
Blarrr
Tornado hancur berkeping-keping setelah mengalami kekacauan energi yang disebabkan oleh pengalihan serangan kedua belah pihak. Gu Yuena berniat mengambil alih tornado menggunakan apinya, namun kontrol lawannya tak kalah kuat hingga mengakibatkan kegagalan dan meledak.
Kedua belah pihak terdorong akan ledakan. Namun pria itu tidak sepenuhnya ditekan dan menarik busurnya kembali dengan tekanan yang lebih tinggi. Berkat armor qi, ia bisa menahan efek ledakan dan melakukan serangan balik.
Gu Yuena menerima serangan panah lawan dengan sihirnya dan termundur karena efek ledakan barusan membuat tubuhnya kaku. Tekanan panah pria itu sangat kuat sampai Gu Yuena terpojok di pinggir arena, nyaris keluar dari arena. Sepertinya lawannya kali ini sedang memaksanya keluar dari arena.
Pria itu menghilang tiba-tiba dari arena, lalu muncul kembali dengan serangan panah lain yang tidak bisa dihindari Gu Yuena. Mau tidak mau Gu Yuena harus menggunakan tangan satunya lagi untuk menahan serangan yang datang begitu cepat.
Kekuatan tingkat 5 puncak benar-benar menguras tenaganya.
Gu Yuena tidak ingin berlama-lama berada di posisi ini. Ia menarik kedua tangannya, membiarkan dua panah itu menyerang dengan lancar. Gu Yuena cepat-cepat berpindah tempat, tapi kecepatannya masih kalah dari kecepatan serangan hingga ketika kedua kekuatan itu beradu, tekanan tercipta membuat Gu Yuena terhempas jauh ke tengah arena.
Pria itu melihat Gu Yuena dengan puas. Lawannya kali ini memang pantas diacungi dan layak menjadi lawannya. Ia sampai harus menggunakan seluruh tenaganya untuk membuat lelaki itu terpojok.
Sedangkan teman-teman Gu Yuena mulai cemas, orang yang dicemaskan justru merasa sangat senang. Meski dalam keadaan terluka dan tampak sulit bangkit kembali, ada senyum yang terukir di bibirnya.
"Tidak mengecewakan." Akhirnya ia mendapat lawan yang layak menjadi bahan percobaannya.
Gu Yuena mengedarkan qi ke seluruh tubuhnya untuk menahan rasa sakit, membuat tubuhnya menjadi mati rasa. Ia berdiri tegak, lalu melihat pria archer yang memandangnya dengan tenang.
"Kamu sudah terluka, apa masih ingin melanjutkan?" Pria itu berkata dengan heran. Seharusnya luka yang disebabkan oleh kekuatannya cukup parah, tapi kenapa murid baru itu justru terlihat baik-baik saja tanpa armor qi?
"Senior, pertandingan belum berakhir." Pada saat yang sama, sebuah cambuk berapi-api keluar dari tangannya.
Ah, itu bukan cambuk biasa. Ketika Gu Yuena menghentakkannya, cambuk itu menjadi kaku. Serpihan qi terkumpul dari ujung cambuk, memadatkan api tersebut dan mengubahnya menjadi sebilah pedang.
"Aku jadi merindukan masa-masa berpedang," gumamnya, lalu melihat pria archer itu. "Apa kamu pernah mendengar pedang jarak jauh? Aku akan menunjukkannya."
Pada dasarnya pedang digunakan untuk pertarungan jarak dekat. Tapi kali ini, Gu Yuena menggunakan pedang untuk pertempuran jarak jauh. Tingkat kontrol dan fokus harus lebih tinggi sehingga kelemahannya dapat terlihat dengan jelas. Ia dapat memberi serangan fatal, tapi jika lawan mengambil kesempatan dalam kelemahan tersebut, ia akan kalah dalam satu serangan.
Namun, itulah yang diinginkan Gu Yuena.
"Kalau begitu, aku harap kau dapat menunjukkannya." Meski pria archer itu heran mengapa mage bisa menggunakan pedang dengan cara seperti itu, lebih baik melihatnya langsung.
Pertempuran kembali berlanjut. Pria archer itu melepaskan anak panah berkali-kali dari berbagai sisi sampai arena penuh dengan anak panah.
Gu Yuena di sisi lain menangkisnya dengan pedang tak kalah cepat. Setelah yakin dapat melakukan serangan panah jarak jauh, ia pun memfokuskan qi ke dalam pedang di tangannya, lalu membuat beberapa duplikat pedang yang melesat cepat ke arah target.
Gu Yuena mengendalikan pedang-pedang yang melesat itu tidak hanya berdasarkan garis lurus. Ia mengunci target dengan kekuatan mentalnya, lalu melepaskan pedang untuk mengejar target tanpa kendalinya.
Karena Gu Yuena memfokuskan kekuatannya pada pedang yang terbang, pria archer itu berniat mengambil kesempatan menyerang langsung ke tubuh Gu Yuena. Ia melepas anak panah ke atas, lalu mengarahkannya tepat ke arah Gu Yuena. Dua serangan itu terjadi pada saat yang bersamaan ketika hujan panah terjadi di atas Gu Yuena dan serangan pedang terbang mengunci pria archer.
Gu Yuena yang telah menyelesaikan serangan tepat waktu langsung menghindari panah yang datang bertubi-tubi dan berusaha keluar dari area. Serangan area menurutnya sangat merepotkan, karena sulit dihindari. Pergerakannya diperlambat akibat serangan berbagai arah.
Tapi ia bukannya tidak senang. Ia senang karena pertandingan akan berakhir setelah pedangnya berhasil mengenai target. Ia menghancurkan semua anak panah dengan kobaran api yang melebar sebesar area serangan anak panah. Lalu melesat ke arah pria archer yang berusaha mati-matian menghindari kuncian.
Ketika sampai di dekat pria archer itu, Gu Yuena menariinya dengan kuat dan memberi tendangan sampai keluar dari arena. Pedang-pedang itu secara otomatis mengikuti arah gerak target yang dikunci, sehingga semua pedang itu melesat keluar arena dan menghantam pria archer yang sedang tersungkur di bawah tribun.
Pria archer itu telah menggunakan terlalu banyak kekuatan untuk melawan, kini ia tidak lagi bisa menggerakkan tubuhnya dan menyerah akan pedang yang menikamnya seperti panah.
Tapi bukannya tercabik-cabik, ia justru melihat pedang-pedang itu menancap beberapa inci dari beberapa bagian tubuhnya seolah meleset. Pedang sepanas api itu sangat terasa di kulitnya. Jika terkena sekali saja, ia yakin akan mati saat itu juga.
Kekuatan yang mengerikan ....
"Aku menyerah!" Pria archer itu akhirnya menyerah. Bagaimana tidak? Ia bahkan tidak bisa bergerak seinci pun karena pedang panas itu! Sekali saja bergerak, ia akan mati saat itu juga.
Gu Yuena tersenyum penuh, bersamaan dengan sorakan semangat yang ditujukan untuknya sebagai apresiasi. Wasit pergi ke atas arena, lalu membawa salah satu tangan Gu Yuena ke atas dan mengumumkan kemenangan.
"Divisi Huoyuan, Gu Yue, peringkat 5 halaman luar dinyatakan menang! Selamat, telah memasuki peringkat 3 halaman luar!"
Riuh tepuk tangan dan sorakan terdengar di segala penjuru tribun. Gu Yuena tersenyum lega, lalu menghela napas. Ia sangat lelah.
Sebelum turun dari arena, Gu Yuena menarik semua kekuatannya termasuk pedang yang menancap di sekitar tubuh pria archer. Pria itu langsung pergi setelah memberinya selamat tanpa menyimpan ketidaksetujuan apa pun. Menurutnya, Gu Yue adalah lawan yang layak.
"Xiao Yue! Selamat!" Shen Jialin melompat ke arah Gu Yuena dan memeluknya dengan gembira sambil melompat-lompat.
Gu Yuena tersenyum kecut, melihat Mu Xinhuan yang terkejut akan reaksi Shen Jialin yang terlalu bersemangat itu.
Setelah sadar kelakuannya, Shen Jialin langsung menjauhkan diri malu-malu. Mu Xinhuan berdeham, kemudian merangkul Gu Yuena dengan akrab.
"Selamat, telah mencapai 3 besar. Awalnya kami sangat khawatir ketika melihat kau terluka, tapi ternyata kau lebih kuat dari yang diharapkan. Oh iya, apa lukanya masih sakit? Apa perlu ke klinik?"
"Tidak perlu. Aku memiliki cukup pil dan obat yang kubeli kemarin." Gu Yuena menanggapi dengan enteng.
"Xiao Yue, kau tetap harus ke klinik. Bukankah kau akan menantang lagi?" Shen Jialin bicara dengan cemas.
Gu Yuena menggaruk tengkuknya. "Tidak ... aku tidak akan menantang lagi."
"Apa!"
"Terlalu mencolok tidak baik." Gu Yuena tidak ingin identitasnya terbongkar lebih cepat. Ia belum siap.
"Ah, aku tahu. Pasti kau ingin lebih menonjol di ujian nanti. Tak apa, apa pun yang terjadi aku akan mendukungmu." Mu Xinhuan terkekeh, sedangkan Shen Jialin mengangguk antusias. Apalagi mereka juga mendapat uang hasil taruhan, tentu mereka sangat senang.
Di tengah perbincangan akrab itu, Lin Susu datang sendirian dengan senyuman manis yang biasa diperlihatkan. Ketika ia datang, tatapan para pria langsung teralih padanya dengan berbagai kekaguman.
Lin Susu terlihat menikmati reputasinya yang begitu populer sebagai Dewi Lin. Selain cantik dan berbakat, ia juga ramah dan sangat manis, siapa yang tidak akan tergila-gila?
Mendekati Gu Yuena dan teman-teman, ia menyapa dengan gayanya yang khas dan imut seperti anak-anak.
"Xiao Yue, selamat atas kemenanganmu! Aku sempat khawatir tadi, tapi syukurlah kau baik-baik saja." Lin Susu menampilkan wajah cemas yang polos dengan mata bundarnya yang berkilau.
Shen Jialin melihat Lin Susu dengan tidak suka. Tapi melihat Gu Yuena tampak biasa saja dan menerima ucapan selamat itu, ia tidak bisa bicara banyak.
"Tawaran kemarin masih berlaku, atau Xiao Yue memiliki permintaan lain? Susu sangat ingin dekat dengan Xiao Yue, apa Xiao Yue tidak mau menerima Susu?"
"Apa?" Gu Yuena bingung. Sejak kapan Lin Susu ingin dekat dengannya? Bukankah hanya ingin meminta petunjuknya sebagai sesama murid?
Jika ia lelaki sungguhan, mungkin Gu Yuena akan menerimanya karena kemungkinan besar Lin Susu cukup berguna. Tapi masalahnya ... mereka sama-sama perempuan!
Menjadi dekat ... bukankah itu berarti Lin Susu ingin menjadi kekasihnya? Meski Lin Susu dekat dengan semua orang, tapi tidak ada yang benar-benar diungkapkan. Di dunia ini, pria dan wanita yang sangat dekat sebagai teman sangatlah tidak mungkin.
Apa begini rasanya ditembak oleh sesama jenis?
"Gu Yue sangat beruntung."
"Benar. Lin Susu memiliki koneksi yang dalam dengan Istana Yuansu. Jika bisa 'dekat' dengannya, maka kehidupannya di akademi akan mudah. Dengan bakat Gu Yue, bukan masalah baginya untuk memasuki Istana Yuansu kurang dari 5 tahun."
"Ah, aku sangat iri."
"Dewi Lin, kenapa tidak pilih aku saja!"
Gu Yuena merasa pusing. Sebenarnya bukan masalah baginya berpura-pura. Tapi yang jadi masalah adalah waktu dan identitasnya. Di sini ada mata-mata Gu Yuan. Jika Gu Yuan tahu ia berpacaran dengan perempuan, ia bisa dibawa paksa kembali ke kekaisaran! Waktunya yang hanya 2 tahun ini akan terbuang sia-sia!
Baiklah, saatnya bersikap tegas.
"Lin Susu, kamu adalah seniorku, akan berlebihan jika kita menjadi 'dekat'. Aku hanya orang jauh yang tidak dikenal."
Lin Susu cemberut. "Jadi kamu menolakku. Kamu membuatku sedih." Ia menunduk dengan mata berkaca-kaca.
"Aku hanya tidak ingin menyakitimu, sungguh. Sebenarnya ...." Gu Yuena berpikir keras agar tidak perlu menjelaskan panjang lebar lagi. Lebih baik ia mengambil resiko. "Sebenarnya aku menyukai pria."
Lin Susu sangat terkejut, bahkan Shen Jialin dan Mu Xinhuan di sisinya sangat terkejut sampai jantung mereka ingin melompat.
Gu Yue menyukai pria?
Apa mereka tidak salah dengar?
"Gu Yue, apa itu hanya alasanmu saja?" Lin Susu tersenyum kecut.
"Aku serius." Gu Yuena bicara dengan serius. Sungguh, ia masih normal sebagai perempuan.
"Gu Yue, kau tidak tahu malu! Beraninya kau menyakiti Dewi Lin dan mempermalukannya seperti itu!"
"Aku sudah duga bahwa kau bukan pria yang baik. Gu Yue, kau terlalu munafik!"
"Seharusnya kau tidak menarik perhatian Dewi Lin. Kau tidak pantas untuk Dewi Lin!"
"Orang tidak tahu malu! Kau akan menyesal menyakitinya seperti ini!"
Haha, Gu Yuena lebih suka cacian seperti ini daripada didesak pacaran dengan sesama jenis. Ini lebih melegakannya. Bahkan jika Gu Yuan mendengar, pria itu hanya akan tertawa—kecuali bagian Gu Yuena tidur seasrama dengan pria.
"Gu Yue, aku tahu kau sedang berbohong untuk menghindariku. Apa aku begitu menjijikkan?" Lin Susu mengusap air matanya yang menitik.
"Aku ...." Tidak bohong. Sungguh, Gu Yuena tidak bohong!
"Sudahlah, kau juga telah mempermalukanku seperti ini." Lin Susu menghela napas. "Gu Yue, kau adalah orang yang hebat, aku tidak akan perhitungan hanya karena hal ini."
Gu Yuena hanya diam. Tidak perlu bicara, karena memang tidak perlu. Lebih baik menjauh dari perempuan ambisius ini.
Lin Susu melanjutkan, "Tapi bukan berarti aku akan membiarkanmu membohongiku seperti ini. Aku menantangmu. Jika kau berhasil mendapat nilai yang lebih tinggi dariku di dua ujian dan mengalahkanku dalam pertandingan, aku akan membiarkan segalanya berlalu. Sebaliknya, jika aku menang, kau harus menuruti permintaanku."
Bukankah ini memaksa Gu Yuena pergi ke peringkat pertama dalam ujian?
Setelah dipikir-pikir, bukan masalah.
"Baik, aku menerimanya. Tapi aku harus menambah syaratnya, jika aku menang di ujian tulis, maka kalian harus membayar 10.000 tael emas padaku, aku juga akan membayar dengan jumlah yang sama padamu jika kalah. Lalu jika aku kalah di ujian kedua, aku akan dengan senang hati mengungkap rahasiaku dan menerima tawaranmu."
Pada akhirnya, semua syarat itu berpihak pada Gu Yuena.
"Baik." Lin Susu setuju begitu saja. Ia sedikit tersenyum, sebelum akhirnya pergi dari arena peringkat. Entah apa yang akan ia rencanakan.
Tersisa Gu Yuena bersama teman-temannya yang masih sangat terkejut akan ucapan Gu Yuena. Mereka tahu, Gu Yuena tidak pernah bercanda akan ucapannya.
"Xiao Yue—"
"Aku tahu apa yang ingin kalian tanyakan. Aku sudah mengatakannya dengan jelas. Untuk alasannya, kalian akan tahu saat waktunya tiba." Ia pun pergi membiarkan mereka berdua termenung sendiri.
Terutama Shen Jialin. Perempuan itu mengalami sakitnya patah hati menyadari gebetannya menyukai pria dibandingkan wanita.
Rasanya seperti ditolak secara tidak langsung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Langkah kaki seseorang bergerak di lorong gedung akademi halaman dalam. Jubah hitamnya berkibar di tengah kesunyian lorong, seolah tidak ada kehidupan lain di sekitarnya.
Pandangannya redup tanpa emosi dan penuh aura dingin. Ia berjalan seolah tidak memiliki arah, namun langkahnya ditujukan pada sebuah pintu ganda di ujung lorong yang terlihat begitu terasingi.
Ketika membuka kedua pintu secara bersamaan, tampak sosok hitam berdiri di dalam ruangan memandangi sebuah benda yang bersinar di tengah kegelapan.
Sosok pria bertopeng hitam yang sama seperti penyerang tempo hari berdiri dengan tenang membelakangi pintu. Menyadari seseorang datang, ia berbalik untuk melihatnya.
"Aku pikir assassin memiliki cara tersendiri untuk masuk ke ruangan tanpa diketahui." Pria bertopeng bicara dengan nada datar, namun penuh sarkasme.
"Kenapa aku harus bersembunyi ketika yang ada di sini adalah kau?" Pria itu melangkah masuk dan menutup pintu di belakangnya. Ia adalah Luo Youzhe, datang untuk menyelesaikan misi.
"Setidaknya untuk menghindari pertempuran tidak perlu. Tapi melihatmu datang terang-terangan, aku pikir tidak akan ada pertempuran seru lagi." Ia melihat ke arah tangan Luo Youzhe yang tidak lagi diperban. "Tanganmu sepertinya baik-baik saja."
"Terima kasih untuk lukanya."
"Tidak perlu sungkan. Lain kali aku akan memberi luka yang lebih buruk."
Luo Youzhe memutar bola matanya. Ia berjalan dengan tenang ke arah pusat cahaya mengabaikan pria bertopeng itu, lalu menggunakan kekuatan spiritualnya untuk mengambil sebuah kristal seputih salju yang bersinar di atas tugu.
"Aku menemukan darah phoenix."
Ucapan pria bertopeng itu membuat Luo Youzhe diam untuk beberapa saat, lalu melihatnya dengan tatapan terkejut.
"Melihat reaksimu, sepertinya kau tidak tahu. Itu sangat bagus, karena akulah yang akan menjadi pemenangnya."
"Aku harap dia cepat mati sebelum bertemu denganmu." Luo Youzhe menyahut acuh tak acuh. Setelah mendapatkan apa yang diinginkan dengan lancar, ia menyimpannya.
"Sayangnya, aku sudah bertemu dengannya. Kau tidak akan menyangka, tapi aku tidak akan memberitahu identitasnya."
"Tidak butuh."
"Sungguh tidak butuh?" Pria bertopeng itu memancing.
Luo Youzhe melihat pria bertopeng itu dengan tatapan dingin. "Aku tidak membutuhkan wanita lain untuk membantu. Kau sendiri, urusi pekerjaanmu sebagai anjing yang baik."
Luo Youzhe melangkah pergi menjauhi pria bertopeng itu. Meski pikirannya sesaat menjadi bingung karena ucapan orang itu, ia tidak terlalu memikirkannya.
"Manusia seperti kita dilahirkan tanpa perasaan yang nyata. Aku harap kau memahaminya, Bai Youzhe."
Luo Youzhe menghentikan langkahnya, tampak terganggu, entah karena orang itu menyebut nama aslinya atau hal lain. Ia sedikit menoleh, lalu berkata, "Aku harap kau juga memahaminya."
"Aku sangat paham." Kecuali untuk darah phoenix, manusia seperti mereka tidak akan memiliki perasaan seperti manusia lainnya.
Luo Youzhe pergi mengabaikannya dalam pikiran yang kacau. Ketika ia keluar dari ruangan, kelompok kupu-kupu berdatangan dan membentuk sosok perempuan cantik yang berdiri di depannya.
"Aku merasakan napas penyihir." Su Churan bicara dengan nada tegas yang penuh pertimbangan. Pandangannya terarah pada pintu di belakang Luo Youzhe, kemudian menyerinyit. "Mereka ...."
"Tidak perlu dipikirkan." Luo Youzhe berjalan begitu saja tanpa melihat perempuan itu.
"Aku baru saja kembali dari Assassin Guild, mereka berkata bahwa kau bertarung dengan pemilik batu jiwa dan terluka. Dia adalah archer, tapi memiliki kekuatan jiwa kuat yang diaktifkan oleh penyihir. Sepertinya mereka sudah tidak bisa diam lagi."
"Kenapa kau di sini?" Luo Youzhe mengalihkan topik.
"Untuk bertemu denganmu." Si Churan berkata dengan serius. Ia agak kesal Luo Yozuhe yang kaku itu tidak melihatnya sama sekali seperti patung yang tidak bisa menoleh.
"Jangan buang waktu."
"Menurutmu memang membuang waktu. Selain bertemu denganmu, aku juga memiliki teman di akademi ini. Aku cukup merindukannya, bagaimana kabarnya?"
"Sejak kapan kau punya teman?"
Ucapan Luo Youzhe yang acuh tak acuh itu membuat Su Churan sangat kesal. "Aku pernah memberitahumu bahwa aku diselamatkan oleh seorang anak perempuan, apa kau lupa?"
"Apa seperti itu bisa disebut sebagai teman?"
"Tidak bisakah tidak menggunakan kalimat menyakitkan? Benar-benar tidak berperasaan." Su Churan membuang wajah kesal. Bisa-bisanya ia kenal pria cuek ini. Ia pun menghela napas. "Namanya Gu Yuena, kami baru bertemu di Gunung Huo saat ujian masuk akademi. Kau mungkin tidak mengetahuinya karena dia menyamar sebagai laki-laki."
"Gu Yuena?" Luo Youzhe baru menghentikan langkah dan melihat Su Churan. Mereka berteman? Bagaimana ia bisa tidak tahu?
"Dari reaksimu, sepertinya kalian saling kenal." Su Churan menghela napas lagi. "Aku yakin situasinya tidak baik sampai kau terkejut seperti itu."
"Kami seasrama."
Su Churan tersenyum kecut. "Sepertinya lebih buruk dari perkiraanku." Dua orang dengan temperamen buruk di tempat yang sama, dunia serasa sedang kiamat.
"Bagaimana dia bisa menyelamatkanmu?" Berdasarkan yang ia ketahui, Gu Yuena tidak pernah keluar dari kediaman selama bertahun-tahun sejak kematian ibunya.
Waktu kehancuran Klan Su terjadi adalah beberapa tahun setelah kematian Nyonya Gu. Apalagi saat itu Gu Yuena diracuni, tidak mungkin baginya bisa lolos dari kejaran orang-orang itu. Bahkan semua keluarga Su Churan dibunuh.
"Kami bersembunyi di tempat yang sama. Gu Yuena memiliki kemampuan menyembunyikan aura, sepertinya dia tidak tahu hal itu. Itu sebabnya, tidak ada yang tahu berapa tingkat kultivasinya, termasuk aku. Ditambah, aku merasa dia diracuni oleh racun khusus sehingga membuatnya terkesan tidak memiliki kekuatan dan melemahkan tubuh. Itu bukan merugikannya, tapi malah mendukungnya untuk bersembunyi dari pelacakan sampai sekarang meski racun sudah menghilang. Kemampuannya sangat langka. Jika menjadi musuh, akan sangat berbahaya. Aku sarankan padamu untuk memperlakukannya dengan baik, dia sangat pendendam."
"Jadi apa tujuan aslimu datang?" Luo Youzhe tidak ingin pusing lebih jauh mengenai Gu Yuena.
"Sudah kukatakan, aku merindukan kalian~" Su Churan baru saja ingin memeluk lengan Luo Youzhe, tapi ia langsung menjauhkan diri dan meraih pilar bangunan untuk dipeluk dengan wajah menyedihkan. "Aku menderita di Klan Luo. Adikmu sangat menyebalkan, dia terus saja berusaha menangkap kupu-kupuku untuk dijadikan bahan obat. Kakak Luo Yi tidak ada di klan, tidak ada yang mendukungku, huaa~"
Luo Youzhe mengabaikan perempuan menyedihkan itu dan pergi begitu saja. Ia pikir ada masalah apa, ternyata hanya untuk main-main. Lain kali, ia akan memberi tugas pada Su Churan agar tidak terus menganggur seperti itu.
"Jangan menatapku seolah akan membunuhku." Su Churan bergidik ngeri. Ia pun pergi sambil bergidik seolah yang baru saja ditemuinya adalah monster yang mengancamnya.