
Pembatas ilusi Istana Linghun tidak jauh lagi. Ada fluktuasi energi yang dirasakan Bai Youzhe ketika mendekati pembatas ilusi yang berada di pinggir kota.
Pembatas ilusi Istana Linghun sangat luas dan mencangkup seluruh area istana, seperti benteng. Itu sangat besar, saking besarnya sampai menembus hutan. Namun, pembatas itu tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.
Fluktuasi energi yang dirasakan Bai Youzhe seperti perasaan pembatas yang terbuka. Namun, itu hanya sebentar dan samar. Mungkin ada di sisi lain pembatas, bukan di kota.
Ia menandakan tiap sisi pembatas menggunakan kekuatan jiwa untuk mengetahui posisi Gu Yuena keluar. Kekuatan jiwa di tangan Bai Youzhe muncul seperti sekumpulan energi hitam, melingkupi pembatas ilusi dengan hati-hati untuk mencari sisa napas Gu Yuena yang seharusnya tertinggal.
Ia tidak begitu yakin apa Gu Yuena benar-benar sudah keluar atau belum. Tapi setidaknya, ia bisa mengetahui jejaknya saat Gu Yuena keluar dari istana.
Tapi sepertinya segala sesuatu tidak bisa berjalan lancar. Ketika tanda yang ia buat selesai, beberapa akar dari tanah mencuat dalam ukuran besar menyerangnya. Akar-akar itu memiliki jumlah yang banyak seperti tentakel gurita. Besar seperti raksasa dan menjulurkan ujung runcing yang mengerikan.
Jika seseorang terkena ujung dari akar, orang itu akan keracunan dan mati seketika. Bai Youzhe tidak begitu terkejut. Ia melangkah mundur ketika akar itu menyerang, lalu memblokir serangan menggunakan api neraka.
Akar lemah terhadap api. Namun, akar satu ini tidak biasa. Jika dilihat, itu memiliki beberapa bekas sihir pada lapisan akar yang merupakan sumber kekuatannya. Itu adalah monster tanaman penjaga dari Dunia Bawah!
Akar itu mengamuk seperti sesuatu yang menggila ketika api neraka menempel. Pusaran angin terbentuk akibat gerakan akar yang tidak terkendali, disertai guncangan tanah dan retakan akibat munculnya akar lain dari tanah.
Ukurannya terlalu besar. Bai Youzhe melayang di udara untuk mentetahui seberapa besar akar itu dan menemukan bahwa hampir satu kota merupakan rumah bagi monster penjaga itu. Di bawah tanah kota, ada akar yang bergerak mengakibatkan guncangan besar.
Tidak disangka Istana Linghun menyimpan monster seperti itu di bawah kota. Bahkan jika kekaisaran mengetahuinya, mereka hanya bisa melakukan tindak pencegahan agar akar itu tidak membesar ke kota lain. Bagaimanapun, tidak ada yang berani melawan monster penjaga.
Monster penjaga akar telah hidup selama ribuan tahun. Itu lebih kuat dari ular di perut pegunungan iblis yang pernah ditendang Bai Youzhe seperti menendang anak anjing. Meski begitu, hal itu bukan sesuatu yang merepotkan Bai Youzhe.
Yang merepotkan baginya adalah korban yang berjatuhan di kota akibat pergerakan monster akar. Gempa mengakibatkan bangunan runtuh. Banyak orang tertimpa. Belum lagi, akar itu mencuat seperti tentakel dan sesekali menyambar warga.
Menyelamatkan orang sebanyak itu adalah hal merepotkan jika tidak memiliki orang yang mengikut. Jadi, Bai Youzhe memilih untuk menyingkirkan dalangnya saja agar dapat menghentikan kekacauan.
Aura naga yang dimiliki Bai Youzhe menyebabkan akar-akar itu menargetnya. Bai Youzhe menangkis, lalu menggunakan api neraka untuk menekan akar besar itu sampai terkubur kembali ke bawah tanah.
Ketika kumpulan akar terpendam oleh api neraka Bai Youzhe, akar lainnya ikut tertarik ke bawah seperti merosot. Untuk mempertahankan posisi, beberapa akar meraih apa pun yang bisa diambilnya untuk bertahan di atas termasuk mengambil orang-orang yang berlarian.
Situasi semakin buruk.
Bai Youzhe kembali ke kota, lalu memotong banyak akar yang menjulur di berbagai wilayah agar tidak terus bertahan di atas. Ada banyak yang terselamatkan, tapi ada juga yang lolos dan ikut ke bawah tanah bersama monster akar. Akar itu tidak menyerah. Melahap banyak darah serta unsur hara sampai tanah mengering, membuatnya menjadi lebih besar dan tumbuh ke atas sangat cepat.
Ada kekuatan jiwa yang mengendalikan monster itu ketika Bai Youzhe memotong beberapa akar. Kekuatan jiwa itu menyusut dari tubuh akar, menyatu kembali dengan kekuatan jiwa lain di sekitar akar yang utuh. Itu membuatnya terus tumbuh.
Kekuatan jiwa yang tertanam di akar, seharusnya dikendalikan oleh seseorang. Bai Youzhe memiliki sebuah spekulasi.
Ia mengeluarkan salah satu pedangnya, lalu melepasnya cukup jauh sampai menembus akar-akar itu dalam waktu singkat. Pedangnya terus melayang di udara sampai menancap di sebuah tempat.
Satu-satunya bangunan pagoda yang terhindar dari serangan akar.
Bai Youzhe muncul di dekat pedangnya yang menancap, lalu melihat ke arah sosok serba hitam yang berdiri melihat 'keramaian kota' dari balkon pagoda.
Posisinya berada di lantai teratas pagoda, tepat di teras yang cukup besar dan kokoh. Bai Youzhe menyimpan kembali pedangnya selagi sosok serba hitam itu berbalik ke arahnya.
"Terakhir kita bertemu adalah di perut gunung. Itu sudah cukup lama." Yang Xinyuan melihat Bai Youzhe dengan pandangan provokasi.
Pantas saja monster akar yang berasal dari Dunia bawah ada di sini. Sifatnya yang tahan api juga cukup membuat Bai Youzhe repot. Kalau bukan berasal dari wilayah neraka, tidak mungkin akar itu tahan api. Jadi ternyata benar, Yang Xinyuan yang mengendalikannya.
Sebelumnya Bai Youzhe melihat kehadiran Yang Xinyuan, tapi mengabaikannya karena terlalu malas bertarung. Ia juga tidak ingin terlibat dalam masalah sepele dan hanya fokus menemukan Gu Yuena. Siapa sangka, monster penjaga peliharaan Yang Xinyuan akan berulah dan dikendalikan olehnya.
Yang Xinyuan memendam kembali akar-akar itu ke dalam tanah sehingga kota kembali aman. Hanya menyisakan kekacauan dan lubang besar di tanah.
"Kau datang untuk menjemput seseorang?" Yang Xinyuan bersikap tenang sambil melihat ke arah kota yang kacau.
Bai Youzhe menjawab dengan datar, "Kau menanam monster penjaga di bawah kota, apa Istana Linghun mengetahuinya?" Ia mengalihkan topik.
"Istana Linghun tidak memiliki waktu memperhatikan hal sekecil itu," sahut Yang Xinyuan. "Raja Istana Tianshuang sepertinya sangat peduli. Aku terkejut kau peduli pada nyawa orang lain."
"Terserah bagaimana kau melihatnya." Bai Youzhe menjawab dengan malas. Ia malas bicara dengan orang seperti ini, lebih baik pergi dari sini.
Namun, sebelum Bai Youzhe benar-benar pergi, Yang Xinyuan berkata, "Ketika kau menghentikan Gu Yuena mengumpulkan lebih banyak darah, apa yang kau pikirkan saat itu?"
Bai Youzhe melihatnya, "Kenapa aku harus memberitahu?"
"Jika Gu Yuena menolak ajakanmu, apa kau akan membiarkannya atau membunuhnya?" Yang Xinyuan bertanya lagi. Bai Yozuhe memiliki tanggungjawab di punggungnya, tidak bisa mengabaikan nyawa rakyatnya. Gu Yuena mengacaukan Dunia Bawah, melimurinya dengan darah. Bai Youzhe tidak mungkin tidak marah.
"Aku mengenal Gu Yuena cukup baik. Yang saat itu bukanlah dia."
"Oh? Seberapa jauh?" Yang Xinyuan tersenyum miring. "Aku justru berpikir bahwa Gu Yuena sangat mirip denganku. Sejak kecil, hidupnya tidak pernah damai. Dia menjadi pembunuh di usia muda, bahkan sangat menyukai pertumbahan darah tanpa melihat usia dan situasi lawan. Di matanya, semua adalah musuh. Bahkan dia ingin membunuhmu."
"Maka sebelum dia membunuhku, dia pasti akan membunuhmu terlebih dahulu. Kau tahu kebenciannya." Bai Youzhe menanggapi dengan enteng. Yang Xinyuan sengaja memprovokasinya, ia akan memprovokasi balik.
"Aku tidak menyangkalnya." Yang Xinyuan menggddikkan bahu dan bersandar. "Aku tidak membutuhkannya seperti kau membutuhkannya. Bagaimanapun, aku adalah naga yang sebenarnya. Aku tidak butuh phoenix sepertimu."
"Sayangnya, naga sepertiku harus memimpin kalian ras naga. Kamu termasuk rakyatku yang membangkang." Bai Youzhe menggunakan nada sarkas dalam ucapannya disertai senyum sinis. Senyum maut yang mematikan.
Yang Xinyuan sebenarnya kesal. Ia mengutuk dalam hati akan naga-naga bodoh itu, lalu berkata, "Kau memang pemimpin ras. Tapi suatu hari posisi itu akan berubah. Ketika phoenix meninggalkanmu, maka nyawamu terancam." Ia kemudian terpikirkan sesuatu. "Aku jadi berpikir bahwa kau bersama Gu Yuena hanya untuk mempertahankan nyawamu."
"Benarkah? Aku pikir kau hanya orang yang sok tahu segalanya." Bai Youzhe mendengus. Ia sangat ingin memukul orang itu, tapi hanya akan mengakibatkan pertempuran tidak perlu. Gu Yuena lebih penting.
"Kau berpikir bahwa itu semua adalah cinta, tapi sebenarnya adalah obsesi. Tidak seharusnya Gu Yuena ada di tempat yang salah. Tempatnya adalah di Istana Linghun sebagai putri untuk ambisinya, bukan di tempat munafik penuh obsesi."
Yang Xinyuan menggunakan kekuatan jiwa untuk menahan Bai Youzhe. Kekuatan jiwa tidak sempat ditahan, sehingga mengenai lengan Bai Youzhe dan menariknya begitu saja.
Bai Youzhe mendengus. "Kau melupakan sesuatu." Ia menarik kekuatan jiwa itu, lalu menyerapnya ke dalam tubuh. Ia menunjukkan senyum miring, lalu mengembalikkan serangan ke arah Yang Xinyuan. Mendadak, udara di sekitar menjadi gelap.
Yang Xinyuan menghindarinya. "Ternyata kau berhasil menyatukan tiga batu jiwa." Ia memiringkan kepalanya. "Kau berhasil merebutnya dari Gu Yuena. Kau benar memanfaatkannya."
"Aku harus berterimakasih padamu yang telah mengantarkan dua batu jiwa sekaligus." Bai Youzhe menarik kekuatannya sehingga segalanya kembali normal. Saat itu ia memang memanfaatkan Gu Yuena, dan menukarnya dengan esensi sihir. Toh, Gu Yuena juga sudah setuju akan transaksi itu.
Meski pada akhirnya Gu Yuena menyesal dan ia merebut batu ketiga dengan cara licik.
Saat itu mereka masih menjadi musuh, wajar jika Bai Youzhe memanfaatkannya. Tapi sekarang, Bai Youzhe hanya ingin melindunginya dan terus di sisinya, terlepas dari apa itu cinta atau obsesi. Ia tidak perlu menjelaskannya secara detail pada orang itu. Tidak ada yang perlu dijelaskan di antara mereka.
"Bai Youzhe, kau tidak akan mendapatkan apa yang kau inginkan." Yang Xinyuan baru saja akan meluncurkan serangan lain. Ia sangat kesal, sedangkan kesabarannya setipis tisu. Percakapan tadi hanya mengulur waktu dan untuk membuat Bai Youzhe bertindak implusif, tapi ternyata pria itu jauh lebih tenang dan meremehkannya.
Ia marah!
Namun, sebelum Bai Youzhe menerima serangan itu, Yang Xinyuan menarik kembali kekuatannya ketika sebuah pesan sihir datang padanya. Pesan itu berasal dari arah Istana.
Ia menutup mata sejenak, lalu membuka matanya dengan pandangan terkejut. Iris hitam itu terarah pada Bai Youzhe dengan niat membunuh yang dalam, tapi tidak bisa mengutarakannya.
"Sayang sekali, kita tidak bisa 'berbincang' lebih lama. Aku akan menunggu pertemuan selanjutnya." Yang Xinyuan pergi dalam bentuk sekumpulan kabut. Kecepatannya sangat cepat.
Bai Youzhe yang ditinggalkan sendiri hanya memandang dengan wajah dingin. Ia menyimpan kembali kekuatannya, lalu pergi dari lantai atas pagoda.
Yang Xinyuan tiba-tiba saja pergi ke arah Istana Linghun. Begitu mendadak, sampai tidak bisa menunda meski hanya sementara.
Apa ada hubungannya dengan Gu Yuena?
"Nana." Napas Gu Yuena terasa sangat lemah. Ia pun melesat pergi ke arah di mana Gu Yuena keluar dari pembatas.
Itu adalah hutan belantara di belakang gunung.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gu Yuena membuka mata. Hal pertama yang ia lihat adalah bara api dari beberapa tungku yang membara di sekitarnya. Melihat ke segala sisi, suasananya negitu lebih gelap dan suram.
Keningnya berkerut. Ini adalah ruangan altar.
Tatapannya menunjukkan kejutan ketika melihat sosok yang terbaring beberapa meter di depannya. Pria berpakaian serba hitam dengan wajah sepucat mayat dan sangat dingin. Gu Yuena langsung menghampiri. Ada air mata yang tertahan di matanya, sebelum akhirnya merasakan kaki yang melemas.
Lagi-lagi seperti ini.
Gu Yuena pergi untuk menghindari hal ini. Ia pergi agar tidak melihat hal yang membuatnya sedih. Ia tidak ingin tahu hal ini, tapi seseorang memaksanya melihat.
"Ayah ...." Gu Yuena merasa perasaannya sangat jatuh. Ayahnya adalah orang yang paling mendukungnya, paling menyayanginya, dan paling ingin melihat ia bahagia. Gu Yuena tidak tahan akan situasi yang terulang kembali. Ia merasa kembali ke masa lalu, namun dengan rasa bersalah yang lebih besar.
Ia telah menyebabkan kematiannya.
"Bukankah kau menyesal?" Suara Li Hua terdengar jelas dari belakang. Wanita itu berhenti di belakang Gu Yuena, lalu mendunduk untuk membisikkan sesuatu, "Bagaimanapun caramu lari dari kenyataan, aku akan tetap memperlihatkannya. Itu adalah buah dari apa yang kau tanam."
Menghancurkan mutiara pemakan darah. Gu Yuena menyesalinya. Ia menuruti apa yang Gu Ying katakan untuk menolak. Seharusnya dia tidak menghancurkannya!
"Aku bersalah." Gu Yuena berkata dengan nada rendah. Pandangannya kosong melihat lantai di bawahnya.
"Kau memang bersalah, maka kau harus memperbaikinya," bisikan Li Hua kembali menggema.
"Apa dia benar-benar pergi?" tanya Gu Yuena.
"Selama tulang iblis ada, dia tidak akan pergi. Kumpulkan lebih banyak darah, dia akan hidup kembali."
Gu Yuena terdiam. Jika seperti ini, sama saja menyiksa Gu Ying untuk hidup bergantung pada nyawa orang lain.
Ia menoleh menatap Li Hua. Dua iris merah itu bertemu dengan dua jenis tatapan. Gu Yuena menatapnya dengan benci dan jijik.
"Bukankah kau juga bersalah? Dia akan hidup, tapi kau akan membunuhnya lagi dan lagi."
Ucapan Gu Yuena yang bernada rendah itu membuat emosi Li Hua semakin tidak stabil. Ia mengeratkan tinjunya, lalu tertawa hampa sampai gemanya terdengar.
"Kenapa aku membunuhnya? Aku mencintainya." Li Hua melihat Gu Yuena dengan penuh tuntutan.
"Kau memberinya kehidupan, lalu dia akan mati dalam waktu tertentu. Itu sama saja kau membunuhnya, lalu menghidupkannya lagi dan merasakan siksaan seumur hidup. Kematian adalah jalan terbaik." Gu Yuena berkata tanpa emosi. Pandangannya kosong, sehingga terlihat tidak berperasaan.
"Kau salah. Hidup adalah segalanya, kau bisa melakukan apa pun dengan hidup." Li Hua menegaskan kata-katanya.
"Kalau begitu, kita berada di jalan berbeda." Gu Yuena terkekeh, "Ibuku ada di jalan kehidupan, sedangkan aku di jalan kematian. Aku tidak sebaik itu menghidupkan orang yang sudah mati. Itu adalah kesengsaraan yang menyedihkan."
Li Hua semakin marah. Percuma saja ia membawa Gu Yuena ke sini, kalau pada akhirnya harus mendengarkan kalimat yang sama. Gu Ying dan Gu Yuena mirip. Mereka benarlah ayah dan anak.
"Kau pikir aku sangat membutuhkanmu?" Li Hua menekan rahang Gu Yuena dengan kuat, tapi wanita itu hanya menatapnya dengan datar. Li Hua berkata, "Aku membutuhkanmu untuk membunuh, bukan menghidupkan. Tapi kau tidak tahu bagaimana cara mengucapkan terimakasih. Ada sangat banyak orang di Istana ini, aku masih memiliki orang yang lebih berguna daripada dirimu!"
"Lakukan saja apa yang kau mau." Gu Yuena menyahut tanpa ekspresi. Ia tetap kosong sambil mengatakan sesuatu yang acuh tak acuh, seolah semua ini tidak ada hubungan dengannya.
"Bagus." Li Hua melepas cengkramannya dengan kasar, lalu mundur beberapa langkah. Ia membuka pintu, lalu menampakkan sosok Yang Xinyuan hadir di balik pintu.
Yang Xinyuan melihat Gu Yuena yang kacau dengan pandangan terkejut. Sedangkan Gu Yuena hanya melihat sekilas, lalu kembali kosong.
"Muridku, bukankah kau akan melakukan apa yang kupinta?" Li Hua memandangnya dengan senyum jahat.
"Guru ...." Yang Xinyuan ingin bertanya tentang masalah Gu Yuena, tapi rasanya sangat berat.
"Mulai sekarang, Gu Yuena bukanlah Putri Istana Linghun. Kamu, Yang Xinyuan, akan menggantikan posisinya dan mengumpulkan 1000 darah untuk istana."
Yang Xinyuan yang baru datang terkejut. Ia melihat ke arah Gu Yuena yang tidak terlihat peduli, lalu merasa aneh. Selain wajah datar dan kosong itu, ada sedikit senyum terangkat di bibir Gu Yuena. Atau hanya perasaannya saja?
Menggantikan posisi Gu Yuena, itu berarti Yang Xinyuan menjadi pangeran kedua. Itu bukanlah hal yang mudah. Apalagi harus mengumpulkan 1000 darah. Meski Yang Xinyuan diciptakan untuk itu, Yang Xinyuan merasa bahwa Gu Yuena sama sekali tidak menyesal dan akan menjadi musuh mereka. Itu akan sangat merepotkan.
"Kau membuat segalanya menjadi lancar, Ibu." Gu Yuena sedikit tersenyum. Ia sedikit tertawa, tapi hanya sekilas, sebelum akhirnya tubuhnya menghilang begitu saja.
Ketika membuka mata, Gu Yuena kembali ke hutan belantara tepat di pinggir sungai yang deras.
Pandangannya buram, berbeda dari sebelumnya. Ia bangun, lalu melihat sekitarnya sambil mengusap mata agar jernih kembali. Kepalanya sangat sakit sampai meringis kesakitan.
Malam ini masih sangat dingin, dan Gu Yuena menggigil kedinginan. Kondisi tubuhnya memburuk.
Sebelumnya, jiwanya ditarik oleh Li Hua untuk menyaksikan apa yang tidak ingin Gu Yuena lihat. Sekarang, ayahnya benar-benar meninggal.
Mungkin Yang Xinyuan dapat mengumpulkan 1000 darah lagi dan Li Hua akan membangkitkannya. Gu Yuena juga pasti akan ditarik untuk menyaksikan kematian selanjutnya. Jika perlu, Li Hua akan menariknya ke masa-masa kehancuran Istana Yuansu. Itu adalah siksaan mental.
Gu Yuena tertawa miris sambil menutup wajahnya yang kini basah air mata. Ia sendirian, dengan mental yang tersiksa dan mengalami kesedihan mendalam. Siapa pun yang melindunginya, bahkan Bai Youzhe sekalipun, Gu Yuena tetap akan melihat semua kematian itu. Li Hua telah menandai jiwanya sehingga bisa ditarik kapan pun. Ia tidak bisa lari.
Apalagi pandangan Gu Yuena terganggu. Jika ia benar-benar buta, maka segalanya akan berakhir kalau Li Hua masih terus menyiksanya. Ia hanya dapat melihat kematian orang tersayangnya melalui jiwa yang ditarik, bukan melihat dunia.
Gu Yuena tidak bisa menahan duka dalam hatinya lagi. Ia menunduk di pinggir sungai dan berteriak dalam tangisan. Ia membenci perasaan ini. Perasaan sakit dalam dada sampai membuat perutnya bergejolak disertai emosi yang meningkat.
Tetap di tempat yang sama, Gu Yuena kembali kosong untuk beberapa waktu. Ia tidak lagi menangis, tapi bersandar di bawah pohon sambil melihat derasan air sungai. Pandangannya terlihat sangat lelah.
Ini baru beberapa menit, tapi Gu Yuena sudah tidak mempu melakukan apa pun akibat perasaan putus asa. Apa dia mati saja?
Sebenarnya, untuk apa dia hidup kembali? Apa ini adalah hukuman baginya yang telah berbuat buruk di kehidupan sebelumnya? Gu Yuena haus darah. Dia telah membunuh sangat banyak orang dan bersenang-senang di atas penderitaan orang lain. Ia menikmati dunia penuh darah dan ikut andil ke dalamnya.
Semua pukulan ini adalah hukuman untuknya. Ibu yang menyiksanya dan membencinya, ayah yang pergi dalam keadaan menyedihkan, semua orang di sisinya yang pergi dengan cara tragis dan segala pengkhianatan yang dialami. Gu Yuena membenci kehidupan ini, lebih benci dibandingkan kehidupan yang lalu.
Semua yang dia rencanakan selalu berhasil, termasuk hari ini. Namun, harga yang dibayar sangat mahal.
Ketika Gu Yuena mencoba menenangkan diri dalam kesunyian hutan, ia merasakan seseorang mendekat. Tatapannya dalam sekejap berubah menjadi kewaspadaan dan menghunuskan pisaunya untuk bertahan.
Istana Linghun memang tidak akan membiarkannya pergi semudah itu.
Tepat ketika Gu Yuena yang duduk di bawah pohon merasa sosok itu semakin dekat, ia langsung berdiri dan mengangkat pisaunya untuk menikam orang itu secara brutal.
Namun, hal tak terduga terjadi. Tangannya ditahan di udara oleh telapak tangan yang begitu dingin. Gu Yuena terpaku sejenak oleh sepasang mata biru itu, lalu merasakan tubuhnya menjadi lemah dan lelah.
"Youzhe." Gu Yuena melepas pisaunya begitu saja sampai jatuh lepas. Entah kenapa, melihat kehadirannya terasa sangat melegakan.
Bai Youzhe menangkap tubuh Gu Yuena yang lemas, memeluknya dengan erat.
"Maaf, aku terlambat." Bai Youzhe dapat merasakan perasaan putus asa pada diri Gu Yuena. Sedangkan Gu Yuena tidak mengatakan apa pun.
Pasti telah terjadi hal yang besar di Istana Linghun.