Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
67. Kediaman Marquess



Belum ada seminggu mereka bertiga melakukan perjalanan yang terasa lambat, Gu Yuena sudah muak duluan.


Tiap kali dua pria itu bertemu, selalu terjadi perang dingin. Kedua orang itu sama-sama 'menghasut' Gu Yuena secara tidak langsung untuk menjauhi satu sama lain. Mereka pikir Gu Yuena anak kecil?


Andai Gu Yuena bisa meninggalkan mereka berdua untuk berperang sepuasnya. Kenapa pula harus berperang di depan matanya?


Kekanakan!


Siapa sebenarnya yang anak kecil di sini? Mereka yang memegang umur kepala dua, tidak beda jauh dengan bocah lima tahun yang memperebutkan mainan. Tapi bodohnya malah menganggap Gu Yuena sebagai anak kecil.


"Haha, padahal pengalaman hidupku tidak beda jauh dari kalian." Gu Yuena menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah mengusir dua pria itu dengan kejam.


Membicarakan umur, di masa lalu, umurnya sudah 20 tahun. Otomatis seharusnya saat ini ia berumur 21 tahun, 'kan? Ia dan Bai Youzhe sepantaran di dunia yang berbeda. Sedangkan Yang Xinyuan 3 tahun lebih tua—sepantaran Gu Yuan.


Jika digabungkan antara umur kehidupan lama dan sekarang, ia jauh lebih tua dari dua pria kekanakan namun berpenampilan dingin itu. Jelas ia kesal dianggap anak kecil!


Lebih baik memikirkan hal yang lebih penting dari pada dua orang aneh itu.


"Xiao Hei, berapa tingkat kekuatanmu?" Gu Yuena melirik Xiao Hei yang sedang menjilat-jilati paw-nya di lantai.


"Miaw—sekiranya aku sudah tingkat 5?" Kucing hitam itu berkata dengan ragu.


"Aku penasaran bagaimana kau berkultivasi. Selain menggunakan buku yang ku'beli' di pasar gelap, bagaimana kau meningkat secepat itu?" Setahunya, seekor monster berkultivasi selama ratusan tahun atau bahkan sampai ribuan tahun untuk menjadi lebih kuat. Xiao Hei termasuk sangat cepat melebihi ekspektasinya.


Apa Xiao Hei adalah sejenis kucing yang berbeda dari kucing lainnya?


Xiao Hei tampak gelagapan akan pertanyaan Gu Yuena. Tidak biasanya Gu Yuena menanyakan hal ini. Apa yang harus ia jawab?


"Kau juga sering menghilang. Aku penasaran, kemana saja kau selama ini?" Gu Yuena menanyainya bertubi-tubi. Ia ingin bertanya akan hal ini, tapi tidak ada kesempatan yang tepat karena pikirannya sudah penuh.


Xiao Hei mengerjap mata, merasa gagu dan ragu ingin menjelaskannya bagaimana. Apa iblis itu memberitahu nonanya sesuatu selagi ia tidak ada?


"Xiao Hei, jangan berpikir untuk mengelak." Gu Yuena menarik alisnya. "Kau ... bukan monster biasa, 'kan?"


"Nona ...." Mata Xiao Hei berkaca-kaca meminta belas kasihan. Ia masih belum siap memberitahu nonanya!


"Aku sudah curiga sejak Qin Haotian menggunakan segel yang hanya digunakan untuk monster tingkat tinggi. Padahal, saat itu jelas-jelas kekuatanmu masih di tingkat 3 serta dengan kekuatan spiritual yang disegel." Gu Yuena awalnya berpikir untuk mengabaikannya.


Tapi ketika ia bertanya mengenai tingkat kekuatan Xiao Hei, kucing itu tiba-tiba saja meningkat begitu drastis. Ia tidak membuat kontrak dengan Xiao Hei, jadi otomatis kekuatan spiritual mereka tidak terhubung dan tidak akan berpengaruh jika salah satu dari mereka naik tingkat.


"Aku tidak akan marah, kau jujur saja." Gu Yuena berkata begitu tenang.


Namun, sikap tenang Gu Yuena itulah yang diwaspadai. Biasanya gadis itu begitu aktif seperti remaja puber, tapi tiba-tiba saja menjadi sangat tenang.


Ini mencurigakan.


"Nona, tidak biasanya kamu begitu tenang." Xiao Hei berkata takut-takut.


Gu Yuena terkekeh. "Tenang? Bukankah aku selalu tenang?"


Itulah yang ditakutkan. Biasanya, jika ada hal yang mengganggu, perempuan itu akan bersikap tenang layaknya bangsawan terhormat dengan senyuman menawan. Bahkan ketika dia menghadapi Qin Haotian dan Lin Susu saat itu, atau bahkan ketika akan bertarung dengan Bai Youzhe, dia terlihat sangat tenang seperti air dengan lidah tajam yang menyakitkan.


Gu Yuena akan membunuh atau melihat kematian seseorang dengan sikap tenang dan senyuman terbaik seolah tidak ada yang terjadi. Tidak ada hiburan atau ketakutan, dia sulit diprediksi.


Kecuali jika Gu Yuena menggunakan pisaunya secara langsung untuk bermain-main dengan darah, barulah ia merasakan kesenangan. Seperti saat itu.


Xiao Hei kenal dengan baik nonanya, jelas dia merasa sangat ngeri melihat sikap itu. Orang lain akan menganggapnya sangat indah dan anggun, tapi dia melihatnya sebagai mode psikopat berhati dingin.


"Nana, kamu di dalam?"


Suara Bai Youzhe memecah situasi mengerikan. Untuk pertama kalinya Xiao Hei berterimakasih pada iblis itu karena telah membebaskannya dari psikopat cantik berhati dingin ini.


Gu Yuena melihat Xiao Hei acuh tak acuh. "Aku menunggu jawabanmu."


Perempuan itu beranjak dari tempat tidur, membukakan pintu untuk melihat pria beriris biru malam yang hadir tanpa diundang.


Padahal orang itu tahu Gu Yuena baru saja mengusirnya dengan kejam dan terang-terangan.


Wajah datar Gu Yuena menunjukkan bahwa gadis itu dalam keadaan suasana hati yang buruk. Tapi Bai Youzhe tidak masalah akan hal itu.


"Tadinya aku ingin mengajakmu ke Istana Tianshuang untuk membahas sesuatu." Bai Youzhe sedang serius saat ini.


Gu Yuena bersedekap dada, dan bersandar pada pintu. "Ada yang bisa kubantu?"


"Kau tahu tentang ibumu?"


"Aku tidak melihatnya lagi sejak lama. Dia sudah mati." Gu Yuena mengataknhya dengan enteng.


"Belum."


Wajah Gu Yuena menjadi sangat serius. "Bagaimana bisa?" Bukankah ibu Gu Yuena mati ketika menyelamatkannya saat kecil?


"Itulah yang ingin kukatakan. Jika kau diberi pilihan, apa kau akan pergi ke Istana Linghun untuk menemui ibumu atau tidak?"


"Bagaimana pun dia ibuku." Gu Yuena diam sejenak, terpikirkan akan sesuatu. "Tunggu, ibuku di Istana Linghun? Dia masih hidup? Sebagai apa?"


Gu Yuena tidak tahu apa pun terkait ibunya sendiri. Ia jadi ingat wanita yang mirip ibunya di ruang gelap itu.


"Ratu Istana Linghun."


Gu Yuena tampak terkejut, lebih tepatnya bingung. "Ratu?"


Bai Youzhe mengangguk pelan. Sebenarnya Gu Yuan mengetahui lebih banyak, tapi ia tidak bisa memberitahu Gu Yuena bahwa Gu Yuan mengetahui keberadaan ibunya.


"Hah, dia seorang putri, wajar saja mencari istana lain untuk menjadi ratu ketika tidak bisa menjadi kaisar di Wyvernia." Gu Yuena membicarakan ibunya seperti membicarakan orang lain. Itu membuat Bai Youzhe bingung.


"Kau tahu, apa saja yang dia lakukan selama bertahun-tahun." Bai Youzhe berniat menjelaskannya, tapi ia merasa ragu ketika melihat Gu Yuena sibuk dengan pemikirannya sendiri.


"Sepertinya aku harus cepat ke akademi." Gu Yuena mengerutkan keningnya. Ia pun menatap Bai Youzhe. "Aku akan mencari kebenarannya. Aku tidak percaya, dia bertindak berdasarkan keinginannya sendiri."


"Aku harap begitu. Tapi bagaimana jika sebaliknya?"


"Itu ... aku tidak tahu." Gu Yuena ragu lagi. "Pasti ada alasannya. Aku mengenal ibuku sendiri, dia tidak seperti itu. Meski dia menikah dengan Raja Istana Linghun, tapi Raja Istana Linghun sudah mati. Pasti seseorang menekannya dari belakang."


Seperti yang diharapkan Bai Youzhe, Gu Yuena akan menyangkal dan mengatakan bahwa ibunya ditekan seseorang. Ia akan membiarkan Gu Yuena mencari tahu sendiri selagi mencari informasi selengkapnya.


"Kau sepertinya tahu banyak, kenapa tidak memberitahuku?" tanya Gu Yuena.


"Ini konflik Istana Tianshuang dan Istana Linghun. Jika ingin mengetahuinya, itu berarti kamu harus masuk ke dalam keluarga Bai." Bai Youzhe tersenyum misterius.


Gu Yuena mengerti maksudnya. Ia pun tersenyum, lalu menutup pintu begitu saja. Ia akan mencari tahu segalanya sendiri.


Ibunya ... tidak mungkin seperti itu.


Sedangkan Bai Youzhe di depan pintu menghela napas. Ia tidak menyalahkan Gu Yuena, melainkan menyalahkan diri sendiri yang tidak bisa menjelaskannya dengan baik.


Andai saja Gu Yuena tahu bahwa Ratu Istana Linghun sendiri yang menjalankan segalanya karena sebuah obsesi.


Apa yang akan dipilih Gu Yuena?


"Kau sedang berusaha membawanya ke dalam pihakmu?" Yang Xinyuan muncul, membawa aura dingin dalam nada bicara dan tatapannya.


"Dia memihak dirinya sendiri," sahut Bai Youzhe, lalu menoleh ke arah Yang Xinyuan. Tatapannya begitu dingin. "Kau tahu sangat banyak."


Entah kenapa ia merasa tidak asing pada Yang Xinyuan. Ia juga tidak bisa memeriksa kekuatan pria itu.


Begitu misterius.


"Kau tidak mengenalnya dengan baik." Yang Xinyuan mendengus, melihat ke arah pintu kamar Gu Yuena yang tertutup. "Dia akan melakukan apa pun yang menurutnya benar. Baginya, keluarga adalah segalanya. Apa menurutmu, dia akan mengkhianati keluarganya sendiri? Menurutnya itu salah."


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Bai Youzhe. Kenapa sangat mengenal Gu Yuena sampai dapat menebak pikiran gadis itu?


"Setidaknya jika aku menjadi dia, aku akan melakukan hal yang sama. Katakan saja bahwa kami mirip." Yang Xinyuan pergi begitu saja meninggalkan banyak pertanyaan di benak Bai Youzhe.


"Mirip?" Bai Youzhe menyipitkan matanya. Apa dia bunuh saja orang itu agar tidak terus mengganggunya?


Ia pun pergi dengan perasaan kesal. Di luar sana, beberapa anggota aliansi assassin yang kebetulan melihat pemandangan itu langsung berkeringat dingin.


Sepertinya iblis tertentu akan melampiaskan rasa kesalnya pada mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Xiao Hei benar-benar gelisah saat ini. Apa dia beritahu saja?


Tapi tiba-tiba sebuah ide terlintas di benaknya. "Daripada aku yang menjelaskannya dan Nona tidak akan percaya, lebih baik melihatnya secara langsung."


Gu Yuena menarik sebelah alis, merasa agak tertarik. "Kenapa aku tidak percaya?"


"Sulit menjelaskannya." Xiao Hei menghela napas lemah. "Untuk mengetahuinya, Nona harus bertemu seseorang yang dapat menjelaskan situasinya."


"Tidak disangka kau memiliki kenalan. Hewan jenis apa?"


"Dia adalah jenis Kucing Salju. Warnanya seputih salju dan terlihat galak. Sayangnya, beberapa tahun yang lalu, dia ditangkap oleh bangsawan dari Wyvernia. Aku baru menemukannya setelah lama mencari."


"Bangsawan? Apa begitu berharga?"


"Untuk menilai berharga atau tidaknya, Nona harus melihat langsung."


"Katakan saja secara langsung bahwa kau meminta bantuanku untuk membebaskannya. Bangsawan mana itu?"


"Itu adalah ... Marquees Gill yang menaungi Kota Wirefall."


"Marquess?" Jabatannya cukup tinggi. Ini tidak akan mudah.


"Ini akan sulit, karena kediamannya dijaga sangat ketat di pusat Wirefall. Mereka memiliki sebagian kekuatan militer Wyvernia, sehingga memiliki pasukan yang besar."


"Itu yang membuatmu kesulitan?" Gu Yuena mengatakannya seraya berpikir. "Kenapa mereka menginginkan temanmu? Apa dia bukan monster biasa?"


"Kami ada di golongan yang sama meski memiliki jenis yang berbeda. Itu sebabnya ...." Xiao Hei tidak melanjutkan ucapannya. Ia tidak ingin mengingat hal mengerikan itu saat ia lepas dari pasukan besar yang menangkap kucing putih itu.


"Sepertinya kalian sangat dekat."


"Tidak, kami hanya sedikit kenal. Aku mencarinya karena berjanji akan menolongnya." Xiao Hei berkata malu-malu.


Gu Yuena mengangguk-anggukkan kepalanya memahami apa yang dikatakan Xiao Hei. Jika ingin keluar dan mengacau kediaman marquess, itu akan sulit. Apalagi ia masih dalam pengaruh segel pikiran.


Kesempatan untuk pergi ke tempat itu nyaris nol.


"Segel pikiran masih melekat di kepalaku, aku tidak bisa pergi jauh."


"Kediaman marquess tidak terlalu jauh. Asalkan kita tidak ada niat pergi dari kota, segel pikiran tidak akan menahan kita."


"Ah, kamu benar." Gu Yuena akhirnya mendapatkan kembali semangatnya. Jikalau ketahuan oleh Bai Youzhe, paling tidak ia akan tiba di tempat ini 'tanpa sengaja' dan hanya perlu sedikit beralasan.


Ia tidak ingin mengandalkan Bai Youzhe lagi. Biarlah ia sendiri yang menyelesaikan masalahnya dan menunjukkan kekuatannya untuk menangani orang-orang seperti itu.


"Baik, kita akan berangkat malam ini."


Apanya yang marquess?


Bahkan Gu Yuena bisa saja menyelinap ke istana sekarang juga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di tengah malam, Gu Yuena menyelinap keluar melalui jendela. Bersama Xiao Hei di bahunya, ia melompat ke bawah sana dari ketinggian lantai dua.


Bangunannya tidak setinggi di dunia modern sehingga mudah mendarat.


Sebelum benar-benar pergi, Gu Yuena melihat ke arah penginapan yang sepi. "Aku akan kembali sebelum fajar."


Asalkan rencananya berjalan dengan lancar, ia akan tiba tepat waktu.


Ia pun melangkah pergi. Ada beberapa kesatria yang berpatroli di sekitarnya sehingga menghambat perjalanan Gu Yuena. Ia bisa saja berteleportasi, tapi dibutuhkan titik koordinat yang tepat untuk muncul dengan aman.


Ia menghindari patroli dan bersembunyi dalam bayang-bayang seperti pencuri.


Sampai akhirnya kesatria yang berpatroli menjauh, ia pun keluar dari tempat persembunyian untuk melanjutkan jalan. Tapi tiba-tiba saja langkahnya terhenti ketika melihat seseorang berdiri tepat di hadapannya.


Gu Yuena tersentak, "Yang Xinyuan! Kau ...."


"Kenapa kau keluar malam-malam? Bagaimana jika ada bahaya—" Yang Xinyuan langsung memarahinya namun Gu Yuena buru-buru menyela.


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan, aku memiliki misi khusus. Sebaiknya kau kembali ke penginapan, aku akan kembali saat fajar." Gu Yuena ingin lari, tapi pria itu malah menahannya dan melemparkan tatapan protes.


"Kau bisa mengatakannya padaku." Yang Xinyuan tidak mau Gu Yuena mengabaikannya. Setidaknya, ia ingin Gu Yuena sedikit bergantung padanya.


"Setidaknya aku bisa menyelesaikannya sendiri. Ini adalah masalah hewan peliharaanku, tidak ingin melibatkan siapa pun." Gu Yuena menolak dengan tegas.


"Kau tahu apa yang kau lakukan? Ini bukan Kekaisaran Yi."


"Aku tahu, oleh karena itu aku berhati-hati." Gu Yuena mendengus kesal, "Baiklah jika kau ingin ikut denganku, tapi jangan ikut campur."


Gu Yuena pun pergi dengan dongkol. Yang Xinyuan tidak mengatakan apa pun lagi, hanya mengikuti Gu Yuena dari belakang. Iris hitam legamnya melihat Xiao Hei yang bersembunyi takut-takut di balik tubuh Gu Yuena.


"Nona, kenapa kamu membawanya?" Xiao Hei keberatan dan berbisik kecil agar tidak kedengaran.


Gu Yuena tersenyum kecut. "Setidaknya selama aku di sana, dia bisa menjagamu."


"Aku?"


Gu Yuena tersenyum misterius. Ia berjalan dengan langkah sedikit cepat agar sampai tepat waktu.


Xiao Hei memberitahu jalannya pada Gu Yuena secara detail, sedangkan perempuan itu hanya berjalan tanpa banyak bicara diikuti oleh pria di belakangnya.


Ketika sampai di kediaman marquess, Gu Yuena menghentikan langkah. Bangunan megah dan mewah di depannya sudah seperti sebuah istana yang dikelilingi oleh pagar tinggi. Benar-benar sesuai harapannya.


Kira-kira di mana kucing itu dikurung?


Ia menutup mata, merasakan berapa banyak napas yang terdapat di dalam kediaman untuk berjaga-jaga.


Sangat banyak.


Terlepas dari kesatria yang berpatroli, ada lebih dari puluhan kesatria yang berjaga di sekitar kediaman, serta ratusan pelayan baik yang terjaga maupun tertidur. Itu pun ia masih belum menghitung keseluruhannya sampai anggota keluarga yang dicampur menjadi satu di kediaman besar ini.


Kediaman yang lebih besar dari milik baron Hills.


Baiklah, Gu Yuena sudah memiliki rencana untuk menyingkat waktu.


Perempuan itu berbalik ke arah Yang Xinyuan. Xiao Hei di tangannya langsung diserahkan begitu saja pada pria itu, membuat Xiao Hei tegang seketika.


"Jaga dia sampai aku kembali." Gu Yuena memberi pesan. Yang Xinyuan jelas keberatan, tapi ketika ia akan protes, Gu Yuena menyelanya, "Jangan rusak rencanaku, ikuti saja alurnya."


Yang Xinyuan menghela napas, "Baik."


Gu Yuena tersenyum, lalu berbalik pergi memasuki kediaman menggunakan teleportasi. Perempuan itu menghilang begitu saja dari hadapan mereka.


"Nona ...." Xiao Hei ingin menangis. Tangan dingin yang memegangnya terasa akan menghancurkannya berkeping-keping jika ia bergerak seinci saja.


Cepatlah kembali!


Gu Yuena tiba di dalam bangunan kediaman utama begitu cepat. Ia melangkah, sambil melihat betapa mewah kediaman milik marquess yang mengingatkannya akan istana di kerajaan Inggris yang pernah ia masuki.


Perempuan itu berada di dalan rumah orang lain seolah ada di rumahnya sendiri tanpa takut penjagaan.


Yah, karena memang itu tujuannya.


"Penyusup! Cepat tangkap!"


Beberapa penjaga langsung mengerubungi perempuan beriris merah darah itu dengan kewaspadaan penuh. Mereka mengacungkan senjata mereka yang runcing ke arah perempuan itu.


Gu Yuena mengangkat kedua tangannya seperti orang menyerah.


"Apa kalian akan membawaku untuk dijadikan makanan monster?" Gu Yuena melihat mereka dengan senyuman antusias.


Mereka semua saling tatap. Apa ada manusia normal yang ingin hukuman dimakan oleh monster?