Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
148. Tak Tahu Malu



Bai Youzhe menghampiri Gu Yuena yang diam seperti gadis patuh. Ia meraih penutup kepala Gu Yuena, lalu melepasnya sehingga Gu Yuena dapat bernapas dengan lega sekali lagi.


Gu Yuena menatap Bai Youzhe, lalu tersenyum. "Apa yang kau lihat?"


Gu Yuena terlihat sangat cantik. Meski biasanya ia terlihat sangat cantik, tapi sekarang Gu Yuena terlihat berbeda dengan riasan, lebih dewasa dan imut. Dia selalu cantik dengan gaya apa pun.


Bai Youzhe sempat terpana sesaat sebelum akhirnya mengedip dan terkekeh. Ia duduk di sebelah Gu Yuena, lalu mencubit pipi Gu Yuena dengan gemas. Senyum Gu Yuena membuatnya sangat gemas.


"Hei, jangan merusak karya anak buahmu, mereka akan sedih." Gu Yuena masih ingat kata-kata Shen Jialin.


"Kamu sangat menghargai karya mereka."


"Oh, tentu saja. Jarang-jarang aku dihias seperti putri sungguhan. Aku juga baru tahu, Su Churan dan Shen Jialin sangat terampil." Gu Yuena mengapresiasi mereka. Ia sadar wajahnya semakin cantik dan ia menyukainya.


Ia jadi berpikir untuk kembali berias seperti dulu. Setidaknya untuk menyenangkan diri sendiri dengan keindahan saat tidak ada kerjaan.


Gu Yuena berkata, "Kau harus menaikkan gaji mereka."


Bai Youzhe tidak tahu harus tertawa atau menangis. Bisa-bisanya minta dinaikkan gaji. "Ide darimu sendiri atau ide dari mereka?"


"Baik ide dariku maupun ide mereka, sama sekali tidak ada bedanya." Tentu saja, Gu Yuena tidak akan menyianyiakan karya gabungan Shen Jialin dan Su Churan. Ia menganggap, tidak menyianyiakan berarti membujuk Bai Youzhe untuk menaikkan gaji sebagai hadiah.


Jika Xiao Bai dan Xiao Hei mengetahuinya, mereka akan mengeong dengan keras dan berkata bahwa wanita itu bukan nona mereka.


Bai Youzhe mengangguk, "Baik." Jika itu mau Gu Yuena, dia akan melakukannya.


"Bagus." Gu Yuena mengacungkan jempol. "Lalu ... apa ada yang ingin kau katakan?"


Ada banyak yang ingin Bai Youzhe katakan, tapi tidak tahu harus memulai dari mana. Ia pun memulai dari apa yang paling ingin ia katakan.


"Terima kasih."


Gu Yuena menatapnya bingung. Mengingat posisinya, seharusnya ia yang berterimakasih pada Bai Youzhe. Kenapa jadi kebalik?


Bai Youzhe melanjutkan, "Terima kasih karena kembali ke sisiku."


Gu Yuena baru paham. Andai kata Gu Yuena tidak pergi dari Istana Linghun dan terus terikat, maka semua usaha Bai Youzhe akan sia-sia. Semuanya akan sia-sia. Bahkan jika Bai Youzhe menerobos Istana Linghun untuk membawa Gu Yuena, segalanya tidak akan mudah.


Meski begitu, Gu Yuena tetap merasa bahwa dia hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Gu Yuena pikir bahwa dirinya adalah orang yang egois, mementingkan diri sendiri dan mengorbankan orang lain, hanya tahu bagaimana cara mempertahankan diri sendiri. Ia selalu seperti itu.


Bahkan pernikahan ini ... Gu Yuena memintanya karena telah kehilangan segalanya. Jika tidak, ia akan terus mengundur sampai semua masalah selesai seperti rencana awal. Gu Yuena telah memperhitungkan, meski memiliki rasa takut bahwa Bai Youzhe akan meninggalkannya.


Bai Youzhe adalah seseorang yang kehilangan banyak hal. Dia sendirian di tempat ini. Meski ada beberapa bawahan setia, mereka tetaplah bawahan. Mereka berbeda dari Gu Yuena.


Seperti Gu Ying yang melanggar takdir naga-phoenix dan mencintai Li Hua. Bai Youzhe tetap akan mencintai Gu Yuena meski Gu Yuena bukan pemilik darah phoenix. Karena hanya Gu Yuena yang berani menerobos radar kehidupannya sejak pertemuan mereka.


Tapi tetap saja, Gu Yuena selalu memiki hal buruk di pikirannya.


"Apa kau tidak takut kalau ternyata aku hanya ingin memanfaatkanmu?" tanya Gu Yuena.


"Manfaatkan saja," sahutnya melingkarkan lengannya di pinggang Gu Yuena, lalu berkata, "Aku akan sangat senang bila aku bisa sangat berguna untukmu."


Gu Yuena terkekeh. "Sebelumnya aku sangat ingin membunuhmu, lho. Apa kau tidak takut tiba-tiba aku menancapkan pisau ke arahmu lagi?"


"Jika kau benar melakukannya, pasti ada alasan mengapa kau tidak menyukaiku. Itu adalah salahku."


"Sama sekali tidak marah?" Gu Yuena memastikan.


"Tidak."


Gu Yuena berdecak dan memutar kulit di perut Bai Youzhe. "Bukankah terlalu tidak masuk akal? Jika aku menjadi kamu, aku tidak akan rela mati konyol seperti itu. Setidaknya, kau bisa menjawab 'kau tidak bisa melakukannya' dengan cara arogan seperti dulu."


"Jika aku mengatakannya, mungkin aku akan mati lebih cepat."


"...."


"Bercanda."


"...."


Candaan yang tidak lucu. Apa tidak ada cara lain untuk bercanda?


Sebenarnya Gu Yuena merasa tersindir habis-habisan. Kalau kesal, dia akan bermain darah dan tidak lagi seperti manusia. Bai Youzhe hanya mengatakan apa yang dipikirnya tidak akan membuat Gu Yuena kesal.


Meski begitu, ucapannya tidak pernah bohong. Andai Gu Yuena membunuhnya sekarang, ia juga tidak terlalu peduli. Tapi itu tidak mungkin, kan?


Bai Youzhe penuh perhitungan. Bahkan Gu Yuena tidak bisa berkutik. Wanita itu hanya menatapnya dengan sebal lalu mendorongnya jauh-jauh.


Tidak ada malam pertama!


Namun, seperti yang biasa terjadi, Gu Yuena tidak bisa berkutik di bawah perhitungan iblis tertentu. Wanita itu mendorong sangat keras sampai tangan yang melingkari pinggangnya itu terlepas, tapi ia justru jatuh ke atas tempat tidur ketika tangannya ditarik.


Bai Youzhe tidak akan membiarkannya pergi tidur di kamar sebelah. Gu Yuena memelototinya dengan tajam.


"Kau ...." Gu Yuena nyaris kehabisan kata-kata.


"Sikapmu sangat di luar dugaan. Kau mau pergi begitu saja?" Bai Youzhe bicara dengan nada perhitungan.


"Wah, apa kau sedang menindasku?" Gu Yuena mendengus.


"Tidak jika kamu bersikap patuh."


Gu Yuena tersenyum mengejek. "Tidak patuh." Ia ingin menendang pria itu dengan keras dan menertawakannya, tapi itu semua hanya terjadi di dalam bayang-bayangnya. Nyatanya, ia tidak bisa begerak sedikitpun.


Sekeras apa pun Gu Yuena berusaha, tidak bisa berhasil tanpa membakar tempat ini. Ia pun menatap Bai Youzhe dengan sebal. "Bai Youzhe, jangan harap kau bisa mengambil keuntungan! Bodoh, kau menyebalkan!"


"Kamu istriku."


"Kau tidak tahu malu!"


"Kenapa aku harus malu? Kenapa kamu malu?"


Gu Yuena menggigit bibirnya, menahan perasaan kesal. Rasanya ingin menarik rambut pria itu, tapi kedua tangannya ditahan di kedua sisi.


Gu Yuena benar-benar terdiam ketika Bai Youzhe melepas pakaiannya, memperlihatkan tubuh kekarnya yang membuat pertahanan Gu Yuena sia-sia.


Dia menelusuri tiap inci tubuh Gu Yuena. Mengangkat roknya dan menyentuh kulitnya secara sensual sampai tubuh Gu Yuena meremang dan menggertakkan gigi. Apalagi ketika bagian sensitifnya disentuh.


Sebisa mungkin Gu Yuena mempertahankan kewarasannya untuk sekarang. "Dengarkan aku. Mungkin agak memalukan, tapi sebenarnya aku terlalu bebas selama 20 tahun tanpa ... ya seperti itu. Aku merasa seperti ... muda kembali?"


Bai Youzhe berhenti sejenak, lalu menatap Gu Yuena. "Jadi kamu ingin mengatakan bahwa rasanya menjadi hampa?"


"...."


Gu Yuena menghela napas. "Bagaimana menjelaskannya? Memangnya kau akan paham?"


Bai Youzhe mengangguk mengerti masalah Gu Yuena. Berikutnya, sudut bibirnya ditarik memunculkan senyum yang membuat Gu Yuena merinding.


"Sepertinya sebelumnya aku terlalu lembut. Mau aku ajari sekali lagi?"


"Kau tidak takut aku mencabut rambutmu?" Baru saja Gu Yuena akan berkata demikian, tapi tidak kesampaian ketika bibirnya menyatu dengan bibir Bai Youzhe secara intens.


Gerakannya semakin dalam, atau bahkan lebih ganas seperti sedang balas dendam. Gu Yuena terlalu terkejut sampai tidak bisa melakukan apa pun.


Gaun merahnya menjadi acak-acakan sejak tali pengikat pakaian dilepas. Ketika ciuman terlepas, Gu Yuena masih termenung dengan wajah merah padam, terlihat sangat terkejut dan tidak siap.


"Sialan." Ia mengumpat diam-diam. Bisa-bisanya ia kalah seperti ini. Apa selama 20 tahun lebih Bai Youzhe 'latihan'? Memikirkannya saja membuatnya kesal.


Gu Yuena terbiasa berpikir berlebihan. Lagi pula, tidak salah dia berpikir seperti itu. Memangnya ada pria normal yang tahan lama-lama tanpa wanita?


Gu Yuena tidak mau tahu lagi. Ketika sadar dari pemikirannya yang aneh itu, dia baru sadar bahwa pakaiannya dilepas. Wajahnya semakin merah dan merasa ingin menghilang saat itu juga, tapi tidak bisa melakukannya.


"Bai Youzhe, jangan berlebihan!" Gu Yuena memperingati, tapi akhir kalimat yang ia lontarkan menjadi erangan keras akibat pihak lain yang terlalu agresif. Lebih agresif dari sebelumnya seperti monster.


Sepertinya Gu Yuena mengatakan hal salah sebelumnya. Gu Yuena merasa seperti itu. Tapi ia tidak bisa memikirkannya dengan benar.


Apa yang ia lewatkan?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Perayaan di Istana Tianshuang masih berlangsung hingga hari berikutnya. Meski tokoh utama belum hadir di acara bahagia ini, semua orang tetap merayakan secara bebas dan penuh tawa. Jarang-jarang Istana Tianshuang sebebas ini.


Ada beragam camilan dan minuman yang dinikmati oleh seluruh pengunjung pesta. Anggota Istana pada umumnya tidak terlalu banyak, ditambah dengan keluarga masing-masing saja masih kurang dari 1000 orang. Hanya Assassin Guild yang memiliki jumlah terbanyak beserta murid luar yang saat ini berpesta di istana luar.


Su Churan duduk di kursi bersama segelas anggur di tangannya, tampak seperti nyonya bangsawan kaya. Dia memimpin pesta selama dua tokoh utama sedang tidak ada. Toh, masih pagi.


Ia mendengar dari pelayan yang bergosip. Semalam, kamar tuan mereka yang biasanya sangat sunyi menjadi ribut. Ribut yang tidak biasa membuat mereka harus menyingkir dan bubar ke tempat masing-masing.


Su Churan hanya tersenyum senang menguping gosip tersebut. Tak apa keduanya tidak datang ke pesta, dia bisa memimpin dengan baik. Pengantin baru memang seharusnya menghabiskan waktu satu sama lain lebih banyak dibanding dengan orang lain.


"Bersulang!" Su Churan mengangkat gelas anggur di tangannya ke arah teman-teman. Mereka semua mengikuti dengan riang.


"Kakak Seperguruan Mu harus membuat pesta juga sebagai perayaan pernikahan kalian," ujar Ru Meng.


"Aku pikir Istana Yuansu adalah tempat yang bagus." Yun Qiao memandang mereka. "Meski baru setengah jadi, kita bisa memakai satu aula yang lebih baik."


"Kakak Seperguruan, terima kasih banyak!" Mu Xinhuan berkata dengan rasa terima kasih yang dalam. Su Churan dan Ru Meng terus mendorongnya untuk ditraktir atau dibuatkan pesta sepanjang hari. Ia sampai tidak memiliki waktu untuk bersama Shen Jialin.


Duo maniak pesta ini ....


Su Churan berkata, "Baiklah kalau begitu. Aku akan mengatakannya pada Xiao Yuena untuk datang nanti. Aku tebak, kedepannya dia akan sibuk. Jangan sampai semuanya sia-sia tanpanya."


Su Churan yang paling tahu apa yang terjadi pada dunia. Kemungkinan besar tidak akan terlepas dari campur tangan Gu Yuena. Jadi lebih baik bersenang-senang sekarang.


"Omong-omong, Kakak Seperguruan belum datang?" Ru Meng melihat kesana-kemari dengan bingung.


Su Churan mendesah. "Jangan dicari jika tidak ingin mendapat hidup sulit."


"Seharusnya Xiao Yuena akan datang nanti. Kemarin adalah hari yang melelahkan, kita tunggu saja dan menikmati pesta," ujar Shen Jialin. Mungkin saja Gu Yuena sedang bersiap-siap dan dalam perjalanan. Jaraknya cukup jauh.


Pesta hanya diadakan di salah satu aula besar. Sisanya masih terlihat sepi, khas Istana Tianshuang. Terutama istana pribadi sang raja yang berjarak cukup jauh di pusat istana. Wajar jika butuh waktu untuk tiba di aula pesta.


Namun, Gu Yuena bukannya sedang bersiap-siap atau dalam perjalanan. Suasana hatinya sedang baik. Bai Youzhe menekannya di bawah, berciuman mesra di bawah cahaya matahari yang masuk dari celah jendela.


Gu Yuena bermain dengan lembut dan menyentuh wajahnya yang membuat suasana semakin panas. Namun, keduanya mengakhirinya mengingat waktu yang sudah dihabiskan sepanjang malam.


Keringat membasahi tubuh keduanya di balik selimut. Gu Yuena menenangkan napasnya sejenak, lalu melirik Bai Youzhe yang menopang kepala di sampingnya.


Sosoknya yang berkeringat sangat indah. Gu Yuena cegukan seketika.


Ia menghela napas, lalu menatap pria itu dengan tatapan menuduh. "Sudah puas?"


Bai Youzhe hanya tersenyum. Gu Yuena seperti kelinci yang pasrah dipotong semalam. Meski kadang wanita itu membalas dengan agresif, dia tetap berakhir seperti kelinci siap dipotong sekali lagi.


Gu Yuena menatap pria itu seperti menatap penjahat. Ia pun menghela napas dan kembali menjadi lembut. "Lain kali, jangan seperti itu. Aku merasa akan mati konyol. Aku sama sekali tidak bisa bergerak."


"Jika seperti sebelumnya, bukankah terasa hampa?"


"Bukan itu maksudku ...." Gu Yuena mengerucutkan bibirnya. Rasanya malu mengatakannya. "Kita sudah lama tidak melakukannya, aku jadi terkejut. Aku hanya ingin berkata ... seharusnya kau melakukannya dengan lembut."


Bai Youzhe sepertinya terpikirkan sesuatu. Setelah beberapa saat diam, ia pun mengusap wajah Gu Yuena dengan lembut sambil mengerucutkan bibirnya minta maaf.


"Aku salah. Aku minta maaf."


Dengan tampilan seperti itu, Gu Yuena jadi tidak bisa marah-marah. Dia hanya melihat tanpa daya, lalu menangkup tangan yang menyentuh wajahnya. Ia mengambil posisi miring, lalu berkata, "Menilai dari kejadian masa lalu, aku pikir lebih baik jika tidak terlalu sering melakukannya. Seperti ... sebulan sekali?"


Bai Youzhe memandangnya untuk beberapa saat. Ini memang yang terbaik sampai perang berakhir. Jangan sampai masa lalu terulang dan kehilangan untuk kesekian kalinya.


Pria itu pun mengangguk. "Baik, seminggu sekali."


"Sepakat." Gu Yuena tersenyum lebar. Tak apa jika sedikit dimajukan waktunya.


"Ada satu lagi." Bai Youzhe tiba-tiba mengajukan hal lain. Gu Yuena diam untuk mendengarkan. "Kita akan pergi ke Dunia Bawah setelah ini."


"Apa ada masalah?"


Bai Youzhe tersenyum penuh arti. "Kamu akan tahu."


"Karena kita akan pergi ke Dunia Bawah, maka akan kusampaikan sekarang sebelum terlambat." Gu Yuena ingin membicarakan hal serius. "Semalam aku mendapat pesan dari kakakku. Istana Linghun sepertinya mulai mendekati Wyvernia."


Bai Youzhe sudah menduga sejak Putra Mahkota Alfonso menginginkan batu jiwa Klan Ye. Tapi sepertinya masalah tidak sesederhana itu. Karena Klan Ye sudah tidak ada, pasti ada perantara lain bagi Istana Linghun untuk berhubungan dengan Wyvernia.


Jika Wyvernia memiliki hubungan dengan Istana Linghun, maka tidak aman bagi Gu Yuena ketika berada di sana. Ia memiliki banyak perkiraan di kepalanya mengenai Wyvernia dan Gu Yuena. Pada akhirnya, Gu Yuena tetap harus ke sana karena beberapa orang.


Gu Yuena berkata, "Akan sangat merepotkan jika mereka menyentuh Wyvernia. Sedangkan Aula Linghun bertindak secara terpisah di Dunia Bawah dan mengumpulkan 1000 darah ... saat keduanya bersatu, kemungkinan perang akan semakin besar."


Pengumpulan 1000 darah adalah belenggu di hati Gu Yuena. Itu adalah tugasnya, tapi dia melepasnya begitu saja dan menghancurkan mutiara pelahap darah. Sekarang tulang iblis terpaksa dihancurkan. Gu Ying kembali tertidur, tapi jiwanya terperangkap.


"Sepertinya mereka memang sudah mempersiapkannya sejak awal," kata Bai Youzhe. Ia menatap Gu Yuena, lalu berkata, "Di masa depan, utusan Wyvernia akan datang menjemputmu. Apa yang akan kamu lakukan?"


Gu Yuena menatapnya dengan kening berkerut. "Menjemputku?"


Bai Youzhe tidak menjawab lebih lanjut. Dia hanya menunjukkan senyum yang menambah rasa penasaran Gu Yuena.


Antara tidak tahu alasan mereka menjemput Gu Yuena atau tidak mau memberitahu sekarang. Dia benar-benar tidak memberitahu alasannya.