
"Lagi?" Gu Yuena tidak tahu harus berkata apa. Ia pikir mereka sudah cukup berpesta di istana sampai larut malam. Pagi ini, pelayan membawa pesan dari Mu Xinhuan bahwa dia akan mengadakan pesta di Istana Yuansu malam ini.
Kemarin, Su Churan membawa semua orang untuk berpesta sampai larut malam. Bai Youzhe diajak, tapi seperti biasa pria itu memilih kabur di tengah-tengah jalannya pesta. Gu Yuena sendiri tidak ikut dan memilih diam di istana sambil memulihkan kekuatan spiritual seharian. Bai Youzhe menemaninya.
Gu Yuena sebenarnya ingin ikut, tapi tiba-tiba Huang Jiu datang melaporkan situasi Wilayah Phoenix. Gu Yuena sudah membuat rencana untuk mengatasinya dan akan kembali dalam waktu dekat.
Tapi sepertinya dia tidak bisa pergi ke Dunia Bawah saat ini. Mu Xinhuan dan Shen Jialin membuat perayaan pernikahan mereka, Gu Yuena harus datang. Yah, sekalian merilekskan otak yang ngebul.
Bai Youzhe tampaknya cukup memperhatikan pesta yang diadakan di Istana Yuansu. Ketika mendengar berita itu, ia langsung memesankan gaun baru untuk dipakai Gu Yuena saat pesta.
Gu Yuena jadi curiga ....
"Apa yang kau rencanakan?" tanya Gu Yuena. Mereka berdua sudah ada di kapal terbang menuju Istana Yuansu.
Gaun baru Gu Yuena menjauhkannya dari temperamen kejam dan dingin. Biasanya ia menggunakan pakaian berwarna gelap seperti merah dan hitam, agar darah dari korbannya tersamarkan. Tapi sekarang ia mengenakan pakaian berwarna cerah. Itu warna putih yang kontras dengan warna darah.
Penampilannya sangat cantik seperti dewi yang turun dari langit. Riasan yang digunakan juga terlihat indah tanpa berlebihan atau kekurangan. Sangat cocok untuknya.
Sedangkan Bai Youzhe sendiri mengenakan pakaian yang senada dengan Gu Yuena. Meski itu berwarna putih, masih ada warna hitam yang mendominasi disertai sulaman naga hitam yang indah. Penampilan itu membuat Bai Youzhe lebih terlihat seperti pria yang elegan dan lembut, bukan dingin dan sulit digapai.
Sebenarnya apa yang direncanakan Bai Youzhe?
Bai Youzhe sedikit tersenyum. "Hanya ingin menjadi sesuatu yang berbeda."
Tidak mungkin. Dengan temperamen Bai Youzhe yang perhitungan itu, Gu Yuena tidak percaya tidak ada udang di balik batu.
"Baik jika tidak ingin memberitahu." Gu Yuena juga tidak terlalu peduli.
"Kita akan pergi ke Dunia Bawah setelah ini, tentu saja harus terlihat berbeda. Selain itu, aku memiliki sesuatu yang ingin kutunjukkan." Bai Youzhe tetap pada senyumnya yang menawan. Namun di mata Gu Yuena, pria itu terlalu misterius.
Gu Yuena mengangguk pelan. Sudahlah, seperti ini juga tidak buruk.
Kapal terbang tiba lebih awal dan mendarat di tanah lapang. Roh jahat telah disingkirkan, pembangunan Istana Yuansu menjadi lebih cepat.
Karena istana utama masih berupa reruntuhan, mereka mengadakan pesta di salah satu aula. Tempat ini jadi tidak ada bedanya dengan lokasi bersejarah yang dipenuhi pilar tinggi yang kokoh di antara reruntuhan yang telah diatasi. Udaranya jauh lebih segar.
Gu Yuena telah mengalami tahun demi tahun di Dunia Bawah. Namun, di Dataran Mitian, waktu baru saja berjalan hampir setahun lamanya. Gu Yuena dapat melihat kepingan salju yang datang dari langit dan meraih salah satunya.
Aula yang baru saja selesai direnovasi kini terlihat sangat ramai. Begitu kedatangan Gu Yuena dan Bai Youzhe diumumkan, semua orang memberi penghormatan pada mereka dan memberi jalan.
Yun Qiao sebagai Raja Istana Yuansu datang secara langsung untuk menyambut adik seperguruannya dan sang Raja Istana Tianshuang. Mu Xinhuan dan Shen Jialin sebagai tokoh utama pesta juga menyambut.
Ah, sebenarnya siapa yang tokoh utama pesta di sini? Kenapa semuanya malah mendatangi Gu Yuena dan Bai Youzhe?
Kedatangan Su Churan memecah suasana dan langsung membawa Gu Yuena pergi. Para wanita harus berkumpul untuk bersenang-senang sebagai wanita. Shen Jialin juga sangat bersemangat dan langsung pergi mengikuti.
Kali ini Bai Youzhe tidak merasa keberatan karena seseorang menculik istrinya. Suasana hatinya sedang baik sehingga membuat semua orang curiga bahwa pria itu pasti telah merencanakan sesuatu. Sikapnya berbeda drastis.
Ayolah, Bai Youzhe hanya ingin bersantai sedikit. Mengapa semua orang jadi penuh curiga?
"Xiao Yuena, kenapa dia terlihat mencurigakan?" Su Churan melirik Bai Youzhe dengan curiga.
"Aku pikir hanya aku yang merasa seperti itu." Gu Yuena menghela napas. "Mungkin dia hanya ingin bersantai sejenak sebelum pergi ke Dunia Bawah. Lupakan saja."
"Dia tidak mengatakan apa pun padamu?" Su Churan menatap Gu Yuena dengan tidak percaya.
"Apa yang bisa dikatakan?" Gu Yuena sebenarnya tidak terlalu peduli apa saja yang disembunyikan Bai Youzhe. Asalkan tidak merugikannya dan tidak ada hubungan dengannya.
Su Churan terlihat sangat tidak percaya sampai berdecak beberapa kali. Shen Jialin hanya melihat dengan tatapan bingung. Memang ada apa pada Bai Youzhe? Bukankah pria itu masih normal saja seperti sebelumnya?
"Hei, kalian. Daripada pusing memikirkan pekerjaan, lebih baik bersenang-senang sekarang. Mu Xinhuan yang membayar ini semua, jadi jangan tanggung-tanggung." Shen Jialin memberikan dua gelas anggur pada dua wanita itu. "Nikmatilah."
Tapi sepertinya ada yang mengganggu pikiran Su Churan sehingga berkata, "Xiao Yuena, apa bocah itu memberitahu sesuatu padamu mengenai Istana Penguasa?"
Gu Yuena diam untuk beberapa saat, lalu menyahut, "Aku pernah tinggal di sana, jadi kurasa tidak ada yang perlu dijelaskan."
"Benarkah kau sudah tahu semuanya?" Su Churan terlihat heran.
"Memangnya apa yang kulewatkan?" Gu Yuena penasaran.
Su Churan terlihat ragu sejenak. "Seperti di Istana Tianshuang, di Istana Penguasa ada sangat banyak naga-naga tua dan kolot yang sangat ingin dekat dengan Yang Mulia. Aku pikir tiap istana memiliki orang tua seperti itu."
"Aku tahu." Gu Yuena mengalaminya sendiri saat di Wilayah Phoenix. Bahkan Huang Jiu melaporkan masalah para phoenix tua yang mogok kerja setelah melihat betapa tiran ratu mereka. Untung saja 'belum' dibunuh iblis hati.
"Ada banyak sekali permintaan dari mereka saat Yang Mulia baru tiba di Istana Penguasa. Apa dia tidak pernah cerita?"
Bai Youzhe tidak pernah cerita. Tapi apa itu hal yang benar-benar wajib diceritakan? Gu Yuena berkata, "Tak masalah tidak diceritakan, mungkin saja masa-masa itu adalah masa tidak menyenangkan."
Su Churan mengerucutkan bibir. "Benar, sangat tidak menyenangkan." Mulutnya gatal ingin memberitahu. "Kamu mungkin akan sangat ingin mengetahuinya agar tidak terjadi kesalahpahaman. Aku pastikan, itu terjadi karena desakan dan Yang Mulia tidak bisa membunuh mereka sembarangan meski sangat ingin membunuh."
"Katakan jika tidak ingin memberitahu."
Su Churan buru-buru membujuk, "Xiao Yuena, akan lebih baik jika Bai Youzhe yang memberitahumu secara langsung. Ini sangat penting. Kau bisa bertanya padanya apa yang terjadi 138 tahun yang lalu di Dunia Bawah."
Gu Yuena tidak mengatakan apa pun dan meminum anggur miliknya. Jika Bai Youzhe ingin memberitahu, pasti ia akan diberitahu tanpa meminta. Lagi pula, itu juga bukan urusannya dan sudah berlalu sangat lama. Ratusan tahun, lho. Untuk apa diungkit? Mungkin saja Bai Youzhe sudah lupa.
Jawaban Gu Yuena sudah tertera dari matanya. Su Churan menghela napas, lalu menenggak anggur dan bergumam, "Jangan sampai menyesal dan menyalahkanku karena tidak memberitahu."
Gu Yuena hanya meliriknya sekilas, lalu kembali bersantai sambil menggoyangkan gelas di tangannya.
Tentu saja dia tidak akan mengabaikan ucapan Su Churan. Jika begitu penting, dia akan menunggu sampai Bai Youzhe mengatakannya sendiri.
Meski sebenarnya ia penasaran setengah mati.
Para phoenix tua menuntutnya untuk membangkitkan jiwa Ratu Phoenix terdahulu. Itu sulit dilakukan dibandingkan membangkitkan ayahnya menggunakan 1000 darah pengorbanan.
Masalahnya, jiwa sang Ratu pasti sudah menghilang dan sulit ditemukan. Ia memiliki kekuatan jiwa, tapi dia tidak seberkuasa itu untuk mengendalikan jiwa. Ada harga yang harus dibayar, yakni kehidupannya sendiri.
Gu Yuena jelas tidak akan melakukannya. Lihat saja para orang tua yang ingin memanfaatkannya itu.
"Kakak seperguruan!" Ru Meng melambaikan tangan sambil menghampiri, sedikit berlari. "Apa Kakak tidak ingin bergabung melihat pertunjukkan?"
"Ya." Gu Yuena beranjak pergi bersama Ru Meng melihat pertunjukan yang diselenggarakan. Su Churan di sisi lain hanya mengerucutkan bibir.
Shen Jialin yang memperhatikan sejak tadi tidak memiliki komentar apa pun. Ia pun mengikuti Gu Yuena dan Ru Meng untuk bersenang-senang.
Malam pesta dilewati dengan damai dan penuh kesenangan. Gu Yuena yang lelah merebahkan diri ke atas tempat tidur di dalam kapal terbang sambil berguling-guling malas. Bertemu dengan banyak orang sangat melelahkan.
Bai Youzhe terkekeh. Ia naik ke atas tempat tidur dan menangkap Gu Yuena yang berguling-guling tidak jelas dan mendekapnya.
"Kamu sangat bersenang-senang hari ini." Bai Youzhe telah memperhatikan dari jauh, Gu Yuena sangat akrab dengan saudara seperguruannya dan dapat tertawa lepas seperti kembali ke masa-masa belajar. Waktu berlalu sangat cepat.
Gu Yuena menatap Bai Youzhe dengan senyuman yang terpatri. "Apa kamu tidak pernah akrab pada siapa pun?" Ia tidak melihat Bai Youzhe berbincang seru. Wajahnya terlihat serius setiap saat. Meski tersenyum, senyumnya membuat Yun Qiao sebagai lawan bicara tegang setengah mati.
"Hanya kamu yang membuatku merasa dekat seperti itu. Saking dekatnya, aku tidak bisa melepaskan begitu saja." Darah naga terlahir tanpa perasaan. Selain naluri bertahan hidup dan saling berhutang serta memanfaatkan, tidak ada hal lainnya. Sejauh ini, hanya Gu Yuena yang mampu memberi perasaan baru pada Bai Youzhe.
"Semakin lama kamu semakin pandai bicara manis. Aku ingat bagaimana kau terakhir kali mengutukku."
"Yang mana?"
"Yah, mungkin sudah lupa." Toh, bagi Bai Youzhe sudah ratusan tahun lamanya. Dia hidup sangat lama di Dunia Bawah dan melalui banyak hal.
Bai Youzhe mencubit pipi Gu Yuena dengan gemas. "Aku tidak mungkin lupa masa-masa itu. Aku juga tidak mengutukmu, hanya—"
"Bicara kebenaran? Jahat sekali." Gu Yuena mengerucutkan bibirnya. Bai Youzhe suka memberinya julukan kucing liar dan gadis gila di masa lalu.
Bai Youzhe mengecup bibir Gu Yuena yang cemberut, lalu berkata, "Itu adalah julukan kasih sayang."
"Mana ada julukan kasih sayang seperti mengutuk orang?"
"Baiklah, aku salah. Tidak lagi membicarakan masa lalu." Bai Youzhe menyerah.
Gu Yuena menghilangkan perasaan jengkelnya. Dia menatap Bai Youzhe dan mengusap wajahnya dengan lembut. Ia teringat ucapan Su Churan.
Sebenarnya dia tidak terlalu peduli, tapi dia tidak bisa mengabaikannya. Apa sangat penting sampai Su Churan berkata seperti itu?
Gu Yuena pun berkata, "Jika ada sesuatu yang ingin diceritakan, kau bisa menceritakannya padaku."
Bai Youzhe tersenyum. Meraih tangan Gu Yuena dan mengecupnya secara singkat. "Baik."
Tapi sepertinya Bai Youzhe tidak berniat menceritakan apa pun. Dia hanya bermanja pada Gu Yuena seperti anak anjing. Gu Yuena tidak bisa mengajukan protes atau sejenisnya. Itu adalah hak Bai Youzhe untuk tidak menceritakan masa lalu.
Setidaknya, ini akan menjadi timbal balik yang adil. Gu Yuena juga tidak menceritakan terlalu banyak mengenai masa lalunya. Ia selalu memendamnya sendiri.
Itu tidak penting. Yang penting adalah masa sekarang dan masa depan.
Kapal terbang memasuki pembatas dunia yang terlihat seperti pembatas tipis seperti ilusi. Itu berbeda dari kristal ungu yang dimiliki Gu Yuena.
Pembatas dunia diciptakan dari ruang dan waktu dan menutupnya dengan ilusi seperti sebuah dinding. Tak luput juga dari campur tangan sihir untuk memperkokoh pembatas. Ketika pembatas rusak kala itu, tempat ini penuh dengan retakan dan tidak bisa dilewati.
Ketika masuk ke dalam, dunia terasa berputar dalam ruang dan waktu sebelum menembus batas dan tiba langsung di depan gerbang Istana Penguasa. Entah sudah berapa lama waktu berlau ketika tiba. Waktu di dalam pembatas dunia terasa berhenti sehingga mereka sampai dalam sekejap mata.
Sama seperti ketika Bai Youzhe pergi ke Dunia Bawah saat Gu Yuena masih di Istana Tianshuang. Dia melakukan perjalanan di pembatas dunia sehingga sudah melewati beberapa bulan di Dataran Mitian. Sedangkan bagi Bai Youzhe, itu baru sekejap mata. Beda lagi kalau sudah tiba di Dunia Bawah.
Orang-orang di sekitar gerbang yang melihat kedatangan penguasa mereka langsung membuka gerbang, membiarkan kapal terbang itu masuk ke wilayah naga. Mereka segera mengkoordinir penyambutan yang katanya ratu baru akan datang.
Bai Youzhe dan Gu Yuena muncul di depan pintu. Ini bukan tempat yang asing bagi Gu Yuena, tapi suasananya sangat asing.
Sebelumnya, semua orang mencurigainya sebagai 'Li Nana' dan tidak pernah melepaskan perhatian di tiap inci istana. Seolah dia adalah penjahat. Tapi sekarang, orang-orang yang pernah ia ingat kini memandangnya dengan takjub.
Entah karena penampilan Gu Yuena yang dibuat seperti orang suci atau karena posisinya. Yang pasti, jika mereka tahu siapa Gu Yuena yang sebenarnya, apa mereka akan memandangnya seperti itu?
Sebenarnya itu tidak penting. Gu Yuena juga tidak memikirkannya terlalu lama.
Sejak awal, Bai Youzhe tidak melepaskan genggaman tangannya sampai masuk ke dalam. Bahkan ketika seorang pria berambut putih mendatanginya, Bai Youzhe masih tidak melepas genggaman itu.
"Yang Mulia." Pria itu membungkuk dan memberi salam pada keduanya. Tatapannya terlihat tabah dan memiliki senyuman di bibirnya.
Gu Yuena ingat, pria itu adalah salah satu 'naga tua' yang pernah dilihatnya saat menjadi Li Nana. Meski tampangnya hanya terlihat seperti pria berumur 40an, dia sudah hidup terlalu lama sampai nada bicaranya terdengar kolot dan kaku. Seperti kakek-kakek yang banyak pengalaman.
"Maaf membicarakan hal penting di saat-saat seperti ini. Tapi ini mengenai proyek yang telah dijalankan selama ratusan tahun. Kami membutuhkan Yang Mulia secepatnya." Dia bicara langsung pada intinya, lalu melihat ke arah Gu Yuena. "Yang Mulia Ratu tentu saja bisa beristirahat terlebih dahulu, kami sudah mendekorasi ruangan khusus untukmu sesuai dengan selera Yang Mulia."
Gu Yuena sebenarnya penasaran proyek apa yang sedang dijalankan, tapi ia merasa tidak perlu tahu. Bai Youzhe menatapnya, lalu memberi senyuman dan mengangguk. Yah, pria itu masih tidak memberitahu apa pun sampai sekarang.
Gu Yuena mengangguk patuh dan pergi. Pelayan bawaan pria berambut putih mengantar Gu Yuena untuk melayani selama berada di sini. Sepertinya, posisi pria berambut putih itu cukup penting dalam menangani urusan internal istana.
Jarak menuju istana ratu tidak terlalu jauh. Xiao Hei bertengger di lengan Gu Yuena untuk bermanja, sedangkan Gu Yuena mengusap bulu halusnya. Xiao Bai sampai iri.
Para pelayan yang melihat tidak dapat berkata apa-apa. Melihat seekor monster iblis penjaga begitu patuh di tangan Gu Yuena seperti kucing rumahan, mereka jadi takut jika melakukan kesalahan sedikitpun.
Rumor mengatakan bahwa Ratu Phoenix adalah seorang tiran yang menjadikan rakyatnya sendiri sebagai umpan medan perang. Bahkan dia tidak peduli hidup dan mati seseorang demi keuntungan. Temperamennya juga buruk.
Namun, sosok bergaun putih itu jauh berbeda dari rumor yang beredar. Tidak ada aura membunuh, hanya ada ketenangan dan kemurnian. Bersama sekor kucing kecil di lengannya dengan ekspresi lembut, dia terlihat tidak berbahaya. Seperti dua orang yang berbeda.
Gu Yuena tidak sadar bahwa penampilannya yang sedikit diubah menyingkirkan prasangka tiran yang selama ini ia jaga. Untungnya dia tidak peduli.
Gu Yuena tidak peduli, tapi dua kucing itu peduli. Keduanya langsung semakin manja pada Gu Yuena yang kerepotan untuk menunjukkan bahwa nonanya adalah orang yang lembut dan tidak berbahaya. Kalau takut pada nonanya, maka sifat iblis nonanya akan keluar seperti orang mengejek. Memang tidak bermoral.
Di tengah suasana menyenangkan itu, sepasang iris perak melihat ke arah Gu Yuena dengan pandangan rumit. Kulitnya yang seperti embun menambah daya tariknya disertai helai rambut perak sehalus satin sehingga terlihat sangat indah dan menawan.
Gu Yuena terlihat mencolok di tempat ini. Identitasnya yang tidak biasa membuat banyak perhatian terarah padanya. Wanita beriris perak itu menghampiri dan memberi hormat dengan sopan.
"Yang Mulia Ratu, senang bertemu dengan Anda."
Gu Yuena memandangnya untuk beberapa saat. Melihat penampilan wanita itu, membuatnya teringat pada teman lama. Andai warna matanya adalah biru langit yang cerah.
Ia sedikit mengangguk. Penampilan pihak lain tidak terlihat seperti pelayan, mungkin seseorang yang bertugas di istana seperti pria berambut perak tadi. Gu Yuena juga belum pernah melihatnya.
"Aku adalah Jiang Xixi, telah mengurus Istana Ratu selama bertahun-tahun. Jika Yang Mulia membutuhkan bantuan mengenai Istana Ratu, Xixi akan ada untuk membantu."
"Baik." Gu Yuena tetap pada temperamennya dan pergi bersama para pelayan. Jiang Xixi terlihat memiliki urusan lain, mungkin.
Ketika Gu Yuena pergi menjauhi, Jiang Xixi melihat ke arah kepergian wanita bersurai merah itu. Salah satu sudut bibirnya terangkat sekilas, sebelum akhirnya pergi ke arah berlawanan.
Seorang wanita lainnya berlari menelusuri lorong mengejar Jiang Xixi secara terburu-buru. Ketika berpapasan dengan Gu Yuena, langkahnya berhenti sejenak untuk melihat. Keningnya berkerut dalam-dalam.
"Siapa kau?" tanyanya. Dia sepertinya tertinggal banyak informasi.