnya seperti patung hidup melihat kegelapan, mengabaikan rasa dingin, tangan yang bergetar, dan keringat dingin yang membanjiri tubuhnya.


Terlalu dingin.


Di saat kegelapan dan rasa sunyi menghantuinya, sebuah siluet muncul dalam kegelapan.


Gu Yuena memberanikan diri mendekat. Ada aura yang sangat kuat dan mengerikan di depannya, tapi rasa penasarannya lebih besar dibandingkan rasa takut.


Ketika iris merah darahnya melihat sosok di balik kegelapan, matanya membulat ketika pandangannya beradu dengan iris merah darah lain yang sangat mirip dengannya.


Bibirnya bergetar seraya mengatakan sesuatu. "Ibu?"


Wanita itu memiliki tinggi yang sama dengannya, sepasang iris merah darah yang menunjukkan identitasnya dan wajah yang hampir menyerupai Gu Yuena. Mereka sangat mirip, tapi juga tidak di saat yang sama.


Ketika Gu Yuena yang kacau akan menghampirinya lebih dekat untuk memastikan bahwa matanya tidak menipu, wanita itu menatapnya dengan dingin membuat Gu Yuena menghentikan langkahnya.


Tiba-tiba tangan wanita cantik itu meraih leher Gu Yuena dan menekannya dengan erat, mencekiknya sampai Gu Yuena benar-benar terkejut dan kesulitan bernapas.


Kekuatannya terlalu kuat.


Tak lama setelah cekikan keras itu menghambat pernapasan Gu Yuena dan nyaris mematahkan lehernya, Gu Yuena kembali ke kenyataan. Iris merahnya melihat ruangan terang serta perempuan alkemis dengan api biru yang menyala.


"Gu Yuena, kau baik-baik saja?" Perempuan itu terlihat cemas sambil mengusap punggung Gu Yuena dan menarik apinya.


Gu Yuena menyadari ada sesuatu yang menempel di bibir. Ketika ia mengusap bibirnya, cairan merah menempel di kulit seputih salju itu.


Ia muntah darah rupanya.


"Pil-nya berhasil dimurnikan di dalam tubuhmu. Efek racun api tidak akan muncul dalam waktu lama, tapi kamu tetap harus mencari penawarnya. Selama tidak melampaui batas pemicu racun api, kamu akan baik-baik saja." Perempuan itu menjelaskan sambil memberi Gu Yuena air.


Gu Yuena mengangguk pelan sambil menenggak habis air itu. Memang, rasanya jauh lebih lega dari sebelumnya.


Hanya saja, ia tidak tahu kenapa ia melihat ibunya. Di mana dia berada barusan?