Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
55. Perjalanan Selanjutnya



Beberapa bulan setelah tragedi hutan penangkaran monster.


Tidak banyak hal yang terjadi selama ini sehingga terasa monoton. Kecuali bagaimana Yan Shuiyin mendidik muridnya ... sekaligus pelayannya?


Intinya, setiap hari Gu Yuena diperintahkan mandi obat oleh Yan Shuiyin. Tidak hanya obat yang dicampur dengan anggur, obat-obatan itu merupakan obat yang tidak diketahui Gu Yuena dengan aroma pekat yang kadang membuat Gu Yuena bersin.


Sampai Gu Yuena kebal akan aroma pekat, terbiasa menghadapi berbagai macam pemandian sampai merasa tubuhnya selalu higienis.


Gu Yuena tidak keluar dari Tanah Tersembunyi selama ini selain untuk membersihkan Paviliun Anggur. Ia juga tidak bertemu orang lain di luar sana sehingga tidak tahu apa saja yang terjadi pada dunia luar.


Ia benar-benar telah menutup diri dari dunia.


"Selanjutnya, kamu akan terbiasa dari serangan sihir dasar setelah keluar dari Tanah Tersembunyi. Setidaknya, cukup untuk melindungi diri sendiri dari mage."


"Apa?" Lamunan Gu Yuena buyar ketika Yan Shuiyin berkata demikian. Begitu tiba-tiba, padahal sejak tadi hanya ada kesenyapan.


"Singkatnya, pemandian yang kamu lakukan selama ini adalah persiapan untuk pertahanan terhadap kekuatan sihir dasar. Cukup bagimu untuk mengambil kesempatan ketika dalam pertempuran."


Gu Yuena mengangguk paham. Jadi pemandian dan bermalas-malasan yang ia lakukan untuk memberi pertahanan langsung pada tubuh. Kenapa baru mengatakannya sekarang?


"Lalu, sihirku—"


"Penyihir bisa melakukan apa pun dalam batasan lingkaran sihir di tubuhnya. Semakin banyak lingkaran sihir yang dikuasai, semakin banyak keterampilan yang dapat kamu kuasai."


"Tanah Tersembunyi memiliki lingkaran sihir untuk dipelajari?" Gu Yuena penasaran, sekaligus bersemangat. Bukankah itu berarti ia tidak perlu pergi ke perpustakaan?


Yan Shuiyin hanya melihat Gu Yuena tanpa mengatakan apa pun. Entah apa jawabannya, dia pergi begitu saja tanpa memberitahu atau menjawab pertanyaan Gu Yuena.


Gu Yuena menghela napas. Tak apa, ia akan tahu nanti. Pasti Yan Shuiyin tidak mengatakannya karena memang tidak perlu dikatakan. Wanita itu selalu bertindak secara tiba-tiba.


Setelah selesai berendam dan berpakaian, Gu Yuena keluar dari paviliun untuk menghirup udara segar.


Kira-kira bagaimana kabar Shen Jialin dan Mu Xinhuan di luar sana?


Lalu ... apa yang sedang dilakukan orang itu?


Gu Yuena melihat hamparan tanaman di depan paviliun tanpa mengatakan apa pun. Sampai akhirnya sebuah suara mengalihkan perhatiannya.


"Apa ada seseorang yang dirindukan?"


Gu Yuena menoleh ke asal suara, melihat Yang Xinyuan menghampiri dan berdiri di sisinya. Ia pun kembali melihat hamparan bunga indah di depan sana.


"Aku cukup merindukan kakakku." Gu Yuena tersenyum tipis.


"Terdengar seperti orang baik."


"Dia kakak terbaik di dunia." Ia menghela napas setelah berkata demikian. "Andai kami berada di akademi yang sama."


"Apa kau tidak bosan terus di sini?" tanya Yang Xinyuan.


Gu Yuena menggeleng pelan. "Itu bukan apa-apa." Dibandingkan masa-masa tergelapnya, berada di lingkungan penjahat dan saling membunuh meski berada di atap yang sama, mengurung diri di Tanah Tersembunyi yang tenang dan damai sama sekali bukan apa-apa.


"Aku dengar Adipati Gu tidak memperlakukanmu dengan baik di kediaman."


Gu Yuena melirik Yang Xinyuan dengan terkejut. "Bagaimana kau tahu?"


"Sudah tersebar di luar sana. Kau cukup populer sebagai murid Tetua Agung Yan." Yang Xinyuan berkata dengan tenang sambil melihat sepasang iris merah di sebelahnya.


"Apa begitu populer?" Gu Yuena memalingkan wajah dengan heran.


Ia penasaran seberapa populer ia. Apa membunuh 6 murid Puncak Terang benar-benar sangat mempengaruhi reputasinya sampai ke tahap seperti itu? Ia pikir julukan penyihir wanita akan terus berkelana di sekitar akademi.


(Di sini maksudnya bukan penyihir sesungguhnya. Karena pandangan orang-orang penyihir itu jahat, maka menggunakan penyihir sebagai julukan untuk Gu Yuena. Bukan berarti mereka tahu/menuduh Gu Yuena penyihir.)


"Ingin keluar?" Yang Xinyuan menjulurkan tangannya, mengajak Gu Yuena keluar.


"Kau sendiri belum pernah keluar selama ini, atau lebih tepatnya tidak tertarik." Gu Yuena terkekeh.


"Sekarang aku tertarik."


Gu Yuena melihat tangan yang dijulurkan itu sebentar. Kemudian tanpa ragu menyambut telapak tangan Yang Xinyuan dan melangkah keluar dari Tanah Tersembunyi.


Seperti ini tidak buruk.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gu Yuena dan Yang Xinyuan berjalan di sekitar akademi yang ramai akan murid berlalu-lalang. Penampilan mereka berdua cukup mencolok, karena hanya mereka berdua yang tidak mengenakan seragam khusus tiap wilayah.


Perempuan cantik dan laki-laki tampan yang menarik perhatian. Aroma anggur yang keluar dari sang perempuan membuat siapa pun mabuk akan aromanya, ditambah dengan kecantikannya yang semakin hari semakin tidak normal. Dia benar-benar tidak manusiawi!


Hanya dengan melihatnya saja, mereka sudah tahu bahwa perempuan itu adalah Gu Yuena yang belakangan ini menjadi terkenal. Namun, siapa pria di sisinya?


"Seharusnya aku memakai jubah." Gu Yuena bergumam dengan nada kesal. Tatapan kagum mereka sangat menjengkelkan.


Baru saja Gu Yuena mengatakannya, sebuah jubah hitam menyelimuti tubuhnya dan menutup kepalanya. Gu Yuena terkejut akan benda yang bersandar di bahunya dan menutupi pandangannya. Karena tubuhnya yang kecil, ia jadi tenggelam.


"Terima kasih." Gu Yuena memaksakan senyum, dan meniup penutup kepala yang menutupi pandangannya sampai terbuka. Wajahnya terlihat jengkel.


Bisakah lain kali bicarakan dulu? Ia jadi merasa terlihat sangat bodoh di depan semua orang.


Tapi bukannya bodoh, Gu Yuena justru terlihat sangat imut. Dia sangat berbeda dari penyihir wanita yang dirumorkan telah membunuh 6 murid Puncak Terang.


Yang Xinyuan yang telah menutupi Gu Yuena menggunakan jubah sekilas tersenyum. Tapi ia tetap mempertahankan wajah datar lebih lama dibandingkan senyum kecil dan pelit itu.


Di halaman dalam, para murid dibebaskan untuk berkeliaran di luar wilayah mereka. Mereka melakukan usaha dengan membuka toko, sehingga akademi saat ini lebih terlihat seperti kota yang berpusat pada sebuah istana.


Gu Yuena membeli beberapa barang yang dia inginkan dengan bebas dan berkeliaran seperti anak kecil yang hilang. Dengan jubah kebesaran itu, ia terlihat sangat tidak berbahaya, melainkan sangat polos.


Ketika tengah berada di kerumunan yang dipenuhi lautan manusia, Gu Yuena menerobos begitu saja sampai membuat Yang Xinyuan sulit mengejar.


Inilah keuntungan bertubuh kecil, mudah menyelip dan menyelinap.


Ketika jauh dari jangkauan Yang Xinyuan sedangkan Gu Yuena telah lepas dari lautan manusia yang merepotkan, seseorang tiba-tiba muncul di hadapan Gu Yuena yang baru saja akan berkeliaran lagi.


"Aku mencarimu sejak lama."


Gu Yuena melihatnya bertanya-tanya. "Kenapa kau di sini?"


Orang itu adalah Su Churan.


"Kita harus bicara."


Gu Yuena melihatnya penuh pertanyaan dan bingung. Ia pun mengikuti Su Churan pergi ke suatu paviliun tak jauh dari lokasi semulanya berada.


Ditemani dengan teh yang disajikan pelayan, Su Churan langsung mengungkapkan niatnya bertemu dengan Gu Yuena.


"Aku dengar Wyvernia memiliki hubungan khusus dengan Istana Linghun."


"Lalu?" Gu Yuena menarik alisnya. Apa ini hal mengejutkan? Sejujurnya, ia sudah tidak terkejut mengenai apa pun yang berhubungan dengan Istana Linghun. Ia sudah tahu sejak awal.


"Lalu kau dan kakakmu adalah keluarga Kekaisaran Wyvernia. Kau tahu apa artinya? Apa kau tidak takut?"


"Lalu?" Gu Yuena sudah bosan dengan pernyataan ini. Nyatanya, ia adalah seorang penyihir dan telah berada di sini sejak lama tanpa rasa takut.


"Meskipun kau tidak peduli, tapi aku peduli. Aku bergabung dengan Assassin Guild, perkumpulan para assassin Mereka memiliki banyak informasi rahasia yang tidak diketahui banyak orang. Ada yang mengatakan, bahwa kakakmu terlihat di Wyvernia."


"Kakakku? Bagaimana kau bisa yakin?" Gu Yuena ragu. Pasalnya, Su Churan dan Gu Yuan tidak pernah betemu dan seharusnya tidak saling menhenal. Ia juga tidak pernah mengungkit kakaknya.


"Dengarkan aku baik-baik. Kita harus mencari kakakmu segera. Kabar ini sudah diketahui oleh beberapa istana. Meski keberadaanmu tidak diketahui, kakakmu cukup mencolok di Wyvernia. Kau pasti sudah tahu mengenai Putri Vanya."


Wajah Gu Yuena menjadi datar seketika. "Kau sudah tahu hal ini, apa kau tidak berpikir bahwa aku sama sepertinya?"


Su Churan tersenyum kecut. "Kau adalah temanku, aku tidak akan berpikir seperti itu. Meski kau adalah anak Putri Vanya, kau tetaplah Gu Yuena."


"Jadi mengapa jika beberapa istana mengetahuinya?" Gu Yuena bertanya.


"Ini adalah hal buruk. Mungkin kakakmu akan aman jika terus berada di Wyvernia, tapi dia akan dalam bahaya begitu keluar dari Ibu Kota." Su Churan bicara dengan serius.


Gu Yuena diam untuk beberapa saat, menutupi keterkejutannya. Kakaknya ... pasti dalam bahaya besar.


Seperti yang dikatakan Su Churan, identitas Gu Yuan terungkap oleh beberapa istana. Itu sebabnya, Gu Yuan tidak pernah muncul dan delegasi antara Istana Yinyang dan Istana Yuansu dihadiri oleh perwakilan lain beberapa waktu lalu. Yang menunjukkan, perkataan Su Churan bisa jadi benar adanya.


"Apa guild kalian bisa melindunginya?" Gu Yuena melihat Su Churan dengan harapan. Ia tidak bisa keluar sekarang, atau segalanya akan merepotkan. Ia masih belum cukup kuat.


"Untuk ini ... ada beberapa hal yang sulit dijelaskan." Su Churan merasa ragu. Tidak mungkin guild akan melindungi orang yang sedang diincar tuan mereka.


"Apa itu?" Gu Yuena ingin tahu.


"Aku bukan sepenuhnya anggota guild. Guild kami dipimpin oleh seseorang yang sangat kuat, aku tidak bisa memberi keputusan begitu saja. Aku memberitahumu, karena mereka juga sudah tahu dan sedang mencari kakakmu."


Gu Yuena mengepalkan tangannya begitu mendengar ucapan Su Churan. Kakaknya ... akan dalam bahaya besar. Apa yang harus ia lakukan?


"Entahlah."


"Bagaimana dengan Luo Yi?"


"Mereka tidak mengatakan kakakmu bersama Luo Yi. Setahuku, seharusnya Luo Yi sedang bertugas sebagai pengawas ujian halaman dalam Akademi Yinyang."


Luo Yi tidak ada hubungannya dengan ini. Tapi bagaimana dengan yang lain? Apa Luo Youzhe mengetahuinya? Bahkan Su Churan mengetahuinya.


"Kita tidak ada banyak waktu." Su Churan berkata dengan cepat.


"Kenapa kau memberitahuku? Bukankah itu pengkhianatan?" Gu Yuena menatap Su Churan curiga. Bagaimanapun, keberadaannya sangat berbahaya. Su Churan bisa diburu bila ketahuan.


Su Churan tersenyum. "Aku dipercayakan seseorang untuk memberitahumu. Kamu tenang saja, aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakitimu, apalagi mengetahui identitasmu."


"Begitu yakin." Gu Yuena tidak percaya.


"Kamu bisa tidak percaya. Tapi ingatlah, kita memiliki musuh yang sama."


Gu Yuena tidak menjawab lagi. Musuh yang sama ... apa maksudnya Istana Linghun? Jelas-jelas ia belum memutuskan untuk menjadi musuh Istana Linghun atau tidak. Apa Su Churan yang begitu bodoh atau memang disengaja?


Su Churan berkata, "Gu Yuena, aku berkata dengan sungguh-sungguh."


Gu Yuena menghela napas. Setelah beberapa saat terdiam, ia pun berkata, "Kita—"


"Gu Yuena."


"...."


Suara itu datang mengejutkan Gu Yuena. Kepalanya menoleh ke asal suara, terkejut melihat kehadiran Yang Xinyuan di dekatnya.


Secara spontan Gu Yuena berdiri, begitu pula Su Churan. Mata Su Churan menyipit sambil melihat pria itu dengan penuh selidik.


"Kau menghilang sejak tadi." Yang Xinyuan melirik Su Churan dengan tatapan bertanya. Yah, meski wajahnya masih saja datar dan dingin.


"Temanku." Gu Yuena menyadari tatapan bertanya Yang Xinyuan. "Dia adalah—"


"Qin Chuan." Su Churan menyebut nama samarannya dengan lancar sebagai perkenalan.


Gu Yuena sempat melihatnya dengan ragu, kemudian mengangguk mengiyakan di depan Yang Xinyuan. Benar, Su Churan berasal dari Klan Su yang telah hancur, harus menutupi keberadaannya sebagai bentuk perlindungan.


"Yuena, kau tidak berkata memiliki teman setampan ini. Boleh memperkenalkannya padaku?" Su Churan berkata dengan senyuman antusias. Ia terlihat seperti Su Churan di Gunung Huo tempo hari, bukan Su Churan yang barusan.


"Dia Yang Xinyuan, kenalan guruku." Gu Yuena memperkenalkannya secara singkat. Toh, ia tidak tahu identitas Yang Xinyuan terlalu banyak.


"Aku pikir dia adalah kakak seperguruanmu, dia tampak hebat." Su Churan berkata dengan riang, terlihat mengagumi Yang Xinyuan. Yang Xinyuan ini sebenarnya memiliki kemampuan untuk bersaing dengan teman sekaligus tuannya itu.


Sayangnya, Yang Xinyuan memilih mengabaikan Su Churan. "Gu Yuena, Tetua Agung sudah menunggumu. Lebih baik kita kembali."


Gu Yuena mengangguk mengiyakan. Ia melirik Su Churan dan memberinya isyarat mata selagi pergi bersama Yang Xinyuan. Ia harap Su Churan memahaminya.


Su Churan melambaikan tangan dengan semangat membara seperti anak-anak. Ia bahkan mengucapkan selamat tinggal dengan lantang, seolah tidak menghiraukan isyarat Gu Yuena.


Tapi lambaiannya berhenti ketika kedua sosok tersebut telah menjauh. Ekspresinya berubah seketika.


"Yang Xinyuan." Ia tampak berpikir sejenak, sebelum akhirnya menggedikkan bahu acuh tak acuh. Sudahlah, yang penting tugasnya sudah hampir selesai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Kau akan pergi keluar? Sampai kapan? Bersama siapa? Kemana? Untuk apa?" Yan Shuiyin bertanya bertubi-tubi setelah mendengar ucapan yang menyatakan bahwa Gu Yuena ingin mengajukan cuti sementara untuk sebuah urusan di luar.


Gu Yuena tercekat akan pertanyaan beruntun itu. Siap-siap saja terkena ceramah dari sang guru.


"Itu ... aku memiliki teman yang mengatakan bahwa kakakku butuh bantuan. Aku harus segera datang."


"Apa bisa dipercaya?" Yan Shuiyin tampak ragu.


"Ya."


"Kemana kalian akan pergi?"


"Wyvernia."


Yan Shuiyin diam sejenak dan menurunkan pandangannya. "Wyvernia ...."


"Apa ada sesuatu?" Gu Yuena bertanya-tanya.


"Bukan apa-apa. Aku akan mengizinkan, tapi kau harus menguasai terlebih dahulu hal yang harus dikuasai sebelum keluar."


Gu Yuena tersenyum lebar. "Aku akan melakukannya."


Yan Shuiyin terlihat berdecak, entah apa yang ia gumamkan. Gu Yuena tidak peduli dan hanya duduk di tempatnya sambil menunggu.


Selagi Yan Shuiyin beranjak mendekati Gu Yuena, ia mengangkat jarinya ke dahi Gu Yuena. Sinar hijau muncul di jarinya, memasuki dahi Gu Yuena.


Sebuah simbol lingkaran sihir muncul di antara alis Gu Yuena, sebelum akhirnya didominasi oleh simbol merah phoenix yang menyerap lingkaran sihir. Pada saat itu juga, Gu Yuena merasakan perubahan besar pada kekuatan spiritualnya.


Di salam alam spiritual yang dipenuhi aura spiritual merah, ia melihat beberapa lingkaran sihir yang berputar di bawah kakinya. Lingkaran sihir yang saling menyatu dan bercahaya, memberi perasaan kuat membuat Gu Yuena tidak bisa bergerak.


"Rasakan dan serap. Gunakan kekuatan spiritualmu untuk menyatukan lingkaran sihir dalam tubuhmu, lalu kuasai baik-baik. Jangan sampai tertelan." Yan Shuiyin memperingati.


Gu Yuena telah mempersiapkan diri untuk ini. Perasaan menerima lingkaran sihir yang berbeda dari sebelumnya, sangat terasa yang membuatnya tidak nyaman. Tapi ia tidak bisa menolak.


Kekuatan spiritualnya mulai berjalan mengikuti arah simbol lingkaran sihir. Dengan ingatannya yang tajam, ia bisa dengan mudah mengingat semua lingkaran sihir yang terlintas di benaknya.


Yan Shuiyin menanamkan lingkaran sihir di tubuhnya, memberi Gu Yuena tambahan kekuatan sihir untuk meningkat lebih cepat. Setelah berendam dengan air obat cukup lama, hasil yang didapat sangat mempengaruhi efek penanaman lingkaran sihir tingkat tinggi ke dalam tubuh Gu Yuena.


Yan Shuiyin telah membuat pelindung di sekitar sehingga energi lingkaran sihir tidak terdeteksi di luar sana. Gu Yuena dapat menyerapnya dengan aman. Sisanya, bergantung pada kemampuan Gu Yuena melakukan penyerapan sihir.


"Jika ingin pergi ke Wyvernia, setidaknya kau harus siap sebagai penyihir," gumam Yan Shuiyin. Ia duduk di kursi dan menuangkan teh untuk dirinya sendiri, lalu menenggaknya sambil menunggu Gu Yuena.


Gu Yuena masih dalam kondisi meditasi, dengan energi berwarna merah yang mengelilingi tubuhnya seperti hembusan angin. Proses yang terjadi tidak akan membutuhkan waktu lama sampai kekuatan spiritual pulih sepenuhnya.


"Kau sangat mirip dengan ayahmu." Yan Shuiyin bergumam lagi dengan nada yang lebih rendah. Tatapannya tampak rumit. "Andai dia masih hidup."


Gu Ying, Raja Istana Linghun, pria yang berambisi dan tidak mudah menyerah akan tujuan hidupnya, dan akan melakukan apa pun untuk melindungi orang yang ia sayangi. Gu Yuena memiliki semangat yang sama seperti ayahnya meski mengetahui hidupnya tidak akan lama. Ini yang dinamakan hidup.


"Kau memiliki putri yang baik." Yan Shuiyin tersenyum tipis. Sebuah kehormatan baginya untuk bisa menurunkan lingkaran sihir khusus yang pernah dimiliki oleh Gu Ying di masa lalu kepada sang putri.


Meski kesannya terhadap Gu Ying tidak banyak, pria itu jauh lebih baik dari ayahnya sendiri yang merupakan sang raja.


Tak butuh waktu lama, proses penyerapan berhasil dilakukan. Sihir merah di sekitar tubuh Gu Yuena semakin pekat dengan tekanan tinggi. Lingkaran sihir tingkat tinggi di tubuhnya telah aktif.


Kedua iris merah Gu Yuena menyala sekilas, sebelum akhirnya menjadi gelap kembali. Ia melihat Yan Shuiyin dengan tatapan cerah.


Perbedaan antara sebelum dan sesudah sangat terasa begitu nyata.


"Untuk sisanya, kamu harus memahami kekuatannya sendiri." Yan Shuiyin tersenyum penuh arti.


Gu Yuena mengangguk. "Terima kasih, Guru."


"Kedepannya, jika kamu tidak bisa menangani bahaya di luar, datang padaku kapan saja untuk meminta bantuan." Yan Shuiyin berkata dengan tulus.


"Baik." Gu Yuena mempercayai Yan Shuiyin sepenuhnya. Baginya, Yan Shuiyin sudah seperti keluarganya.


Selama 3 bulan ini, kedekatannya dengan Yan Shuiyin dan Yan Mi sudah seperti keluarga. Meski awalnya terasa canggung, tanda sadar, ia benar-benar menganggap Yan Mi sebagai neneknya. Nenek yang sangat menyayanginya, dan memarahi Yan Shuiyin bila terlalu keras pada Gu Yuena.


Ini kali pertamanya merasa dimanjakan setelah sekian lama selain dengan kakaknya. Ia tidak akan mengecewakan mereka.


Gu Yuena beranjak dari kursi, lalu setengah berlutut di depan Yan Shuiyin. "Murid tidak akan mengecewakan Guru." Itu adalah sumpahnya.


Yan Shuiyin mendengus dan memalingkan wajah, merasa gengsi. "Sudah kukatakan, jangan berlutut pada siapa pun."


"Tapi kamu adalah guruku." Gu Yuena memasang senyum terbaiknya yang membuat Yan Shuiyin merasa tidak berdaya.


"Sudahlah, berdiri. Aku akan memegang ucapanmu." Yan Shuiyin pada akhirnya menyerah akan ego-nya.


"Guru tinggallah dengan baik. Jangan terlalu banyak minum, itu merusak kesehatan. Aku akan cepat kembali." Gu Yuena memberi pesan dengan sungguh-sungguh.


"Pergilah, aku tidak butuh saranmu." Yan Shuiyin bicara dengan angkuh membuat Gu Yuena tertawa.


"Baiklah, aku pergi. Jaga dirimu baik-baik, dan juga Nenek." Gu Yuena melambaikan tangan dan pergi begitu saja.


Yan Shuiyin tidak mengatakan apa pun. Ia hanya diam, melihat kepergian Gu Yuena melewati portal hijau dan menghilang dari Tanah Tersembunyi.


Perlahan, raut Yan Shuiyin melunak dan memunculkan senyum samar. "Berhati-hatilah. Aku harap kamu menemukan jawabannya."


Tidak ada yang tahu, perjalanan kali ini akan menimbulkan dampak besar bagi kehidupan Gu Yuena.