Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
35. Arena Peringkat



Entah bagaimana, Luo Youzhe merasa cemas. Rasa cemas itu tertutupi oleh wajah datarnya, tapi tidak dengan pergerakannya yang menghampiri Gu Yuena dan langsung mengangkatnya saat itu juga.


Gu Yuena tersentak. Siapa yang mengangkatnya begitu saja di kamarnya? Apa ia salah kamar?


Karena ruangan yang gelap dan wajah orang itu tidak terlihat tertutupi bayangan cahaya bulan, Gu Yuena tidak mengetahui siapa dia. Tapi satu hal yang pasti, ia mengenali aroma dan napasnya.


"Sudah tahu terluka, tapi tidak ke dokter. Ingin bunuh diri?"


Gu Yuena langsung mengenali suara itu, mengabaikan ucapan kesal pria itu. "Kenapa kau di sini?"


"Apa aku tidak boleh ada di kamarku?" Luo Youzhe membawa Gu Yuena ke tempat tidur, lalu meletakkannya hati-hati.


Ketika berbaring di tempat tidur, Gu Yuena segera merasa sangat lemas dan ingin tidur saja. Ia telah melewati pertempuran sengit dan sulit sampai merasa sangat lelah.


"Sudah lama tidak bertemu, tapi kau datang dalam keadaan seperti ini." Luo Youzhe berkata sambil mengambil beberapa obat dari ruang spiritual.


"Aku sudah terbiasa."


"Nona Gu yang terhormat sudah terbiasa kembali dalam keadaan penuh darah? Kediaman Gu memang tidak biasa," sindir Luo Youzhe.


Gu Yuena mendengus. "Jangan menyindir. Kau tidak mengenalku dengan baik."


"Lalu bagaimana kau mengobati dirimu sendiri di masa lalu?"


"Aku sembuh sendiri," balas Gu Yuena. Ia melihat pria itu.


Kini wajah Luo Youzhe terlihat dengan jelas meski dalam kegelapan. Dengan rambut terurai itu, Luo Youzhe terlihat jauh berbeda dari sebelumnya. Seperti melihat pria yang ia temui di penginapan ketika sedang menindasnya dengan galak.


Gu Yuena melanjutkan, "Kadang orangku membawakan dokter jika tidak sibuk. Kadang aku mengobati diri sendiri."


"Kau tidak memberitahu kakakmu?" Luo Youzhe membersihkan luka di tangan Gu Yuena begitu saja.


Gu Yuena terlihat diam untuk beberapa saat. "Jika bisa, aku ingin mengatakan semua padanya, bahwa aku tidak baik-baik saja." Sayangnya, kakaknya pergi lebih awal meninggalkannya sendiri. Ayah dan ibunya yang paling ia cintai juga sama.


Luo Youzhe melihat Gu Yuena dengan tatapan rumit. Ia tidak tahu apa saja yang dialami Gu Yuena, tapi ia dapat melihat semua rasa sakit dan keinginan bertahan di mata Gu Yuena ketika melihatnya.


"Kau bisa mengatakannya padaku." Mungkin karena Gu Yuena tidak ingin merepotkan Gu Yuan, jadi dia berkata seperti itu.


Gu Yuena memandang Luo Youzhe, tampak terpikirkan sesuatu. Ia heran, mengapa Luo Youzhe mau memberi bahu untuk orang sepertinya? Jelas-jelas mereka adalah musuh.


Ada sesuatu yang membuat Gu Yuena tidak suka. Ia ingin menerima Luo Youzhe, meski mereka sering bertengkar karena hal sepele, tapi ia merasa itu tidak pantas. Ingatlah, rentang hidupnya hanya 2 tahun.


Gu Yuena mengalihkan pandangannya ke tempat lain, lalu berkata, "Pasti aku terkena pengaruh hipnotis cacing pita itu, jangan pikirkan ucapanku."


Luo Youzhe tidak mengatakan apa pun lagi. Ia hanya fokus mengobati luka di kedua tangan Gu Yuena dengan hati-hati, lalu memberinya perban. Karena beberapa alasan, ia tidak bisa menggunakan kekuatan spiritualnya untuk sementara meski hanya mengobati luka Gu Yuena seperti hari itu.


"Kau tidak harus seperti ini. Ingatlah, kita tidak sedekat itu." Gu Yuena berusaha membangun dinding pemisah lebih kokoh. Ia bahkan berkata tanpa menatap Luo Youzhe.


"Ini keinginanku, jadi tidak perlu persetujuanmu." Luo Youzhe bicara dengan nada datar yang membuat Gu Yuena nyaris kehilangan kata-kata.


Hanya saja, Gu Yuena tidak ingin menyerah. "Tapi aku terlibat."


"Aku tidak peduli," balas Luo Youzhe.


Ia menyelesaikan perbannya, lalu menyimpan semua obat kembali ke tempat semula. Ia melihat Gu Yuena sekali lagi, dengan iris biru gelap yang mencolok ketika disinari oleh cahaya bulan. Terlihat seperti danau beku.


"Sudah kukatakan berulang kali. Selain aku, tidak ada yang bisa menindasmu."


"Aku hanya membunuh seekor monster!" Gu Yuena membela diri sendiri. Ia tidak ditindas, kenapa Luo Youzhe menuduhnya ditindas!


"Aku tahu," sahut Luo Youzhe. "Tapi tantangan di arena terlalu beresiko. Wang Liang hanyalah tikus kecil yang tidak perlu diperhatikan, tapi yang lainnya berbeda." Rupanya Luo Youzhe mengkhawatirkan hal itu.


"Kau sendiri sudah cukup kuat, tapi masih berada di akademi yang terdiri dari orang lemah. Apa pun tujuanmu berada di sini, aku tetap akan meraih tujuanku. Aku juga memiliki alasan kenapa harus memasuki Istana Yuansu lebih cepat." Gu Yuena bicara dengan tempo cepat yang membuatnya tidak lagi merasa lelah. Ia bersikap sangat serius. "Apa pun itu, kita menjalani rencana secara terpisah dan tanpa mengganggu."


Luo Youzhe melihat Gu Yuena untuk beberapa saat, sebelum akhirnya sedikit terkekeh meski hanya sebentar.


"Sepertinya hipnotis 'cacing pita' semakin mempengaruhimu, akan lebih baik jika istirahat." Luo Youzhe bermaksud mengakhiri pembicaraan berat ini. Rupanya Gu Yuena masih keras kepala meski dalam keadaan sakit.


"Aku serius." Gu Yuena mendengus. Ia menarik selimut dengan hati-hati takut menyakiti tangannya dan memalingkan wajah karena kesal. Percuma saja berdebat.


Luo Youzhe diam di tempatnya, melihat Gu Yuena yang semakin lama semakin terlelap karena lelah. Ia beranjak, lalu mengambil handuk kecil yang dibasahi sedikit air.


Kembali ke dekat Gu Yuena, ia membersihkan darah monster di wajah Gu Yuena. Meski gadis itu penuh dengan darah, ia tetap cantik. Tapi akan lebih cantik dan polos bila tidak ada jejak darah di wajahnya.


Luo Youzhe membersihkannya perlahan untuk melihat wajah itu lebih jelas. Gu Yuena yang tampak sangat pucat, tidur dengan nyenyak seperti boneka yang polos dan imut.


Tanpa sadar, Luo Youzhe tersenyum melihat wajahnya. Tapi cepat-cepat ia merubahnya kembali menjadi datar, seperti teringat sesuatu.


Ia teringat ucapan Gu Yuena tempo hari.


Jika ia mencintai Gu Yuena, apa benar tidak akan ada kesempatan?


Dengan beberapa alasan, ia pikir Gu Yuena benar.


Hanya satu yang dapat membuat semua harapan menjadi mustahil didapat.


Kematian ....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sejak malam itu, Gu Yuena tidak lagi melihat Luo Youzhe.


Tapi tidak sepenuhnya tidak melihat Luo Youzhe. Kadang mereka bertemu, namun bersikap seperti saling tidak kenal dan menjauh. Kadang juga saling komunikasi, tapi hanya sesaat. Luo Youzhe juga tidak bersikap konyol seperti dulu lagi. Ia menjadi sangat dingin dan singkat bicara.


Gu Yuena tidak tahu alasannya. Harinya dilalui dengan kultivasi penuh tanpa merasakan emosi apa pun seperti dulu. Ia juga merasa, perasaan aneh itu perlahan menghilang selama tidak melihatnya.


Sampai akhirnya 6 bulan dilalui tanpa terasa.


Ujian halaman dalam semakin dekat.


Gu Yuena di halaman akademi, setelah praktek kelas sihir dan elemen, melihat papan pengumuman yang dipenuhi murid-murid halaman luar. Gu Yuena tebak, pasti pengumuman ujian halaman dalam.


Setelah diyakini kerumunan tidak terlalu penuh, Gu Yuena menyelinap dengan tubuh kecilnya ke depan papan pengumuman untuk melihat lebih dekat.


Surat pernyataan dari akademi menyatakan, bahwa ujian halaman dalam kali ini akan diadakan melalui dua proses. Yakni ujian tulis dan ujian kompetisi sebagai final. Untuk 10 besar peringkat akademi halaman luar, akan mendapat hak khusus ketika ujian kompetisi. Hak khusus akan dinyatakan setelah murid mencapai 10 besar sampai penilaian nanti.


Waktu mereka hanya tiga minggu untuk persiapan.


Segera, Gu Yuena berlari ke arena peringkat untuk mengajukan pertandingan. Tidak hanya Gu Yuena, murid lain pun sama.


Selama 6 bulan, peringkat Gu Yuena mengalami stuck karena tidak pernah menantang lagi. Ia menghabiskan waktunya berlatih sendiri dan menggunakan monster sebagai uji coba kekuatannya. Menurutnya, itu yang terefektif untuk melawan murid peringkat 10 besar secara langsung.


Gu Yuena memberi tokennya pada penjaga arena dan mengajukan tantangan untuk beberapa murid secara langsung. Ia berada di peringkat 575 saat ini, menggantikan peringkat Wang Liang, si tikus kecil. Perjalanannya masih jauh.


Tak apa, masih ada waktu tiga minggu. Dalam tiga minggu ini, ia akan meraih 10 besar dengan cepat.


Omong-omong, kultivasi Gu Yuena sudah mencapai tingkat 5 bintang 1. Meski masih awal tingkat 5, bukan masalah baginya untuk bertarung dengan sesama tingkat 5. Ia bisa langsung menantang peringkat atas.


Anggaplah Gu Yuena terlalu gegabah atau arogan, ia tidak peduli. Toh, ia sudah bisa mengalahkan monster tingkat 6 yang setara dengan manusia tingkat 7 dan 8.


"Xiao Yue, kau benar akan menantang peringkat 100 besar secara langsung? Bukankah terlalu ...." Mu Xinhuan merasa bahwa Gu Yuena agak gegabah. Masalahnya, Gu Yuena masih 500 besar!


"Peringkat tidak menentukan seberapa kuat mereka. Selama ini aku tidak menantang, seharusnya aku juga bukan lagi di 500 besar." Gu Yuena bicara dengan enteng. Selama 6 bulan ini, ia lebih dekat dengan Mu Xinhuan dan Shen Jialin.


"Kakak Xinhuan, tidak perlu khawatir. Kakak Yue tidak akan kalah dari mereka." Shen Jialin menyemangati Gu Yuena dengan antusias.


"Omong-omong, kita seumuran. Jangan memanggilku kakak. Panggil saja Xiao Yue seperti yang lain." Entah sudah ke berapa kalinya Gu Yuena berkata demikian.


"Kadang aku suka lupa. Xiao Yue, kau terlihat lebih dewasa dariku sampai aku harus memanggilmu kakak." Shen Jialin menyengir.


Gu Yuena menghela napas. Ia merasa kasihan pada Mu Xinhuan yang menyukai Shen Jialin. Tapi Shen Jialin malah menyukai 'lelaki' seperti 'Gu Yue'. Ini membebaninya.


Andai Shen Jialin tahu identitasnya.


Tapi itu tidak boleh terjadi sebelum waktunya tepat.


Wasit mengumumkan pertandingan Gu Yue dan peserta peringkat 100 besar segera. Gu Yuena langsung menaiki arena, lalu bertanding dalam waktu singkat untuk menyingkat waktu.


Sama seperti Wang Liang, mereka mengecewakan.


Wajah Gu Yuena jelek sepanjang hari karena menemukan lawan yang langsung turu ketika menghadapi tinjunya.


Sepertinya ia terlalu memandang tinggi 100 besar yang bahkan tidak bisa dijadikan pemanasan. Rata-rata kekuatan mereka memang di tingkat 5. Tapi tingkat 5 sudah seperti melawan monster tingkat 2.


Jika murid-murid itu tahu apa yang dipikirkan Gu Yuena, mungkin mereka akan menangis.


Kekuatan Gu Yuena yang dulu dan sekarang jelas jauh berbeda. Tapi sejauh ini, tidak ada yang dapat membuat Gu Yuena menunjukkan sihirnya dan hasil pelatihannya selama 6 bulan. Ia hanya mendekati lawan, lalu memberinya tinju penuh kekuatan sampai terlempar dari arena. Setelah itu, pertandingan selesai.


Itu beelangsung selama berkali-kali sampai 10 pertandingan dalam satu hari. Itu adalah hal mengejutkan bagi seluruh murid halaman luar, yang membuat nama Gu Yue menjadi populer saat itu juga.


Sayangnya, populer bukanlah hal baik. Gu Yuena mulai kehilangan mata pencahariannya karena tidak bisa mendapatkan uang lebih hasil taruhan seperti dulu. Semua orang di halaman luar takut padanya, sehingga tidak bisa memberi tantangan dan taruhan menggiurkan.


Lebih buruknya, para wanita mulai terbirit-birit mendekatinya dengan wajah merah seperti tomat!


Sungguh, Gu Yuena masih normal, sama sekali tidak tertarik pada wanita. Tapi mereka mendekatinya seperti melihat harta karun. Untung saja, Shen Jialin membuat mereka hanya bisa melihat Gu Yue dari jauh.


Tapi tetap saja, rumor yang mengatakan bahwa Gu Yue berkencan dengan Shen Jialin meledak!


Dan yang Gu Yuena kasihani adalah Mu Xinhuan. Gu Yuena tertekan. Apa yang harus ia lakukan untuk meredam rumor?


Apa katakan saja kebenaran bahwa ia menyukai pria?


Tidak salah karena ia adalah perempuan, tapi ....


Kesannya akan menjadi aneh. Bagaimana jika ada pria tidak normal yang mendekatinya?


Sudahlah, lupakan saja rumor tidak mendasar itu. Toh, ia tidak berkencan pada siapa pun.


Segera, Gu Yuena mengincar posisi 10 besar dalam waktu seminggu tanpa memikirkan opini publik.


Mu Xinhuan dengan bakatnya ada di peringkat 40 besar selama 6 bulan ini, sama seperti Shen Jialin. Mereka berdua memang sangat berbakat, Gu Yuena akui itu. Bahkan mereka juga memiliki fans sendiri, meski pada akhirnya Gu Yue lah yang paling banyak memiliki fans.


Di arena 10 besar, penonton jauh lebih ramai dari biasanya. Biasanya pertandingan 10 besar selalu sengit dan penuh semangat, membuat para penonton berteriak keras mendukung idolanya.


Seperti reputasinya, murid 10 besar memang tidak boleh diremehkan. Tapi di tangan Gu Yuena, ia hanya perlu mengeluarkan sedikit sihir untuk membuat mereka turu. Gu Yuena akui, ia akan kalah jika diserang secara berkelompok. Tapi jika sendiri, ia akan unggul.


Sampai akhirnya berada di peringkat 5 besar, pertandingan yang sebenarnya barulah terjadi.


Gu Yuena tidak terburu-buru karena sudah berada di 10 besar, tapi untuk mendapat hak khusus yang lebih besar seperti yang ia ketahui dari petugas setelah menempuh peringkat 10 besar, ia harus memasuki 3 besar.


Ada terlalu banyak syarat, tapi waktunya masih panjang untuk meraihnya. Bukankah hanya tiga minggu dari waktu diumumkan tiba? Ia masih memiliki waktu dua minggu sejak ia memasuki 10 besar untuk meraih 3 besar.


Semakin tinggi peringkat, semakin meningkat kesulitan. Gu Yuena menantang peringkat 5 terlebih dahulu, baru melompat peringkat 3.


Kekuatan murid peringkat 5 adalah es. Sangat berlawanan dengan Gu Yuena, namun itu bukan masalah besar. Untuk melawan seseorang dengan kekuatan es, ia memerlukan kontrol elemen yang kuat untuk menerobos pertahanan es.


Karena yang dilawannya adalah mage, ia hanya perlu menghabiskan serangan sihirnya tanpa terkena efek sihir dan melakukan serangan langsung yang lebih kuat untuk menyelesaikannya dengan cepat.


Serangan lawannya berupa serangan area, sehingga menyebabkan Gu Yuena kesulitan berpindah tempat akibat kontrol area lawan yang sangat kuat. Ditambah, es yang diciptakan mampu membekukan seluruh arena. Sama seperti ketika Gu Yuena membakar seluruh arena. Karena itu, Gu Yuena tidak bisa mendekat untuk memberi serangan fisik.


Hal yang tidak diketahui semua orang, serangan utama Gu Yuena bukanlah serangan dekat. Mereka hanya tahu bahwa Gu Yuena menggunakan sihir jarak dekat dan membutuhkan kontak fisik untuk menjatuhkan lawan dengan cepat, karena selama pertandingan semua trik yang digunakan adalah trik kecepatan dan serangan langsung.


Kali ini, lawannya, si manusia es itu ingin melakukan serangan dari jarak jauh dan mengambil kesempatan dengan membatasi pergerakan Gu Yuena, memecah trik yang sebelumnya Gu Yuena gunakan. Ia cukup pintar.


"Gu Yue, keluarkan semua kemampuan yang kau miliki!" Wanita yang menjadi lawannya itu tersenyum sinis. Ia berpikir bahwa Gu Yuena saat ini sedang bingung dan terpaksa harus menggunakan kekuatannya.


Sayangnya, Gu Yuena masih memiliki banyak kartu as di sakunya untuk dimainkan.


Ia tidak bisa menggunakan trik yang sama, maka ia akan mencoba trik baru yang baru muncul setelah menerobos tingkat. Lumayan untuk percobaan pertama dengan target manusia.


"Kakak, mohon bantuannya." Gu Yuena sedikit mengangkat tangannya. Qi dalam tubuhnya keluar dan memadat membentuk serpihan qi yang runcing dan berjumlah banyak.


Ia sedikit menggerakkan jarinya, menggerakkan serpihan qi yang telah terintegrasi dengan api phoenix hingga membuatnya berwarna merah darah. Ujung runcing serpihan qi itu terarah pada lawan.


Tanpa mengatakan apa pun lagi, Gu Yuena menggerakkan serpihan qi dengan ayunan tangan tanpa menggerakkan kakinya. Andai saja ia tidak dibekukan, ia bisa membuat serangan yang lebih berat dari ini dan meruntuhkan wanita itu dalam satu serangan.


Wanita itu langsung menggunakan esnya untuk menghadang serangan serpihan qi itu. Tapi kontrop Gu Yuena lebih baik, sehingga bisa menghindari es yang hendak menghancurkan serangannya. Ia menerobos pertahanan yang dibuat begitu saja, membuat wanita itu mau tidak mau harus bergerak dari tempatnya untuk menghindari kejaran.


Wanita itu berniat melancarkan serangan langsung pada Gu Yuena. Ia berlari melewati Gu Yuena, lalu menciptakan bongkahan es dari lantai arena ke arah Gu Yuena yang tidak bisa bergerak.


Gu Yuena tidak panik. Ia mengarahkan serpihan qi yang melayang di udara untuk menekan gundukan es yang datang sebagai perisai, lalu memusatkan api phoenix di kakinya agar bebas dari jeratan es.


Setelah bebas, Gu Yuena melompat ke udara dan membiarkan gundukan es itu meluncur melewatinya. Gu Yuena melesat dengan cepat, lalu mengarahkan serpihan qi dengan maksimal dan mengunci target menggunakan kekuatan pikiran.


Kekuatan pikiran penyihir sangat kuat, juga tidak akan meninggalkan jejak. Ia berpura-pura mengucapkan mantra seperti yang dilakukan wanita itu tiap kali menyerangnya dan berhasil mengelabuhi banyak orang dengan sihir bebas yang ia gunakan.


Area serangan Gu Yuena mengakibatkan seluruh es mencair. Semua orang terpana ketika melihat serpihan qi yang penuh api seperti seekor phoenix yang terbang mengitari arena. Warna merah kini mendominasi, udara panas berlangsung cukup lama menguras tenaga wanita es itu.


Gu Yuena tiba di depan wanita itu, lalu membiarkan serpihan qi menyerangnya dari arah berlawanan selagi wanita itu fokus merapalkan mantra ke arahnya.


Ketika serpihan qi akan menghantam punggung wanita itu, sebuah dinding es mencuat dari lantai menghadang serpihan qi yang membara. Wanita itu kembali merapalkan mantra untuk membekukan Gu Yuena, namun cepat-cepat Gu Yuena menarik lengannya dan membantingnya sampai es yang melapisi lantai retak seketika.


Brakkk


Dentuman keras disertai hantaman serpihan qi dan dinding memenuhi arena. Para penonton yang sebelumnya bersorak, terutama pendukung wanita itu menjadi terdiam.


Gu Yuena melihat lawannya yang jatuh sambil menekan lengannya di punggung agar tidak bisa bergerak. Sedangkan serpihan qi telah teracung di berbagai wilayah tepat ke arah wanita itu.


"Maaf jika aku kasar, tapi dalam perang, tidak ada perbedaan antara pria dan wanita." Gu Yuena berkata dengan tenang.


Wanita itu sangat kesal, tapi ia tidak bisa melakukan apa pun. Karena tidak bisa melawan lagi, sedangkan kekuatannya ditekan oleh aura Gu Yuena, ia hanya bisa menghela napas menyerah.


Wasit segera mengumumkan melihat wanita itu menunjukkan tanda-tanda menyerah.


"Gu Yue, peringkat 8 halaman luar, menang!"