
"Jangan dibunuh!"
Xiao Hei diam, lalu melihat Gu Yuena yang sedang dijaga oleh Xiao Bai. Xiao Bai juga menatapnya bingung.
"Mati terlalu mudah baginya." Gu Yuena tersenyum penuh arti. Ia ingin melahap makhkuk itu juga.
Ada baiknya seseorang tidak begitu serakah, tapi kasus Gu Yuena adalah hal berbeda. Karena ia sudah dekat dengan roh phoenix, maka tidak perlu menunggu kekuatannya meningkat dengan sendirinya.
Setelah melahap macan kumbang, pasti akan mendapat terobosan tingkat kultivasi.
Xiao Hei pikir itu benar, tapi Xiao Bai gelisah. "Nona baru saja menyerap beberapa monster iblis. Kekuatan belum stabil. Selain itu, macan kumbang memiliki kekuatan yang lebih kuat dari monster iblis biasa, dia adalah tunggangan tuan iblis, jenis monster penjaga seperti si hitam."
"Itulah alasannya aku membuat keputusan. Jika tuan iblis tidak menemukan tunggangannya yang berlangkah lebar ini, pasti akan sangat marah ketika harus mendaki gunung sendirian." Gu Yuena memiliki otak nakal, telah memikirkan hal ini sejak mengetahui latar belakang macan kumbang.
Macan kumbang yang mendengarnya jelas tidak bisa diam. Ia memberontak, tapi Xiao Hei mengetuk kepalanya dengan keras sampai jatuh ke tanah dengan pasrah.
Xiao Bai menghela napas. "Nona, apa kamu tidak ada urusan lain selain membuat orang lain marah?"
"Aku ingin roh phoenix secepatnya." Gu Yuena melihat Xiao Bai dengan dingin. Sekilas, iris merahnya berubah menjadi hitam.
Xiao Bai terkejut, tapi tidak mengatakan apa pun. Sedangkan Xiao Hei tidak sadar akan keanehan tersebut dan melempar macan kumbang untuk Gu Yuena begitu saja sebelum akhirnya berubah menjadi kucing kecil yang imut.
"Nona, silahkan." Xiao Hei berkata dengan nada santai, tidak sadar akan kecemasan Xiao Bai.
Xiao Bai benar-benar tidak bisa meyakinkan nonanya untuk tidak bergantung dan rakus pada kekuatan iblis. Ini gawat! Bagaimana jika nonanya berubah menjadi iblis?
Gu Yuena pasti sudah mempertimbangkannya. Namun, dia tetap menerima macan kumbang dan mencari tempat yang aman untuk melakukan pelahapan jiwa.
Masih di dalam barrier yang ia buat sendiri, Gu Yuena duduk di bawah pohon. Xiao Hei menahan macan kumbang yang ingin kabur di atas tanah, sedangkan Xiao Bai berjaga-jaga mengantisipasi bila ada gangguan.
Gu Yuena mulai menarik jiwa macan kumbang menggunakan kekuatan jiwa. Kabut hitam dari macan kumbang keluar dari tubuhnya dan terserap ke dalam tubuh Gu Yuena. Rasa sakit akan jiwa yang ditarik menyebabkan macan kumbang mengaum keras dan meronta.
Makhluk sebesar itu meronta di tengah hutan, sudah pasti akan menyebabkan tanah bergoyang. Jadi Xiao Hei tetap menahannya di tanah agar tidak mempengaruhi lingkungan, apalagi meruntuhkan pohon akibat amukan macan kumbang.
Macan kumbang iblis memiliki tingkatan kekuatan yang jauh lebih tinggi dari monster iblis biasa. Setidaknya, setara dengan monster iblis penjaga seperti kucing neraka. Melihat betapa gelisah macan kumbang dan berteriak seperti kesetanan, Xiao Hei hanya bisa meringis ngilu.
Untung saja ia melayani nonanya dengan baik sejak awal.
Di sisi lain, Gu Yuena tidak terlihat baik. Seperti kata Xiao Bai, kekuatan iblis di dalam tubuhnya belum stabil sehingga tidak boleh menyerap monster iblis lagi. Serangan balik dari jiwa macan kumbang menyakiti jiwa Gu Yuena sehingga wajah wanita itu terlihat sangat pucat.
"Nona ...." Xiao Bai gelisah.
Xiao Hei juga mulai serius dan melepas macan kumbang yang sudah tak bernyawa lagi. Ia melihat Gu Yuena dengan rasa khawatir yang besar.
Mereka tidak tahu apa yang terjadi pada jiwa Gu Yuena. Dalam alam jiwa, serangan balik macan kumbang melemahkan Gu Yuena sehingga wanita itu terpojok. Kekuatan iblis lainnya juga mulai menyerang balik, menekan Gu Yuena dengan aura yang mengerikan.
"Sial." Gu Yuena melihat sosok macan kumbang di depannya yang dipenuhi niat membunuh.
Makhluk itu menyerang lagi seperti hewan yang menggila. Meski tidak bisa menggunakan sihir, kekuatan fisiknya masih sangat besar. Sihir Gu Yuena juga ditahan sehingga hanya bisa menggunakan kekuatan jiwa untuk menyerap kekuatan macan kumbang yang sulit dikendalikan.
Gu Yuena melompat ke sudut lain, lalu memobilisasi kekuatan jiwa di tangan yang telah terkumpul dari banyaknya jiwa iblis yang diserap. Macan kumbang terjerat di antara kekuatan jiwa yang menahannya, lalu memberontak kasar dan mengeluarkan suara raungan yang memekakkan telinga.
Macan kumbang berhasil lepas setelah mengeluarkan sepenuh kekuatan. Hancurnya jeratan kekuatan jiwa menyebabkan macan kumbang dengan mudah meluncur dan menyambar Gu Yuena begitu saja.
Gu Yuena terhempas, memuntahkan seteguk darah dan merasa seluruh jiwanya telah hancur berkeping-keping. Sangat sakit.
Di luar sana, Xiao Bai dan Xiao Hei panik setengah mati melihat Gu Yuena yang muntah darah.
Macan kumbang tidak berhenti menyerang. Dia terus meluncur secepat kilat, membentuk diri sebagai bayangan untuk mencabik-cabik manusia yang berani menginjak-injaknya.
Gu Yuena tidak sepenuhnya kehilangan tenaga. Ia melesat, menghindari serangan macan kumbang sebesar itu dan melompat ke punggungnya. Hal tersebut membuat macan kumbang semakin gila!
"Patuhlah," gumam Gu Yuena, sebelum akhirnya menciptakan kabut hitam layaknya sulur yang mencuat dari tanah gelap. Sulur hitam itu bergerak ke atas mengelilingi macan kumbang, lalu menjeratnya sampai menyebabkan macan kumbang tidak bisa bergerak.
Gu Yuena di atas macan kumbang sedikit tersenyum, namun senyum itu berubah menjadi kejutan ketika merasakan sesuatu yang mengganjal.
Ia kembali muntah darah, lalu mendarat ke tanah dalam keadaan tubuh tidak stabil. Macan kumbang yang tidak bisa melakukan apa pun terserap begitu saja, menyatu dengan jiwa Gu Yuena yang sedang melemah. Hal tersebut menciptakan rasa sakit luar biasa dan menyebabkan beberapa kerusakan pada jiwa Gu Yuena.
Sekitar tubuh jiwa Gu Yuena memiliki retakan ungu akibat kekuatan iblis yang ingin menerobos keluar. Wanita itu duduk di tanah dalam keadaan lemah, menahan rasa sakit yang membuat tubuhnya bergetar hebat.
Jiwanya seperti terkoyak, sedangkan kekuatan spiritualnya mulai berubah secara perlahan. Perasaan yang dialami benar-benar mimpi buruk, membuatnya berpikir bahwa mati lebih baik dari hidup.
Simbol phoenix di antara alis Gu Yuena menyala dengan warna merah pekat. Detik berikutnya, darah mengalir dari sana seolah simbol itu dilukis menggunakan darah yang kini mengalir dan menetes ke tanah.
Xiao Bai dan Xiao Hei semakin panik tak karuan dan mulai ribut. Cuaca di langit menjadi gelisah, gelap, dan dipenuhi petir yang sulit diprediksi. Bahkan petir yang menyambar sampai menghancurkan barrier yang sebelumnya dibuat Gu Yuena, menyebabkan aura wanita itu benar-benar bocor.
Xiao Bai dan Xiao Hei menggunakan sihir mereka untuk menahan aura yang bocor. Jika posisi Gu Yuena diketahui, tamatlah mereka.
Masalahnya, nonanya akan menerobos sekarang!
Di puncang Pegunungan Iblis, sesuatu meledak dari sana, menciptakan percikan api serta lahar yang tidak ada habisnya. Bai Youzhe yang ada di dekat asal ledakan langsung menyadari, bahwa waktunya benar-benar sudah tiba.
Ia jadi gelisah ketika melihat langit yang dipenuhi awan gelap, berharap Gu Yuena baik-baik saja. Proses evolusi dan penerobosan tingkat 9 sama sekali tidak bisa dibantu pihak luar, atau nyawanya akan terancam.
Di samping itu, Yang Xinyuan di wilayah lain membuka matanya menyadari bahwa situasi alam sedang tidak baik-baik saja. Langit yang gelap menunjukkan tanda bencana. Ia tahu apa artinya, dan langsung bergegas ke asal awan gelap seperti kabut yang terbang.
Beruntung Xiao Bai dan Xiao Hei sempat menekan aura darah phoenix yang akan terekspos sehingga kejadian ini hanya memunculkan fenomena alam di langit dan pegunungan. Mereka sedikit lega untuk itu.
Tapi mungkin saja, fenomena alam ini akan menarik banyak perhatian dan mencari apa yang menyebabkan awan hitam muncul. Mereka harus bersiap.
"Nona, bertahanlah!" Xiao Hei sangat gelisah. Ia mempertahankan pembatas aura yang hampir retak bersama Xiao Bai, setidaknya sampai Gu Yuena sadar. Proses ini akan memakan waktu yang sangat lama.
Petir tak kunjung usai, sedangkan tubuh Gu Yuena seperti terlalap oleh sihir api semerah darah. Tubuhnya sudah bergetar menahan rasa sakit luar biasa yang dialami jiwanya, sedangkan kekuatan spiritualnya terus melonjak seperti roller coaster.
Tinggal satu langkah untuk menjadi phoenix, yakni roh phoenix. Evolusi tahap akhir ini akan berakhir setelah bersatu dengan roh phoenix. Kekuatan iblis yang menempa tubuhnya juga akan dimurnikan. Untuk saat ini, Gu Yuena harus bertahan di bawah rasa sakit berbagai macam serangan balik kekuatan monster iblis dan penerobosan tingkat.
Hingga akhirnya sinar merah di tubuh Gu Yuena membesar, merebak dan menciptakan kobaran api di sekitar hutan. Barulah Gu Yuena membuka mata dalam keadaan tersontak. Napasnya memburu, keringat membasahi tubuhnya, sedangkan bibirnya terasa manis akan darah yang keluar.
Xiao Bai dan Xiao Hei di sisi lain nyaris runtuh akan tekanan dan menyebabkan barrier pecah saat itu juga. Gu Yuena sadar apa yang terjadi, langsung menarik auranya sendiri agar tidak terekspos, lalu menghilangkan segala kekacauan dengan sapuan tangan.
Awan gelap dan petir menghilang saat itu juga, digantikan dengan siang hari yang cerah.
Itu adalah efek penggabungan kekuatan iblis dengan darah phoenix. Ketika dua kekuatan yang bertolak belakang menyatu, itu adalah penentangan terhadap alam sehingga awan gelap dan petir muncul. Sedangkan situasi yang seharusnya terjadi hanyalah fluktuasi energi di lain yang lebih tinggi serta roh phoenix yang terbangun.
Mengenai roh phoenix yang terbangun, Gu Yuena jadi penasaran seperti apa itu.
"Nona, bagaimana perasaanmu?" Xiao Bai langsung menanyakannya dengan perasaan khawatir. Xiao Hei juga ikut bertanya.
Gu Yuena sedikit tersenyum. Wajahnya masih sangat pucat, tapi menurutnya itu bukan masalah. "Tidak perlu khawatir. Itu adalah reaksi wajar bila aku melatih kekuatan iblis."
Keduanya menghela napas lega. Tadi nyaris saja menjadi kacau.
"Kita kembali ke kelompok siluman." Gu Yuena bersiap pergi dan membersihkan wajahnya dari darah. Ia menyentuh dahinya di mana simbol phoenix berada, terasa panas. Akan sulit menyamarkannya karena kekuatan yang aktif.
Di saat Gu Yuena memikirkan cara untuk menyamarkan simbol phoenix di antara alisnya, tiba-tiba pandangannya gelap begitu saja. Kepalanya terasa terbentur benda keras, membuatnya jatuh pingsan saat itu juga.
Xiao Hei dan Xiao Bai melihat Gu Yuena tergeletak begitu saja di atas tanah pun berteriak panik. "Nona!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gu Yuena sampai di tempat serba hitam, mirip alam jiwa. Namun bedanya, Gu Yuena masih bisa menggunakan kekuatannya di tempat ini.
Ia mengeluarkan api di tangan, berniat menerangkan sekitar, tapi kegelapan ini tak tertembus sehingga api di tangannya hanya berfungsi untuk membuatnya melihat anggota tubuh sendiri.
Tidak tahu apa yang membuatnya berada di sini. Apa ada efek samping lain terhadap penerobosannya?
Gu Yuena berjalan ke segala arah yang kosong. Detik berikutnya, ia mendengar tawa seorang wanita yang terdengar lembut. Gu Yuena terkesiap, bersiap dengan sihirnya untuk melawan musuh.
Merasakan kehadiran sosok lain di sekitarnya, Gu Yuena mengerahkan sihirnya untuk menyerang ke arah sosok tersebut. Sihir merah di tangannya menyala, meluncur ke dalam kegelapan. Namun, sihir itu seolah menghilang begitu saja—tenggelam dalam kegelapan.
Gu Yuena mengerutkan kening. Selanjutnya, suara tawa kembali terdengar membuat Gu Yuena spontan berbalik arah dan melemparkan sihir.
"Gu Yuena oh Gu Yuena, apa kamu begitu bodoh?"
Gu Yuena terkejut karena suara itu terdengar sama mirip dengan suara miliknya. Ia mencari sosok yang bicara dalam kegelapan, tapi tidak ditemukan.
"Siapa?" tanya Gu Yuena.
Kegelapan dalam pandangan Gu Yuena berakhir begitu saja. Ia kembali ke alam spiritualnya sendiri yang berupa ruang gelap penuh sihir merah yang menyala. Ternyata dia ada di alam spiritualnya sendiri. Kenapa tadi terasa aneh? Siapa yang ada bersamanya?
"Apa kau telah melupakan tujuanmu sendiri?"
Suara itu kembali terdengar, tepat di telinga kanan Gu Yuena. Gu Yuena spontan menoleh dengan waspada. Matanya terbelalak melihat sosok yang mirip dengannya, tapi memiliki mata dan rambut hitam legam dengan wajah pucat seperti mayat.
"Kenapa kita mirip?" tanya Gu Yuena.
Wanita itu tertawa, lalu mendekati Gu Yuena seraya menjawab, "Aku, adalah kamu dan keinginan terbesarmu."
Gu Yuena mengerutkan kening tidak percaya. Tapi wanita itu sepertinya tidak peduli apa Gu Yuena akan percaya atau tidak.
Wanita itu berkata lagi, "Gu Yuena, kamu berubah sangat banyak, apa kau tidak sadar? Kau bahkan berpikir terlalu banyak apa harus melanjutkan pengumpulan 1000 darah atau tidak. Apa yang kamu takutkan?"
"Apa maksudmu?"
"Jangan mengelak dan berpura-pura tidak mengerti. Di dunia ini, hanya aku yang paling mengerti dirimu. Semua keinginanmu, serta dendammu yang tidak terbalas." Wanita itu tersenyum misterius. "Setelah mendapatkan roh phoenix, kamu harus menentukan akan bagaimana kedepannya. Siapa yang akan kau pilih, dan siapa yang akan kau bunuh."
Gu Yuena sepertinya tersadar akan sesuatu mengenai siapa wanita yang mirip dengannya itu. Namun, ia sedikit ragu.
"Aku adalah penggambaran masa lalumu. Jangan ragukan keberadaanku, karena kita adalah orang yang sama." Wanita itu berdecak. "Mari kita perhitungkan. Di masa lalu, orang-orang menindasmu tanpa memikirkan apa yang kamu rasakan, bagaimana kamu yang merupakan seorang putri menerima perlakuan seperti itu? Gu Shan tahu identitasmu, tapi membiarkanmu ditindas begitu saja dan meninggikan Gu Yuan bagai dewa. Bukankah dia sedang meremehkanmu?"
"Dia sudah mati."
"Benar, tapi keturunannya hidup dengan baik. Kali ini, Klan Ye menghinamu, bahkan ingin membunuhmu. Gu Yueli bahkan beraninya mengancam, bahwa Klan Ye tidak akan membiarkan anakmu hidup. Pada akhirnya, Yang Xinyuan membunuh anakmu."
"Dia tidak tahu."
"Kalaupun dia tahu, dia tidak menyesal dan akan melakukan hal yang sama. Kau lihat ekspresinya saat tahu kebenaran itu? Bahkan dia bisa membunuh guru dan orang-orang terdekatmu. Li Hua, ibumu, sebenarnya tidak memberi perintah itu, tapi dia ada di baliknya. Dia tidak menganggapmu sebagai putri, melainkan sebuah benalu yang sedang dimanfaatkan. Gu Yuena, tidak ada yang bisa dipercaya. Tidak ada yang memahami dirimu, memahami perasaanmu, semuanya hanya bisa menekanmu. Apa kamu masih tidak ingin membunuh mereka?"
Gu Yuena mengepalkan tinjunya. Itu semua memang benar. Lagi pula, siapa yang akan mempercayai orang seperti itu? Ia sudah lama ingin membunuh mereka semua.
"Pada akhirnya, kamu ditakdirkan untuk sendiri. Dibandingkan sendiri tapi diinjak-injak, lebih baik membunuh semua orang yang mengganggumu seperti yang pernah kau lakukan." Wanita itu menyentuh bahu Gu Yuena, "Bunuh mereka semua, jadikan persembahan 1000 darah untuk membangkitkan ayahmu. Kamu sangat menyayangi ayahmu, tapi Li Hua merenggutnya di hari ulang tahunmu. Kini kau hanya memiliki Gu Yuan, tapi dia juga merenggutnya. Lupakan kehidupan tenang, kamu akan lebih bahagia jika terus membunuh orang-orang yang tidak bisa digunakan."
Gu Yuena diam mencerna apa yang dikatakannya. Ya, dia memang akan membunuh mereka semua suatu hari dengan tangannya sendiri. Setelah itu, tidak ada lagi yang bisa meremehkannya.
Wanita itu tersenyum lebar melihat Gu Yuena yang diam patuh mendengarkan tanpa menyangkal. Ada perasaan puas pada tatapannya, disertai senyuman lebar yang tampak cantik di bibir pucatnya.
"Bagus."