Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
33. Penipu Tak Bermoral



Pertandingan sebelumnya memang mengecewakan, tapi cukup membuat Gu Yuena berkeringat karena terus menghindar di tengah api sehingga harus mandi lagi.


Gu Yuena mengikat rambut panjangnya setelah selesai mandi dan dikeringkan. Sambil berjalan mengambil jepit rambut yang tertinggal, ia menggulung rambut agar dapat langsung menjepitnya ketika selesai.


Tapi baru setelah jalan, Gu Yuena menghentikan langkah merasakan sesuatu yang salah.


"Meow~"


Xiao Hei mengeong di jendela melihat Gu Yuena yang juga menatapnya. Pandangan mereka teralih pada hal aneh yang terjadi di kamarnya, tepat di langit-langit sudut ruangan yang terasingi.


"Kau juga merasakannya?" Gu Yuena bertanya pada Xiao Hei, sedangkan kucing itu mengeong mengiyakan.


Aneh, sebelumnya ia tidak merasakan apa pun yang salah pada kamar ini. Tapi aliran energi di langit-langit salah satu sudut ruangan yang kosong itu terasa berbeda dari aliran energi dominan ruangan.


Sepertinya perubahan energi itu terjadi secara mendadak karena kemunculan sesuatu.


Gu Yuena cepat-cepat mengambil jepit rambut dan mengaitkannya ke rambut agar terikat sempurna. Ia mengambil kursi dan diletakkan di salah satu sudut dekat jendela tersebut, lalu menaiki kursi untuk mencari penyebab perubahan energi.


Langit-langit kamar asrama tidak terlalu tinggi sehingga Gu Yuena dapat meraihnya ketika menaiki kursi dan berjinjit. Ia menyentuhnya, terasa agak hangat. Satu titik sudut tersebut memiliki suhu yang berbeda dari bagian lain yang sejuk.


Gu Yuena menggunakan api untuk melubangi bagian atap tersebut. Rupanya, memang ada ruang kosong di balik kayu yang dijadikan langit-langit seperti loteng. Seharusnya itu digunakan agar murid yang tinggal di kamar asrama tidak terganggu dengan suara langkah kaki dan benda bergeser di lantai atas.


Ketika Gu Yuena berhasil melubangi titik hangat tersebut, sesuatu seperti sebuah batu hitam jatuh dari atas sana nyaris mengenai kepala Gu Yuena. Secara spontan Gu Yuena menangkapnya.


"Meow~ Nona, apa kamu baik-baik saja?" Xiao Hei tampak khawatir. Ia dapat merasakan energi tidak mengenakkan dari benda tersebut.


Gu Yuena turun dari kursi sambil melihat benda yang ia tangkap. Sebuah batu hitam legam, terlihat seperti giok yang memiliki permukaan halus, namun jelas sekali itu bukan giok karena bentuknya agak berantakan meski terasa halus.


"Ini ... kau tahu benda apa ini?" Gu Yuena bertanya pada Xiao Hei. Ia jelas tidak merasakan apa pun sebelumnya mengenai kehadiran benda aneh ini, begitu pula beberapa jam yang lalu sebelum ia mandi.


Itu mengartikan bahwa, seseorang baru saja masuk untuk menyeludupkan benda ini secara sengaja.


Pasti bukan benda yang aman.


"Aku akan menyimpannya untuk sementara." Gu Yuena memasukkan benda tersebut ke ruang spiritual.


Jika ingin tahu benda apa itu sebenarnya dan mengapa diseludupkan ke kamarnya, maka orang yang menyeludupkannya pasti akan datang mencari untuk memastikan sesuatu. Ia akan memperhatikan dengan seksama.


Gu Yuena melihat Xiao Hei yang tampak tidak nyaman dengan benda itu. Meski auranya telah hilang karena masuk ruang spiritual, ekspresi Xiao Hei menjadi aneh sejak melihatnya. Apa begitu tidak nyaman?


"Sudahlah, tidak perlu dipikirkan lebih jauh. Hari ini aku berencana pergi keluar untuk berlatih secara langsung di hutan dan memastikan kekuatanku yang sebenarnya tanpa menahan kekuatan penyihir. Sebelum itu, aku akan menagih hutang Wang Liang."


Ekspresi Xiao Hei berubah menjadi normal dan dipenuhi semangat. "Kalau begitu, ayo kita merampok sampah masyarakat!"


Gu Yuena meletakkan kembali kursi yang ia pindahkan ke tempatnya lalu melangkah keluar kamar. Ia membuka pintu. Tapi ia justru tidak melanjutkan langkah, hanya diam ketika melihat dua sosok yang menunggunya di luar dengan mata berbinar.


Apa yang ingin mereka lakukan?


"Gu Yue, aku sudah mendengar berita tentangmu yang melawan Wang Liang. Kau sangat hebat dapat memberi pelajaran senior arogan itu dan membalaskan dendam murid baru yang ditindas." Mu Xinhuan berseru dengan semangat seperti anak ayam yang memuji induknya.


"Benar, benar. Gu Yue, selamat untukmu. Aku tahu kamu pasti akan menang dan mengalahkan orang itu. Gu Yue kami tidak semudah itu ditindas." Shen Jialin ikut-ikutan dengan wajah gembira dan penuh kekaguman.


Semua ekspresi itu membuat Gu Yuena tertekan.


Membalaskan dendam?


Siapa?


"Aku membalaskan dendam?" Gu Yuena menunjuk dirinya sendiri dengan heran.


Ia menantang Wang Liang hanya untuk kepentingannya sendiri, selain menggunakan orang itu sebagai batu loncatan di arena peringkat, juga untuk merampoknya. Bagaimana bisa menjadi pembalasan dendam? Untuk murid baru pula.


Mu Xinhuan mengangguk antusias. "Wang Liang selalu menindas murid baru dan menjadikan mereka anteknya secara paksa. Banyak murid baru tidak tahan dan memilih keluar, beberapa waktu lalu ada yang bunuh diri, hanya saja mereka tidak diperhatikan karena memang tidak terlalu menonjol di akademi. Tadi pagi kau datang memukuli dan mempermalukannya, bahkan nyaris membunuhnya, kau tidak tahu betapa mereka sangat berterimakasih telah menggantikan mereka memberi pelajaran untuk orang itu."


"Gu Yue, meski kamu tidak tahu dan menantang Wang Liang karena dia membuatmu kesal, tetap saja mereka sangat berterimakasih padamu. Wang Liang kesulitan bangun dari tempat tidurnya karena lilitan api yang terlalu keras dalam waktu lama dan membuat beberapa bagian tubuhnya patah. Itu adalah hukuman yang tidak ada yang bisa mewujudkannya selama ini." Shen Jialin melanjutkan ucapan Mu Xinhuan dengan penjelasan yang lebih detail. Ia sungguh takjub pada Gu Yue, membuatnya semakin jatuh cinta.


Sedangkan Gu Yuena hanya mengangguk mengiyakan tanpa mau tahu. Ia hanya memukul orang itu hanya untuk mengambil keuntungan sendiri, tapi ... biarlah semua orang salah paham. Ia tidak berniat menjelaskannya karena merepotkan.


Omong-omong, reputasi seperti ini juga bagus.


"Kau akan keluar hari ini?" Mu Xinhuan menebak. Ia belum mengetuk pintu, Gu Yue sudah keluar terlebih dahulu.


"Yah, aku berniat ... merampok?"


"Apa!"


"Halusnya ... menagih hutang taruhan pada seseorang."


"Apa itu Wang Liang? Aku dengar kalian memasang taruhan resmi sebelum pertandingan." Mu Xinhuan mendengarnya dari anak-anak lain yang menjadi saksi pertaruhan.


"Ya, jika aku kalah maka aku akan keluar dari akademi dan memanggilnya 'kakak'. Tapi jika aku menang, maka dia harus membayar kompensasi." Gu Yuena tidak perlu menutupinya. Hal itu bukanlah rahasia.


"Hanya kompensasi? Gu Yue, kau terlalu baik. Wang Liang berasal dari keluarga terpandang dan kaya, kompensasi seberapa pun tidak akan masalah baginya." Shen Jialin agak resah.


"Kalau ingin tahu kebenaran, kalian boleh ikut."


"Sungguh!" Shen Jialin sangat antusias sampai nyaris memekik. Tapi ia langsung menahan diri dan kembali bersikap normal seperti sedia kala. "Aku akan ikut."


Mu Xinhuan mengikut. "Aku juga!"


Detik berikutnya, Gu Yuena menyesal membawa mereka ikut.


Mereka berdua begitu cerewet sepanjang jalan!


Mengabaikan gosipan sepasang lelaki dan perempuan itu, Gu Yuena berjalan lebih cepat ke asrama Wang Liang yang kamarnya berada selantai di bawahnya.


Ia menagih secara langsung disertai surat tagihan resmi dari pihak arena peringkat, membuat banyak perhatian tertarik ke arah mereka. Apalagi nama Gu Yue menjadi terkenal di kalangan murid baru baru-baru ini.


Kedatangan Gu Yuena membuat Wang Liang yang masih tidak bisa bergerak dari tempat tidur nyaris muntah darah. Ia sudah menderita dipermalukan dan kesakitan secara fisik, tapi bocah itu masih berani menemuinya untuk memberi tagihan!


"Usir dia!" Wang Liang berteriak dari kamarnya sampai terdengar ke luar.


Anteknya bicara dengan ragu. "Tapi ... Gu Yue membawa surat tagihan dari arena peringkat. Taruhan waktu itu—"


"Taruhan apanya? Apa aku pernah bertaruh padanya?" Wang Liang menutup mata atas taruhan tersebut.


Anteknya itu langsung memutar balikkan fakta. Ia pergi keluar dan melempar surat itu pada Gu Yuena begitu saja.


"Gu Yue, kau membuat tagihan palsu dan tidak bersikap hormat pada senior. Tuduhanmu itu tidak beralasan dan sembarangan. Karena Boss terluka karenamu, seharusnya kau yang memberi kompensasi!"


Gu Yuena menarik sebelah alisnya. Cepat sekali berubah sikap. Padahal jelas-jelas sebelumnya murid itu tampak sangat shock dan gemetar.


Benar-benar tidak bisa dipercaya.


Ingin melanggar kontrak? Lihat, apa dia bisa melakukannya secara terus-menerus.


"Kau melanggar! Jelas-jelas Wang Liang memiliki taruhan yang gagal pada Gu Yue, mengapa kau memutar balikkan fakta!" Mu Xinhuan mencoba membela.


Murid itu mendengus. "Apa ada bukti? Hanya secarik kertas ini, aku pun bisa membuatnya dan meletakkan tagihan di depan pintu kamar Gu Yue! Mu Xinhuan, lebih baik kau tidak ikut campur. Cepat usir mereka!"


"Kau! Aku akan mengatakannya pada penjaga arena peringkat yang adalah sanksi taruhan!" Shen Jialin sangat kesal dan mengancam mereka.


"Panggillah, aku tidak takut. Lagipula, apa penjaga arena peringkat akan menanggapi gadis kecil semberono sepertimu?" Murid itu tertawa terbahak-bahak, lalu memerintahkan beberapa murid lain untuk mengusir Gu Yue dan teman-temannya.


Dalam hitungan detik ketika murid itu mengusir-usir Gu Yuena sedangkan Mu Xinhuan dan Shen Jialin mencoba membela, Gu Yuena tiba-tiba terjatuh dalam keadaan muntah darah. Semua orang terkejut saat itu juga.


"Gu Yue!" Shen Jialin langsung menghampiri Gu Yuena dengan penuh rasa khawatir. Perasaan tadi baik-baik saja, kenapa tiba-tiba muntah darah?


"Gu Yue, apa kau baik-baik saja?" Mu Xinhuan memapah Gu Yuena yang tampak pucat dan lemas.


Sedangkan Gu Yuena hanya diam untuk beberapa saat, kemudian melihat murid-murid yang mengusirnya itu. "Itu sebabnya aku meminta kompensasi. Jika tidak seperti ini, aku tidak perlu repot berkunjung dan membuang waktu."


"Kau!"


"Kau tidak percaya dengan surat perjanjian, maka apa kau lebih percaya pada bukti fisik? Wang Liang, kau melukaiku sampai seperti ini. Jelas-jelas aku sudah mengatakan bahwa aku memiliki penyakit bawaan dan kau bersedia membayarnya jika terjadi sesuatu asal kita berduel di arena. Kau melanggar ucapanmu sendiri, apa kau pria sejati?" Gu Yuena memulai aktingnya dengan nada tinggi. Hal itu membuat murid yang menonton terkejut.


Mereka tidak bisa melihat pertarungan dengan jelas karena kobaran api di arena yang menghalangi pandangan. Itu sebabnya mereka tidak tahu apa saja yang terjadi di atas arena selain Wang Liang yang tiba-tiba kalah dan terlilit tali api secara memalukan.


Arena peringkat memiliki aturan bahwa tidak boleh melakukan pertandingan dengan orang sakit. Kedua belah pihak harus dinyatakan sehat agar disebut adil. Karena yang menantang adalah Gu Yue, maka kemungkinan besar mereka menyalahkan Gu Yue yang ceroboh jika terluka.


Wang Liang adalah lawannya, dan kalah dari Gu Yue, menunjukkan bahwa kemampuan Gu Yue seharusnya lebih tinggi dari sebelumnya jika dalam keadaan sehat. Ditambah dengan surat kompensasi, seharusnya Wang Liang sudah mengetahui bahwa Gu Yue sedang tidak baik-baik saja dan setuju membayar kompensasi. Tapi Wang Liang justru tetap memaksa bertarung yang sudah melanggar aturan arena peringkat.


Sekiranya, Wang Liang harus membayar kompensasi karena nyaris saja membunuh Gu Yue yang lebih lemah. Mengenai kenyataan Wang Liang yang terluka, itu adalah kesalahannya sendiri terluka di bawah tangan orang sakit, apalagi berpenyakit bawaan.


Sekiranya, itulah yang dipikirkan orang awam.


Namun antek-antek Wang Liang dan Wang Liang sendiri yang menyaksikan proses tantangan terjadi, mereka terkejut bukan main.


Kapan bocah itu mengatakan bahwa dia memiliki penyakit bawaan!


"Kau berbohong! Kau tidak memiliki penyakit dan bertarung dalam keadaan sehat. Sebelumnya kau sangat baik-baik saja, bahkan tidak terluka sedikitpun. Kau penipu!" Wang Liang tiba-tiba keluar dengan terpincang-pincang ke depan pintu sambil menunjuk Gu Yuena.


"Wang Liang, jelas-jelas Gu Yue muntah darah dan mengalami luka dalam setelah bertarung denganmu. Kalian belum lama bertarung, tapi kondisi Gu Yue melemah. Kau tahu dia memiliki penyakit bawaan, kenapa malah bertindak kejam seperti itu!" Shen Jialin memarahi Wang Liang dengan mata yang melotot tajam.


"Dia bisa datang ke sini dalam keadaan sehat, 'kan? Lihatlah baik-baik, dia pura-pura dan datang untuk merampokku!" Wang Liang mencoba membela diri.


"Lalu bagaimana dia bisa terluka sekarang? Kalau bukan karena kau dan orang-orangmu, mana mungkin Gu Yue akan terluka. Gu Yue sudah menahannya ketika bertarung denganmu, tapi orang-orangmu malah bertindak kasar dan memperburuk lukanya. Setidaknya kau harus menjelaskan hal ini!"


"Dia tidak terluka! Dia tidak memiliki penyakit bawaan! Setidaknya, saat itu tantangan diterima dan aku hanya menerima syarat memberi kompensasi 10.000 tael karena kekuatannya lebih rendah dariku. Lagipula, mana mungkin seseorang dengan tingkat kultivasi serendah itu dapat mengalahkanku di tingkat 5? Mangkanya aku menerima syarat kompensasi, tapi dia sama sekali tidak mengatakan tentang penyakit bawaan!"


"Wang Liang, kau baru saja mengakuinya." Mu Xinhuan menarik sebelah alisnya dengan sinis. Semua orang jelas mendengarnya bahwa Wang Liang menjanjikan kompensasi karena perbedaan kekuatan, tapi pria itu tidak mau membayar dengan dalih bahwa Gu Yuena berbohong.


Hal itu menyebabkan reputasi Wang Liang semakin anjlok. Lupakan bagaimana ia berkelahi dengan orang yang jauh lebih lemah, namun masih kalah telak di arena. Ia bahkan tidak mau mematuhi ucapannya sendiri. Benar-benar bukan pria sejati.


Para murid yang menonton saling berbisik dengan berbagai ejekan yang dilontarkan pada Wang Liang. Hal itu membuat Wang Liang sangat kesal!


"Wang Liang, kau berhutang 10.000 tael emas padaku." Gu Yuena bicara menggunakan transmisi suara yang disalurkan oleh qi ke telinga Wang Liang. Tidak ada yang mendengar suaranya, tapi Wang Liang mendengarnya.


Wang Liang menekan tinjunya. Jumlah 10.000 tael emas sama saja menyumbangkan seluruh total aset keluarganya. Bocah ini benar-benar merampok!


"Jika tidak, aku akan membuatmu dituduh sebagai pembunuh dan dikeluarkan dari akademi. Aku bisa melakukan apa pun lebih dari ini." Gu Yuena mengancam menggunakan transimisi suara.


Wang Liang ingin berteriak bahwa Gu Yue adalah penipu, tapi Gu Yue justru menunjukkan sisi lemahnya dan terbatuk sambil mengeluarkan darah. Ia terlihat sangat terluka, membuat Wang Liang terdiam.


Pada akhirnya, Wang Liang menyerah. Dengan berat hati ia berkata, "Baik, 10.000 tael emas. Aku akan mengantarkannya ke kamarmu segera."


Gu Yuena tersenyum penuh kemenangan diam-diam. Ia mengangguk pelan dan tampak acuh tak acuh, lalu dibantu Mu Xinhuan dan Shen Jialin untuk kembali ke kamarnya.


Gu Yuena menoleh ke belakang, melihat Wang Liang yang kesal setengah mati. "Terima kasih." Ia berkata demikian sambil tesenyum sebelum akhirnya pergi menjauh.


Wang Liang terlalu kesal. Ia kembali ke kamarnya dan membanting pintu penuh amarah.


Semua orang pun dibubarkan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Suasana hati Gu Yuena sangat baik. Di hari berikutnya, Wang Liang benar-benar mengirim 10.000 tael emas yang dikumpulkan dalam kantung ruang berkapasitas besar.


Gu Yuena mengambil semuanya, dan menggunakan kantung ruang tersebut untuk menyimpan semua uang yang dimilikinya saat ini.


Sekali mendayung, dua pulau terlampaui. Ia sudah menjadi kaya, menyingkirkan Wang Liang atas emosi pribadi, dan memasuki peringkat atas halaman luar untuk misi. Hanya masalah waktu untuk pergi ke halaman dalam.


Sekarang, ia harus bersiap pergi ke Gunung Huo.


Luo Youzhe masih tidak terlihat, entah apa yang pria itu lakukan. Gu Yuena tidak peduli. Ia pun menyimpan semua barang keperluan dan pergi keluar untuk mengambil cuti beberapa hari.


Tanpa berkata pada orang sekitarnya, ia mengambil cuti pada bagian akademik dan memasuki Gunung Huo.


Melewati pembatas wilayah Akademi Yuansu, Gunung Huo di bagian dalam penuh dengan binatang buas tingkat tinggi dan mengerikan. Mereka saling berburu dan berpindah untuk mencari tempat menetap dan memperebutkan atau memperluas wilayah.


Di lapisan luar gunung ada sangat banyak monster tingkat 1 dan 2 berkeliaran, saling memburu dan diburu untuk meningkatkan diri dan bertahan di hutan penuh dengan aturan rimba.


Jika bukan dibunuh sesama monster, maka dibunuh manusia yang datang terutama pemburu. Itu sebabnya, monster tingkat rendah selalu hidup berkelompok dan berwaspada setiap saat untuk melindungi rasnya.


Gu Yuena tiba lebih cepat dan menggunakan sihirnya untuk meruntuhkan beberapa monster tingkat 2 yang bergerombol menyerang. Api yang berkobar di tangannya membakar para monster sampai kering. Aroma darah dan daging hangus tercium saat itu juga, membuat kelompok monter lain yang menunggu giliran menyerang semakin waspada.


Xiao Hei muncul di bahu Gu Yuena dan duduk tenang tanpa mengatakan apa pun. Gu Yuena melihatnya sekilas, lalu tersenyum seraya melihat kelompok monster setinggi 1 meter bertatapan kuning runcing penuh keinginan membunuh yang kuat.


Gu Yuena mendengus. "Esensi sihir, aku datang."