Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
88. Kencan Pertama



Ruangan yang sebelumnya terjadi persatuan antara dua insan yang baru saja meresmikan hubungan, menjadi sunyi ketika matahari telah berpindah ke ufuk barat.


Gu Yuena yang tertidur karena lelah, harus terbangun ketika menyadari ada yang salah. Aku belum makan apa pun sejak pagi.


Melihat ke arah pria yang memeluknya dengan erat sepanjang hari tengah menutup mata, Gu Yuena jadi tidak tega membangunkannya. Lagipula, ia juga tidak bisa bergerak meski ingin.


"Apa tidurmu tidak nyaman?"


Gu Yuena terkejut akan suara serak yang keluar. Ia pun mendongak, melihat sepasang iris biru malam yang terlihat begitu menggoda tengah menatapnya.


"Itu ...." Gu Yuena hanya merasa lapar.


"Apa ada yang sakit?" Bai Youzhe bertanya dengan khawatir sambil sedikit bangun untuk melihat Gu Yuena di pelukannya lebih jelas. Itu membuat tubuh bagian atas yang sangat proporsional terlihat.


Gu Yuena menarik selimut, guna menutupi bagian tubuhnya yang tanpa sehelai benang. Ah, kenapa ia jadi malu-malu begini?


Gu Yuena buru-buru menetralkan ekspresi terkejutnya. "Sejujurnya, aku bahkan tidak bisa bergerak."


Bai Youzhe merasa bersalah. "Apa aku terlalu kasar? Ini kali pertama, jadi ... sedikit tidak terkendali."


"Aku justru berpikir kau sudah beberapa kali melakukannya." Gu Yuena menatapnya curiga.


"Aku hanya melakukannya bersamamu."


"Kau tidak kaku seperti pemula." Gu Yuena menyangkal. Ia telah menemukan banyak pemuda yang kaku dalam hal seperti ini. Meski tidak mengalaminya langsung, ia tahu dengan pasti setelah mematai banyak orang seumur hidupnya.


"Bukankah itu menunjukkan bahwa aku hebat?"


Gu Yuena menyipitkan matanya, lalu menghela napas pasrah. "Bai Youzhe, kau harus bertanggung-jawab."


"Aku akan menikahimu besok, kalau kamu mau."


"Bukan itu maksudku." Gu Yuena langsung menyangkal. "Maksudku ... kau harus membantuku pergi ke kamar mandi, lalu memberiku makanan enak. Aku belum makan sejak pagi."


"Kalau itu maumu, kita bisa pergi ke kota."


"Apa itu ajakan kencan?"


"Setidaknya, kita bisa sesekali menjadi seperti pasangan pada umumnya."


Ucapan Bai Youzhe membuat Gu Yuena berpikir sejenak. "Menjadi pasangan pada umumnya" kedengarannya memang tidak buruk. Justru itulah yang Gu Yuena inginkan, tapi ragu bisa melakukannya dengan baik atau tidak.


Bukannya Gu Yuena tidak mengerti bersikap normal, hanya saja terasa asing jika dilakukan secara alami.


Bai Youzhe mengenakan jubah hitam miliknya, lalu mengangkat tubuh Gu Yuena yang dibalut selimut. Gu Yuena sepertinya enggan melepaskan selimutnya.


"Aku berpikir, bagaimana jika kita mandi bersama?" Bai Youzhe menggoda lagi.


Gu Yuena menatapnya sinis. "Hentikan pemikiran anehmu itu."


Bai Youzhe tertawa, sedangkan Gu Yuena memasang wajah datar dan menoyor dahinya dengan gemas. Sepertinya ia harus mencuci otak mesum itu secepatnya menggunakan sihir.


ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ


Salah satu kota di Kekaisran Yi di kaki gunung sangat ramai saat sore menjelang. Sebelumnya kota ini sangat sepi dikarenakan badai salju yang cukup berbahaya bertahun-tahun lamanya. Namun, secara perlahan, ketika badai salju itu membaik, kota itu dipenuhi pedagang dan orang-orang dari berbagai wilayah melakukan usaha serta menetap.


Kota Tianlong dengan pemandangan alam yang indah, antara pegunungan utara bersalju dan wilayah hijau. Sehingga ketika musim dingin berakhir, suasana musim semi yang datang terasa kental dan menakjubkan.


Bahkan setelah badai mereda, orang-orang Istana Tianshuang akan melalui jalan Kota Tianlong sebagai jalur utama perjalanan atau sekadar mampir untuk istirahat selagi menjalankan tugas.


Di tengah kota yang ramai, sepasang kekasih yang baru saja menjalin hubungan berjalan sambil bergandengan tangan seperti anak muda pada umumnya. Pasangan itu tampak berbeda dari rumor yang biasa didengar.


Bai Youzhe yang menggandeng tangan Gu Yuena menunjukkan beberapa hal yang ia tahu di dalam kota, sedangkan Gu Yuena yang tampak jinak sambil membawa makanan di tangannya. Jauh berbeda dari apa yang orang di dekat mereka biasanya lihat.


Orang-orang Istana Tianshuang biasanya tersebar di dalam kota, menyamar sebagai rakyat. Ketika melihat tampilan Bai Youzhe yang berbeda dari seharusnya, mereka langsung menjatuhkan rahang.


Sejak kapan seorang naga yang agung pergi ke toko aksesoris untuk memilihkan jepit rambut wanita?


Gu Yuena hanya mengikuti tanpa banyak komentar. Sebenarnya, ia sendiri merasa bingung dengan situasi ini serta semangat Bai Youzhe yang memanjakannya sampai menghamburkan banyak uang untuk benda tidak penting.


Ia nyaris lupa kalau Bai Youzhe bahkan bisa membeli seluruh kota ini tanpa berkedip. Orang kaya mah bebas.


Mereka makan di sebuah kedai makan. Karena Gu Yuena tidak boleh makan makanan berminyak, ia hanya memakan sup dan makanan rebusan tanpa banyak protes.


Sebenarnya Gu Yuena ingin membeli ayam goreng lagi, tapi ia berada di Kekaisaran Yi di mana ayam goreng adalah hal langka. Mau tidak mau Gu Yuena memakan makanan anjuran dokter yang telah diingat di luar kepala oleh Bai Youzhe.


Gu Yuena jadi melihat Bai Youzhe seperti melihat kakaknya. Mereka tidak beda jauh.


"Kamu tidak makan?" Gu Yuena melihat Bai Youzhe yang hanya diam melihatnya makan.


"Aku tidak lapar." Kekuatannya telah mencapai tingkat 9, tidak akan merasakan perasaan alamiah yang dimiliki manusia biasa seperti lapar atau mengantuk.


Gu Yuena tahu hal itu. Bai Youzhe yang berpura-pura lelah karena tidak tidur lima hari seperti kemarin juga pasti disengaja agar bisa dekat dengannya. Hanya saja, apa pria itu sama sekali tidak tahu cara menikmati sesuatu seperti makanan?


"Sejak kapan kau naik tingkat?" tanya Gu Yuena. Ia penasaran apa yang akan ia dapatkan setelah naik tingkat. Ia baru saja ke tingkat 8 setelah sekian lama.


"Dua tahun yang lalu(?) Kira-kira seperti itu. Aku tidak terlalu memperhatikan waktu."


"Cepat sekali. Terakhir kita bertemu, seingatku kamu masih tingkat 7." Atau Gu Yuena salah ingat? Hanya dalam waktu 6 tahun telah meningkat 2 tingkat. Manusia mana yang bisa mengikuti kecepatan seperti itu?


"Itu tidak termasuk mustahil. Kamu bahkan berada di tingkat 8 di usia 25. Seharusnya tidak terkejut."


"Aku mana tahu akan naik tingkat. Selama ini, kekuatanku meningkat melalui jalur kecelakaan. Seperti terobosan paksa."


Bai Youzhe tampak berpikir, "Sebenarnya, yang mengejutkan bukan aku, tapi kamu. Kalian semua beranggap bahwa aku meningkat sangat cepat. Tapi sebenarnya, aku tidak ada bedanya dengan semua orang."


Gu Yuena menarik alisnya, tampak bertanya-tanya.


Bai Youzhe melanjutkan, "Aku pergi ke Dunia Bawah. Waktu di sana berjalan lebih cepat sehingga aku menghabiskan lebih dari 6 tahun di sana."


Gu Yuena akhirnya tercerahkan. Ia tidak terlihat terkejut seperti yang diharapkan, tapi sepertinya teringat sesuatu. "Jika dipikirkan, itu bisa saja terjadi. Mau mendengar rahasia?"


Sepasang iris biru Bai Youzhe menatapnya dengan penasaran. Apa masih ada rahasia yang tidak diketahuinya?


"Aku pernah hidup di dunia lain." Gu Yuena membocorkannya begitu saja. Menurutnya, bukan masalah jika banyak orang yang tahu. "Dunia yang kumaksud bukan Dunia Bawah atau berada dalam lingkup Dataran Mitian. Waktu di sana berjalan sangat cepat. Jika dihitung, aku sudah hidup selama kurang lebih 27 tahun jika digabungkan antara pengalaman hidupku di dunia itu dan setelah kematianku. Tapi jika dihitung berdasarkan masa hidup 'Gu Yuena' di dua dunia, sepertinya aku sudah berusia 39 tahun."


"39?"


"Kamu harus memanggilku kakak. Berdasarkan pengalaman hidup, aku jauh lebih tua." Gu Yuena mengejek.


Bai Youzhe mengangguk-anggukkan kepalanya, memahami maksud Gu Yuena. Ia tersenyum ketika mengingat sesuatu.


"Aku pikir, kamu masih jauh lebih muda dariku." Ucapan Bai Youzhe membuat Gu Yuena diam mendengarkan. "Secara teknis, kita tidak beda jauh. Tapi secara pengalaman, aku pikir aku sudah hidup lebih dari 100 tahun di Dunia Bawah."


"Ha?"


"Sudah kukatakan, perbedaan waktunya sangat jauh. Jadi, lebih baik kamu yang memanggilku kakak."


Gu Yuena dibuat terdiam. Apa-apaan pria itu!


"Hanya satu orang yang bisa mendapat kualifikasi panggilan kakak dariku." Gu Yuena menolak.


"Tidak masalah. Bagaimana dengan panggilan 'sayang'? Aku tidak ingin kamu terus memanggilku secara formal."


"Sayang?"


"Aku di sini." Bai Youzhe berlagak seolah dipanggil. Itu membuat Gu Yuena jengkel.


"Tidak." Gu Yuena menolak lagi. Panggilan alay macam apa itu?


"Nana."


"Tidak mau." Gu Yuena belum terbiasa memanggil pria itu dengan sebutan akrab. Memanggil nama panggilannya saja terasa sulit.


"Istriku—"


"Kita belum menikah."


"Kita bisa menikah besok."


Gu Yuena cemberut, menunjukkan ekspresi kalau ia sangat kesal dan akan sulit dibujuk. Alhasil, Bai Youzhe ciut.


"Ah, baiklah. Aku akan memanggilmu Nana seperti biasa, dan kamu bisa sesuaikan." Bai Youzhe tidak mau ambil resiko kemarahan Gu Yuena.


Beberapa orang yang secara tak sengaja mendengar perdebatan kecil itu nyaris tertawa. Mereka adalah murid Istana Tianshuang, tapi tidak berani menunjukkan diri dan memilih menyamar sebagai angin.


Mereka tidak menyangka, perempuan itu akan membuat Raja mereka mengalah dan ciut seketika.


Hal tersebut disadari oleh Gu Yuena dan Bai Youzhe. Mereka berdua mengedarkan pandangan, membuat orang-orang itu harus berpura-pura tidak melihat.


Gu Yuena buru-buru menenggak supnya dengan cepat seperti orang rakus. "Aku sudah kenyang." Ia pun meletakkan mangkuk di atas meja, lalu pergi.


Gu Yuena pergi menyatu dengan kerumunan untuk menghindari perhatian murid Istana Tianshuang. Ia malas mendapat rumor aneh dan sedang ingin hidup nyaman.


Ah, ia merasa seperti idol yang harus diam-diam berkencan agar tidak keciduk.


Bai Youzhe menemukannya lebih cepat, dan membawa Gu Yuena ke pinggiran kota menghindari perhatian murid istana. Ia cepat sadar akan ketidaknyamanan Gu Yuena.


"Menyebalkan." Gu Yuena mendengus sambil memegang lututnya yang kelelahan habis berlari. Karena mengalami cedera berat, kekuatannya jadi berkurang banyak.


"Apa Tuan Putri membutuhkan bantuan?" Bai Youzhe menunduk menatap sepasang iris merah darah Gu Yuena. "Perjalanan kita lumayan jauh."


Gu Yuena menerima uluran tangannya. Pria itu langsung menggendongnya dengan mudah seolah Gu Yuena sama sekali tidak memiliki berat badan.


"Aku masih bisa jalan, lho." Gu Yuena pikir, pria itu akan membantunya memulihkan tenaga.


"Begini lebih bagus." Bai Youzhe tersenyum hangat. "Sebenarnya aku tidak ingin kembali ke istana sekarang."


"Hari sudah akan gelap. Mereka akan mencarimu, terutama wanita aneh yang sepertinya sedang mengutukku."


"Apa aku perlu membereskannya?"


"Tidak, bisa kulakukan sendiri." Ia mengalungkan lengannya di leher Bai Youzhe. "Bukankah aku sudah menjadi bagian dari Istana Tianshuang?"


"Benar. Tapi aku tidak akan membiarkan siapa pun menganggumu. Kamu adalah satu-satunya yang membuatku memiliki keinginan untuk hidup."


Gu Yuena menatap iris biru yang memandangnya lekat-lekat. Bai Youzhe benar-benar melewati banyak hal untuk bisa sampai ke tahap ini.


Gu Yuena menarik sudut bibirnya, lalu mengusap wajahnya dengan lembut. "Selama 100 tahun di dunia bawah, terima kasih telah mengingatku."


Bai Youzhe menundukkan kepalanya untuk memberi kecupan di bibir Gu Yuena. Kecupan lembut yang dipenuhi kehangatan.


"Setelah semua ini berakhir, aku akan langsung menikahimu. Kita akan hidup bahagia, hanya berdua." Kali ini Bai Youzhe serius. Itu sebabnya, ia harus menyelesaikan masalah lebih cepat.


"Baik."


Gu Yuena merasa perutnya tergelitik sekarang. Perasaan yang ia rasakan sangat asing, sampai ia tidak tahu harus berbuat apa selain membungkam mulutnya sendiri dan berpikir.


"Omong-omong, tidak pernah terpikirkan olehku bahwa kau akan berkata demikian. Ah, bahkan aku tidak terpikirkan bahwa hubungan kita akan seperti ini. Kau bahkan menggendongku ketika aku masih bisa berjalan." Gu Yuena pikir mereka akan terus jadi musuh yang terus berdebat dan bertentangan tanpa henti.


"Pasien tidak seharusnya berjalan terlalu jauh, aku yang salah. Jadi aku harus memperbaikinya." Bai Youzhe enggan menurunkan Gu Yuena.


"Padahal aku sangat sehat." Gu Yuena mengeluh sambil menghela napas.


Bai Youzhe hanya tertawa kecil atas keluhan Gu Yuena. Nana-nya sangat manis ketika cemberut, membuatnya sangat ingin menerkamnya. Tapi tentu saja ia ingat waktu.


Mereka pun kembali ke istana karena matahari telah sepenuhnya terbenam. Di bawah bulan yang bersinar terang, Bai Youzhe membawa Gu Yuena ke istananya sendiri tanpa menarik perhatian banyak orang.


Hanya saja, beberapa orang yang penasaran tentu saja tidak bisa berdiam diri. Di depan istana, wanita cantik dengan gaun kuning cerah seperti matahari berdiri menyambut kedatangan raja-nya.


Tapi begitu melihat sosok di gendongan pria tampan beriris biru malam itu, wanita bergaun kuning tertegun sebentar sebelum akhirnya menghampiri.


"Ming Chin memberi salam pada Yang Mulia." Ming Cin merendahkan tubuhnya, lalu melirik Gu Yuena yang masih di pelukan Bai Youzhe. Tatapannya menjadi aneh.


Bai Youzhe memiliki wajah dingin yang biasa dikenal saat ini. Pria itu hanya berjalan tanpa menanggapi kehadiran Ming Chin, membuat wanita itu tidak puas.


Ming Chin buru-buru berbalik dan melihat punggung Bai Youzhe. "Nona Gu sepertinya sudah membaik. Ming Chin sangat senang melihatnya."


Gu Yuena melirik wanita cari perhatian itu dengan intens. Hah, bisa-bisanya menggunakan embel-embel perhatian itu untuk menarik perhatian. Cara Gu Yuena menarik perhatian jauh lebih andal dan menegangkan.


"Sayang, lihat aku." Gu Yuena tiba-tiba memanggil Bai Youzhe dengan panggilan mesra membuat semua orang di sana terkejut bukan main. Bahkan dia menggunakan kedua tangannya untuk menahan wajah Bai Youzhe di depannya.


Bai Youzhe yang tidak peka menatapnya dengan bingung. Tidak sampai satu detik, Gu Yuena mencium bibirnya dengan gerakan lembut. Bai Youzhe jelas terkejut, dan tidak menyangka Gu Yuena akan begitu agresif di depan banyak orang.


Ming Chin yang melihatnya langsung menampilkan wajah jelek. Ia meremas roknya dengan geram, melihat perempuan asing yang mencium pria yang seharusnya jadi miliknya. Tepat di depan matanya pula!


Gu Yuena melepas ciuman, lalu melirik perempuan bergaun kuning itu dengan tatapan mengejek. Jika bisa, ia akan memeleti perempuan itu. Tapi sayangnya, Bai Youzhe keasikkan dan melanjutkan ciuman mereka sambil pergi ke dalam istana.


Wajah mengejek Gu Yuena membuat Ming Chin sangat marah. Perempuan itu menghentakkan kakinya dan pergi dengan langkah lebar.


"Gu Yuena ... jangan sampai aku melihatmu lagi!"


Pemandangan menghibur itu menjadi hiburan tersendiri bagi Su Churan yang mengintip melalui kolam cermin dari kupu-kupu di paviliunnya. Perempuan itu awalnya sedang memantau pergerakan Ming Chin, tapi tidak disangka akan menemukan hal menggelikan seperti itu.


Su Churan tertawa sangat keras sampai tangan dan kakinya tidak bisa diam saking senangnya. Ia puas akan balasan yang diberikan Gu Yuena terhadap wanita cari perhatian itu. Temannya yang terbaik!


Zhou Ying yang melihat gurunya tertawa jahat dan brutal seperti pemeran antagonis langsung merinding. Sejak kapan gurunya tertawa seperti itu?


"Guru, Tetua Han meminta Anda untuk menghadap." Zhou Ying langsung memberitahu pesan Tetua Han di istana.


Su Churan melirik muridnya dengan geli, berusaha menahan tawa dan berlari ke arah muridnya yang imut itu. Mengabaikan pesan yang disampaikan, ia berteriak sambil berputar-putar bersama Zhou Ying seperti habis memenangkan lotre.


"Xiao Ying, aku tidak menyangka temanku yang bodoh dan menyebalkan itu bisa memberi balasan luar biasa yang dapat menjatuhkan mental seseorang. Aku terlalu meremehkannya."


"Guru ...."


"Untuk saat ini, aku melarangmu pergi ke Istana Raja. Jangan ganggu mereka."


"Tapi Nona Gu—"


"Kamu akan paham besok. Sudah kupastikan, kawat es itu akan mengumumkannya besok. Katakan pada Tetua Han, aku akan datang lusa karena harus mempersiapkan pesta~"


Su Churan melompat-lompat seperti anak kecil sambil pergi, mengabaikan Zhou Ying yang ingin mengatakan sesuatu. Perempuan itu hanya bisa menghela napas atas gurunya yang sulit diberitahu dan tidak bisa diam. Sedikit-sedikit kabur, sedikit-sedikit bersikap histeris.


Paviliun Kupu-kupu menjadi sangat aneh akan tingkah Su Churan yang seperti habis memenangkan lotre, terus bernyanyi dan menari sambil berjalan. Perempuan itu menyanyikan lagu romansa pula.


Berbeda dari paviliun milik Su Churan, kediaman milik salah seorang tetua menjadi sangat kacau akan amarah perempuan yang menghancurkan semua benda di kamarnya.


Perempuan bergaun kuning matahari menekan meja di bawahnya, di mana semua barang di atasnya telah disapu bersih sampai berserakan. Wajahnya terlihat marah dan frustrasi.


"Dia sengaja memprovokasiku," gumamnya. Ia kemudian melihat ke arah cermin di sudut ruangan. Tatapannya yang tajam, tampak sangat frustrasi dan kacau.


Sebenarnya apa kurangnya? Selama bertahun-tahun ia berusaha, kenapa ia masih kalah dari perempuan luar yang entah dari mana asalnya?


Bai Youzhe selalu mengabaikannya. Ia pikir, pria itu bersikap dingin sepanjang hari karena terlalu sibuk dan sering berada dalam pertempuran rumit. Itu sebabnya pria itu menjadi bersikap asing terhadap semua orang.


Awalnya ia khawatir akan kehadiran Su Churan, tapi sepertinya itu memang tidak perlu dikhawatirkan karena sikap pria itu tidak berubah pada semua orang. Meski dia tidak formal karena Su Churan adalah teman masa kecilnya, tetap saja tidak ada tempat bagi Su Churan yang sering hilang tanpa kabar itu.


Ming Chin telah menghabiskan waktu untuk belajar banyak hal dan mencari tahu apa saja yang disukai sang Raja. Ia telah berusaha sangat keras sampai harus berpura-pura akrab pada semua pelayan Istana Raja.


Tapi kenapa usahanya sama sekali tidak menghasilkan apa pun? Bai Youzhe bahkan tidak pernah bicara dengannya kecuali untuk memberi peringatan ketika ia melampaui batas.


Bukankah Bai Youzhe bicara padanya sudah merupakan perkembangan?


Masalahnya bukan di Bai Youzhe, tapi ada pada perempuan itu!


"Xiao Chin, ada apa denganmu?" Pria tua di belakangnya melihat ruangan putri kesayangannya begitu kacau. Ia sempat terkejut, apalagi melihat penampilan Ming Chin yang sangat kacau. Siapa yang membuatnya seperti ini?


Ming Chin berbalik. Bahunya melemah dan wajahnya menjadi sedih ketika melihat ayahnya hadir dalam keadaan terkejut.


"Ayah ...." Ming Chin menangis dan menjatuhkan diri di atas kursi. "Kamu harus memberi keadilan padaku."


Pria itu adalah Tetua Ming. Dia berjalan ke arah putri semata wayangnya dengan terburu-buru dan raut cemas. "Siapa yang menindasmu? Katakan padaku, berani sekali orang rendahan itu mengganggu putri dari Istana Tianshuang!"


"Ayah, apa aku sangat buruk? Apa kepribadian dan penampilanku sangat buruk sampai langit pun tidak memihakku. Aku sudah berusaha sangat keras, tapi langit tidak memberiku apa pun!" Ming Chin bicara sambil terisak, membuat pria tua itu kelimpungan.


"Tidak ... siapa yang berkata seperti itu? Xiao Chin-ku adalah yang terbaik, lebih baik dari yang terbaik sekalipun. Bagaimana orang lain bisa mengatakan bahwa kamu memiliki kepribadian dan penampilan yang buruk?"


"Tapi aku sudah sangat lelah ... hanya karena orang luar, aku disingkirkan begitu saja. Ayah, hanya kamu yang aku punya, Ayah harus memihakku!"


"Siapa yang membuatmu seperti ini?"


Ming Chin berusaha menghentikan tangisnya untuk berkata dengan jelas. Sambil sesenggukan, ia pun menjawab, "Siapa lagi? Orang luar yang masuk ke istana begitu saja, bahkan kami murid istana tidak tahu apa pun."


Tetua Ming tampak berpikir. Detik berikutnya, ia teringat akan satu hal dan paham mengapa putrinya yang tergila-gila pada Raja ini sangat frustrasi. Sepertinya rumor itu benar.


"Ayah, apa yang harus kulakukan? Meskipun aku memilih menyerah, orang itu pasti tidak akan melepaskanku."


Tetua Ming tampak tertekan. Tapi ia juga sangat marah mengetahui perempuan itu berani menindas putrinya yang malang. Ia harus memastikan baik-baik bahwa semua rumor itu tidak benar dan meyakinkan Raja untuk mengembalikan perempuan itu ke Istana Yuansu.


Hanya seorang perempuan, tidak akan membuat sang Raja menentang saran Tetua. Apalagi jika yang mengajukan permintaan sudah hampir semua tetua.


"Kamu tenang saja. Masalah ini, aku akan baik-baik membicarakannya dengan Yang Mulia. Yang Mulia berpikiran luas, tahu mana yang lebih penting dan tidak."


"Baik."


Ming Chin tersenyum senang dalam hatinya. Gu Yuena, tamatlah riwayatmu.


...----------------...


Lelucon baru dimulai, hahaha (tertawa jahat)