
"Nona!"
Xiao Hei tiba-tiba berteriak, membuat pandangan Gu Yuena terarah padanya. Xiao Bai di sisi lain mendengus mengejek.
"Hei, apa kau ingin mengadu karena buku-buku itu memukulmu?" Xiao Bai menyinyir.
Xiao Hei mengabaikan nyinyiran kucing putih itu. "Nona, aku menemukan sesuatu."
Gu Yuena menghampiri, sedangkan Xiao Bai yang penasaran juga mengikuti. Sepertinya kucing putih itu masih saja memberi jejak permusuhan pada Xiao Hei.
"Lihatlah, ada banyak informasi tentang darah phoenix dan darah naga." Meski yang sebenarnya Gu Yuena cari adalah informasi tentang penyihir, informasi kali ini tak kalah penting bagi keberlangsungan hidup Gu Yuena.
Gu Yuena mengambil buku tersebut, lalu membacanya sekilas. Alisnya berkerut. "Keterikatan?"
Meskipun ia tahu bahwa untuk mengatasi kekurangan darah phoenix adalah dengan kekuatan darah naga, tetap saja ia tidak tahu adanya keterikatan tersebut.
Gu Yuena mencari tempat yang nyaman untuk membaca, lalu membacanya bersama Xiao Hei dan Xiao Bai di kedua sisinya.
Ada sangat banyak informasi tentang darah naga dan darah phoenix. Semua itu berawal dari hilangnya phoenix yang tertidur, serta kehancuran ras naga. Mereka berpikir bahwa dalang yang menyebabkan kedua makhluk itu hancur adalah iblis.
Tidak ada yang tahu sebab pastinya. Tapi suatu hari, ada bayi laki-laki yang dilahirkan dengan tanda naga di dadanya—seperti tato mungkin. Tanda itu memiliki kekuatan aneh, yang diyakini sebagai kekuatan naga.
Seiring berjalannya waktu, anak itu tumbuh. Kekuatan anehnya semakin jelas. Terlihat seperti kekuatan kegelapan, namun memiliki efek yang berbeda dari kekuatan kegelapan. Korosif seperti api, namun bukan api. Dingin seperti es, namun bukan es.
Anak itu akan mengalami rasa sakit tiap kali kekuatannya bertambah—atau naik tingkat. Rasa sakit itu berbeda dari rasa sakit yang orang awam rasakan. Itu adalah rasa sakit yang luar biasa sehingga manusia biasa akan memilih kematian daripada hidup. Tak jarang pemilik darah naga bunuh diri untuk mengakhirinya.
Selain rasa sakit saat naik tingkat, ada pula periode lemah. Itu dirasakan saat kekuatannya semakin kuat. Semakin kuat kekuatannya, semakin buruk rasa sakit itu sehingga tubuhnya menjadi rentan terhadap serangan. Dalam periode itu, pemilik darah naga tidak bisa menggunakan kekuatannya. Dia bisa dibunuh kapan pun jika tidak ada yang menjaganya.
Kedua hal itu adalah kelemahan darah naga yang dianggap kuat dan tak terkalahkan.
Sedangkan kelahiran darah phoenix tidak menandakan apa pun seolah dia adalah anak normal. Tapi kekuatan darah phoenix sudah aktif sejak mulai mengolah kekuatan spiritual, kekuatannya jauh lebih kuat dan disesuaikan seberapa kuat tubuh menampungnya. Tanda phoenix akan muncul saat usianya mulai dewasa dan berada di situasi krisis sebagai perlindungan.
Itu yang terjadi pada Gu Yuena saat ia akan dibunuh oleh Ting Le. Selain itu, untuk melindungi diri sendiri, darah phoenix akan menghilangkan auranya sehingga terkesan seperti anak biasa dan tidak mencolok. Baik kekuatan maupun keberadaannya, tidak akan dirasakan oleh siapa pun.
Seperti yang sudah diketahui sebelumnya mengenai racun api dari api phoenix, itu adalah salah satu kelemahannya dan akan membunuh pemilik darah phoenix saat usianya mencapai 20 tahun. Di usia itu, manusia akan mencapai fase kematangan saat dewasa, saat itulah racun api akan melahap dan membunuhnya.
Untuk mengatasi semua kelemahan itu—baik darah phoenix maupun darah naga—maka kedua pemilik kemampuan itu harus bertemu. Mereka memang tidak akan saling mengetahui, karena pada dasarnya itu dirahasiakan untuk melindungi diri sendiri.
Ada pula ketertarikan di antara keduanya sehingga tanpa sadar mereka akan saling bergantung. Seperti darah phoenix yang menaruh kepercayaan melebihi apa pun pada darah naga. Itu hanya rasa kepercayaan—entah sebagai teman atau rekan.
Sedangkan darah naga akan memiliki ketertarikan yang kuat pada darah phoenix, baik itu cinta maupun obsesi. Mereka tidak akan menyukai orang lain selain darah phoenix. Itu berkebalikan dengan darah phoenix yang dapat bebas mencintai siapa pun sepanjang hidupnya.
Pada dasarnya, darah naga dilahirkan dengan hati yang dingin. Ia tidak akan memiliki perasaan khusus selain rasa kekeluargaan pada kekuarganya atau rasa berhutang pada seseorang. Sisanya, darah naga tidak akan mengenali perasaan lain. Itu yang membuat pemilik darah naga merasa darah phoenix itu spesial.
Untuk menyelesaikan kelemahan masing-masing, mereka harus menyatukan kekuatan spiritual melalui hubungan intim. Baik keduanya akan hidup bersama atau tidak, itu adalah hal lain.
Tapk sejauh ini, hanya ada sedikit pemilik darah naga dan phoenix yang bersatu. Sisanya selalu mati baik dibunuh, bunuh diri ataupun karena takdir.
Gu Yuena merenungkannya. Posisinya saat ini sedang duduk di lantai sambil bersandar pada meja bersama dua kucing kesayangannya. Mengetahui semua fakta ini, ia memiliki beberapa dugaan.
Kepercayaan yang dimaksud ... ia pernah merasakannya.
Tapi bagaimana jika ia memiliki kepercayaan yang sama pada dua orang sekaligus? Seumur hidup, ia sangat pelit memberi kepercayaan karena terus dikhianati.
Terlepas dari kakaknya, apa Bai Youzhe dan Yang Xinyuan masuk dalam hitungan?
Meskipun Gu Yuena sering bertengkar dan mengatakan bahwa ia tidak mempercayai Bai Youzhe, tetap saja ia tidak bisa menyangkal perasaan yang jauh di lubuk hatinya. Seperti ketika ia percaya begitu saja bahwa Bai Youzhe tidak akan memhunuhnya, padahal jelas-jelas mereka adalah musuh.
Yang Xinyuan tidak perlu dipertanyakan lagi. Walau kadang Gu Yuena kesal, ia langsung memberi kepercayaan di saat pertemuan pertama. Bukankah itu aneh?
Apa ada dua darah naga di dunia ini?
"Hah, benar-benar sial." Gu Yuena melepas buku itu begitu saja dan menghela napas panjang. Bagaimana ia bisa terjebak dalam kisah fantasi menyebalkan ini?
"Nona, apa kamu tahu sesuatu?" Xiao Bai bertanya.
"Lupakan. Aku tidak ingin memikirkan hal merepotkan ini." Gu Yuena mendesah.
Pantas saja Bai Youzhe mengajukan pertanyaan aneh saat itu. Antara memilihnya atau Yang Xinyuan. Pantas saja pria itu berkata bisa menyelamatkannya! Kenapa tidak bilang saja sejak awal!
Dunia ini terlalu rumit dan tidak masuk akal.
"Sekarang fokus mencari buku penyihir. Aku harus meningkatkan kekuatanku segera." Gu Yuena berdiri dengan penuh semangat. Ia tidak boleh melewatkan kesempatan ini.
Ketiga makhluk beda jenis itu pergi ke arah yang berbeda untuk menelusuri seluk beluk perpustakaan yang sangat besar. Satu dua hari saja tidak cukup untuk eksplorasi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Langkahnya melaju begitu cepat sampai mengeluarkan suara derap langkah di lantai kayu kediaman.
Pria kurus berseragam pelayan itu berlari begitu cepat ke ruangan kepala keluarga. Ia masuk ke dalam ruangan yang berpintu terbuka, lalu jatuh karena perhentian mendadak.
Gu Shan yang melihat pelayan itu jatuh langsung terheran-heran. "Ada apa denganmu?"
"Tuan Adipati ... di luar ...." Pelayan itu tergagap-gagap, sulit menjelaskan situasinya.
Detik berikutnya, suara teriakan melengking di dalam kediaman. Aura sekitar menjadi gelap. Awan cerah di langit berubah menjadi hitam bagaikan badai besar akan datang.
Gu Shan bangkit dari kursinya, melangkah ke luar ruangan sambil melihat awan yang berubah drastis. Saat berikutnya, sebuah kabut gelap jatuh di halaman, memberi tekanan luar biasa yang menerbangkan segala hal di sekitarnya.
Gu Shan terkejut bukan main. Sedangkan pelayan yang jatuh di belakangnya segera bersembunyi di bawah meja dengan tubuh bergetar.
Ini mimpi buruk!
Gu Shan langsung keluar dan melihat keributan dalam kediaman yang begitu kacau. Para penjaga runtuh begitu cepat akan pusaran angin yang tiba-tiba datang menerjang.
Ketika sebuah kabut hitam melesat ke arahnya, Gu Shan langsung membuat pelindung menggunakan kekuatan spiritual yang membuat kabut itu menembus target begitu saja.
Para prajurit yang bernaung di bawahnya sudah berkumpul untuk melakukan pertahanan. Entah apa atau siapa yang menyerang mereka begitu tiba-tiba. Bahkan prajurit kekaisaran yang berpatroli sudah berkumpul untuk melindungi Adipati Gu.
"Siapa?" Gu Shan sedikit berteriak ke arah kumpulan kabut hitam di depan gerbang kediaman. Ia begitu marah dan takut secara bersamaan.
Siapa yang begitu berani mengusik kediamannya di ibu kota begitu terbuka?
Apa mereka tidak takut pada kekaisaran?
Kumpulan kabut itu menyusut. Tapi bukannya menampilkan sosok manusia, kabut itu justru menampilkan sosok lain bermata merah. Ia seolah tidak memiliki wujud, hanya ada kabut dari atas sampai bawah dengan mata merah yang menyala.
"Tanyakan sendiri, di neraka."
Suara berat sosok itu menggema di dalam kediaman. Pada saat itu juga, beberapa kabut lainnya bermunculan dan menyerbu secara membabi-buta.
Gu Shan sebisa mungkin menggunakan kekuatannya untuk mempertahankan hidupnya. Selirnya di belakang sana sudah mati bersama para pelayan dan penjaga. Para peajurit berusaha mati-matian melawan dan melindungi Gu Shan. Tapi mereka justru berakhir pada kematian.
Kediaman Adipati Gu, berakhir saat itu juga.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ketemu!" Gu Yuena bersorak riang ketika susah payah menemukan barang yang ia cari.
Buku yang ia dapat adalah sesuatu yang berkaitan dengan penyihir. Seperti bagaimana mereka berlatih dan sebagainya—meski tidak begitu lengkap.
Sebenarnya tidak begitu istimewa, karena ia biasa berlatih dengan Yan Shuiyin sebagai penyihir. Setidaknya, ia bisa memahami lebih dalam.
Ketika Gu Yuena akan pergi dan membaca, telinga kanannya tiba-tiba berdengung sampai membuatnya meringis. Dengungan yang sangat tidak nyaman dan menyebabkan rasa ngilu yang menyebalkan.
Pandangannya terarah pada celah rak di mana ia baru saja mengambil buku di tangannya. Sekilas, ia melihat sebuah cahaya emas yang berkilau dengan aura yang berbeda.
Semua buku di sini dilengkapi pelindung yang bercahaya, tapi tekanan di balik celah tersebut begitu kuat. Sepertinya itu adalah sebab mengapa telinga Gu Yuena berdengung barusan.
Sesuatu berusaha menariknya.
Gu Yuena mendekati rak itu, lalu mengulurkan tangan untuk memasuki celah yang cukup dalam. Seperti sebuah lubang yang tidak sengaja terbuka. Bahkan setengah dari tangannya tidak cukup sampai ia hadus meraih lebih dalam.
Sedalam apa lubang rak itu? Jelas-jelas ia tidak menemukan lubang lain di sekitar rak yang tertutup buku.
"Nona?" Xiao Bai melihat dengan bingung.
"Sedikit lagi dapat." Gu Yuena merasa menyentuh sesuatu, tapi begitu sulit didapatkan. Ada rasa panas ketika menyentuh benda itu, tapi ia masih bisa menahannya. Sepertinya itu adalah lapisan pelindung.
Tapi ketika Gu Yuena benar-benar menerobos lapisan pelindung dan menarik benda tersebut keluar, tangan Gu Yuena merasa tersengat dan perih sampai gadis itu melepaskan pegangannya.
Benda itu jatuh ke lantai. Itu adalah sebuah buku.
Sepertinya bukan buku biasa.
Xiao Hei yang baru datang langsung melihat buku yang jatuh itu. Ketika Xiao Bai akan menyentuh buku itu, Xiao Bai merasakan rasa sakit di kulit dan dagingnya sehingga menjauhi buku itu takut-takut.
"Nona, itu adalah kekuatan kegelapan!" Xiao Bai sensitif akan hal tersebut, jadi tidak bisa menyentuhnya.
Sedangkan Xiao Hei dapat menyentuh buku itu dengan santai. Meski ada sedikit rasa panas, ia tidak sampai mengeong seperti Xiao Bai.
Jelas, Xiao Hei adalah kucing neraka, monster iblis di dunia bawah.
Xiao Hei membalik buku itu, dan melihat dengan bingung ketika buku itu ternyata dilapisi oleh segel tertentu yang terlihat seperti akar. Itu terkunci dengan baik.
"Sepertinya kita tidak harus mengambil ini." Xiao Hei melirik nonanya yang terlihat tidak akan mendengarkannya. Ya sudahlah.
Gu Yuena mengambil buku itu, lalu meletakkannya di atas meja. Apa buku ini yang memanggilnya?
"Di dunia bawah, ada beberapa teknik terlarang dengan kekuatan kegelapan yang kuat. Buku ini pasti salah satunya."
"Bagaimana itu bisa di sini?"
"Dunia bawah sedang kacau, banyak monster dunia bawah menyebar ke penjuru dunia. Mungkin salah satunya tanpa sengaja membawa buku ini, lalu ditemukan oleh Istana Yuansu dan disembunyikan. Seharusnya, segel ini adalah segel terkuat Istana Yuansu yang membuat kejutan pada Nona barusan." Xiao Hei menjelaskan secara terperinci berdasarkan apa yang ia ketahui.
"Apa berbahaya?"
"Tergantung bagaimana jenis kekuatan itu sendiri. Ada yang berbahaya, ada yang menguntungkan. Tapi kebanyakan dianggap berbahaya sampai disebut teknik terlarang." Xiao Hei mengatakannya penuh pertimbangan.
"Nona, itu teknik terlarang, sangat berbahaya untukmu." Xiao Bai memberi peringatan.
Tapi Gu Yuena tidak mengindahkannya. Tidak masalah apa itu teknik terlarang atau bukan, ia akan melihatnya.
Gu Yuena membuka segel dengan kekuatan spiritual. Yang dikatakan Xiao Hei memang benar, segelnya terlalu kuat sampai menguras banyak tenaga Gu Yuena.
Tapi Gu Yuena tidak akan gagal begitu mudah. Segel apa pun akan patah dengan kekuatan darah phoenix yang telah melekat dalam tubuhnya.
Akar-akar itu menghilang, memperlihatkan sampul buku kuno yang terbuat dari kulit. Itu memiliki ukiran rumit yang tidak diketahui maknanya. Ketika segel terbuka, aura kegelapan buku itu semakin terasa dan membuka halaman dengan sendirinya.
Gu Yuena agak terkejut, tapi tidak sampai melompat seperti Xiao Bai yang sensitif akan kekuatan kegelapan. Xiao Hei justru terlihat lebih tenang.
"Apa-apaan ini?" Gu Yuena melihat halaman yang berhenti.
Kosong.
Xiao Hei sendiri terdiam. Sedangkan Xiao Bai menganga di bahu Gu Yuena melihat halaman buku yang kosong tanpa tulisan apa pun.
Padahal tadi heboh sekali.
Gu Yuena membalikkan halaman, lalu membuka semua halaman buku. Tapi sama sekali tidak ada isinya. Apa ini semacam prank?
"Ini adalah buku misterius, tentu saja tidak akan semudah itu." Xiao Hei masih yakin. Ia sangat merasakan kekuatan gelap di dalam buku itu. Tidak mungkin hanya prank.
Gu Yuena berpikir sejenak. Ia juga dapat merasakan kekuatan aneh di dalam sana, tidak mungkin isinya kosong. Harus ada kuncinya.
Biasanya, benda misterius apalagi berkekuatan jahat di film-film atau novel membutuhkan cara tertentu untuk membukanya. Baik dengan mantra atau darah ....
Apa dia coba saja?
"Apa yang ingin kamu lakukan?" Perasaan Xiao Bai tidak enak.
Gu Yuena menggigit jarinya, lalu mengusapnya ke halaman buku yang kosong. Ini adalah percobaan, ia juga tidak terlalu berharap.
Tapi siapa sangka, percobaannya berhasil begitu saja.
Bagian merah yang terkena noda darah Gu Yuena menampakkan sebuah tulisan bertinta merah. Mata Gu Yuena membulat saat itu juga.
Xiao Hei tiba-tiba teringat sesuatu. "Sepertinya ini adalah 'buku tanpa isi'. Di dunia bawah, buku semacam ini ada di perpustakaan istana dunia bawah yang diamankan oleh ras naga dari iblis. Darah yang digunakan untuk membuka buku ini akan menjawab semua masalah pemilik darah asalkan berkaitan dengan kekuatan. Karena harus menggunakan darah, buku ini menjadi kosong dan disebut 'buku tanpa isi'."
"Itu ... bukankah itu artinya Nona harus terus menumpahkan darahnya untuk melihat tulisan?" Xiao Bai merasa ngeri.
Gu Yuena tampak diam tanpa mengatakan apa pun. Ia sedang berpikir, mungkin saja buku ini memiliki solusi atas masalah darah phoenix yang mengikatnya. Kemungkinan ia bisa hidup lebih lama tanpa naga.
Gadis itu mengangkat salah satu tangannya, lalu mengeluarkan belati dari ruang spiritual dan menyayang telapak tangannya begitu saja. Hal gila yang dilakukan Gu Yuena menyebabkan dua kucing itu sangat terkejut.
"Apa yang kamu lakukan!" Xiao Bai sangat terkejut dan menahan tangan Gu Yuena.
"Nona, jangan lakukan itu!" Xiao Hei sangat khawatir ketika melihat darah mengalir deras dari tangan Gu Yuena.
"Hanya ingin mencoba peruntungan." Gu Yuena terlihat tidak merasakan sakit. Ia langsung meletakkan tangannya ke atas halaman kosong begitu saja, membiarkan darahnya membasahi kertas yang terbuat dari kulit itu.
Rangkaian kalimat panjang tertulis di atas kertas berdarah dengan tinta merah yang terukir dari darah Gu Yuena. Benar saja, semua jawaban ada di sana.
Ia bisa melewati masa 20 tahun tanpa darah naga.