Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
116. Pengawasan



Tempat tinggal Gu Yuena sedang sepi karena Chu Xin tengah melakukan tugas harian di tempat lain. Wanita itu memasuki kamar sendirian, sebelum akhirnya Xiao Hei yang bosan di ruang spiritual muncul dan bermalasan di atas tempat tidur.


"Suasana hatimu terlihat tidak baik," tegur Xiao Hei.


Gu Yuena duduk di kursi, lalu melepas cadarnya yang membuat napas pengap. Wajahnya terlihat malas dan menghela napas beberapa kali.


"Nyaris saja aku melakukan kesalahan," gumam Gu Yuena. Tadi itu sangat gawat. Bai Youzhe nyaris mengenalinya, sehingga Gu Yuena panik setengah mati.


"Sepertinya dia telah mencarimu dalam waktu yang lama. Sayangnya, Nona menghindar."


"Apa yang bisa kulakukan? Aku tidak boleh kehilangan kepercayaan Ratu, juga tidak ingin menyakitinya." Gu Yuena bersandar, terlihat sangat pasrah.


Ia harus pergi ke pegunungan iblis secepatnya untuk menghindari Bai Youzhe. Dengan kekuatan Bai Youzhe, hipnotisnya tidak dapat bertahan lama. Ia sampai harus memperkuat hipnotis tadi, tapi malah terjadi kecelakaan.


Xiao Hei sendiri menghela napas. Detik berikutnya, iris merahnya melihat ke arah lain dengan tatapan terkejut. Ia langsung pergi ke pangkuan Gu Yuena begitu cepat.


Gu Yuena sadar seseorang telah datang padanya. Ia pun berdiri, membawa Xiao Hei di pelukannya. Tanpa berbalik ke orang itu, ia berkata, "Apa ada urusan?"


"Kau berada di wilayah naga, merupakan kesempatan bagus untuk mengumpulkan 1000 darah agar dapat kembali lebih cepat," katanya. Menggunakan naga sebagai bagian dari formasi akan menambah tingkat keberhasilan dibandingkan menggunakan manusia. Jumlah yang digunakan juga tidak akan sebanyak jumlah manusia yang dibutuhkan.


"Aku ingin berlama-lama," balas Gu Yuena, berbalik ke arah pria itu. Pria bertopeng yang belakangan ini jarang terlihat, kini ada di depannya. "Apa yang ingin kulakukan, tidak ada hubungannya denganmu. Lebih baik kau mengurusi urusanmu sendiri dibandingkan memberiku nasihat tidak perlu."


Yang Xinyuan diam untuk beberapa saat. Ia telah memperhatikan gerak-gerik Gu Yuena sejak awal, termasuk interaksinya dengan Bai Youzhe. Ia tidak senang.


Di samping itu, seekor ular kecil menyelinap dari sela-sela pintu dan memperhatikan dari kegelapan. Iris birunya mendingin ketika melihat pria lain hadir di kamar Gu Yuena.


Yang Xinyuan yang tidak bisa menyembunyikan rasa tidak sukanya berkata, "Sebaiknya Putri tidak berada di sini dalam waktu lama. Jika identitasmu diketahui seseorang, semua rencana akan terganggu."


"Aku tahu." Gu Yuena merasa terganggu. "Ada baiknya jika kau juga tidak berada di sini terlalu lama. Jika seseorang menyadari kehadiranmu, aku akan tertangkap."


"Kau tidak berpikir untuk menunjukkan kehadiranmu di depannya, 'kan?"


Gu Yuena menatapnya tajam. "Kenapa aku berpikir seperti itu?"


"Andai orang itu mengenalimu, apa kau akan membunuhnya?" Yang Xinyuan sedang memastikan, bahwa Gu Yuena tidak melenceng dari tujuan utama. Orang itu yang dimaksud adalah Bai Youzhe. Hanya pria itu yang ia waspadai selama ini.


Gu Yuena mendengus. "Ingin aku membunuh atau memanfaatkannya, aku memiliki caraku sendiri, kau tidak berhak ikut campur. Jangan berpikir bahwa Ratu memintamu mengawasiku, maka kau bisa mengendalikanku seenaknya. Katakan padanya, aku tidak akan mengecewakan, setidaknya sampai pengorbanan dilakukan."


Pandangan dingin Yang Xinyuan tidak berubah. Hingga akhirnya, ia menyerah dan memutuskan untuk pergi. "Aku harap kau memegang ucapanmu."


Gu Yuena memutar bola mata. Suasana hatinya sangat buruk sampai tangannya gatal ingin menumpahkan darah. Andai tidak ada Xiao Hei di pelukannya.


Xiao Hei sendiri sudah bergetar merasakan atmosfer tidak mengenakan di antara dua orang ini.


Yang Xinyuan akhirnya pergi, tidak ingin terus membuat Gu Yuena marah dan meledak. Gu Yuena sangat membencinya. Mengurangi kehadirannya adalah langkah terbaik.


Setelah sosok hitam tersebut pergi, atmosfer dingin dan menegangkan hilang seketika. Tatapan dingin Gu Yuena berubah, menjadi suatu kelegaan.


"Andai aku bisa membunuhnya," gumam Gu Yuena. Ia harus tetap tenang setiap saat dan menekan emosi dalam hatinya. Jangan sampai seseorang mengetahui identitasnya, itu akan sangat merepotkan.


"Nona, apa kau akan membunuh Bai Youzhe jika dia mengetahui identitasmu?"


Gu Yuena tersenyum kecut. "Sebelum itu terjadi, mungkin aku sudah tamat." Kekuatannya saat ini masih bukan tandingan Bai Youzhe maupun Yang Xinyuan. Itu sebabnya ia hanya bisa menjadi kucing yang menyembunyikan cakarnya.


"Tapi dia tidak akan bisa membunuhmu." Xiao Hei pikir Bai Youzhe tidak akan bisa membunuh Gu Yuena meski ingin. Buktinya, meski pria itu tidak mengenali Gu Yuena, pria itu masih tidak bisa menyakiti Gu Yuena walau tindakan wanita tertentu sangat tidak tahu malu.


Gu Yuena duduk di atas tempat tidur, mengusap bulu Xiao Hei yang sangat lembut itu dengan nyaman. "Jika aku benar-benar ingin menggunakan para naga sebagai bagian dari pengorbanan 1000 darah, aku pasti akan memanfaatkan Bai Youzhe."


"Apa kamu setuju dengan saran Pemimpin Aula?" Xiao Hei terkejut.


Gu Yuena hanya diam, menopang dagunya melamun. "Entahlah." Ia pun menghela napas lagi. "Untuk saat ini, fokus saja pada roh phoenix. Aku tidak berencana untuk menyelesaikan misi pengumpulan 1000 darah sekarang. Biarkan phoenix itu sendiri yang melakukannya."


Xiao Hei tidak mengerti apa maksud dari ucapan Gu Yuena. Tapi sepertinya Xiao Bai di dalam sana tahu sesuatu. Hanya saja, dia tetap diam, mempersiapkan apa yang akan terjadi di masa depan.


Seperti yang dikatakan Gu Yuena, ia harus memberi solusi berdasarkan apa yang akan terjadi tak lama lagi.


Di samping itu, ular kecil di dalam kegelapan yang memperhatikan sejak tadi pun pergi dengan rencana di kepalanya.


Jadi phoenix-nya sedang merencanakan sesuatu yang besar sehingga tidak boleh ada satu pun orang mengenalinya. Ia harus mengikuti alur yang dibuat wanita itu untuk saat ini.


Tidak banyak hal yang bisa Gu Yuena lakukan sepanjang hari. Ia tidak boleh bertemu Bai Youzhe untuk saat ini, karena kemungkinan besar pria itu sedang melawan efek hipnotis. Sangat berbahaya bila Bai Youzhe mengenalinya.


Gu Yuena menenangkan diri dan berusaha berpikir positif setiap saat. Ia melakukan kegiatan seperti biasa tanpa menimbulkan kecurigaan, sedangkan Xiao Hei diutus untuk berkeliaran di sekitar istana untuk mengawasi situasi. Sebagai monster iblis, tidak akan ada orang yang heran akan kemunculannya.


Ketika malam tiba, Xiao Hei kembali ke pelukan Gu Yuena dan tertidur karena lelah. Gu Yuena juga tidak memiliki kegiatan lain sehingga memutuskan untuk mengakhiri hari. Xiao Bai juga ikut menyelinap di antara mereka, bermaksud bermanja dan mengejek Xiao Hei, mengatakan bahwa Nona-nya hanya milik Xiao Bai. Xiao Hei nyaris dibuat muntah darah dibuatnya.


Malam itu ditutup oleh perdebatan serta keluh kesah dua kucing nakal sampai tertidur. Gu Yuena tidak mengganggu perdebatan mereka, memilih meminum pil penenang dan tidur.


Belakangan ini, ia kesulitan tidur sampai harus minum pil penenang. Kekuatannya akan mencapai tingkat 9 dalam waktu dekat, yang membuat tubuhnya terus meminta beraktivitas dan terus mengolah energi tanpa henti. Hal tersebut menyebabkan tubuh Gu Yuena kelelahan. Dengan pil penenang, tubuhnya akan beristirahat sejenak dan dapat tidur nyenyak tanpa bermimpi. Itu sudah seperti orang pingsan.


Di malam yang sunyi ini, tidak ada tanda-tanda orang lain di sekitar istana selain penjaga yang berjaga di malam hari. Paviliun Gu Yuena menjadi sepi, tapi sebuah kabut hitam melintas disertai angin yang tertiup cepat. Sosok itu berhenti di depan pintu kamar Gu Yuena, melihat wanita cantik yang tertidur pulas di atas tempat tidur bersama dua kucing mungil.


Hipnotis tidak lagi menutup matanya terhadap Gu Yuena. Bai Youzhe tidak tahu begitu jelas mengenai alasan Gu Yuena bersembunyi darinya, tapi ia akan mengikuti alur yang dibuat Gu Yuena susah payah dengan berpura-pura tidak mengenalnya. Namun, untuk saat ini, ia ingin menemui Gu Yuena.


Menghampiri wanita yang masih sangat pulas akibat pil penenang, Bai Youzhe duduk di sisinya dan melihat wajah yang sangat dirindukan.


"Bertahun-tahun ini, entah berapa banyak yang kamu alami." Bai Youzhe tidak bisa menemani Gu Yuena, itu adalah penyesalannya. Ia tidak akan melepaskan perhatian dari Gu Yuena begitu saja.


Ia mengusap kepala Gu Yuena dengan lembut, lalu mengecup keningnya. Dia tampak tidak seperti Bai Youzhe yang biasanya berwajah dingin di depan orang-orang. Ia jauh lebih hangat. Jika naga-naga itu melihatnya, mereka pasti akan sangat terkejut.


Kehadirannya sepertinya membangunkan seseorang. Xiao Bai mengerjap matanya, lalu melihat kehadiran pria tertentu dengan pandangan kosong.


Sepertinya ia bangun di saat yang salah.


Mendadak punggungnya mendingin. Kucing itu nyaris terjungkal dan berteriak jika tidak ingat bahwa kepalanya sedang dipertaruhkan.


Bai Youzhe meletakkan telunjuknya di bibir, memastikan kucing itu tidak akan mengatakan kedatangannya pada Gu Yuena. Ia masih harus berpura-pura tidak mengenali Gu Yuena setelah ini.


Xiao Bai mengangguk kecil, lalu bersembunyi di dalam selimut. Ah, harinya sial sekali. Tahu begitu, ia akan bersikap cuek dan tidak peduli siapa yang datang tiba-tiba. Jika sudah seperti ini, ia bersumpah tidak membicarakan Bai Youzhe selama rencana dijalankan!


Xiao Bai yang merasa sial, tidak bisa melakukan apa pun selain terjaga di bawah selimut sepanjang malam.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi harinya, Gu Yuena bangun dari tidur yang nyenyak tanpa mimpi. Ia agak terkejut melihat Xiao Bai yang matanya memerah karena tidak berkedip semalaman. Sedangkan Xiao Hei menertawainya sepanjang waktu.


Mengabaikan keanehan kucing putih tersebut, Gu Yuena pergi untuk menerima tugas dan langsung melakukan perjalanan ke Pegunungan Iblis.


Menerima peta Dunia Bawah dari Bao Jun, ia melihat-lihat peta tersebut di atas meja sambil memikirkan rute tercepat untuk pergi ke Pegunungan Iblis.


Pegunungan Iblis adalah tempat yang tidak terjamah oleh manusia maupun naga. Itu adalah wilayah iblis, dengan aura iblis yang kuat serta monster iblis berlimpah. Sangat cocok untuk kultivasi Gu Yuena yang membutuhkan monster iblis.


Sejak penyerapan terakhir di Istana Linghun, Gu Yuena mengalami evolusi pertama sebagai phoenix. Menerima perkembangan jiwanya serta mengalami proses nirvana yang cukup panjang untuk menjadi phoenix sesungguhnya. Namun, proses itu tidak sempurna karena kekurangan roh phoenix.


Saat ini, Gu Yuena hanya setengah phoenix. Itu sebabnya ia memiliki tanda phoenix di antara alisnya serta pola iris mata yang sedikit berubah. Ia mengambil kesempatan tersebut untuk menyamar. Hanya perlu mengubah warna rambut dan mengenakan cadar, dia sudah berubah sepenuhnya menjadi penari Li Nana.


Kembali pada topik Pegunungan Iblis, ada beberapa desa siluman di dalam sana. Siluman adalah pengikut iblis. Tingkatan mereka hanya sedikit lebih rendah dari iblis dan berkultivasi untuk menjadi iblis.


Untuk menetap di Pegunungan Iblis, Gu Yuena akan menyamar sebagai siluman di salah satu desa. Biasanya para iblis akan mengutus siluman untuk berburu roh phoenix untuk mengganggu sebelum akhirnya pasukan iblis datang. Itulah yang dikatakan Bao Jun ketika menjelaskan mengenai ras iblis padanya.


Itu adalah kesempatan besar.


Dengan aura iblis Gu Yuena, bukan masalah besar jika ingin menyusup ke dalam sana.


"Baik, kapan aku bisa berangkat?" tanya Gu Yuena pada Bao Jun di depannya.


"Lokasi roh phoenix masih belum bisa dipastikan secara langsung. Kamu bisa pergi ke salah satu desa untuk mendapat informasi. Orang-orang kami kesulitan mendapat informasi di desa-desa tersebut."


Gu Yuena tidak masalah akan hal ini. Ia mengangguk paham, lalu menggulung peta tersebut dan menyimpannya. "Aku akan pergi hari ini."


"Hari ini?" Bao Jun agak terkejut.


Gu Yuena mengangguk yakin. "Semakin cepat semakin baik." Apalagi Gu Yuena merasa bahwa dia akan menerobos sebentar lagi. Ia tidak memiliki banyak waktu bersantai.


Andai Gu Yuena tidak menggunakan monster iblis sebagai kultivasi, ia tidak akan menerobos secepat ini. Situasinya agak genting.


"Baiklah." Bao Jun mengkonfirmasi. "Tidak perlu dipaksakan jika tidak bisa menangani para siluman. Panggil kami menggunakan ini jika butuh bantuan." Bao Jun memberikan sebuah peluit alumunimum yang terhubung dengan anggota Assassin Guild. Karena nona tertentu tidak memiliki kemampuan transmisi khusus seperti mereka, jadi hanya bisa mengandalkan alat.


Gu Yuena menerimanya dengan mudah. Pandangannya terarah pada Bai Youzhe yang memperhatikan dari bagian istana lain, cukup jauh. Wajah pria itu—meski tampan—masih saja seperti tembok.


Untuk mendalami peran, Gu Yuena menunjukkan senyum lebar sampai matanya menyipit dan melambaikan tangan. Bao Jun melihat Gu Yuena dengan tatapan bingung sejenak, lalu melihat ke arah pandang Gu Yuena di mana Bai Youzhe pergi begitu saja.


"Begitu cuek." Gu Yuena cemberut, sedangkan Bao Jun di dekatnya hanya bisa menghela napas pasrah.


Entah apa yang dipikirkan Yang Mulia sampai memberikan peta Dunia Bawah yang langka pada phoenix ini. Di dunia, hanya ada 3 peta yang berisi detail mengenai suatu wilayah secara lengkap. Bao Jun masih berpikir apa saja yang direncanakan raja tertentu dan apa yang harus dilakukan pada phoenix di dekatnya.


"Apa ada hal lain yang harus dilakukan sebelum pergi?" tanya Gu Yuena.


Bao Jun tersadar dari lamunan, lalu menjawab, "Yang Mulia berkata, jika Nona Li ingin pergi melakukan tugas, maka pergilah."


Gu Yuena merasa ada yang aneh. "Apa hanya aku?"


Sebenarnya Bai Youzhe akan pergi juga, tapi pria itu melarang Bao Jun memberitahu pada siapa pun. Jadi dia hanya mengangguk pelan.


"Nona Li tenang saja. Kami akan pergi ketika Yang Mulia memberi perintah, atau saat roh phoenix menunjukkan kemajuan."


Gu Yuena tertawa kecil. "Kalian begitu mempercayaiku, tidak takut aku membawa lari roh phoenix?"


"Sebagai ras phoenix, Nona tidak akan melakukannya. Roh phoenix sangat suci bagi kalian, tidak akan berani menyentuhnya." Bao Jun memberi peringatan secara tidak langsung.


Gu Yuena mengangguk memahaminya. "Tidak salah." Tapi itu jika dia benar-benar ras phoenix. Ia adalah pemilik darah phoenix, harus mengambil roh phoenix dan digunakan untuk menyempurnakan nirvana phoenix. Ia harus menemukan roh phoenix lebih cepat dari Bai Youzhe.