Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
Extra Chapter - Cinta dan Benci



Ini kali pertamanya keluar dari kegelapan yang menemaninya selama lebih dari 20 tahun. Targetnya jelas, Istana Yuansu.


Bangunan megah dan mewah dari Istana Yuansu ditutupi oleh Akademi besar yang terdiri dari beberapa cabang itu, Akademi Yuansu. Untuk mendekati Istana Yuansu, dia harus memulainya dari akademi.


Namun, tidak disangka pergerakan kecilnya akan menarik perhatian bocah yang pernah bersembunyi dari pembantaian ketika cakar gurunya untuk pertama kali ditunjukkan di depan matanya.


Dia tersenyum dingin. "Lama tidak bertemu."


Pria tak jauh di depannya, yang membuntutinya, adalah Bai Youzhe. Dia tidak tahu apa tujuan Bai Youzhe ke Akademi Yuansu, tapi sepertinya itu akan menjadi masalah baginya.


Dia dan Bai Youzhe sama-sama naga. Meski ia adalah murni naga, Bai Youzhe adalah setengah naga dan pemilik darah naga yang asli. Dia enggan mengatakan kalau dia adalah tiruan, tapi darah naganya memang hanya duplikat dari Raja Istana Linghun yang sudah mati.


Tidak disangka, bocah itu akan berkembang menjadi seperti itu. Kedatangannya sangat merepotkan.


Yang Xinyuan, yang baru keluar dari Istana Linghun setelah sekian lama, kini harus berhadapan untuk pertama kalinya dengan Bai Youzhe, di Istana Yuansu. Ada kebencian dan dendam yang besar dalam hati Bai Youzhe, dan dia hanya perlu memicunya unruk mengacaukan darah naga di tubuh Bai Youzhe. Dengan begitu, dia bisa melancarkan aksinya tanpa repot.


Namun, Bai Youzhe berkembang lebih cepat dan hampir menyainginya. Bai Youzhe menginginkan tiga batu jiwa untuk mendapatkan kekuata lebih, jadi dia memancingnya.


Tapi siapa sangka Bai Youzhe akan menghancurkannya? Dia sebenarnya cukup gila.


Yang Xinyuan terlalu malas bertarung dan membiarkan pria itu memukul sepuas mungkin. Dia sudah terbiasa dengan luka.


Hanya saja, dia tidak pernah berpikir, akan melihat sepasang iris merah yang indahnya di bawah sunyinya malam. Mata itu terasa tidak asing, sangat mirip dengan gurunya.


Dalam sekejap, Yang Xinyuan mengenali siapa gadis yang dengan penasaran dan ceroboh mendekatinya itu. Gu Yuena, Putri Istana Linghun. Dia juga merupakan pemilik darah phoenix yang dapat membantunya mengakhiri kutukan darah naga.


Karena Bai Youzhe, dia tidak bisa berlama-lama dan pergi. Dia sudah menandai bahwa dia akan mendekati Gu Yuena terlebih dahulu, baru kemudian menhhancurkan tempat ini untuk Ratu Istana Linghun.


Dalam keadaan terluka, dia pergi ke Tanah Tersembunyi dan bertemu dengan Yan Shuiyin. Mudah mendekati penyihir itu dan tinggal di Tanah Tersembunyi, bagian dari divisi halaman dalam Akademi Yuansu.


Di sanalah, dia bertemu Gu Yuena secara resmi.


Ini sesuai dengan perhitungannya. Yan Shuiyin adalah penyihir, dia lebih cocok menjadi guru Gu Yuena yang merupakan penyihir. Di dunia ini, siapa yang akan menerima seorang penyihir? Hanya Yan Shuiyin yang dapat mengajari Gu Yuena.


Yang Xinyuan, sebagai tamu Yan Shuiyin, memberi kesan baik pada Gu Yuena di pertemuan 'pertama' dan menjadi lebih dekat dengannya.


Dimulai dari memberi gadis itu gulungan esensi sihir, lalu memberinya beberapa petunjuk mengenai sihir. Meski Yang Xinyuan adalah archer, dia juga sangat paham mengenai sihir. Dia melihat perkembangan Gu Yuena dari awal sampai akhir.


Di saat mereka menjadi lebih dekat, Gu Yuena tidak sungkan lagi padanya dan sudah berani terbuka. Lagipula, dia berpikir bahwa Yang Xinyuan tidaklah berbahaya untuknya.


Seperti saat Yan Shuiyin memberi pekerjaan membosankan dan melelahkan, Gu Yuena akan berlari menemui Yang Xinyuan dan mentraktirnya makan.


"Karena aku tidak pernah melihatmu pergi keluar, aku pikir kau tidak tahu apa yang terbaik di kantin akademi. Cobalah hal baik yang kubeli ini, harganya sangat mahal, tapi kau pasti akan menyukainya." Gu Yuena meletakkan semua makanan yang ia beli di kantin ke atas meja.


Yang Xinyuan hanya melihat tanpa menunjukkan ketertarikan. "Aku tidak suka manis."


Gu Yuena mengerucutkan bibirnya. "Kalau begitu, makanlah yang pedas. Kalau tidak suka pedas, makan saja yang asin atau asam. Kalau tidak suka juga, aku sudah membeli yang hambar. Jika tidak suka juga, makanlah yang ada, aku tidak menyediakan makanan pahit."


Yang Xinyuan menerima apa yang diberikan Gu Yuena tanpa banyak bicara lagi. Ia pikir, Gu Yuena bersikap baik bukanlah tanpa alasan.


Dan benar saja ....


"Setelah makan, ayo ikut aku membereskan perpustakaan Tanah Tersembunyi. Guru sangat aneh. Dia memporak-porandakan perpustakaan hanya untuk mencari satu buku tentang arak, tapi dia menyuruhku membereskan semuanya sendiri."


Meski dengan maksud tertentu, Gu Yuena memiliki kepercayaan tertentu pada Yang Xinyuan untuk membantunya menyelesaikan pekerjaan tanpa diketahui Yan Shuiyin.


"Baik," jawab Yang Xinyuan.


Tapi siapa yang akan mengetahui apa isi pikiran pria yang tampak pendiam itu?


Yang Xinyuan membantu Gu Yuena beberapa kali, yang membuat kepercayaan Gu Yuena padanya semakin bertambah. Yang Xinyuan juga tidak menunjukkan penentangan terhadap Gu Yuena.


Dia mengekspresikannya emosinya dengan jujur, meski memiliki niat tertentu. Namun, perasaan naga pada phoenix tidak pernah berbohong. Dia bahkan tanpa sadar melindungi Gu Yuena.


Jika dia tidak memiliki beban di pundaknya, dia pasti akan memilih tetap pada waktu di mana ia dan Gu Yuena bersama-sama di Tanah Tersembunyi. Sama seperti Gu Yuena, waktu-waktu di Tanah Tersembunyi adalah waktu yang berkesan baginya.


Sayangnya, semua hal yang dilalui di Tanah Tersembunyi seolah hanya mimpi indah belaka. Sejak Yang Xinyuan menerima perintah Li Hua untuk menghancurkan Istana Yuansu, hubungan mereka sudah tidak bisa dikembalikan seperti semula.


Yang Xinyuan agak ragu ketika menyadari rencana Li Hua untuk menghancurkan semua hal dimiliki Gu Yuena. Jadi dia memutuskan untuk memberi Gu Yuena mutiara kehidupan untuk mengetahui siapa yang ada di hatinya. Selain untuk mengetahui isi hati Gu Yuena, dia juga bisa menjalankan perintah Li Hua tanpa menyakitinya jika Gu Yuena datang padanya. Itu sebabnya dia hanya mengirim kloning untuk menghancurkan Istana Yuansu dan tempat lain.


Kehancuran Istana Yuansu membuat Gu Yuena kacau dan putus asa. Ini memang sesuai dengan keinginannya. Namun, siapa sangka Gu Yuena akan bertarung sampai mati dengan kloningnya? Bahkan berhasil membunuh kloningnya, membuat Yang Xinyuan terkena serangan balik.


Tidak hanya membuat Gu Yuena nyaris mati, rencananya untuk membawa Gu Yuena ke sisinya gagal total ketika mutiara kehidupan justru membawa Gu Yuena pada Bai Youzhe yang baru saja menyelesaikan penyatuan tiga batu jiwa.


Li Hua marah karena rencananya gagal. Gu Yuena justru bergantung pada Bai Youzhe. Namun, usahanya sebenarnya tidak sepenuhnya gagal, karena pada akhirnya Gu Yuena jatuh ke tangan Istana Linghun setelah serangan Yang Xinyuan secara langsung kepada Istana Tianshuang.


Selama di Istana Linghun, Gu Yuena menjadi dingin dan penuh kebencian. Ketika melihatnya, Gu Yuena akan acuh tak acuh dan sama sekali tidak menutupi rasa bencinya.


Yang Xinyuan sebenarnya tidak terlalu peduli. Melihat Gu Yuena sangat dekat dengannya, bahkan bertemu hampir setiap hari, dia sudah cukup terhibur. Hanya saja, dia lebih menyukai saat-saat di Tanah Tersembunyi.


Saat pergi ke Dunia Bawah, dia membangun kekuatannya sendiri dan membiarkan Gu Yuena menetap di istananya untuk sementara. Orang tidak tahu betapa baik suasana hatinya saat itu.


Hanya saja, seperti biasa, Gu Yuena sangat dingin dan hanya fokus pada tugas yang diberikan Li Hua.


"Kau tidak suka kamarmu?" tanya Yang Xinyuan. Meski wajahnya datar dan dingin, ada sedikit kelembutan di nada bicaranya yang tanpa emosi.


Gu Yuena meliriknya sekilas. Sambil mengusap Xiao Hei di lengannya, dia berkata, "Aku akan pergi untuk mengumpulkan 1000 darah dengan caraku sendiri. Kau tidak berharap aku mengubah Wilayah Neraka-mu dengan darah, kan?"


Gu Yuena memandangnya dengan datar, lalu pergi. Ia pun bergumam, "Yang Xinyuan, aku benar-benar tidak bisa memahami niat aslimu."


Yang Xinyuan tertawa kecil. Lebih tepatnya, ia menertawai dirinya sendiri yang telah membuat Gu Yuena sangat membencinya. Ia berada di sisi yang berlawanan dengan Gu Yuena, jadi dia tidak akan sungkan melakukan hal kejam bahkan jika tujuannya hanya untuk membuat Gu Yuena marah.


"Aku berencana pergi ke Tanah Tersembunyi untuk mengambil sesuatu. Apa kau tidak ingin ikut?" tanya Yang Xinyuan. Satu-satunya tempat dengan berbagai kenangan tak terlupakan hanya Tanah Tersembunyi.


Mungkin Gu Yuena bisa melupakan, tapi Yang Xinyuan tidak bisa.


"Apa kau sedang mengajakku ke kuburan yang kau bangun sendiri?" Gu Yuena bahkan tidak perlu repot-repot berbalik untuk melihatnya. Dia hanya mengepalkan tinju, mengingat semua hal terbaik yang berakhir menyakitkan.


Mungkin dia tidak akan bersikap seperti ini jika Yang Xinyuan tidak membunuh gurunya tepat di depan matanya. Kebenciannya sudah mengakar.


"Aku tidak memiliki waktu untuk mengenang masa lalu bersamamu," kata Gu Yuena, sebelum akhirnya pergi menjauh.


Pada akhirnya, bukankah Yang Xinyuan sudah kalah sejak awal? Yang Xinyuan hanya bisa melakukan apa pun yang ia bisa lakukan.


Hanya saja, ketika melihat Gu Yuena mengorbankan nyawanya sendiri untuk orang lain, rasanya membuatnya kesal. Obsesinya semakin besar karena kemarahan dan berpikir kalau Gu Yuena tidak bisa menjadi miliknya, maka siapa pun tidak bisa memilikinya.


Li Hua memberi Gu Yuena segel mimpi buruk dan memberi Yang Xinyuan kekuatan memicu segel untuk melumpuhkan Gu Yuena. Ini memberinya kesempatan menahan Gu Yuena di sisinya untuk selamanya, sekaligus menjadikan Gu Yuena sebagai alat untuk membunuh Bai Youzhe.


Dia tidak bisa mendapat hati Gu Yuena, tapi selama Gu Yuena masih hidup, dia bisa mendapatkan orangnya.


Tapi ketika Gu Yuena telah ditahan di Sungai Roh, Gu Yuena masih melakukan hal ekstrim demi lepas darinya meski segel telah dipicu.


Bahkan di saat seperti itu, Gu Yuena masih menunjukkan kebenciannya dan menggunakan nyawanya sendiri demi pergi darinya.


Dia menjaga nyawa Gu Yuena dari Li Hua dan memberinya peringatan sekaligus pilihan. Dia akan melakukan berbagai upaya agar Gu Yuena tidak terbunuh oleh Li Hua, atau bahkan membawanya pergi. Tapi Gu Yuena masih tidak peduli dan tetap memutuskan berperang melawannya.


Bukankah Gu Yuena terlalu keras kepala? Dia benar-benar rela melakukan apa pun untuk menjauhinya. Yang Xinyuan sangat marah!


Dia telah menggunakan berbagai cara, dari cara halus sampai cara kejam untuk menahan Gu Yuena di sisinya. Tapi kenapa ia masih gagal? Pada saat ini, dia hanya ingin membunuh penyebab semua kegagalan usahanya.


Jika Bai Youzhe mati, bukankah Gu Yuena akan kehilangan segalanya dan pergi padanya?


Dia hanya ingin Bai Youzhe mati!


"Kau sangat ingin membunuh Bai Youzhe, kan?" Li Hua memandangnya dengan penuh arti. Senyuman di wajahnya tidak luntur sejak melihat kedatangan Yang Xinyuan.


"Apa yang bisa kulakukan?"


Li Hua mendengus. "Sejujurnya, aku tidak perlu berurusan dengan Bai Youzhe. Dia aku serahkan padamu. Namun, jika situasi tidak membaik, kau harus menggunakan 'itu' untuk membunuhnya."


Yang Xinyuan mengerti maksud dari perkataan Li Hua. Dengan menggunakan 'itu' untuk membunuh Bai Youzhe, maka sama saja mengorbankan nyawanya sendiri. Jika bisa membunuh Bai Youzhe, itu semua sebanding.


Apa yang ia miliki tapi orang lain tidak miliki adalah inti darah naga. Bai Youzhe juga memilikinya, yang membuatnya menjadi lebih kuat.


Jika dia menahan Bai Youzhe menggunakan inti darah naga, lalu memblokir semua jalur kekuatan spiritualnya, Bai Youzhe tidak berbeda dari manusia biasa. Dia akan mati.


Itu pasti akan membunuh Yang Xinyuan juga dan mencabik-cabik jiwanya sampai menjadi abu.


Hanya saja, dia tidak tahu bagaimana reaksi Gu Yuena. Apa Gu Yuena akan sedih karena kematiannya, atau justru merasa senang dan hanya fokus pada Bai Youzhe?


Hal itu akan segera terjawab.


Inti darah naga dikorbankan ketika Bai Youzhe berpikir akan dapat membunuhnya dengan satu serangan. Seperti yang ia duga, Bai Youzhe tidak dapat melakukan apa pun selain melihat Li Hua yang melancarkan serangan akhir.


Akibat dari ini semua, Yang Xinyuan mendapat pukulan terbesar. Dia sudah terluka sangat parah, lalu mengorbankan inti darah naga dan mendapat serangan Li Hua. Hak itu membuatnya tidak dapat bertahan.


Namun, dia merasa sedikit lega dan senang. Selain karena akan terbebas dari ambisi Li Hua, dia juga dapat melihat Gu Yuena sebelum kematiannya.


Gu Yuena ... terlihat terkejut?


Sayangnya Gu Yuena tidak bisa melihat. Dia hanya diam dengan tampilan frustrasi dan terkejut.


Hal yang tidak disadari Gu Yuena, ada setetes air mata yang keluar ketika memegang Yang Xinyuan yang telah meregang nyawa.


Yang Xinyuan sedikit tersenyum. Ini adalah apa yang ingin ia lihat.


Ternyata, Gu Yuena cukup menaruh hatinya padanya. Meski Gu Yuena menolak mengakui dan terus membenci, dia pada dasarnya tidak bisa membunuh Yang Xinyuan secara sadar. Bukan karena ia tidak memiliki kekuatan, tapi karena hatinya.


Hati Gu Yuena sangat lemah.


Andai saja ... dia tidak terlahir sebagai Yang Xinyuan di Istana Linghun ....


Dia mati hanya untuk melihat setetes air mata yang ditujukan untuknya. Dia mati, hanya agar Gu Yuena terus mengingatnya.


"Kau menang, Yang Xinyuan." Gu Yuena melihat Istana Neraka dengan pandangan teduh.


Selain Yan Shuiyin, Yang Xinyuan adalah orang yang peduli padanya saat itu. Di Tanah Tersembunyi, dia sendirian. Hampir seluruh akademi memusuhinya karena jebakan seseorang.


Yang Xinyuan adalah satu-satu temannya di halaman dalam. Gu Yuena tahu, kalau dia telah memiliki sedikit perasaan tertentu padanya. Namun, segalanya hanya tersisa kekecewaan dan rasa sakit ketika mengingat hari-hari di mana seluruh Istana Yuansu terbantai habis.


Jika dia tidak bertemu Bai Youzhe di Wyvernia, setelah Yang Xinyuan mengungkapkan perasaannya, situasinya mungkin akan berbeda.