
Gu Yuena menceritakan segala hal yang terjadi selama di Istana Linghun. Kecuali lingkaran yang dicabut paksa, dia menceritakan segalanya.
Wajahnya masih tetap kosong setiap kali mengucapkan apa yang ingin ia katakan, sedangkan Bai Youzhe mendengarkan. Gu Yuena telah mengalami sesuatu yang sulit diterima.
Bayangkan saja harus menyaksikan kematian orang terdekatnya berkali-kali. Gu Yuena dapat bertahan sampai sekarang merupakan sebuah keberuntungan. Ia bahkan nyaris kehilangan akal.
"Bukankah sangat buruk?" Gu Yuena melihat kedua tangannya di atas pangkuannya.
Mereka sudah berada di ruangan privat yang telah dipesan, tidak akan ada orang yang dapat mendengar percakapan mereka. Itu juga dapat menenangkan Gu Yuena.
Bai Youzhe meraih telapak tangan Gu Yuena dan menatapnya lekat-lekat. "Jangan takut. Aku bersamamu."
Gu Yuena menatap iris biru yang tampak setenang air itu. Ia pun tersenyum kecut. "Apa itu hiburan?" Jiwanya telah ditandai, Li Hua dapat menariknya kapan pun. Bahkan Bai Youzhe tidak akan bisa membantunya.
"Tidak ada sihir yang tidak memiliki celah untuk dihancurkan. Aku bersungguh-sungguh. Jika dia datang untuk menyerangmu lagi, aku akan menangkapmu, melindungimu." Bai Youzhe juga memiliki kekuatan jiwa. Kekuatan jiwa dapat terhubung dengan kekuatan jiwa lain. Jika Li Hua datang untuk mengganggu Gu Yuena, ia bisa menghalanginya.
Tapi Gu Yuena tetap gelisah. Masalahnya tidak hanya pada gangguan Li Hua. Ia merasa enggan merepotkan siapa pun, apalagi sampai berdiri menggantikannya menghadapi bahaya.
"Bai Youzhe, terima kasih." Gu Yuena cukup tenang mendengar kata-kata itu. Hanya saja, ia juga merasa cukup terbebani. "Aku pikir aku bisa menghadapinya sendiri dan akan terbiasa, tapi itu tidak pernah terjadi. Aku bukan orang baik, itu adalah hukuman untukku. Aku takut kau akan terbebani hanya karena wanita sepertiku."
Bai Youzhe mengeratkan genggamannya. "Apa itu wanita sepertimu? Kamu adalah Gu Yuena, aku tidak merasa Gu Yuena adalah wanita yang merepotkan."
"Kamu tidak tahu. Aku tidak akan lagi sama seperti dulu." Gu Yuena menatapnya dengan sungguh-sungguh. Kalaupun Bai Youzhe meninggalkannya sekarang, ia tidak akan menuntut apa pun. Ia sendiri sudah merasa bahwa hidupnya tidak lagi berharga. Sama seperti di dunia itu.
Gu Yuena melanjutkan, "Aku mencabut paksa lingkaran sihir di mataku. Tak lama lagi, aku hanyalah wanita buta yang hanya nama."
Bai Youzhe terkejut. Pantas saja sejak tadi Gu Yuena terlihat tidak fokus pada pandangannya dan selalu menutup mata. Pandanganya terganggu karena efek dari pencabutan lingkaran sihir.
Lingkaran sihir yang ditanam di tubuh akan menyatu dan menjadi bagian dari tubuh. Jika dicabut, akan berakibat fatal dan kehilangan fungsi tubuh secara perlahan. Itu sama saja mencabut bagian tubuhnya yang menyatu dengan lingkaran sihir. Rasanya akan sangat menyakitkan.
Ketika Gu Yuena mencabut lingkaran sihir di matanya, itu sama saja mencongkel matanya sendiri.
Bai Youzhe tidak bisa membayangkan bagaimana rasa sakitnya. Pasti sekarang Gu Yuena masih merasakan sisa rasa sakit itu. Bai Youzhe semakin khawatir.
Gu Yuena melihat jendela yang menampilkan pemandangan malam yang indah. "Aku tidak memiliki apa pun lagi selain identitas phoenix dan mimpi buruk. Sama sekali tidak ada harganya."
Bahkan identitas Ratu Phoenix kapan pun bisa menghilang setelah matanya benar-benar buta. Ia benar-benar akan menghilang dan menjadi bayang-bayang tak penting.
Meski kekuatan Gu Yuena masih sangat kuat, itu tidak lagi penting baginya.
Kalaupun ada yang ingin memanfaatkannya, paling tidak hanya ingin kekuatannya saja untuk digunakan sebagai mesin pembunuh. Dia kembali seperti tahun-tahun penuh darah itu.
Bukankah menyedihkan?
"Sekarang, apa yang kau harapkan?" tanya Bai Youzhe.
Gu Yuena diam untuk beberapa saat. "Mungkin ... menghabiskan waktu seperti orang bodoh?"
Bai Youzhe tersenyum, lalu memeluknya dengan hangat. "Baik, habiskan waktumu seperti orang bodoh. Aku akan menjagamu."
"Kau tidak merasa bahwa aku tidak lagi bernilai?" tanya Gu Yuena. Ia melepas pelukan, menatap Bai Youzhe dengan lekat.
"Seseorang mengatakan bahwa aku terobsesi padamu. Anggap saja, aku tidak ingin melepaskanmu dari sisiku. Jangan katakan tentang nilai. Bagiku, kamu lebih berharga dari apa pun." Bai Youzhe mengerucutkan bibirnya. "Apa menurutmu aku adalah pria brengsek seperti itu?"
"Bukankah kamu tidak bermoral?" Gu Yuena menyindir.
"Aku tidak bermoral, tapi bukan orang yang tidak setia." Bai Youzhe mencubit pipi Gu Yuena dengan gemas. Wanita ini selalu saja berpikran negatif mengenai apa pun di sekitarnya.
"Jadi aku bukan beban di matamu?" Gu Yuena memastikan.
"Jika kamu yang sebrutal itu ketika bertarung masih dianggap sebagai beban, lalu bagaimana dengan orang lain? Apa mereka sampah?" jawab Bai Youzhe.
"...."
Gu Yuena dibuat terdiam. Ada saatnya ucapan Bai Youzhe memiliki ketajaman pisau. Baiklah, ia selalu kalah debat dengan Bai Youzhe.
Bai Youzhe terkekeh melihat Gu Yuena yang terdiam. Tidak ada lagi ekspresi kosong di wajah cantik itu, hanya ada kebingungan, lalu menjadi datar seperti menahan kesal. Akhirnya Bai Youzhe berhasil menghiburnya.
Pria itu mengusap kepala Gu Yuena dengan kasih sayang. "Manusia hidup untuk orang lain. Orang yang membutuhkannya. Kamu harus hidup dengan baik, karena aku membutuhkanmu selama aku masih hidup."
"Bagaimana jika tidak butuh?"
"Itu hanya akan terjadi jika aku mati." Yang artinya, Bai Youzhe tidak akan melepaskan Gu Yuena kecuali jika ia mati. Saat ia mati, ia tidak akan membawa Gu Yuena untuk terus bersamanya ke dalam kematian. Ia ingin Gu Yuena hidup dengan baik dan bahagia.
"Bagaimana jika aku yang mati duluan?"
"Aku akan mengikutimu." Bai Youzhe menjawab dengan enteng. Sudah dikatakan. Selama masih hidup, ia tidak akan melepaskan Gu Yuena apa pun yang terjadi.
"Kalau begitu aku tidak akan membutuhkanmu."
"...."
Bai Youzhe kemakan ucapannya sendiri.
Ekspresinya menjadi rumit. "Nana—"
"Aku membenci orang yang mengorbankan diri hanya untuk orang yang sudah mati dengan alasan konyol." Ucapan Gu Yuena sangat tidak berperasaan. Itu menyakiti hati kecil Bai Youzhe.
"Apa itu konyol?"
"Sangat konyol."
"Kalau begitu, berjanjilah jangan meninggalkanku." Bai Youzhe selalu berpikir bahwa Gu Yuena memiliki banyak rencana berbahaya di kepalanya.
Jika bukan berbahaya untuk orang lain, maka berbahaya untuk diri sendiri. Dalam keadaan tekanan mental seperti itu, ada kalanya seseorang akan muak untuk hidup.
Jika Bai Youzhe tidak muncul, mungkin ia sudah bunuh diri. Atau mati kedinginan di dalam hutan.
Gu Yuena terlihat ragu untuk berjanji. Bai Youzhe menjadi gelisah. Tekanan mental yang diterima terlalu besar sampai Gu Yuena merasa hidup ini terasa sangat pahit sampai kematian adalah cara terbaik untuk mengakhiri segalanya.
"Jika bukan karena aku, maka karena orang-orang yang pernah ada di sisimu."
Gu Yuena masih terlihat diam. Dia memainkan jari-jari kedua tangannya, merasa gelisah. Bai Youzhe tidak salah, sedangkan selama ini Gu Yuena selalu memiliki pemikiran menyimpang tentang kehidupan.
Ia berpikir bahwa kematian adalah yang terbaik, selalu seperti itu. Tanpa sadar, dia mengabaikan orang-orang yang ditinggal karena kematian. Seharusnya ia dapat merasakannya ketika ditinggal guru dan orangtuanya.
Jika dia mati, apa Bai Youzhe akan mengalami duka seperti itu?
Gu Yuena memandang Bai Youzhe yang masih menunggunya bicara. Dia mengangkat salah satu tangannya, mengusap wajah tampan itu seraya memberi senyuman.
"Baik. Aku akan menghargai diriku sendiri." Lalu wajahnya menjadi serius seketika, "Tapi jika kau mengkhianatiku, aku akan membunuhmu, dan membunuh diriku sendiri. Tidak ada kesempatan menoleh ke belakang."
Bai Youzhe tersenyum senang, lalu menangkup tangan Gu Yuena yang menyentuh wajahnya dan memberi kecupan singkat di punggung tangannya. "Kamu adalah orang yang kucintai, hal seperti itu tidak akan terjadi."
Gu Yuena tidak memiliki siapa-siapa lagi. Dia hidup sendiri di dunia ini tanpa dukungan. Kalau bukan Bai Youzhe dan Istana Yuansu, ia tidak memiliki alasan lain untuk tetap hidup.
Bai Youzhe benar. Manusia hidup untuk orang lain.
Ada baiknya jika Gu Yuena kembali menata cara berpikirnya agar masa lalu tidak terulang untuk ketiga kalinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bagaimana kau bisa mengenal bangsawan Wyvernia? Dia tidak terlihat seperti orang baik." Yun Qiao berkomentar ketika di tengah perjalanan menuju penginapan. Ia baru saja menyelamatkan Su Churan dari pria asing.
Su Churan terlihat ragu mengatakannya. Namun, dia tidak menyembunyikan segala fakta dan berkata dengan jujur, "Aku pernah bertunangan dengannya."
Yun Qiao menoleh dengan pandangan terkejut. Ia baru tahu Su Churan pernah bertunangan. Ia pikir, wanita itu hanya tahu cara bersenang-senang melihat pria tampan dan fokus pada pekerjaan yang diberikan Raja Istana Tianshuang.
Mengingat standarnya yang sangat tinggi, wajar jika Yun Qiao berpikir demikian.
"Tapi kau terlihat tidak nyaman." Yun Qiao telah memperhatikan gerak-gerik canggung Su Churan. Jika bertunangan, seharusnya Su Churan mengenalkan orang itu padanya.
"Itu adalah cerita lama. Sekarang, dia sudah menikah dengan orang lain, tidak ada hubungannya denganku." Su Churan berkata dengan berat hati serta senyum yang dipaksakan.
Yun Qiao merasa telah salah bicara. Tidak seharusnya ia bicara. Pasti menyakitkan bagi Su Churan. Pria itu benar-benar bukan pria baik.
Sadar akan reaksi Yun Qiao, Su Churan buru-buru mengklarifikasi, "Itu bukan salahnya, ini adalah salahku. Selama bertunangan, aku tidak memiliki banyak waktu yang dihabiskan bersama. Aku sangat canggung, jadi tidak pernah terlihat sangat dekat. Selain itu, aku juga yang meninggalkannya."
"Jika dia mencintaimu, seharusnya dia tidak menikahi wanita lain."
"Dia dijodohkan oleh keluarga, jadi tidak bisa menolak." Su Churan sebenarnya masih tidak enak hati. Ia merasa sedih, juga lega bersamaan.
Yun Qiao menghela napas. "Jika aku menjadi dia, aku akan memilih mencarimu dibandingkan menikah dengan wanita yang tidak kucintai."
Su Churan tertawa, "Kupikir itu hanya bisa dilakukan oleh bocah itu—Bai Youzhe."
"Apa Yang Mulia Bai bisa melakukan hal seperti itu? Mengejar cinta sampai dapat meski ditinggalkan?"
"Asal kau tahu. Gu Yuena telah meninggalkannya beberapa kali ketika memutuskan tinggal di Istana Yuansu dan pergi ke Istana Linghun. Sampai detik ini, bocah itu masih mengejar seolah tidak bisa hidup tanpa Gu Yuena barang sekalipun." Su Churan tertawa terbahak-bahak memikirkannya. Jika ada Bai Youzhe di sini, ia pasti akan terkena hukum.
Yun Qiao masih terlihat berpikir, lalu melihat Su Churan dengan penasaran. "Jika kau ada di posisi Gu Yuena, apa yang akan kau lakukan?"
"Hatiku sangat lemah dibandingkan Gu Yuena. Aku pasti akan cepat luluh dan tidak bisa meninggalkannya lebih dari sekali." Su Churan mengerucutkan bibirnya ketika bergumam, "Baru saja aku nyaris luluh jika tidak mengetahui dia sudah memiliki istri."
Meski pria bisa memiliki lebih dari satu istri, Su Churan tidak mau diduakan. Ia telah belajar dari Gu Yuena bahwa ia harus menjadi satu-satunya wanita di hati pasangannya. Kalau tidak, bunuh saja.
Tapi jelas Su Churan tidak tega harus membunuh hanya karena alasan sepele. Ia tidak sekejam itu.
"Hah, suasana hatiku tidak baik~" Su Churan berucap dengan nada riang sambil bersenandung. Sepertinya ia harus menambah tugas Zhao Ying saat tiba nanti.
Yun Qiao hanya memandang Su Churan yang tampak menikmati perjalanan meski suasana hatinya tidak baik. Itu adalah hal yang membedakan Su Churan dengan wanita lain. Meski hatinya kacau, dia selalu menyebar energi positif yang membuat semua orang nyaman dan menyukainya.
Ia dan Su Churan belum kenal terlalu lama. Namun, kesannya terhadap Su Churan selalu baik dan meningkat setiap saat.
Jika Gu Yuena adalah sesuatu yang dapat membuat semua orang merasa luar biasa dan kagum, maka Su Churan dapat membuat semua orang merasa menyenangkan. Yah, terlepas dari peliharaannya yang mengerikan.
Orang yang tidak tahu pasti akan berpikir bahwa Su Churan adalah wanita cantik yang menyenangkan dan lembut. Namun, orang-orang di dekatnya tahu bahwa di balik semua itu ada sisi yang harus dihindari. Su Churan adalah pemburu andal yang telah menaklukan banyak monster untuk dijadikan senjatanya.
Bahkan Count Erizra tidak tahu sisi itu.
Yun Qiao menghela napas. Andai saja Su Churan tidak terikat pada Istana Tianshuang sebagai Tetua Istana.
"Aku ingat sesuatu!" Su Churan tiba-tiba menghentikan kudanya dan menoleh ke arah Yun Qiao. "Kita harus ke Istana Yuansu segera. Gu Yuena pasti sedang menunggu."
"Tapi ...." Bukankah Gu Yuena di Istana Linghun?
Su Churan tersenyum misterius. "Kau tidak tahu? Belakangan ini Assassin Guild direpotkan lagi. Ada banyak mata-mata yang mengatakan bahwa Yang Mulia telah tiba di perbatasan dan akan menjemput Gu Yuena. Kalaupun mereka belum datang, kita bisa menunggunya sambil bermain di Istana."
"...."
Bermain yang dimaksud adalah bertarung dengan para roh.
Su Churan benar-benar bersemangat dan ingin mengetahui rasanya bertarung dengan roh. Dia tidak beda jauh dari Gu Yuena.
"Jadi, ayo kita selesaikan masalah pasokan istana dan bergegas!" Su Churan berkata dengan semangat sampai sosoknya menjadi pusat perhatian di tengah kota.
Di saat Yun Qiao merasa malu sendiri, Su Churan hanya tertawa tanpa rasa malu.
Urat malunya sudah putus.