
Malam festival adalah malam yang menggembirakan untuk semua orang, terutama untuk para pasangan.
Itulah yang terjadi di antara Ye Suanwu dan Gu Yueli, pasangan yang umur pernikahannya sudah mencapai 1 tahun sejak pernikahan yang tidak menyenangkan itu terjadi.
Perut Gu Yueli terlihat agak membesar, memiliki kehidupan lain di dalamnya. Hal tersebut tentu membuat Ye Suanwu semakin menyayanginya dan menjadi satu-satunya putri Klan Ye yang paling diperhatikan. Apalagi jika dia berhasil melahirkan putra.
Berjalan-jalan di tengah festival membuat Gu Yueli sangat bahagia. Festival Wyvernia berbeda dari festival di Kekaisaran Yi, sehingga sangat banyak hal menarik perhatiannya.
"Kakak Suanwu cobalah, ini sangat enak." Gu Yueli memberi Ye Suanwu makanan penutup yang ia beli di toko. Belakangan ini ia sangat suka makanan manis.
Ye Suanwu mengiyakannya tanpa banyak bicara, hanya memberi senyuman. Ia sudah pusing karena sejak tadi mengikuti Gu Yueli layaknya bodyguard. Andai ibunya tidak memaksa menemani Gu Yueli.
Beberapa anggota klan saat ini tengah berkunjung ke Wyvernia untuk sebuah bisnis. Awalnya Gu Yueli tidak diperbolehkan ikut, tapi wanita itu memaksa. Alhasil, Ye Suanwu juga harus membawa ibunya untuk menjaga Gu Yueli selagi ia tidak ada.
Di tengah perjalanan yang penuh dengan orang berlalu-lalang, sepasang iris merah menarik perhatian Ye Suanwu. Iris merah itu, mengingatkannya pada seseorang.
"Lihat, dia adalah Pangeran Mahkota Alfonso!" Gu Yueli berseru. Matanya berbinar ketika melihat ciptaan tuhan yang nyaris sempurna itu. Apa keluarga kerajaan memang selalu memiliki wajah rupawan?
Pria beriris merah darah, dengan rambut emas yang mencolok disertai pakaian mewah menunjukkan identitasnya sebagai pangeran, menunggangi kuda ke arah istana yang tidak jauh dari tempatnya berada. Beberapa prajurit berbaju besi mengikutinya di belakang.
"Kakak Suanwu, bukankah kau ada urusan dengan Pangeran Mahkota?" Gu Yueli melirik Ye Suanwu yang tampak tenggelam dalam pikirannya.
"Ya, dia baru kembali dari perburuan." Ye Suanwu menyahut seperti gumaman. Ini kali pertamanya melihat keluarga kerajaan.
"Apa sebaiknya kita kembali?" Gu Yueli pikir lebih baik mereka kembali ke penginapan. Ia juga sudah lelah.
"Ya. Kita kembali." Itu adalah keinginan Ye Suanwu sejak awal.
Mereka pun melangkah ke arah kediaman yang mereka tempati. Tapi ketika hanya beberapa meter menuju penginapan, kehadiran seorang gadis bersurai hitam kemerahan mengejutkan Ye Suanwu yang melihatnya.
Ye Suanwu menghentikan langkah sejenak, membuat Gu Yueli bingung. Pandangannya pun terarah pada apa yang dilihat suaminya.
Tak jauh dari tempatnya berada, ada dua perempuan yang tengah berjalan sambil melihat-lihat. Salah satunya memiliki surai hitam kemerahan disertai iris merah darah yang sangat dikenalnya. Dia adalah Gu Yuena.
"Gu Yuena?" Gu Yueli mengerutkan kening. Kenapa perempuan itu di sini? Bukankah seharusnya perempuan itu ada di akademi? Satu hal lagi, kakak tirinya itu terlihat sangat berbeda dari terakhir mereka bertemu.
Di mana sampah yang menyebalkan itu?
Kebetulan Gu Yuena juga melihat kehadiran mereka berdua. Tiba-tiba senyum terukir di bibirnya, lalu menghampiri mereka berdua bersama Su Churan di sebelahnya.
"Tidak disangka, adik kelima dan adik Tuan Muda di sini. Sungguh kebetulan." Gu Yuena berkata dengan nada rendah dan lembut layaknya putri kediaman Gu.
Su Churan sampai terkejut dan melihat Gu Yuena seolah melihat makhluk asing. Apa ini benar-benar Gu Yuena yang ia kenal? Apa yang dia rencanakan?
"Aku tidak berpikir Kakak Keempat akan berada di Wyvernia dan terlihat sudah lama tinggal. Aku pikir, selama ini Kakak ada di Akademi Yuansu. Apa terjadi masalah sampai Kakak tidak memilih kembali ke kediaman?"
Gu Yueli berkata sebagai 'adik yang baik' mengkhawatirkan kakaknya yang sepertinya terkena masalah di akademi. Ia pikir, pasti perempuan buangan ini diusir dari akademi karena tidak memiliki bakat.
"Aku tidak ingin merepotkan kediaman atas kedatanganku yang tiba-tiba." Gu Yuena mengikuti alur yang dibuat Gu Yuena dengan memasang wajah sedih. Ia pun melihat perut Gu Yueli yang membesar. "Adik, selamat atas kehamilanmu. Tidak terpikirkan olehku akan memiliki seorang keponakan."
Gu Yueli tersenyum penuh kemenangan. "Seluruh kediaman sudah mengetahuinya sejak 7 bulan yang lalu. Apa tidak ada yang memberitahu Kakak?"
"Sayangnya, 7 bulan lalu aku terlalu sibuk, tidak memiliki waktu untuk bertemu orang luar. Saat melahirkan nanti, aku akan datang ke Klan Ye."
"Ya, Kakak Keempat harus datang, atau aku akan sangat kecewa."
Su Churan menonton 'keakraban' adik-kakak beda orang tua ini dengan heran. Sejak kapan mereka seakrab ini?
Perempuan yang merebut tunangan kakaknya, sekarang menunjukkan keharmonisan rumah tangga sebagai bentuk pamer dan mengatakan bahwa ia pemenangnya. Seharusnya tidak seperti ini kejadiannya, mengingat temperamen Gu Yuena.
Sedangkan Ye Suanwu tidak bisa mengalihkan pandangan dari Gu Yuena sejak tadi. Dibandingkan Gu Yueli, Gu Yuena jauh lebih sempurna. Ia dapat melihat banyak kehidupan di mata Gu Yuena, berbeda dari ketika berada di kediaman.
Satu lagi, iris mata Gu Yuena mirip dengan Pangeran Mahkota Wyvernia.
Pasalnya, iris merah darah sangat langka dan hanya dimiliki oleh keluarga kerajaan. Kebanyakan iris merah dari warga Wyvernia memiliki warna yang pucat, atau kecokelatan. Setidaknya, itu yang ia ketahui sejak memasuki Wyvernia dan berbincang dengan seorang Baron yang mengundangnya ke tempat ini.
Sepertinya ada konspirasi di balik semua ini.
"Tuan Muda, ada yang ingin kamu katakan?" Gu Yuena menatap Ye Suanwu dengan senyuman ramah. Pria itu terus menatapnya sehingga membuatnya merinding sendiri.
Ye Suanwu terkekeh. "Yah, kenapa kau di sini? Wyvernia bukan tempat yang bisa sembarang dimasuki tanpa izin, apalagi ditinggali." Ia melihat pakaian Gu Yuena yang mengikuti budaya Wyvernia. Ia pikir seharusnya Gu Yuena sudah tinggal cukup lama.
"Aku mengikuti temanku karena ada sebuah urusan yang harus diselesaikan."
"Dia ...." Ye Suanwu melirik Su Churan dengan bertanya-tanya.
"Qin Chuan." Su Churan mengenalkan diri secara singkat. "Omong-omong, aku memiliki banyak kenalan di Wyvernia dan sedang membawa Xiao Yuena jalan-jalan. Kami baru saja datang. Untuk berbaur, tentu saja harus beradaptasi dengan budaya tempat di mana kita berada."
Ye Suanwu mengangguk paham. Gu Yuena juga memiliki teman yang sangat cantik. Jika ia melihat ke arah Gu Yueli dan membandingkannya dengan dua perempuan itu, Gu Yueli kalah telak. Apalagi ia merasa kekuatan Qin Chuan cukup tinggi.
Lebih baik lupakan masa lalu di mana Gu Yuena mempermalukannya, itu memang kesalahannya sendiri telah membela orang yang salah.
"Gu Yuena, apa kau dan Nona Qin sudah menemukan penginapan yang cocok? Kalau belum, aku bisa membawamu untuk tinggal di kediaman milik Baron Hills." Ye Suanwu menawarkan akomodasi membuat Gu Yueli terkejut.
Gu Yueli meliriknya, ingin protes, tapi Ye Suanwu mengabaikannya dan malah menatap Gu Yuena tanpa melepas pandangan. Gu Yueli semakin marah.
Sedangkan Su Churan baru saja ingin menolak, Gu Yuena langsung berkata, "Karena Tuan Muda sendiri yang menawarkannya, aku tidak bisa mengajukan penolakan." Lagi pula, tempat tinggal baron juga tidak buruk.
"Pilihan yang bagus." Ye Suanwu tersenyum penuh kemenangan. Ia harus bisa mendapatkan hati Gu Yuena kali ini. Ia yakin, Gu Yuena masih mencintainya seperti dulu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kenapa kau menyetujui ajakannya? Orang itu tidak terlihat seperti orang baik. Luo Youzhe justru lebih dapat dipercaya." Su Churan protes ketika mereka sudah berdua di sebuah ruangan dalam kediaman keluarga baron.
Rumah di Wyvernia jauh berbeda dari Kekaisaran Yi. Kediaman baron satu ini cukup besar untuk seorang bangsawan kelas rendah dan memiliki barang-barang royal di setiap penjuru ruangan. Yah, meski tidak akan semewah barang bangsawan kelas tinggi seperti duke dan marquess.
"Aku di sini." Su Churan merasa diabaikan. Ia heran terbuat dari apa otak temannya satu ini. Untung teman.
"Jangan membedakan Ye Suanwu dengan orang itu, tentu saja jauh berbeda. Aku setuju karena tidak ingin repot-repot mengeluarkan uang. Kediaman ini tidak buruk."
Su Churan mendesah. "Kau yang paling benar."
"Terima kasih atau pujiannya." Gu Yuena duduk di atas sofa yang nyaman lalu menyesap teh yang disediakan pelayan.
Karena posisi Klan Ye cukup tinggi, keluarga baron Hills cukup menghormati mereka dan memberi akomodasi bagus. Bahkan jika dibandingkan dengan keluarga adipati Gu yang setara dengan duke di Wyvernia, mereka masih lebih rendah.
"Dilihat-lihat, sepertinya Ye Suanwu tertarik padamu. Tatapannya ... menyebalkan." Su Churan ikut duduk di sebelah Gu Yuena.
"Dia memang seperti itu. Ketika bertunangan denganku, dia berselingkuh dengan Gu Yueli. Sekarang dia sudah menikah dan akan memiliki anak, merasa menyesal dan malah melirik wanita lain. Jika aku menjadi Gu Yueli, tidak peduli betapa aku mencintainya, aku akan membunuhnya."
"Meski sedang mengandung sekalipun?"
"Aku bukan orang yang suka berbagi. Aku sangat serakah. Bagaimana pun kondisiku, meski di ambang kematian sekalipun, aku tidak akan mengampuni pria yang modal burung seperti itu."
Su Churan tidak tahu ingin tertawa atau menangis. Temannya ini ... vulgar sekali bicaranya. Ia terkekeh mengetahui bagaimana cara berpikir Gu Yuena mengenai pria.
"Aku jadi seperti melihat sosok dari dunia lain." Su Churan akhirnya tidak bisa menahan tawa.
"Aku memang dari dunia lain," gumam Gu Yuena tanpa terdengar oleh Su Churan yang asik tertawa. Ia pun menyeruput tehnya kembali untuk mengembalikan ketenangan.
"Jadi, kau akan menahan suamimu hanya untukmu? Romantis sekali."
"Aku pikir aku tidak akan menikah." Gu Yuena berkata dengan enteng. Tidak mungkin ia hari ini menikah dan langsung mati keesokannya. Ingatlah, umurnya tinggal 2 tahun lagi, atau bahkan kurang dari 2 tahun.
"Jangan berkata seperti itu. Aku yakin, ada sangat banyak pria yang ingin dekat denganmu. Seperti contohnya ... Yang Xinyuan?"
"Dia hanya teman."
"Bagimu dia hanya teman. Sama seperti kau melihat Luo Youzhe sebagai rival. Padahal kau jelas tahu perasaannya, tapi pura-pura tidak tahu." Su Churan menggerutu.
"Jika pada akhirnya aku akan mati, hal seperti itu menjadi tidak berarti."
"Kenapa kau akan mati? Dengan kekuatanmu, kau bisa hidup selama ribuan tahun tanpa menua. Sangat membosankan jika hidup ribuan tahun tanpa pendamping."
Su Churan tidak tahu apa pun mengenai darah phoenix, karena tidak ada yang memberitahu. Jadi dia menganggap ucapan Gu Yuena hanya alasan untuk menolak semua pria.
Gu Yuena tidak menyalahkan Su Churan karena tidak mengerti. Ia sendiri yang memilih tidak mengatakannya.
Andai saja ia tidak memiliki keterbatasan usia.
"Kita harus mencari kakakku lebih cepat." Gu Yuena sangat ingin betemu kakaknya. Memikirkan kematian, ia jadi gelisah dan ingin menghabiskan waktu dengan kakaknya.
Tidak peduli apa dia menemukan jawaban yang diinginkan atau tidak, ia tetap harus bersama orang yang ia sayangi sebelum kematiannya. Itu adalah harapan terakhir.
Su Churan sadar suasana hati Gu Yuena berubah begitu drastis dan tampak kosong. Ia jadi kepikiran. Apa ucapan Gu Yuena barusan bukan alasan yang dibuat-buat semata?
Apa dia akan mati?
Jika benar, masuk akal jika Gu Yuena bersikeras membuat jarak sejauh mungkin sekaligus dinding yang begitu tinggi pada atasannya itu.
Sadar bahwa Gu Yuena tidak akan memberi jawaban yang diinginkan, Su Churan hanya bisa menghela napas pasrah. "Baiklah."
Suasana aneh itu ditutup dengan suara ketukan pintu dari luar. Gu Yuena beranjak dari sofa, membuka pintu dan melihat sosok wanita yang berdiri tegak memandangnya dengan intens. Wanita itu adalah ibu Ye Suanwu, Lan Mei'er.
"Nyonya." Gu Yuena sedikit menundukkan kepala sebagai salam, kemudian menatap matanya kembali.
"Aku terkejut Suanwu membawmu ke sini. Apa segalanya sudah cukup untukmu?"
"Apa?"
"Maksudku, apa semua yang diberikan pelayan sudah cukup?" Lan Mei'er memperjelas ucapannya.
"Ah, iya. Itu lebih dari cukup. Apa Nyonya datang untuk menanyakan ini?" Gu Yuena langsung pada intinya.
Lan Mei'er sedikit tersenyum, tapi tidak sampai matanya menyipit. "Kalian adik-kakak kelihatannya sangat harmonis. Sejak tadi Gu Yueli membicarakanmu, sepertinya dia merindukanmu."
Apa yang direncanakan wanita ini?
"Aku akan datang menemuninya."
"Dengan pakaian ini?" Lan Mei'er melihat pakaian linen sederhana Gu Yuena yang merupakan pakaian rakyat biasa. Ia mendengus. "Sebelumnya aku sudah meminta pelayan menyiapkan pakaian untuk kalian berdua. Pakailah pakaian yang lebih baik, jangan mempermalukan Klan Ye."
Gu Yuena mengangguk kecil. "Kalau begitu, aku akan bersiap-siap."
Gu Yuena menutup pintu. Wajah ramahnya berubah menjadi wajah jengkel dan melihat Su Churan yang tampak mematung.
"Dia sangat memperhatikan kita." Su Churan berkata dengan nada menyindir.
"Tidak, dia memperhatikan reputasi Klan Ye. Aku adalah saudara perempuan menantu mereka, jika keluarga baron Hills melihat penampilanku yang seperti rakyat biasa, Klan Ye akan dicap melakukan tindakan diskriminasi."
"Kalau begitu, bukankah kita harus lebih bersinar? Aku lihat gaun-gaunnya sangat bagus dan berkualitas." Su Churan membalikkan badan ke arah gaun-gaun yang digantung di sudut ruangan.
Gu Yuena melihat gaun-gaun itu dengan malas. Apa ia harus memakainya? Sungguh merepotkan.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam ruangan besar yang penuh aksesoris mewah dan cantik, Gu Yueli duduk di atas sofa sambil melihat buku-buku di tangannya ditemani oleh teh di atas meja.
Ia tengah menunggu kedatangan seseorang.
"Nyonya muda, Nona Keempat Gu sudah tiba." Pelayan di depan pintu berkata dengan bahasa saxon, mengantar sosok perempuan bergaun biru di sisinya.
"Masuklah." Gu Yueli tanpa repot-repot menoleh mempersilahkan.
Pintu terbuka, pelayan itu membiarkan gadis bergaun biru gelap memasuki ruangan. Perempuan beriris merah darah yang memukau, dikombinasikan dengan surai hitam kemerahan yang dipadukan dengan gaun biru gelap yang menampilkan bahu seputih salju. Postur tubuhnya yang ideal meski tanpa korset membuatnya terlihat sangat anggun dengan gaun berbahan satin yang lembut. Dia lebih terlihat seperti sosok putri.
"Adik Kelima sepertinya sangat merindukanku." Gadis itu menampilkan senyum terbaik membuatnya terlihat seperti dewi. Kecantikannya benar-benar tidak manusiawi.
Gu Yueli mendengus tanpa mau menoleh. "Tidak perlu sok akrab. Tidak ada orang lain di sini selain kita."
Gu Yuena terkekeh. Sambil berjalan ke arah Gu Yueli, ia berkata, "Adik Kelima, jangan berkata seperti itu. Itu menyakiti hatiku. Selama ini, bukankah kita selalu dekat?"
Di belakang sofa di mana Gu Yueli berada, Gu Yuena menunduk dan membisikkan sesuatu, "Kecuali jika hanya aku yang menganggapmu dekat selama ini, tapi kamu hanya memanfaatkan peluang. Itu tidak mungkin, 'kan?"
Wajah Gu Yueli menjadi gelap mendengarnya. Ia menahan rasa kesal dalam hati, lalu berkata, "Tentu saja tidak, aku hanya bercanda."
"Aku tahu Adik Kelima sangat suka bercanda." Gu Yuena pergi ke sofa di depan Gu Yueli. Penampilannya yang terlihat oleh kedua mata Gu Yueli, membuat perempuan berbadan dua itu terkejut bukan main.
Bagaimana Gu Yuena menjadi lebih cantik darinya?
Dia benar-benar terlihat seperti bangsawan dibandingkan perempuan buangan dan sampah keluarga Gu. Apa ia sedang tidak bermimpi?
"Bagaimana mungkin ...."
"Adik mengatakan sesuatu?" Gu Yuena duduk di sofa depan Gu Yueli, menatapnya bertanya-tanya sambil menuangkan teh.
"Bagaimana mungkin kau berubah begitu banyak?" Gu Yueli langsung menanyakannya.
"Apa baru saja kau memujiku?"
"Jangan narsis, aku tidak memujimu. Jujur saja, aku nyaris tidak mengenalimu dengan penampilan itu jika kau tidak mengatakan apa pun." Gu Yueli menyahutnya dengan enggan.
Gu Yuena terkekeh ringan. Tawanya seperti alunan lagu yang merdu, tapi tidak bagi Gu Yueli.
"Ibuku adalah orang penting dari Wyvernia, aku tentu mewarisi aura dan penampilannya." Gu Yuena menegaskan kata-katanya.
"Ibumu jelas-jelas hanya rakyat jelata yang kabur dari rumah." Gu Yueli menghina terang-terangan.
"Oh? Bagaimana jika dibandingkan dengan wanita dari rumah bordil? Entah berapa banyak pria yang tidur dengannya." Gu Yuena menyindir ibu Gu Yueli yang merupakan wanita penghibur di rumah bordil. Itu membuat Gu Yueli sangat marah.
"Tetap saja, nasib dan keberuntungan yang menentukan keberhasilan seseorang. Aku merasa beruntung menjadi menantu kesayangan Klan Ye, klan besar di dunia."
"Aku sangat menghormatinya." Gu Yuena menyesap tehnya dengan senang hati. "Yah, aku hanya murid pribadi dari seorang Tetua Agung sebuah istana dan memiliki darah biru yang murni, tidak bisa dibandingkan dengan menantu kesayangan klan besar yang dimanja, bukankah begitu?"
(Darah biru artinya bangsawan)
Gu Yueli tertawa merendahkan. "Darah biru murni? Kakak Keempat, apa kau tidak memiliki kaca?"
"Tentu saja aku berkaca setiap hari dan selalu mengaggumi apa yang kumiliki. Itu sebabnya, aku tidak merebut apa pun dari orang lain, apalagi memungut sampah orang lain."
Gu Yueli meletakkan cangkir di tangannya agak keras di atas meja sampai suaranya cukup nyaring. Ia sudah sangat bersabar menghadapi ucapan Gu Yuena. Itu adalah penghinaan baginya.
Selain mengatakan bahwa ibunya adalah pel*cur, perempuan buangan itu mengatakan bahwa ia merupakan anak haram dan tidak tahu diri dengan merebut barang orang lain. Sepertinya perempuan itu masih marah perihal ia merebut Ye Suanwu darinya.
"Kakak Keempat, apa tujuanmu datang adalah menarik perhatian Klan Ye? Jangan harap, karena Ye Suanwu adalah milikku."
"Berapa banyak selir yang dia miliki?" Gu Yuena bertanya, membuat Gu Yueli diam untuk memikirkannya.
"Ye Suanwu selalu mencintaiku."
"Aku tanya, berapa banyak selir yang dia miliki?" Gu Yuena mengulang pertanyaannya.
Gu Yueli mengerutkan kening. "Apa maksudmu mengatakannya? Ini adalah rumah tanggaku, berapa banyak dia mengambil selir sama sekali bukan urusanmu. Lagi pula, tetap akulah istri sahnya."
"Ah, benar-benar pria bermodal burung," gumam Gu Yuena. Ia mendesah. "So pround of you."
"Apa yang kau katakan?" Gu Yueli tidak mengerti.
"Kau akan tahu bagaimana rasanya seperti ketika ibumu mengambil semua milik ibuku." Gu Yuena tersenyum miring. "Selamat menikmati kebahagiaanmu. Aku harap kau tidak menyianyiakannya."
"Itu bukan urusanmu." Gu Yueli menegaskan.
"Jadi, bagaimana jika aku membantumu menyingkirkan selir-selir itu? Itu sebabnya, aku bertanya ada berapa banyak yang dia punya."
Gu Yueli semakin tidak habis pikir akan pernyataan Gu Yuena. Apa benar di depannya adalah perempuan buangan itu? Kenapa rasanya, ada perasaan waspada di hatinya?
"Apa yang ingin kau lakukan?" tanyanya.
"Bayangkan kau melahirkan anak perempuan. Ye Suanwu pasti akan membuat anak lain dengan para selir itu sampai mendapatkan anak laki-laki. Apalagi, selirnya tidak hanya satu. Di usia yang masih muda, tidak masalah jika menambah beberapa anak. Setelah mendapat apa yang diinginkan, apa kau memikirkan apa yang akan terjadi padamu dan anakmu?"
Gu Yueli terdiam. Gu Yuena tidak salah. Bahkan Gu Shan yang sudah memiliki seorang putra, memiliki selir lain sampai memiliki total tiga putra. Pada akhirnya, istri pertamanya kalah dalam persaingan.
Ia harus bertindak sebelum posisinya goyah.
"Apa yang bisa kau lakukan? Kenapa kau mau melakukannya?"
"Aku lihat Ye Suanwu membawa salah satu selir dan posisinya cukup mengancammu. Kita hanya tertaut beberapa bulan, tentu saja aku tahu bagaimana perasaanmu. Itu sebabnya, aku berpikir untuk menyingkirkannya."
Gu Yueli mulai tertarik. "Pasti tidak hanya karena kita tertaut beberapa bulan saja, 'kan? Katakan padaku, apa imbalannya?"
Gu Yuena tersenyum misterius. "Aku merasakan aura gelap di tempat ini. Aku ingin tahu apa itu dan kau harus memberitahuku secara rinci. Semakin banyak informasi, aku akan menyingkirkan rintangan semakin banyak. Kau bisa menggunakanku sebagai senjata dalam persaingan harem dengan bayaran yang 'murah'."
Entah bagaimana, tiba-tiba saja Gu Yueli menjadi takut pada gadis di depannya. Tiap kata yang dilontarkan mengandung makna tersembunyi dan mengerikan. Menyingkirkan, berarti membunuh. Informasi yang ia bocorkan juga seharusnya bukan informasi biasa.
Ditambah, aura gelap itu ....
"Pikirkan baik-baik. Ini adalah kesepakatan yang menguntungkan."
"Bagaimana aku bisa mempercayaimu?" Gu Yueli mencoba menguji Gu Yuena. Ia tidak boleh terjebak dalam permainannya.
Gu Yuena tetap pada senyumnya yang misterius. Detik berikutnya, suara ketukan pintu terdengar.
"Kakak Li, apa aku boleh masuk?" Itu adalah suara wanita. Suara yang lembut dan menyenangkan.
Tapi itu justru membuat Gu Yueli semakin memucat dan tegang. Ia kembali melihat Gu Yuena yang semakin meninggikan senyumnya.
Gu Yuena berucap, "Tikus sudah datang dengan sendirinya."