Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
136. Kesetiaan dan Darah



Wanita yang dicumbu Ye Suanwu melihat kedatangan Gu Yuena. Ada air mata di matanya, lalu mengulurkan tangan meminta tolong.


"Nona, tolong ...." Ia tampak menangis meminta tolong.


Pemandangan yang menyedihkan. Ye Suanwu menyadari sesuatu yang salah. Namun, ia tidak sempat bereaksi ketika sebuah sihir merah menghempas tubuhnya sampai membentur dinding begitu saja.


"Aku pikir siapa, ternyata Ketua Klan Ye?" Gu Yuena tidak merasa bersalah. Ia hanya sedikit menggerakkan tangan, pria itu sudah terhempas.


Gu Yuena melepas jubahnya untuk menyelimuti wanita itu. Wanita yang menjadi sasaran yang salah itu adalah pelayan yang melayani Gu Yuena di sini. Entah bagaimana ia bisa jatuh dalam kondisi menyedihkan. Wanita itu menangis dengan tubuh gemetar. Pakaiannya bahkan telah sobek-sobek.


"Aku lihat kau baik-baik saja." Gu Yuena sedikit tersenyum pada wanita itu setelah memeriksa keadaannya, lalu berbalik ke arah Ye Suanwu.


Ye Suanwu tampaknya sudah sadar dan melihat Gu Yuena dengan kejutan di matanya. Meski pakaiannya tidak terlepas, itu tetap acak-acakan.


"Gu Yuena, kamu ...." Ye Suanwu ingin mengatakan sesuatu, namun tidak melanjutkannya. Ia pun menunduk, "Ini tidak seperti yang kau bayangkan. Pelayan itu—"


"Permainan klasik. Aku tidak peduli siapa yang kau tiduri, tapi kau telah mengotori tempat tidurku."


"Dengarkan penjelasanku."


"Baiklah, apa alibimu?" Gu Yuena melipat kedua tangannya.


Ye Suanwu hanya diam memprrhatikan. Pandangannya tertuju pada sesuatu di belakang Gu Yuena.


Ketika Gu Yuena menyadari ada sesuatu yang salah, sudah terlambat untuk melakukan pertahanan. Tangannya telah melepaskan sihir yang membuat apa pun di sekitarnya terhempas jauh, namun sebuah jarum perak lepas begitu saja dan menyuntik lehernya.


Ia melihat ke belakang, pelayan tadi baru saja ingin mencelakainya. Jarum yang disuntikkan ke leher Gu Yuena mengandung racun, membuat seluruh kekuatan spiritual Gu Yuena terblokir saat itu juga. Gu Yuena juga tidak bisa menggerakkan tubuhnya sendiri. Racun macam apa ini?


"Yang benar saja." Ia melihat ke arah Ye Suanwu dengan mata menyipit. "Jebakan?" Bisa-bisanya ia masuk ke dalam jebakan amatir seperti ini. Seharusnya ia sudah menduga sejak awal.


Ye Suanwu berdiri dengan senyuman puas. Pandangannya terarah pada pelayan itu, lalu membiarkannya pergi dengan wajah ketakutan. Ia sadar pelayan itu takut pada Gu Yuena, tapi tidak berani melawan perintahnya.


"Nona, maaf."


Setelah pelayan itu pergi, Ye Suanwu mendekati Gu Yuena dengan senyuman jahat yang terlihat. "Bukankah menyebalkan berada di posisi yang membuatmu merasa tidak berdaya?" Ia berkata sambil menyentuh wajah cantik Gu Yuena. Gu Yuena sangat cantik membuatnya sangat tidak sabar.


Gu Yuena mendengus. "Kenapa kau tidak langsung saja menyuntikkan afrodisiak dibanding racun asing?"


Ye Suanwu tertawa. "Yuena, jangan berpikir kalau aku sangat bodoh. Jika aku menggunakan itu, bukankah kau akan mudah melepaskan diri? Racun biasa tidak akan mempan terhadapmu."


"Kau sangat tahu."


"Karena tubuhmu memiliki racun yang diberikan Ting Le sejak kecil. Jadi tentu saja, aku harus menggunakan racun yang lebih berkualitas. Sayangnya, tidak ada yang memiliki efek seperti afrodisiak."


"Oh, ya?" Gu Yuena mencoba menggunakan kekuatan spiritualnya secara paksa dan membakar racun yang mengalir di tubuhnya. Namun, racun itu terlalu kuat. Itu hanya akan membuat tubuhnya melemah.


Karena konsumsi kekuatan spiritual yang dipaksakan, Gu Yuena jatuh tanpa bisa mempertahankan posisi berdirinya. Ia berpegangan pada tempat tidur di sampingnya, lalu memuntahkan seteguk darah.


Racun yang nakal. Ini lebih menyebalkan dibanding racun api.


Ye Suanwu mendengus. Ia meraih rahang Gu Yuena dan menekannya. "Mulai sekarang, kamu adalah milikku. Gu Yuena, bahkan Raja Istana Tianshuang tidak bisa menyelamatkanmu. Dia akan membuangmu karena telah menganggapmu kotor."


"Tidak tahu diri." Gu Yuena sangat marah. Ia ingin memukul pria itu, namun tangannya sangat sulit digerakkan. Ia merasa lumpuh.


Ia tidak bisa terus berada di posisi seperti ini. Diam-diam ia membakar racun yang terus mengalir di tubuhnya agar dapat lepas dari efek menyebalkan ini. Itu membutuhkan waktu. Sampai efek racun di tubuhnya menjadi ringan, ia akan langsung membunuh Ye Suanwu di tempat jika benar-benar melakukan hal itu padanya.


"Percuma saja kau melakukan pembelaan. Kau bahkan tidak bisa berteriak minta tolong." Ye Suanwu mengusap wajah Gu Yuena, lalu mengangkat tubuhnya begitu mudah dan meletakkan wanita itu di atas tempat tidur.


Gu Yuena tidak memiliki rencana lain selain membakar racun kuat ini. Ruang spiritual tertutup membuat Xiao Hei dan Xiao Bai tidak bisa keluar membantu. Kekuatan jiwanya juga kacau. Pasti karena racun itu juga.


Seberapa kuat racun itu? Dari mana Ye Suanwu mendapatkannya?


Jika ini digunakan untuk musuh di medan perang, pasti akan langsung meraih kemenangan. Ye Suanwu terlalu membuang sumber daya.


Namun, bukan saatnya memikirkan sumber daya yang disia-siakan. Gu Yuena harus sebisa mungkin menyingkirkan racun menyebalkan ini. Jangan sampai pria itu mendapat apa yang diinginkan.


"Gu Yuena, kau adalah milikku ...." Pria itu menarik tali pakaian Gu Yuena. Sebelum benar-benar terlepas, ia menghirup leher Gu Yuena yang beraromakan anggur. Ia sampai mabuk dan mencumbunya.


Namun, Ye Suanwu baru saja mencumbu leher Gu Yuena sebentar, sebuah kabut hitam muncul menimpanya begitu saja sampai terhempas. Pria itu menghantam dinding sampai retak.


Ye Suanwu jatuh berguling di lantai, lalu melihat siapa yang berani membantingnya saat nafsunya sedang memuncak. Ketika tatapannya bertemu sepasang iris biru gelap yang begitu dingin dan mengerikan, mendadak tubuhnya bergetar hebat.


Matilah ....


Bai Youzhe terlihat sangat marah. Aura dinginnya mengakar dan membekukan seluruh ruangan sampai halaman. Kabut hitam melayang di sekitarnya, dipenuhi niat membunuh ketika melihat Ye Suanwu yang begitu berani menyentuh calon istrinya.


Ye Suanwu segera berdiri. Lengannya terluka karena benturan, punggungnya juga terasa retak. Namun, ia mencoba sebisa mungkin untuk berdiri.


"Siapa kau? Berani sekali menyusup ke Klan Ye dan membuat masalah! Kau tidak tahu siapa—"


Ye Suanwu tidak sempat melanjutkan kata-katanya ketika kabut hitam menghempaskannya sekali lagi sampai menembus dinding. Dinding itu runtuh beserta Ye Suanwu yang sudah nyaris tidak sadarkan diri.


Bai Youzhe memandangnya dengan dingin. Kabut hitam di tangannya melesat ke arah Ye Suanwu, menembus tubuh pria itu begitu saja. Ye Suanwu memuntahkan darah dari mulutnya. Ia ketakutan, melihat Bai Youzhe yang memandangnya dengan iris biru sedingin bongkahan es. Detik berikutnya, pria itu menutup mata.


Bai Youzhe berbalik, melihat ke arah Gu Yuena yang tidak mengatakan apa pun. Wanita itu tidak bisa bergerak sehingga terlihat seperti patung hidup.


Ia menghampiri Gu Yuena. Raut dinginnya berubah menjadi kegelisahan dan langsung mengangkat wanita itu untuk duduk dan memeluknya erat.


Gu Yuena masih tidak mengatakan apa pun. Ia terlalu terkejut.


Kekuatan spiritual Bai Youzhe menekan racun Gu Yuena saat memeluknya serta mengambil jarum perak yang menancap. Gu Yuena akhirnya dapat terbebas dari perasaan lumpuh, lalu menghela napas lega. Ia menutup mata, memeluk Bai Youzhe dengan erat seolah takut kehilangan.


Gu Yuena takut kehilangan. Jika Bai Youzhe tidak datang dan Ye Suanwu berhasil, ia takut Bai Youzhe meninggalkannya. Ia tidak takut pada hal lain, tapi ia sangat takut kehilangan.


Bai Youzhe sadar ketika Gu Yuena memeluknya sangat erat. Nana-nya sedang ketakutan. "Tak apa, aku di sini."


Gu Yuena membuka mata, melihat ke arah Ye Suanwu yang tak sadarkan diri di reruntuhan. "Apa dia mati?"


"Belum. Aku tahu batasanku." Ia tidak ingin Gu Yuena kehilangan target. Biar Gu Yuena sendiri yang balas dendam. Itu akan menenangkan Gu Yuena.


"Aku tidak ingin melihatnya," pinta Gu Yuena.


Bai Youzhe mengabulkan. Ia mengurung pria itu menggunakan kabut hitam, sebelum akhirnya menghilang entah kemana. Biarlah orang luar menemukan pria itu yang sekarat.


Gu Yuena tiba-tiba terpikirkan sesuatu, "Kamu tidak berpikir aku yang merencanakan hal ini, kan?"


"Ini bukan gaya kamu yang suka menantang diri."


"Aku mengharapkan Ye Suanwu membuat masalah padaku, tapi aku lupa koneksinya dengan Aula Linghun. Pasti racun itu dari sana." Gu Yuena menggerutu.


"Racun itu mengacaukan kekuatan jiwamu, membuatmu tidak bisa melakukan apa pun meski dalam keadaan bahaya. Hanya bisa disembuhkan dengan kekuatan jiwa. Kamu tenang saja, aku sudah menanganinya."


Gu Yuena masih memeluk Bai Youzhe, tidak mau dilepas. Bai Youzhe ingin menatap matanya, tapi wanita itu malah mengalihkan pandangan seperti tidak berani menatapnya.


"Nana?" Bai Youzhe bingung.


Gu Yuena tidak memiliki keberanian menatap Bai Youzhe. Ia melihat ke arah lain dengan perasaan tercampur aduk. Ia masih terpikirkan ucapan Ye Suanwu.


Dunia ini berbeda dari dunia modern. Ia tidak bisa menyamakan cara berpikir orang-orang dunia ini dengan cara berpikir liberal orang-orang dunianya dulu. Gu Yuena tidak peduli pada dirinya sendiri, tapi ia terpikirkan pandangan Bai Youzhe tentangnya.


Gu Yuena melepas pelukannya, lalu menghadap samping menghindari kontak mata dengan Bai Youzhe. "Aku pikir ... aku harus mandi."


Bai Youzhe bingung sejenak, lalu sadar akan sesuatu. Ia menahan lengan Gu Yuena yang akan pergi, lalu membawanya ke pangkuan dan memeluknya dengan erat seraya mencium bibir dan lehernya.


"Youzhe, apa yang kau lakukan?" Gu Yuena menatapnya protes.


"Membersihkan jejak. Di tubuhmu ada aroma pria lain, aku cemburu," balas Bai Youzhe.


Gu Yuena nyaris tidak bisa berkata-kata. "Karena ada aroma pria lain, aku harus mandi."


"Aku ingin menukarnya dengan aromaku." Bai Youzhe mengeratkan pelukan.


Gu Yuena tidak tahu ingin tertawa atau menangis. Pria ini sangat blak-blakan. Ia berpikir untuk mencari cara agar noda hilang, tapi pria itu tidak peduli dan malah berkata demikian.


"Karena terlalu marah, aku tidak melihat dengan jelas. Mana lagi yang dia sentuh?" tanya Bai Youzhe.


"Ketika kamu pergi dari Dunia Bawah, aku merasa gelisah dan merindukanmu. Jadi aku pergi mencarimu, lalu menemukanmu memasuki Klan Ye bersama Istana Luye. Melihat kejadian hari ini, aku semakin yakin untuk tidak membiarkanmu pergi sendiri."


"Kenapa tidak muncul selama ini? Aku sangat terkejut tadi, takut kau akan salah paham dan ... begitulah." Gu Yuena enggan melanjutkan.


Bai Youzhe paham ketakutan Gu Yuena dan mencubit pelan hidungnya. "Aku tidak sebodoh itu. Aku sangat mengenalimu dan akan mendengarkan penjelasanmu."


"Bagaimana jika ... aku benar-benar bersama pria lain tanpa paksaan?" Gu Yuena tiba-tiba merasa ingin tahu.


Bai Youzhe tersenyum penuh arti. "Aku akan membunuh pria itu, lalu mengurungmu di istana untuk dihukum."


Mendengarnya saja sudah cukup membuat Gu Yuena tidak memiliki keberanian. Sudahlah, jangan menanyakan sesuatu yang buruk. Hal seperti itu tidak akan pernah terjadi.


Gu Yuena memeluk Bai Youzhe kembali dan memendamkan wajahnya. "Ketika kamu datang, aku pikir kau akan kecewa padaku karena kau terlihat menyeramkan."


"Aku mana bisa marah padamu." Bai Youzhe mengecup kepala Gu Yuena penuh kasih sayang.


Gu Yuena sudah bisa tenang. Ia mendongak menatap Bai Youzhe, lalu mengecup bibirnya sekilas.


"Meski kamu sudah 'menukar' aromanya, aku tetap merasa tidak nyaman. Aku mandi dulu."


Bai Youzhe menahannya dengan senyum nakal, "Kita mandi bersama."


Gu Yuena menatapnya dengan datar, lalu mendorongnya jauh-jauh. "Dalam mimpi!"


Gu Yuena langsung pergi begitu saja dalam keadaan malu. Wajahnya sudah memerah. Bagaimanapun, mereka tidak 'berhubungan' lagi sejak beberapa tahun yang lalu, atau 20 tahun yang lalu karena tinggal di Dunia Bawah. Gu Yuena jadi merasa agak asing.


Berendam di dalam air hangat yang telah ia hangatkan menggunakan api, Gu Yuena memeriksa jarum perak yang meracuninya itu. Jika diperhatikan, ini tidak terlihat seperti jarum perak biasa.


Gu Yuena pernah mendengar ada sebuah jarum yang berfungsi untuk menekan jiwa seseorang. Namanya adalah jarum pencari jiwa. Apa yang membuatnya tak berdaya itu adalah jarum pencari jiwa Istana Linghun?


Jika benar, pantas saja Gu Yuena merasa mengalami kelumpuhan total. Seseorang tanpa kekuatan jiwa yang tercemar jarum pencari jiwa terlalu lama akan mengalami kerusakan jiwa, selamanya akan lumpuh sampai mati. Berdasarkan efek mengerikan jarum pencari jiwa, ia yakin Ye Suanwu tidak begitu memahaminya.


Gu Yuena nyaris saja mati karena jarum beracun satu ini.


"Ye Suanwu, kau membawakan hadiah besar, bagaimana aku tidak mengucapkan terima kasih?" Salah satu sudut bibir Gu Yuena terangkat. Pria itu membuat segalanya menjadi lebih mudah.


Kasihan Gu Yueli yang pontang-panting berusaha menghentikan kebodohan suaminya sendiri.


"Xiao Bai, cari Ye Suanwu untuk diberikan pada Klan Ye sebagai hadiah." Gu Yuena memberi perintah. Sinar putih melesat keluar saat itu juga tanpa memiliki banyak hal yang harus dikatakan.


Sebelum pergi dari Dunia Bawah, Xiao Bai telah kembali padanya. Xiao Bai selalu tahu apa yang harus dilakukan sehingga pergi menemui Bai Youzhe untuk meminta bantuan membatasi perlakuan gila Gu Yuena.


Gu Yuena sudah menebaknya dari awal, jadi membiarkan kucing itu tetap di sisi Bai Youzhe sampai kesadarannya pulih. Sedangkan Xiao Hei bertindak berdasarkan perintah Gu Yuena agar tetap bersamanya, melindunginya dan mengingatkannya jika keterlaluan. Mereka bekerja sama dengan baik.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Ye Suanwu jatuh dilempar entah dari mana ketika para tetua sedang berkumpul di halaman depan klan. Pria itu babak belur dan memiliki luka yang mengeluarkan asap hitam. Semua orang yang melihatnya sontak terkejut.


"Ketua Klan!"


Mereka semua mengerubungi. Salah seorang tetua berteriak untuk membawakan dokter, sedangkan yang lainnya susah payah membawa Ye Suanwu ke kediaman.


Hanya saja, ketika mereka mengangkat tubuh Ye Suanwu, aura dingin mulai terasa di sekitar klan yang membuat semua orang terhenti. Sihir merah mengepung wilayah mereka, memberi tekanan luar biasa yang membuat semua orang bergetar ketakutan.


Dua sosok muncul entah dari mana, membawa tekanan yang membuat semua orang teralih padanya. Ketika mendapati sosok wanita cantik diliputi sihir merah yang menekan mereka, semua orang terhenyak.


"Gu Yuena? Apa yang kau lakukan?" Salah seorang tetua melihat Gu Yuena penuh kejutan. Kemarin wanita itu baik-baik saja, bicara dengan Ye Suanwu seperti teman lama. Namun, kenapa sekarang terlihat berbeda?


Tekanan yang dirasa sangat mengerikan sampai mereka tidak dapat berpikir dengan jelas. Ditambah, aura sosok berjubah hitam di belakang Gu Yuena sangat mengerikan.


"Tanyakan sendiri pada ketua klan kalian yang terhormat."


Ye Suanwu yang sudah sadar melihat Gu Yuena dengan penuh amarah. Ia tidak bisa melakukan apa pun selama dipapah oleh anggota klan. Hanya bisa menggertakkan giginya dan bicara.


"Dia ingin membunuhku, cepat hentikan dia!"


Ucapan Ye Suanwu membuat mereka mengeluarkan senjata dan memasang posisi menyerang. Gu Yuena yang melihat hanya menunjukkan senyum.


"Cepat sekali berubahnya. Sebelumnya, bukankah kau sangat bersemangat merencanakan hal kotor?"


"Gu Yuena, kau ...." Ye Suanwu tidak dapat melanjutkan kalimat ketika dadanya terasa sakit sampai batuh darah. Kondisinya sangat buruk.


Gu Yuena mendengus, "Seseorang yang begitu tidak tahu malu dan bodoh, sama sekali tidak cocok menjadi ketua klan. Entah apa yang dilihat Pemimpin Aula Linghun darimu."


Mereka semua terkejut ketika mendengar Gu Yuena menyebut Aula Linghun. Selama ini, tidak ada yang yauu bahwa mereka bekerja di bawah Istana Linghun dan Aula Linghun. Gu Yuena mengetahuinya, sama sekali tidak boleh dibiarkan hidup.


"Tidak tahu dari mana kau memiliki pemikiran seperti itu, kami tidak akan membiarkanmu bicara seenaknya!" Seorang tetua melangkah ke arah Gu Yuena penuh penindasan.


"Seenaknya?" Gu Yuena tertawa. "Sudah seperti ini, masih tidak mau menunjukkan diri? Sepertinya aturan Aula Linghun sangat ketat sampai kalian tidak berani mengakuinya dan berani melawan Istana Linghun."


"Apa maksudmu? Memangnya siapa kau menilai kami semaumu!"


Gu Yuena mencibir dalam hati. Mereka benar-benar tidak tahu apa pun mengenai keberadaannya sebagai Putri Istana Linghun. Mereka hanya tahu bahwa Putri Istana Linghun adalah pemilik darah phoenix yang kini berada di Dunia Bawah. Sepertinya Ting Le mirip dengan Gu Yueli, tidak mengatakan kebenarannya.


"Salahkan orang-orang Kediaman Adipati yang tidak memberitahu." Gu Yuena menghela napas. "Oh, Kediaman Adipati setia pada Istana Linghun, jadi kalian pengikut Aula Linghun tidak pantas mengetahuinya."


"Kamu ... siapa kamu sebenarnya?" Tetua itu memiliki firasat buruk. Semua yang dikatakan Gu Yuena tidak bisa diucapkan oleh sembarang orang. Terlalu berbahaya!


Gu Yuena tidak ingin mengulur waktu permainan lagi. Ia mengeluarkan tulang iblis di tangannya secara terbuka, yang membuat seluruh Klan Ye terkejut setengah mati.


Benda berbentuk kristal hitam sebesar kepalan tangan, kini ada di depan mereka. Mereka tahu apa benda itu, benda yang sangat ditakuti dan menjadi mimpi buruk dunia.


Berdasarkan kabar yang beredar, tulang iblis dipegang oleh Putri Istana Linghun dalam perjalanan di Dunia Bawah untuk mengumpulkan 1000 darah. Dia melakukan itu atas perintah langsung sang Ratu. Bagaimana bisa ada di tangan Gu Yuena? Tidak mungkin tulang iblis dicuri dari tangan Putri Istana Linghun.


Satu-satunya jawaban yang paling bisa diterima tak lain, Putri Istana Linghun adalah Gu Yuena itu sendiri!


"Sebelumnya di Dunia Bawah, aku telah menyelesaikan pengumpulan 1000 darah. Jadi, gunakan di tempat ini sebagai hidangan penutup tulang iblis."


Mereka ketakutan. Ye Suanwu tak terkecuali sampai tubuhnya kembali ambruk dan merangkak di lantai.


Ia salah. Ia melakukan kesalahan besar yang tidak bisa dimaafkan. Selain melecehkan sang Putri, ia juga nyaris membunuh sang Putri menggunakan jarum pencari jiwa!


"Yang Mulia, aku salah! Tolong beri aku ampunan!" Ye Suanwu sangat ketakutan.


Jika tahu kalau Gu Yuena adalah Putri Istana Linghun, ia tidak akan melakukan hal paling bodoh seperti itu lagi. Ia akan melayani sang Putri dengan baik tanpa memberinya ketidaknyamanan. Jika Putri tidak menyukainya, ia bisa pergi dari Klan selama Putri merasa nyaman.


"Jarum pencari jiwa darimu sangat membuka mataku, bahwa Aula Linghun sangat setia." Gu Yuena tersenyum jahat. Senang sekali melihat orang-orang ketakutan di depannya.


Mereka semua buru-buru bersujud tanpa kecuali. Bahkan Gu Yueli yang baru datang tidak bisa tidak terkejut. Ting Le yang sejak tadi ketakutan juga langsung menarik Gu Yueli untuk bersujud meminta ampunan.


Gu Yuena benar-benar akan membunuh mereka semua meskipun Ye Suanwu tidak membuat masalah. Tidak ada gunanya bersujud seperti ini.


"Yang Mulia, kami sangat setia pada Istana Linghun, mohon pengampunannya!" Mereka berseru ketakutan, meminta pengampunan dengan tubuh bergetar. Dirumorkan bahwa Putri Istana Linghun melatih jalan iblis, tidak ada bedanya dengan iblis di Dunia Bawah.


"Setia ya ...." Gu Yuena melihat tulang iblis dengan penuh pertimbangan. Lalu melihat ke arah mereka semua dengan senyum jahat yang terlihat sangat cantik.


Ia melanjutkan, "Sudahlah, karena kalian sangat setia ...."


Mereka semua sedikit lega karena sepertinya sang Putri mulai melunak. Mereka tetap pada posisi agar tidak mendapat masalah lain.


Setelah hari ini, mereka harus pergi ke Aula Linghun untuk memberitahu keberadaan sang Putri.


Namun, sayang sekali mereka tidak akan memiliki kesempatan seperti itu.


"Buktikan kesetiaan kalian pada Istana, dengan darah." Gu Yuena mengaktifkan tulang iblis di tangannya sampai memancarkan cahaya merah. Awan di langit berubah warna dalam sekejap seperti darah.


Semua orang telah kehilangan harapan, mengalami jalan buntu, dan dipenuhi ketakutan akan kematian. Mendongak ke atas, melihat langit merah yang seolah akan melahap mereka dengan kejam, membuat mereka secara spontan berdiri dan berlarian mencari jalan keluar.


Ketika salah satu sinar merah dari langit jatuh mengenai salah seorang anggota klan, anggota klan tersebut mati dalam keadaan jiwa dan darah yang keluar sacara paksa sampai tubuhnya mengering dan dingin.


Seluruh klan semakin panik. Mereka berusaha melarikan diri dan bertahan dari serangan langit beruntun yang mengerikan. Namun, tidak ada dari mereka yang memiliki kemampuan.


Klan Ye dilumuri darah saat itu juga.