
Secawan obat herbal diletakkan di atas meja. Gu Yuena melihatnya termenung, sebelum akhirnya melihat Bai Youzhe yang duduk di depannya sambil menunggu.
"Aku menolak." Gu Yuena bersedekap dada.
"Jika ingin melakukan perjalanan secepatnya, kamu harus minum. Konsumsi qi sebelumnya terlalu ekstrim sampai tubuhmu melemah." Bai Youzhe tidak menyebutkan langsung konsumsi qi yang mana. Tapi Gu Yuena tahu, bahwa pria itu sedang bicara tentang pencabutan paksa lingkaran sihir.
Ia merasa disindir.
"Aku baik-baik saja, sungguh." Kalau bisa, Gu Yuena akan melompat dari ketinggian untuk menunjukkan bahwa ia baik-baik saja. Meski kepalanya sakit dan pandangannya buram, itu bukan apa-apa. Di dunia modern, kondisinya sama seperti mengalami mata minus.
Bai Youzhe sebenarnya tahu, tapi dia terlalu khawatir. Ia sampai memanggil dokter terbaik untuk merawat Gu Yuena selama beberapa hari. Sekarang, ketika wanita itu diminta minum obat, wanita itu malah menolak.
Gu Yuena mendorong cawan itu ke arah Bai Youzhe. "Kamu saja yang minum, aku tidak mau."
"Nana—"
"Aku tidak suka pahit. Terakhir ketika aku minum, aku langsung memuntahkannya."
"Obat yang bagus adalah obat pahit."
"Oh, kalau begitu, aku lebih suka minum racun." Gu Yuena bicara asal. Ia jadi ingat saat-saat ia meminum racun racikannya sendiri. Rasanya sangat buruk. Seharusnya tidak seburuk itu.
Bai Youzhe menghela napas. Pandangannya tertoleh pada Xiao Bai yang datang dari luar membawa sesuatu di giginya.
Kucing itu naik ke atas meja, lalu meletakkan benda itu ke tangan Gu Yuena. Ia berkata, "Permen."
"...."
Semakin lama, kenapa ia semakin merasa bahwa Xiao Bai ada di pihak iblis itu? Xiao Hei sendiri merasa tidak bisa berkata-kata. Dari mana kucing betina itu mendapatkan permen?
"Apa itu racun?" tanya Xiao Hei.
"Permen, bodoh." Xiao Bai memperjelas kata-katanya. Mana mungkin ia membawakan racun.
"Sekarang masalah teratasi." Bai Youzhe menarik sudut bibirnya.
Gu Yuena mendengus. Sudahlah, daripada memperdebatkan hal tidak perlu. Lebih baik meminumnya dan makan permen.
Dengan terpaksa Gu Yuena menenggak dengan cepat. Rasa pahit di lidahnya menguar membuatnya tersiska! Gu Yuena buru-buru makan permen di tangannya dan mencari air untuk diminum. Bai Youzhe langsung memberikannya.
Untung tidak muntah seperti waktu itu.
"Aku akan pergi ke Istana Yuansu setelah ini." Gu Yuena tiba-tiba membicarakan hal serius.
"Baik."
"Ini tidak seperti kamu yang barusan." Gu Yuena mencibir. Barusan Bai Youzhe terlihat sangat memerintah dan tidak bisa ditolak. Sekarang, Gu Yuena memiliki tempat lain untuk dituju sebelum kembali ke Istana Tianshuang, pria itu tidak berkomentar?
"Yang tadi berhubungan dengan keselamatanmu. Aku mana bisa menolelir." Bai Youzhe bicara dengan nada tenang.
"Ada banyak roh jahat berkeliaran di sana, aku datang untuk mengatasinya."
"Kamu bisa melakukannya." Bai Youzhe percaya. Roh jahat itu bukan apa-apa di mata Gu Yuena. Lagi pula, tidak salah pergi ke rumah lama Nana-nya.
Namun, Gu Yuena memiliki pemikiran yang berbeda. Bai Youzhe yang terlalu tenang dan optimis ini membuatnya berpikiran buruk. Apa ada sesuatu yang sedang direncanakan Bai Youzhe?
"Kamu ... tidak memiliki niat terselubung, kan?" Gu Yuena mencoba menebak-nebak.
Bai Youzhe menurunkan senyumnya. "Memangnya aku bisa memiliki niat seperti apa?"
Gu Yuena mencodongkan tubuhnya ke arah Bai Youzhe. "Kamu adalah orang yang licik, mungkin saja ada suatu rencana di kepalamu. Kau baru saja berkata tidak akan melepaskanku, bagaimana bisa membiarkanku pergi ke Istana Yuansu?"
Bai Youzhe menatapnya lekat, lalu terkekeh. "Memangnya kamu akan pergi sendiri?"
"Kamu ikut?"
Bai Youzhe mendekatkan tubuhnya ke arah Gu Yuena, semakin dekat. "Aku mana bisa membiarkan Nana-ku pergi begitu saja. Bagaimana jika kejadian di Klan Ye terulang?"
Kejadian di Klan Ye di mana Ye Suanwu nyaris melecehkan Gu Yuena. Atau lebih tepatnya sudah melecehkannya, meski tidak seburuk yang seharusnya. Itu disebabkan karena jebakan kecil serta kelalaian Gu Yuena yang sedang senang. Kadang, ketika suasana hati Gu Yuena terlalu baik, kewaspadaannya berkurang.
Gu Yuena menegakkan punggungnya. Ia duduk dengan benar, lalu meminum air yang telah disediakan sebelumnya—sebagai cadangan jika ia terus merasa kepahitan.
"Itu tidak akan terjadi lagi, aku jamin." Gu Yuena bersikap normal. Ia beranjak dari kursi membawa dua kucingnya ke tepi jendela. Dua kucing itu sejak tadi hanya memperhatikan interaksi pasangan tertentu.
Pikirannya kembali terarah pada Istana Yuansu. Gurunya meninggal di tempat itu, sedangkan tempat itu kini telah menjadi makam tak terurus.
Tapi mungkin saja masih ada tetua yang mengurusnya meski ada banyak roh jahat berkeliaran.
Ia harap seperti itu.
Bai Youzhe memeluknya dari belakang. Dua kucing itu terkejut dan melompat ke atas tanah karena tidak mau tergencet. Bai Youzhe hanya mencibir melihat mereka yang terus menempel pada Nana-nya.
Tapi Gu Yuena sepertinya hanya memikirkan hal serius. Bai Youzhe melihat ekspresi itu dengan jelas.
Sepertinya ia tahu apa yang sedang dipikirkan Gu Yuena saat ini.
"Istana Yuansu dalam tahap pembangunan kembali. Karena ada beberapa roh jahat berkeliaran, pembangunan dihentikan. Mungkin ketika kamu datang, itu masih berupa bangunan setengah jadi." Bai Youzhe memberitahu apa yang ia ketahui belakangan ini.
Istana Yuansu telah rata, hanya berupa reruntuhan kosong dan menjadi kuburan massal. Membutuhkan banyak waktu untuk membangunnya kembali. Tidak cukup hanya dalam satu tahun.
"Kamu pernah ke sana?" tanya Gu Yuena, menoleh menatapnya.
"Hanya lewat." Bai Youzhe telah mengutus orang untuk mengawasi tempat itu. Kadang, ia juga melintas sesekali jika dibutuhkan. Tapi tidak benar-benar memeriksanya karena waktu yang terbatas.
"Roh jahat yang dimaksud pasti ada hubungannya dengan kekuatan jiwa. Ketika kekuatan jiwa digunakan, itu bisa memanggil roh jahat keluar dari tempatnya dan akan mengotori energi suatu tempat jika tidak dikembalikan atau dimusnahkan. Karena waktunya sudah cukup lama, roh jahat itu pasti menjadi lebih kuat sampai dapat menakuti banyak orang."
"Bagiku, itu tidak lebih buruk dari hantu." Bai Youzhe berkata dengan malas. "Kabarnya mereka dapat mengusik jiwa yang telah meninggal, membuat jiwa tersebut tidak dapat pergi dengan tenang dan ikut bersama mereka. Mereka juga mengganggu manusia dan memakan jiwa manusia untuk menjadi lebih kuat."
"Kalau begitu, aku akan pergi besok." Gu Yuena menjadi semangat.
"Bagaimana semangatmu bisa membara jika berhubungan dengan hal menyeramkan?"
Gu Yuena menyengir, berbalik menghadap Bai Youzhe. "Pada dasarnya aku adalah orang mati, aku tidak takut pada sesuatu berbau kematian. Bermain dengan roh jahat adalah hal yang menyenangkan."
Iris merah Gu Yuena yang jahat itu menyimpan antusias tinggi yang memberi pesona tersendiri darinya. Bai Youzhe tergairahkan karena tatapan itu. Binatang buas dalam tubuhnya terasa ingin keluar.
Gu Yuena mengerucutkan bibirnya. "Tatapanmu terlihat seperti memiliki niat buruk."
"Apa begitu terbaca?" Bai Youzhe tertawa kecil. Ia sama sekali tidak melepaskan tangannya yang melingkari pinggang Gu Yuena. Merasa ingin memeluknya lebih erat seperti akan melebur menjadi satu.
Gu Yuena menarik sudut bibirnya, tersenyum miring. Ia melingkarkan lengannya di bahu Bai Youzhe, lalu mendekatkan wajahnya. Bai Youzhe bertindak terlebih dahulu sebelum Gu Yuena sempat bicara. Dia mendapatkan bibir itu dengan penuh gairah dan menekannya lebih kuat.
Kewarasan Gu Yuena masih ada. Ia sedikit gelagapan, karena Bai Youzhe lebih agresif dibanding biasanya. Bagaimana ia harus bicara jika dibungkam seperti ini?
Ketika Bai Youzhe melepas ciumannya, Gu Yuena barulah bisa bernapas lega dan buru-buru menghentikannya.
"Bai Youzhe, tunggu dulu." Ia menyentuh wajah tampan itu dengan lembut, lalu tersenyum seraya berkata, "Lakukan setelah pernikahan kita." Napasnya masih naik-turun, tapi ia bisa mengendalikan nada bicaranya dengan benar.
Yah, meski terlambat mengatakannya. Tapi setidaknya, Gu Yuena tidak ingin masa lalu terulang lagi.
Bai Youzhe mengerti, jadi tidak mempermasalahkannya. Lagi pula, bukankah hal seperti ini sudah biasa?
"Aku tidak akan kelepasan lagi." Bai Youzhe mencium bibir Gu Yuena untuk beberapa saat, lalu melepas pelukannya dengan enggan.
"Apa aku harus meminta tolong Xiao Bai?" Untuk menyiram Bai Youzhe dengan es. Ini adalah bantuan dari Gu Yuena.
Bai Youzhe tidak tahu harus tertawa atau menangis. Meminta Xiao Bai untuk menyiramnya dengan air es? Ia akan terlihat sangat konyol. Lebih baik tidak.
"Tidak perlu. Kamu tunggulah di sini dan beristirahat dengan tenang. Besok masih harus berangkat pagi-pagi sekali."
Gu Yuena mengangguk patuh.
Setelah Bai Youzhe pergi keluar, Gu Yuena tidak bisa menutupi kekacauannya lagi. Wajahnya memerah, sedangkan ia langsung berhambur ke tempat tidur dan menutup diri dengan selimut.
Gu Yuena agak merasa bersalah. Tapi ia tidak memiliki pilihan lain.
Seharusnya ia terapkan saja sejak dulu.
Untuk sekarang, fokus saja pada Istana Yuansu. Gu Yuena tidak bisa menggunakan kekuatan jiwa secara berlebihan lagi, jadi kemungkinan besar ia bukannya mengembalikan roh jahat ke tempat asal, melainkan memusnahkannya. Ia harus menyimpan tenaga sebanyak mungkin.
Dulu Istana Yuansu sangat cerah dan penuh kemewahan. Mereka memiliki keindahan layaknya surga dengan berbagai sihir yang berkeliaran memenuhi tempat. Sangat indah.
Namun, kini tempat itu telah dilingkupi oleh energi kegelapan. Roh jahat berkeliaran di mana-mana. Memiliki mata merah menyala yang dapat menghisap jiwa manusia yang dilihatnya.
Ketika ada manusia yang tanpa sengaja tersesat di dalam Gunung Huo dan menemukan reruntuhan Istana Yuansu, mereka tidak akan bisa kembali hidup-hidup seolah tersesat dalam kegelapan.
Orang biasa tidak akan bisa melihat dengan jelas. Namun, Gu Yuena dan Bai Youzhe dapat melihat kegelapan di sekitar gunung. Itu telah menjadi hutan kematian yang telah memakan banyak korban.
Gunung Huo adalah wilayah Istana Yuansu. Secara otomatis menjadi tempat bersemayam para roh jahat. Ada segel yang dibuat orang Istana Yuansu di kaki gunung agar tidak ada yang bisa masuk secara sengaja sebagai pencegahan. Tapi tetap saja, beberapa orang akan ditarik masuk oleh roh jahat yang kelaparan. Segel itu tidak dapat bertahan setiap saat.
Ketika Bai Youzhe dan Gu Yuena tiba di depan istana yang sudah menjadi bangunan kosong dan reruntuhan, aura kegelapan sangat terasa di panca indera mereka. Istana itu menjadi sesuatu yang angker dan mengerikan. Ada banyak lumut dan air tergenang, dinding yang semula putih kini menjadi kusam dan rapuh. Ada banyak rayap dan serangga. Tanaman rambat juga di mana-mana, berkeliaran dengan bebas.
Benar-benar hancur.
Gu Yuena hanya bisa menghela napas. Rumah lamanya menjadi seperti ini. Ia kembali teringat kejadian di mana ia dipaksa melihat kematian guru dan sang Raja sebelum berteleportasi.
Ia menutup mata, menahan gejolak emosi di hatinya.
Bai Youzhe menggenggam tangannya, lalu tersenyum hangat. "Kita akan menyelesaikannya."
Gu Yuena mengangguk. Ia melangkah ke dalam istana untuk memeriksa, sedangkan Bai Youzhe memeriksa bagian luar. Sejauh ini, belum ada roh jahat yang mengganggu mereka.
Mungkin setelah keduanya benar-benar berada di tempat yang terpisah.
Gu Yuena di dalam istana tidak melakukan apa pun selain melihat-lihat segala hal yang telah menjadi kenangan lama. Taman yang semula indah dan dipenuhi bunga bermekaran di setiap musim, kini dipenuhi dengan semak belukar dan tanaman liar. Danau yang pernah 'dipijaknya' juga telah menjadi hijau penuh lumut.
Sihir di sana sudah hilang sehingga tidak bisa lagi dilangkahi. Gu Yuena harus terbang ke seberang agar dapat mencapai istana utama.
Ketika mendarat, ia dapat merasakan keberadaan roh jahat yang lebih kuat. Meski pandangannya buram, ia tetap dapat melihat banyak kabut hitam berkeliaran dan memenuhi istana. Ia seolah masuk ke dalam kabut hitam.
Para roh jahat itu berseru dan merasa senang ketika ada mangsa di depan mata. Suara mereka cukup mengerikan dan penuh perasaan jahat. Ketika beberapa dari mereka menyerang Gu Yuena, Gu Yuena mengayunkan tangannya. Hembusan sihir menyebabkan para roh jahat hancur begitu saja seperti kembang api yang menyala.
Kabutnya masih belum hilang. Gu Yuena harus mencari pusatnya agar dapat membasmi kabut beserta roh jahat yang berkeliaran. Dia menggerakkan tangannya untuk membuat medan sihir di sekitar istana.
Karena kekuatannya yang cukup besar, medan sihir tersebut mampu mengelilingi seluruh istana untuk mencari pusat roh jahat. Gu Yuena melangkah lebih jauh, lalu tiba di tempat di mana ledakan hari itu.
Ada lantai teleportasi yang rusak serta lubang besar akibat pertempuran tiga orang kuat lebih dari setahun yang lalu. Lubang besar itu adalah bekas pertempuran di mana Yan Shuiyin dan Raja Istana Yuansu mati di dalamnya.
Melihat ke bawah lubang yang gelap, Gu Yuena melompat ke dalamnya. Tidak terlalu dalam sehingga dia bisa mendarat dengan aman tanpa menggunakan sayap atau menahan kakinya menggunakan qi.
Aura roh jahat di dalam sini terasa lebih kuat.
Ada banyak roh jahat menyerangnya, Gu Yuena berhasil menyingkirkan para penghalang itu menggunakan sihir. Beberapa roh jahat semakin ganas dan menyerang secara brutal. Mereka tidak memiliki kecerdasan dan menyerang secara acak asal bisa mendapatkan manusia untuk berkultivasi.
Namun, mangsa mereka bukanlah manusia sembarang. Mereka hancur begitu saja ketika beberapa pisau terbang melayang di udara menghancurkan mereka berkeping-keping.
Roh jahat sekakin banyak. Gu Yuena tidak bisa terus menghancurkan seperti ini atau kekuatannya akan terkuras. Mereka sangat merepotkan.
"Nona, seharusnya ada sesuatu yang membuat mereka menetap di tempat ini. Mereka sama sekali tidak keluar dari istana seperti terperangkap," ujar Xiao Hei.
"Aku juga berpikir begitu." Gu Yuena menelusuri tempat sambil menyingkirkan roh jahat yang mengganggu.
Langkahnya terhenti di depan salah satu sisi lubang. Ia merasakan adanya jejak sihir yang tertanam di dinding. Itu mengeluarkan sinar hijau yang cukup gelap.
Gu Yuena menyentuhnya. Ada rasa keakraban dalam energi sihir tersebut sehingga membuatnya berkeinginan menariknya. Hanya menggunakan sedikit kekuatan spiritual, ia menarik sihir hijau tersebut dan sampai di tangannya.
Cahaya hijau menyala disertai energi kegelapan yang pekat. Bentuknya seperti lingkaran yang diukir simbol rumit. Gu Yuena mengerutkan kening ketika mengetahui bahwa apa yang ditariknya adalah lingkaran sihir.
Lingkaran sihir bisa diukir sendiri, atau muncul dalam bentuh energi sihir—sama seperti lingkaran sihir yang masuk ke mata Gu Yuena. Biasanya itu dikeluarkan langsung dari tubuh atau diwariskan dengan cara membagi energi. Lingkaran sihir di tangan Gu Yuena adalah jenis kedua.
Terlepas dari Gu Yuena, satu-satunya orang yang menggunakan lingkaran sihir di Istana Yuansu adalah Yan Shuiyin. Lingkaran sihir hijau ini adalah milik Yan Shuiyin. Lingkaran sihir ruang dan waktu.
Adanya kekuatan gelap di sekitar lingkaran sihir membuat wajah Gu Yuena menjadi sangat dingin. Kekuatan gelap itu adalah kekuatan jiwa. Hal itu menegaskan bahwa Yan Shuiyin mati di bawah kekuatan jiwa, lingkaran sihirnya dicabut secara paksa sebelum mati.
Biasanya, lingkaran sihir diletakkan di jantung, seperti lingkaran sihir pertama Gu Yuena. Jika lingkaran sihir ini dicabut begitu saja, maka jantung Yan Shuiyin telah dicabut. Gu Yuena sekakin geram.
"Guru, aku akan membuat mereka membayar secara perlahan," gumamnya. Ia semakin yakin akan kebenciannya terhadap Aula Linghun.
Gu Yuena ingin memasukkan lingkaran sihir tersebut ke sebuah kotak untuk disimpan. Sebelum itu, dia menyingkirkan kekuatan jiwa yang mengotori lingkaran sihir.
Sihir merah menarik semua kekuatan jiwa secara perlahan. Kekuatan jiwa yang tersisa itu terikat dengan aura gelap di sekitar istana serta roh jahat. Bagaimanapun, roh jahat terpanggil oleh kekuatan jiwa Yang Xinyuan.
Gu Yuena baru mengerti. Jejak kekuatan jiwa tidak lepas meski pemiliknya sudah pergi ketika menarik lingkaran sihir dari tubuh Yan Shuiyin. Seperti yang terjadi pada Ketua Klan Luo, kekuatan jiwa yang mengikat energi dan jiwa menyebabkan energi tersebut pasif atau terjebak di waktu yang sama. Selain itu, kekuatan jiwa telah memanggil roh jahat, membuat mereka semua ikut terikat di tempat ini.
Asalkan dapat menyingkirkan kekuatan jiwa di lingkaran sihir, maka roh jahat ini aka bebas dari belenggu dan dapat pergi dari sini. Namun, hal tersebut jelas sangat berbahaya.
"Nona, tenang saja. Roh jahat tidak akan pergi dengan mudah." Xiao Bai berkata dengan yakin.
"Bagaimana kau bisa menjaminnya?" Gu Yuena ragu.
Xiao Bai terkekeh. "Bukankah ada Yang Mulia Bai di luar? Kalaupun roh jahat menjadi agresif, serahkan saja pada Yang Mulia."
Gu Yuena menggeleng-gelengkan kepalanya akan saran Xiao Bai. Meski begitu, ia tidak menyangkal ataupun menolak. Ia tetap fokus memurnikan lingkaran sihir selagi mempertahankan barrier di sekitar tubuhnya dari serangan roh jahat.
Menyingkirkan kekuatan jiwa bukan hal rumit. Apalagi itu tidak sebesar kekuatan jiwa yang menekan jiwa Luo Wei tempo hari. Tanpa menggunakan kekuatan jiwa, Gu Yuena memisahkan kekuatan jiwa dan lingkaran sihir.
Namun, ketika dua energi itu terpisah, Gu Yuena sedikit terkejut ketika tiba-tiba lingkaran sihir melilit telapak tangannya menggunakan sihir hijau. Kekuatan jiwa di tangan kiri Gu Yuena mengendap ke udara, menyatu dengan kabut hitam dan menyebar.
Kekuatan jiwa yang menyebar menyebabkan banyak roh jahat ketakutan dan menjauh dari Gu Yuena. Sedangkan di sisi lain, Gu Yuena tidak bisa melepas lingkaran sihir yang melilit tangannya secara paksa.
Sihir itu melingkari hampir seluruh bagian lengannya. Bagian ujung sihir menusuk kulitnya, terserap ke dalam nadi.
"Jangan ...." Gu Yuena tidak ingin lingkaran sihir terserap ke dalam tubuhnya. Itu adalah peninggalan Yan Shuiyin!
Gu Yuena ingin menghentikan lingkaran sihir itu, tapi Xiao Hei tiba-tiba muncul menghentikan Gu Yuena.
"Nona, jangan panik. Lingkaran sihir telah melakukan penyatuan tanpa bisa dihentikan. Jika dipaksa, maka akibatnya akan sama seperti ketika Nona mencabut lingkaran sihir mata iblis, atau bahkan lebih fatal!"
Gu Yuena terdiam. Ia tidak bisa menerima lingkaran sihir ini, tapi tidak bisa menghentikannya. Itu adalah peninggalan Yan Shuiyin, bagaimana ia bisa menggunakannya sembarang?
"Sebaiknya Nona menerimanya perlahan agar tidak terlalu menyakitkan. Mungkin saja ... Guru Yan meninggalkan ini untuk Nona."
Gu Yuena menggeleng putus asa. Ia menurunkan tangannya, membiarkan lingkaran sihir bekerja penuh dan menekan kabut hitam di dalam lubang. Kabut telah tersingkirkan dari Istana saat itu juga, digantikan oleh cahaya hijau yang menyala.
"Jika ini ditempatkan di mata, mungkin Nona bisa melihat kembali," ujar Xiao Hei.
Gu Yuena menggeleng. "Tidak perlu."
Lingkaran sihir ruang dan waktu tidak akan efektif diletakkan di mata. Fungsinya tidak dapat digunakan secara maksimal. Karena jantung Gu Yuena sudah memiliki lingkaran sihir yang ia ukir sendiri, itu akan menyatu dengan sumsum.
Gu Yuena duduk di tanah, menerima kekuatan lingkaran sihir yang berusaha menerobos sumsumnya. Karena darah phoenix, rasa sakit akibat peningkatan sumsum tidak akan membuatnya menderita. Ia hanya merasa lelah, sampai wajah pucatnya semakin terlihat jelas.
Cahaya hijau menyeruak keluar istana dari langit. Ada banyk roh jahat terdorong keluar oleh cahaya hijau, seperti partikel gunung merapi yang meletus keluar bersama kabut merapi. Hanya saja, kabut merapi itu berwarna hijau gelap.
Bai Youzhe mendongak ke langit istana. Ia berdiri tegak setelah mengambil sesuatu dari reruntuhan yang kacau. Sudut bibirnya terangkat ketika melihat banyak roh jahat mulai mengganas di udara dan akan mendapatkan kebebasan mereka.
Huh, tidak semudah itu.
Benda perak—dari reruntuhan—di tangannya dilempar ke udara. Kekuatan gelap terpancar dari tangan Bai Youzhe menuju benda perak itu, hingga memancarkan sinar perak yang besar seperti barrier di seluruh gunung.
Itu adalah alat sihir yang terlihat seperti batu giok. Tampak mirip giok es, tapi itu tidak mengandung esensi es. Di masa lalu, Bai Youzhe mengambil giok es di Istana Yuansu dan menukarnya dengan segel awan sebagai kompensasi ketika ia kembali. Itulah yang membuat Istana Yuansu bungkam.
Segel awan untuk melindungi Istana Yuansu dari serangan kekuatan spiritual. Itu juga bisa digunakan untuk mengurung roh seperti saat ini, itu bahkan bisa menghancurkannya. Sayang sekali, tidak banyak yang tahu cara menggunakannya dan tidak ada yang sadar bahwa benda seperti itu ada di dalam istana yang sudah menjadi reruntuhan.
Andai rou jahat itu bisa menyentuh barrier yang terbentuk, mereka akan hancur berkeping-keping secara massal. Namun, sepertinya Bai Youzhe tidak diizinkan melihat hal menyenangkan itu.
Ketika kabut hijau menyeruak mengeluarkan seluruh roh jahat, roh jahat itu hanya memiliki beberapa detik untuk bebas sebelum kembali terseret ke dalam kabut. Mereka berteriak keras dan melolong. Mereka menjadi kumpulan kabut yang menyatu dengan sihir hijau di udara sebelum akhirnya melebur bersama sihir merah darah yang menyerang.
Roh jahat itu seperti meledak dan berdarah. Sayangnya, mereka tidak memiliki darah dan warna merah itu bukan darah. Itu adalah sihir yang berhasil menyerap roh jahat untuk menjadi pondasi kultivasi iblis dari Phoenix Iblis.
Cahaya hijau berubah pesat menjadi merah, sebelum akhirnya menghilang bagai tertelan dalam istana. Langit kembali cerah, sedangkan kabut hitam menghilang sepenuhnya.
Bai Youzhe yang melihatnya sama seali tidak terkejut. Ia justru terkekeh. Meski begitu, ia sama sekali tidak menarik segel awan yang ia aktifkan. Iris tajamnya terarah pada sesuatu di belakang yang sedang menunggu.
Bai Youzhe menyipitkan matanya, lalu membuat segel awan menjadi sesuatu yang mengerikan di tangannya. Barrier halus itu berubah menjadi padatan runcing seperti kaca pecah, sebelum akhirnya melesat seperti hujan meteor ke tiap wilayah gunung.
Beberapa sosok di balik bayangan hutan terkejut dan tidak bisa menghindar. Pada saat itu juga, bau darah tercium sangat pekat dan memenuhi gunung kematian.