Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
152. Formasi Bintang



Di malam hari, Bai Youzhe tiba-tiba muncul di Istana Ratu ketika Gu Yuena tengah memeriksa laporan Huang Jiu. Huang Jiu terkejut, tapi tidak mengatakan apa pun dan memilih pergi diam-diam ketika Bai Youzhe meletakkan jari telunjuknya di bibir.


Gu Yuena masih sangat serius. Sampai akhirnya sebuah tangan melingkari pinggangnya dan memeluknya dengan erat. Gu Yuena masih cuek sampai ketika ia merasakan sesuatu yang basah menerpa lehernya.


"Youzhe?" Gu Yuena sedikit menoleh ke belakang, lalu menepuk tangan yang memeluknya itu menggunakan kertas laporan. "Aku masih sibuk."


Bai Youzhe tidak melepas pelukannya. Ia meletakkan kepalanya di bahu Gu Yuena, lalu mengambil laporan di tangan Gu Yuena dan membacanya.


"Hanya seperti ini." Bai Youzhe menganggapnya enteng. Itu hanya laporan biasa. Gu Yuena bisa membacanya besok karena tidak terlalu penting juga.


Ia pun meletakkan kertas laporan ke atas meja dan mengangkat tubuh Gu Yuena. "Aku ingin membawamu ke suatu tempat."


Gu Yuena tidak banyak bicara. Ia membiarkan Bai Youzhe membawanya terbang entah kemana. Yang pasti tidak jauh dari istana.


Di langit malam yang dipenuhi bintang, ada sebuah tempat di atas awan yang dapat dipijak. Energi spiritual sangat pekat di sini. Berpusat pada gelombang energi yang bergerak di antara bintang.


Gelombang energi membentuk pusaran besar di ruang kosong. Tampak indah seolah menyatu dengan aurora malam yang bagaikan lautan angkasa.


Bai Youzhe mendarat di atas pijakan besar yang melingkar beberapa meter. Gu Yuena di pelukannya terpana untuk beberapa waktu. Ia tidak pernah melihat sesuatu seindah ini.


Ia pernah menggunakan teleskop untuk melihat luasnya luar angkasa. Ia juga pernah pergi ke Alaska untuk melihat aurora. Tapi tempat ini lebih indah daripada aurora dan pemandangan luar angkasa dari teleskop.


Rasanya seperti berada di luar semesta.


"Sangat indah." Gu Yuena tersenyum senang. Kemudian pandangannya teralih pada gelombang energi yang terlihat seperti pusaran air. Itu mengambang di langit penuh bintang.


Ia dapat merasakan energi yang sangat kuat. Bai Youzhe menggunakan kekuatan spiritualnya untuk menarik energi di dalam sana dan menyebarkannya. Energi itu berputar, lalu memberi perasaan sejuk dan nyaman bagi siapa pun yang menyentuh energi tersebut.


Gu Yuena juga merasakannya. Posisinya dengan gelombang energi cukup dekat hingga perasaan itu sangat jelas terasa. Seperti udara yang sejuk dan kesunyian yang menenangkan.


"Bagaimana kau menemukan tempat seperti ini?" tanya Gu Yuena. Iris merahnya menatap Bai Youzhe yang sangat dekat dengannya. Pria itu masih tidak melepaskan tubuhnya.


"Bukan menemukannya, tapi membuatnya."


Gu Yuena terkejut dan semakin bertanya-tanya. Tanda tanya di kepala Gu Yuena sangat jelas terlihat di mata Bai Youzhe.


Bai Youzhe tersenyum, lalu menggerakkan gelombang energi lebih jauh. Gelombang energi berputar cepat seperti pusaran air yang mengalir dan melonjak ke atas. Pijakan penuh rune bersinar, menyatu dengan pusaran energi dan merubah malam gelap menjadi siang hari yang cerah.


Pada hari itu, bunga bermekaran ketika salju mulai mencair. Ada banyak anak-anak bermain bersama keluarganya di atas rumput hijau tepi danau. Danau yang luas membatasi wilayah perkotaan dan rumput hijau. Ada jembatan besar menghubungkan satu wilayah dengan perkotaan penuh bangunan tinggi di seberang sana.


"Aku pernah berkata akan menemukan duniamu di masa lalu. Dunia yang berbeda dari dunia yang saat ini kita pijaki, tanpa monster dan sihir. Aku ingin menunjukkan, bahwa aku bisa menemukannya."


Gu Yuena semakin terkejut. Tidak disangka pria itu benar-benar serius mengatakannya dan susah payah mewujudkan. Gu Yuena tidak tahu harus bereaksi seperti apa.


Bai Youzhe akhirnya membiarkan Gu Yuena merasakan hangatnya rumput hijau yang ia pijak. Dia melangkah sambil melihat sekeliling dengan rasa tidak percaya.


Ia dapat mendengar suara kendaraan berlalu-lalang di jalan raya jembatan. Suara tawa dan suka cita terdengar di sekitarnya di mana ada banyak orang melakukan piknik di pinggir kota. Tidak ada sihir maupun iblis. Ini adalah dunia di mana ia dibesarkan.


"Apa ini nyata?" tanya Gu Yuena. Ia kembali melihat ke arah Bai Youzhe.


Bai Youzhe tersenyum kecut. "Sayangnya, ini hanya replika masa lalu. Jika ingin mendatangi dunia seperti ini, kita harus melakukan perjalanan di penjuru alam semesta."


Ini sudah lebih dari cukup. Gu Yuena tidak tahu harus mengekspresikannya bagaimana. Segala yang ia sentuh, udara, rumput, dan alam, terasa sangat nyata.


"Formasi Bintang membuat ilusi berdasarkan apa yang paling ingin kau lihat. Aku tidak tahu bagaimana bentuk dunia itu, jadi menggunakan ingatanmu untuk mewujudkannya."


Formasi Bintang adalah apa yang tidak diselesaikan Bai Youzhe selama ratusan tahun. Awalnya Formasi Bintang dibuat sebagai senjata sihir yang dapat memberikan dampak fatal pada sebuah peperangan. Namun, ia sedikit melakukan perubahan.


Formasi Bintang menggunakan kekuatan bintang di seluruh alam semesta. Karena hal ini sudah terkait dengan bintang dan dunia luar, ia menambahkan ilusi untuk melihat seperti apa bentuk dunia lain secara nyata melalui ingatan. Asalkan tempat itu ada, bintang akan mendeteksinya dan ilusi akan terbentuk.


Butuh waktu lama untuk menyelesaikannya. Bai Youzhe juga membutuhkan kekuatan naga lain, di mana para naga itu meminta banyak syarat seperti mengirim putri mereka ke Istana Ratu agar mau menyelesaikan formasi bintang.


Semua itu untuk Gu Yuena.


"Aku pernah berada di sini." Gu Yuena tiba-tiba merasa bernostalgia. "Ini adalah ... tempat terakhir aku, ayah, ibu, dan kakak berekreasi bersama."


Setidaknya, itu adalah hari terakhir ia merasakan kesempurnaan. Saat esok hari, ia sudah kehilangan. Hari itu adalah hari yang tidak pernah ingin Gu Yuena tinggalkan.


"Kamu bisa melihat sepuasnya." Bai Youzhe merangkul bahu Gu Yuena dari samping.


Di depan mereka, sepasang suami dan istri bersama putra dan putri kecil mereka bermain dan bersuka cita. Tanpa memikirkan masalah ataupun beban di pundak. Tidak ada konflik serta intrik. Mereka hidup untuk hari ini.


Mereka adalah masa lalu Gu Yuena.


"Aku harap, kita bisa seperti itu selamanya. Jangan sampai ada masalah." Bai Youzhe berkata sambil memeluk Gu Yuena dengan hangat. Setidaknya, jangan sampai masa lalu terulang.


Bai Youzhe juga pernah mengalami hari yang sama seperti Gu Yuena. Bersama kedua orangtuanya saat masih belia dan hanya tahu cara bersenang-senang. Tapi keesokannya, hal tak terduga terjadi. Ia tidak ingin semua kebahagiaan itu menjadi fana untuk kedua kalinya.


Gu Yuena menatap Bai Youzhe dengan senyuman gembira. Ia berkata, "Kamu berkata ilusi bergerak berasarkan apa yang aku inginkan. Bagaimana jika aku menunjukkan sesuatu?"


"Kalau begitu, aku serahkan diriku padamu untuk menjelajah di duniamu," balas Bai Youzhe.


Gu Yuena tersenyum misterius. Ia pun membawa Bai Youzhe ke ilusi lain di mana tempat mereka kini telah berubah. Pemandangan keluarga bahagia itu telah diakhiri dengan ucapan selamat tinggal dari Gu Yuena, serta harapan bahwa kebahagiaan itu akan selalu dikenang.


Mereka berada di sebuah gedung. Gedung yang penuh dengan teknologi canggih dan luar biasa, serta kecerdasan buatan yang membantu kebutuhan manusia.


Bai Youzhe tampak cuek pada lingkungan asing ini. Ia hanya fokus pada Gu Yuena sampai bertemu dengan sosok wanita cantik bersurai kuning blonde dengan iris merah yang indah. Bai Youzhe langsung mengenalinya.


Itu adalah Gu Yuena saat berumur 15 tahun. Dia dipanggil Valentina oleh semua orang.


"Aku mengenakan rambut palsu saat itu." Gu Yuena memberitahu.


Bai Youzhe mengangguk paham. Wanita berambut pirang itu melepas wig begitu saja dengan wajah malas sebelum bertemu seorang pria. Pria tampan dengan tubuh tegap dan kokoh, dia adalah idaman para wanita.


Tapi di depan Gu Yuena ....


Wajah tampannya dipukul oleh tinju seputih salju itu begitu keras.


"Ah, apa sakit? Aku akan membawamu pada dokter itu untuk 'mengobati' lukamu. Kebetulan, aku baru saja membeli 'pengaman' agar kau sembuh. Tenang saja, aku akan 'menyelesaikannya' dengan baik."


Ucapan Gu Yuena saat itu sangat ambigu. Pria yang wajahnya habis ditinju melihat Gu Yuena dengan tak percaya sebelum akhirnya menariknya begitu saja.


"Hei, apa 'obatmu' masih kurang?"


Wajah Bai Youzhe terlihat gelap ketika melihat pria itu menarik Nana-nya begitu saja. Gu Yuena di sisinya menahan tawa.


"Bukankah aku sangat hebat? Dia mati hari itu juga." Gu Yuena mengatakannya sambil tersenyum.


Wajah gelap Bai Youzhe telah pulih. Lalu menatap Gu Yuena dengan bingung. "Kenapa kau membunuhnya?"


Gu Yuena tersenyum jahil. "Dia mantanku."


Wajah Bai Youzhe kembali menggelap.


Gu Yuena menarik Bai Youzhe untuk mengintip. Di depan pintu, pria itu membujuk Gu Yuena yang terlihat dingin dan tidak dapat diajak bicara. Temperamen Gu Yuena tidak bagus saat itu, jadi memukul pria itu lagi seperti samsak tinju.


"Tidak perlu, kau tidak bisa menyentuhnya." Bai Youzhe mengingatkan, membuat Gu Yuena mengerucutkan bibir.


Sepertinya suaminya yang imut ini sedang makan cuka sebaskom. Wajahnya terlihat jelek. Gu Yuena tidak ingin menggodanya lagi dan meluruskan kesalahpahaman.


"Aku tidak pernah mencintai siapa pun selain kamu, percayalah. Meski pernah berpacaran, itu hanya status. Aku terlalu sibuk untuk melakukan hal yang membuang waktu."


"Aku tahu."


"Tapi aku tidak memberi toleransi perselingkuhan, itu sebabnya aku membunuhnya."


"Aku tahu."


"Kamu sangat tahu." Gu Yuena sedang memberi peringatan. Ia percaya Bai Youzhe tidak akan berselingkuh. Tapi melalui ini, ia memberitahu bahwa ia tidak akan mudah melepaskan wanita yang mendekati suaminya. Jiang Xixi contohnya.


Bai Youzhe semakin tercerahkan untuk bertindak hati-hati dan tidak mengecewakan Gu Yuena.


"Nana." Suara wanita yang terdengar halus terdengar. Wanita berambut perak serta iris biru yang cerah, wajahnya dingin dan sangat cantik. Dia lebih dewasa dari Gu Yuena.


Gu Yuena yang habis memukuli mantannya langsung menghampiri wanita itu dengan patuh.


Wanita bersurai perak itu melihat pria yang apes, lalu menyipitkan matanya. "Kau membuat masalah lagi."


"Bukankah kau yang mengajariku untuk tidak kenal ampun, kakak?" Gu Yuena dengan mata polosnya menyahut.


Di samping itu, Gu Yuena di sisi Bai Youzhe menatap wanita bersurai perak itu dengan mata menyipit. "Isabella."


"Dia yang membunuhmu?" tanya Bai Youzhe.


Gu Yuena mengangguk. "Dia mengadopsiku sejak kematian Kakak Yuan. Nama chinanya adalah Sang Ran."


Bai Youzhe tampak merasakan sesuatu yang aneh ketika melihat Isabella. Ia mengerutkan kening sebentar, lalu kembali bersikap cuek.


"Seharusnya dia sudah mati sekarang," gumam Bai Youzhe.


"Bagaimana kau tahu?" tanya Gu Yuena.


Bai Youzhe menatapnya sejenak, lalu menjentikkan jarinya. Ilusi berubah menjadi hari di mana kematian Isabella di tengah laut. Mereka berdua berdiri di langit, melihat sosok bersurai perak melompat dari helikopter dan tenggelam setelah bom meledak. Ada darah di mana-mana.


"Dia menemukan akhirnya." Gu Yuena tidak tahu harus merasa senang atau sedih. Kemudian melihat ke arah Bai Youzhe. "Aku sudah mati saat itu, bagaimana ilusi bisa menampilkannya?"


"Waktu kejadiannya tidak jauh setelah kematianmu. Pada dasarnya, kamu dapat melihat apa yang tidak kamu ketahui selama berada dalam ilusi. Saat kamu pergi ke waktu tertentu, dunia akan berjalan seperti kenyataan dan kamu bisa menjelajahinya tanpa berganti waktu selama masih berada di dunia yang sama."


"Jadi ini yang namanya menjelajahi waktu," gumam Gu Yuena. Formasi ini sangat menarik. Ia harus mempelajarinya.


Ilusi tidak dapat bertahan terlalu lama dan mereka kembali ke kenyataan. Gelombang energi masih bergerak seperti sebelumnya, langit juga akan diterangkan oleh matahari.


Tapi Gu Yuena dan Bai Youzhe masih enggan pergi. Keduanya bersama sepanjang waktu sambil menjelajahi formasi bintang untuk melihat banyak hal. Ketika ilusi kehabisan waktu, formasi akan ditutup sementara dan dibuka kembali setelah beberapa menit mengisi energi.


Masa itu adalah masa kebersamaan yang menyenangkan. Gu Yuena tidak bisa berhenti tersenyum. Dia bersenang-senang dan menjadi sering tertawa. Itu adalah harapan Bai Youzhe. Dia berhasil membuat Gu Yuena kembali ceria.


Ia harap kebahagiaan ini tetap abadi. Jika besok mereka dipertemukan oleh konflik penuh darah, lebih baik waktu berhenti dan mereka tetap bersama tanpa adanya masalah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di depan gerbang Istana Tianshuang, sebuah kereta kuda bersama beberapa pengawal berhenti. Kereta kuda itu memiliki sebuah simbol keluarga yang rumit. Salah satu pengawal menyerahkan surat pada penjaga gerbang, sebelum akhirnya gerbang terbuka.


Orang-orang itu tidak terlihat seperti orang Kekaisaran Yi. Mereka memiliki kulit kekuningan dengan rambut pendek sedikit ikal. Menggunakan seragam dengan lambang sebuah keluarga, mengawal kereta kuda masuk ke dalam untuk bertemu orang penting.


Sosok dalam kereta kuda keluar. Pria berusia 40an berpenampilan menarik dengan surai keabu-abuan serta iris hijau mint yang membuatnya terlihat menawan. Dia mengenakan jas panjang berwarna hijau gelap, setelan formal yang menarik dan mencolok jika berada di wilayah timur.


Tanpa berpikirpun orang tahu bahwa mereka dari Wyvernia. Mungkin salah satu petinggi Wyvernia, mengingat simbol keluarga unik yang tertera di kereta kuda dan pasukan pengawal.


Tetua Han datang untuk menyambut dengan senang hati. "Duke Elberg, senang atas kunjunganmu ke istana kami."


Duke Elberg, William Elberg. Dia adalah keponakan permaisuri terdahulu. Hubungannya dengan Kaisar sangat rumit. Kaisar Wyvernia saat ini adalah anak selir dari Kaisar Wyvernia terdahulu, yang berarti merupakan anak tiri permaisuri. Hanya Vanya yang memiliki hubungan darah dengan permaisuri serta Duke Elberg sebagai sepupunya.


Jika dipikirkan bagaimana hubungannya dengan Kaisar, pasti akan sangat rumit dan penuh konflik. Dia tidak bisa lepas dari masalah kekaisaran.


Lalu, mengapa Duke Elberg datang ke Istana Tianshuang yang tidak memiliki hubungan dengan Wyvernia?


Tetua Han menjamu Duke Elberg dengan baik dan menanyakan tujuan kedatangannya. Seharusnya Su Churan sudah tahu kedatangan sang Duke, tapi ternyata wanita itu pergi ke Dunia Bawah baru-baru ini tanpa meninggalkan surat.


"Beberapa tahun yang lalu, aku mendengar bahwa Pangeran James—Gu Yuan—memiliki seorang adik. Tetua Han tahu, dia adalah kandidat pewaris tahta Wyvernia yang ke-3. Meski mereka tidak tumbuh di dalam istana, tapi mereka masih anggota keluarga kekaisaran. Kekaisaran menetapkan keturunan yang memiliki mata merah adalah kandidat pewaris tahta. Pangeran James dan adiknya memenuhi kriteria itu." Secara otomatis, adik Gu Yuan—Gu Yuena—adalah kandidat ke-4. Satu-satunya perempuan di antara kandidat pewaris.


Tetua Han memiliki beberapa dugaan di kepalanya. "Lalu, apa Duke sedang mencari sang Putri?"


"Benar." Duke Elberg masih terlihat tenang sampai saat ini, tapi kata-katanya sangat serius. "Beberapa waktu lalu saat pertemuan antar-istana, bawahanku secara kebetulan melihat salah satu murid istana yang memiliki sepasang mata merah. Katanya, dia adalah perwakilan Istana Yuansu. Istana Yuansu mengalami penurunan dan berada dalam perlindungan Istana Tianshuang. Jadi aku secara khusus datang untuk menanyakan tentangnya dan memastikan."


"Ada sangat banyak mata merah di dunia ini. Apa Duke sangat yakin?"


Duke Elberg tersenyum ringan. "Merah dalam arti keluarga kekaisaran adalah merah yang berbeda dari biasanya. Keluarga kekaisaran memiliki sumpah setia pada Phoenix, hanya pewaris dengan mata merah phoenix yang dapat mewariskannya."


"Sebelumnya kau berkata, sudah ada tiga kandidat pewaris di Wyvernia. Bukankah dengan adanya kandidat ke-4 hanya akan menambah konflik istana?"


"Itu memang benar. Tapi Wyvernia memiliki masalah dalam penerusan tahta. Bagaimanapun, keturunan Putri Vanya adalah keturunan Elberg juga. Meski memiliki marga yang berbeda, darah lebih kental dari air. Pangeran James sudah menjelaskannya padaku dan membuat rencana sebelum pergi. Selama bertahun-tahun, aku telah mencarinya."


Tetua Han menghela napas dalam hati. Ini akan rumit karena berhubungan dengan Gu Yuena, Ratu Istana Tianshuang yang baru. Apa Gu Yuena akan menerima ajakan Duke Elberg untuk ikut ke Wyvernia sebagai kandidat pewaris tahta? Bukankah sama saja mengulang semua peraihannya?


"Kau tahu masalah ini sangat rumit." Tetua Han sambil menimbang-nimbang.


"Semua keputusan ada di tangan Putri. Selama aku bertemu dengannya, aku akan menjelaskan dan dia bisa memutuskan tanpa tekanan."


"Apa kau tahu di mana Putri Vanya berada dan apa yang sedang dia lakukan?"


Duke Elberg agak tercegang. Ia pernah mendengar beberapa rumor. Tapi menurut ingatannya mengenai sepupunya itu, rumor itu pasti salah. Putri Vanya tidak seperti itu.


Seorang putri yang memimpikan kebahagiaan sederhana dan tidak peduli pada konflik kenaikan tahta, dia bahkan kabur dari perebutan kekuasaan meski dia adalah kandidat pertama paling kuat saat itu. Dengan dukungan Keluarga Elberg, bukan masalah besar untuk membawanya naik tahta. Tapi Putri Vanya melarikan diri dan menikah dengan orang biasa.


Ia tidak percaya dengan rumor dan masih mencari sang Putri sampai saat ini. Gu Yuan juga enggan memberitahu sampai kepergiannya. Pria itu hanya memberitahu tentang Gu Yuena dan membut rencana untuknya jika kembali ke Wyvernia. Karena ia tahu, Gu Yuan tidak akan kembali.


Duke Elberg tidak ingin keturunan Elberg menurun sejauh itu dan melupakan kesetiaan terhadap sang Phoenix. Mereka dibiasakan sebagai bangsawan terkemuka dan tertinggi, melindungi Wyvernia dari luar maupun dalam. Bahkan Kaisar tidak dapat melawan sembarangan meski sangat membenci nama Elberg.


"Mengenai Putri Vanya, apa pun yang diketahui tentangnya, kami Keluarga Elberg tidak mengetahui secara pasti." Duke Elberg tidak dapat mengatakan hal lain tentang Putri Vanya dan tidak bisa mengambil kesimpulan begitu saja. Dia benar-benar tidak tahu.


"Kalau seperti ini, Duke Elberg harus menunggu. Semua ini tidak hanya bergantung pada Putri saja, tapi juga keputusan Raja kami."


"Keputusan Raja?" Mengembalikan seorang murid ke rumahnya, memangnya harus berdasarkan keputusan Raja? Tetua Han sebagai petinggi sudah cukup untuk membuat Istana Yuansu mematuhinya. Itupun tidak perlu sampai mengundang dua raja di saat yang bersamaan.


Pertanyaan Duke Elberg semakin dalam dan heran. Ketika melihat Tetua Han tiba-tiba berdiri dan membungkuk, ia ikut berdiri dan melihat ke bekakang.


Sosok pria tampan serba hitam berdiri dengan wajah datarnya yang mengeluarkan aura dingin. Duke Elberg merasa seperti dihampiri kegelapan ketika melihatnya, terutama sepasang iris biru gelap yang sedingin langit malam.