
"Apa kamu benar-benar akan tinggal di kediaman Duke Elberg?" tanya Bai Youzhe. Saat ini mereka dalam perjalanan menuju Wyvernia menggunakan kapal terbang yang dimiliki oleh sang Duke. Kapal terbang ini sebelumnya diparkir di bawah gunung agar tidak mencolok.
"Hanya sementara. Aku memiliki firasat bahwa Ratu Istana Linghun akan muncul tak lama lagi. Anggap saja Duke Elberg sebagai batu loncatan."
"Jadi kamu telah merencanakan sesuatu."
"Bukan Gu Yuena namanya kalau tidak memiliki niat lain." Gu Yuena menyengir.
"Ada sangat banyak pangeran di Wyvernia. Apa yang akan kamu lakukan terhadap mereka?" Bai Youzhe bertanya lagi.
"Menurutmu, apa yang bisa kulakukan?"
Jika itu Bai Youzhe, dia pasti akan menyingkirkan semua pangeran yang berpihak pada Alfonso dan menendang kaisar dari kursi tahta. Tujuan Duke Elberg adalah membuat Gu Yuena menjadi kaisar wanita, tapi Gu Yuena tidak ingin menjadi kaisar. Gu Yuena pasti sudah menemukan kandidat lain yang cocok menjadi kaisar setelah melakukan kudeta.
Sepertinya dia harus menyingkirkan kaisar terlebih dahulu agar mereka tidak terlalu lama di Wyvernia. Dengan begini, Gu Yuena dapat menyingkirkan pangeran lainnya serta Alfonso tanpa masalah.
"Youzhe, sebenarnya kamu memiliki pemikiran yang bagus. Tapi biarkan aku bersenang-senang." Gu Yuena seolah membaca pikiran Bai Youzhe. Sebenarnya, intrik di kepala Bai Youzhe terlihat olehnya hanya melalui raut wajah.
Bai Youzhe mengerucutkan bibirnya. "Apa aku hanya bisa memperhatikan dari jauh?"
"Tidak juga. Kamu bisa melakukan sesuatu yang dapat mempermudah jalanku, tapi jangan sampai merusak rencanaku—seperti saat itu."
"Baik." Bai Youzhe menurut.
"Kita akan tinggal di Duchy sebagai tamu. Aku tidak mengungkapkan identitasku ke publik agar aman, biar mereka yang mencari tahu sendiri. Sebenarnya, kamu hanya perlu mempersiapkan popcorn untuk menonton pertunjukkan sampai Ratu Istana Linghun muncul."
Meski tidak tahu apa itu popcorn, tapi sepertinya bukan hal buruk. Bai Youzhe hanya mengangguk tanpa protes. Asalkan Gu Yuena tetap di sisinya, ia tidak peduli bagaimana dunia berjalan.
Tiba di Kediaman Duke Elberg, Gu Yuena dan Bai Youzhe disambut sangat baik dan dijamu. Duke Elberg memperkenalkan anggota keluarga Elberg padanya, mereka semua menyapa Gu Yuena dengan antusias. Apalagi ketika melihat pria tampan yang berdiri di belakang Gu Yuena.
Ketika Gu Yuena menjelaskan bahwa dia adalah suaminya, para wanita di kediaman langsung lemas. Apalagi melihat interaksi manis Bai Youzhe dan Gu Yuena.
Gu Yuena tidak bisa berlama-lama di Duchy sehingga langsung mempersiapkan segala yang perlu dilakukan. Mereka mengadakan pertemuan di sore hari untuk mendiskusikan rencana bersama perwakilan masing-masing anggota faksi bangsawan. Pada saat itulah, Gu Yuena mengutarakan rencana berbahayanya.
Seperti yang diketahui, Duke Elberg tidak menyukai kaisar saat ini dan ingin menggulingkannya. Kaisar saat ini sangat serakah dan tamak, mirip dengan Alfonso yang minus akhlak. Bahkan rakyat kehilangan kepercayaan karena pria buruk itu.
Gu Yuena masih sangat muda. Awalnya para bangsawan itu tidak terlalu mempercayai Gu Yuena. Tapi ketika mendengar rencana berani Gu Yuena yang sempurna, mereka sedikit terpana.
Sebelumnya Gu Yuan juga memiliki kemampuan tersebut. Gen memang tidak dapat diragukan. Antara gen Elberg yang licik serta Istana Linghun yang kejam, keduanya disatukan.
Rencana Gu Yuena disusun sedemikian rupa menyangkut sebab akibat yang akan terjadi di masa depan. Sebelum melanjutkan rencana, ia memerlukan informasi mendetail tiap anggota kekaisaran. Para bangsawan segera memberi banyak informasi mengenai keluarga kekaisaran agar Gu Yuena dapat menelitinya.
Sepanjang waktu itu, Gu Yuena menjadi sibuk. Ia tidak memiliki banyak waktu bersama Bai Youzhe, sedangkan Bai Youzhe menjadi 'bapak rumah tangga' yang baik di Duchy. Bai Youzhe paham betapa sibuk Gu Yuena, karena ia pernah mengalaminya.
Informasi yang didapat sangat detail dan membuat Gu Yuena memegang kelemahan anggota keluarga kekaisaran dalam waktu singkat. Seperti Klan Ye, ia tidak akan menyisakan satu pun di masa depan.
Para pangeran ini sangat tidak kompeten. Selain berjudi dan bermain wanita, paling tidak menghamburkan uang untuk mengoleksi barang bagus dan dipamerkan. Hanya itu kerjaannya. Sedangkan para putri hanya tahu cara berias dan memamerkan diri sendiri, lalu menikah dengan bangsawan yang berada di faksi kaisar untuk urusan politik.
Gu Yuena tidak peduli pada para faksi kaisar tersebut. Itu akan menjadi urusan Duke Elberg. Dia hanya fokus pada anggota keluarga kekaisaran secara kasar dan menentukan hari kematian yang tepat.
Saat festival, perburuan, serta acara-acara pernting. Gu Yuena membuat target di acara-acara tersebut dan menyingkirkan mereka dalam bayangan.
Dia tidak perlu melakukannya sendiri. Pada dasarnya, ada sangat banyak orang yang membenci anggota keluarga kekaisaran. Gu Yuena hanya membantu melalui surat yang berisikan informasi pribadi seseorang, lalu menunggu kabar. Kadang Bai Youzhe membantunya mencari orang yang kompeten untuk menjalankan perintah.
Setelah menelaah berkas dan menulis banyak surat, ia pun kembali santai.
"Padahal kamu bisa membunuh mereka sendiri." Xiao Hei muncul dan langsung merebahkan diri di pangkuan Gu Yuena.
"Kalau seperti itu, aku akan ketahuan."
"Ada sangat banyak konflik di luar sana. Orang-orang yang kamu provokasi untuk membunuh anggota kekaisaran telah beraksi. Mereka tidak tahu bahwa kamu telah mengendalikan mereka, hanya tahu bahwa mereka membunuh untuk balas dendam." Xiao Bai berkata sambil duduk di meja dan makan ikan kering.
"Pada dasarnya anggota keluarga kekaisaran tidak memiliki kekuatan memadai. Selain Alfonso, yang lainnya tidak mencolok. Aku tidak perlu campur tangan secara langsung untuk menyingkirkan hama." Gu Yuena menghela napas ketika memikirkan sesuatu. "Paman belum memberitahuku apa yang kakak tinggalkan. Ini sudah hampir sebulan."
"Apa kau akan menagihnya?"
Gu Yuena tersenyum miring. "Tentu saja."
Wanita itu pergi keluar ruang belajar untuk mencari Duke Elberg. Ketika ia masuk tanpa mengetuk pintu, ia melihat Bai Youzhe yang sepertinya tengah melihat sebuah benda yang diberikan Duke Elberg.
Ah, ia tidak tahu kalau mereka sedang bicara serius. Kira-kira apa masalahnya?
"Valentina, apa kau mencariku?" Duke Elberg sadar akan kedatangan Gu Yuena dan langsung menyambutnya dengan hangat.
Di sini, Gu Yuena dikenal sebagai Valentina Elberg. Ia adalah anggota keluarga Elberg, sama seperti Gu Yuan pada saat itu. Karena Duke Elberg adalah pamannya, Gu Yuena sudah meminta untuk tidak menanggilnya dengan embel-embel putri.
Bai Youzhe meletakkan benda yang ia rebut dari Duke Elberg barusan, lalu berjalan ke arah istrinya. "Kamu mencariku?" Bai Youzhe langsung memotong pandangan keduanya tepat di depan Gu Yuena.
Gu Yuena sedikit tersenyum. "Apa yang kamu lakukan di sini?"
"Melihat-lihat."
Gu Yuena yakin itu bukan sekadar melihat-lihat. Buktinya, pamannya tertekan setengah mati. Bai Youzhe masih sempat-sempatnya menunjukkan senyum tak bersalah.
Melihat ke arah Duke Elberg, Gu Yuena langsung pada intinya, "Aku datang untuk menanyakan masalah kakakku. Kau berkata akan memberitahuku apa yang dia tinggalkan untukku."
Duke Elberg tersenyum, lalu beranjak dari kursinya. "Itu adalah sebuah barang lama."
Pria itu pergi ke lemari dan mengambil sesuatu dari dalam. Dia menghampiri Gu Yuena bersama sebuah kotak kayu di tangannya.
"Di dalamnya ada segel yang hanya bisa dibuka oleh penerima aslinya. James berkata bahwa hal ini berkaitan dengan masa depan Wyvernia."
Gu Yuena langsung mengambilnya. Sebelum membukanya, pandangannya terarah pada dua pria itu bergantian. Mereka juga penasaran apa isi kotaknya.
"Kalian begitu ingin tahu?" tanya Gu Yuena.
Duke Elberg terlihat ragu, tapi Bai Youzhe langsung mengangguk. Gu Yuena pun mendesah, lalu meletakkan itu ke meja dan membukanya di depan mereka berdua.
Kotak itu memiliki sihir yang sangat kuat. Gu Yuena menggunakan kekuatan spiritual untuk membuka.
Ketika kotak berhasil terbuka, yang ia lihata dalah sebuah batu hitam legam seukuran telapak tangan dengan kekuatan yang menekan. Itu adalah batu jiwa.
Kening Gu Yuena berkerut, Bai Youzhe dan Duke Elberg juga sama. Mereka tidak mengerti mengapa Gu Yuan meninggalkan hal berbahaya di tempat kni.
"Tiga batu jiwa seharusnya sudah kau dapatkan, kan?" tanya Gu Yuena menatap Bai Youzhe. Bai Youzhe mengangguk sebagai jawaban.
Batu jiwa adalah hal langka. Berulang kali Yang Xinyuan mencoba memberikannya pada Gu Yuena, tapi gagal karena Bai Youzhe. Sekarang, Gu Yuan sendiri yang meninggalkan ini untuknya.
Pasti bukan hanya karena kekuatan yang ada di dalamnya.
Gu Yuena mengambil batu jiwa tanpa rasa takut, lalu menyimpannya. Ia berbalik ke arah dua pria itu, "Mungkin kakakku sedang mencoba memberitahu sesuatu melalui ini. Aku akan menyelidikinya. Jika perlu, aku akan memberitahu padamu." Matanya terarah pada Duke Elberg.
Duke Elberg mengangguk. "Baiklah. Aku harap itu bukan sesuatu yang berbahaya." Kemudian ia teringat sesuatu. "Kita masih harus mendiskusikan rencana berikutnya bersama bangsawan lain besok pagi."
"Aku mengerti." Gu Yuena pun pergi bersama Bai Youzhe yang mengekori.
"Apa yang kamu bicarakan dengan Duke?" tanya Gu Yuena pada Bai Youzhe.
"Beberapa bangsawan menargetmu, aku hanya memberi peringatan?"
"Menargetku?" Gu Yuena terkejut.
Bai Youzhe tersenyum kecut, tidak bisa menyembunyikannya lebih lama. "Kamu tahu, ada banyak pembunuh yang menyusup untuk menemukanmu. Sepertinya kedatanganmu diumumkan oleh seseorang dari faksi bangsawan. Alfonso juga sudah mengetahuinya."
Gu Yuena diam untuk beberapa saat seraya berpikir. Sepertinya ada tikus-tikus kecil di antara faksi bangsawan.
"Kau menyingkirkan para penyusup itu?" tanya Gu Yuena.
Bai Youzhe tersenyum, lalu menarik dagu Gu Yuena dan mencium bibirnya. Ia berkata, "Aku tidak suka orang-orang itu melihatmu yang sedang tidur."
Dia bahkan cemburu pada penyusup. Bukankah sudah kehilangan akal sehat? Gu Yuena tidak tahu ingin tertawa atau menangis.
"Sudah lama tidak bertarung, aku jadi merasa kaku. Sepertinya aku harus pergi keluar malam ini." Gu Yuena berpikir untuk mencari dalang di baliknya dan bersenang-senang.
"Aku akan menemanimu bermain."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Permainan yang dilakukan Gu Yuena tidak pernah menjadi permainan biasa. Malam itu, Gu Yuena menyelinap keluar dalam bayangan dan bertemu penyusup yang kesekian kalinya. Gu Yuena mengambil kesempatan untuk mencari pesuruh mereka dan datang ke persimpangan jalan yang sepi di ibu kota.
Pada saat itulah, ia berada di situasi ini. Terkepung di antara orang-orang berpakaian serba hitam dan membawa dua pedang. Mereka adalah assassin.
"Sayang sekali tidak memiliki kualifikasi masuk ke assassin guild." Gu Yuena mencibir, lalu menangani mereka dengan cepat dan menangkap salah satunya.
Hanya dengan satu kilatan sihir, semuanya mati tanpa berdarah. Gu Yuena membawa salah satunya ke tuan mereka dan menghancurkan pintu depan menggunakan mayat pembunuh.
Orang-orang di dalamnya ketakutan setengah mati. Gu Yuena mendekati seorang pria yang kira-kira seumuran dengan Gu Shan. Itu adalah pria dari faksi bangsawan yang menjadi mata-mata kaisar.
"Benar-benar orang yang setia."
Pria itu tidak tahu siapa yang datang membawa niat membunuh karena pihak lain menggunakan cadar hitam yang cantik. Dia bahkan tidak tahu bagaimana caranya mati, karena kematiannya berlangsung sangat cepat. Kepalanya dipajang di dinding bangunan kediaman saat itu juga.
Itu adalah peringatan untuk kaisar darinya.
"Menurutmu, Kaisar akan menyadari pesan dariku?" tanya Gu Yuena. Dia berada dalam bayangan bersama Bai Youzhe di sisinya, melihat kekacauan yang terjadi di bawah sana.
"Dia akan sadar jika tidak bodoh."
Gu Yuena mencibir. "Bahkan Klan Ye tidak menyadari ancaman dariku."
"Mereka bodoh."
Gu Yuena tertawa ringan. "Jika kaisar sama bodohnya, apa aku harus datang menyapa?"
"Tidak perlu. Kaisar memang bodoh, tapi dia tahu ada ancaman di sekitarnya. Dia pasti sedang ketakutan sekarang dan mengerahkan banyak penjaga."
Bai Youzhe tidak salah. Kaisar adalah seseorang yang mendambakan kekuasaan. Jika ada seseorang yang datang membawa ancaman, dia pasti akan ketakutan dan bersembunyi sambil memberi perintah untuk memburu ancaman itu semaksimal mungkin.
Gu Yuena tersenyum dingin. "Jika aku dapat membuat plot twist dalam kisah perebutan kekuasaan ini, pasti akan sangat seru."
Duke Elberg juga akan setuju, para faksi bangsawan juga setuju. Selain dapat membersihkan nama mereka dari penargetan, juga dapat memperdaya kaisar untuk memporak-porandakan wilayahnya sendiri.
Keesokannya, ruang rapat Duke Elberg dipenuhi oleh perwakilan tiap keluarga. Gu Yuena duduk di sebelah Duke Elberg, memperhatikan para bangsawan yang sedang gelisah atas kematian seorang earl tadi malam.
Kepalanya digantung di gerbang kediaman. Tidak ada satu pun sanksi mata yang tersisa untuk menjelaskan apa yang terjadi. Semua terjadi dalam satu malam. Ancaman seperti itu sangat mengerikan.
Pandangan mereka terarah pada Gu Yuena. Seseorang yang dapat membuat kematian yang mengerikan tanpa diketahui siapa pun, pasti ada hubungannya dengan Gu Yuena. Bagaimanapun, earl itu adalah bagian dari faksi bangsawan.
"Kenapa melihatku?" tanya Gu Yuena.
Duke Elberg sendiri bingung mengapa mereka memandang Gu Yuena dengan pandangan aneh. Antara takut dan curiga.
Gu Yuena pun menghela napas. "Beberapa waktu lalu ada sangat banyak penyusup di Duchy yang menargetku. Faksi kaisar sepertinya sudah mengetahui kedatanganku. Di antara anggota faksi bangsawan, pasti ada yang sengaja membocorkannya."
Duke Elberg terlihat pasrah hari ini. Karena penyusup itu, ia mendapat ancaman dari Bai Youzhe. Ia telah mencari siapa dalang di balik semua ini, tapi tidak ada jejak setelah ancaman Bai Youzhe dilontarkan kemarin.
Ia pikir Bai Youzhe mungkin telah menyingkirkan mereka semua dalam bayang-bayang.
Gu Yuena melanjutkan, "Tapi tenang saja. Pengkhianat itu sudah diatasi dengan bersih."
Para bangsawan itu akhirnya paham apa yang terjadi semalam. Meski tidak ingin percaya, tapi earl itu belakangan ini memang terlihat aneh. Ternyata dia adalah pisau dua arah.
Tidak ada yang berani berkomentar. Jelas-jelas kejadian yang menimpa sang earl adalah ancaman. Jika berani berkhianat, maka kepalanya akan dipenggal dan dipajang di gerbang kediaman. Seluruh keluarganya tidak akan dilepaskan.
Cara Gu Yuena sangat kejam. Tapi jika dia tidak melakukannya, entah berapa banyak keluarga yang akan jatuh lebih buruk dari itu. Dunia ini sangat keras, menganggap nyawa adalah sesuatu yang tidak penting. Maka ikuti saja aturan dunia yang seperti itu.
"Apa kasus itu sedang ditangani pemerintah?" tanya Gu Yuena.
"Ya. Banyak orang awam beranggapan bahwa ini adalah ancaman untuk kaisar. Namun, karena Earl Mandey berasal dari faksi bangsawan, banyak juga yang berpikir bahwa ini adalah ulah kaisar yang ingin memperingati faksi bangsawan."
Gu Yuena tersenyum puas. "Maka biarkan ceritanya menjadi seperti itu."
"Tapi hal ini akan membuat kaisar waspada. Meski Earl Mandey ada di pihak bangsawan, dia telah bekerja untuk kaisar. Kaisar tidak merasa membunuhnya, maka dia akan mengungkapnya."
"Bukankah itu adalah hal mudah? Aku tidak berkata ingin menarget kaisar terlebih dahulu. Biarkan orang lain yang melakukannya." Gu Yuena berkata dengan tenang.
Mereka terlihat bingung. Memangnya siapa lagi yang sedang ditargetkan selain kaisar?
Melihat semua orang terlihat bertanya-tanya, Duke Elberg menghela napas. Tidak ada yang mengerti maksud keponakannya. Jika ia menjadi Gu Yuena, ia juga tidak akan menarget kaisar secara terang-terangan. Terlalu berbahaya.
Akhirnya, Duke Elberg menjelaskan, "Valentina bermaksud mengadu domba antara Kaisar dan Pangeran Alfonso. Pangeran tidak terlihat belakangan ini, entah apa saja yang dia lakukan. Sepertinya kaisar juga masih tidak mengetahui keberadaan Valentina, mengingat masih tidak ada panggilan dari istana. Cepat atau lambat dia akan tahu. Tapi sebelum itu, kita harus membersihkan nama Valentina dari kecurigaan kaisar."
"Maksud Duke ... ingin mendorong Pangeran Alfonso agar dicurigai?"
Duke Elberg mengangguk, kemudian menoleh ke arah Gu Yuena. "Bukankah seperti itu?"
Gu Yuena tersenyum. Memang pamannya yang bisa mengerti jalan pikirnya. Sepertinya ini memang gen keluarga yang licik.
"Apa itu tidak terlalu berani?" Salah satu bangsawan merasa ragu.
Gu Yuena berkata, "Kita telah berhasil mengacaukan beberapa pangeran dan putri, kenapa tidak Pangeran Alfonso? Kaisar sangat mempercayainya, tapi dia tidak memberitahu bahwa Earl Mandey bekerja untuk kaisar. Kita hanya perlu menunjukkan bahkan Pangeran Alfonso yang telah membunuh Earl Mandey baik disengaja maupun tidak."
Mereka semua akhirnya mengerti apa yang sedang direncanakan Gu Yuena. Meski rencana ini terlalu berani dan berbahaya, mereka para faksi bangsawan bisa terlepas dari perhatian kaisar untuk sementara waktu.
Pembunuhan Earl Mandey adalah masalah kompleks antara dua faksi. Membunuhnya sama saja seperti memutuskan kepercayaan kaisar, karena Earl Mandey bekerja secara diam-diam untuk kaisar. Pangeran Alfonso mengetahui hal itu. Jika dia dituduh membunuh setelah mendapat informasi dari Earl, Kaisar akan mencurigainya bersekongkol dengan faksi bangsawan.
"Untuk saat ini, Pangeran Alfonso pasti sudah mengetahui keberadaanku. Itu sebabnya dia meminta Earl untuk mengutus pembunuh. Kita unumkan kehadiranku pada kaisar sebelum Alfonso mendahului. Lalu adukan semua yang kalian ketahui tentang pembunuhan Earl Mandey."
Tentu saja, dengan mengambing hitamkan Alfonso. Gu Yuena tidak sabar mendengar kabar dari istana.