
Udara dipenuhi oleh kilat sihir yang saling menyambar. Pertempuran yang cukup mempengaruhi keadaan medan perang, sehingga terjadi lebih banyak korban ketika sihir yang meleset jatuh begitu saja.
Huang Jiu telah memimpin pasukan agar menghindari wilayah pertempuran dua orang itu. Ia meminta Xiao Hei yang sebelumnya sibuk dengan penyerang udara untuk lebih fokus melindungi Gu Yuena yang sedang memulihkan diri.
Meski Bai Youzhe telah memberinya barrier pelindung, tetap saja harus bertahan dari serangan yang tiba-tiba muncul dari iblis yang ingin mengambil kesempatan.
Xiao Hei menyanggupi, membiarkan para monster yang menangani sisa iblis menggantikannya. Ia pun mendekat ke arah sosok wanita yang dipenuhi sihir merah di dalam barrier transparan dan menyingkirkan iblis-iblis yang ingin merusak barrier.
"Nona, bertahanlah." Xiao Hei melihat wanita itu dengan gelisah. Ia pun melihat ke langit, di mana dua orang itu tengah bertarung sengit seperti memiliki dendam lama.
Tidak salah, sih.
Bai Youzhe sendiri merasa tidak berada dalam posisi yang baik, begitu pula Tuan Iblis. Tuan Iblis pada dasarnya lebih kuat dari Bai Youzhe. Bayangkan saja sosok iblis ribuan tahun melawan naga yang berusia kurang dari 500 tahun. Bai Youzhe kalah dari segi pengalaman ribuan tahun.
Meski Tuan Iblis tidak dapat memprediksi serangan Bai Youzhe yang merepotkan, ia tetap bisa menghindari dan memberi serangan yang lebih mematikan. Ia bahkan menciptakan kloning menjadi beberapa bagian, membuat Bai Youzhe dikepung dari berbagai arah.
Bai Youzhe tidak asing dengan teknik ini. Jika dipikirkan, sepertinya Tuan Iblis di depannya bukanlah Tuan Iblis yang asli. Tuan Iblis yang asli seharusnya jauh lebih kuat.
Yang palsu saja sudah merepotkan, apalagi yang asli.
Bai Youzhe menebas semua kloning merepotkan itu dengan mudah dan menarget Tuan Iblis. Kloning-kloning itu hanya pengganggu untuk mengalihkan perhatian. Jangan sampai fokusnya teralih.
Pedang Bai Youzhe bergerak sangat cepat dan terbagi menjadi beberapa bagian di udara. Itu menarget Tuan Iblis selagi Bai Youzhe menghilang dari pandangan.
Tuan Iblis menyipitkan mata waspada. Detik berikutnya, sosok Bai Youzhe muncul kembali bersama kedua pedangnya yang diayunkan tepat di dekatnya. Kecepatan serangan Bai Youzhe melampaui apa yang bisa diterima sehingga pedang itu menembus tubuhnya beberapa kali tiap pria itu menghilang dan muncul di tempat yang berbeda.
Itu cukup menguras energi, tapi Bai Youzhe tidak mempermasalahkannya. Melihat Tuan Iblis terluka cukup parah, ia pun menghela napas.
Seharusnya tidak akan semudah ini membunuh pria itu. Dia belum melihat kembali serangan yang lebih menakutkan.
Tuan Iblis yang dipenuhi luka sayatan melihat Bai Youzhe dengan pandangan remeh. Ia tertawa, melihat pria itu dengan iris merah tajam yang menyebalkan.
Bai Youzhe tidak memiliki luka eksternal, tapi luka internalnya juga tidak kecil. Setidaknya, ia memiliki kemampuan regenerasi yang lebih tinggi dari orang biasa. Melihat Tuan Iblis tertawa dengan darah yang mengalir dari tubuhnya, Bai Youzhe menatapnya dengan miris.
Sayang sekali, itu bukan Tuan Iblis yang asli. Penampilan Tuan Iblis yang asli tidak halus seperti itu. Dia lebih mengerikan.
"Bocah, kamu berkembang sangat cepat." Tuan Iblis berdiri seolah semua luka itu adalah ilusi.
"Tidak tahu sejak kapan Tuan Iblis menjadi selemah ini." Bai Youzhe tersenyum mengejek. Ia pura-pura tidak tahu, membuat Tuan Iblis yang memdengarnya ingin muntah darah.
Tuan Iblis secara khusus datang untuk membunuh Gu Yuena, jadi tidak menggunakan tubuh aslinya. Hanya berupa kloning yang lebih kuat saja. Namun, siapa sangka Bai Youzhe akan datang.
"Sepertinya kau sudah mengantisipasi kedatanganku. Kau datang bukan untuk menyelamatkannya, tapi menunggu kedatanganku."
"Tidak perlu bicara jika tidak tahu apa pun." Sebenarnya ucapan Tuan Iblis tidak sepenuhnya salah. Tapi bagian ia datang bukan untuk menyelamatkan Gu Yuena adalah salah!
Ia sudah mengantisipasi kedatangan Tuan Iblis setelah mengetahui ambisi Gu Yuena, itu sebab ia memberi sisik pelindung jantung. Gu Yuena menyinggung Tuan Iblis terlalu jauh. Selain membunuh monster tunggangannya, juga membunuh banyak iblis di Dunia Bawah untuk makanan tulang iblis.
Selanjutnya, ia juga sudah berkata akan menggunakan tangannya untuk meredakan emosi Gu Yuena. Termasuk membunuh Tuan Iblis yang sudah menjadi cita-citanya sejak di Dunia Bawah. Jadi sekalian saja lakukan di sini. Sayangnya, tubuh palsu itu hanya membuang-buang tenaganya.
"Sayang sekali, kau tidak akan memiliki kesempatan untuk membunuhku!" Tuan Iblis tertawa. Tawa yang mengerikan sampai menggema di bawah awan gelap.
Awan gelap di langit semakin menunjukkan kengeriannya disertai guntur yang menggelegar. Sosok bayangan besar di belakang Tuan Iblis palsu itu terbentuk dari kegelapan, menambah suasana sesak dan waspada yang membuat tubuh semua oran bergetar.
Tatapan Bai Youzhe semakin dingin. Sepertinya Tuan Iblis yang asli akan muncul.
Bayangan besar itu tersamarkan oleh awan gelap. Sosok Tuan Iblis menghilang terlahap kegelapan, terbawa oleh arus awan gelap serta kabut hitam yang menggulung seperti pusaran angin.
"Kalian semua akan dimakamkan di tempat ini!"
Suara itu menggema dari langit. Bai Youzhe telah siap akan apa yang muncul di balik kegelapan. Pada saat yang sama, kabut hitam muncul dari tanah membangunkan semua iblis yang gugur dalam pertempuran.
Iblis-iblis itu membuka mata kembali, bangun dan menyerang secara brutal seolah tidak merasakan rasa sakit. Situasi pasukan phoenix semakin kacau akibat bangunnya para iblis yang sebelumnya telah menjadi mayat. Bahkan monster iblis mulai kewalahan.
Ini adalah kekuatan Tuan Iblis yang paling ditakuti ketika dalam peperangan.
Tidak hanya itu. Kabut hitam juga muncul dari langit, menyerang dengan ganas seperti meteor jatuh. Bai Youzhe telah menghancurkan beberapa kabut hitam, tapi jumlah yang turun semakin tidak karuan sampai menghancurkan tanah di bawah sana.
Xiao Hei juga sama kesulitan. Ia dikepung iblis dari berbagai sisi dan terus mengeluarkan tekanan yang dapat membuat banyak iblis terpental. Nonanya tidak boleh diganggu, atau akibatnya akan fatal.
Bayangan besar di langit kini menunjukkan sosoknya. Rambut putih serta berkulit pucat dan bermata merah. Terdapat sebuah pola yang menutupi sebagian wajahnya, sedangkan tanda ras iblis berwarna merah tertera di antara alisnya.
Ia seharusnya adalah pria tampan seperti Tuan Iblis palsu tadi. Namun, pola itu menutupi ketampanannya, membuatnya terlihat mengerikan.
Ini akan menjadi pertempuran yang sulit.
Bai Youzhe yang melihatnya seperti melihat kenalan lama. Ia tidak terkejut seperti orang-orang di bawah sana. Ia justru sedikit tersenyum.
"Bai Youzhe, mati di tanganku adalah kehormatan untukmu!"
Kabut hitam semakin membesar dan menyerang Bai Youzhe. Bai Youzhe menghilang dari tempatnya, lalu menembus kabut hitam itu begitu saja dengan dua pedang yang dihunuskan.
Bayangan naga sekilas terlihat, menyambar Tuan Iblis tanpa memberinya kesempatan menghindar. Ketika dua kekuatan saling beradu, tekanan besar menyebar ke area sekitar dan meruntuhkan banyak orang di bawah sana.
Tuan Iblis menahan serangan besar tersebut, lalu menekankan kekuatan spiritualnya lebih jauh untuk memukul mundur Bai Youzhe. Kekuatannya jelas lebih unggul, membuat Bai Youzhe termundur akan tekanan yang melebihi ekspektasinya.
Kabut hitam itu masih mengikutinya ketika Bai Youzhe mundur cukup jauh. Detik berikutnya, ia merasa seseorang menyentuh bahunya dari belakang. Ketika ia menoleh, sepasang iris merah darah menyambutnya.
"Nana?"
Gu Yuena sedikit tersenyum. Ia tidak sempat mengatakan apa pun ketika serangan Tuan Iblis kembali muncul. Dengan sigap Gu Yuena menggerakkan tangannya, menangkis serangan yang nyaris mengenai dirinya.
"Aku sarankan untuk tidak menjadi bodoh di saat-saat krisis." Gu Yuena mengingatkan.
Nada khas serta ekspresi yang biasa Gu Yuena tunjukkan itu membuat Bai Youzhe tersenyum senang. Sepasang iris merah itu sudah kembali normal. Nana-nya kembali.
"Kau sudah kembali." Jika ini di waktu lain, ia sudah memeluk wanita itu sejak awal.
Bai Youzhe secara alami fokus pada pertempuran. Gu Yuena memiliki area serangan besar dan kontrol area yang sangat baik. Jarak serangannya secara otomatis adalah serangan jarak jauh, sehingga wanita itu berdiri di udara sambil melepas sihir phoenixnya dalam bentuk beberapa bola api yang meluncur.
Bai Youzhe melesat menyerang Tuan Iblis dari jarak dekat, menggunakan dua pedangnya untuk memberi tekanan tunggal dan menghancurkan barrier imun sihir yang mengurangi daya serang Gu Yuena.
Selagi dua pria itu bertarung, Gu Yuena mengaktifkan lingkaran sihir di matanya, membuat salah satu iris merah itu berubah menjadi merah muda.
Pandangannya menjadi lebih tajam seperti memiliki mata ganda. Ia memusatkan serangan ke arah Tuan Iblis, lalu melesat dan menghentakkan cambuk dengan keras sampai mengeluarkan siluet sihir yang menyerang. Beberapa kloning sempat menghalangi, namun itu mudah dihancurkan oleh tebasan cambuk Gu Yuena yang sangat cepat sebelum akhirnya melepaskan phoenix ke arah Tuan Iblis.
Api phoenix berkobar membakar udara. Tuan Iblis sempat terdesak. Di satu sisi serangan Bai Youzhe, di sisi lain seekor phoenix besar menerjangnya dengan penuh niat membunuh. Ia pun menahan dua serangan itu sekaligus tanpa bisa menghindar.
Tekanan itu membuat Tuan Iblis sedikit termundur sampai akhirnya terjadi ledakan akibat terjangan phoenix. Bai Youzhe mundur beberapa langkah, lalu menciptakan bayangan naga yang begitu besar dan membuat medan pembunuh sampai menyebabkan wilayahnya dipenuhi lapisan es. Ketika naga tersebut mengeluarkan raungan yang keras, es-es itu pecah dan melesat ke arah Tuan Iblis yang dipenuhi kobaran api.
Es dan api saling berlawanan, namun akan menghasilkan efek mematikan bila dimanfaatkan dengan baik. Serpihan es itu menembus api dan menciptakan sesuatu yang bersifat korosif ketika menancap di tubuh Tuan Iblis.
Tuan Iblis menyingkirkannya menggunakan kekuatan spiritual, sedangkan phoenix itu terbang di udara sedikit menjauh dari Tuan Iblis. Efek dari bakaran api phoenix menyebabkan jubah pria itu hangus dan menunjukkan sosoknya yang lebih mengerikan.
"Sesuai ekspektasi." Gu Yuena tersenyum kecut. Tuan Iblis sangat menyeramkan saat ini. "Baik, ini yang terakhir." Ia melirik ke arah Bai Youzhe yang tiba di sisinya.
Bai Youzhe sedikit tersenyum padanya, "Dia pergi?"
"Hanya mengurungnya sementara. Berhati-hatilah, aku bisa menggila kapan pun." Jika menggila di saat yang tepat, itu adalah hal bagus. Tapi tidak sekarang, karena ia membutuhkan pikiran yang jernih. Bukankan hanya pikiran yang hanya tahu cara membunuh.
Sekarang Tuan Iblis menunjukkan sosok aslinya, ini sangat merepotkan. Rupanya serangannya masih belum cukup.
Mereka saling pandang seperti mengisyaratkan sesuatu. Detik berikutnya, sosok naga dan phoenix muncul bersamaan sebagai wujud lain dari Bai Youzhe dan Gu Yuena. Dua sosok itu melesat seperti bintang jatuh ke arah Tuan Iblis, sedangkan Bai Youzhe dan Gu Yuena menyerang dari arah yang berbeda.
Gu Yuena menciptakan segel untuk menutup area pertarungan mereka agar tidak mempengaruhi pasukan. Sihir merah muncul dari tanah di beberapa titik, mencuat ke langit dan saling terhubung. Area pertempuran mereka dibatasi oleh segel yang diciptakan Gu Yuena. Itu menguntungkannya dan Bai Youzhe, tapi tidak Tuan Iblis.
Tiap kali Tuan Iblis menyerang, serangannya tidak dapat menembus segel. Tiap kali Gu Yuena meluncurkan serangan, ia selalu menghilang dari dinding segel dan muncul di tempat lain seolah segel itu adalah bagian dari tubuhnya sendiri.
Butuh waktu cukup lama untuk menyiapkannya selama pertempuran sebelumnya berlangsung yang membuat kekuatan spiritualnya terkuras. Namun, hasilnya juga tidak buruk.
Tiap kali Gu Yuena muncul, Bai Youzhe mendukungnya untuk melakukan serangan fatal ke arah Tuan Iblis. Bai Youzhe sendiri kerap muncul di beberapa titik, membuatnya terlihat seperti memiliki lebih dari dua tubuh saking cepatnya dan menciptakan kilatan pedang berjumlah besar dalam satu serangan.
Tubuh Tuan Iblis sangat keras dan sulit ditembus. Ia menghancurkan serangan dengan pedang beratnya. Karena sihir di mata Gu Yuena yang kerap mengganggu fokusnya, ia memutuskan menarget Gu Yuena terlebih dahulu sebelum membunuh bocah merepotkan yang terus menyerangnya.
Tuan Iblis menghindari Bai Youzhe dan terbang tinggi di udara. Gu Yuena tiba-tiba muncul di depannya, melepaskan api phoenix yang memperlambat gerak Tuan Iblis. Ketika Tuan Iblis akan menangkapnya, Gu Yuena sudah menghilang.
Tuan Iblis semakin kesal. Ia mengumpulkan sihir kegelapan di tangannya dan dilepaskan dari langit. Bai Youzhe membuat pelindung, membiarkan sihir itu berlalu melewatinya dan hancur ketika membentur tanah. Namun, hal tak terduga terjadi.
Segel terjadi kekacauan di mana pembatas menjadi serpihan angin yang berputar seperti badai. Gu Yuena keluar dari persembunyiannya. Tuan Iblis sudah menduga kedatangannya dan segera melesat untuk menghancurkan wanita itu segera.
Gu Yuena terpaksa menghunuskan pedang dan meluncur ke arah Tuan Iblis secepat kilat. Bukannya menghindari serangan, wanita itu malah mendekatinya dan menerima serangannya.
Bai Youzhe tepat waktu menciptakan pelindung di sekitar tubuh Gu Yuena. Pedang Gu Yuena nyaris menggores leher Tuan Iblis, sedangkan serangan sihir meledak memisahkan keduanya.
Gu Yuena berhasil bertahan berkat perisai yang Bai Youzhe berikan sebelum ledakan terjadi. Sedangkan Bai Youzhe sendiri mengendalikan segel yang kacau agar menjadi tenang semula.
Segel yang awalnya berwarna merah, kini menjadi biru setelah diambil alih olehnya. Karena adanya kekuatan naga dalam segel, ia melngeluarkan serangan beruntun berupa serpihan qi yang runcing ke arah Tuan Iblis.
Serangkaian serangan itu membuat Tuan Iblis semakin marah. Ia membuat tubuhnya menjadi dua, lalu menyerang kedua orang itu secara bersamaan.
Tuan Iblis menggunakan serangan tunggal pada Gu Yuena sehingga membuatnya tidak memiliki kesempatan melakukan serangan balik. Kecepatannya berkurang, sedangkan pria itu menggunakan pedang beratnya untuk menyerang dari jarak dekat. Phoenix sudah membantunya menyambar orang itu dan membuat serangan sihir yang besar, tapi seperti itu tidak mempan.
Gu Yuena memutuskan untuk mengendalikan phoenix sebisanya bersamaan dengan serpihan qi yang ia buat. Pisau terbang digunakannya dan melesat menyerang Tuan Iblis. Itu berhasil menguras banyak tenaga Gu Yuena.
Akibat kemarahan Tuan Iblis, bahkan Bai Youzhe sulit menanganinya. Ia mengarahkan segel untuk menyerang Tuan Iblis, tapi pria itu tiba-tiba memiliki sesosok bayangan besar yang muncul. Tingginya seperti seekor monster penjaga dan menyentuh ujung segel dengan pedang besarnya. Dalam sekejap, energi dalam segel ditarik ke dalam bayangan hitam itu yang membatalkan serangan Bai Youzhe.
Situasinya semakin tidak terkendali.
Bai Youzhe membiarkan naga menahan bayangan hitam yang terus mengacaukan segel. Jika seperti ini terus, segel bisa meledak dan ketiganya akan terluka. Bai Bai Youzhe maupun Gu Yuena akan mengalami serangan balik.
Di samping itu, Gu Yuena mulai kewalahan. Kepalanya tiba-tiba berdenyut karena kontraksi darah phoenix. Ia memaksakan tubuhnya untuk menerima seluruh kekuatan phoenix dan belum bisa mengendalikannya dengan baik. Oleh karena itu, ia mengalami cedera internal terutama pada kekuatan spiritualnya.
Andai saja pertarungan ini berakhir cepat. Jika tidak berakhir tepat waktu, Gu Yuena tidak yakin bisa tetap berdiri tegak di tempat ini. Waktunya semakin menipis.
Ia membakar tubuhnya sendiri menggunakan api phoenix untuk menyamakan kekuatannya dengan Tuan Iblis. Semakin lama, Tuan Iblis semakin menekannya, membuat Gu Yuena terpaksa menggunakan teknik pengorbanan darah.
Itu adalah teknik penggunaan darah phoenix di mana kekuatannya akan meningkat semakin banyak tekanan yang dihadapi. Namun, itu memiliki batas waktu. Jika melebihi dari batas waktu yang ditentukan, pembuluh darah Gu Yuena akan pecah dan jatuh koma.
Bai Youzhe sadar akan perubahan itu. Ketika dilihatnya aura tubuh Gu Yuena yang semakin kacau, ia menghentakkan pedangnya dengan kekuatan penuh pada Tuan Iblis dan segera melesat ke arah Gu Yuena.
Gu Yuena menahan serangan Tuan Iblis yang begitu menyakitkan. Sayapnya telah tergores sihir kegelapan sehingga mengeluarkan asap hitam seperti habis terbakar. Ketika ia tidak lagi dapat menahan tekanan yang dialaminya, seseorang menarik tubuhnya dan menggantikannya menahan serangan.
Serangan Tuan Iblis meledak saat itu juga. Tekanan itu membawa Bai Youzhe dan Gu Yuena mendarat ke atas tanah. Tanpa melepaskan pegangan, Bai Youzhe mendarat dengan aman bersama Gu Yuena yang sepertinya mengalami serangan balik.
"Nana." Bai Youzhe menatapnya khawatir. Nyaris saja pembulu darah Gu Yuena pecah akibat tekanan yang berlebihan.
Gu Yuena sempat terkejut dan berusaha menetralkan kondisi tubuhnya. Ia menatap Bai Youzhe di depannya. "Aku baik-baik saja." Setidaknya, ia hanya mengalami sedikit serangan balik yang membuat kekuatan spiritualnya habis.
Tuan Iblis lebih kuat dari yang ia kira. Jika tidak ada Bai Youzhe, takutnya ia sudah mati sejak awal. Bahkan Bai Youzhe sendiri tidak bisa mengalahkannya dengan mudah.
Serangan Tuan Iblis tidak berhenti sampai sana saja. Pria itu kembali menjadi satu, lalu mengangkat tangannya ke arah keduanya. Sebuah benda muncul di belakangnya, memiliki ukuran cukup besar serta bola-bola yang saling membentuk lingkaran.
Gu Yuena tidak tahu apa itu, tapi firasatnya mengatakan hal buruk.
Benar saja, sesuatu keluar dari sana. Melesat seperti peluru yang dilepaskan dalam jumlah besar dan pergi ke arah Bai Youzhe dan Gu Yuena.
Mata Gu Yuena dapat melihat benda kecil apa yang dilepaskan. Terlihat seperti peluru, lebih buruk dari itu. Itu bergerigi dan runcing nyaris tak terlihat yang membuatnya menghirup udara dingin.
Target pertama yang diarahkan adalah Bai Youzhe.
"Awas!" Gu Yuena menarik Bai Youzhe dengan kuat sampai pria itu terseret ke belakang, sedangkan Gu Yuena membalikkan badan dan menutup mata.
Benda itu melesat ke punggungnya saat itu juga.