
Ye Suanwu memiliki sebuah cara untuk merebut Gu Yuena dari Raja Istana Tianshuang. Andai kata Raja Istana Tianshuang meninggalkan Gu Yuena, ia tidak perlu susah payah berdebat dengan pria merepotkan itu.
Cepat atau lambat Istana Tianshuang akan hancur di bawah Istana Linghun, ia tidak perlu mengkhawatirkan hal tidak perlu apalagi takut pada Raja Istana Tianshuang yang lebih muda darinya.
Di depan kamar Gu Yuena, senyumnya melebar, tampak jahat dan penuh intrik. Hanya perlu menggunakan cara sederhana untuk memenangkan permainan.
"Gu Yuena, kau akan menjadi milikku."
Ia membuka pintu kamar, lalu masuk ke dalam. Kakinya melangkah tanpa suara menelusuri ruangan sunyi yang dipenuhi aroma anggur. Ini adalah aroma Gu Yuena yang memabukkan. Memikirkannya saja sudah membuatnya sangat senang.
Pandangannya terarah pada seseorang yang terbalut selimut di atas tempat tidur.
Kebetulan sekali.
Ia mengeluarkan sebuah jarum dari ruang spiritual. Jarum perak yang terlihat mencurigakan. Kakinya meneruskan langkah ke arah wanita tersebut dengan senyum miring penuh kelicikan.
Pada akhirnya, ialah pemenangnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ye Suanwu pergi ke kamar Gu Yuena? Ini sudah malam, apa yang dia lakukan?" Gu Yueli terkejut mendengar kabar dari pelayan yang ia utus untuk mengikuti Ye Suanwu.
Gu Yueli menjadi gelisah. Ye Suanwu pergi ke kamar Gu Yuena di tengah malam, pasti tidak miliki niat baik.
Sebelumnya ia mendengar bahwa Gu Yuena menolak Ye Suanwu dengan mengatakan bahwa wanita itu sudah memiliki janji nikah. Ia jelas paham Ye Suanwu akan melakukan segala cara agar tujuannya tercapai.
Jika pria itu berniat menodai Gu Yuena agar ditinggalkan Raja Istana Tianshuang, itu adalah tindakan bodoh! Gu Yueli lebih tahu bagaimana hubungan dua iblis itu!
"Dasar bodoh!" Gu Yueli panik. Ia tahu seberapa kuat Gu Yuena. Ye Suanwu sama saja menjebloskan diri ke dalam neraka!
Bagaimana jika Gu Yuena menggunakan alasan ini untuk menghancurkan Klan Ye?
Tidak bisa. Ia harus menyelamatkan anak-anaknya dengan pergi lebih awal.
Gu Yueli bergegas keluar untuk menyelesaikam rencana di kepalanya demi menghindari bahaya. Gu Yuena kali ini tidak akan kenal ampun. Ia sangat ketakutan sampai ingin pingsan.
Di sisi lain, orang yang dimaksud tidak tahu bahwa namanya terus disebut di belakang. Yang satu penuh cinta bodoh, yang satu penuh ketakutan.
Pemilik sepasang mata merah itu duduk diam sambil menopang kepalanya di atas meja. Melihat sebuah bola sebesar kepala yang tergeletak di depannya, seperti sedang menunggu sesuatu.
Gu Yuena justru duduk di halaman paviliun sambil menikmati angin malam dan memperhatikan sebuah bola berwarna putih. Matanya terlihat bundar dan polos.
Harinya sangat membosankan sampai tidak tahu harus melakukan apa. Kemarin Ye Suanwu datang, ia pikir akan terjadi sesuatu yang menarik. Tapi ternyata pria itu terlihat menyerah.
Mencurigakan.
Gu Yuena menunggu masalah datang lagi, tapi tidak kunjung datang. Hingga akhirnya sebuah bola sebesar kepala ini terbang ke arahnya dari langit.
Bola itu adalah bola komunikasi milik Istana Yuansu. Hanya ada tiga di dunia, semuanya ada di Istana Yuansu. Jika bola ini terbang ke arahnya, pasti ada yang mengirim. Jadi dia menunggu si pengirim menghubungi bola komunikasi ini.
Hanya saja, entah karena orang di sana tidak tahu cara menggunakannya atau bagaimana, bola itu sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda panggilan. Gu Yuena sudah menunggu lebih dari satu jam lamanya.
"Sebenarnya siapa yang jahil mengirim bola komunikasi padaku?" Gu Yuena mengambil bola itu, lalu membolak-baliknya seperti sedang meneliti.
Normalnya, hanya Yun Qiao yang memiliki akses bola komunikasi. Namun, pria itu bahkan tidak tahu cara menggunakannya.
Ketika di Istana Yuansu beberapa tahun lalu, bola komunikasi diperkenalkan pada Gu Yuena oleh Yun Qiao. Pria itu tidak tahu cara menggunakannya, karena dibutuhkan pengendalian kekuatan spiritual maksimal. Saat Gu Yuena mencoba menggunakannya, itu berhasil dan terhubung dengan Raja Yun secara tak terduga. Saat itulah mereka tertangkap basah memainkan benda berharga.
Fungsinya sama seperti video call di dunia modern. Hanya saja, bola komunikasi lebih rumit penggunaannya. Sangat tidak efisien karena hanya memiliki tiga buah.
Mengingat masa lalu, Gu Yuena jadi curiga bahwa Yun Qiao mengirim ini agar Gu Yuena dapat menghubungi duluan. Memikirkannya membuat Gu Yuena nyaris mengatai kebodohan pria itu. Masih saja mengandalkannya mengoperasikan bola komunikasi.
"Dasar gaptek," cibir Gu Yuena. Ia menyuntikan kekuatan spiritual ke bola komunikasi, lalu mengaktifkannya. Pada saat itulah bola komunikasi bercahaya.
Cahaya yang tidak begitu terang, lalu menampilkan gambar beberapa bocah yang sedang menunggu seperti orang bodoh.
Dugaan Gu Yuena benar.
"Jika tidak bisa menggunakan bola komunikasi, berikan saja semua padaku. Lumayan untuk dijual." Gu Yuena bicara ketus.
Tiga pria di seberang sana langsung sadar dan tertawa bersamaan seperti orang bodoh. Gu Yuena hanya memasang wajah datar.
"Xiao Yuena, apa itu kamu?" Suara wanita berkicau muncul dan menyalip begitu saja ke depan. Wajah Shen Jialin terlihat dalam bola komunikasi.
Tidak hanya Shen Jialin, Su Churan juga ikut-ikutan dan menendang para pria begitu saja. "Xiao Yuena, apa kau baik-baik saja? Kau sudah tidak gila lagi, kan?"
"Aku dalam perjalanan untuk membunuh kalian, tenang saja," balas Gu Yuena.
"Ah, Xiao Yuena-ku sudah sadar!" Su Churan memekik bahagia seperti habis menang taruhan. Ru Meng di belakang mereka berdua tampak terjepit.
Gu Yuena dapat melihat, mereka semua ribut lagi hanya untuk bicara padanya. Gu Yuena hanya menonton sambil menopang dagu.
Mereka menghubunginya hanya untuk bertengkar?
"Apa ada hal serius?" Pada akhirnya Gu Yuena bertanya. Anak-anak yang ribut itu segera teralih padanya.
"Ya." Yun Qiao muncul setelah memperhatikan keributan kecil itu. Ia melanjutkan, "Beberapa waktu lalu kami pergi ke Istana Yuansu, lalu menemukan ada banyak roh-roh dari kekuatan jiwa mendiami. Energi di sana sangat buruk karena tercemari kekuatan jiwa."
Gu Yuena terkejut. Ia ingat pertempuran hari itu. Satu tahun baru saja terlewati, wajar jika tempat itu menjadi sangat buruk. Efek dari peperangan masih berjalan, saat itu Yang Xinyuan juga menggunakan kekuatan jiwa untuk membunuh Raja Yun dan Yan Shuiyin. Ditambah, pertarungan di kaki gunung yang menciptakan lubang besar.
Gu Yuena tersenyum menanggapi, "Setelah urusanku selesai, aku akan pergi ke Gunung Huo, lalu menemui kalian di Istana Tianshuang."
"Kabari kami jika ingin ke Gunung Huo." Ada banyak hal yang ingin dikatakan Yun Qiao. Ia juga ingin melihat Gu Yuena, Ru Meng, dan yang lainnya seperti dulu lagi.
Jika dilihat-lihat, Gu Yuena mengalami banyak perubahan. Tanda phoenix di dahinya juga terasa asing. Su Churan sudah mengatakan segalanya dan mereka tidak terlalu terkejut ketika melihat Gu Yuena.
"Baik." Gu Yuena menanggapi dengan senyuman tulus. Ia merindukan masa-masa di Istana Yuansu, juga gurunya.
Biasanya Yan Shuiyin dan Raja Yun akan berdebat setiap bertemu, ia dan Yun Qiao menjadi penengah, lalu Ru Meng menambah bumbu. Shen Jialin dan Mu Xinhuan jadi penonton setia yang berada di pihak Ru Meng pembuat masalah.
Belum lagi ide konyol Lin Xi dan Lin Susu untuk membuat pasalah padanya. Omong-omong, bagaimana kabar dua wanita menyebalkan itu?
Setelah masalah Istana Linghun selesai, mereka semua akan bertemu kembali. Ia menantikan hari itu.
"Gu Yuena." Gu Yueli memanggil dari kejauhan. Tatapannya penuh kejutan dan ketidakpercayaan. Ia menghampiri, lalu melihat Gu Yuena yang ternyata sedang menghubungi orang-orang Istana Yuansu melalui bola komunikasi.
Ternyata Gu Yuena masih memiliki orang-orang yang peduli padanya. Ia agak iri.
Lupakan orang-orang itu, ia jadi bertanya-tanya siapa yang ditemui Ye Suanwu di kamar Gu Yuena. Apa ini adalah bagian dari rencana Gu Yuena?
"Ada apa?" tanya Gu Yuena.
Gu Yueli menggeleng pelan, tampak canggung karena terkejut. "Hanya memastikan sesuatu." Hatinya merasa gelisah. Sepertinya suasana hati Gu Yuena baik-baik saja berkat orang-orang di bola komunikasi, ia merasa bersyukur.
Tapi justru Gu Yuena menatapnya dengan curiga. Ia tidak tahu apa saja yang diketahui Gu Yueli.
"Mencurigakan. Apa Ye Suanwu melakukan pergerakan?" tanya Gu Yuena.
"Ye Suanwu? Bukankah itu Ketua Klan Ye? Xiao Yuena, kau sedang di Klan Ye?" Su Churan mengoceh dari dalam bola komunikasi.
Gu Yuena meliriknya, lalu terkekeh. "Tentu saja untuk bersenang-senang."
"Wah, kenapa tidak mengajak kami?" Ru Meng tampak sangat tertarik.
"Ah, Xiao Yuena, kau lanjutkan saja bersenang-senangnya." Sepertinya Mu Xinhuan paham akan sesuatu.
"Lain kali kau harus mengajak kami. Kau membuat kami melewatkan tontonan menarik, harus membayarnya di masa depan." Su Churan berkata dengan nada mencibir.
Gu Yueli yang melihatnya nyaris tidak bisa berkata-kata. Apa mereka teman-teman Gu Yuena? Sama gilanya.
"Aku akan membawakan rekamannya untuk kalian," balas Gu Yuena.
"Aku tunggu!" Shen Jialin yang paling semangat. Pasti ada tontonan seru di sana. Ia seolah berkata, "Ayo, Xiao Yuena, balas dendam dengan baik! Biar kami yang jadi penonton setia!"
Gu Yueli yang melihat senyuman jahat orang-orang itu jadi tertekan sendiri. Gila! Tidak ada yang waras di sisi Gu Yuena!
Temannya sedang ingin melakukan pembunuhan besar, mereka malah mendukung? Teman macam apa itu?
"Asal kau tahu, kami senang membunuh bersama-sama." Gu Yuena menyengir. Suasana hatinya sangat baik. Perkenalkan circle iblis buatannya~
Gu Yueli nyaris kehabisan oksigen. Ia bersyukur karena sepertinya Ye Suanwu salah target. Tapi, itu tetap dilakukan di kamar Gu Yuena. Ia tidak boleh membiarkan Gu Yuena kembali ke kamar.
"Gu Yuena, bisakah kau membantuku malam ini? Untuk terakhir kalinya." Gu Yueli bicara takut-takut.
Gu Yuena menarik alisnya, sedangkan orang-orang di bola komunikasi tampak sangat penasaran. Apa Gu Yuena akan membantu wanita menyebalkan itu?
"Aku sangat ingin membantu, tapi ini sudah sangat malam. Besok masih harus melakukan banyak hal, jangan sampai kehilangan waktu istirahat."
Gu Yueli semakin memucat. Ketika Gu Yuena memutuskan hubungan bola komunikasi dan akan pergi, ia langsung menghentikan tangannya.
"Tunggu dulu. Sebentar saja, aku ingin membicarakan sesuatu padamu."
"Kau bersikap seperti itu malah terlihat mencurigakan. Apa terjadi sesuatu pada Ye Suanwu? Apa dia menghilang?" tebak Gu Yuena. Nada bicaranya masih sangat tenang.
Tapi itu malah menakuti Gu Yueli. Ia berkata, "Gu Yuena, apa pun yang terjadi tidak ada hubungannya denganku."
"Benar terjadi sesuatu."
"Dengarkan dulu." Gu Yueli meneguk saliva kasar. Ia sangat ketakutan, "Aku minta maaf atas segala yang terjadi di masa lalu. Gu Yuena, aku tidak pernah begitu membencimu. Aku hanya iri, karena kau memiliki segalanya. Ibuku juga ... dia hanya iri padamu dan ibumu, tidak ada maksud mencelakaimu."
"Suasana hatiku sedang baik, jangan membuatku kesal." Gu Yuena mendengus. "Kau berpikir, kesalahanmu hanyalah karena telah menindasku. Tapi kau salah. Gu Yueli, kau telah membunuhku."
Gu Yueli menatapnya dengan bingung. Ia menggeleng cepat, "Aku tidak pernah—"
"Kau pernah sekali," sela Gu Yuena. "Dan aku akan membalikkannya sekali supaya seimbang. Jangan membuat segalanya menjadi berat sebelah. Itu tidak enak dilihat."
Gu Yuena menunjukkan senyum miring yang membuat Gu Yueli merinding. Sepertinya memang ada sesuatu yang disembunyikan, tapi Gu Yuena mengantuk sekarang.
Ia menguap beberapa kali sambil berjalan ke arah kamarnya. Ye Suanwu pasti sedang merencanakan sesuatu, ia akan meminta Xiao Hei mencari pria itu dan mematainya.
Tiba di depan pintu kamar, Gu Yuena langsung membuka pintu begitu saja. Senyumnya membeku ketika mendengar suara yang membuat bulu kuduknya merinding. Ia menoleh ke arah tempat tidur, lalu terbelalak melihat pasangan yang 'menari' di atasnya.
"Dejavu." Senyum Gu Yuena menjadi sangat lebar. Ia sedikit tertawa, lalu menulikan pendengarannya untuk menghampiri.
Pemandangan macam apa ini.