Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
111. Menolak Kenyataan



Aneh.


Tidak ada perasaan apa pun ketika pria bertopeng itu berdiri di hadapannya. Gu Yuena bahkan hanya diam dengan wajah datar, melihat pria itu sedikit menunduk untuk memberi hormat padanya.


Pria yang menghancurkan Istana Yuansu. Pria yang membunuh gurunya. Pria yang menyebabkan kematian anaknya ....


Gu Yuena membencinya.


"Ketika di Dunia Bawah, kalian harus bekerja sama dengan baik. Muridku akan melindungimu di sana, jadi sebisa mungkin singkirkan dendam masa lalu untuk memulai lembaran baru. Bagaimanapun, muridku Yuanyuan memiliki darah naga. Nana, kamu tidak bisa menolaknya." Li Hua yang duduk di kursi ujung tersenyum lebar setelah mempertemukan putri dan muridnya yang sebelumnya hanya tahu cara bertempur.


Gu Yuena menekan rasa kesal dan tidak terima di hatinya dan pergi begitu saja ke meja makan—duduk di tempat yang tersedia. Sialnya, mereka bertiga akan makan bersama di meja panjang ini.


"Yuanyuan, tidak seharusnya kamu menggunakan topeng di sini. Nana-ku jadi kesal, tidak bisa melihatmu lebih baik." Li Hua sepertinya sengaja memancing keributan. Entah apa tujuannya.


Yang Xinyuan merasa ragu, hanya diam di tempatnya. Jelas-jelas dia tidak bisa menampilkan wajahnya di depan Gu Yuena. Gu Yuena juga tidak terlihat tertarik dan hanya memakan makanannya secepat mungkin.


"Guru, Anda bercanda."


Li Hua terkekeh mendengar sahutan Yang Xinyuan. "Sudahlah, aku tidak akan memaksa. Aku hanya merasa sangat senang, karena pada akhirnya bisa makan di meja yang sama dengan putriku setelah sekian lama."


Gu Yuena memutar bola mata sambil memgunyah. Andai kakaknya ada di sini, ia tidak akan seemosi ini. Omong-omong, di mana kakaknya?


"Di mana Kakak?" tanya Gu Yuena.


"Yuan'er ... belakangan ini dia sibuk melakukan sesuatu, jadi tidak bisa bertemu denganmu untuk saat ini," sahut Li Hua. "Kamu cukup berlatih untuk mencapai tingkat 9. Jika ada perlu, kamu bisa meminta bantuan Yuanyuan."


"Kenapa aku harus meminta bantuan pada pembunuh guruku?"


"Nana—"


"Yan Shuiyin juga anggota Istana Linghun—dulunya. Seseorang seharusnya tahu cara memandang untuk menjaga batasan." Gu Yuena berkata dengan nada menyindir, lalu melirik pria bertopeng dengan sinis.


"Yan Shuiyin adalah pengkhianat. Aku sudah lama memburunya, kebetulan Yuanyuan menemukannya di Istana Yuansu. Jadi, sekalian menyelesaikan tugas membersihkan pengkhianat. Kamu tidak perlu kesal. Dia menjadi guru dan mati untukmu adalah kehormatan baginya."


Ucapan Li Hua justru membuat Gu Yuena semakin kesal. Bahkan Yang Xinyuan sudah bersiap kalau-kalau amarah Gu Yuena meledak karena ulah ibunya sendiri. Tapi siapa sangka, wanita itu masih tetap mempertahankan ketenangannya.


"Baik, jika penilaianmu seperti itu." Gu Yuena mendengus.


"Gu Shan berkata kamu sangat pengertian, sepertinya itu memang benar." Li Hua tersenyum puas akan kekalahan Gu Yuena.


Ini adalah makan siang terburuk yang pernah ada. Li Hua terus bicara dengan nada tenang, membicarakan kematian dan siapa saja yang dia bunuh seolah membicarakan hal ringan. Gu Yuena sudah tertekan setiap saat sampai akhirnya ia beranjak dari kursi dan pergi dari sana dengan alasan lelah.


"Antar Tuan Putri ke kamar." Li Hua memberi perintah pada pelayan yang berjaga. Pelayan tersebut langsung menunduk dan pergi mengikuti arah pergi Gu Yuena.


Melihat kepergian Gu Yuena, Li Hua mendesis, "Dia semakin keras kepala."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gu Yuena diantar pelayan ke kamarnya yang sudah disiapkan secara khusus tidak terlalu jauh dari ruangan di mana altar pengorbanan berada. Setelah para pelayan itu pergi, Gu Yuena tidak langsung masuk ke dalam ruangan melainkan diam di tempatnya.


Tatapannya mendingin sebelum akhirnya berkata, "Rupanya, kau juga jengah akan sikap Yang Mulia. Bukankah begitu?" Ia menoleh ke belakang, melihat Yang Xinyuan hadir tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Topeng hitam berukiran naga masih menempel di wajahnya, tampak sangat misterius. Itulah yang membuat Gu Yuena kesal dan merasa ingin membunuhnya. Namun, ia sadar masih tidak mampu melakukannya.


Yang Xinyuan meninggalkan ruang makan, meninggalkan sang ratu yang cerewet sendirian. Pasti wanita itu sedang kesal. Namun, Yang Xinyuan sama sekali tidak peduli. Dia hanya memikirkan kondisi buruk Gu Yuena belum lama ini.


"Sepertinya lukamu sudah membaik."


"Jangan bersikap seolah kau peduli." Gu Yuena bersedekap dada. "Aku bahkan tidak mengenalmu. Kau tidak membunuhku hanya karena aku adalah Tuan Putri yang harus kau jaga. Sejujurnya, aku tidak memerlukan semua itu, apalagi dari seseorang yang pernah ingin membunuhku."


"Hari itu, aku minta maaf. Kloningku hanya memiliki insting bertahan, melakukan apa pun agar tetap hidup."


"Itu hanya sebuah kloning, aku sudah membunuhnya." Gu Yuena bersikap santai seolah tidak mempermasalahkannya. Namun, bukan itu intinya. "Apa ada hal lain yang dapat kau luruskan? Penyerangan di Istana Tianshuang?"


"Saat itu kau sedang mengandung?" tanyanya. Ia telah berpikir cukup lama, alasan mengapa Gu Yuena menjadi begitu lemah dan kesakitan hanya karena satu serangan. Wanita itu terus memegangi perutnya dan merintih di atas tanah dengan darah yang mengalir di roknya. Dia jelas tidak melewatkan detail tersebut.


"Bagaimana menurutmu?" Gu Yuena tidak menjawab secara langsung.


Yang Xinyuan terkekeh. "Hubunganmu dengan orang itu ternyata sudah sejauh itu."


"Tidak ada hubungannya denganmu." Gu Yuena menyahut dengan dingin.


Yang Xinyuan menatapnya penuh arti. "Jadi kau sangat membenciku?"


"Justru karena yang aku bunuh adalah anakmu dengan orang itu, aku sama sekali tidak menyesal. Aku justru akan melakukannya berulang kali."


"Aku sudah menduganya." Gu Yuena merasakan kemarahan yang cukup kuat, tapi ia tidak mengatakan apa pun. Mungkin karena pihak lain adalah darah naga, sedangkan ia adalah satu-satunya darah phoenix.


"Apa kau tidak penasaran siapa aku sebenarnya?" Yang Xinyuan tiba-tiba bertanya demikian, membuat Gu Yuena diam untuk beberapa saat.


Penasaran? Tentu saja dia sangat penasaran. Tapi itu dulu. Gu Yuena memiliki spekulasi mengenai identitas pria bertopeng sejak melihatnya lepas topeng saat itu, tapi ia dipenuhi keraguan. Pada akhirnya, Gu Yuena memilih terjebak di antara keraguan tersebut dibandingkan menerima kenyataan.


"Sama sekali tidak." Gu Yuena memutuskan untuk tidak melihat wajah di balik topeng itu selamanya.


Ia takut, jika itu benar-benar Yang Xinyuan.


Yang Xinyuan melihat Gu Yuena untuk beberapa saat, lalu berkata, "Kamu masih sama."


Pria itu pun pergi ke dalam kegelapan, meninggalkan Gu Yuena lorong sepi sendirian. Gu Yuena kosong untuk beberapa saat, memutuskan untuk tidak memikirkannya lagi.


Ia sudah tahu siapa pria bertopeng itu, tapi menolak mengakuinya.


Dia terlalu marah.


Gu Yuena masuk ke dalam kamar untuk menenangkan pikiran. Xiao Hei muncul di saat yang tepat sambil membawa ikan kering di mulutnya, sedangkan Xiao Bai muncul di lengan Gu Yuena sambil menggosok-gosok kepalanya manja.


"Nona, Xiao Hei membawa berita penting!" Xiao Hei mengeong sambil melempat ikan kering dan melahapnya sampai habis.


Gu Yuena duduk di atas kursi. Ia memperhatikan sekitar sejenak. Ruangan besar yang tidak biasa, penuh dengan lilin yang menyala. Ranjang besar berkelambu di tengah ruangan, cermin rias, meja belajar dan beberapa nakas berisikan hiasan. Ada pula lemari pakaian serta tempat berganti pakaian yang dibatasi dengan tirai hitam. Orang-orang itu benar-benar berniat.


Kamar ini suram, serta lebih megah dari kamarnya di Istana Yuansu. Ini akan menjadi tempatnya dalam waktu lama.


"Nona, Xiao Hei mendengar dari orang-orang istana bahwa darah naga hanya ada dua di dunia ini."


Itu adalah hal yang tidak ingin Gu Yuena dengar, tapi tidak bisa menyangkalnya. "Aku sudah tahu."


Xiao Hei melanjutkan, "Murid Ratu Li Hua yang kau temui tadi, dia bukanlah darah naga seutuhnya. Sebenarnya, darah naga hanya dapat muncul satu kali dalam satu generasi."


Gu Yuena mengerutkan kening, melihat Xiao Hei dengan bingung. "Bagaimana mungkin?"


"Saat kematian Raja Ying, darah naganya mengalami ledakan luar biasa. Sisa ledakan tersebut diambil sang ratu untuk menciptakan kehidupan lain di dalam istana. Tujuannya agar Istana Linghun tidak kehilangan kekuatan. Darah naga yang baru lahir dari sisa energi tersebut tumbuh dalam kegelapan, menjadi murid sang ratu. Hari ketika Ratu meninggalkan kediaman Adipati adalah hari Ratu mengangkatnya menjadi murid utama."


Penjelasan Xiao Hei cukup membuat Gu Yuena terkejut. Sebenarnya, orang itu bukan manusia, melainkan makluk yang terbentuk dari sisa energi ledakan darah naga yang membuatnya memiliki kekuatan naga yang sama. Entah apa yang dilakukan Li Hua. Sepertinya, ambisi Li Hua jauh melampaui apa yang diharapkannya.


Jika Gu Yuena mati, apa Li Hua juga akan melakukan hal yang sama?


Ia bersyukur wanita itu tidak tahu tentang kehamilannya saat itu. Atau konsekuensinya tidak akan terbayangkan. Ia harus menghentikan kegilaan ini secepatnya.


"Hah, lagi-lagi harus tinggal di tempat orang gila lainnya." Gu Yuena mengeluh.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Yang Mulia, pengintai mengatakan bahwa mereka sudah tiba belum lama ini. Tidak ada pergerakan lain dari Istana Linghun." Hei Changge melaporkan situasi pada Bai Youzhe beberapa saat setelah kepergian Gu Yuena.


Baru saja Li Hua datang membawa monster jenis kelelawar mengepung istana, sekarang wanita itu sudah membawa putrinya kembali tanpa berulah. Sama sekali tidak seperti gaya sang ratu yang brutal.


Gu Yuena benar-benar membuat Li Hua diam saat ini. Pasti wanita itu telah merencanakan sesuatu pada Gu Yuena agar tetap memihaknya. Untuk saat ini, Gu Yuena memang tidak berpihak pada siapa pun. Tidak tahu bagaimana di masa depan.


Namun, Bai Youzhe percaya Gu Yuena tidak akan semudah itu dipengaruhi. Meskipun Gu Yuena berada di Istana Linghun, belum tentu wanita itu membela sang ratu. Yang ia khawatirkan adalah apa yang akan dilakukan Li Hua terhadap Gu Yuena.


"Tetap perhatikan sekitar istana. Jika ada yang aneh, langsung laporkan padaku." Bai Youzhe memberi perintah.


"Baik, Yang Mulia." Hei Changge menyanggupinya. Tapi ada satu hal yang mengganjal pikiran. "Dunia Bawah saat ini sedang kacau. Para iblis telah membentuk kelompok tertentu dalam jumlah besar dan mengambil alih beberapa wilayah. Naga lainnya resah, karena ada beberapa iblis tingkat tinggi yang memimpin penyerangan."


Bai Youzhe hanya memandang dunia luar dalam diam sambil mendengarkan. Masalah Dunia Bawah tidak akan selesai sampai roh phoenix ditemukan, serta segel iblis diamankan untuk membatasi pergerakan iblis.


Ini adalah masalah yang tak terselesaikan selama ratusan tahun lamanya sejak kehancuran ras naga. Itu sebabnya, Dunia Bawah dilanda perang setiap saat.


Bai Youzhe harus tetap di Dunia Bawah untuk beberapa waktu sampai masalah diselesaikan. Jika tidak, ras naga akan hancur kembali.


"Buka portal." Bai Youzhe harus ke Dunia Bawah sekarang juga.


Di masa depan, Gu Yuena juga pasti akan muncul di Dunia Bawah. Ia akan mencari wanita itu, tidak membiarkannya pergi lagi untuk kedua kalinya.