
Di saat kekacauan dan ketegangan terjadi di luar, di dalam istana, semua orang menjaga dengan serius tepat di depan kamar Kaisar. Orang-orang dari Istana Tao berada di dalam merawat Kaisar dan mencoba yang terbaik untuk membuat perlindungan.
Semua itu tidak terlepas dari perhatian wanita dalam kegelapan. Wanita itu memperhatikan sebentar, lalu merubah dirinya menjadi kabut halus dan tipis yang menyebar di udara.
Ia tertawa melihat orang-orang bodoh yang berdiri di luar, sedangkan ia lewat begitu saja dan memasuki lubang kecil di pintu kamar. Sebagai penyihir tingkat 9, dia dengan mudah mengabaikan orang-orang yang bahkan tidak dapat menerima satu tamparannya.
Ada beberapa orang-orang dari Istana Tao, berbaju putih seragam dan mengerahkan kekuatan mereka untuk membuat barrier. Sebelum barrier tertutup sepenuhnya melindungi Kaisar, kabut tipis itu masuk di waktu yang tepat sebelum menutup sempurna.
Mereka pasti tidak akan menyangka seorang penyihir akan melakukan hal seperti itu dan mengelabuhi mereka sedemikian rupa. Para murid istana tidak diperkenankan terlalu lama di dalam ruangan dan hanya menyisakan satu orang yang berjaga, sisanya keluar.
Ini menjadi kesempatan besar bagi sang wanita penyihir untuk keluar dan menyelesaikan misinya. Dibandingkan Istana Linghun, tempat ini lebih mudah dimasuki.
Wanita itu muncul dengan kepercayaan diri yang kuat tepat di samping tempat tidur Kaisar. Taois yang sedang bermeditasi sambil berjaga langsung membuka matanya terkejut. Dia baru saja berdiri dan akan menggunakan kekuatannya untuk menangkap penyusup di dalam barrier sambil mengirim sinyal berbahaya. Namun, sebelum dia bisa melakukannya, wanita itu mengirim ular-ular kecil yang ia tinggal di luar dan menggigit pria itu.
Pria itu menjadi kaku. Kakinya melemah ketika ular-ular itu menggigit dan meracuninya, membuatnya jatuh tak berdaya dan mati sangat cepat.
"Aku tidak suka kematian instan seperti ini." Wanita itu cemberut. Ia tidak bisa menembus barrier dengan mudah, tapi ular-ular yang ia tinggalkan dapat melindunginya. Sekarang, dia hanya perlu membunuh Kaisar dan pergi secepatnya. Hanya seperti itu.
Barrier para taoist dari Istana Tao sangat kuat. Bahkan kultivator tingkat 9 manapun tidak akan mudah menembusnya. Itu sebabnya wanita itu memilih alternatif lain yang lebih berani.
Ia akan membunuh Kaisar, lalu membiarkan para taoist itu menciduknya dan membuka barrier untuk menangkapnya. Dengan kekuatan tingkat 9, orang-orang itu hanya semut di matanya.
Sihir di jarinya menyala, lalu dilepaskan ke arah Kaisar yang tak sadarkan diri. Sihir hijau gelap yang penuh niat membunuh berkobar, menembus tubuh Kaisar dan membuatnya bersinar untuk beberapa saat. Kaisar membuka mata, tampak kesakitan dan melihat ke atas seolah jiwanya dipaksa keluar.
Wanita itu terlihat menikmati pencabutan nyawa secara perlahan, seolah dia adalah malaikat maut yang sedang menjalankan tugas. Kaisar sangat kesakitan, seluruh tubuhnya yang lemah bergetar hebat sebelum akhirnya matanya berputar ke atas dan putih sepenuhnya.
Jiwanya ditarik secara paksa membuat wajah pucatnya semakin memburuk. Wanita itu tidak berlama-lama lagi dan langsung menghancurkan jiwanya dan melebur ke dalam array makhluk kematian di tangan kirinya.
Jiwa Kaisar Huang telah menjadi makhluk kematian tambahan yang menjadi senjata mereka. Betapa menyenangkannya hal itu.
Wanita itu membawa jiwa yang terperangkap di tangan kirinya dan berbalik, hendak memberi sinyal dan bersiap melarikan diri. Namun, bukannya taoisme yang hadir menyaksikan kematian Kaisar, itu justru Gu Yuena!
Wajah wanita itu menjadi muram. Sepertinya kabut hitam di luar sana tidak cukup untuk menghentikannya.
"Apa kau melihatnya? Jiwa di tanganku adalah milik Kaisar Huang, dia akan menjadi bagian dari kami, sedangkan kamu hanya bisa memperhatikan tanpa daya meski ingin menyelamatkannya." Wanita itu tertawa.
Gu Yuena memiringkan kepalanya. Yang ia lihat hanyalah bagaimana jiwa itu terserap ke dalam array dan menggumpal tak beraturan di tangan wanita penyihir.
Dia pernah bertemu wanita penyihir itu sebelumnya. Namanya adalah Cheng Yin. Lingkaran sihir yang ia miliki adalah lingkaran sihir jenis transformasi. Dia bisa mengubah bentuk jiwa dan tubuhnya, membuatnya sulit untuk ditangkap.
Dibandingkan wanita cantik yang menggoda, di mata Gu Yuena yang hanya bisa melihat jiwa, dia hanya melihat wanita tua dengan wajah tak beraturan dan menjijikkan. Jiwanya jelas menjadi cacat karena terlalu sering berubah bentuk.
"Kata siapa aku datang untuk menyelamatkan Kaisar?" Gu Yuena tersenyum. "Dengan kekuatanmu, bukan masalah besar bila ingin membunuhnya. Meski kekaisaran akan mengalami kekacauan untuk sementara waktu, itu tidak akan banyak berpengaruh pada kalian."
"Kau memang tidak pernah berubah, aku sangat mengagumi temperamenmu." Cheng Yin menyeringai. "Lalu, kau datang untuk menangkapku?"
"Kau adalah orang di bawah ibuku, sejak kapan aku menjadi segan padamu? Jika aku ingin menangkap, maka aku akan menangkap. Jika aku ingin membunuh, maka aku akan membunuh. Menurutmu, apa yang akan aku lakukan dan kenapa aku datang menyaksikan tanpa melakukan apa pun?"
Cheng Yin mengerutkan kening. Benar juga. Jika Gu Yuena benar-benar ingin menyelamatkan Kaisar, dia pasti akan menghentikannya menarik jiwa Kaisar Huang secara paksa. Gu Yuena adalah pemilik kekuatan jiwa terkuat, dia bisa membuat kejutan jiwa pada Cheng Yin yang membuatnya terkena serangan balik.
Jika seperti itu ... apakah ia sedang dijebak? Cheng Yin melihat ke sekitar barrier dan tersadar akan sesuatu. Benar, ini adalah jebakan dan dia masuk ke dalam jebakan secara sukarela. Pantas saja Gu Yuena hanya diam.
Ia pikir para taoisme itu akan panik dan membuka barrier, atau sekadar menyerangnya untuk melumpuhkannya. Pada saat itulah, Cheng Yin memiliki lebih banyak kesempatan menarik jiwa mereka untuk menjadi makhluk kematian dan lari.
Ia seharusnya sudah menduga Gu Yuena akan datang, tapi dia sudah mengirim makhluk itu untuk menahannya. Kalaupun ada penguasa istana lain, mereka saja tidak cukup untuk menekan makhluk itu. Di luar akan sangat kacau dan penuh pertempuran, sedangkan ia akan lari. Kalaupun Gu Yuena mengejar, dia masih bisa lolos dengan cara transformasi!
Namun, Gu Yuena sebenarnya membiarkan Kaisar Huang menjadi umpan dan mati! Dia benar-benar sesuai harapannya, kejam dan berdarah dingin.
Memikirkan hal ini, Cheng Yin tertawa geli. "Jadi kau membiarkan Kaisar terbunuh hanya untuk menangkapku. Sepertinya aku sangat berharga di matamu."
"Entahlah, apa menurutmu begitu?" Gu Yuena menyapu udara dengan satu tangannya, sihir merah muncul di setiap ruang dan merobek ruang yang seharusnya adalah kamar Kaisar yang mewah.
Wajah Cheng Yin memucat. Ruangan di sekitarnya seolah berlubang dan berubah menjadi kegelapan. Sosok di atas tempat tidur berubah menjadi tengkorak, sedangkan jiwa di tangannya berubah menjadi gumpalan energi yang berasal dari jiwa hewan. Matanya menunjukkan kengerian.
Semua ini hanya ilusi!
"Huang Jingtian membiarkanmu masuk, maka aku pasti akan menyambutmu dan membuatmu puas di tempat yang kau masuki secara sukarela."
Cheng Yin linglung sejenak. Dia melempar jiwa di tangannya dan berusaha meloloskan diri dari barrier. Sayangnya, barrier itu terlalu kuat!
"Satu hal yang menurutmu adalah berita baik, Kaisar sudah meninggal sejak awal. Sayangnya, aku sudah mengamankan jiwanya agar tidak menjadi makhluk kematian. Itu sebabnya kau tidak tahu apa pun."
Sebelum Cheng Yin datang, Gu Yuena sudah datang. Dia tidak akan kalah cepat sejak membiarkan makhluk itu menekan Yun Qiao. Dia segera tiba di istana. Tapi siapa sangka, Kaisar meninggal karena terkejut dan mengalami serangan jantung akibat kabar yang tanpa sengaja didengar. Gu Yuena segera menyegel jiwanya dan memurnikannya agar tidak menjadi makhluk kematian, lalu bekerja sama dengan Istana Tao untuk membuat jebakan.
Cheng Yin kalah cepat dan masuk ke dalam perangkap. Ia pikir ia sudah datang lebih unggul, tapi dia lupa tentang kecepatan terbang Gu Yuena. Sebenarnya, Gu Yuena telah membuat ilusi sejak awal dan membuatnya yang tidak pernah pergi ke Istana Kekaisaran Yi berpuas diri!
Murid Istana Tao yang mati ... hanyalah rekayasa. Bahkan ilusi itu tidak dapat mengecualikan ular-ularnya. Kekuatan macam apa itu?
Gu Yuena tidak tahu hal ini. Dia hanya tahu bahwa lingkaran sihir itu ia dapatkan dari Yan Shuiyin. Yan Shuiyin berasal dari Istana Linghun dan telah hidup selama ratusan tahun. Gu Yuena tidak begitu tertarik pada kisah panjangnya selama menjadi penyihir di Istana Linghun.
Cheng Yin ketakutan. Dia tahu jelas betapa mengerikan Raja Istana Linghun ratusan tahun yang lalu. Gu Yuena hanyalah cerminan dari pria berdarah dingin itu!
"Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Cheng Yin.
Gu Yuena dengan malas berkata, "Tidak ada. Aku hanya ingin melihat teman lama, lalu melepaskannya untuk lari."
"Apa?" Cheng Yin merasa segala sesuatunya sangat tidak benar. Dia tidak pernah mengerti isi pikiran Gu Yuena.
Gu Yuena menghela napas, lalu memanggil beberapa murid Istana Tao untuk membantunya membuka barrier. Mereka ragu dan tidaj setuju, tapi mereka tidak bisa berkomentar karena Tai Han telah meminta mereka untuk menuruti perkataan Gu Yuena.
Gu Yuena tersenyum puas. Setelah barrier dilepaskan, Cheng Yin masih mematung karena terkejut.
"Apa kau tidak akan lari? Cepatlah sebelum aku berubah pikiran." Gu Yuena menarik alisnya.
Cheng Yin tersadar. Sosoknya langsung berubah menjadi kumpulan kabut dan lari secepat mungkin.
Hanya saja, ia tertekan. Ini adalah ruang yang diciptakan Gu Yuena, bagaimana ia bisa melarikan diri! Segalanya gelap dan sunyi, terlalu mengerikan untuk ditempati. Dia sama sekali tidak menemukan jalan keluar ataupun setitik cahaya.
Gu Yuena di kejauhan sedikit tersenyum, menikmati perasaan tertekan orang lain. "Waktu habis."
Ruang gelap di sekitarnya pecah saat itu juga, memasukkan cahaya yang datang dari segala arah retakan. Cheng Yin sangat terkejut dan tidak bisa menahan tekanan yang datang. Dia terhempas, laku jatuh ke atas lantai mewah dan merosot keluar jendela.
Segala sesuatu yang ditubruknya hancur berkeping-keping. Cheng Yin berteriak ketika keramik yang pecah menusuk telapak tangannya sampai tembus. Wajahnya semakin pucat.
Dia melihat Gu Yuena yang tersenyum ke arahnya. Tidak seharusnya ia berurusan dengan iblis itu!
"Kau berkata akan melepaskanku!" Cheng Yin beraung, tapi tidak berani melangkah maju.
"Aku berkata kau akan berlari sebelum aku berubah pikiran. Aku sudah berubah pikiran." Gu Yuena berkata dengan enteng. Dia hanya ingin bermain-main!
Cheng Yin sangat marah, tapi dia juga sangat takut. Dia hanya bisa berdiri dengan berani dan berusaha pergi secepat yang ia bisa.
Wajah Gu Yuena menjadi dingin secara drastis. Ia mengepakkan sayapnya dan melesat seperti cahaya merah yang meluncur ke langit. Sedikit bermain-main dengan mangsa, dia menyukai perasaan itu.
Cheng Yin terbang secepat yang ia bisa. Namun, Gu Yuena jauh lebih cepat. Sosok merah tiba tepat di hadapan Cheng Yi dan menekannya dengan tongkat tumpul hingga terdorong ke tanah.
Cheng Yin menyeimbangkan tubuhnya. Dia jatuh ke tanah, tapi segera bertransformasi menjadi benda ringan sebelum akhirnya berlari melalui jalur darat. Dia melewati banyak penjagaan dan berusaha meminta pertolongan makhluk itu!
Sayangnya, Gu Yuena tidak memberi kesempatan. Gu Yuena meluncur ke bawah, lalu menangkap kerah pakaian bagian belakang milik Cheng Yin. Cheng Yin berbalik dan meluncurkan cakarnya, lalu mengerahkan ular-ularnya untuk membunuh Gu Yuena.
Ular-ular dalam jumlah besar bermunculan, terbang ke arah Gu Yuena dengan desisan mengerikan. Ketika mereka akan meraih Gu Yuena, sesuatu yang tidak terlihat menghentikan mereka dan membuat ular-ular itu berjatuhkan saat itu juga.
Cheng Yin semakin takut dan lari tanpa daya. Dia pada dasarnya tidak sekuat rekan-rekannya. Kekuatannya hanya dapat digunakan untuk membunuh dalam kegelapan dan secara diam-diam sambil menyamar. Dalam pertempuran satu lawan satu, dia akan kalah telak!
Tiap kali Cheng Yin bertransformasi untuk bersembunyi, atau menggunakan sandera untuk mengancan Gu Yuena, Gu Yuena menutup mata dan mempermainkannya habis-habisan. Dia bahkan selalu menemukan Cheng Yin yang bertransformasi, lalu memberinya pukulan.
Cheng Yin semakin marah. Dia memperluas area domain, lalu memanggil ular yang lebih besar dan memberi efek racun dalam domain miliknya. Ia menargetkannya khusus ke arah Gu Yuena.
Api phoenix dari tangan Gu Yuena akhirnya menyala. Suhu ekstrim menahan semua racun yang mendatanginya, lalu membuat hujan api untuk menghancurkan ular besar yang menyerangnya.
Saat ular itu berteriak keras dan mati dalam kobaran api, mata Gu Yuena menyipit dan menjadi tegas ketika menyadari sesuatu yang mendekat.
Gu Yuena berteleportasi ke depan Cheng Yin yang berusaha lari. Namun sayangnya, sebelum dia bisa berbalik dan menjauhi Gu Yuena, sebuah tangan menembus dada kirinya dan menciptakan lubang besar yang menarik jantungnya.
Cheng Yin melihat Gu Yuena dan jantungnya yang berdenyut dengan ngeri. Tangan Gu Yuena penuh darah, memegang jantung yang berdetak itu dengan perasaan puas. Cheng Yin pun jatuh ke atas panah. Darah mengalir keluar dari dadanya.
Gu Yuena tidak bisa melihat jantung di tangannya, dia hanya merasakan sensasi legket dan amis serta detakan yang berdenyut di kulit tangannya. Wajahnya tampak biasa saja, seolah hanya memegang benda biasa yang tidak ada artinya.
Ia melepas jantung itu begitu saja ke tanah, lalu menyeka tangannya dari darah sambil berbalik ke arah berlawanan untuk melihat sesuatu yang mendekat.
Yun Qiao terlihat sangat buruk di tangan makhluk berkabut. Dia babak belur dan dipenuhi luka, wajahnya juga pucat. Darah keluar dari mulut dan hidungnya, menunjukkan betapa buruk kondisinya.
Wajah Gu Yuena mendingin.
Tidak hanya karena merasakan napas Yun Qiao yang lemah, tapi karena kehadiran sosok berkabut yang dengan jelas dilihat oleh matanya yang buta. Tidak ada Yun Qiao di matanya, tapi makhluk berkabut itu ada. Hal itu yang membuat kemarahan dan dendam kembali mendatanginya mengingat segala yang terjadi di kehidupan sebelumnya.
Sosok itulah yang membunuh seluruh keluarganya dan menjadi penyebab kematiannya!
...----------------...
Bagi yang lupa, sosok berkabut itu sering muncul di bab-bab awal seperti di zaman modern, Kediaman Adipati, dan saat pertemuan antar-istana. Semua kejadian kematian anggota keluarga Gu Yuena di zaman modern selalu berkaitan dengan sosok itu. Seperti Li Hua yang ditusuk makhluk itu secara langsung, Gu Ying yang ditabrak mobil, dan Gu Yuan yang terkena ledakan saat misi. Bahkan, saat kematian Gu Yuena di bab 1, sosok itu juga yang membuatnya dibunuh Isabella. Di kediaman adipati, Gu Yuena nyaris dalam bahaya kalau tidak ada Bai Youzhe yang 'sedang lewat'.
Kalau dibandingin siapa yang paling Gu Yuena benci antara sosok itu atau Yang Xinyuan, dia justru lebih benci sosok itu.