
Bukan hal mudah bagi Gu Yuena untuk menangani Naga Iblis yang asli. Namun, roh phoenix bisa melakukannya. Setelah meleburkan Naga Iblis di dalam danau, roh phoenix kembali ke tubuh Gu Yuena.
Cinnabar di antara alisnya menyala sekali lagi di saat sosok merah melesat ke dalamnya. Iris abu-abu Gu Yuena sekilas memunculkan kilau merah. Gu Yuena dapat merasakan perasaan roh phoenix saat ini.
Perasaan sakit di hatinya dan duka yang dalam.
Gu Yuena menghela napas. Itu wajar karena mereka saling mencintai, tapi harus mengakhiri hidup satu sama lain. Roh Phoenix membunuh Naga Iblis di masa lalu, lalu tertidur karena luka parah dan mati, meninggalkan telur besar yang saat ini disegel di dalam Istana Penguasa.
Itu adalah kisah yang menyedihkan dan tragis.
Untungnya, api penyucian telah membakar Naga Iblis, sebagai bagian dari penebusan sang phoenix sehingga Naga Iblis dapat berinkarnasi. Tapi sayangnya, roh phoenix terjebak di dalam tubuh Gu Yuena dan tidak bisa berinkarnasi. Dia mendapatkan harga yang harus dibayarnya atas kejadian di masa lalu.
"Aku tidak akan mengecewakanmu," gumam Gu Yuena. Pada saat itu, roh phoenix kembali tenang dan tertidur pulas. Auranya kembali disalurkan pada Gu Yuena sebagai bagian dari kekuatan Phoenix.
Di bawah sana, Jiang Xixi berusaha keras untuk naik ke daratan. Dia tenggelam di air mendidih, membuat sosok naganya terlihat menyedihkan. Dia keluar dari sana, melesat ke langit, tapi jatuh kembali ke tanah dalam kondisi buruk.
Dia kembali ke bentuk manusianya di mana ada sosok wanita bersurai perak yang tampak sangat pucat. Kulit putihnya yang indah kini memiliki banyak warna biru dan telah menjadi merah akibat berada di dalam air mendidih. Dia jelas sangat menyedihkan, tapi Gu Yuena justru membuatnya terlihat semakin rendah.
Di langit, Gu Yuena berkata, "Apakah permainan ini menyenangkan?"
Jiang Xixi melihat ke atas lalu mengutuk, "Kau ... aku akan membunuhmu! Dasar jal*ng! Aku tidak akan melupakan penghinaan yang kau lakukan terhadapku!"
Gu Yuena masih tanpa ekspresi. Dia bahkan tidak perlu melihat Jiang Xixi, tapi dapat merasakan bahwa wanita itu benar-benar marah dengan semeberono, membuatnya menjadi lebih menyedihkan. Dia kehilangan kewarasannya.
"Kalau bukan karena Xuan Yi, aku sudah membunuhmu. Seharusnya kau berterimakasih padaku karena telah menyelamatkanmu dari Naga Iblis. Tindakanmu sangat tidak masuk akal, menyerahkan jiwa dan tubuhmu untuk menyatu dengan Naga Iblis, tapi sayangnya Naga Iblis membuangmu. Sepertinya kau sudah lupa, aku memiliki roh phoenix yang menjadi kelemahan Naga Iblis."
Jiang Xixi menggertakkan giginya kuat-kuat. "Jadi apa? Apa kau akan membunuhku sekarang?"
Gu Yuena mendengus. "Aku adalah seseorang yang menyukai kematian. Kematian tidak cocok untukmu."
"Lebih baik kau bunuh aku sekarang daripada menyesali di kemudian hari. Suatu hari, aku pasti akan membunuhmu dengan tragis! Kau tidak akan dapat berinkarnasi!"
"Itu sebabnya, aku tidak akan membunuhmu." Gu Yuena tertawa merendahkan. "Kau bisa berinkarnasi. Kau akan sangat beruntung jika aku membunuhmu sekarang karena di kehidupan selanjutnya, kau akan memiliki kehidupan lain. Aku tidak sebaik itu."
"Gu Yuena!"
"Aku di sini." Gu Yuena mengejek. Dia turun dari langit, lalu duduk di atas tubuh Xiao Bai yang sudah sadar dari rasa tertekannya. Dia membawa Xiao Hei ke lengannya dan mengusapnya dengan lembut. Wajahnya terlihat tenang, mengabaikan kehadiran Jiang Xixi.
"Apa yang bisa kulakukan untukmu?" Gu Yuena berpikir sejenak, lalu terbesit sebuah ide menarik. "Apa kau tertarik pada sungai roh?"
Jiang Xixi merasakan firasat buruk. Jangan-jangan ....
"Aku akrab dengan Sungai Roh dan pernah berkunjung beberapa kali. Ada banyak kenalanku di sana. Mungkin, mereka bisa menjadi teman yang baik untukmu."
"Tidak ... tidak ... Gu Yuena, kenapa kau begitu kejam! Sebelumnya, jika kau tidak membuatku menjadi lebih buruk, aku juga tidak akan melakukan hal ini!"
"Sebelumnya, jika kau tidak mencoba bermain trik dan memiliki pikiran kotor di depanku, aku tidak akan melakukan ini. Aku masih sangat baik seperti biasanya, kau tahu? Jika tidak, aku mana bisa membiarkanmu dalam keadaan fisik dan jiwa yang utuh."
Jiang Xixi semakin ketakutan. Dia tidak bisa bergerak, bagaimana bisa melawan Gu Yuena? Gu Yuena memiliki sesuatu yang mengerikan dan dapat membunuh Naga Iblis!
"Tidak ...." Psikologisnya sepertinya semakin hancur.
Gu Yuena tidak berniat lama-lama lebih jauh. Dia mengusap kepala Xiao Bai, memintanya untuk pergi meninggalkan Jiang Xixi. Biar para phoenix dalam kegelapan yang memgurusnya.
Saat Xiao Bai berbalik, raut Gu Yuena tiba-tiba berubah menjadi tegang sebelum akhirnya diikuti oleh Xiao Bai dan Xiao Hei yang melihat sosok pria tampan dengan jubah hitamnya yang berdiri di bawah pohon sambil berdandar, menonton.
Gu Yuena tersenyum canggung, berusaha mempertahankan ketenangannya sebelum memastikan, "Youzhe, apa itu kamu?"
Bai Youzhe menghampiri Gu Yuena yang duduk di atas panggung Xiao Bai. Dia melihat ke arah Jiang Xixi dengan acuh tak acuh, lalu melihat ke arah Gu Yuena kembali.
"Sudah selesai?"
Gu Yuena mengangguk canggung. Ia merasa seperti anak kecil yang ketahuan membuat perbuatan nakal pada temannya saat bermain. Apa Bai Youzhe akan menceramahinya lagi?
Di luar dugaan, Bai Youzhe justru bersikap tenang dan membawa Gu Yuena ke gendongannya. Xiao Bai dan Xiao Hei secara otomatis menjauh, kembali ke ruang spiritual. Mereka sedang melarikan diri.
"Seharusnya kamu bilang padaku jika ingin bermain-main, aku akan menemani." Bai Youzhe berkata dengan lembut.
Gu Yuena tersesat sesaat dan tertawa canggung. "Aku ...." Dia bingung.
Normalnya, Bai Youzhe seharusnya memarahinya karena berbuat nakal dengan menyelinap keluar dan membuat masalah. Apalagi, dia juga membahayakan diri sendiri dengan menghadapi Naga Iblis dan nyaris kehilangan kendali tubuhnya akibat membangkitkan roh phoenix.
Ia sudah siap kalau-kalau Bai Youzhe akan memukul pantatnya karena nakal. Tapi pria itu sepertinya tidak berpikir sampai sana. Dia hanya menemukannya dan menjemputnya pulang, bahkan protes karena tidak memberitahu akan 'bermain' di luar karena dia ingin ikut.
Ini di luar dugaan. Terlihat tidak seperti Bai Youzhe yang keras yang ia kenal!
Melihat betapa bingung Gu Yuena, Bai Youzhe tidak bisa menahan tawa. Tapi dia hanya tertawa sesaat sebelum membawa Gu Yuena kembali ke Istana. Dia juga memberitahu Xuan Yi mengenai Jiang Xixi.
Xuan Yi hanya menghela napas dan meminta maaf sekali lagi karena tidak kompeten. Sebagai gantinya, dia akan membiarkan Gu Yuena berlatih dengan bebas di Lembah Sungai Awan dan Bai Youzhe boleh menemaninya. Itu merupakan kebaikan yang langka yang didasarkan rasa bersalah.
Untuk Jiang Xixi, Xuan Yi sudah setuju dengan pengaturan hukuman Gu Yuena. Asalkam Jiang Xixi tidak mati, tinggal di tepi Sungai Roh dan menemani para roh juga tak apa. Itu akan membuatnya mengetahui apa akibat dari seseorang yang melakukan hal buruk.
Sayangnya, Gu Yuena memberi hukuman tanpa batas waktu. Jiang Xixi akan menjadi satu-satunya naga yang tinggal di sana, layaknya penjaga tempat itu.
Entah itu adalah berkah atau kutukan.
Dia tidak takut Yang Xinyuan akan merekrut Jiang Xixi, karena dia sangat tahu temperamen Yang Xinyuan. Harga dirinya sangat tinggi. Merekrut Jiang Xixi yang sudah menjadi seperti itu—dibuang dan mengalami penurunan kultivasi yang serius—sama sekali tidak memiliki manfaat.
Terakhir, saatnya berurusan dengan Gu Yuena yang bandel. Gu Yuena tahu Bai Youzhe tidak akan selunak itu dan hanya memasang bendera putih tinggi-tinggi.
Namun, saat Bai Youzhe mendudukkan Gu Yuena di kursi, pria itu tidak mengatakan apa pun lagi dan hanya memeriksa kesehatan Gu Yuena. Setelah memastikan tidak ada yang salah, dia pun menghela napas lega.
Bai Youzhe tahu semua yang terjadi. Dia tahu Gu Yuena menghadapi Naga Iblis. Dia tahu Gu Yuena membangunkan roh phoenix untuk menangani Naga Iblis. Dia tidak bisa ikut campur karena akan memperburuk keadaan. Untungnya tidak terjadi masalah serius.
Jika ini dulu, Bai Youzhe akan memarahi Gu Yuena karena telah bertindak nekat. Meski Gu Yuena sudah memperhitungkannya, ini tetap operasi yang berbahaya!
"Asal kamu baik-baik saja, aku sudah bisa tenang." Bai Youzhe sudah berjanji tidak akan membatasi Gu Yuena. Dia tidak akan ikut campur, apalagi menghalanginya. Dia hanya bertugas melindunginya di saat-saat terburuk.
Gu Yuena tidak tahu Bai Youzhe membuat janji itu ketika ia tertidur panjang. Dia hanya merasa ... Bai Youzhe saat ini sangat tidak seru! Dia terlalu memanjakannya!
Gu Yuena mengerutkan kening. "Dalam kondisi normal, biasanya kau akan protes besar-besaran dan menghukumku."
Bai Youzhe tersenyum kecut. "Aku tidak bisa melakukannya lagi."
"Benarkah? Bagaimana bisa seperti itu?"
Bai Youzhe tentu tidak akan memberitahu janjinya. Dia hanya tersenyum dan mencium bibir Gu Yuena sekilas.
Gu Yuena terdiam sejenak. Apa dia benar-benar bebas? Tapi ... selama ini ia selalu diawasi dengan ketat, itu sebabnya ia berpikir bahwa Bai Youzhe tidak akan membiarkannya keluar sampai kekuatannya cukup. Dia bahkan mengikuti Gu Yuena sampai ke Lembah Sungai Awan dengan keras kepala.
"Sebenarnya kau sedang kerasukan roh macam apa?" Gu Yuena masih tidak percaya.
"Apa aku begitu galak?" Bai Youzhe memprotes.
"Sebelumnya kau berkata, jika aku menempatkan diriku sendiri dalam bahaya dan memiliki resiko meninggalkanmu, kamu tidak akan membiarkanku keluar dari istana."
Bai Youzhe diam sejenak. "Itu memang benar. Tapi ... apa Naga Iblis benar-benar akan membuatmu kerepotan? Nyatanya, kamu kembali. Aku tidak harus menghukummu."
Gu Yuena mengangguk-anggukkan kepalanya paham. Ia pun menjadi lega. Untung saja tindakannya kali ini tidak membuat Bai Youzhe marah. Dia benar-benar beruntung.
Andai kata Ratu Phoenix lama tidak tertidur dan memilih menguasai tubuhnya, Bai Youzhe pasti akan mengamuk. Kata-kata itu tidak akan keluar. Pria itu akan berusaha mengembalikannya seperti semula dan mengurungnya.
Itu sudah pasti.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu hal yang Gu Yuena sesali ketika menghancurkan Jiang Xixi, dia tidak mendapatkan kekuatan dari penyerapan Naga Iblis. Atau lebih tepatnya, dia tidak bisa menyerap Naga Iblis!
Gu Yuena mengerang kesal menyadari aksi roh phoenix membunuh Naga Iblis dan memblokir Gu Yuena untuk menyerap jiwanya. Dia baru sadar ketika memeriksa kekuatannya sekali lagi. Pantas saja tidak ada efek khusus yang terjadi pada tubuhnya.
Gu Yuena berguling kesal. Dia melewatkan kesempatan langka!
"Sudahlah, dibandingkan menggunakan jiwa iblis untuk menjadi lebih kuat, akan lebih baik jika melatih diri sendiri secara manual," gumamnya menyerah. Tidak ada yang instan di dunia ini. Setidaknya, dia memiliki kesempatan pergi bersama Xuan Yi ke Lembah Sungai Awan untuk berlatih. Katanya tempat itu memiliki elemen api yang murni, sangat cocok untuk Gu Yuena.
Besok adalah waktu bagi Xuan Yi untuk membawanya ke Lembah Sungai Awan. Gu Yuena sangat tidak sabar. Dia pun memutuskan untuk berkultivasi sampai hari itu tiba dan tidak menemui siapa pun.
Belakangan ini, Gu Yuena sangat rajin berkultivasi dibandingkan sebelumnya. Dia bahkan tidak memiliki waktu untuk bersama Bai Youzhe terlalu lama.
Di masa depan, mereka akan memiliki lebih banyak waktu luang untuk menghabiskan waktu bersama. Untuk sekarang, fokus saja pada peningkatan kultivasi untuk perang yang akan datang.
Hingga akhirnya, waktu yang ditunggu tiba. Setelah sarapan pagi, Xuan Yi muncul di depan Gu Yuena dan Bai Youzhe. Wajah arogannya masih sama, namun memiliki jejak kelembutan karena rasa bersalahnya pada Gu Yuena.
Seperti biasa, dia cukup kejam pada keponakannya sendiri.
"Nana, peganglah tanganku dan jangan jauh-jauh. Aku akan memulai perjalanan dengan cepat." Xuan Yi berkata dengan lembut sambil meraih telapak tangan Gu Yuena.
Bai Youzhe di sisi lain sempat mengerutkan kening. "Hanya aku yang memanggilnya Nana." Dia jelas cemburu.
Xuan Yi meliriknya dengan sinis dan galak. "Kau pikir hanya kau yang bisa memanggilnya dengan sebutan itu? Keluarganya menanggilnya Nana, kenapa aku yang merupakan bibinya tidak boleh?"
Bai Youzhe kehilangan senyumnya dan menjadi gelap. Sungguh, kenapa Xuan Yi terus memusuhinya meski suasana hatinya sedang baik?
Apa karena dia terus mengusir Xuan Yi selama ini? Jadi Xuan Yi memendam dendam padanya?
Mereka tidak melanjutkan perdebatan ketika sihir portal terbuka. Portal ini secara khusus dibuat oleh Xuan Yi untuk memudahkannya keluar-masuk Lembah Sungai Awan. Dia juga memberikannya pada Gu Yuena, hanya Gu Yuena.
Bai Youzhe benar-benar dianaktirikan.
Tapi dia tidak peduli. Dia tahu di mana letak Lembah Sungai Awan. Hanya membutuhkan kunci formasi yang diberikan Xuan Yi, dia akan dengan mudah mencari Gu Yuena di sana.
Untuk saat ini, mereka bertiga pergi bersama-sama.
Sinar perak dalam portal terbuka. Xuan Yi menuntun Gu Yuena masuk ke dalam, diikuti oleh Bai Youzhe yang berada di belakang mereka. Ketika ketiganya melewati batas portal yang memancarkan sinar perak cerah itu, portal tertutup dan menghilang di udara kosong.
Tak butuh waktu lama untuk sampai di Lembah Sungai Awan. Gu Yuena dapat dengan jelas merasakan udara murni dan tenang di sekitarnya. Angin murni berhembus menerpa wajahnya, memberikan udara sejuk yang dipadati oleh kekuatan spiritual yang tidak ada habisnya.
Suara derasan sungai terdengar di telinga Gu Yuena. Tanpa sadar ia tersenyum. Tempat ini lebih tenang dan sejuk dari yang ia duga.
Seperti namanya, Lembah Sungai Awan, berlokasi di atas sungai deras yang berkabut seperti awan tebal. Namun, kabut itu tidak terasa dingin, melainkan hangat. Itu juga mengandung elemen api yang murni, seperti berada di pemandian air panas sebuah lereng.
Xuan Yi menuntun Gu Yuena berjalan agar tidak jatuh ke dalam sungai. Pasalnya, mereka berada di antara bebatuan di atas sungai. Tempat ini hanya terdiri dari sungai besar dan luas dengan bebatuan besar yang kerap kali tertutup kabut. Itu adalah tempat yang indah, sekaligus berbahaya.
Itu sebabnya Bai Youzhe bersikeras mengikut. Dia menjaga Gu Yuena dari belakang, karena Xuan Yi tidak mengizinkannya berjalan di depan untuk membuka jalan.
Bukan apa-apa, Xuan Yi hanya takut kalau Bai Youzhe akan menakuti dan membuat nangis banyak naga-naga imut yang baru menetas. Dia jelas bukan karakter yang disukai anak-anak karena aura dingin miliknya.
Beberapa kali ada naga kecil yang terbang melintas, melihat dengan rasa penasaran lalu berkumpul dengan naga-naga yang sedang berenang di sungai. Mereka mengintip di celah batu, melihat tiga sosok yang datang.
Melihat kemunculan Xuan Yi, mereka jelas sangat senang. Namun, dua makhluk yang dibawanya membuat mereka ragu untuk mendekat. Terutama dengan adanya kehadiran Bai Youzhe, yang jelas terlihat menakutkan di mata polos mereka.
Xuan Yi dapat merasakan keributan naga-naga kecil itu dan menghela napas. Tapi dia sangat sabar, menuntun Gu Yuena menuju ujung sungai dan menemukan dataran di mana sebuah istana perak berdiri. Istana itu terlihat sederhana, namun mewah di saat yang sama di mana pilar-pilar berdiri menjulang ke atas menyambut kedatangan mereka.
Saat tiba di daratan, Gu Yuena tidak melanjutkan langkah. Dia berhenti dengan kening berkerut. Terlebih lagi, Bai Youzhe di belakangnya juga tampak mengerutkan kening.
Pasalnya, ada seekor naga yang masih sangat kecil menyangkut di rok Gu Yuena. Dia menangis ketika melihat tatapan tajam Bai Youzhe, lalu memeluk kaki Gu Yuena tanpa sadar dengan tubuh bergetar.
Xuan Yi tertekan melihatnya. Sedangkan Gu Yuena sama sekali tidak bisa bergerak menyadari makhluk kecil nyangkut di kakinya.
Sejak kapan naga kecil itu menempel?
Xuan Yi menepuk kepalanya, lalu mengambil naga kecil itu dengan satu tangan. Naga itu sebesar telapak tangan Xuan Yi, sangat kecil. Dia memiliki tubuh mirip ular, tapi dia adalah naga. Mata bundarnya berkaca-kaca dan mengeluarkan raungan yang berupa tangisan naga.
Naga tertentu jelas tertekan melihat kehadiran Bai Youzhe. Di mata mereka, Bai Youzhe lebih terlihat seperti naga besar berwarna hitam dan tampak seperti akan melahap mereka jika dia lapar. Sedangkan Gu Yuena, di mata mereka terlihat seperti sosok berapi-api yang cantik dan murni. Mereka tidak peduli pada bentuk phoenixnya, tapi auranya membuat mereka ingin mendekat dan berlindung dari naga besar yang ingin memakan mereka.
"Ada apa dengannya?" tanya Gu Yuena. Dia masih bingung pada situasi aneh ini. Dia tidak tahu kalau naga itu menangis, dia hanya berpikir bahwa naga itu sedang mengoceh tidak jelas, sesuatu yang tidak bisa dimengerti.
Xuan Yi tersenyum kecut, lalu membuat gelembung di antara naga kecil teesebut yang membuatnya melayang di udara dan mendapat kehangatan di dalam gelembung.
Dia berkata, "Aura phoenixmu menarik perhatian naga. Kamu tahu, naga menyukai aura yang ada di dalam kekuatan spiritual bawaan phoenix. Tidak peduli seberapa kuat kamu dan berapa banyak darah yang ada di tubuhmu, mereka hanya tertarik pada auramu. Semakin kuat auramu, semakin kau disukai."
Lalu Xuan Yi melirik Bai Youzhe dengan sinis. "Sedangkan dia, siapa yang ingin mendekatinya? Aku saja enggan."
Sarkasme Xuan Yi tidak membuat Bai Youzhe kesal. Bai Youzhe justru menunjukkan sikap masa bodo dan pura-pura tidak mendengar.
"Bai Youzhe memiliki darah naga, para naga takut padanya. Meskipun dia tidak melakukan apa pun, naga tetap akan takut padanya, karena aura dingin yang ekstrim dan memaksa para naga berlutut. Naga-naga kecil ini tak terkecuali. Itu sebabnya, Bai Youzhe, kau harus menekan auramu semaksimal mungkin agar tidak menakuti anak-anak!" Xuan Yi menjadi galak saat kalimat terakhir dilontarkan. Dia sangat menyayangi naga kecil yang imut itu dan sering bermain dengan mereka. Kehadiran Bai Youzhe merusak permainan mereka.
Pria itu hanya perusak!
Bai Youzhe mencibir dalam hati dan masih tidak mau dengar. Lagi pula, siapa yang ingin mendekati bocah-bocah bau itu? Dia justru sangat ingin mengusir mereka agar tidak mendekati Nana-nya!
Gu Yuena tertawa kecil. Dia baru tahu ada hal seperti ini, terlalu lucu baginya. Dia tahu naga menyukai aura phoenix, tapi tidak tahu kalau naga sangat takut pada aura dingin milik Bai Youzhe.