
Di pagi hari yang cerah, Gu Yuena memutuskan untuk keluar dari kamar setelah sekian lama. Ia sudah sendiri sejak terbangun dari tidur yang nyenyak, itu sebabnya terasa sangat membosankan.
Istana raja sangat besar, penuh perasaan terasingi dan suram. Sangat sedikit pelayan yang bekerja di tempat ini sehingga terkesan sangat sepi.
Berbeda sekali dengan Istana Yuansu yang ramai.
Di luar sana sedang hujan salju. Meski tidak deras, itu cukup dingin sampai Gu Yuena harus mengenakan mantel yang ia bawa dari ruang spiritual dan menyelimuti tubuhnya.
Daya tahan tubuhnya berkurang sejak koma. Itu sebabnya Gu Yuena kedinginan. Padahal biasanya tiap kali salju turun, dia tidak merasa tidak nyaman di tengah udara dingin karena tubuhnya selalu hangat akan api phoenix. Mantel hanya formalitas saat itu. Siapa sangka akan benar-benar membutuhkannya.
Gu Yuena duduk di anak tangga sambil memandang pemandangan luar yang penuh salju, merasa agak kesepian. Di saat tengah menikmati udara dingin dan suasana sunyi—seolah hanya ada dia yang hidup di dunia ini, sepasang iris merah itu mendapati sosok kecil familiar di luar sana.
Makhluk kecil seputih giok beserta dua mata bundar berwarna hitam jernih. Sisiknya yang putih menyatu dengan tumpukan salju.
"Xiao Lin?" Gu Yuena terkejut.
Makhluk kecil itu bergerak di udara, menembus hujan salju menghampirinya. Gu Yuena menyambutnya dengan senang hati, membiarkan ular kecil itu menempel di telapak tangannya.
"Bagaimana kamu bisa di sini?" Gu Yuena heran. Tapi melihat Xiao Lin yang tampak merindukannya, Gu Yuena jadi tidak bisa mengajukan pertanyaan berat.
Penyerangan itu ... seharusnya menghilangkan semua jejaknya. Entah bagaimana Xiao Lin bisa muncul di tempat ini.
Di sisi lain, Su Churan yang belakangan ini selalu berkunjung untuk menjenguk temannya hadir. Dia mengenakan mantel bludru berwarna putih dengan gaun merah muda yang manis. Ketika melihat Gu Yuena di tangga depan istana, dia langsung berlari menghampiri.
"Xiao Yuena, kamu baru saja pulih sudah berkeliaran keluar. Di sini sangat dingin, tidak baik untuk tubuhmu." Su Churan menghampiri sambil protes.
Gu Yuena hanya meliriknya acuh tak acuh, lalu fokus pada ular mungil dan lucu di tangannya yang terus meminta perhatian. Su Churan terdiam ketika melihat ular putih itu.
"Ini ...."
"Xiao Lin. Aku menemukannya di Kota Yin. Entah bagaimana dia bisa sampai di sini."
"Ah, bukan itu maksudku ...." Su Churan ingin menjelaskannya lebih lanjut, tapi tiba-tiba saja makhluk kecil itu memberinya tatapan dingin.
Su Churan mengantupkan mulutnya saat itu juga.
Metode pendekatan macam apa ini!
"Ada apa denganmu?" Gu Yuena bertanya.
"Tidak ... aku hanya ... tiba-tiba saja teringat sesuatu yang tidak penting." Su Churan tertawa canggung sambil melihat makhluk kecil itu dengan hati-hati.
"Churan, aku ingin menanyakan sesuatu. Apa keamanan Istana Tianshuang begitu longgar?"
"Apa maksudmu?"
"Aku masih bertanya-tanya bagaimana Xiao Lin bisa masuk ke Istana Tianshuang, sedangkan ketika aku berada di Istana Yuansu, seekor semut luar saja sulit untuk masuk."
Su Churan tersenyum kecut. Apa yang mengherankan? Makhluk kecil yang disebut Xiao Lin itu adalah Bai Youzhe, Raja Istana Tianshuang sendiri! Apa dia membutuhkan akses khusus untuk masuk ke istana?
Sayangnya, Gu Yuena tidak tahu hal itu.
"Apa kamu tahu makhluk apa dia?" Su Churan bertanya dengan hati-hati.
"Aku tidak yakin, tapi Xiao Hei berkata bahwa dia berasal dari ras Naga. Mungkin ... Naga yang belum berevolusi?"
Su Churan mendapat ide dalam sekejap. "Kamu tahu sendiri, Bai Youzhe adalah pemilik darah naga. Istana Tianshuang telah terhubung dengan ras naga langsung, sangat wajar jika ada naga kecil yang bisa mampir."
"Tapi ras naga telah menghilang."
"Itu adalah rahasia dunia. Mungkin saja ... teman kecilmu itu sebelumnya pergi ke dunia bawah lalu kebetulan muncul di sini dan menemukanmu."
Gu Yuena mengangguk paham, sedangkan Su Churan gelisah setengah mati. Gu Yuena percaya? Tapi Su Churan tidak percaya bahwa Gu Yuena semudah itu menelan karangan sepihak dan tak berdasar.
Lagi pula, apa yang dipikirkan Bai Youzhe sampai muncul dalam wujud naga? Naga kecil pula!
"Anu ... di sini sangat dingin. Lebih baik kita masuk ke dalam. Sebentar lagi Chu Xin datang membawakan sarapan."
Gu Yuena mengangguk, lalu bangkit dari posisi duduknya. Membawa Xiao Lin yang duduk di bahunya, mereka pun masuk ke dalam istana yang sepi ini.
Sedangkan Su Churan, tidak bisa bernapas lega sepanjang jalan sambil sesekali melirik ular kecil yang sangat tenang di bahu Gu Yuena.
Memikirkan siapa yang ada di balik tubuh mungil itu, Su Churan tidak tahu harus tertawa atau menangis. Apa yang akan terjadi bila Gu Yuena mengetahuinya?
Dua tahun yang lalu, Bai Youzhe mendapatkan wujud naga setelah menembus tingkat 9 di usia muda. Saat itu Bai Youzhe sedang berada di luar, tiba-tiba saja muncul dari langit dalam bentuk naga. Kemunculannya sangat mengejutkan, menyebabkan seluruh gunung gempar akan kemunculan sosok naga yang tidak pernah terjadi sebelumnya.
Pada saat itulah seluruh Istana Tianshuang menagungkannya. Raja terdahulu—Bai Tianzhi—menjadikan Bai Youzhe Raja selanjutnya sebelum mengasingkan diri.
Setelah hari itu, Su Churan tidak melihat wujud mengejutkan itu lagi. Mengerikan, tapi juga indah dengan sepasang iris biru gelap yang dingin.
Hanya saja, ia bertanya-tanya. Bagaimana naga sebesar itu bisa menjadi sangat mungil? Warna putih dan bermata hitam pula. Ia tidak akan mengenali jika aura naga keduanya tidak ada kemiripan.
Ini adalah penyamaran terniat.
Atau adakah alasan lain?
"Oh, iya. Di mana Bai Youzhe?" Gu Yuena tiba-tiba menghentikan langkah dan bertanya secara mendadak.
Su Churan membeku. Diam-diam curi pandang ke arah naga kecil dan mungil itu. Haha, Bai Youzhe ada di sana, lho.
"Entahlah. Dia bisa pergi kemana pun dia mau. Jika ada yang ingin disampaikan, bisa dikatakan sekarang. Aku akan menyampaikannya." Tidak perlu disampaikan sebenarnya, karena orang yang dimaksud bisa mendengar secara langsung dan sangaaat dekat.
Gu Yuena masih terlihat acuh tak acuh. "Bukan apa-apa, aku hanya bertanya. Bagus orang itu tidak ada."
Su Churan membeku untuk kesekian kalinya. Ia curi pandang ke arah naga kecil yang juga terlihat acuh tak acuh. Sepertinya naga tertentu tidak peduli bagaimana Gu Yuena mengusirnya terang-terangan.
"Xiao Yuena, apa kau tidak bisa sedikit lembut seperti seorang wanita?"
"Jika aku menjadi lembut, takutnya kau malah ketakutan." Gu Yuena menghela napas.
Su Churan tertawa canggung. Tidak salah, sih. Habisnya Gu Yuena terlihat aneh jika bersikap lembut. Bukan Gu Yuena namanya kalau tidak sedikit keras dan galak.
"Lalu ... aku lihat kau cukup nyaman di sini. Apa tidak berpikir untuk tetap di sini?"
Gu Yuena berbalik menghadap Su Churan, membuat perempuan itu harus menghentikan langkah. Gu Yuena tampak mengerutkan kening.
"Aku adalah tamu, tentu saja harus pergi. Masalah di depan sana masih harus diselesaikan. Aku tidak memiliki waktu untuk menikmati hidup."
"Kedengarannya menyedihkan. Tapi bukan itu maksudku." Su Churan berniat memperjelas. Bisa-bisanya pemikirannya dengan Gu Yuena jauh berbeda hanya karena satu kalimat.
"Lalu?"
"Berapa umurmu? 25?"
"Sejak kapan kau menghitung umurku?"
"Ah, ayolah. Xiao Yuena, kau dua tahun lebih tua dariku. Aku selalu penasaran. Teman-temanku yang lain sudah menikah sejak umur 17 tahun, tapi kamu malah menganggur dan hanya tahu cara membunuh. Sangat menyedihkan."
"Lalu kau?"
"Aku ... tentu saja aku berbeda. Aku masih lebih muda darimu. Atau, pikirkanlah kehidupan Gu Yueli. Meski rumah tangganya rumit, dia sudah jauh melampauimu dalam hal kehidupan."
"Aku tidak tertarik." Wajah Gu Yuena tetap datar.
"Ayolah, apa kamu tidak ingin sekali saja berkencan dengan seseorang? Dengan pria acak juga tidak apa-apa."
Pada saat itu juga, naga kecil di bahu Gu Yuena melirik Su Churan dengan tajam. Su Churan langsung menutup mulutnya rapat-rapat.
"Kau mengajari orang tapi tidak melakukannya untuk dirimu sendiri," cibir Gu Yuena.
"Kata siapa?" protes Su Churan. "Dengar, aku sudah berkencan sebanyak 5 kali dalam 5 tahun terakhir. Jangankan berkencan, aku bahkan sudah nyaris menikah tahun lalu! Yah, meski tidak lancar, aku sudah mencoba yang terbaik."
"Itu namanya Anda bodoh dalam memilih pria."
Ucapan Gu Yuena menjatuhkan harga diri Su Churan. Entahlah, rasanya ingin menangis saja menghadapi perempuan keras hati ini. Bagaimana ia bisa membantu Bai Youzhe jika Gu Yuena sendiri terlihat seperti tidak normal?
"Pantas saja tidak ada yang mau mendekatinya," gumam Su Churan. Untungnya Gu Yuena masa bodo akan gerutuan perempuan itu.
"Kau berkata seperti itu, bukan ingin mengetahui apa Bai Youzhe adalah prioritas jika aku ingin menjalin hubungan, 'kan?"
Sudah tertebak.
Su Churan menyengir kuda. "B-bukan begitu ... aku hanya merasa kasihan padamu."
"Kalau kukatakan, Bai Youzhe bukan satu-satunya prioritas, apa kau akan mengadu padanya? Atau ... kau sedang memancingku agar dia dengar sendiri?"
Su Churan tertegun. "Eh?" Ia melirik naga kecil di bahu Gu Yuena yang juga terlihat terkejut.
"Ternyata benar." Gu Yuena mendengus. Jarinya mengambil naga kecil di bahunya, lalu melihat sepasang mata bundar itu dengan mata menyipit. "Aku sudah curiga sejak awal, ternyata itu benar-benar kau."
Naga kecil itu mengeluarkan sinar di sekitar tubuhnya dan membesar membentuk seorang pria. Gu Yuena spontan pelepas pegangannya, tapi pria itu menggenggam tangannya dengan cepat.
"Kamu sudah tahu." Bai Youzhe yang muncul persis di hadapan Gu Yuena membuat Gu Yuena tersentak.
Terlalu dekat ....
Gu Yuena ingin mundur dan memberi jarak, tapi kakinya kehilangan keseimbangan saking terburu-burunya sehingga tidak bisa berdiri dengan benar.
Lengan Bai Youzhe dengan sigap menahan pinggang Gu Yuena yang posisinya kehilangan kendali. Bukannya mendapat jarak aman, tubuh mereka malah semakin dekat hingga jaraknya terhapus.
"Padahal kamu masih sakit, sudah berpikir untuk keluar istana." Bai Youzhe cemberut.
Gu Yuena ingin melepas pelukan Bai Youzhe, tapi tenaganya jelas kalah hingga ia mendengus kesal.
Bai Youzhe terkekeh, "Kenapa? Bukankah kamu tidak bisa berdiri? Aku harus menggendongmu."
Tanpa persetujuan dari Gu Yuena, Bai Youzhe mengangkat tubuh Gu Yuena begitu saja sampai perempuan itu memekik.
"Aku bisa jalan sendiri!" Gu Yuena menendang-nendang udara dengan sebal.
"Kamu ingin jatuh tadi. Kesehatanmu sedang tidak baik, aku tidak boleh ambil resiko." Bai Youzhe membalas dengan wajah tak bersalahnya.
"Kau ...."
Apa-apaan ini?
Seharusnya Gu Yuena sedang marah karena ditipu oleh pria itu, lagi dan lagi. Tapi ia malah jatuh ke dalam perangkap seperti ini. Menyebalkan!
"Kenapa kau menjadi seekor monster?" tanya Gu Yuena, tidak ingin siapa pun mengalihkan topik.
"Karena ... kamu suka monster kecil dan manis."
"Kau ingin mengintipku, 'kan!"
"Tidak. Lagi pula, kenapa jika aku mengintip? Aku sudah lihat semua." Bai Youzhe mengatakannya tanpa rasa bersalah sedikitpun.
Wajah Gu Yuena jadi merah padam. Siapa pun tolong pisahkan ia dengan pria gila ini!
"Padahal aku sudah sangat berusaha menyamarkan mataku agar tidak diketahui." Bai Youzhe menghela napas.
Gu Yuena tersenyum sinis. "Berterimakasihlah pada teman kecilmu yang memberiku kesempatan mencurigaimu."
Su Churan yang sejak tadi ingin menghilang di pojokan tiba-tiba merasakan aura tidak enak. Kedua manusia itu ternyata sedang melirik ke arahnya.
"Eh? Aku?" Su Churan menjadi bodoh seketika.
"Kalau saja kau tidak melirik Xiao Lin sejak awal dengan ekspresi aneh, aku mungkin tidak akan tahu sampai sekarang." Gu Yuena melakukannya sebagai bentuk balas dendam karena Su Churan telah mendesaknya untuk berkencan. Rasakan itu.
"Ini ... Xiao Yuena, bagaimana kau bisa sadar?" Su Churan salah tingkah. Ia melihat tatapan Bai Youzhe yang tampak dingin, ditunjukkan padanya.
Baiklah, seharusnya ia tidak memancing Gu Yuena sejak awal jika tahu urusannya jadi seperti ini. Lebih baik ia membantu Chu Xin membawakan makanan.
Tapi ... begini juga tidak salah.
Lihatlah Gu Yuena yang jatuh ke pelukan Bai Youzhe itu, terasa sedang menonton drama romantis!
"Hah, Chu Xin tidak datang-datang. Kurasa dia butuh bantuan, aku harus menemuinya untuk membantu." Su Churan mencari alasan untuk pergi dan lari terbirit-birit. Ia tidak ingin menjadi pengganggu pasangan yang ia usahakan itu. Tidak boleh merusak momen!
Gu Yuena malah melihat kepergian Su Churan dengan wajah tidak setuju. Ia pun melirik Bai Youzhe yang juga menatapnya.
"Apa lihat-lihat!" Gu Yuena bersikap galak.
Bai Youzhe tersenyum kecut. "Nana, apa kamu marah karena Xiao Lin adalah aku? Apa aku harus menjadi Xiao Lin lagi untuk menghiburmu?"
Gu Yuena memalingkan wajah. "Turunkan aku."
"Nanti kamu jatuh lagi."
"Tidak akan." Gu Yuena kekeh pada ucapannya.
Mau tidak mau Bai Youzhe menurunkan Gu Yuena, membiarkan perempuan itu berdiri dengan kedua kakinya.
Hal tersebut membuat Bai Youzhe tersenyum cerah. "Xiao Lin masih sakit, harus mendapat aura phoenix untuk menyembuhkannya."
Ekspresi datar Gu Yuena berubah menjadi suatu kejutan kecil. Ia melihat Bai Youzhe dengan tidak percaya. "Kau sakit?"
"Aku selalu sehat." Bai Youzhe menyengir kuda. "Yang sakit itu Xiao Lin. Bukankah beberapa waktu lalu kau melihatnya terluka?"
Gu Yuena menjadi bingung sendiri. Xiao Lin adalah Bai Youzhe, lalu apa bedanya selain wujud mereka?
"Apa yang terjadi padanya?" Gu Yuena bermaksud mengikuti jalan cerita yang digunakan Bai Youzhe.
"Sebelumnya mengalami pertempuran hebat, lalu terluka. Ketika kau menemukannya di Kota Yin dan menggunakan kekuatan spiritualmu untuk menyembuhkannya, dia merasa lebih baik."
"Jadi luka itu bukan disengaja?"
"Apa menurutmu dia akan melukai dirinya sendiri sedangkan dia dicurigai?"
Gu Yuena terdiam. Entah apa saja yang dilalui Bai Youzhe, tapi sepertinya Bai Youzhe menggunakan kesempatan ini untuk menceritakannya padanya. Menggunakan Xiao Lin sebagai dalih, menggantikan posisinya.
"Siapa yang melukainya?" Gu Yuena penasaran. Seseorang yang dapat membuat Bai Youzhe terluka seperti itu, pasti bukan orang biasa.
"Entahlah. Dia tidak mengatakannya." Bai Youzhe menolak memberitahu.
Gu Yuena tidak bertanya lagi.
"Kamu sepertinya sangat perhatian." Bai Youzhe terlihat memiliki suasana hati baik saat ini.
Gu Yuena bersikap seenaknya. "Itu karena dia makhluk kecil dan imut."
"Bagaimana denganku?"
"Entahlah. Aku takut Xiao Lin yang sensitif itu cemburu, seperti Xiao Hei dan Xiao Bai. Di mana mereka?"
"Bersenang-senang."
"Kau yakin?"
"Aku pikir begitu."
Tapi Gu Yuena merasa tidak yakin. Pria ini selalu menyimpan banyak rahasia, tapi ia tidak bisa menanyakan lebih banyak hal.
Sudah jelas, Bai Youzhe akan menutupi apa pun yang ingin ia tanyakan dengan berbagai alasan. Gu Yuena hanya bisa mencaritahu sendiri. Setidaknya untuk saat ini, ia yakin dua kucing itu baik-baik saja di bawah Bai Youzhe—terlepas dari apa yang dilakukan pria itu.
Ini kali pertama Gu Yuena menoleransi seseorang. Salah satu alasannya adalah karena ia tidak berdaya. Sisanya, ia percaya Bai Youzhe tidak akan mencoba membuat dua kucing itu dalam masalah hanya karena cemburu. Setidaknya pria itu tidak bodoh seperti beberapa orang.
"Baiklah, kalau kau berpikir seperti itu." Gu Yuena melihat ke arah jendela istana. Hujan salju ternyata sudah berhenti, meski masih ada sedikit kepingan salju yang turun.
Gu Yuena pergi keluar, menghirup udara segar di mana akhir dari musim dingin akan tiba. Meski udaranya masih sangat dingin, hatinya merasa lebih tenang dari sebelumnya.
Ia tidak tahu apa ini karena udara dingin di luar atau sosok yang mengikuti di belakangnya. Suasananya jauh berbeda dibanding ketika ia berada di istana sendirian. Padahal jelas-jelas tidak ada yang berubah di tempat ini.
"Nana, suasana hatimu sedang baik?" Bai Youzhe menegur ketika melihat Gu Yuena yang diam melihat kepingan salju di tangan.
Sebenarnya, suasana hati Gu Yuena sangat baik sejak awal. Hanya saja, ia dibuat sedikit kesal oleh Bai Youzhe, mengetahui bahwa ia telah ditipu. Tapi itu hanya sesaat.
"Apa kau selalu sendirian di tempat ini?" tanya Gu Yuena.
"Tidak ada lagi yang bisa kubawa, aku selalu seperti ini, tidak pernah berubah." Bai Youzhe menghampiri Gu Yuena, melihat wajah cantik itu tanpa mengalihkan pandangan sedikitpun.
Bai Youzhe melanjutkan, "Tapi kamu ada di sini, aku tidak sendiri lagi."
Gu Yuena meliriknya sekilas, lalu membuang pandangan. Selalu saja seperti ini. Tidak bisakah pria itu sedikit memberi keringanan untuk tidak membuatnya salah tingkah?
"Kenapa kau masih di sini? Aku sedang ingin sendiri." Gu Yuena mengusir begitu saja tanpa berbalik melihatnya.
Tidak ada jawaban apa pun, melainkan sesuatu yang membuat Gu Yuena terkejut. Tiba-tiba saja pria itu memeluknya dari belakang. Gu Yuena terdiam tanpa bisa berkata-kata.
Tidak baik untuk jantung.
"Aku sangat merindukanmu." Bai Youzhe bicara dengan nada rendah sambil memendamkan wajahnya di bahu Gu Yuena
"Bai Youzhe, kau kerasukan apa?" Gu Yuena masih menganggapnya enteng. Ia ingin berbalik, tapi pelukan pria itu semakin erat. Gu Yuena berusaha untuk tetap tenang dan bernapas senormalnya. "Kita ... sudah bertemu sejak lama. Tidak perlu seperti ini."
Ia tidak akan heran jika pria itu bersikap demikian saat mereka pertama kali bertemu setelah sekian lama. Tapi ini?
"Berdasarkan hitungan, kita baru bertemu dan bicara secara langsung tiga kali sejak berpisah 6 tahun. Yang lain tidak dihitung."
"Bisa gitu?" Gu Yuena akui, itu tidak salah. Tapi ... apa harus berlebihan seperti ini? Mereka juga tidak sedekat itu. "Aku pikir, tidak baik jika dilihat orang." Masalahnya mereka ada di luar.
"Apa karena kamu merasa bahwa kamu adalah orang luar?" Bai Youzhe akhirnya melepas pelukan. Tapi ia memutar tubuh Gu Yuena agar berhadapan dengannya dan menatapnya langsung.
Gu Yuena gelagapan, "Ya? Tidak salah, menurut—"
"Bagiku, kamu bukan orang luar." Bai Youzhe berkata dengan sungguh-sungguh.
Perasaan Gu Yuena tidak enak.
Menatap sepasang iris merah tersebut lekat-lekat, Bai Youzhe berkata dengan penuh keyakinan, "Gu Yuena, menikahlah denganku."
"Apa?" Gu Yuena tersentak sampai matanya membulat sempurna. Ia menatap pria itu tidak percaya, merasa pikirannya terbelit sampai tidak bisa mencerna dengan baik.
Apa ia sedang dilamar?
Gu Yuena tidak bisa berpikir dengan baik. Ia terlalu terkejut, lalu panik, dan tidak bisa melakukan apa pun. Jantungnya terasa ada di tenggorokan. Dalam kondisi seperti ini, apa yang bisa dia lakukan?
"Bai Youzhe ... kau tahu apa yang kau katakan?" Gu Yuena masih tidak percaya.
"Aku sudah menunggu hari ini sejak lama. Aku ingin menikah denganmu, bagaimana denganmu?"
"Aku ...." Otak Gu Yuena mengalami kebuntuan.
Apa yang harus ia jawab!
Raut Bai Youzhe tampak teringat oleh sesuatu. Ia mengeluarkan sesuatu dari ruang spiritual, lalu setengah berlutut di depan Gu Yuena.
"Gu Yuena, maukah kau menikah denganku? Aku akan menjadikanmu wanita paling bahagia di dunia."
Gu Yuena lagi-lagi dibuat terkejut oleh sebuah cincin yang tampak bercahaya di depan matanya. Tampak sangat berharga, sampai Gu Yuena tidak bisa memikirkannya lagi. Cincin yang sangat indah dengan permata merah yang sangat persis dengan warna matanya.
Gu Yuena tidak bisa mengendalikan dirinya lagi. Ia akui, ia takut jika Bai Youzhe merasa kecewa dan pergi setelah ia menolak. Jika ia menerima, itu berarti ia akan menjadi phoenix yang sempurna. Hanya saja, apa benar itu yang ia inginkan?
Gu Yuena takut, perasaannya terhadap Bai Youzhe hanya semata-mata karena pria itu adalah pemilik darah naga. Sepertinya keputusan Bai Youzhe menyembunyikan identitasnya adalah hal tepat.
Bai Youzhe sadar atas kebimbangan Gu Yuena. Ia berdiri di hadapan perempuan itu, lalu menyentuh wajahnya dengan lembut.
"Kamu takut?" tanyanya.
"Apa kamu sungguh-sungguh?" Gu Yuena bertanya balik.
Bai Youzhe tersenyum. "Aku sudah ingin melakukan ini sejak lama. Enam tahun itu terasa sangat berat."
"Kau mencintaiku, bagaimana jika aku tidak mencintaimu?" Gu Yuena masih ragu.
"Sudah kukatakan, aku tidak akan melepaskanmu. Aku akan membuatmu mencintaiku."
"Lalu, bagaimana jika aku menolak lamaranmu?"
"Aku akan melamar lain kali, sampai kamu menerimaku." Bai Youzhe menjawab dengan pasti, berusaha agar tidak membuat Gu Yuena tidak nyaman.
Gu Yuena merasa tertekan sendiri. "Kenapa kamu selalu menjawab segala hal dengan mudah?"
Kali ini Bai Youzhe yang agak bingung. Bukankah hanya pertanyaan sederhana? Apa ia harus berpura-pura kebingungan supaya Gu Yuena puas?
"Tidak segala hal aku ketahui." Bai Youzhe mencoba mengalah. Jangan sampai suasana hati Gu Yuena memburuk karena hal ini.
Gu Yuena masih terlihat tertekan. Itu membuat Bai Youzhe serba salah dan bingung apa yang harus dilakukan. Sepertinya ia mengambil kesempatan di waktu yang salah.
"Kamu tidak harus menjawab sekarang, tidak perlu terbebani oleh hal ini." Bai Youzhe ingin sedikit meringankan Gu Yuena agar tidak terlalu panik. Sepertinya semua wanita memang seperti ini, panik saat dilamar.
"Bai Youzhe." Gu Yuena akhirnya membuka mulutnya setelah terdiam beberapa saat.
Mendadak perempuan itu diam, tampak tidak tahu harus mengatakan apa ketika pandangan mereka saling bertemu.
Ia pikir ... tidak perlu ada yang dikatakan lagi.
Gu Yuena berjinjit karena tingginya yang lebih pendek, lalu menyatukan bibirnya dengan lembut ke bibir Bai Youzhe.
Hal itu berhasil membuat Bai Youzhe terdiam seperti patung. Sekarang, gantian otaknya yang tidak singkron sampai tidak bisa memberi reaksi apa pun.
Gu Yuena menerimanya?
Benarkah?
Bai Youzhe sangat senang sampai ingin melompat. Ketika Gu Yuena melepas sentuhan bibirnya, Bai Youzhe langsung menarik pinggangnya dan menatap iris merah itu lekat-lekat.
"Cepat sekali, aku belum merasakannya dengan jelas." Bai Youzhe protes dengan nada rendah, yang membuat Gu Yuena gelagapan.
"Aku takut ... dilihat orang." Gu Yuena merasakan kehadiran orang lain di sekitat.
Bai Youzhe mendekatkan wajahnya sampai kedua hidung mereka bersentuhan. "Lebih bagus jika orang lain melihat. Itu menyatakan, bahwa kamu hanya milikku."
Tepat setelah mengatakannya, pria itu memiringkan kepalanya dan memberi ciuman lembut di bibir Gu Yuena. Lama tidak ciuman tidak membuatnya kaku, ia justru bersemangat dan menelusupkan lidahnya ke mulut Gu Yuena.
Benar saja, persepsi Gu Yuena tidak salah. Su Churan dan Chu Xin yang baru sampai membawa makanan langsung dikejutkan oleh pemandangan romantis yang membuat Su Churan terharu.
Tidak hanya ada dua perempuan itu, tapi Bao Jun yang hendak menemui Bai Youzhe untuk urusan penting langsung tertegun. Apa itu benar manusia yang ia ikuti selama bertahun-tahun?
"Uwaah, jangan ganggu, jangan ganggu! Aku tidak lihat apa pun!" Su Churan salah tingkah sampai jingkrak-jingkrak dan menyeret Chu Xin yang mematung.
"Anak kecil, jangan lihat lagi. Itu urusan orang dewasa. Kamu yang jomblo dari lahir, tidak usah lihat-lihat." Su Churan terlalu senang sampai ikut menyeret Bao Jun yang juga mematung.
Akhirnya, setelah sekian lama ....
Doa Su Churan terkabul!
Baru saja ditinggal sebentar, sudah berkembang begitu jauh. Tinggal tunggu pengumuman resminya.
Bai Youzhe melepas ciumanya dan akan melanjutkannya di leher Gu Yuena, tapi Gu Yuena langsung menahan bahunya, menatap pria itu dengan was-was.
"Apa kau begitu tidak tahu tempat?" Gu Yuena melihat sekitar. Benar saja, ia melihat Su Churan kabur bersama dua lainnya.
Bai Youzhe terkekeh. "Mereka bukan masalah."
"Mereka memang bukan masalah, tapi ...." Gu Yuena hanya merasa malu jika pelayan juga melihat.
Bai Youzhe mendekatkan bibirnya di telinga Gu Yuena. "Lalu, kamu ingin melanjutkannya di kamar?"
Gu Yuena memerah seketika. "Itu ...."
Bai Youzhe meraih lengan Gu Yuena dan merengkuhnya di dinding dalam istana. Ia mengangkat dagu Gu Yuena dan ******* bibirnya dengan panas.
Gu Yuena mengalungkan kedua tangannya di leher Bai Youzhe, menggigit bibir pria itu dan membalas ciumannya lebih dalam. Tubuh Gu Yuena diangkat, duduk di atas meja tanpa melepas tautan bibir mereka yang penuh gairah.
Hubungan itu berlanjut ke tahap yang lebih dalam. Dengan pakaian luar yang berserakan di lantai, mereka melampiaskan gairah di atas tempat tidur.
Gu Yuena melepas ciuman untuk mengambil napas. Dadanya naik-turun, tampak memburu. Berbeda dari sebelumnya, kali ini benar-benar membuatnya tak terkendali.
Ah, dia pasti sudah gila.
"Apa kau akan berhenti, seperti saat itu?" tanya Gu Yuena.
"Tidak," balas Bai Youzhe. "Aku sedang berpikir, apa kau akan marah jika aku melakukannya atau tidak."
"Marah?" Gu Yuena kosong untuk beberapa saat. Sepertinya tingkat kegarangannya sebagai perempuan benar-benar membuat pria di depannya salah paham.
Gu Yuena ingin tertawa, tapi ia menahannya dan hanya tersenyum ringan. Ia mengalungkan kedua tangannya ke leher Bai Youzhe dan menariknya mendekat.
Ia berbisik di telinga pria itu, "Lanjutkan saja."
Bisikan dan hembusan napas hangat Gu Yuena di telinganya membuat Bai Youzhe nyaris gila. Ia pun berkata, "Aku tidak akan berhenti."
Bai Youzhe menghirup leher Gu Yuena dengan sensual hingga Gu Yuena meremang. Tangannya meraba sampai ke bagian sensitif dan menekannya.
"Youzhe ... ugh ...."
Gu Yuena menggeliat, merasakan perasaan asing yang begitu mengganggu, tapi ia tidak bisa tidak menyukainya. Sangat aneh, namun menggairahkan.
Hubungan yang lebih dalam menjadi lebih panas sampai puncaknya. Entah berapa kali Gu Yuena mengeluarkan suara aneh. Dia akan membuatnya malu sendiri jika mendengarnya.
Di balik semua itu, sesuatu yang sudah ditakdirkan terwujud antara naga dan phoenix. Naga dan phoenix bersatu, kutukan bawaan hanyut dalam energi spiritual di udara.