
"Kakak Seperguruan, bagaimana pertemuanmu dengan Yang Mulia? Apa terjadi masalah?" Zhou Ying menghampiri Zhou Tao yang baru saja keluar dari istana pribadi milik Raja Istana Tianshuang.
Wajahnya tampak pucat dan dipenuhi kejutan. Ia melihat Zhou bersaudara yang menunggunya. Apa ia beritahu saja bahwa ada Nona Gu di sini? Bersama Yang Mulia?
"Memang, ada masalah besar." Zhou Tao akhirnya terpaksa membocorkannya. "Yang Mulia membawa Nona Gu ke istana."
"Nona Gu?" Zhou Ying tampak bingung.
"Tidak mungkin Nona Gu yang itu, 'kan?" Zhou Wei agak tidak percaya.
"Menurutmu, Nona Gu mana lagi yang kita kenal?" Zhou Tao mendengus.
"Jadi maksudmu ... Gu Yuena dari Istana Yuansu ada di sini? Bersama Yang Mulia?" Zhou Ying berpikir keras bagaimana dua orang yang jauh berbeda itu bisa bertemu.
Ah, tunggu dulu. Kapan Raja mereka keluar istana? Bukankan Nona Gu seharusnya ada di Istana Yuansu saat ini?
Tepat ketika Zhou Tao akan menjelaskan secara terperinci, sebuah kilatan merah muda melintas begitu cepat di langit seperti bintang jatuh.
Zhou Ying tampak memancarkan senyum cerah dan melambaikan tangan lebar-lebar. "Guru, murid sudah pulang!"
Sosok merah muda itu berhenti di langit, dengan sayap kupu-kupu di punggungnya melihat Zhou bersaudara dan Zhou Tao yang berkumpul. Anak-anak bodoh itu sudah pulang rupanya.
Tapi sayangnya, ia tidak memiliki banyak waktu untuk menemani mereka bicara. Ia memilih melanjutkan perjalanan ke istana pribadi Bai Youzhe dengan raut cemas.
Zhou Ying tanpak kecewa dan menurunkan kedua tangannya. "Ada apa dengan Guru?"
Zhou Tao dan Zhou Wei sama-sama menggedikkan bahu tidak tahu. Hari ini banyak sekali yang menyerobot masuk ke dalam istana pribadi sang Raja tanpa izin. Sepertinya mereka memiliki nyawa cadangan yang banyak.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Su Churan melesat dengan kecepatan penuh di langit yang dipenuhi salju berterbangan. Ia mendarat di halaman istana, melihat sekitar untuk meminta tolong siapa pun mengantarkannya ke tempat temannya berada.
Ia telah mendengar kabar dari Assassin Guild bahwa Gu Yuena ditemukan dalam keadaan kritis di Istana Tianshuang. Apa yang dilakukan Bai Youzhe selama ini? Bukankah mereka sudah bertemu di Kota Yin? Bagaimana Gu Yuena bisa sekarat!
Sudah 6 tahun lamanya, tapi ia justru dipertemukan dengan teman kesayangannya yang di ambang kematian. Jelas ia sangat marah.
Salah seorang pelayan buru-buru menghampiri Su Churan yang tampak gelisah. "Nona Su, ada perlu sesuatu?"
"Di mana dia?"
"Maksud Nona ... Yang Mulia?"
"Nona yang baru saja dibawa ke tempat ini."
Pelayan itu terlihat ragu ingin mengatakannya atau tidak. Ia berpikir, Su Churan sedang cemburu karena sang Raja telah membawa wanita lain ke istananya. Apalagi ke kamarnya.
"Bisakah tidak membuatku menunggu? Aku sedang panik, jangan membuatku kesal." Su Churan tidak sabaran.
"B-baik ... Nona Su, silahkan ikuti saya." Pelayan itu mau tidak mau menunjukkan jalan pada Su Churan.
Tidak ada siapa pun di istana ini selain pelayan yang bekerja, karena seluruh anggota Assassin Guild tengah mengemban tugas yang baru saja diberikan.
Pelayan itu mengarahkan Su Churan ke pintu kamar yang begitu besar. Tanpa mengatakan apa pun, Su Churan membuka pintu begitu saja dengan amarah bergebu-gebu.
Yah, wajar jika gadis itu dianggap sedang cemburu.
"Xiao Yuena, kamu di mana? Apa yang terjadi padamu? Oh, yaampun ...." Su Churan masuk begitu saja dengan wajah sedih dan pergi ke arah Gu Yuena yang terbaring lemah tak sadarkan diri.
Pelayan yang mengantar Su Churan tertegun seketika. Kenapa kesannya seperti sangat akrab pada perempuan asing itu?
Bai Youzhe memberi pandangan dingin pada Su Churan, tapi gadis itu mengabaikannya. Gadis itu malah fokus memeriksa kesehatan Gu Yuena dari ujung ke ujung sambil terkejut melihat pakaian Gu Yuena yang dipenuhi noda darah.
Ia yakin itu tidak hanya ada darah Gu Yuena, karena ia dapat dengan jelas mencium darah penyihir.
Telah terjadi pertempuran besar.
"Apa yang terjadi padanya?" Su Churan langsung menatap Bai Youzhe dengan menuntut. Ia menghadap pria itu dan berkacak pinggang dengan galak. "Kau juga berada di Kota Yin saat itu, kenapa Xiao Yuena berakhir seperti ini? Kenapa kau malah pergi meninggalkannya? Bagaimana jika terjadi sesuatu? Hah, memang telah terjadi sesuatu. Untungnya Xiao Yuena baik-baik saja. Namun, bagaimana jika orang-orang itu membunuh Xiao Yuena di tempat dan tidak memberinya kesempatan melakukan sesuatu untuk menyelamatkan diri?"
Su Churan bicara dengan nada tinggi di depan Bai Youzhe yang berwajah datar. Pelayan yang menguping di luar langsung merinding seketika.
Tamatlah ....
Bagaimana Nona Su bisa bicara seperti itu pada sang Raja!
Tapi tak dapat dipungkiri, Bai Youzhe terdiam akan segala ucapan Su Churan. Ia salah memperhitungkan sesuatu sehingga berakibat fatal dan menyesalinya.
Su Churan yang melihat Bai Youzhe diam saja dibentak-bentak langsung merasa bersalah. Omong-omong, ini kali pertamanya sangat berani membentak Bai Youzhe. Biasanya ia selalu yang paling ciut.
"Hah, aku terlalu emosi. Jangan terlalu memikirkan omong kosong itu." Su Churan kini merasa cemas, takut Bai Youzhe marah padanya. Ia pun memilih pergi mendekati Gu Yuena, lalu membersihkan noda darah di kulit gadis itu sebagai bentuk pengalihan.
Bai Youzhe melihat Gu Yuena sekali lagi, lalu menghela napas. "Jaga dia untukku. Chu Xin akan datang membantu."
Su Churan mengangguk. Ia sedikit menunduk pada Bai Youzhe, sebelum akhirnya melanjutkan kegiatannya sambil mengeluh.
Bai Youzhe pergi untuk menyelesaikan urusannya. Ia harus mencari tahu apa yang terjadi pada Gu Yuena selama 6 tahun terakhir. Membawa Xiao Bai dan Xiao Hei, pria itu pun menghilang.
Sedangkan Su Churan hanya melihat Gu Yuena dengan sedih. "Kenapa kau selalu datang dalam keadaan seperti ini? Dasar tidak mencintai nyawa sendiri."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Seperti istana lainnya, Istana Tianshuang juga memiliki banyak rumor internal yang menjadi rahasia umum para murid. Meskipun mereka tidak berani mengungkapkannya secara langsung, ada kalanya mereka membentuk kelompok fanatik secara rahasia untuk mendukung beberapa fraksi.
Seperti contohnya pendukung Su Churan yang ingin gadis itu menjadi Ratu Istana Tianshuang. Hal tersebut sangat populer meski Su Churan sendiri jarang muncul di permukaan.
Ketika mendengar rumor bahwa raja mereka tertarik dengan wanita luar, mereka jelas tidak percaya sebelum melihatnya sendiri. Dan benar saja, ada banyak murid kepo yang mencoba mengintip istana pribadi raja.
Meski pada akhirnya berakhir gagal.
"Huh, aku penasaran apa yang dipikirkan Yang Mulia. Jelas-jelas Nona Su selalu ada untuk Istana Tianshuang dan Assassin Guild dan bersama Yang Mulia sejak kecil."
"Hei, memangnya hanya Nona Su saja yang memiliki kontribusi? Nona Ming masih lebih baik dan pantas menduduki posisi ratu."
"Haha, hanya orang bodoh yang berpikir Nona Ming sangat pantas hanya karena parasnya yang cantik dan merupakan putri Tetua Ming."
"Jangan menghina Tetua Ming. Bagaimanapun, dia adalah tetua dari generasi-generasi sebelumnya."
"Lalu kalian juga tidak boleh menghina Nona Su. Jika Nona Su mendengar melalui kupu-kupu, dia akan merobek kalian."
"Kau pikir hanya mata-mata Nona Su saja yang banyak?"
"Ada apa ini?" Zhou Ying muncul di belakang beberapa murid yang tengah bersembunyi di balik semak-semak sambil bergosip.
Mereka semua menoleh ke arah Zhou Ying yang berkacak pinggang.
"Yoo, Adik Seperguruan, ada sesuatu yang ingin disampaikan?" Salah satunya cengengesan tanpa rasa bersalah.
Zhou Ying bicara dengan nada kesal. "Palamu disampaikan! Kenapa kalian mengendap di sini seperti pencuri? Apa kalian tidak takut ketahuan dan dihukum?"
"Adik Seperguruan, kenapa kamu harus sangat galak?"
Zhou Ying mendengus. Anak-anak nakal ini adalah pengagum guru dan wanita itu. Mereka yang bersembunyi di satu tempat biasanya selalu bertengkar, membuatnya pusing saja.
"Pergilah sebelum aku melaporkannya!" Zhou Ying pun pergi untuk mencari gurunya. Sedangkan anak-anak itu mulai bubar dengan enggan.
Zhou Ying juga cemas bagaimana keadaan Nona Gu di sana. Jadi ia buru-buru datang sendirian setelah mendengar penjelasan Zhou Tao.
Ketika akan masuk ke istana, ia diam untuk beberapa saat. Akan sulit masuk ke tempat ini tanpa izin khusus.
Ia pun mengedarkan pandangan, lalu melihat perempuan berpakaian Assassin Guild akan memasuki istana. Zhou Ying buru-buru menghampirinya.
"Kakak Chu Xin." Zhou Ying langsung memanggilnya, membuat perempuan itu menoleh.
"Zhou Ying? Kenapa kamu di sini?"
"Aku dengar Nona Gu kritis, guruku juga pergi ke sini. Aku datang untuk menemui Guru sekalian menjenguk."
"Kamu mengenal Nona Gu?" Chu Xin bertanya lagi.
"Kami bertemu di pertemuan antar-istana."
"Ah, begitu rupanya. Ikutlah denganku. Kita memiliki tujuan yang sama."
Mereka pun melewati gerbang istana dengan lancar.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Jadi itu alasan Gu Yuena dapat melewati krisis masa hidupnya?"
Bai Youzhe saat ini tengah menginterogasi dua kucing yang selalu bersama Gu Yuena. Tidak mungkin dua kucing ini tidak tahu.
Meski agak sulit mendengarnya dari Xiao Hei, tapi untungnya Xiao Bai dapat bekerja sama—mengingat Xiao Bai pernah menjadi bagian dari Istana Tianshuang menjaga giok es pegunungan utara.
Xiao Hei masih belum memiliki kesan baik pada Bai Youzhe. Yah, meskipun ia sangat berterima kasih karena telah menyelamatkan nyawa nonanya, tetap saja motif pria itu mencurigakan.
Xiao Bai yang sejak tadi menceritakan masalah 6 tahun yang lalu mengangguk, mengiyakan Bai Youzhe. "Tapi ... Nona tetap tidak bisa menggunakan kekuatan penuh demi mempertahankan nyawanya. Pemimpin Aula Linghun saat ini berhasil membuat Nona menggunakan cara yang sama ketika melawanmu dulu. Karena efek kekuatannya sangat besar, akibatnya lebih fatal. Jika tidak ada mutiara kehidupan dari Yang Xinyuan, Nona tidak akan bisa diselamatkan."
"Yang Xinyuan?"
"Apa kau harus mengetahui siapa yang Nona temui belakangan ini? Tenang saja, Nona saat ini sangat netral dan tidak tertarik pada hubungan apa pun." Xiao Bai jelas tahu kekhawatiran Bai Youzhe.
Secara tidak langsung, Yang Xinyuan menyelamatkan Gu Yuena dari kematian. Pasti pria itu berharap bahwa Gu Yuena datang padanya, sehingga memberi mutiara kehidupan sebagai tes.
Kebetulan, mutiara kehidupan pecah karena tekanan ledakan, barulah membawa Gu Yuena ke tempat aman. Jika tidak, Bai Youzhe tidak bisa memikirkannya lagi.
Mengenai sihir keabadian, selama racun darah masih ada pada Gu Yuena, kapan saja dia bisa mengalami masa kritis lagi. Sihir keabadian tidak bisa sepenuhnya menekan racun, begitu pula giok es. Karena itu adalah kutukan bawaan darah phoenix.
Banyak sekali hal yang terjadi selama beberapa hari belakangan ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selama beberapa hari, Istana Tianshuang mengalami masa kesunyian seperti biasanya sejak kehebohan menerjang. Istana pribadi raja kembali sepi seperti biasa, seolah semua orang telah melupakan apa yang baru saja membuat seluruh istana heboh.
Su Churan belakangan ini sering pergi ke istana pribadi raja untuk menjenguk Gu Yuena yang masih kritis. Chu Xin sepenuh hati merawatnya siang dan malam dan menggantikannya dengan pakaian bersih. Pria tua alkemis itu juga kerap kali datang untuk mengontrol kondisi.
Setelah beberapa hari dilalui, akhirnya Gu Yuena membuka mata. Yah, meski lukanya belum sembuh total, setidaknya bisa membuka mata dan bicara lagi.
Walau pada kenyataannya, gadis itu menjadi kosong.
Gu Yuena ingat, seharusnya ia sudah mati di jurang. Ia terus bertanya-tanya di mana ia berada sejak siuman karena tidak ada seorang pun di sisinya.
Tidak mungkin ia di surga, 'kan? Ia akan lebih percaya kalau ia ada di neraka.
Hal yang memenuhi otaknya berganti menjadi pertempuran hidup dan mati itu. Ia bertanya-tanya, apa ia berhasil balas dendam? Dia takut, orang itu masih hidup dan usahanya sia-sia.
Pasalnya, ia sendiri masih hidup.
Di tengah kacaunya pikiran Gu Yuena, seseorang masuk ke dalam kamar dan menghampirinya. Gu Yuena mengadahkan kepala, melihat pria familiar yang mendekatinya.
"Bai Youzhe?" Gu Yuena terkejut.
Benar, sebelumnya ia berpikir bahwa ia melihat Bai Youzhe sebelum tak sadarkan diri. Tapi ... ia pikir itu hanya ilusi.
Bai Youzhe terlihat senang ketika melihat Gu Yuena sudah siuman. Ia buru-buru menghampiri dan duduk di tepi tempat tidur sambil melihatnya.
Namun, hal tersebut membuat Gu Yuena menatapnya dengan aneh.
Mereka tidak sedekat itu lagi, lho.
"Kenapa aku di sini? Di mana aku?" tanya Gu Yuena.
"Mutiara kehidupan membawamu ke sini, Istana Tianshuang." Bai Youzhe menjawab dengan jujur.
Gu Yuena semakin terkejut.
Mutiara kehidupan ....
Apa itu benda yang diberi Yang Xinyuan sebelumnya? Ia jadi ingat perkataan Yang Xinyuan, bahwa akan ada konflik di pertemuan antar-istana.
Apa Yang Xinyuan sudah tahu hal ini akan terjadi?
"Kamu baik-baik saja, aku sudah merasa tenang. Istirahatlah, aku akan memanggil petugas medis untuk memeriksa keadaanmu. Tidak perlu memikirkan hal lain." Bai Youzhe segera beranjak hendak pergi, namun suara Gu Yuena menghentikannya.
"Tunggu dulu."
Bai Youzhe menatapnya bertanya-tanya.
"Kau pasti tahu kondisiku, itu sebabnya aku bisa hidup kembali. Racun api nyaris saja membunuhku barusan, aku ingin tahu apa yang membuat racun api menghilang." Gu Yuena paling tahu kondisinya sendiri. Setelah tragedi itu, seharusnya racun api membunuhnya dengan cepat. Tapi kenapa ia masih hidup?
"Giok es. Hanya itu yang perlu kamu tahu." Bai Youzhe sedikit tersenyum, lalu pergi memanggil petugas medis untuk merawat Gu Yuena lebih jauh.
Melihat Gu Yuena masih bisa berpikir kritis dan mengajukan pertanyaan seperti biasanya, ia pikir gadis itu benar-benar sudah baik-baik saja. Bai Youzhe sudah merasa tenang untuk saat ini.
Tapi tetap saja, ia harus memanggil petugas medis untuk merawat luka Gu Yuena yang tersisa.
Gu Yuena hanya diam di tempatnya sambil merenung. Ketika ia memeriksa kekuatannya barusan, sepertinya ia telah menerobos ke tingkat 8 akibat pertempuran itu.
Entah itu kabar baik atau buruk.
Petugas medis datang secepatnya dan memberi perawatan maksimal. Namun, kehadiran Chu Xin membuat pikiran Gu Yuena teralih menjadi sebuah kejutan.
Perempuan itu hanya menyengir tak bersalah.
Gu Yuena menyipitkan mata. Pantas saja Bai Youzhe tahu banyak hal. Ternyata ada mata-mata yang sangat dekat dengannya, toh. Orang itu benar-benar licik.
"Nona, jangan marah lagi. Aku sungguh tidak membeberkan kebiasaan burukmu yang suka tidur itu. Aku bersumpah." Chu Xin berkata sambil membujuk Gu Yuena yang bersikap dingin padanya.
Para petugas medis sudah pergi sehingga Chu Xin bersikap seperti dayang yang meminta maaf pada majikannya tanpa tahu malu. Chu Xin masih menganggap Gu Yuena sebagai nonanya.
"Nona ... apa aku harus membuatkan ayam goreng agar kau tidak marah? Selama beberapa hari ini Nona tidak makan, aku akan memasakannya untuk Nona. Seperti biasa."
"Aku pikir kau sudah mati, atau kabur ketika Kediaman Gu dihancurkan." Gu Yuena tiba-tiba bicara dengan nada kesal.
Chu Xin menunduk, "Aku tidak bisa mengatakannya pada Nona saat itu. Yang Mulia memintaku berada di sisi Nona. Selain untuk mencari informasi mengenai Kediaman Gu, juga untuk melindungi Nona dari orang jahat. Benar-benar tidak ada maksud buruk."
Gu Yuena menghela napas sambil memijit keningnya yang berdenyut. Sudahlah. Toh, Chu Xin sudah melayaninnya dengan baik dan kerap kali menghiburnya. Ia tidak akan perhitungan pada bocah ini.
"Lain kali, aku tidak akan memaafkanmu jika mengetahui yang kau katakan adalah kebohongan." Gu Yuena memberi peringatan.
Chu Xin mengangguk cepat. "Nona, aku akan membuatkan makanan sekarang. Lalu, Nona Su sepertinya ada di luar."
"Biarkan dia masuk."
Chu Xin pun beranjak pergi ke arah pintu, membukakan pintu untuk Su Churan dan pergi memasak makanan.
Su Churan yang masuk ke dalam ruangan langsung menghampiri Gu Yuena. Ia duduk di tepi tempat tidur, melihat Gu Yuena dengan teliti.
"Kau tak apa?"
Gu Yuena memutar bola mata. "Aku sekarat, apa kau tidak lihat?"
Su Churan menyengir kuda. "Ternyata kau baik-baik saja. Aku sangat khawatir. Bisakah tidak datang dengan cara ekstrim seperti itu?"
"Bukan keinginanku." Gu Yuena melirik Su Churan dengan teliti. Gadis itu sudah semakin terlihat dewasa. Ia nyaris tidak mengenalinya.
"Aku dengar banyak hal tentangmu dari muridku."
"Kau memiliki murid?" Gu Yuena terpana. Ada orang bodoh yang ingin menggurui perempuan eksentrik ini.
"Zhou Ying. Kau pasti mengenalinya." Su Churan tersenyum bangga.
"Ah, dia penggemarku." Pantas saja, guru dan murid sama-sama eksentrik. Mereka sangat cocok.
"Teman-teman kecilmu itu merasa khawatir setiap saat. Mereka menginterogasiku mengenai keadaanmu, benar-benar tidak tahu aturan."
"Marahi saja."
"Aku tidak tega. Aku mungkin bisa memarahi Bai Youzhe atau murid lainnya, tapi mereka bertiga sangat imut."
Gu Yuena hanya mengiyakan apa yang dikatakan Su Churan. Kemudian ia teringat sesuatu. "Istana Yuansu ...."
"Bai Youzhe sudah mengutus orang untuk memberi mereka perlindungan di Istana Tianshuang. Kamu tidak perlu khawatir."
"Kabarnya pasti sudah menyebar."
"Yah, Aula Linghun sangat kejam." Su Churan ingat satu hal yang membuat hatinya mengganjal. "Aku turut berduka untukmu."
Gu Yuena diam untuk beberapa saat, merasa tidak nyaman. "Aku tidak sedih, jangan melihatku seperti itu."
"Ya, kamu tidak sedih." Su Churan sedikit tersenyum.
Meski Gu Yuena berkata demikian, itu hanya bagian dari penghiburan diri. Sebenarnya, Gu Yuena mengalami pukulan yang sangat berat sampai tidak bisa mengekspresikannya.
"Bai Youzhe sangat memperhatikanmu. Dia tidak tidur selama beberapa hari untuk melihat keadaanmu."
"Berapa hari?"
"Lima hari."
Gu Yuena terdiam, tapi wajahnya tetap terlihat acuh tak acuh. "Orang bodoh itu harus diberi nasihat."
"Siapa yang berani memberinya nasihat? Di dunia ini, hanya kamu yang dapat membuatnya patuh. Aku bahkan harus meminta maaf setelah memarahinya."
"Jangan mengulanginya, itu membuatku kesal."
Su Churan geregetan sendiri dan menghela napas. "Hah, apa kau akan terus membohongi diri sendiri seperti ini? Jelas-jelas mutiara kehidupan sudah menunjukkannya, bahwa di hatimu masih ada Bai Youzhe. Kau mempercayainya melebihi dirimu sendiri."
"Aku hanya sedang kacau." Gu Yuena tidak mau mengakuinya.
"Terserah."
Su Churan hanya bisa berdoa dalam hati agar Gu Yuena mendapat pencerahan atas hatinya yang suram.
Berita Gu Yuena telah sadar telah sampai keluar istana. Banyak yang penasaran siapa itu Nona Gu yang dapat menarik perhatian sang gunung es. Tapi tidak ada dari mereka yang diperbolehkan melihat untuk saat ini.
Kecuali untuk beberapa orang yang dengan semberono memasuki istana menggunakan identitas besarnya.
Sosok wanita ramping dengan penampilan indah dan menawan. Terlihat memiliki wajah yang polos seperti anak-anak, disertai temperamen tenang dan wibawa bagai seorang putri. Kaki jenjangnya melangkah memasuki istana diiringi seorang pelayan di belakangnya.
Kedatangannya disambut hangat oleh pelayan istana, tapi jelas mendapat reaksi datar oleh petugas yang berasal dari Assassin Guild. Mereka tidak mengusir karena masih menghormati seorang tetua di belakang wanita itu.
"Aku dengar Nona Su datang ke istana untuk menjenguk tamu. Ming Chin datang berkunjung, membawa beberapa buah tangan untuk tamu kami dan sedikit berbincang dengan Nona Su."
Wanita itu berkata kepada seorang pelayan untuk memberitahu kedatangannya. Bisa dilihat, pelayan yang ikut dengannya membawa sebuah nampan berisi buah dan beberapa makanan sederhana.
Dia adalah Ming Chin, putri dari Tetua Ming yang memiliki pengaruh besar di Istana Tianshuang.