
Sepasang iris merah terbuka. Hal yang ia lihat adalah sebuah tempat yang buram. Sangat buram sampai terasa tidak nyaman.
Gu Yuena mengambil posisi duduk sambil mengusap matanya untuk melihat dengan normal. Ketika membuka mata untuk kedua kalinya, hal yang ia lihat adalah bebatuan yang saling menempel di dinding keras.
Tempatnya berada cukup gelap, dan begitu sepi.
Apa dia berada di gua?
Menurunkan kakinya dari atas batu panjang yang dilapisi jerami, tiba-tiba saja kepala Gu Yuena terasa dihantam keras ketika kakinya menyentuh tanah. Gu Yuena memegangi kepalanya, merasa sangat sakit.
Ia ingat, baru saja mengalami pertempuran hebat dan kehilangan banyak tenaga. Ia pun melihat ke arah nadi tangannya. Jejak racun api menjalar begitu cepat dan semakin membesar.
Sepertinya pertarungan sebelumnya membuat racun api menjadi-jadi. Pantas saja ia merasakan rasa sakit di seluruh tubuhnya, terutama pada dadanya sehingga merasa sesak.
Gu Yuena mencengkram dada kirinya, tepat di bagian jantung berada. Jantungnya berdetak tidak normal, membuatnya sangat kesakitan.
Ia beranjak berdiri, berjalan tertatih-tatih sambil berpegangan pada dinding gua menuju cahaya. Meski samar, ia dapat mendengar suara pria serta suara kekanakan yang ia kenal. Seperti sedang berdebat.
Apa itu suara Xiao Hei?
"Xiao Hei ...." Gu Yuena ingin minta tolong. Setidaknya, ia ingin pergi ke tabib di kota untuk mengurangi gejalanya.
"Nona!" Xiao Hei melompat khawatir, namun pria yang baru saja berdebat dengannya malah mengangkat kulit leher belakangnya begitu saja sehingga Xiao Hei menggantung di udara.
"Lepaskan aku, dasar penjahat!" Xiao Hei memberontak sebelum akhirnya dilepaskan begitu saja oleh pria itu.
"Diam, atau aku akan mengusirmu." Sepasang iris biru malam itu melihat kucing hitam dengan dingin. Hal itu berhasil membuat kucing hitam ciut dan memeluk ekornya dengan rapuh.
Gu Yuena terkejut ketika mendengar suara itu. Ia memperjelas pengelihatannya, lalu mendapati pemilik sepasang iris biru malam yang menghampiri. Secara spontan, Gu Yuena mundur beberapa langkah menjauhinya.
Gu Yuena merasa lehernya tercekat sehingga sulit bicara. "Kamu ... bagaimana—"
Gu Yuena tidak sempat menyelesaikan kalimatnya ketika pria itu tiba-tiba sampai di depannya dan menggendongnya tanpa permisi. Gu Yuena sangat terkejut, apalagi melihat mata unik itu yang cukup dekat dengan wajahnya.
"Hik." Tiba-tiba Gu Yuena cegukan. Lamunannya buyar saat itu juga.
"Kamu terluka," ujar Bai Youzhe dengan nada rendah.
Gu Yuena mengerjapkan matanya. Kenapa? Kenapa pria itu tidak membunuhnya saja? Padahal jelas-jelas ia dalam keadaan lemah dan mudah untuk dibunuh. Mereka adalah musuh!
Jelas-jelas keberadaannya berbahaya bagi pria itu. Ia adalah penyihir yang memiliki darah phoenix dan kekuatan jiwa sekaligus, itu adalah hal berbahaya bila dijadikan musuh. Ditambah dengan dendam pria itu ....
"Kenapa?" tanya Gu Yuena. "Kau bisa membunuhku sekarang."
"Aku tidak bisa." Bai Youzhe meletakkan Gu Yuena di tempat sebelumnya Gu Yuena berbaring.
"Jika aku menjadimu, aku tidak akan melewatkan kesempatan ini."
"Kau begitu ingin mati." Bai Youzhe mengerutkan keningnya, memandang Gu Yuena dengan serius.
Gu Yuena tertawa miris. "Seharusnya aku sudah mati sejak awal .... Aku adalah orang mati."
Bai Youzhe hanya melihat perempuan itu dalam diam, menatap matanya tanpa ekspresi, mendengarkan semua ucapannya tanpa menyela. Ia hanya memperhatikan tanpa berkata apa pun.
Gu Yuena merasa tidak nyaman. "Kau tahu kenapa aku mengeluarkan batu jiwa di depanmu?"
"Aku tahu."
"Kau tahu, tapi tidak mengambilnya. Jangan berpikir aku akan berbaik hati seperti hari itu dengan menukarnya demi esensi sihir. Aku tidak membutuhkan esensi sihirmu."
"Jika aku mengambilnya dari ruang spiritualmu, maka aku harus membunuhmu." Bai Youzhe memberi alasan yang tepat. Sedangkan ia tidak ingin membunuh Gu Yuena. Sangat tidak ingin.
"Itu yang ingin kukatakan."
"Maka lebih baik tidak mendapat batu jiwa." Bai Youzhe mengatakannya tanpa main-main. Gu Yuena lebih berharga daripada batu jiwa.
Bai Youzhe melanjutkan, "Kau melukai dirimu sendiri begitu buruk, aku harus menghentikanmu."
"Atas dasar apa?" Gu Yuena bersikap keras. Ia memaksakan diri berdiri dan akan pergi, tapi Bai Youzhe menahan lengannya.
Gu Yuena berdecak sebal, lalu menatap Bai Youzhe yang juga menatapnya tanpa mengubah ekspresi. Gu Yuena tidak merasa ada aura dingin di mata Bai Youzhe, tapi hal lain.
Seperti rasa takut.
Tapi Gu Yuena memilih mengabaikannya karena terlalu marah.
"Kau memilih berurusan dengan Gu Yuan, itu sama saja kau berurusan denganku. Kau berani melukainya, tapi tidak berani melukaiku? Omong kosong." Gu Yuena mendengus. Bahkan pria itu tidak meminta maaf atau merasa menyesal.
Lagi pula, percuma juga minta maaf. Itu semua hanya omong kosong.
"Biarkan aku pergi, atau bunuh aku sekarang." Gu Yuena berkata dengan nada dingin.
"Kau tidak bisa pergi."
Kekuatan Gu Yuena terlalu berbahaya, apalagi jika sampai lepas kendali seperti sebelumnya. Lagi pula, ia tidak ingin Gu Yuena pergi darinya dan kembali ke pria bren*sek itu.
Asal tahu saja, ia marah melihat Gu Yuena ciuman dengan orang itu. Ia tidak boleh membiarkan Gu Yuena pergi lagi.
"Kau ingin menjadikanku sandera untuk mengancam kakakku?" Seperti biasa, perempuan tertentu tidak peka dan hanya memikirkan kakaknya.
"Aku tidak membicarakan kakakmu." Tiba-tiba Bai Youzhe terlintas sebuah ide. "Kalau kau tidak ingin Gu Yuan dalam bahaya, kau tidak boleh pergi."
"Kau mengancamku?"
"Ini peringatan." Bai Youzhe kembali serius. "Aku tidak pernah berniat membunuh Gu Yuan. Bagaimanapun kami pernah menjadi saudara seperguruan. Dia juga tunangan Luo Yi dan kakakmu, aku tidak bisa membunuhnya."
"Kenapa aku harus mempercayaimu?" Sejujurnya, kepercayaan Gu Yuena pada Bai Youzhe telah runtuh dan dibutakan oleh amarah.
"Karena kau adalah orangku."
Gu Yuena mendengus. "Aku bukan milik siapa pun."
"Aku tidak peduli." Bai Youzhe berniat menjelaskan. "Aku membenci Istana Linghun, tapi aku tidak bisa membencimu. Kau benar, seharusnya aku membunuhmu. Tapi sejauh apa pun aku berpikir seperti itu, tetap saja aku tidak bisa melakukannya. Itu sebabnya aku mencari Gu Yuan untuk mencaritahu selengkapnya. Meski agak kasar, aku tidak memiliki cara lain."
"Kau tahu? Kau baru saja menghancurkan kepercayaan orang lain. Kau pikir aku akan mengiyakan semua penjelasan itu? Bulshit." Gu Yuena menolak percaya.
Bai Youzhe tahu hal ini akan terjadi, dan Gu Yuena telah membencinya. Padahal hubungan mereka sebelumnya sudah membaik, tapi ia merusaknya.
"Kau boleh tetap marah dan membenciku, tapi jangan pergi." Bai Youzhe sudah merasa kehilangan akal sehatnya. Apa ini karena kecemburuannya?
"Tidak."
"Kau tidak bisa menolak." Bai Youzhe menarik alisnya. "Dengan kekuatanmu, apa menurutmu bisa menemukan apa yang kau inginkan? Dunia ini lebih rumit dari yang kau kira. Kau tidak bisa mencapai semua itu hanya dalam waktu beberapa bulan."
Gu Yuena terdiam. Ia tahu usahanya akan sia-sia, tapi ia tidak bisa diam saja sampai akhir hayatnya. Tidak ada yang mengerti posisinya.
"Kau mungkin akan sangat marah, tapi aku tidak ada pilihan lain." Bai Youzhe mengatakannya seserius mungkin, sebelum akhirnya sinar biru gelap di jarinya menyentuh dahi Gu Yuena.
Gu Yuena termenung sesaat, merasa pikirannya kosong. Ia tidak tahu apa yang terjadi padanya, tapi ia merasakan sesuatu yang aneh mengikat sarafnya dan membuatnya tidak bisa bergerak.
Setelah jari Bai Youzhe ditarik kembali, serta sinar biru gelap itu menghilang, barulah Gu Yuena bisa berpikir jernih dan mendapatkan kembali kendali tubuhnya.
"Apa itu?" Gu Yuena melihat Bai Youzhe dengan waspada.
"Segel pikiran. Kau tidak bisa pergi meski melakukan hal nekat sekalipun." Bai Youzhe berkata dengan datar. Sebenarnya, ia tidak ingin melakukan ini.
Ia tahu kebimbangan Gu Yuena yang menyadari bahwa rentang usianya tak lama lagi. Itu sebabnya, ia melakukan semua ini. Setidaknya sebelum terungkap bahwa ia memiliki darah naga di tubuhnya.
Ia ingin, perasaan Gu Yuena padanya bukan karena keterikatan antara darah naga dan phoenix. Ia akan sangat cemburu jika Gu Yuena bersama pria lain.
Selama periode ini, ia ingin Gu Yuena tetap di sisinya. Tak peduli jika perempuan itu marah-marah setiap hari atau bahkan memukulnya.
"Dasar tidak waras." Gu Yuena mengumpat. Kakinya hengkang pergi keluar gua dengan perasaan bergebu-gebu.
Segel pikiran apanya? Itu semua tidak mempan padanya yang memiliki darah phoenix.
Ia melihat ke belakang, Bai Youzhe terlihat tidak mengerjarnya. Bukannya senang, Gu Yuena justru merasa ada sesuatu yang mencurigakan.
Tak mau memikirkannya lagi, Gu Yuena membawa Xiao Hei pergi dari Bai Youzhe. Meski sebenarnya ia merasa aneh setiap kali kakinya melangkah jauh. Bai Youzhe jelas bukan tipe orang yang mudah menyerah. Pria itu benar-benar tidak terlihat.
Apa yang orang itu rencanakan?
Gu Yuena melanjutkan langkahnya dengan tenang. Tapi semakin lama, ia merasakan ada hal yang tidak beres. Xiao Hei juga merasakannya.
"Nona, sepertinya kita hanya berputar-putar di jalan yang sama."
Gu Yuena baru sadar ketika mengedarkan pandangannya. Ia hanya berputar-putar dan kembali ke depan gua yang sama.
Apa ia tersesat?
Ada sihir di hutan ini?
"Xiao Hei, kau pergilah terlebih dahulu dan tunjukkan aku jalan yang benar. Aku merasa ada yang tidak beres." Gu Yuena menjadi gelisah.
Xiao Hei mengangguk setuju dan melompat ke tanah. Ia pun berlari mencari jalan.
Sedangkan Gu Yuena memilih mengambil jalan lain yang belum pernah ia lalui. Tapi sayangnya, ia kembali ke tempat yang sama.
Hah, bagaimana rasanya menjadi horor begini?
"Sudah kukatakan, kau tidak bisa pergi." Bai Youzhe tiba-tiba muncul di dekatnya seperti hantu.
"Kucingmu bisa pergi, tapi kau tidak bisa, selama aku tidak mengikut denganmu atau sebaliknya," jelas Bai Youzhe.
Gu Yuena menatapnya tidak percaya. Bisa-bisanya pria itu menggunakan cara licik!
"Kau ...." Gu Yuena mendorongnya dengan kuat. Tapi dorongannya sama sekali tidak berhasil hingga Gu Yuena menjadi sangat kesal. "Ah, aku bisa gila!" Gu Yuena mengeluh sambil berjongkok karena frustrasi.
"Kau juga tidak bisa menolak permintaanku." Bai Youzhe mengatakannya dengan santai. Tangannya kemudian disodorkan ke depan wajah Gu Yuena. "Batu jiwa."
Jadi begini cara mainnya.
Gu Yuena mengutuk pria itu selama tujuh turunan dan merasa ingin mencabik-cabiknya. Andai ia bisa membunuh Bai Youzhe.
"Aku tidak akan memberikannya!"
Tanpa sadar Gu Yuena mengeluarkan batu spiritual dan meletakkannya ke tangan Bai Youzhe dengan cepat.
"Terima kasih."
"...."
Padahal jelas-jelas Gu Yuena sudah berteriak dalam hati bahwa ia tidak akan memberikan batu jiwa bagai membaca mantra! Kenapa reaksinya begitu alami mematuhi ucapan pria sialan itu!
"Ah, sialan. Aku akan membunuhmu ketika kau tidur nanti." Gu Yuena mengutuk berulang kali dan terus mengatakan hal yang sama. Ia merasa kewarasannya terganggu.
"Istirahatlah. Kita akan bertemu alkemis di kota untuk meredakan efek racun api."
Gu Yuena tidak memiliki pilihan lain. Ia pun memasuki gua sambil mengumpat dan mengutuk Bai Youzhe. Daripada tubuhnya secara paksa mengikuti perintah seperti tadi, lebih baik menurutinya langsung.
Ketika Gu Yuena telah memasuki gua, Xiao Hei baru tiba sambil membawakan kabar gembira.
"Nona, aku menemukan jalan ke kota! Kita bisa pergi dari iblis itu!"
"Siapa yang kau panggil iblis?" Bai Youzhe melihat Xiao Hei sampai membuat kucing kecil itu menciut seketika. Pria itu melanjutkan, "Nonamu sedang istirahat, kita akan pergi ke kota nanti."
Xiao Hei terkejut. "Istirahat?"
Kenapa nonanya tidak jadi kabur?
Apa iblis ini mengancam nonanya lagi?
"Dasar iblis!" Xiao Hei mengumpat diam-diam selagi Bai Youzhe tidak di dekatnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Lokasi pertempuran antara naga dan phoenix menjadi sangat gersang. Pepohonan mati serta banyak sisa-sisa kekuatan jiwa yang membuat banyak monster tidak berani mendekat.
Sosok pria berpakaian bangsawan tiba di lokasi, melihat sekitar dengan raut serius. Sepasang iris merah darah itu melihat bekas pertarungan yang terlihat sangat jelas di matanya.
Orang lain mungkin tidak akan lihat, tapi ia dapat merasakan kekuatan jiwa yang kuat disertai dua energi yang belum lama ini saling bertolak.
Ia memeriksa tanah yang dipijaknya, merasakan gelombang energi yang baru saja membuat badai besar. Sepasang matanya menunjukkan keterkejutan setelah memeriksanya.
"Naga?"
Ia berdiri tegak. Ekspresinya terlihat rumit, seolah memikirkan sesuatu yang sulit dihindari.
"Gu Yuena." Rautnya menjadi cemas sat itu juga.
Pada saat yang sama, seorang perempuan dengan balutan jubah putih yang menutupi gaun merah mudanya menghampiri.
"Pangeran James." Perempuan itu memanggil, membuat pria itu berbalik melihatnya.
Pria itu terlihat menyembunyikan segalanya dengan wajah datar. "Apa aku mengenalmu?"
Perempuan itu tersenyum. "Aku Su Churan. Gu Yuena pernah menyelamatkanku ketika klan-ku diserang beberapa tahun yang lalu."
Pria yang tidak lain adalah Gu Yuan menyipitkan matanya. "Kau dari Klan Su? Apa hubunganmu dengan Gu Yuena?"
Su Churan tersenyum lebar sampai matanya menyipit. "Untuk saat ini, aku bisa memastikan bahwa Gu Yuena sudah aman. Sisanya, kita bisa membicarakannya di tempat yang lebih nyaman."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kota Wirefall, kota industri terbesar di Wyvernia setelah Ibu Kota. Ada sebuah guild alkimia yang menaungi banyak alkemis hebat di penjuru dunia. Pusatnya berada di Istana Luye, yang menyebarkan banyak alkemis berbakat untuk mendirikan cabang guild di kota masing-masing.
Alkemis Guild Wirefall adalah cabang terbesar setelah di Ibu Kota Yi. Bai Youzhe mengarahkan Gu Yuena ke tempat itu untuk meredakan racun api di tubuhnya yang terus menggerogoti Gu Yuena.
Wajah Gu Yuena terus pucat seharian ini meski sudah istirahat dari siang sampai sore.
Di depan sebuah bangunan bertingkat 3 dengan desain arsitektur mewah dan berkelas, seorang pria berpakaian serba putih keluar dari dalam sana menyambut kedatangan mereka berdua.
Pria itu terlihat berumur 30an. Di bajunya, terlihat sebuah tanda pengenal khusus anggota guild. Sepertinya dia adalah anggota senior, karena memiliki tanda pengenal yang sedikit berbeda dari anggota kebanyakan.
Koneksi Bai Youzhe ini tidak main-main.
"Selamat datang, Tuan Muda Luo. Aku sudah menunggu kedatanganmu setelah sekian lama." Pria itu menyabut dengan hangat. Ia melihat penampilan Bai Youzhe yang cukup berbeda dari beberapa tahun lalu. "Beberapa tahun tidak bertemu, kamu banyak berubah."
"Warren ada di dalam?" Bai Youzhe langsung pada intinya.
"Tentu saja, tapi belakangan ini dia sangat sibuk sampai rambutnya merontok. Karena kau telah datang jauh-jauh, bagaimana jika kita berbincang sebentar? Aku memiliki kakao panas dari barat, sangat langka!"
"Katakan padanya, aku ada urusan." Bai Youzhe menolak basa-basi membuat pria itu cemberut.
"Selalu seperti ini." Pria itu menghela napas. Ketika pandangannya terarah pada gadis cantik di belakang Bai Youzhe, ia cukup terkesima.
Tapi tatapan dingin Bai Youzhe membuatnya menciut sebelum sempat bertanya. Ia pun mengarahkan mereka berdua untuk masuk ke dalam guild.
Ada sangat banyak alkemis yang berkeliaran membawa barang-barang berupa tanaman obat dan tungku. Sepertinya ada pekerjaan renovasi sehingga mereka semua terlihat sangat sibuk memindahkan barang.
Gu Yuena memperhatikan dengan saksama. Ia dapat melihat banyak tanaman obat yang ia kenali, ada pula tanaman obat langka dalam kotak kaca. Beberapa tanaman obat itu belum pernah ia lihat sebelumnya.
Alkemis guild sangat kaya.
Pria itu tampak sangat dihormati oleh para anggota. Tiap kali dia melangkah, selalu ada anggota guild yang menyapa dengan hormat dan menundukkan kepala.
Sampai akhirnya mereka tiba di depan sebuah pintu kayu. Pria itu membuka pintu, lalu melihat dua tamunya yang tampak sangat pendiam. Ia mengisyaratkan mereka untuk masuk mengikutinya.
"Warren, aku memiliki dua tamu istimewa untuk dipertemukan padamu." Pria itu berkata dengan nada akrab sambil berjalan ke dalam ruangan yang cukup luas.
Ada sangat banyak buku. Tidak hanya buku, ada pula loker-loker beraromakan obat serta beberapa tanaman obat yang ditanam dalam pot. Ada sebuah tangga melingkar di tengah ruangan, menuju taman obat di atas sana.
Ruangan klasik yang sangat khas untuk seorang alkemis. Bahkan ada banyak koleksi tungku di berbagai sudut.
Di ujung sana, tampak seorang pria paruh baya dengan kumis dan janggut yang tebal. Rambutnya sudah menjadi abu-abu karena umur. Ia mengenakan kacamata bulat, tampak sedang meneliti sebuah bubuk ramuan di atas meja.
"Brian Warren, apa kau mendengarku?" Pria itu berkacak pinggang di depan meja pria paruh baya bernama Brian Warren. Tidak banyak yang tahu nama depannya, karena ia terbiasa dipanggil dengan sebutan Tuan Warren atau Warren saja.
Pria paruh baya itu mendongak melihat rekan kerjanya yang cerewet. Ketika pandangannya terarah pada Bai Youzhe, ia langsung bangkit dari kursinya dan melepaskan semua pekerjaannya.
"Haha, Luo Youzhe, sudah lama kita tidak berjumpa." Ia langsung menghampiri pemuda itu begitu saja dengan senyum sumringah.
Yah, meski yang disambut tetap berwajah dingin. Ia sudah terbiasa.
Warren melirik rekannya itu dengan suasana hati yang benar-benar baik. "Cepat bawakan teh khusus dari Kekaisaran Yi yang baru dibeli kemarin untuk disajikan, Karl."
Karl tersenyum kecut. "Apa tidak ingin kakao panas?"
"Luo Youzhe tidak suka sesuatu yang manis, apa kau lupa itu?" Warren terlihat jengkel.
"Ah, baiklah!" Karl langsung pergi dengan semangat membara menyiapkan teh untuk disajikan.
Sedangkan Warren yang menyambut Bai Youzhe penuh semangat langsung memintanya duduk di kursi yang tersedia.
"Agak berantakan, tapi aku bisa menanganinya." Warren mengeluarkan tongkatnya, menyayunkannya, lalu membacakan mantra. Semua barang yang berantakan di lantai langsung tersusun dengan sendirinya.
"Silahkan." Dia mempersilahkan Bai Youzhe dengan sopan.
Bai Youzhe duduk berdasarkan anjuran Warren tanpa enggan sedikitpun. Ia terlihat sudah terbiasa. Sedangkan ketika saatnya giliran Gu Yuena, gadis itu merasa enggan dan hanya melihat kursi kosong itu dalam diam.
"Luo Youzhe, aku tidak tahu kau memiliki wanita yang sangat cantik." Warren berbisik pada Bai Youzhe dengan mata berbinar. Memang Tuan Muda Luo yang jenius, matanya sangat pandai menilai orang.
"Maaf, tapi kami hanya rekan." Gu Yuena menyahuti Warren dengan bahasa saxon yang lancar. Ia pun duduk dengan perasaan rumit, sedangkan Warren yang aktif itu tertawa.
"Ah, bahasa saxon-mu sangat bagus. Kalian benar-benar serasi!"
Gu Yuena memutar bola matanya. Seberapa banyak ia menjelaskan, tidak akan ada yang mendengarkan. Lebih baik diam saja.
"Racun api menyerangnya. Kau harus menemukan cara untuk meredakan efek negatif racun api." Bai Youzhe langsung pada poin penting, menatap Warren dengan serius.
Warren langsung beralih ke mode serius dan melihat Gu Yuena dengan pandangan menyelidik. "Racun api telah menyebar hampir ke jantungnya. Kamu harus menghentikan pemicunya agar tidak terus menyebar. Apa kau tahu pemicunya?" Dia bicara pada Gu Yuena.
Gu Yuena mengangguk pelan.
Warren melanjutkan, "Kalau begini akan sangat mudah. Setelah pemicunya ditemukan, kekuatan sihirmu harus menghentikannya sendiri untuk pembersihan racun, karena ini bukan racun biasa. Untuk meredakan efek negatif, aku akan membuatkan pil khusus untukmu." Pandangannya teralih pada Bai Youzhe sejenak, lalu teringat sesuatu yang membuatnya tersenyum sumringah. Tapi ia tidak mengatakan apa pun lagi.
"Terima kasih." Gu Yuena akhirnya bisa tenang. Yah, meski ia tidak merasa nyaman dengan tempat ini, ia bisa tenang setelah mengetahui ada orang yang bisa meredakan efek negatif racun api.
Untuk sisanya, ia akan tangani sendiri.