
Pedang semerah darah ditebas tepat pada wajah Tuan Iblis. Pria itu tidak mengangkat tangannya, hanya melihat serangan yang datang. Serangan tersebut terhalang oleh sebuah perisai yang terbentuk di sekitar Tuan Iblis sehingga tidak dapat melukainya sedikitpun.
Gu Yuena merasa kalau serangannya akan sia-sia kalau terus seperti ini. Tiap kali ia menyerang menggunakan pedang, pria itu selalu berhasil menangkis serangannya menggunakan perisai yang tiba-tiba terbentuk, seolah sedang mengejek Gu Yuena. Ia pun menarik pedangnya, menggantinya dengan cambuk.
Kekerasa perisai itu lumayan. Untungnya, Gu Yuena masih pemanasan. Ia pun mulai menggunakn sihir di sekitar cambuknya untuk melakukan serangan.
Sihir yang digunakan Gu Yuena dipadukan dengan kekuatan jiwa dan sihir keabadian, sukses membuat tekanan di sekitar menjadi lebih kuat. Orang biasa tidak akan bisa menahannya. Bahkan Tuan Iblis mulai bereaksi akan perubahan situasi.
Ketika Gu Yuena menghentakkan cambuknya lebih keras, perisai hancur bersamaan dengan Tuan Iblis yang menghindari serangan. Pria itu menggunakan sebilah pedang untuk menahan cambuk Gu Yuena yang muncul secara tiba-tiba. Ia bahkan tidak bisa memprediksi gerakan wanita itu.
Alhasil, Tuan Iblis terpaksa mengeluarkan segenap kekuatannya untuk melawan sihir dan cambuk yang muncul di berbagai arah. Serpihan qi penuh kobaran api melayang di udara seperti serangga terbang, meluncur seperti hujan di area sekitar Tuan Iblis.
Tuan Iblis menahan serbuan serpihan qi. Meski serangan hujan serpihan qi memiliki waktu kurang dari 5 detik, tetap saja itu sangat merusak. Bahkan tanah di bawahnya sudah tidak berbentuk dan menghitam.
Pasukan iblis melanjutkan perang, melawan phoenix dan monster iblis yang sebelumnya sempat terhenti. Selagi mereka mencoba merebut kemenangan, Tuan Iblis dan Gu Yuena bertarung di udara.
Sayap Gu Yuena terus dikepakkan tanpa khawatir akan kehabisan qi. Ia meluncur, menggunakan cambuknya yang sangat panjang dan keras untuk memberi luka dalam. Namun, pedang Tuan Iblis selalu bisa menangkisnya.
Sihir Tuan Iblis mulai muncul, menbentuk kabut hitam di sekitar pedangnya untuk memberi penekanan pada cambuk Gu Yuena. Kabut hitam merebak memberi dampak pada medan area, membuat Gu Yuena kehilangan sedikit mobilitasnya.
Di bawah sana, Xiao Hei gelisah setengah mati. Sambil membunuh beberapa iblis, ia melesat ke udara untuk membantu nonanya menghadapi tekanan Tuan Iblis. Gu Yuena belum pulih, melawan Tuan Iblis secara langsung adalah tindakan bunuh diri.
Saatnya ia berhasil menahan serangan Tuan Iblis yang meleset dari perhatian Gu Yuena, ia langsung menarik wanita itu ke punggungnya dan meraung dengan keras.
Tekanan dalam raungan cukup membuat beberapa iblis yang mengejarnya berjatuhan. Sedangkan Gu Yuena sendiri di punggung Xiao Hei hanya melihat Tuan Iblis dengan tajam.
Beberapa sosok mirip Tuan Iblis bermunculan siap menyerang. Itu adalah kloning.
"Orang ini lebih merepotkan," gumam Gu Yuena.
Xiao Hei tersenyum kecut. "Nona, kamu tahu lebih dari siapa pun."
Kekuatan Tuan Iblis sangat misterius. Ia bisa membelah tubuhnya menjadi banyak kloning, juga bisa menciptakan kegelapan. Bahkan sepertinya dia lebih kuat dari Bai Youzhe dan Yang Xinyuan.
"Kita berpencar. Tangani kloning-kloning ini." Gu Yuena mengepakkan sayapnya kembali untuk menyerang Tuan Iblis yang asli.
Kemampuan sihir di matanya membuatnya tahu mana yang asli dan mana yang palsu. Hal tersebut membuat Tuan Iblis semakin kagum.
Ketika cambuk Gu Yuena melilit pedang Tuan Iblis yang asli, ia pun mendengus. "Kau tidak bisa membuat tipuan untukku."
"Matamu indah." Tuan Iblis menunjukkan senyum menterikan ketika melihat salah satu mata Gu Yuena yang berwarna merah muda. Ia ingin mencungkil mata itu dan dijadikan koleksi.
"Terima kasih." Gu Yuena tersenyum singkat, kemudian mengeluarkan pedang di tangan satunya untuk menyerang. Kali ini, ia menggunakan dua senjata sekaligus.
Tuan Iblis sepertinya sangat suka bermain-main. Ia membiarkan Gu Yuena menyerangnya secara brutal sedangkan ia hanya bertahan. Hanya menunggu hitungan waktu untuk menjatuhkan wanita arogan ini ke jurang terdalam.
Pertempuran itu semakin intens karena langit telah berubah warna menjadi merah. Kekuatan Gu Yuena melonjak sangat cepat dan menyerang tanpa mempedulikan hal lain.
Sisi gelap yang mempengaruhi, membuatnya bertarung menggunakan emosi negatif tanpa ada ketenangan yang biasa dirasakan. Ia gelisah, juga sangat bersemangat sampai melupakan aturan-aturan dalam pertempuran untuk tidak gegabah dan berlebihan.
Berpikir Tuan Iblis berada di situasi yang tidak menguntungkan, karena para iblis sendiri mulai kewalahan dan pemimpin mereka ditekan seperti ini. Gu Yuena pikir kemenangan sudah di depan mata.
Namun, ia melupakan satu hal. Tidak mungkin Tuan Iblis masih ada di tahap ini jika dikalahkan begitu mudah oleh seekor phoenix yang baru menetas.
Pada saat Gu Yuena menyadarinya, ia telah masuk ke dalam jebakan.
"Sial!"
Gu Yuena melesat menjauh. Saat itu juga beberapa sihir hitam muncul dari sebuah bayangan besar si belakang Tuan Iblis, meluncur ke arah Gu Yuena kemanapun ia pergi.
Gu Yuena menangkisnya sambil menjauh, tapi sejauh apa pun ia pergi, itu tetap mengejarnya sampai Gu Yuena terdesak dan mendarat di tanah sambil menahan serangan.
Ia kehilangan banyak tenaga dengan sia-sia.
"Sekarang kau lihat perbedaannya." Tuan Iblis menyeringai. Ia mengangkat tangannya ke depan, mensejajarkan ke arah Gu Yuena.
Sihir hitam keluar dari tangannya seperti sambaran petir. Gu Yuena menghindar di tanah sambil menahan serangan kabut hitam. Ia berputar dan melompat di arah yang sama untuk menghindari serangan kedua, lalu melempar pedangnya ke arah Tuan Iblis.
Pedang itu meluncur cepat ke arah wajah Tuan Iblis. Namun, itu berhenti tepat di depannya sebelum akhirnya hancur.
Gu Yuena sudah menduga ini akan terjadi. Ia hanya mengulur waktu. Seekor phoenix keluar dari tubuhnya, terbang ke udara mengabaikan kejaran kabut hitam yang tiba-tiba muncul menargetnya. Sekarang Gu Yuena paham bahwa serangan Tuan Iblis itu adalah serangan area. Tidak hanya ditargetkan untuknya.
Ketika phoenix itu terbang ke arah Tuan Iblis dan mengeluarkan sihirnya, Tuan Iblis segera menghindar dan memutus serangan di tangannya. Gu Yuena akhirnya bisa sedikit bernapas, meski harus menahan tekanan banyaknya bayangan yang menyerang.
Ini tidaklah cukup.
Gu Yuena melihat ke arah bayangan di belakang Tuan Iblis. Ia terbang cepat ke arah sana, membiarkan kabut hitam mengejar. Tuan Iblis sibuk dengan phoenix, ia bisa mencari cara menghentikan serangan ini.
Ketika tiba di bayangan hitam tersebut, Gu Yuena melambung ke atas secara mendadak menyebabkan serangan kabut hitam menembus bayangan itu dan menghilang sekaligus.
Gu Yuena di langit tidak bisa santai untuk saat ini. Ia melihat ke arah Tuan Iblis, dan terkejut melihat pria itu menghancurkan phoenix-nya dengan mudah. Gu Yuena muntah darah saat itu juga dan mendarat ke tanah sambil memegang dadanya.
Lagi-lagi serangan balik.
Ketika phoenix itu hancur, ia akan mengalami serangan balik darah phoenix. Namun, siapa sangka kekuatan jiwa juga akan bereaksi dan memperburuk keadaan. Tubuhnya bergetar seketika akan rasa sakit itu.
Ini buruk!
"Apa permainanmu hanya sampai di sini?" Tuan Iblis mendesis miris. "Sayang sekali."
Gu Yuena melihat ke arahnya yang melayang di langit. Ia pun mendengus. "Aku sudah mempersiapkannya. Jika tidak bisa membunuhmu, aku sudah siap untuk mati."
"Itu sangat bagus, jadi kau tidak perlu terlalu terkejut." Tuan Iblis tertawa. Ia akan menyerap darah phoenix itu langsung di tempat ini dalam keadaan hidup. Itu adalah pelajaran karena telah mengusiknya dan membantai banyak iblis di Dunia Bawah.
Gu Yuena menutup mata. Xiao Hei di sisi lain panik dan akan membawanya pergi, namun para iblis menghalanginya dan memberinya segel sampai tidak bisa bergerak dengan bebas.
"Nona!"
Ketika sihir hitam itu menyentuh Gu Yuena, Gu Yuena tersentak dan secara spontan mendongak. Ia merasa jiwanya ditarik saat itu juga sampai tanpa sadar berteriak sangat keras.
Ini terlalu cepat dan tak terduga. Gu Yuena mencoba mencari cara untuk keluar dari situasi ini secepatnya dan menyelamatkan diri, namun tarikan sihir hitam begitu menyiksa sampai membuatnya tidak sempat berpikir.
Rasa sakit jiwa yang ditarik paksa lebih buruk dibandingkan jiwa yang rusak. Ketika tangannya diangkat dan akan menggunakan kekuatan jiwa mengendalikan pisau terbang di tangannya, pria itu sadar dan langsung membalikkan pisau terbang sampai tembus menggores tangan Gu Yuena.
"Masih bermain-main rupanya." Tuan Iblis mendengus. Sayangnya, ia tidak boleh terlalu lama di sini.
Tatapan Gu Yuena menajam. Ia tertawa, melihat Tuan Iblis yang tampak sangat tergesa-gesa membunuhnya. Sambil menahan rasa sakit, ia pun berkata, "Kau tidak bisa membunuhku begitu saja."
"Oh ya? Bukankah sebelumnya kau sudah rela untuk mati?"
"Aku tidak akan mati sebelum kau mati, bren*sek."
"Moto yang bagus."
Gu Yuena merasa pandangannya buram. Ia menggelengkan kepala sejenak dan memejamkan mata. Kesadaran aslinya nyaris terbangun karena kejutan sihir hitam.
"Jika kau menarik jiwaku, maka jiwaku akan mencabik-cabik jiwamu."
"Lakukan selagi kau bisa."
"Aku bisa." Gu Yuena mengerahkan kekuatan jiwanya lebih besar dan menusuk Tuan Iblis begitu saja.
Kekuatan jiwa dalam bentuk pisau terbang, menembus tubuh Tuan Iblis yang sedang menyerap jiwa Gu Yuena. Ia secara otomatis tidak bisa menghindari serangan kekuatan jiwa yang tidak bisa ditahan seperti serangan fisik. Saat itu juga ia memuntahkan darah.
Gu Yuena lebih buruk. Wajahnya semakin pucat, bibirnya telah dilapisi oleh aliran darah sedangkan wajahnya terus tersenyum melihat ia berhasil melukai pria itu.
"Aku anggap itu adalah keberuntunganmu." Tuan Iblis kesal. Ia menarik Gu Yuena ke udara dan mencekik leher Gu Yuena sambil menyerap jiwanya yang kuat.
Gu Yuena kesulitan bernapas. Ia memukul tangan yang mencekiknya dengan keras dan menendang-nendang udara berusaha melepaskan diri. Tapi tidak cukup membuatnya bebas.
Ia bertarung dalam kondisi tidak baik dan melakukan hal gegabah karena emosi sesaat. Ini adalah karma akibat perbuatannya yang ceroboh.
"Bukankah tadi kau melakukan hal yang sama pada rubah itu? Bagaimana jika kuulangi?" Tuan Iblis semakin melebarkan senyumnya.
Ia menekan cekikan semakin keras. Gu Yuena merasa lehernya akan patah saat tulang-tulangnya mulai merasa ditekan.
Tepat ketika Tuan Iblis akan mematahkan leher wanita itu, sebuah kabut hitam menyambar tangannya begitu cepat dan menghilang begitu saja. Adanya kejutan layaknya serangan listrik membuat Tuan Iblis melepas cekikan, membiarkan Gu Yuena jatuh ke bawah.
Gu Yuena jatuh lepas tanpa tenaga yang tersisa. Sebuah tangan meraih pinggangnya hingga jatuh ke pelukan seseorang. Gu Yuena tidak terkejut, hanya melihat sosok itu dengan pandangan kosong.
"Butuh bantuan?" Bai Youzhe melihatnya dengan senyuman. Meski ia khawatir, setidaknya luka Gu Yuena tidak seburuk itu saat ini.
Gu Yuena tidak menjawab. Pandangannya tetap kosong untuk beberapa waktu sampai Bai Youzhe mendaratkannya berdiri di tanah. Bai Youzhe sempat bingung kenapa wanita itu hanya diam dengan pandangan kosong.
Apa yang dia pikirkan?
Bai Youzhe tidak tahu, bahwa kesadaran asli Gu Yuena di dalam sana berhadapan langsung dengan sisi gelapnya.
"Jangan buat masalah lagi." Gu Yuena sudah sangat sabar memperhatikan selama ini. Sekarang, nyawanya terancam. Ia tidak bisa diam saja.
"Jika aku tidak keluar, maka kamu akan terlihat lemah karena koma."
"Oleh karena itu aku diam. Bukankah segalanya sudah selesai? Musuhku, biar aku yang tangani sendiri secara sadar."
Wanita itu menyipitkan matanya. "Kamu benar-benar seseorang. Apa yang kau lakukan di saat kritis ini?"
"Itu adalah urusanku." Gu Yuena mengangkat tangannya yang menampilkan sihir merah.
"Kau tidak bisa menyegelku."
Tanpa mengatakan apa pun lagi, ia menggunakan sihirnya untuk melilit wanita itu di dalam alam spiritual. Tidak ada ekspresi di wajahnya.
Di luar sana, Gu Yuena tampak memuntahkan darah sebelum akhirnya tersadar. Bai Youzhe masih di sisinya, melihat dengan perasaan cemas. Pasti telah terjadi sesuatu.
Gu Yuena melihat Bai Youzhe dengan jelas. Ia sempat gelisah sesaat dan merasa bersalah untuk beberapa hal.
"Youzhe ...." Ucapannya terhenti ketika menyadari sesuatu. Pandangannya tertuju pada apa yang ada di belakang Bai Youzhe, sebelum akhirnya berseru, "Awas!"
Bai Youzhe menyadari tepat waktu. Ia membawa Gu Yuena ke pelukannya, menghindari sihir yang hendak menghantamnya sampai menyebabkan kerusakan pada tanah. Untung saja Bai Youzhe sudah melompat tepat pada saatnya, dan mendaratkan Gu Yuena dengan aman.
"Kamu tunggulah di sini dan pulihkan diri. Ini adalah urusan pria." Kebetuan, ia di sini juga untuk berurusan dengan Tuan Iblis. Sudah lama ia mengincarnya.
Bai Youzhe pun pergi tanpa menunggu reaksi Gu Yuena. Gu Yuena tidak memiliki pilihan lain. Ia pun duduk dalam kondisi meditasi dan melakukan pemulihan. Ia tidak boleh gegabah.
Bai Youzhe terbang di udara melihat Tuan Iblis yang berwajah jelek. Pria itu tampak marah karena Bai Youzhe menggagalkan keberhasilannya.
"Lama tidak berjumpa." Bai Youzhe menyapa.
"Kau lagi. Benar saja, seharusnya aku sudah menduga kau akan datang." Tuan Iblis mendengus, lalu melihat ke arah Gu Yuena. "Dia ingin membunuhmu, tapi kau sangat melindunginya. Benar-benar luar biasa."
"Lebih baik kau urusi wanita-wanitamu yang saling bertengkar itu. Mereka pasti akan mengamuk jika tahu kau mengincar wanita lain." Bai Youzhe mengejek. Asal tahu saja, pria berambut putih itu memiliki sangat banyak wanita di istananya. Bai Youzhe tentu saja tahu setelah menyelinap masuk saat baru datang ke Dunia Bawah dulu.
"Yah, kau juga harus mewaspadai wanitamu." Tuan Iblis menyeringai. "Dia bisa saja membunuhmu ketika tidur."
"Sebaiknya kau mengkhawatirkan dirimu sendiri." Bai Youzhe tidak peduli apa yang dikatakannya. Ia menyiapkan pedang ganda di kedua tangannya untuk siap bertarung. Tuan Iblis tidak bisa diremehkan.
"Kalau itu maumu, jangan salahkan aku tidak sopan."
Tuan Iblis menggunakan sihirnya kembali untuk menyerang. Sedangkan Bai Youzhe dapat menggunakan senjatanya dengan ahli sampai akhirnya sihir itu tidak lagi mempan terhadapnya. Tuan Iblis pun mengeluarkan pedang untuk beradu dengan pedang ganda Bai Youzhe.
Gu Yuena melihat ke arah langit di mana keduanya bertarung dengan sengit. Yah, itu adalah urusan pria.
Namun, sebagai Ratu Phoenix, bagaimana ia bisa diam saja melihat rakyatnya diserang? Meski ia tidak bisa melawan Tuan Iblis secara langsung, ia akan mencari alternatif lain.