Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
38. Antagonis Berumur Pendek



Semua murid berkumpul di aula masing-masing divisi untuk melakukan ujian tulis sesuai jadwal yang ditentukan.


Gu Yuena hadir tepat waktu dan telah duduk di tempat yang disediakan khusus 10 besar. Di divisi Huoyuan, hanya ada 2 murid 10 besar, yakni dirinya sendiri dan pria yang berada di rangking 7. Mereka berdua duduk di kursi paling depan.


Luo Youzhe juga ikut ujian tulis, tapi ia duduk di paling belakang karena tidak pernah mengikuti pertandingan arena peringkat dan jarang masuk kelas. Pria itu tampak sangat tenang seolah segala hal di sekitar tidak ada hubungan dengannya. Ketika Gu Yuena menoleh ke belakang untuk melihatnya, mata mereka bertabrakan hingga Gu Yuena harus kembali lurus ke depan lagi.


Entah kenapa, ia merasa suasana hati Luo Youzhe sedang memburuk.


Saat waktu ujian tiba, Gu Yuena langsung mengerjakannya berdasarkan apa yang ia ingat. Luo Youzhe berbeda lagi. Pria itu asal mengerjakan karena tidak perlu bertindak mencolok dengan pengetahuannya. Ia menulis secara acak asal sesuai topik.


Tak butuh waktu satu batang dupa, Luo Youzhe berdiri dan mengumpulkan kertas ujiannya lalu pergi keluar. Gu Yuena yang belum selesai tertegun.


Apa begitu mudah bagi seorang yang sudah lulus untuk melakukan ujian ini? Ya, pasti sangat mudah baginya.


Hal yang tidak diketahui Gu Yuena, pengawas ujian hampir tersedak karena marah melihat jawaban acak Luo Youzhe. Benar, tapi juga salah di saat bersamaan. Seolah pria itu sedang mengajak gurunya berdebat mengenai sebuah teori.


Ujian berlalu begitu cepat dan Gu Yuena menyelesaikannya dengan baik. Setelah semua ujian terkumpul, nilainya akan diumumkan di papan pengumuman siapa saja yang lulus dan tidak.


Proses penilaian akademi sangat cepat. Hanya butuh waktu setengah hari, mereka semua dapat melihat nilai mereka ketika malam tiba.


Gu Yuena mencari namanya dari papan pengumuman kelulusan. Ia melihat nama Lin Susu yang lulus di peringkat atas. Perempuan itu memang layak disebut sebagai murid terbaik.


Di atas nama Lin Susu, ia melihat namanya tercantum dengan skor yang sedikit lebih tinggi. Hanya sedikit lebih tinggi, tapi cukup membuatnya sangat puas. Pada umumnya, ialah yang berada di peringkat teratas ujian tulis.


"Sudah kukatakan, aku tidak pernah kalah." Gu Yuena tersenyum penuh kemenangan. Uang menantinya.


Tapi ketika ia memcari nama seseorang di papan pengumuman, keningnya berkerut. Mu Xinhuan dan Shen Jialin sudah lulus, tapi ada satu yang tidak dituliskan, Luo Youzhe.


Tidak tahu ingin tertawa atau tidak, tapi sepertinya pria itu benar-benar tidak berminat untuk lulus. Ia tidak perlu mempedulikannya.


Dengan segera, Gu Yuena pergi menagih Lin Susu. Tapi sebelum ia benar-benar pergi, Lin Susu sudah hadir di depannya dan menyerahkan kantung berisikan 10.000 tael emas. Perempuan itu pergi saat itu juga dengan perasaan kesal, sedangkan Gu Yuena melambaikan tangan dengan riang.


Lin Susu menggigiti kuku-kukunya gelisah. Ia yakin sekali telah mengubah isi ujian Gu Yue, tapi bagaimana rencananya bisa gagal? Apa ada orang lain yang membantu Gu Yue?


Apa pun alasannya, ia tidak boleh kalah dalam ujian kedua.


Di saat semua murid mengalami keriangan dan kesedihan di saat yang sama, suara dekan terdengar di bawah awan malam, terbawa oleh angin yang berhembus di udara. Suaranya yang keras terdengar oleh para murid meski terpusat dari halaman dalam yang cukup jauh.


Itu adalah suara Dekan Akademi Yuansu.


"Perhatian untuk seluruh murid Akademi baik halaman dalam maupun halaman luar! Karena ada beberapa masalah, dan atas perintah Istana Yuansu, seluruh kegiatan akademi akan diliburkan selama dua bulan kedepan. Diharapkan seluruh murid untuk kembali ke kampung halaman masing-masing besok pagi, demi keselamatan dan kelancaran sistem operasi akademi dan menghormati perintah Raja Istana Yuansu. Ini adalah titah Raja Istana Yuansu, saya harap kalian dapat melaksanakan perintah dan kembali setelah dua bulan masa pemulihan untuk melanjutkan kegiatan rutin Akademi. Salam dari saya, Dekan Akademi sekaligus Tetua Istana Yuansu."


Pengumuman dadakan yang begitu menghebohkan. Bahkan Gu Yuena terkejut. Masalah apa yang menimpa Istana Yuansu sampai seluruh murid harus diliburkan?


Itu berarti ujian kedua akan diadakan dua bulan lagi setelah 'liburan' yang diadakan secara mendadak ini. Ia masih harus menunggu sedikit lebih lama.


Tak apa, ia sudah merindukan Gu Yuan. Ada bagusnya jika ia bertemu Gu Yuan selama liburan.


Gu Yuena berniat kembali ke kafetaria untuk makan malam. Perutnya sudah berteriak minta makan sejak tadi. Ia terlalu bersemangat menerima uang taruhan dari Lin Susu sampai seperti ini.


Ia pun pergi ke arah kafetaria yang cukup ramai. Tapi belum sempat ia benar-benar memasuki kafetaria, Xiao Hei melompat dari ruang spiritual dan berlari ke sisi lain seolah menemukan sesuatu.


Gu Yuena menghela napas. "Xiao Hei, aku tidak ingin ada masalah sebelum bertemu kakakku."


Tapi Xiao Hei tidak mendengarkan. Ia mengeong, lalu berlari meminta Gu Yuena mengikutinya.


Sampai di tempat yang cukup sepi, Xiao Hei barulah berhenti. Gu Yuena melihat ke arah pandang Xiao Hei, lalu menemukan Luo Youzhe dengan jubah hitamnya yang sangat suram itu berjalan sendiri dari arah asrama.


"Kenapa kau membawaku ke sini?" Gu Yuena melirik Xiao Hei.


"Nona, aku tidak tahu akan melihat Luo Youzhe. Tapi aku merasakan kehadiran yang akrab di sekitar sini, jadi aku membawamu." Xiao Hei menjawab dengan heran. Ia tidak bisa merasakan aura Luo Youzhe, tapi orang lain itu cukup familiar, hanya saja tidak terlihat.


Gu Yuena menghela napas. Omong-omong, ia sebenarnya penasaran apa saja yang dilakukan Luo Youzhe selama ini. Pria itu berjalan dengan wajah kakunya, tampak seperti bukan Luo Youzhe yang ia kenal.


Dengan jubah hitam yang menyamarkannya di kegelapan, entah kenapa ia merasa alasan Raja Istana Yuansu meliburkan seluruh murid ada hubungannya dengan Luo Youzhe. Apa hanya perasaannya saja atau tidak, aura Luo Youzhe terasa berbeda dari sebelumnya. Sayangnya, Xiao Hei tidak merasakan apa pun.


Seekor kupu-kupu mendekat dari arah lain ke sisi Luo Youzhe. Kupu-kupu itu bersinar, mewujudkan Su Churan yang tampak sangat serius dibandingkan hari-hari sebelumnya.


Gu Yuena agak terkejut melihat Su Churan di sini. Lebih terkejutnya lagi, Su Churan mengenal Luo Youzhe.


"Youzhe, lebih baik kita pergi secepatnya dari sini. Hilangnya giok es membuat Raja Istana Yuansu marah dan memasang array di semua jalan untuk kultivator tingkat 7 ke atas. Kau sudah dengar, Raja Istana Yuansu memulangkan semua murid. Paling tinggi kultivasi murid di sini adalah tingkat 6, sedangkan mereka curiga yang mencurinya adalah kultivator tingkat tinggi, itu sebabnya mereka ingin menyaring semua yang memiliki tingkatan tinggi di akademi. Jika itu terjadi, kau akan ketahuan lebih cepat."


Luo Youzhe tampak semakin dingin ketika mendengar laporan Su Churan. Ia sudah meletakkan pengganti yang tidak beda jauh dengan giok es, tapi sepertinya orang bertopeng itu ingin mempersulitnya. Pantas saja orang itu ada di sana.


"Giok es adalah harta Istana Tianshuang dan sangat penting untukmu, tapi Istana Yuansu malah memajangnya seperti itu. Benar-benar menyebalkan." Su Churan berdecak sebal.


"Mereka sudah tahu keberadaanku." Luo Youzhe telah menyimpulkan. "Jadi lebih baik tidak setengah-setengah."


"Kau akan tetap di sini?" Su Churan ragu.


Tepat ketika Luo Youzhe akan menjawab, suara teriakan kucing yang melengking mengalihkan perhatian mereka. Su Churan buru-buru pergi ke sumber suara.


Tapi sebelum Su Churan sampai di sumber suara, Gu Yuena keluar bersama Xiao Hei yang mulutnya ia tutup menggunakan tangan. Su Churan terkejut, lalu melihat Luo Youzhe yang juga tertegun.


"Hai?" Gu Yuena tersenyum canggung. "Aku pikir siapa yang melakukan pertemuan rahasia malam-malam."


"Apa saja yang kau dengar?" Luo Youzhe menanyainya dengan nada dingin.


"Semua?" Ia melirik Su Churan. "Lagipula apa hubungannya denganku? Aku justru lebih terkejut mengetahui bahwa pria kaku dan menyebalkan itu ternyata adalah Luo Youzhe."


Su Churan panik seketika. "Kapan aku bicara seperti itu? Xiao Yuena, apa kau lupa? Aku berkata, temanku itu sangat luar biasa dan hebat. Aku tidak merendahkannya seperti itu."


"Ah, mungkin aku salah ingat." Gu Yuena mengangguk-anggukkan kepala sambil melepaskan Xiao Hei yang memberontak ingin dilepaskan.


"Gu Yuena, aku harap yang kau dengar barusan hanya untuk dirimu sendiri. Yah, meski kau tidak akan membocorkannya, tapi tidak salah jika aku memberitahu." Su Churan merasa resah. Pria di belakangnya itu sedang sensitif saat ini, ia jadi khawatir akan ada perang.


"Tidak perlu khawatir. Lagipula aku tidak berniat mendatangi masalah. Tidak tahu apa tujuan kalian, tidak ada hubungannya denganku." Gu Yuena berkata dengan cuek.


"Baguslah ... oh iya, besok kau akan libur, 'kan? Bagaimana jika ikut kami sedikit berkeliling? Tidak ikut dia juga tak apa, ikut denganku saja."


Belum sempat Gu Yuena menyahut, Luo Youzhe sudah menyela. "Dia memiliki banyak urusan, tidak memiliki waktu untuk ikut. Su Churan, kau juga tidak boleh mengulur terlalu banyak waktu."


"Ah, iya!" Su Churan panik sendiri. Ia melihat Gu Yuena dengan perasaan bersalah. "Sebenarnya aku datang karena merindukanmu, tapi aku tidak tahu situasinya akan jadi seperti ini. Aku harus pergi secepatnya karena terkejar waktu."


"Bukan masalah." Gu Yuena menggedikkan bahu tak acuh. Omong-omong, bukankah Su Churan menyukai Luo Youzhe? Kenapa sikapnya seperti itu?


Su Churan terburu-buru mengambil sesuatu dalam ruang spiritual dan pergi entah ke mana dalam wujud kupu-kupu.


Tersisa Luo Youzhe yang masih diam di tempatnya, sedangkan Gu Yuena dalam posisi canggung. Ketika tatapan Luo Youzhe terarah pada Gu Yuena, Gu Yuena juga menatapnya, tapi dengan tatapan bingung.


Luo Youzhe menghampiri. Tatapannya tidak dingin seperti sebelumnya, tapi masih datar. "Kalau bisa jangan kembali ke Akademi Yuansu."


Gu Yuena terjebak di antara iris biru itu untuk sesaat, kemudian mengedipkan mata untuk sadar. Ia pun menggeleng lemah. "Urusanmu selesai, tapi urusanku belum."


"Kedepannya Istana Yuansu akan mengalami masalah. Terlalu bahaya untukmu."


"Apa karena pencurian giok es?"


"Ada orang lain, dengan rencananya. Sebaiknya kau tidak tahu banyak." Luo Youzhe bicara sungguh-sungguh.


"Apa pria bertopeng itu?" Gu Yuena menebak. Ia mengalihkan pandangannya ke arah lain, lalu bergumam, "Tapi jika aku menyerah, hidupku akan berhenti 2 tahun kemudian dengan sia-sia."


"Lebih baik kau tidak tahu banyak." Gu Yuena membalikkan ucapan Luo Youzhe barusan. Hal itu membuat Luo Youzhe berpikir, dan menduga beberapa hal.


Luo Youzhe tampak tidak bereaksi apa pun, tapi pandangannya tetap terarah pada Gu Yuena. Tatapannya menjadi rumit. "Aku mungkin tidak akan kembali ke Istana Yuansu."


Gu Yuena mendengus. "Aku akan senang jika kau tidak kembali."


Luo Youzhe tersenyum singkat. Hanya singkat. "Kalau begitu, aku akan kembali."


Gu Yuena memelototinya. "Awas saja kalau kembali."


Luo Youzhe sedikit menarik sudut bibirnya melihat Gu Yuena yang melotot tajam. Gu Yuena yang seperti itu tampak imut, membuatnya ingin menerkam saat itu juga.


Lupakan bagaimana masalah menimpanya, serta takdir yang memutus semua perasaannya. Ia merasa ingin memiliki gadis ini seutuhnya.


Perlahan ia menundukkan kepalanya lebih dekat untuk meraih bibir mungil yang menggoda. Sebelumnya ia menyangkal semua keinginannya dan memilih menjauh. Tapi semakin menjauh, ia semakin menginginkannya.


Di samping itu, Su Churan baru saja kembali dan akan memanggil Luo Youzhe. Tapi ia terdiam begitu melihat seberapa dekat Luo Youzhe dengan Gu Yuena. Sangat dekat, sampai ia tidak tahu harus berupaya bagaimana.


Sebelum perasaannya semakin kacau, belum lagi mereka terkejar oleh waktu, ia hanya bisa berpura-pura tidak melihat dan memanggilnya.


"Luo Youzhe, array teleportasi sudah dibuka. Kita harus cepat." Su Churan berkata sambil menyibukkan diri dengan tas kecilnya seolah memcari sesuatu.


Luo Youzhe terdiam untuk beberapa saat, melihat iris merah tepat di depannya yang menatapnya. Ia nyaris menyentuh bibir merah muda itu dan langsung menegakkan punggungnya.


Tanpa mengatakan apa pun, ia pergi bersama Su Churan untuk melanjutkan tugasnya.


Gu Yuena diam di tempat, tanpa bisa mengatakan sepatah kata pun. Ia merasa pikirannya mendadak kosong ketika Luo Youzhe mendekatkan wajahnya. Tidak ada penolakan darinya seperti dulu, tapi ia jelas tahu hatinya menolak hal seperti ini.


Melihat Luo Youzhe pergi dengan Su Churan, entah bagaimana ia jadi kesal.


"Gu Yuena, kau sudah gila." Ia mendesis kesal lalu pergi dengan perasaan bercampur aduk.


Usianya hanya dua tahun lagi. Jika Luo Youzhe benar-benar menyukainya, ia harus menegaskan lebih jelas. Meskipun umurnya dapat lebih dari dua tahun, mereka tidak ada harapan, karena sudah pasti setelah dua tahun itu Gu Yuena sudah menemukan naga.


Tapi itu tidak mungkin, 'kan?


Tidak ada kebetulan seperti itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi harinya, semua murid diarahkan keluar akademi sebagai liburan musim panas. Mereka membereskan barang masing-masing, lalu pergi melalui gerbang akademi bersama-sama. Ada yang menyewa kuda, kereta kuda, dan gerobak, ada pula yang hanya berjalan kaki.


Gu Yuena berpikir untuk pergi ke Akademi Yinyang bertemu kakaknya. Daripada bertemu ibu tiri yang sepertinya telah dibebaskan di kediaman, lebih baik bertemu kakaknya agar tidak emosi.


Ia menyewa seekor kuda yang disediakan akademi, lalu memacunya dengan cepat setelah mengucapkan selamat tinggal pada Shen Jialin dan Mu Xinhuan. Ia mengendarai kuda secepat mungkin melintasi Gunung Huo.


Karena akademi tidak menyediakan peta, ia hanya bisa pergi ke kaki gunung untuk membeli peta. Seingatnya di kaki gunung ada sebuah kota yang berada dalam kekuasaan Istana Yuansu sebagai tempat persinggahan. Selalu ada murid akademi yang singgah di tempat itu.


Perjalanan dengan kuda memakan waktu seharian penuh untuk sampai di kaki gunung. Memang sangat jauh, apalagi ketika ia berjalan ke atas gunung dengan berjalan kaki sambil beeburu.


Kota mulai terlihat di bawah rembulan malam. Ia turun dari punggung kuda, lalu menentengnya sambil berjalan memasuki kota yang cukup ramai.


Rencananya saat ini adalah mencari jalan menuju Akademi Yinyang.


Pertama-tama, ia pergi ke sebuah toko untuk mengganti penampilan. Dari penampilan lelaki ke penampilan perempuan, penampilan aslinya. Ia tidak ingin kakaknya terkejut dan berpikir yang tidak-tidak ketika mengetahui bahwa ia berpenampilan seperti laki-laki.


Setelah mengubah penampilan, ia melanjutkan perjalanan.


"Xiao Hei, aku merasa seperti berada di masa lalu." Gu Yuena berjalan santai sambil berusaha berbincang. Harinya begitu membosankan tanpa bicara.


"Memangnya masa lalu Nona seperti apa?" Xiao Hei bertanya.


"Berkeliling dunia, jalan-jalan, mencari jalan, berburu, dan nomanden seperti tidak memiliki rumah. Padahal rumahku sangat banyak di beberapa negara."


"Nomanden?"


"Berpindah tempat. Aku selalu diburu, jadi tidak memiliki tempat tinggal tetap. Tiap kali aku ada di satu tempat, ketika seseorang menemukanku, aku harus pergi ke kota atau negara lain dan berbaur sebagai orang lain."


"Ah, kehidupan Nona sangat melelahkan."


"Aku pikir itu adalah petualangan. Aku pernah bilang, 'kan, bahwa aku memiliki banyak hubungan dengan orang-orang penting? Suatu hari aku menyamar sebagai istri seseorang, lalu bertengkar hebat dengan 'suamiku' dan mengusirnya dari rumah. Perasaan seperti itu ... benar-benar menyenangkan. Bayangkan saja kamu menguasai rumah orang lain dan tidak ada yang mencurigainya."


"Nona, kamu seperti tokoh antagonis dalam cerita."


"Aku itu antagonis dalam kehidupan orang lain." Ia pun menghela napas. "Aku pikir aku sudah menjadi tokoh antagonis di antara Su Churan dan Luo Youzhe. Benar-benar disayangkan."


"Jelas-jelas kamu protagonisnya!"


"Protagonis memiliki umur panjang sampai cerita selesai. Sedangkan aku memiliki umur pendek, cocok menjadi antagonis." Membicarakan Luo Youzhe, Gu Yuena jadi kepikiran masalah semalam. "Argh, apa Su Churan semalam salam paham dan mulai memusuhiku? Aku tidak peduli dimusuhi, tapi ... bocah itu jelas bisa menjadi masalah bila menjadi musuh. Xiao Hei, kenapa kau tidak membelaku saat itu!"


"Aku ingin membelamu dari si penindas itu, tapi penindas itu menekanku dengan kekuatannya. Nona sadar, dia jauh lebih kuat dari hari sebelumnya. Aku takut, ketika kami bertemu lagi, aku benar-benar dibungkam menjadi batu hidup."


Gu Yuena menghela napas. "Kau tahu? Aku kepikiran semalaman. Jika Su Churan adalah protagonis dalam cerita, maka aku akan disebut sebagai pelakor yang merebut kekasih masa kecilnya. Siapa yang akan membelaku yang antagonis ini?"


"Nona, itu hanya cerita dalam bayanganmu. Lagi pula, kau tidak menyukai Luo Youzhe, 'kan? Tidak perlu khawatir."


"Ya, aku tidak menyukainya. Tidak akan pernah!" Gu Yuena meyakinkan diri sendiri.


Masalah semalam adalah kesalahannya. Jika ia bisa menendang pria itu jauh-jauh, maka tidak akan ada kesalahan. Jika ia tidak menguping, tidak akan ada kesalahan. Ia harus memperbaiki semua kesalahan itu segera dengan tidak bertemu Luo Youzhe.


"Nona, tiba-tiba aku menemukan napas yang familiar."


Gu Yuena menghentikan langkahnya, lalu melirik Xiao Hei. "Terakhir kali kau membawaku pada Luo Youzhe karena 'napas familiar' itu."


"Kali ini sungguhan, tidak ada Luo Youzhe dan Su Churan." Xiao Hei berusaha meyakinkan nonanya.


"Benarkah? Lalu siapa?" Gu Yuena sebenarnya penasaran, tapi ia bersikap tak acuh.


Xiao Hei melompat dari lengan Gu Yuena, mengendus-endus mencari asal bau familiar itu. Ia pun mulai berjalan dengan langkah riang sambil berteriak.


"Nona, Kakak Yuan, miaww!"


"Hei!" Gu Yuena terkejut mendengar Xiao Hei berteriak sekeras itu dengan suara kucingnya sampai mengagetkan orang-orang sekitar. Ia tidak terlalu mendengar teriakan Xiao Hei karena tertutupi kerumunan sehingga yang didengarnya hanya suara kucing ribut.


Mengabaikan tatapan orang-orang, ia pun menggeret kudanya sambil berlari ke arah yang ditunjukkan Xiao Hei. Kucing yang menyebalkan. Bisa-bisanya membuatnya berlari seperti ini.


Xiao Hei terus berlari ke pinggiran kota tanpa lelah. Di depan sana, ada sebuah pondok yang terdiri dari beberapa pria berpakaian seragam putih membawa pedang di sakunya. Gu Yuena sampai di sana ketika Xiao Hei menghentikan langkah.


Perhatian Gu Yuena tidak lagi terarah pada Xiao Hei, melainkan dua murid akademi lain yang tengah berjaga di depan pondok. Mereka bukan dari Akademi Yuansu.


Gu Yuena memperhatikan dengan seksama, termasuk lencana yang mereka kenakan. Lencana yng tergantung di sana adalah bentuk perpaduan antara Yin dan Yang. Ia telah mengetahui lencana tiap akademi dari buku, karena tiap lencana mewakili istana masing-masing.


Lencana yang mereka kenakan adalah lencana Akademi Yinyang.


Jika ada Akademi Yinyang, maka napas familiar yang Xiao Hei rasakan itu tidak lain adalah kakaknya!


Senyum Gu Yuena merekah lebar. Ia akan bertemu kakaknya kembali tanpa harus melakukan perjalanan jauh!