
Dua sosok saling berhadapan dengan aura permusuhan yang intens. Makhluk tidak diketahui itu tidak memiliki emosi dan hanya hadir dengan membawa tekanan serta aura dingin yang mengganggu. Namun, niat membunuh Gu Yuena terpapar jelas.
"Lepaskan." Meski Gu Yuena tidak dapat melihat Yun Qiao yang kritis itu, ia dapat merasakan napasnya yang lemah. Yun Qiao jelas bukan lawan makhluk itu.
Sosok itu melepas Yun Qiao hingga ambruk ke tanah. Gu Yuena mengepalkan tinjunya, menyadari betapa buruk Yun Qiao saat ini. Pria itu telah kehilangan kesadaran.
Kekuatan cahaya Yun Qiao seharusnya bisa menekan makhluk itu. Namun, dia tidak bisa menahannya terlalu lama. Belum lagi kekuatan makhkuk berkabut tidak dapat diidentifikasi.
Sosik itu bergerak mendekat. Tubuhnya hanya berupa kabut yang memadat dan tidak beraturan sehingga tidak diketahui di mana kaki, tangan, maupun anggota tubuhnya. Hanya ada sepasang nata merah yang dingin dan mengerikan.
Gu Yuena mengganti tongkatnya, beralih ke cambuk panjang. Dia siap melakukan pertempuran jarak jauh dan membuka sayapnya.
Pada saat yang sama, sosok itu menyerang seperti kumpulan kegelapan yang nenerjang ke arah Gu Yuena.
Gu Yuena melayang di udara dan mundur ke belakang untuk menjaga jarak sambil memberi serangan sihir. Ia melambung lebih tinggi dan menciptakan serpihan qi berwarna merah yang menyerbu ke arah sosok itu.
Sosok itu berhenti, lalu memasang pertahanan menyebabkan serpihan qi yang seperti kaca berwarna merah itu hancur berkeping-keping tiap kali mencoba menembus.
Meski sosok itu terlihat seperti gumpalan kabut hitam, dia sangat keras!
Gu Yuena mengayunkan cambuknya dari jauh dan menciptakan wujud phoenix yang meluncur dari langit. Phoenix itu membawa kobaran api yang sangat besar dan membakar area sekitarnya, menghantam sosok itu dengan kuat dan menciptakan ledakan besar.
Kabut bekas ledakan perlahan menghilang. Namun, sosok itu tidak ada lagi di tempat di mana ledakan berada. Sosok itu muncul di belakang Gu Yuena, melancarkan serangan ke arahnya secara tiba-tiba.
Gu Yuena segera sadar dan menghindar ke samping. Ada tombak panjang dengan ujung seperti pisau sabit milik Yang Xinyuan. Hanya saja, itu dalam bentuk tombak panjang. Gu Yuena menendang ujung tombak itu ke atas, lalu mengedarkan api di tangannya dan membentuk jaring besar yang menyebar.
Jaring itu bergerak dan berjumlah banyak, meluncur seperti tali ke arah sosok itu. Sosok itu bergerak sangat cepat, menghindari tiap jaring sihir yang meluncur. Ia membuka domain kegelapan yang menyebabkan langit cerah berubah menjadi gelap dan ditutupi awan hitam.
Sihir kegelapan dari langit meluncur dengan kecepatan tinggi, mematahkan semua serangan Gu Yuena dan memaksa Gu Yuena menarik semua sihirnya sebelum mundur. Gu Yuena secara refleks menghindari semua serangan dengan kecepatan tinggi. Sosoknya berkedip dengan kilatan merah dan melakukan serangan langsung ke arah sosok berkabut.
Keduanya bertarung sengit di udara, diiringi oleh serangan domain kegelapan di mana sihir kegelapan menghujani. Sosok phoenix besar dari langit muncul disertai teriakan khas. Itu bergerak dan meninggalkan jejak api yang sangat kuat dan menekan domain kegelapan di bawah cakarnya yang menyala.
Pertempuran sengit itu berlangsung sangat lama. Su Churan datang tepat waktu untuk membawa Yun Qiao pergi, lalu memerintahkan murid istana untuk membuka formasi penyegelan.
Makhluk itu tidak biasa dan tidak bisa dibunuh. Gu Yuena memiliki api suci, tapi masih tidak bisa menyentuh sosok penuh kabut yang menyimpang itu. Ia hanya bisa memikirkan cara penyegelan untuk membatasi pergerakan sosok berkabut.
Ibu Kota mengalami kekacauan untuk beberapa waktu. Huang Jingtian memerintahkan pasukan untuk berjaga di seluruh pertahanan kekaisaran untuk mengantisipasi serangan. Sedangkan warga segera dievakuasi ke tempat yang lebih jauh dari lokasi pertempuran.
Pertempuran Gu Yuena dan sosok itu terjadi di dekat istana di mana ada cukup banyak orang berkerumun. Pada saat itu juga, semua orang dibubarkan dan terpecah belah ke berbagai daerah aman.
Setelah murid Istana Tianshuang berbaris membentuk pola lingkaran, serta murid Istana Yinyang mulai bergerak di depan mereka untuk memberi dukungan pertahanan agar sihir kegelapan tidak merusak mereka, salah satu murid Istana Tianshuang segera berseru, "Formasi penyegelan awan siap."
Su Churan melihat ke langit setelah mendengar laporan. Ia memberi arahan agar para murid mengaktifkan formasi dengan kekuatan penuh. Ia mengeluarkan seruling, lalu meniupkannya, menyatu dengan formasi dan menjadi inti formasi.
Dengan adanya alunan seruling, efek dari penyegelan semakin berat. Garis-garis putih muncul dari bawah tanah dan melonjak ke langit, membentuk tempurung di sekitar area pertempuran. Kekuatan sihir dari seruling segera mendominasi area formasi dan menyebabkan efek tertentu pada target penyegelan.
Domain kegelapan ditekan oleh phoenix sehingga tidak bisa memengaruhi keberlangsungan formasi. Garis-garis putih formasi berubah menjadi rantai besar dan bergerak seperti tentakel untuk menyergap sosok tidak diketahui itu.
Sayangnya, sosok itu terlalu cepat. Kali ini, dia tidak mengejar Gu Yuena untuk melancarkan serangan. Dia terbang lebih tinggi untuk mencari celah formasi dan melarikan diri.
Jelas sekali situasinya tidak baik. Meski formasi itu bukan apa-apa di matanya, Gu Yuena jauh lebih merepotkan. Dengan adanya Gu Yuena, formasi itu akan menangkapnya. Namun, jika ia menghancurkan formasi terlebih dahulu, Gu Yuena akan memberinya pukulan fatal!
Gu Yuena terus terbang dan berusaha mencari titik kelemahan sosok itu. Hingga akhirnya ketika sosok itu memutuskan untuk memaksa menghancurkan formasi, kabut yang melingkupi tubuhnya perlahan menyusut dan terkumpul di satu arah.
Gu Yuena tidak dapat melihat sosoknya, tapi semua orang dapat melihat sosok di balik kabut tersebut. Dia bukanlah sekedar kabut, tapi itu adalah tulang yang dilapisi kabut!
Gu Yuena tidak peduli wujud aslinya, tapi dia lebih peduli pada sesuatu yang ia lihat. Itu adalah sinar merah yang persis seperti mata merah sosok gumpalan kabut itu. Sinar merah yang berbentuk seperti kristal dan tertanam di bagian dada tengkorak yang kosong. Gu Yuena diam-diam menyunggingkan senyumnya.
"Bagus." Gu Yuena tidak ingin melewatkan kesempatan ini.
Tengkorak itu pasti sudah sadar apa yang akan terjadi, itu sebabnya dia buru-buru menutupi sosoknya kembali dengan kabut. Sihur gelap yang sangat besar di tangannya segera menerjang inti formasi yang dipegang oleh Su Churan.
Namun, saat baru saja ia meluncurkan serangan ke inti formasi, Gu Yuena telah mengunci target. Pisau terbang miliknya keluar dan melesat dengan kecepatan tinggi, membawa aliran api serta sosok phoenix yang meluncur ke arah sosok itu.
Sosok itu membuat pertahanan yang sama sekaligus melemparkan sihir kegelapan ke arah Gu Yuena. Itu semacam sihir korosif yang tercampur dengan warna hijau keruh, membuatnya terlihat mengerikan.
Kedua serangan itu bertukar tempat, saling melewati dan terkunci pada satu target.
Gu Yuena menyipitkan matanya, mengandalkan kekuatan jiwanya secara penuh untuk membuat serangan fatal ke arah sinar merah dari tubuh berkabut itu. Di samping itu, dia bersiap menciptakan perisai api untuk menahan serangan sihir kegelapan.
"Aku ingin lihat serangan dan pertahanan siapa yang paling kuat." Gu Yuena sedikit tersenyum. Ia sedang bertaruh!
Kedua serangan besar itu melesat dengan kecepatan tinggi dan menembus masing-masing terget. Pertahanan sosok itu tidak dapat menahan tekanan dari phoenix dan berhasil membuat pisau terbang tembus dan menusuk benda merah di dalam tubuhnya. Benda merah itu retak, lalu memicu ledakan dari dalam.
Ledakan itu secara langsung mempengaruhi segala sesuatu di dalam formasi. Gu Yuena terhempas, terbawa oleh sihir kegelapan dan ditekan oleh ledakan. Ia mengambil tongkatnya kembali sebelum jatuh ke bawah, lalu menangkis sihir kegelapan itu agar meledak di tempat lain.
Namun, Gu Yuena nyaris tidak dapat mempertahankan posisinya ketika efek dari hancurnya benda merah itu menyebabkan ledakan apokaliptik seperti ledakan gunung di dalam formasi.
Su Churan memanggil monster tingkat tinggi untuk membantunya bertahan dan melindungi orang-orang dari ledakan termasuk Gu Yuena. Kura-kura besar muncul diikuti oleh kupu-kupu yang berterbangan seperti abu yang tertiup. Cangkangnya yang besar dan keras memblokir area ledakan hingga Su Churan berhasil mempertahankan formasi agar tidak hancur.
Kabut memenuhi formasi. Semua orang dapat melihat dengan jelas dan mengalami kejutan yang tidak menyenangkan. Jika tidak ada formasi penyegelan awan, kekaisaran pasti sudah hancur!
Semua orang berkeringat dingin ketika melihat ledakan luar biasa yang baru saja terjadi.
Zhou Ying dan Vale yang menjalankan tugas mereka masing-masing juga bergetar dan berdiri berdampingan di gerbang kota. Kabut gelap itu sangat besar seolah menutupi seluruh kota.
Di dalam formasi, murid Istana Yinyang segera membersihkan udara dari kabut yang sepertinya cukup beracun. Kabut itu adalah sisa-sisa kekuatan gelap yang terpencar dan memiliki sifat korosif. Bila menyentuhnya sembarang, akan mengalami keracunan dan mati kurang dari 24 jam. Mereka pun segera membersihkan kabut kurang dari 30 menit sebelum akhirnya langit menjadi cerah.
Gu Yuena masih setengah berlutut. Hidungnya mengeluarkan darah, tapi dia tidak menyadarinya. Dia hanya merasa kekuatannya terkuras sejak serangan terakhir menghantamnya.
Perisai cangkang kura-kura yang melindunginya segera menghilang setelah kabut menyusut. Gu Yuena berdiri dengan bantuan tongkatnya, lalu pergi ke arah Su Churan seolah tidak ada yang terjadi sebelumnya.
Su Churan yang melihat wanita itu pun menghela napas lega dan nyaris pingsan kelelahan.
"Xiao Yuena ... kamu benar-benar ...."
Gu Yuena menunjuk ke arah Yun Qiao, "Obati dia."
Su Churan tidak memiliki kalimat lain untuk diucapkan dan segera memapah Yun Qiao. Murid lainnya juga membantu dan memanggilkan dokter serta alkemis dari Istana Luye.
Sebelum benar-benar pergi, Su Churan berkata sesuatu, "Xiao Yuena, hidungmu berdarah. Sebaiknya kamu juga beristirahat, aku akan menangani sisanya."
Gu Yuena menyentuh hidungnya yang memiliki cairan yang melekat di kulitnya. Ia pun mengangguk sambil membersihkannya menggunakan sapu tangan. Efek serangannya sangat luar biasa. Jika tidak ada perisai kura-kura monster panggilan Su Churan, ia takut akan jatuh ke dalam kondisi kritis seperti Yun Qiao.
Chu Xin dari gerbang kota bergegas datang sejak melihat pertempuran dimulai. Ia tidak dapat lewat karena tahanan Huang Jingtian, tapi sekarang dia dapat meloloskan diri setelah meninju salah satu prajurit dan menyambar Gu Yuena dengan penuh rasa khawatir.
"Nona ...." Chu Xin menghela napas dan melemaskan bahunya. Melihat darah merah kering di tangan Gu Yuena, dia tidak peduli lagi itu darah siapa dan hanya tahu bagaimana cara membawa Gu Yuena pergi ke kamarnya dan memanggil semua dokter terbaik. Tak lupa juga memaksa Jin Xiao secara langsung, mendesaknya untuk merawat Gu Yuena.
"Haha, sekarang aku justru takut diracuni oleh orang itu," gumam Gu Yuena.