Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
202. Kerjasama Ayah dan Anak



Rasanya baru kemarin peperangan berakhir. Tapi sekarang Gu Yuena sudah melewati 14 musim panas dan kini telah menginjak musim panas yang ke-15. Ada banyak hal yang telah ia lewati, baik suka maupun duka.


Hari ini, Gu Yuena sangat menganggur setelah ribuan drama pekerjaan yang membuatnya emosi setiap saat. Suasana hatinya sedang sangat baik dan memiliki waktu untuk bersantai sambil makan cokelat, ditemani dua kucing yang duduk makan ikan.


Pemandangan tiga makhluk itu benar-benar akan membuat banyak orang sulit mempercayainya.


Gu Yuena biasanya sangat galak dan tegas. Wajahnya selalu dingin, membuat banyak orang tidak berani melakukan kesalahan sekecilpun. Dia juga sering bolak-balik ke Istana Penguasa dan Wilayah Phoenix. Tidak ada kata libur di kamusnya.


Tapi kali ini, dia berhasil mengembalikan kata 'libur' di kamus dan duduk santai sambil menonton drama kisah nyata di kota melalui cermin air. Di sini tidak ada tv. Jadi dia hanya bisa menonton kegiatan orang lain dan drama yang tidak pernah tamat melalui cermin air.


Namun, seperti biasa, seseorang mencuri waktu santai dan damainya. Bai Youzhe datang untuk mengganggu waktu damai Gu Yuena yang langka, dan memindahkan wanita itu ke pangkuannya semudah memindahkan boneka.


Gu Yuena terdiam ketika tempat duduknya pindah begitu saja. Ia melirik Bai Youzhe, lalu mengabaikannya untuk lanjut menonton.


Bai Youzhe cemberut. Padahal dia ingin menghabiskan waktu hanya bersama Gu Yuena setelah lama menjadi sibuk. Mereka jarang bermesraan, lho.


Selain sibuk bekerja, mereka juga harus mengurus anak mereka yang masih sangat kecil. Mana ada waktu berduaan?


Bai Youzhe mengeratkan pegangannya di pinggang Gu Yuena, "Nana?"


"Mau?" Gu Yuena menyodorkan bola cokelat di tangannya untuk Bai Youzhe. Matanya seolah mengatakan "aku tidak mengabaikanmu" dengan jujur.


Bai Youzhe tersenyum, lalu menunjuk bibir Gu Yuena. "Maunya ini."


Gu Yuena menarik bola cokelatnya kembali. Ia mencodongkan tubuhnya ke arah Bai Youzhe, lalu mengecup bibirnya sekilas. Hanya sekilas, lalu kembali menonton.


Bukankah itu terlalu cepat?


Bai Youzhe tidak menyerah. Gu Yuena terlalu acuh tak acuh padanya, membuatnya tidak senang. Namun, bukan berarti Bai Youzhe tidak bisa menggodanya.


Gu Yuena sedang asyik-asyiknya menonton romansa rakyatnya sendiri. Wajah datarnya menunjukkan sedikit senyuman seperti anak muda yang terbawa perasaan drama romantis.


Tapi tiba-tiba saja Gu Yuena merasakan rasa geli di bagian lehernya ketika sesuatu yang basah mengusap lehernya dengan sensual. Konsentrasinya pada drama langsung pecah dan dia menjadi kaku.


Pas sekali, cermin air di depannya menunjukkan adegan ciuman yang mesra, membuat wajah Gu Yuena memerah.


Bagaimana bisa ada kebetulan seperti ini!


"Apa kamu ingin juga?" bisik Bai Youzhe di telinganya.


Gu Yuena merinding. Ia melirik pria itu sekilas, lalu membuang wajah. "Itu hanya tontonan. Seharusnya aku menonton thriller, bagaimana bisa seperti itu?"


Bai Youzhe terkekeh. Ia memutar tubuh Gu Yuena ke hadapannya, lalu berkata, "Belakangan ini Xiao Xue merengek ingin melihat putra Su Churan yang baru lahir. Aku pikir, Xiao Xue ingin memiliki seorang adik. Bagaimana jika kita mengabulkannya?"


Gu Yuena menyipitkan matanya. "Benarkah? Dia tidak pernah memberitahuku."


"Kamu ingat dia sangat ingin pergi ke Dataran Mitian?"


Gu Yuena mengangguk. Namun, tatapannya menjadi penuh curiga kepada Bai Youzhe. "Youzhe, kau ingin menipuku?"


Bai Youzhe tersenyum seolah mengatakan bahwa dia adalah orang baik yang sangat murni. "Aku tidak berani."


Bagaimana Gu Yuena bisa percaya? Sebenarnya, Gu Yuena sudah ditipu beberapa kali olehnya dengan cara yang berbeda-beda.


"Sebenarnya, tidak perlu menggunakan cara tipuan." Gu Yuena berkata dengan jujur dan enteng. Biasanya Bai Youzhe yang selalu menindasnya setelah menipunya, dia agak kesal memikirkannya.


Gu Yuena mendorong Bai Youzhe bersandar di bangku. Dia seperti pria muda yang pasrah, namun ada senyum yang menggoda di bibirnya.


Dua kucing yang baru sadar situasi di belakang mereka langsung terbelalak dan kabur terbirit-birit. Jangan nodai mata suci mereka!


Gu Yuena tidak mempedulikan dua kucing yang kabur membawa ikan itu. Dia memutar posisinya tepat menghadap Bai Youzhe, lalu memcodongkan tubuhnya lebih dekat dan menghapus jarak mereka.


Pada saat yang sama, sepasang kaki kecil melangkah dengan riang ke arah mereka membawa kertas warna-warni di tangannya.


"Ayah, Ibu!"


Yah, ini bukan yang pertama kali.


Gu Yuena dengan cepat berpindah tempat dengan senyuman nakal di bibirnya, meninggalkan Bai Youzhe yang senyumannya membeku.


"Xiao Xue." Gu Yuena langsung menghadap gadis kecil yang mungil dan imut itu.


Namanya Bai Yixue. Dia baru akan beranjak 5 tahun musim dingin ini. Penampilannya sangat persis seperti Bai Youzhe, terutama sepasang mata biru itu. Rambutnya merah seperti Gu Yuena dan tanpak sangat indah.


Mata bundar Bai Yixue berkedip dengan polos, lalu bertanya, "Apa Ibu bertengkar dengan Ayah?"


"Tidak," jawab Gu Yuena.


Bai Youzhe tiba-tiba melanjutkan. "Hanya membuat adik."


"...." Entahlah, Gu Yuena merasa ingin menjahit mulut pria itu.


"Bagaimana caranya?" tanya Bai Yixue, penasaran.


"Itu ... kamu harus menjadi besar terlebih dahulu." Bai Youzhe berkata sedikit berbisik pada Bai Yixue.


Bai Yixue mengangguk-anggukkan kepalanya, tidak tahu paham atau tidak. Namun, ada satu hal yang ia tangkap dari ucapan ayahnya.


"Tapi Xiao Xue tidak mau punya adik."


Doengg


Senyum Bai Youzhe membeku sekali lagi. Sedangkan Gu Yuena hanya meliriknya dengan seringaian. Bukankah pria itu ketahuan menipu oleh putrinya sendiri?


"Kenapa?" tanya Bai Youzhe.


"Paman Gu Yuan berkata, kalau Xiao Xue memiliki adik, Ayah dan Ibu tidak akan menyayangi Xiao Xue lagi."


Gu Yuan sialan! Sebenarnya dia sedang menipu bocah polos yang tidak mengerti apa pun! Bai Youzhe ingin sekali berdiri di hadapan Gu Yuan dan memukulnya karena mengajari yang tidak-tidak pada Bai Yixue.


Di sisi lain, Gu Yuena tertawa terbahak-bahak dalam hati. Kakaknya itu ... apa yang sedang pria itu pikirkan ketika mengatakannya?


Bai Youzhe berkata dengan serius. "Dia berbohong padamu. Jangan percaya orang lain selain ayah dan ibu."


"Apa Paman Gu Yuan orang lain?" tanya Bai Yixue.


"Ini ...." Bai Youzhe melirik Gu Yuena yang memandangnya dengan penuh peringatan.


Ingin menganggap kakaknya sebagai orang lain? Gu Yuena siap menendang Bai Youzhe dari kamar dan membuatnya tidur di luar!


Bai Yixue hanya memasang tatapan bingung dan memiringkan kepalanya. Ia hampir lupa tujuannya mencari ayah dan ibunya dan segera memberikan hasil karyanya.


"Lihatlah, apa tulisan dan gambarku sangat bagus? Ibu berjanji untuk membawaku ke Dataran Mitian hari ini setelah menyelesaikannya. Aku ingin pergi ke sana ...." Bai Yixue menatap Gu Yuena dengan mata bulat berair dan berkaca-kaca.


Dia terlalu imut! Bagaimana Gu Yuena bisa menolaknya?


Meski hasil karyanya ....


Yah, mungkin hanya orang tertentu yang dapat menafsirkan tulisan apa itu. Tulisan itu lebih terlihat seperti gambar cacing.


Gu Yuena mewajarkannya karena Bai Yixue masih anak-anak yang lebih suka bermain. Setidaknya, Bai Yixue sudah mengenal angka dan tahu cara menulis, meski hasilnya ... ya, begitu.


"Baiklah, kita pergi ke Istana Tianshuang sore ini." Gu Yuena mengalah.


Bai Yixue tersenyum puas. Namun, senyumnya tak bertahan lama ketika mengetahui seseorang datang mencarinya. Itu adalah seorang wanita paruh baya bersama lelaki kecil yang botak, datang dengan tergesa-gesa dan berwajah pucat.


Bai Yixue tidak bisa tersenyum lagi dan buru-buru bersembunyi di belakang Bai Youzhe. Dua orang itu pun bertanya-tanya apa yang terjadi pada si kecil.


Wanita paruh baya itu terkejut ketika melihat Bai Youzhe dan Gu Yuena, lalu buru-buru memberi salam dengan sangat sopan tanpa bisa menunjukkan keluhan di wajah. Lelaki botak di sampingnya juga membungkuk.


"Yang Mulia."


Gu Yuena mengerutkan kening ketika melihat bocah botak itu. "Mo Mo, bagaimana kau bisa seperti itu?"


Wanita paruh baya itu melihat ke arah bocah yang dipanggil Mo Mo, tampak akan menangis lagi. Dia pun dengan ragu berkata, "Yang Mulia, beberapa waktu lalu saat Tuan Putri pergi ke ruang belajar untuk mengerjakan tugas yang Yang Mulia Ratu berikan. Namun, terjadi kecelakaan. Api neraka milik Tuan Putri tiba-tiba saja membakar rambut Mo Mo. Hamba tidak tahu kebenarnnya, jadi hanya bisa mencari Tuan Putri untuk bertanya."


Tapi ... Bai Yixue malah lari tanpa mengatakan apa pun. Wanita itu tidak berani bicara sembarangan dan hanya bisa bicara hati-hati. Gu Yuena tegas, tapi Bai Youzhe sangat memanjakan putrinya. Dia tidak boleh menyinggung Tuan Putri jika tidak ingin mendapatkan masalah dari sang Raja.


Hanya dengan mendengar penjelasan itu, Gu Yuena tiba-tiba tersenyum dingin, lalu melihat ke arah gadis kecil yang bersembunyi di belakang Bai Youzhe.


"Xiao Xue, apa yang sebenarnya terjadi?" tanyanya.


Bai Yixue mengintip ragu-ragu, lalu berkata dengan jujur. "Aku ... aku tidak ingin dia melihat hasil tulisku, jadi aku membakar rambutnya. Lagipula ... itu hanya rambut dan tidak sampai membakar seluruh kepalanya."


"...."


Hanya rambut? Tidak sampai membakar seluruh kepala? Bocah ini ....


Gu Yuena selalu berhati-hati dan tidak pernah mengajari hal tidak bermoral pada Bai Yixue. Ini pasti Bai Youzhe ....


"Yang Mulia, ini hanya pertengkaran di antara anak-anak. Tuan Putri mungkin tidak sengaja karena kesal. Lagipula, kendalinya terhadap api neraka belum benar-benar baik. Bisa saja itu keluar begitu saja saat dia kesal dan tanpa sengaja membakar rambut Mo Mo." Wanita paruh baya itu sudah pucat dan merasa hatinya bergetar.


Mo Mo adalah cucunya. Bagaimana ia bisa membiarkan bocah nakal semena-mena pada cucunya?


Namun, bocah nakal itu sebenarnya Tuan Putri! Bagaimana ia bisa mengadukannya dengan buruk dan meminta keadilan? Ini hanya rambut. Ia lebih baik menjadi botak daripada kehilangan nyawa.


Dia tidak takut pada bocah nakal Bai Yixue, tapi dia takut pada Bai Youzhe!


Pada saat ini, Bai Youzhe terus memperhatikan nenek dan cucu itu sejak kedatangan mereka, seolah memberi peringatan. Bagaimana wanita paruy baya itu dapat mengadu pada Gu Yuena tentang kenakalan Bai Yixue. Dia hanya bisa mengatakan bahwa ini semua hanya kecelakaan dan tidak ada yang bersalah.


Gu Yuena pun berkata, "Baiklah. Karena semuanya sudah diluruskan, kalian bisa kembali." Gu Yuena tidak berniat memperumit nenek dan cucu itu.


Keduanya pun memberi hormat dan pergi. Setelah yakin dapat pergi hidup-hidup, mereka pun menghela napas dan bocah itu melanjutkan tangisannya.


Kali ini, urusan Gu Yuena bersama Bai Yixue. Gu Yuena berbalik memandang Bai Yixue dengan senyuman yang membuat siapa pun bergidik.


"Siapa yang menyuruhmu menggunakan api neraka di luar latihan?" tanya Gu Yuena. Nadanya masih lembut, tapi senyumannya itu membuat siapa pun bergidik ngeri.


Bai Yixue menciut ke punggung Bai Youzhe. Dia menarik-narik jubah Bai Youzhe, minta diselamatkan dari ibu yang galak.


Bai Youzhe pun berkata, "Nana, bukankah itu hanya pertengkaran di antara anak-anak? Xiao Xue masih sangat berhati-hati untuk tidak membakarnya menjadi abu dan hanya membakar rambutnya. Ini menandakan bahwa pengendaliannya meningkat. Sepertinya, Xiao Xue lebih berbakat di bidang sihir daripada akademis."


"Jadi kau yang mengajarinya. Apa yang kau katakan padanya?" Gu Yuena tidak terpengaruh oleh pengalihan topik Bai Youzhe.


"Api neraka digunakan untuk membela diri dan bertarung. Seseorang mengganggunya, bukankah wajah jika memberi sedikit pelajaran? Lagipula, tidak sampai mati, kok."


"...."


Tidak sampai mati katanya! Ini hanya rambut. Kedepannya, Bai Yixue pasti akan membakar tubuh seseorang menjadi abu hanya karena amarah sesaat.


Dia tidak ingin putrinya menjadi berhati dingin ....


Bai Youzhe tidak merasa ada yang salah dari ucapannya. Semua itu normal. Ia memberi isyarat pada Bai Yixue bahwa semuanya akan baik-baik saja, dan Bai Yixue langsung mengangguk patuh.


Ini namanya kerjasama antara ayah dan anak.


Gu Yuena hanya bisa meredakan amarahnya dan melupakan hal yang baru saja terjadi ketika Bai Youzhe membujuknya. Bai Yixue juga ikut membujuk dengan mengandalkan wajah polos dan imutnya yang mematikan.


Ayah dan anak itu tidak hanya memiliki rupa yang mirip, tapi juga temperamen yang mirip!


Sepertinya, semua keturunan Keluarga Bai memang tidak waras.


Bahkan Xuan Yi yang hanya memiliki darah yang sama dengan Keluarga Bai tapi bukan dengan marga yang sama, memiliki temperamen dan logika aneh. Orang-orang keluarga Bai ini selalu satu frekuensi.


Gu Yuena mengingat-ingat, apa masa kecilnya segila itu atau tidak.


Jika dipikirkan, masa kecilnya masih lebih normal dari orang-orang ini.


...TAMAT...


...----------------...


Uh, rasanya nggak puas kalau mentok di sini 😞


Bagaimana? Kalian sudah puas? Kalau aku sih belum, karena masih ada beberapa hal yang tertinggal di cerita ini walau besok-besok masih akan ada extra chapter.


Bukan plot hole, tapi memang sengaja ditinggalkan untuk persiapan novel selanjutnya. Rencananya, akan ada kisah sendiri untuk Bai Yixue yang baru debut di bab ini.


Aku belum mulai buat, tapi aku sudah mulai membuat kerangka dan bab satu sebagai persiapan. Karena aku masih harus menyelesaikan dua novel lagi, yaitu bagian dari novel TEGWIN dan novel baru dengan dunia baru.


Sebenarnya masih ada banyak novel yang sedang berjalan di draft, terutama novel romance (pernikahan) dan novel teen (masa sekolah), tidak hanya novel kultivasi saja. Selain itu, ada juga satu novel fantasi barat dengan latar belakang dunia sihir dan akademi sihir seperti Harry Potter. Aku harus selesaikan novel lama terlebih dahulu sambil membuat novel-novel baru. Jadi frekuensi update kemungkinan akan cukup lama.


Untuk menunggu kisah selanjutnya, kalian bisa follow akun aku di NovelToon maupun di Instagram dengan nama yang sama @chintyaboo untuk pengumuman update selanjutnya agar tidak ketinggalan.


Sampai jumpa di extra chapter 💃