Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
159. Kampung Halaman



Pembelajaran tentang moral masih berlanjut selama beberapa bulan terakhir. Gu Yuena melihat perkembangan Vale secara langsung yang dididik oleh Su Churan.


Su Churan mengajarinya bicara dengan benar di tiap situasi dan mengajarinya untuk bersikap elegan sebagai bangsawan. Dia juga mengajari Vale tatakrama sehingga Vale dapat menjadi bangsawan yang lebih berkualitas.


Ini bukanlah hal mudah bagi Su Churan. Dia menganggap mengajari Vale sama saja mengajari Gu Yuena bagaimana caranya menjadi manusia yang baik. Mengajari rasa kemanusiaan dan arti kehidupan melalui orang lain serta merasakan perasaan orang lain.


Dalam beberapa bulan ini, Vale mengalami kemajuan pesat. Kekuatan sihirnya juga membaik setelah diajari langsung oleh Gu Yuena. Dia telah menjadi mage yang luar biasa tanpa harus memasuki akademi.


Gu Yuena tidak bisa mengajarinya untuk menjadi penyihir. Posisi itu masih sakral. Dia tidak ingin ketika sudah pergi dari sini, Vale kembali dikucilkan karena identitas penyihir.


Menurut Su Churan, itu juga merupakan keputusan bijak. Bagaimanapun, Vale tidak sekuat Gu Yuena.


Siang ini, Su Churan mengajari Vale bagaimana caranya berjalan di lantai dansa dan berdansa. Su Churan ahli dalam hal ini.


Gu Yuena hanya menonton sambil minum teh di sisi taman. Langit hari ini terasa sangat cerah. Hanya saja, tiba-tiba dia merindukan Bai Youzhe.


Sudah hampir setengah tahun. Dia masih belum kembali meski hanya untuk sesaat.


Sedangkan pandangan Gu Yuena semakin memburuk. Dia bahkan tidak dapat melihat jelas Su Churan dan Vale yang sedang berlatih. Terasa buram. Ia hanya melihat cahaya buram dan beberapa bentuk yang buram.


Gu Yuena menghela napas. Ia masih harus bertahan sampai musim dingin tiba. Matanya harus baik-baik saja untuk menghadapi Li Hua.


Dia menyentuh matanya, lalu bergumam, "Apa aku operasi saja?" Mungkin ada dokter hebat yang bisa melakukan operasi mata.


Ia akan mencari nanti. Sebelum itu, ia harus memastikan bahwa Vale sudah siap. Dia adalah senjata untuk mengendalikan Alfonso.


Ia menutup matanya untuk memusatkan kekuatan spiritual pada mata. Itu dapat meringankan masalah matanya agar dapat melihat dengan jernih dalam jarak tertentu. Meski tidak bisa jauh, tapi setidaknya masih bisa melihat dokumen dengan tulisan kecil.


Di tengah memusatkan kekuatannya pada mata, dia merasakan kehadiran lain yang mendekat. Gu Yuena membuka mata, lalu menoleh ke belakang. Tepat di depan matanya, pria beriris biru gelap berdiri, menunduk ke arahnya dengan senyuman.


Gu Yuena terhenyak sesaat, lalu tersadar kembali ketika pria itu berkata, "Awalnya aku ingin memberi kejutan. Tapi kamu sudah menemukanku."


Spontan Gu Yuena berdiri dan memeluknya. Rasanya lega bisa melihatnya dengan jelas. Gu Yuena tidak bisa melihat di kejauhan, tapi bisa dari dekat. Sebelumnya dia takut Bai Youzhe tidak muncul sampai pengelihatannya benar-benar hilang.


Tidak hanya Gu Yuena yang merindukannya, Bai Youzhe lebih merindukannya. Waktu mereka bersama lebih singkat dibandingkan berpisah. Bai Youzhe tidak bisa berhenti memikirkan Gu Yuena selama di luar sana.


Ia dengar Gu Yuena akan menyelesaikan rencananya saat musim dingin. Jadi dia datang sekarang, tepat sebelum musim dingin tiba. Ia sudah berkata akan kembali sebelum Gu Yuena menyelesaikan rencana di Wyvernia.


"Sepertinya ada banyak sekali yang telah kau lalui." Bai Youzhe melihat ke arah Su Churan dan Vale yang masih susah payah berlatih. Ia sudah mendengar semua yang terjadi di sini.


Gu Yuena mengikuti arah pandang Bai Youzhe, lalu memutar wajah Bai Youzhe agar hanya menatapnya.


"Aku tidak ingin membicarakan pekerjaan," kata Gu Yuena.


Bai Youzhe tersenyum, lalu menarik dagu Gu Yuena ke atas agar sejajar padanya. "Lalu, apa yang ingin kamu bicarakan?"


Gu Yuena mengambil sesuatu dari meja, lalu menyerahkannya pada Bai Youzhe begitu saja. "Belikan aku yang sama persis."


Itu adalah kue cokelat warna-warni. Bai Youzhe melihat kotak kue yang sudah kosong itu. Kotak kuenya terlihat seperti kotak permen anak-anak yang penuh warna.


Wyvernia adalah penghasil kakao terbesar dan telah membuat inovasi makanan manis dari kakao. Itu menghasilkan cokelat yang berbeda dari cokelat yang pernah dimakan Gu Yuena di masa lalu. Makanan itu sedang populer di kota, bahkan sampai ke Kekaisaran Yi.


Bai Youzhe mengangguk. "Baik."


Gu Yuena menjadi senang karena tidak perlu keluar uang lagi. Makanan gratis selalu menjadi yang terbaik.


"Sebentar lagi ada pesta debutante yang diadakan bersama dengan pesta dansa musim dingin. Kita harus memesan pakaian pesta."


"Kalau itu, serahkan padaku." Bai Youzhe akan meminta Chu Xin atau Su Churan yang ahlinya untuk mencari penjahit dan membuatkan pakaian.


"Satu lagi." Gu Yuena mengeluarkan dua kertas seukuran telapak tangan dan melambaikannya di depan Bai Youzhe. "Aku memesan dua tiket teater. Awalnya ingin mengajak Vale, tapi bocah itu terlalu sibuk bersama Su Churan. Karena kamu sudah kembali, aku pergi denganmu."


"Baik." Bai Youzhe belum pernah ke teater. Sekali-kali mencoba hal baru.


Makan, belanja, nonton. Ini terasa seperti berkencan. Tapi 'kan mereka sudah menikah, apa masih bisa disebut kencan?


Mereka berdua pun pergi seperti anak remaja yang baru berkencan. Su Churan melihat sekilas dan akan memanggil, tapi keduanya sudah menghilang entah kemana. Ia pun menghela napas dan menjatuhkan bahu, merasa masih harus menjadi penjaga bocah tertentu yang baru mempelajari dunia.


"Nona Su, posisi ini benar?" tanya Vale di belakangnya. Dia masih saja terlihat sangat polos dengan mata bundar yang kadang berair.


Su Churan tidak tega mengabaikannya dan kembali mengajar. Ia harus mengenalkan Vale pada Zhao Ying sebagai saudara seperguruan nanti.


***


Sudah lama Gu Yuena tidak berjalan-jalan santai. Setelah membeli cokelat warna-warni, dia dan Bai Youzhe pergi menonton teater bersama. Teater yang menampilkan pertunjukkan klasik yang tidak pernah Gu Yuena temukan lagi semasa hidupnya.


Mereka memainkan peran sambil bernyanyi dan menari. Musik latar belakang cukup keras hingga menggema di dalam studio. Rasanya familiar bagi Gu Yuena yang pernah hidup di zaman modern.


Gu Yuena tidak tahu mengapa orang di sekitarnya menangis ketika melihat adegan dalam teater. Itu hanya adegan pertemuan setelah sekian lama berpisah sebagai akhir cerita. Apa yang harus ditangiskan?


Pertujukan diakhiri dengan tepukan tangan meriah dari penonton. Gu Yuena dan Bai Youzhe keluar dari lokasi teater, beriringan dengan orang-orang yang berhamburan keluar.


"Ini pertama kalinya aku melihat teater atau opera." Gu Yuena menghembuskan napas panjang sambil meregangkan pinggang yang kaku. Lelah juga duduk berjam-jam. Rasanya berbeda pada saat kultivasi.


"Aku juga."


Gu Yuena menoleh ke arah Bai Youzhe dengan heran. "Kamu pernah tinggal di Wyvernia beberapa tahun, acara seperti ini sering diadakan dan tidak mungkin kau tidak dapat undangan."


"Tidak seru kalau nonton sendiri," balas Bai Youzhe. Ia selalu sibuk dan tidak memiliki waktu bersenang-senang.


"Memangnya tidak ada teman?"


Bai Youzhe tertawa singkat. "Aku terlalu membosankan untuk dijadikan teman."


Teman? Itu hanya dalam bayangannya. Sejauh ini, tidak ada yang benar-benar teman. Semuanya hanya bawahan dan atasan, atau seseorang yag saling memanfaatkan. Su Churan? Wanita itu selalu menganggap semua orang sebagai teman.


Kehidupannya sangat kesepian dan membosankan.


Gu Yuena mencubit pipi Bai Youzhe dengan gemas. "Menurutku, kamu tidak membosankan. Kamu imut seperti anjing kecil."


"Aku serigala yang suka menggigit." Bai Youzhe menggoda.


Gu Yuena tersenyum mengejek. "Kucing ini tidak suka serigala yang menggigit." Gu Yuena mendorongnya, lalu berbalik dan melarikan diri.


Bai Youzhe membiarkan Gu Yuena lari sepuasnya, sedangkan ia hanya diam di tempat. Dia adalah assassin, gerakannya lebih cepat dari petir.


Ketika Gu Yuena yakin dirinya sudah sangat jauh dan berhenti seraya menoleh ke belakang. Sudah sangat jauh. Saat kepalanya kembali lurus, tiba-tiba saja Bai Youzhe sudah hadir di hadapannya.


"Curang!" Gu Yuena tidak terbang atau teleportasi, bagaimana pria itu bisa menyusul begitu saja?


"Kamu tidak bilang tidak boleh menggunakan kemampuan." Lagi pula, tidak ada yang berkata bahwa Gu Yuena akan lari dan ia harus mengejar. Dia tidak ingin mengejar, hanya ingin menangkap.


Yah, seperti biasa Gu Yuena tidak bisa berdebat lebih jauh. Lupakan, ini memang kekanakan.


Bai Youzhe tiba-tiba meraih pinggangnya dan berkata, "Tiba-tiba aku teringat sebuah tempat. Ingin melihat?"


Gu Yuena mengangguk singkat. Detik berikutnya, kakinya tidak lagi menapak tanah dan terbang dengan kecepatan tinggi.


Waktu yang diperlukan dalam perjalanan sangat singkat. Bai Youzhe mendarat di atas bukit tertinggi, dan membiarkan Gu Yuena berjalan di sekitarnya untuk melihat-lihat.


Awalnya Gu Yuena bingung di mana ia berada. Tempat ini terlalu curam sampai menembus awan. Ada banyak bukit yang lebih terlihat seperti pulau di atas awan. Gu Yuena berada di bukit tertinggi, sehingga bisa melihat keseluruhan wilayah.


Satu hal yang Gu Yuena sadari ketika melihat bangunan yang berdiri kokoh serta beberapa tempat seperti paviliun, tatapannya menunjukkan kejutan luar biasa. Ia mengenali tempat ini.


"Tanah Tersembunyi?" Gu Yuena tidak habis pikir. Ia terbang ke bukit lain dan melihat bangunan di atas tanah yang terhubung dengan bukit lain yang memiliki batu besar dengan sinar hijau. Itu terhubung oleh jembatan kayu.


Mendekati sinar hijau itu dan menyentuhnya, mendadak saja sinar hijau menghilang digantikan batu hitam. Batu itu menjadi suram.


Itu adalah sisa sihir milik Yan Shuiyin. Sihir ruang dan waktu Yan Shuiyin dapat menghubungkan sebuah tempat dengan tempat lain melalui portal. Dia membuat portal yang terhubung dari akademi ke tempat ini.


Dulu Gu Yuena bertanya-tanya apa tempat ini nyata atau tidak. Ternyata tempat ini benar-benar ada.


Tidak heran Yang Xinyuan mendatangi tempat ini tanpa melewati portal.


Bai Youzhe menggedikkan bahu. "Hanya kebetulan."


"Aku tinggal selama lebih dari 5 tahun di sini. Guru sangat pandai memilih tempat." Gu Yuena jadi teringat masa-masa itu. Ibu Yan Shuiyin mendapatkan kedamaian dan dikubur di tempat ini. Selain itu, tempat ini juga merupakan tempat pertama kali dia dan Yang Xinyuan bertemu. Ini terlalu berkesan.


Bai Youzhe sepertinya tahu apa yang Gu Yuena pikirkan. Dia menghampiri Gu Yuena, lalu memeluknya dari belakang. "Aku pernah ke sini sebelumnya."


"Kapan?"


"Mungkin ... beberapa tahun lalu saat kau pergi ke Istana Yuansu untuk belajar. Kau tidak kembali ke sini dalam beberapa waktu."


Gu Yuena mengerutkan kening. "Bagaimana bisa? Bukankah kau di Istana Tianshuang?"


"Kata siapa?" Bai Youzhe terkekeh. "Aku tersesat saat pergi dari Dunia Bawah, lalu bertemu Yan Shuiyin. Dia mengirimmu ke Istana Yuansu dalam waktu lama agar aku tidak mengganggu suasana hatimu."


"...."


Gu Yuena merasa bahwa ia melakukan hal yang kejam di masa lalu sampai Bai Youzhe enggan bertemu dengannya. Apa karena Gu Yuena menolaknya? Bai Youzhe juga menghindarinya saat di pertemuan antar-istana.


"Aku sudah berjanji tidak akan menemuimu apalagi mengganggumu ketika kau memilih pergi. Aku hanya menepatinya."


"Padahal aku pergi sendiri." Gu Yuena mencibir.


"Aku yang salah paham." Bai Youzhe salah paham bahwa Gu Yuena pergi bersama Yang Xinyuan. Dia memilih menyerah karena tidak ingin menyakiti Gu Yuena.


Saat dia tahu bahwa Gu Yuena sama sekali tidak memberi jawaban pasti antara pilihan Bai Youzhe atau Yang Xinyuan, dia kembali mendapatkan semangatnya dan mendekati Gu Yuena lagi. Jiwanya saat itu masih terluka karena pertempuran melawan Tuan Iblis, lalu memburuk karena keluar terlalu lama sehingga menjadi naga kecil yang lemah.


"Jadi apa saja yang kau lakukan di sini?" tanya Gu Yuena.


"Tidak banyak. Saat itu aku terluka, jadi hanya melakukan pemulihan dan pergi. Keseharianku sangat membosankan."


"Meski begitu, kadang aku selalu berpikir bahwa banyak sekali yang telah kau alami. Kau menganggap itu semua membosankan karena tidak menyukainya."


Bai Youzhe tersenyum. Gu Yuena selalu dapat diandalkan dan mengetahui isi hatinya. Tiap perjalanan yang ia lalui, semuanya terasa kosong. Bai Youzhe lahir tanpa perasaan yang jelas, semua perasaan itu benar-benar mati sejak kepergian orangtuanya. Apa pun yang ia alami, semuanya terasa tidak ada apa-apanya dan membosankan. Sampai akhirnya ia mengenal Gu Yuena yang membuatnya merasa abnormal untuk pertama kali.


Gu Yuena, orang yang membuatnya memiliki ambisi untuk mendapatkan segalanya. Gu Yuena bukan orang biasa, dia adalah phoenix dan memiliki latar belakang besar yang dapat mempengaruhi dunia. Untuk mendapatkannya, ia harus mengubah dunia dan memilikinya.


Bahkan ketika Gu Yuena menolaknya dan pergi, dia tidak berhenti berambisi. Tidak peduli apa itu akan membuatnya menjadi jahat atau tidak. Ia selalu berpikir Gu Yuena akan kembali padanya jika berhasil mendapatkan dunia. Seperti saat ini.


Gu Yuena menoleh ke belakang dan menatap sepasang mata biru yang indah itu. "Dengan latar belakangmu, mana yang akan kau pilih antara kekuasaan dan kehidupan?"


Tiba-tiba Gu Yuena menanyakan pertanyaan rumit seperti itu. Bai Youzhe bukannya tidak tahu harus menjawab apa. Dia hanya ingin tahu apa yang akan Gu Yuena pikirkan nantinya tentang jawabannya. Ia juga tidak tahu mana yang akan Gu Yuena pilih.


"Latar belakangku terlalu besar, aku akan memilih kekuasaan untuk menyeimbangkannya. Tapi itu semua tidak penting jika aku tidak menyukainya. Yang aku sukai hanya kamu." Bai Youzhe menjawab dengan yakin. Ia penasaran dengan reaksi Gu Yuena.


"Kau akan melepas kekuasaanmu demi aku?" tanya Gu Yuena.


Bai Youzhe hanya menunjukkan senyum saat menatapnya. Gu Yuena pun melanjutkan, "Ah, kau benar-benar tidak mempedulikan dirimu sendiri." Gu Yuena berdecak. "Kalau begitu, jangan lepas kekuasaanmu, atau aku akan marah."


"Sebelumnya kamu sangat ingin menjadi orang biasa."


"Niatnya seperti itu. Tapi latar belakangku tidak mendukung. Meski waktu berputar sekalipun, aku hanya bisa memilih pilihan yang sama. Tiap orang memiliki masalahnya sendiri, meski itu orang biasa sekalipun. Kemampuan disesuaikan dengan tanggung jawab yang didapatkan. Aku memiliki kemampuan, maka inilah yang harus kudapatkan. Aku tidak bisa menjadi orang biasa walau ingin. Tapi setidaknya, mungkin aku bisa menjadi orang biasa untuk sebentar."


Bai Youzhe berpikir sejenak. Menjadi orang biasa untuk sebentar, itu bukanlah hal rumit. Ia memiliki ide di kepalanya.


"Mungkin kita akan kembali ke Wyvernia esok hari."


"Kita akan bermalam di sini?"


"Bukan di sini." Bai Youzhe pun membawa Gu Yuena ke tempat lain hanya dalam waktu singkat.


Gu Yuena tidak pernah datang ke tempat lain selain dua kekaisaran dan enam istana, terlepas dari eksplorasinya di Dunia Bawah. Bai Youzhe membawanya ke sebuah tempat terasingi di luar kekuasaan kekaisaran dan istana.


Letaknya sangat jauh. Jika Bai Youzhe tidak bisa berpindah tempat dalam waktu singkat, mereka akan menghabiskan waktu berbulan-bulan hanya untuk perjalanan.


Itu adalah sebuah lembah. Di antara pegunungan, terdapat sebuah desa. Tapi Bai Youzhe lebih memilih membawa Gu Yuena ke lembah yang berada di pusat desa. Lembah yang dialiri banyak qi serta pemandangan alam yang indah. Ada banyak bunga bertebaran seolah musim semi telah tiba.


Udaranya sangat sejuk. Ketika Gu Yuena melihat sekelilingnya yang luas, dia dapat mencium aroma kebebasan yang pekat. Hari sudah malam, tapi tempat ini sama sekali tidak gelap. Bunga-bunga itu memiliki cahaya yang keluar untuk menerangi malam, bersama kunang-kunang dan kupu-kupu yang berterbangan.


"Di mana ini?" Gu Yuena berkeliling untuk melihat-lihat sekitar. Sayang sekali pandangannya buram sehingga tidak dapat melihat adanya desa yang mengelilingi lembah.


"Wilayah tanpa nama, tanpa aturan, tanpa konflik. Ini adalah tempat yang bebas," jawab Bai Youzhe.


Tempat yang bebas ....


Gu Yuena merasakannya. Meski pandangannya buram, presepsinya merasakan demikian. Udara yang sejuk dan angin yang berhembus secara bebas, suasananya sangat damai meski hanya menutup mata sebentar. Seperti kebebasan penuh yang memberi ketenangan tanpa adanya masalah.


Karena Gu Yuena tidak dapat melihat dengan jelas, Bai Youzhe menutup kedua mata Gu Yuena menggunakan kedua tangannya. Gu Yuena ingin bertanya apa yang dilakukannya, tapi tiba-tiba saja ia bisa melihat.


Gu Yuena tersentak untuk beberapa saat. Di kejauhan sana, ia dapat melihat sebuah desa yang terlihat sangat damai dengan jelas. Lebih dalam lagi, desa itu memiliki tidak terlalu banyak orang dan semua hidup sederhana tanpa adanya konflik. Ini mustahil, tapi Gu Yuena tidak dapat melihat adanya konflik di antara warga. Semua hidup dengan baik dan seimbang, saling membantu serta menjaga. Mereka juga hidup berdampingan dengan monster tanpa saling melukai.


Ini terlalu tidak masuk akal, tapi Gu Yuena benar-benar melihatnya. Dunia tanpa konflik adalah hal mustahil. Selain itu, tempatnya berada juga sangat luas dan indah. Rasanya seperti berada di dunia lain.


"Youzhe, apa yang kau lakukan?" tanya Gu Yuena. Ia jelas merasakan kedua matanya ditutup, tapi ia bisa melihat dengan sangat jelas dan jernih. Bahkan lebih tajam.


Bai Youzhe melepas kedua tangannya, lalu berdiri di depan Gu Yuena. Saat itu juga Gu Yuena kembali pada pandangannya sendiri yang buram.


"Aku akan menjadi matamu, kapan pun kau menginginkannya."


Gu Yuena dibuat terdiam. "Bagaimana caranya?"


"Aku baru mempelajarinya kemarin dan ternyata berhasil. Huang Jingtian yang memberitahuku caranya, agar kamu tidak terjebak dalam kegelapan sampai menemukan seseorang yang dapat menyembuhkanmu."


Gu Yuena tidak tahu harus berekspresi bagaimana. Ia menjadi khawatir untuk sesaat. "Tidak ada efek samping, kan? Jika ada, tidak perlu melakukannya. Aku juga masih bisa melihat."


Bai Youzhe tertawa melihat kekhawatiran Gu Yuena. "Tidak ada yang perlu dikhawatirkan." Dia mengusap wajah Gu Yuena dengan lembut. "Ini adalah keinginanku sendiri. Aku akan mencari cara agar kamu tidak mengalami hal buruk apalagi membuatmu sedih."


Ucapan Bai Youzhe membuat Gu Yuena kembali tenang dan tersenyum. Ia menangkup tangan Bai Youzhe yang berada di pipinya. "Baik. Jadi Tuan Bai, bisakah memberitahu di mana kita sekarang?"


Bai Youzhe mendesis. "Agak rumit jika ingin menjelaskannya. Aku sendiri tidak tahu pasti."


"Apa?" Gu Yuena tercegang.


Bai Youzhe terkekeh melihat ekspresi Gu Yuena yang terlihat sangat lucu. Ia merasa ingin menerkam wanita itu. "Intinya, kita berada di tempat kelahiranku."


"Kelahiranmu?" Gu Yuena melihat sekitarnya yang luas, lalu melihat Bai Youzhe lagi. "Kau tidak dilahirkan di Istana Tianshuang?"


Bai Youzhe menggeleng. "Aku baru tiba di Istana Tianshuang saat berusia 5 tahun." Tepatnya sebelum tragedi itu terjadi.


"Jadi kau membawaku ke kampung halamanmu? Aku tidak menyangka ...." Akan menjadi sebuah desa yang tidak masuk akal. Kehidupan masa kecil Bai Youzhe sangat damai.


Sayang sekali, kedamaian itu hanya sementara.


"Kenapa kau pergi dari sini?" tanya Gu Yuena.


Bai Youzhe menurunkan pandangannya sekilas. "Ayah dan ibuku memiliki urusan penting. Mereka juga tidak bisa mengorbankan sebuah tempat yang damai menjadi lautan api."


Gu Yuena tidak bertanya tentang masa lalu lagi. Ia salah bertanya. Seharusnya ia tidak menanyakan hal itu. Pasti Bai Youzhe sangat sedih.


Li Hua mencari Bai Yue di seluruh dunia. Jika Bai Yue tidak pergi dari sini dan kembali ke Istana Tianshuang untuk melindungi putranya, maka Li Hua akan menghancurkan tempat ini tanpa sisa. Bai Yue juga tidak akan bisa melindungi Bai Youzhe.


Berkat kepergian mereka, tempat ini masih terasingi dan tidak diketahui orang luar. Orang-orang dalam desa selamat tanpa tercerai-berai.


"Mereka mengasingkan diri ke tempat ini, menjauhi sumber masalah untuk memiliki kehidupan yang damai. Sayangnya, latar belakang mereka tidak membiarkan hal itu terjadi." Itu sebabnya Bai Youzhe memilih kekuasaan. Ini termasuk menjawab pertanyaan Gu Yuena saat di Tanah Tersembunyi.


"Aku mengerti." Gu Yuena memeluk Bai Youzhe. Pasti sedih harus mengingat masa-masa menyedihkan itu. Ia tahu jelas bagaimana rasanya. "Kita akan menyelesaikan masalah yang ditinggalkan pendahulu, untuk masa depan."


"Ya."


Untuk masa depan.