
Gu Yuena tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Ketika pandangan mereka berdua bertemu, Gu Yuena langsung mengalihkan pandangan ke samping.
"Dia tidak kenal, 'kan?" Benar, seharusnya pria itu tidak mengenalinya. Saat ini ia mengenakan cadar, sedangkan frekuensi mereka bertemu kurang dari 24 jam. Sebaik apa pun ingatan pria itu, tetap saja tidak bisa mengenalinya yang menggunakan cadar dengan mudah. Apalagi hanya dalam sekali lihat.
"Kakak Keempat, ada apa denganmu?" Gu Yueli sepertinya menyadari sesuatu. Ia menatap Gu Yuena dengan curiga.
Gu Yuena menegakkan punggungnya dan bersikap tidak terjadi apa pun. "Aku sedang mencari kakakku."
Gu Yueli menghela napas. "Aku juga sedang menunggu kakakku pulang. Siapa sangka Kakak Pertama akan pulang lebih awal dari yang diharapkan. Kakak Kedua dan Kakak Ketiga belum datang sampai sekarang. Aku sangat merindukan mereka."
"Ya ...." Gu Yuena tidak tahu harus bicara apa. Ia masih mewaspadai Luo Youzhe dan sesekali melirik ke arahnya, memastikan pria itu tidak mengenalinya.
"Kakak Keempat, apa yang sedang kau lihat?"
Gu Yuena melirik gadis itu agak jengkel. Ia menggeleng pelan, berusaha menahan diri agar tidak mencolok kedua mata Gu Yueli yang terus memperhatikan gerak-geriknya. Sepertinya ia terlalu terang-terangan sehingga membuat Gu Yueli terus memperhatikannya.
"Kakak terlihat gelisah, apa ada yang terasa tidak nyaman?"
"Tidak ... aku hanya mengkhawatirkan kakakku." Gu Yuena bersikap normal. Ia sama sekali tidak menunjukkan kegelisahan secara nyata, lalu bagaimana Gu Yueli bisa berkata seperti itu? Apa tujuannya?
"Kakak Keempat sangat perhatian. Sayang sekali, di hati Kakak Pertama, selain Kakak Keempat sudah ada Nona Luo yang lebih prioritas. Tapi Kakak Keempat tenang saja. Selama Kakak Keempat tetap di sini, Kakak Pertama tetap akan memperhatikanmu."
Gu Yuena terkekeh. "Aku adalah adiknya, tidak mungkin Kakak Pertama melupakanku. Hanya saja, aku juga tidak bisa terus mengganggunya. Kakak Kedua juga akan berpikir demikian ketika pernikahanmu dilaksanakan. Adik Kelima akan pergi dari Kediaman Adipati, aku akan sangat merindukanmu."
"Itu masih sangat lama, kak. Tenang saja, aku akan menemanimu sangat lama sampai pernikahanku tiba. Saat itu, Kakak Keempat jangan bersedih, anggap itu adalah hadiah pernikahanku."
"Aku berjanji akan memberi hadiah terbaik." Gu Yuena tersenyum dengan tulus. Ia berjanji dan tidak akan mengingkarinya, karena hadiah pernikahan sudah ada di kepalanya.
Gu Yueli mengambil secangkir teh, kemudian diberikan pada Gu Yuena. "Tidak lengkap bila tidak bersulang. Aku tidak dibiarkan minum arak, jadi hanya bisa minum teh."
Gu Yuena melihatnya dengan curiga. Ia menyodorkan tangan hendak menerimanya, tapi siapa sangka Gu Yueli melepas secangkir teh itu begtu saja hingga tidak sampai di tangan Gu Yuena.
Cangkir itu jatuh, teh di dalamnya tumpah begitu saja. Tangan Gu Yuena tersiram teh panas sedangkan roknya menjadi basah.
"Ups, Kakak Keempat, apa kau baik-baik saja? Ini sangat panas." Gu Yueli memasang wajah khawatir dan meminta maaf. Hal itu menyebabkan mereka berdua menjadi pusat perhatian.
Gu Yuena tidak peduli terhadap semua mata yang tertuju padanya. Tatapannya tersorot pada Gu Yueli, sedangkan Ting Le tertawa diam-diam di ujung sana.
Jadi begitu mainnya. Gu Yuena menyipitkan mata sebentar, kemudian memasang tatapan lembut.
"Yueli, ini bukan salahmu, aku yang tidak hati-hati." Gu Yuena tersenyum. Ia mengambil cangkir yang jatuh, kemudian meletakkannya di atas meja. Ia melirik teko teh di meja Gu Yueli.
"Kakak Keempat, aku yang ceroboh dan mengotori gaunmu. Biar aku bersihkan."
Gu Yueli menyibak lengan bajunya untuk mengambil sapu tangan dan akan membersihkan gaun Gu Yuena, namun siapa sangka lengan bajunya menyenggol teko teh di pinggir sehingga seluruh teh panas di dalamnya tumpah ke pakaian.
"Aaah!" Gu Yueli memekik dan berdiri secara spontan. Ia menepuk-nepuk roknya yang tertumpahan teh panas sambil mengeluh. Hal itu menjadi tontonan para bangsawan.
Gu Yuena tersenyum di balik cadarnya. Gu Yueli terlihat sangat malu dan seolah akan menangis. Ting Le segera menghampiri sambil membawakan jubah untuk menutupi rok basah Gu Yueli.
"Memalukan." Gu Shan memijat kepalanya yang berdenyut. Ia dapat melihat para bangsawan yang mulai berbisik dan menertawakan drama yang dimainkan putrinya.
Ting Le tampak khawatir dan menyuruh pelayan membereskan segala yang terjadi. Ia dengan sengaja menginjak kaki Gu Yuena yang duduk diam untuk memberinya peringatan. Gu Yuena hanya tersenyum pada para hadirin yang mulai bergosip.
Karena kesal kakinya diinjak dan semakin keras, Gu Yuena berdiri dengan cepat. Tatapannya menunjukkan kejutan sedangkan roknya mulai robek membentuk belahan di bagian samping akibat injakan Ting Le.
Srakk
Baiklah, dia ceroboh.
"Nyonya ...." Gu Yuena terlihat sedih dan malu melihat roknya yang robek. Bagian roknya yang robek terlihat diinjak oleh Ting Le di hadapan semua orang.
Adegan itu berhasil menjadi bahan tertawaan, meski tidak ada yang menunjukkannya secara langsung.
Bahkan Luo Youzhe tampak menahan tawa .... Sebenarnya ia memang sudah tertawa meski tidak keras. Itu disadari oleh Gu Yuena.
"Jelek." Gu Yuena mengutuk bahan pakaiannya yang jelek.
Seharusnya ia berhasil membuat Ting Le jatuh akibat ulahnya sendiri ketika Gu Yuena bangun. Tapi siapa sangka bahan pakaian terlalu tipis sehingga robek hanya karena injakan Ting Le.
Tak apa, setidaknya wajah Ting Le tercoreng. Dengan begini, perlakuan Ting Le terhadap Gu Yuena selama ini akan terbongkar di depan semua orang.
Wajah Gu Shan sudah menggelap. Sebelum Ting Le mulai memelas, Gu Yuena langsung menunjukkan kesedihannya terlebih dahulu.
"Nyonya, maaf telah mengganggumu dan Adik Kelima." Gu Yuena tampak berkaca-kaca sambil mencengkram roknya. Ia berhasil membuat Ting Le mati rasa dan mendapat tatapan tajam dari Gu Shan.
Setelah puas melihat keadaan itu, Gu Yuena pergi dengan senyum yang mengembang di balik cadar. Setidaknya, ia tidak sepenuhnya sia-sia datang ke perjamuan.
Ting Le merasa sangat marah. Gadis itu pasti sengaja mempermalukannya! Ia melihat suaminya dengan penuh permohonan, kemudian berlutut.
"Tuan—"
"Pergilah, jangan membuat masalah lagi." Gu Shan masih menahan amarahnya. Ia akan memberi peringatan pada Ting Le setelah perjamuan berakhir.
Ting Le menunduk. Ia pergi dengan perasaan tercampur aduk diikuti oleh Gu Yueli yang didampingi pelayan. Suasana aula saat ini menjadi sangat canggung.
Setelah kepergian mereka, wajah Gu Shan kembali tenang dan melihat para hadirin. "Mohon maaf atas ketidaknyamanan sebelumnya. Mari kita lanjutkan, tidak perlu memikirkan kecelakaan barusan."
Mereka semua hanya bisa menyimpan adegan barusan dalam hati, setidaknya selama perjamuan dilaksanakan. Kali ini, gosip mengenai kekacauan Kediaman Adipati saat perjamuan akan tersebar dengan cepat.
Luo Youzhe tampak tenang di tempatnya dengan secangkir arak di tangan. Ia melihat ke arah pintu yang terbuka di mana tiga perempuan baru saja pergi setelah membuat masalah.
"Semua orang Kediaman Adipati benar-benar 'berbakti'." Ia terkekeh kecil, kemudian meminum secangkir arak di tangannya. Ia pun beranjak untuk pergi.
Kepergian Luo Youzhe membuat Ketua Klan Luo melihatnya dengan was-was. "Youzhe, kembalilah."
"Takutnya aku tidak akan bisa mengikuti perjamuan secara penuh. Kalian bersenang-senanglah, aku ingin cari angin." Pria itu pun pergi setelah berkata demikian pada ayahnya. Ketua Klan Luo hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala.
Luo Zhiyi ingin beranjak mengikuti, namun lengannya ditahan Ketua Klan Luo dan diberi tatapan tajam. Luo Zhiyi ciut seketika dan duduk diam.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gu Yuena menggerutu sepanjang jalan sambil menendang-nendang roknya yang robek hingga memperlihatkan salah satu kaki jenjangnya sampai atas lutut. Meski ia tidak terlalu kesal atau malu karena pakaian yang robek, tetap saja ia kesal pada kecacatan seperti ini.
Seorang bangsawan menggunakan pakaian beekualitas buruk, betapa memalukannya itu. Jiang Weiwei juga pasti sengaja memberinya pakaian berkualitas buruk atas perintah Gu Yueli. Pantas saja Gu Yueli tiba-tiba bersikap baik.
Ia melihat tangannya yang memerah karena air panas, kemudian menghela napas. Kulitnya sangat sensitif sehingga langsung melepuh hanya karena air panas. Di dunia ini, ia hanya bisa mengandalkan diri sendiri untuk bertahan hidup. Jika meminta Jiang Weiwei mengobatinya, itu sama saja cari penyakit.
Gu Yuena melihat bulan yang bersinar terang di langit penuh bintang. Ia mengeluh, "Kakak, kapan kau pulang?"
Ia mendengus memikirkan kakaknya sudah tidak lagi peduli padanya. Kakaknya hanya peduli pada wanita barunya, tidak peduli pada adiknya yang manis ini. Ia bisa apa?
Di tengah keluhan dan rutukan kesal yang dilontarkan Gu Yuena, sosok hitam tiba-tiba melintas membuat perhatian Gu Yuena teralih. Ia mengangkat kedua tangannya, memasang sikap waspada akan sesuatu yang menyerang.
Ia merasakan aura berbahaya.
Tapi Gu Yuena terlambat menyadari. Ketika ia berbalik setelah merasakan sesuatu mendekat, ia nyaris memekik akibat dorongan seseorang hingga membuatnya terpojok di dinding dalam keadaan mulut yang dibikap.
Punggungku ....
Ia merasa punggungnya akan patah saat itu juga. Sangat sakit ....
Ia melihat sosok yang menangkapnya tiba-tiba. Matanya melotot tajam, kemudian berusaha melepaskan diri dan menggigit tangan yang membikapnya dengan keras.
Sosok yang ternyata Luo Youzhe mendesis karena tangannya digigit sampai berbekas. Ia melepas bikapan, kemudian melihat Gu Yuena dengan tuntutan.
"Kenapa suka sekali menggigit orang?" Ia menunjukkan protes.
Gu Yuena terdiam untuk beberapa saat. Setelah terlepas dari keterkejutannya, ia langsung merubah sikap menjadi Gu Yuena yang selama ini ia perankan. Meski Luo Youzhe telah mengenalinya, setidaknya ia tidak boleh menunjukkan sikap menyerah karena ketahuan.
Tatapan Gu Yuena berkaca-kaca seolah merasa ditindas. "Tuan Muda, Yuena hanya melakukan pembelaan diri. Lagi pula, pria dan wanita saling berdekatan seperti ini, bukankah tidak pantas?"
Luo Youzhe menatapnya untuk beberapa saat, kemudian mendengus. "Lepaskan penyamaranmu, aku tidak akan memberitahu siapa pun."
"Yuena ... tidak mengerti maksud Tuan Muda." Gu Yuena mengalihkan pandangannya ke samping.
"Mengenai apa yang dikatakan Tuan Muda, Yuena sama sekali tidak tahu. Tuan Muda, jangan mengatakan omong kosong yang dapat membuat orang salah paham." Gu Yuena merasa ingin meninju wajah tampan itu. Ia kesal, tapi tidak bisa melampiaskannya.
"Kenapa kau cepat sekali menyangkal? Aku tidak menyebutkan siapa 'seseorang' itu. Apa kau merasa 'seseorang' itu kau?" Luo Youzhe tersenyum misterius.
Gu Yuena diam untuk beberapa saat memikirkan bagaimana caranya agar dapat keluar dari situasi ini. Kepalanya terasa ingin pecah. Masalahnya, ia tidak boleh mengungkap penyamaran begitu mudah.
"Memang orang-orang Kediaman Adipati Gu sangat berbakti, bahkan tidak peduli pada reputasi diri sendiri dan pergi setelah menikmati sesuatu."
"Tuan Muda, bisakah tidak mengucapkan kata ambigu? Jika yang Tuan Muda maksud benar aku, apakah ada bukti?" Gu Yuena berkata dengan menantang, namun dengan nada lembut yang penuh pertanyaan.
Luo Youzhe tampak terlalu santai sehingga membuat Gu Yuena waspada. Pria itu tiba-tiba menunjukkan senyum kecil yang mencurigakan. Detik berikutnya, tangannya meraih pengikat cadar hendak membukanya.
Secara spontan, Gu Yuena menghalangi tangan Luo Youzhe dan melotot padanya. "Bukankah itu tidak sopan?"
Luo Youzhe mendengus. "Ketika kau menciumku, apa itu sebuah kesopanan? Kau ingin bukti, maka aku akan membuktikannya."
"Tidak bisa, apa kau tidak takut pada kakakku? Dia ... dia murid Tetua Istana Yinyang, juga murid terbaik di Akademi Yinyang. Jika kau bertindak tidak sopan padaku, dia tidak akan mengampunimu." Gu Yuena mencoba menggunakan nama kakaknya untuk mengancam.
"Aku adalah Luo Youzhe, kenapa harus takut pada seorang guardian kecil?"
"Kau hanya dari sebuah klan, tidak ada bandingnya dari sebuah istana ...." Tiba-tiba Gu Yuena terdiam mengingat ia nyaris kelepasan. Ia pun segera merubah sikap. "Tuan Muda, aku sedang menasihatimu."
Luo Youzhe mendekatkan wajahnya ke arah Gu Yuena, tampak begitu serius. Tatapan mereka melekat begitu dalam. Gu Yuena merasa sesak. Ia dengan jelas dapat merasakan napas Luo Youzhe yang dingin. Sama seperti waktu itu .....
Luo Youzhe berkata, "Kau berhutang penjelasan padaku."
"Apa?" Gu Yuena merasa otaknya macat di posisi seperti ini. Ia tidak kuat!
"Tidak perlu banyak basa-basi, aku tidak peduli kau adalah wanita malam itu atau bukan. Karena kau adalah adik Gu Yuan dan mantan tunangan Ye Suanwu, maka kau pasti tahu sesuatu."
"Apa masalahmu dengan kakakku?" Gu Yuena penasaran.
Luo Youzhe menatap Gu Yuena sangat lekat, seolah mencari petunjuk dari tatapannya. Sayangnya, ia tidak menemukan apa pun. Gu Yuena tidak tahu apa pun.
Ia menghela napas dan memberi jarak di antara mereka. "Sudahlah, kau memang tidak tahu apa pun dan aku tidak perlu mendesakmu."
"Kalau begitu ... aku boleh pergi?" Gu Yuena merasa tidak nyaman. Ia merasa bahwa pria di depannya tidak hanya sekadar Tuan Muda Luo yang terkenal itu. Dia terlalu mencurigakan.
Luo Youzhe tampak memikirkan sesuatu sehingga memberi celah bagi Gu Yuena untuk kabur. Perempuan itu pergi terburu-buru, namun Kakinya tanpa sengaja menginjak bagian rok yang terkulai karena robek sehingga ia terkilir.
Gu Yuena terkejut. Tubuhnya oleng seketika dan tidak bisa menjaga keseimbangan. Jika ia jatuh, ia akan berusaha agar tidak terlihat memalukan. Tapi begitu tubuhnya akan ambruk ke tanah, ia merasa sebuah tangan melingkari pinggangnya hingga menggantung di udara.
Gu Yuena terdiam melihat sepasang mata kebiruan di depan matanya. Di bawah cahaya bulan, sepasang mata yang ia pikir adalah hitam kini memiliki cahaya kebiruan samar dan gelap seperti langit malam. Terlihat indah.
"Keseimbanganmu sangat buruk." Luo Youzhe mencibir membuat Gu Yuena tersadar. Ia pun terkekeh, "Sudah selesai melihat?"
Gu Yuena mengerjap mata, dan menyadari bahwa pria itu memeluk pinggangnya yang akan jatuh ke tanah. Tersadar dari emosi aneh yang sulit diartikan, Gu Yuena langsung berdiri dan mendorongnya menjauh.
Sayangnya, tubuh Luo Youzhe sangat keras sehingga kesalahpahaman kembali terjadi. Gu Yuena berniat mendorongnya, tapi ia tidak tahu bahwa tubuh Luo Youzhe terlaku keras untuk didorong sehingga ia terlihat seperti meraba dada seorang pria.
"Sialan ...." Gu Yuena langsung menarik tangannya kembali dan memalingkan wajah. Kenapa harus terjadi hal seperti ini? Hari ini benar-benar sial!
Luo Youzhe justru tampak sebaliknya. Ia memiringkan kepala untuk melihat Gu Yuena yang memalingkan wajah, kemudian tersenyum. "Sepertinya kita impas."
Gu Yuena melihatnya dengan malas. Sudahlah, lupakan penyamaran. Ia sangat kesal hari ini. Ditambah kakinya sakit terkilir sehingga hanya bisa berpura-pura berdiri tegak—meski kenyataannya ia berdiri dengan satu kaki.
Luo Youzhe yang melihat pandangan Gu Yuena pun terkekeh. Ia berjalan ke depannya, kemudian menunduk untuk melihat gadis pendek itu. "Aku pernah memegang dadamu sekali ketika keseimbanganmu menjadi buruk, sekarang kau memegang dadaku ketika keseimbanganmu memburuk, kita impas."
Wajah Gu Yuena merah padam mengingatnya. Kenapa ... kenapa orang ini terus mengungkit malam menyebalkan itu!
"Aku ingat seseorang berkata bahwa kita harus meninggalkan kenangan indah sebelum berpisah." Luo Youzhe melanjutkan dengan seringaian yang menyebalkan.
Gu Yuena mengutuk dirinya sendiri dan terus berharap agar waktu terulang. Jika bisa, ia akan membunuh Luo Youzhe saat itu dan kabur agar tidak dipermalukan seperti ini.
"Kurasa kenangan indah itu terlalu melekat. Apa yang harus aku lakukan?" Luo Youzhe menatap Gu Yuena dengan tatapan bertanya-tanya. Perubahan ekspresinya sangat besar.
Gu Yuena berusaha tetap sabar. Ia tidak lagi mengenakan topengnya dan berkata dengan dingin. "Apa maumu?"
"Ketika kau kabur, kau mencuri sesuatu dariku ...." Sebelum Luo Youzhe melanjutkan ucapannya, Gu Yuena sudah melemparkan satu tael emas yang dicuri sebelumnya. Sebelumnya Gu Yuena membawanya untuk membeli hadiah Gu Yuan.
"Sudah lunas. Jangan ganggu aku." Gu Yuena sangat memohon. Ia tahu kekuatan Luo Youzhe bisa saja tidak sebanding dengan kakaknya sejak pria itu meremehkan kakaknya. Itu sebabnya, ia harus sebisa mungkin menjaga diri dari pria aneh ini.
"Bukan ini." Luo Youzhe mengembalikan satu tael emas itu ke tangan Gu Yuena.
"Lalu?"
Luo Youzhe menampilkan senyum miring yang mencurigakan. Ia membisikkan sesuatu pada Gu Yuena. Itu berhasil membuat wajah Gu Yuena merah total.
"Luo Youzhe, seharusnya yang dirugikan di sini adalah aku. Aku tidak menuntut apa pun, tapi kau justru bertindak seolah kau telah dirugikan? Benar-benar ...."
"Jika semua orang tahu bahwa Gu Yuena yang lembut dan pengertian ini telah mengambil kemurnian seorang pemuda tak bersalah, apa yang akan mereka pikirkan? Asal kau tahu. Aku masih sangat murni. Kau mengambil ciuman pertamaku dan—"
"Sudah, sudah, jangan menyebutnya lagi! Kau seperti wanita yang hamil dan meminta pertanggungjawaban, benar-benar mengganggu." Gu Yuena menghela napas untuk menenangkan diri. Ia tidak boleh meledak sekarang. "Aku akan mentraktirmu besok. Kau bebas memilih restoran apa pun dan makanan apa pun, aku yang akan bayar. Setelah itu, jangan menggangguku."
"Jika hanya memberi traktiran, aku tidak kekurangan uang. Bagaimanapun, Klan Luo lebih kaya dibanding Kediaman Adipati."
"Setidaknya jangan menyulitkanku. Apa yang bisa aku lakukan untuk menebusnya?"
Luo Youzhe memasang wajah berpikir. "Belum terpikirkan." Ia tersenyum licik. "Jika sudah tahu, aku akan memberitahunya padamu. Setelah kau mengabulkannya, baru aku berhenti mengganggumu."
"Kau ...." Gu Yuena mengangkat tangannya hendak memukul pria itu. Tapi ia menghentikan aksinya melihat tatapan mengancam pria itu.
"Jika kau melakukan kekerasan, aku akan meminta lebih dari sekadar bertanggungjawab. Bisa saja, yang kuinginkan adalah nyawamu." Luo Youzhe melihat Gu Yuena dengan seringaian kecil.
Gu Yuena terdiam. Ia menurunkan tangannya, kemudian menghela napas panjang. Ia kesal, tapi tidak bisa melampiaskannya. Ini kali pertamanya ada di posisi dirugikan.
"Sudah bicaranya?" Gu Yuena mencoba tetap tenang. Jika ia gegabah, situasi akan semakin rumit. Ia tidak tahu berapa tingkat kekuatan Luo Youzhe, tapi ia tahu bahwa pria itu tidak bisa disinggung. Apalagi kakinya sakit terkilir, ia harus secepatnya kembali ke paviliun.
"Apa sakit?" Luo Youzhe dengan jelas menyadari bahwa Gu Yuena hanya berdiri dengan satu kaki. Ia dapat melihat bagian kaki Gu Yuena yang terkilir sedikit diangkat berkat rok yang terbelah.
Gu Yuena sadar pada pandangan Luo Youzhe. Ia langsung menutup kakinya rapat-rapat. "Bukan urusanmu." Ia pun pergi sambil terpincang dan melompat-lompat.
Luo Youzhe mendengus. "Lagi pula aku sudah lihat semua, kenapa harus malu?"
Gu Yuena ingin sekali menendang pria itu, tapi kakinya tidak mendukung. Ia hanya bisa mendesis kesal sambil berjalan terpincang-pincang. Sebisa mungkin harus menjauhi pria berbahaya itu.
Langkah Gu Yuena yang pincang terkesan pelan dan ribet. Ditambah roknya yang rusak dan terlalu panjang, menambah tingkat kesulitan Gu Yuena berjalan.
Karena gemas melihatnya, Luo Youzhe berjalan mendekat dan mengangkat tubuh gadis itu begitu saja tanpa izin. Ia mengangkatnya seperti mengangkat boneka di punggung, terlalu enteng.
Gu Yuena terkejut. Ia ingin memukul Luo Youzhe, tapi teringat bila ia memukul pria itu, maka ia akan jatuh lebih buruk. Ia hanya bisa menekan emosi dalam hati.
"Sebenarnya aku bisa sendiri." Gu Yuena meminta diturunkan. Tapi pria itu tetap berjalan seolah mengetahui lokasi paviliunnya.
"Aku tidak suka seseorang yang berjalan seperti siput." Luo Youzhe menyahut acuh tak acuh.
"Memangnya kau tahu tempat tinggalku?"
Luo Youzhe tidak menjawab. Ia hanya sedikit tersenyum, terlihat mencurigakan. Tapi Gu Yuena tidak bisa bertanya lebih jauh agar tidak dijatuhkan.
Seperti yang diduga. Tindakan mencurigakan Luo Youzhe benar-benar membuat Gu Yuena menyesal setengah mati.
Ia ditinggalkan di paviliun lamanya yang bobrok sendirian!
"Tahu begitu lebih baik aku jatuh sekalian." Gu Yuena mengutuk pria itu selama tujuh turunan.
Ketika sampai, Luo Youzhe tidak mengatakan apa pun lagi dan meninggalkannya begitu saja seperti hantu. Ia seolah sengaja melakukannya, hingga Gu Yuena terlalu kesal sampai ingin muntah darah.
Dalam keadaan kaki terkilir dan tidak bisa berjalan dengan baik, ia sendirian di rumah bobrok yang letaknya terlalu jauh dari kediaman utama. Gu Yuena bahkan tidak sadar bahwa Luo Youzhe membawanya ke sini begitu cepat. Ia sama sekali tidak sadar seolah pikirannya dialihkan.
Ini benar-benar ....
Terkutuk!