Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
124. Bencana yang sebenarnya



"Apa yang terjadi padamu?" Yang Xinyuan terkejut ketika melihat Gu Yuena begitu ganas menyerang. Tidak hanya membuat Bai Youzhe terluka, bahkan menyerangnya tanpa berpikir.


Bai Youzhe yang melihat kehadiran Yang Xinyuan menjadi dingin. Sedangkan Gu Yuena hanya melangkahkan kaki menjauhi mereka berdua.


Dua darah naga ... ia tidak mungkin menang.


Yang Xinyuan memang musuhnya. Ia membenci pria itu, dan memiliki dendam padanya. Dibanding Bai Youzhe, ia lebih ingin membunuh pria itu.


Hanya saja, waktunya tidak tepat.


"Ugh!" Gu Yuena merasa kepalanya sakit lagi. Jiwa aslinya memberontak, membuat wanita itu merasa kesal.


"Huh, apa kau pikir kau masih bisa berada di sisi salah satunya?" Wanita itu menatap Gu Yuena dengan tajam di dalam alam spiritual.


"Aku sudah bersumpah akan mencabik-cabikmu jika berani mengambil alih pikiranku!" Gu Yuena menyerangnya begitu saja tanpa berpikir panjang. Ia sangat marah.


Wanita itu memasang pertahanan menggunakan bilah pedang. Gu Yuena menggunakan sihirnya, menekan wanita itu dengan emosi bergebu-gebu. Berani sekali wanita itu mempermainkannya!


"Bodoh," cibir wanita itu. "Kekuatanmu tidak stabil, hanya akan membunuh dirimu sendiri."


Gu Yuena tidak peduli. Ia mendengus. "Setidaknya aku bisa membunuhmu."


Wanita itu mengalami tekanan tinggi dan terhempas. Ia jatuh, berguling di lantai gelap alam spiritual. Gu Yuena yang sebelumnya berdiri, kini berlutut dan lagi-lagi memuntahkan darah.


Tiap kali ia menyerang wanita itu, ia selalu mengalami serangan balik. Itu juga terjadi barusan.


Gu Yuena yang jatuh dan muntah darah membuat kedua pria itu hendak menghampiri bersamaan. Tapi langkah mereka langsung berhenti ketika seekor makhluk hitam berukuran besar muncul menghalangi mereka disertai raungan memekakkan. Kucing kecil berwarna putih juga muncul, pergi ke arah Gu Yuena dengan khawatir.


Tatapan Xiao Hei terlihat mengancam, tidak ingin nonanya tertekan karena dua pria itu lagi. Ia menjaga di depan nonanya, menghalangi dua pria yang ingin mendekati nonanya. Jangan harap! Renungkan saja berdua jika ingin bertengkar, jangan bawa-bawa nonanya!


Karena sudah ada Xiao Hei, tidak ada di antara mereka yang maju. Bukannya takut. Jika mereka tanpa sengaja melukai makhluk itu, siapa yang nantinya akan mengamuk? Bukankah mereka juga yang repot?


Yang Xinyuan baru datang, sudah dihadapkan dengan masalah ini. Ia telah menghabiskan banyak tenaga karena tikus-tikus itu dan menerobos ke dalam. Jika ingin melawan Gu Yuena yang tak terkendali juga pasti akan sulit. Lebih baik membiarkannya tenang terlebih dahulu.


"Bawa dia ke Istana Dunia Neraka."


"Bawa dia ke Istana Dunia Bawah."


Keduanya bicara bersamaan. Xiao Hei hanya menatap mereka dengan datar. Baik, ia tidak akan membawa nona ke kedua tempat itu.


Bai Youzhe dan Yang Xinyuan sama-sama memancarkan aura permusuhan. Namun, mereka memilih lebih memperhatikan kondisi Gu Yuena dibandingkan dendam pribadi. Yah, setidaknya mereka tidak bertengkar di depan Gu Yuena yang sedang tidak baik-baik saja.


Baru saja Xiao Hei berpikir demikian, aura dingin dua pria itu semakin pekat membuatnya semakin datar. Sudahlah, tidak ada yang bisa diharapkan.


Sepertinya mereka sedang bertengkar menggunakan telepati? Entahlah.


Di saat keduanya sedang berperang secara tidak langsung, Xiao Hei membawa Gu Yuena yang lemah keluar dari perut gunung diam-diam. Dalam sekejap, wanita itu hilang tanpa diketahui jejaknya.


Keduanya langsung sadar, namun tidak sempat mengejar. Xiao Hei sangat cepat dan memiliki kemampuan penghapus jejak. Siapa pun tidak bisa melacaknya.


Pada akhirnya, tetap seekor kucing pemenangnya.


Keduanya melemparkan pandangan dingin. Urusan mereka belum selesai. Jika ini waktu lain, mereka sudah pasti akan bertarung hidup dan mati. Sayangnya, kondisi tidak memungkinkan. Gunung juga semakin kacau sehingga keduanya memilih pergi dari sini.


Mereka harus mencari Gu Yuena.


Bisa gawat kalau wanita itu lepas kendali. Siapa saja bisa dibunuhnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Xiao Hei berlari cepat di sekitar hutan sambil menghindari beberapa bayangan hitam yang menyerang. Para iblis itu sangat sensitif. Baru saja ia keluar dari gunung, mereka sudah melihat dan mengejarnya sepanjang jalan.


"Bisakah lebih cepat lagi?" Xiao Bai panik. Ia telah menghalau banyak iblis dengan kekuatannya, tapi mereka terlalu banyak.


"Ini sudah yang tercepat. Kita sudah sangat jauh dari gunung, kenapa mereka tidak berhenti mengejar?" Xiao Hei sangat kesal. Nonanya terluka dan tidak sadarkan diri. Para iblis itu terus bermunculan dari berbagai arah menargetnya.


Sebenarnya, untuk apa mereka menginginkan phoenix?


Di tengah pelarian, tiba-tiba ledakan dari langit muncul disertai kobaran api yang menghempaskan para iblis yang menerjang ke arah Xiao Hei. Terlihat seperti sepasang sayap yang begitu besar dan berapi-api, mendarat di atas tanah di depan Xiao Hei yang menghentikan langkah.


Xiao Hei memasang sikap waspada. Beberapa pemilik sayap berapi-api juga mendarat di sekelilingnya, membuat Xiao Hei semakin terlihat garang. Xiao Bai sendiri menyipitkan matanya ketika melihat beberapa sosok yang muncul tiba-tiba. Di antara alis mereka memiliki tanda yang hampir sama seperti Gu Yuena.


"Mereka phoenix." Xiao Bai mengkonfirmasi. Xiao Hei terkejut, namun tidak menurunkan kewaspadaannya.


Seharusnya Xiao Hei mengenalinya ketika pertama kali melihat, tapi pikirannya hanya tertuju pada keselamatan Gu Yuena dan begitu tremor akan musuh yang datang.


Ia tidak tahu bagaimana harus memberi reaksi pada sekelompok phoenix yang tiba-tiba muncul.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pencarian Bai Youzhe terhenti ketika para bawahannya berkata bahwa Kucing Neraka serta Gu Yuena telah pergi bersama sekelompok phoenix yang datang menjemput. Awalnya tidak yakin, tapi setelah melihatnya sendiri dari kejauhan di mana seekor phoenix yang lebih besar membawa dua kucing kecil dan Gu Yuena yang dijaga beberapa phoenix, Bai Youzhe tidak lagi cemas berlebihan.


Wilayah phoenix adalah tempat tersembunyi dan sangat sensitif, ia tidak bisa menemui Gu Yuena. Tapi setidaknya itu adalah tempat teraman bagi Gu Yuena saat ini.


Sepertinya Yang Xinyuan juga tidak akan ikut campur urusan para phoenix dan sudah tahu bahwa Gu Yuena sudah aman. Ia tidak perlu bertemu atau berpapasan dengan orang itu lagi.


Bai Youzhe pun kembali ke istana. Kedatangannya disambut oleh para prajurit yang sudah kembali dari gunung setelah bencana berhenti.


Ledakan itu telah menyebar sampai keluar pegunungan. Saking buruknya, beberapa kota mengalami kehancuran dan harus mengungsi ke lokasi aman. Untungnya, tidak ada terlalu banyak korban jiwa. Meski awalnya iblis mengganggu dan mengakibatkan pertempuran di bawah bencana, array penghalang berhasil dibangkitkan sehingga tidak mengakibatkan kerusakan fatal bagi Dunia Bawah.


Istana saat ini sudah kembali diisi oleh manusia dan naga. Ketika melihat kedatangan Bai Youzhe, mereka langsung menunduk dan memberitahu bahwa Su Churan datang sejak lama.


Pada saat yang sama, Su Churan muncul setelah mendengar kedatangan Bai Youzhe. Ia terkejut ketika melihat darah yang telah mengering di tangan pria itu. Lukanya terlihat dalam, ditambah ada robekan di pakaian bagian pinggangnya, bekas sayatan pedang.


Bukannya khawatir seperti para pengawal di belakang Bai Youzhe, Su Churan malah terheran-heran. Siapa yang bisa melukai pria itu?


"Yang Mulia." Sadar pihak lain melihatnya dengan aneh, Su Churan langsung memberi hormat. Ia melihat ke arah luka itu lagi. Ada aura yang tidak biasa di antara luka itu. Kemungkinan yang membuat luka itu tidak bisa menutup.


"Kau terluka, bagaimana itu bisa terjadi?" Su Churan bertanya langsung untuk menyelesaikan rasa penasarannya.


"Kau tidak kembali ke Istana Tianshuang?" Bai Youzhe mengalihkan pembicaraan. Secara tidak langsung, ia mengusir Su Churan.


Namun, Su Churan sangat bebal dan tidak mau tahu makna tersirat itu. "Aku dengar Gu Yuena sudah ada di sini. Apa kau sudah bertemu dengannya?"


"Ya."


"Apa aku bisa melihatnya?" Su Churan sangat bersemangat. Ia sangat merindukan temannya itu untuk waktu yang lama.


Melihat Bai Youzhe yang sepertinya tidak ingin menjelaskan sesuatu, Su Churan hanya bisa mencibir dalam hati. "Kalau begitu, Yang Mulia pulihkan diri dan obati lukamu."


Bai Youzhe pergi tanpa mengatakan apa pun lagi. Su Churan hanya bisa memasang senyum paksa, merasa sangat ingin memukul pria itu seperti dulu. Andai ia bisa.


Padahal ia hanya ingin melihat Gu Yuena sebentar saja, tapi pria itu begitu pelit. Setidaknya, beritahu bagaimana kabarnya setelah penyerapan roh phoenix.


Chu Xin yang sejak tadi mengikuti Bai Youzhe bersama Bao Jun dan Hei Changge hanya melirik Su Churan sekilas, lalu berpura-pura tidak melihat. Ia harap wanita itu tidak menariknya atau mengajaknya 'ngobrol' untuk saat ini.


Namun, doanya tidak terkabulkan. Su Churan menahan tangannya dengan senyum misterius. Chu Xin membalas senyuman disertai kekehan canggung yang dipaksakan.


Kenapa harus ia yang tertangkap? Kenapa tidak Bao Jun atau Hei Changge saja?


"Nona, untuk ini, takutnya hanya Yang Mulia yang mengetahuinya." Chu Xin sebenarnya tahu, tapi ia tidak ingin memberitahu Su Churan yang kadang mulutnya menjadi ember. Melihat wajah protes wanita itu, Chu Xin langsung berkata, "Nona hanya perlu tahu, bahwa Nona Gu saat ini baik-baik saja. Setelah penyerap roh phoenix, dia semakin kuat, bahkan bisa melukai Yang Mulia. Jadi, tidak perlu khawatir."


"Apa?" Su Churan tertegun mendengar ucapan Chu Xin mengenai Gu Yuena yang melukai Bai Youzhe.


Pantas saja. Selama ini tidak ada yang bisa melukai sehelai Bai Youzhe, kecuali pemimpin Aula Linghun yang memiliki kemampuan untuk bertarung dengan Bai Youzhe. Namun, sejauh ini, Bai Youzhe sendiri tidak akan menumpahkan darah kecuali karena darah naga di tubuhnya.


"Jadi begitu." Su Churan paham. Gu Yuena melukai Bai Youzhe, pantas saja suasana hati pria itu terlihat redup. Pasti habis patah hati.


Tiba-tiba Su Churan terpikirkan sesuatu dan membawa Chu Xin ke dalam rangkulannya seraya berjalan ke arah berlawanan dari arah pergi Bai Youzhe.


"Dengarkan aku. Suasana hati Yang Mulia pasti sedang tidak baik-baik saja. Kamu masih sangat muda, tidak akan mengerti masalah percintaan. Lebih baik temani aku berjalan-jalan, daripada menangani orang patah hati, bagaimana?"


"Itu ...." Chu Xin keberatan.


Su Churan berdecak. "Sudah ada Bao Jun dan Hei Changge, tidak perlu khawatir. Temani aku mencari informasi keberadaan Gu Yuena sambil jalan-jalan. Jika menemukan sesuatu yang menarik, pasti dapat menghibur orang yang patah hati itu."


Chu Xin mengangguk dengan polos. "Benar juga."


Su Churan tertawa senang. Ia merangkul Chu Xin lebih dekat, lalu pergi dengan hati gembira.


"Ayo kita cari pria tampan!" teriak Su Churan sambil pergi bersama Chu Xin.


"Eh?" Bukankah tadi katanya ingin mencari Nona Gu? Chu Xin melihat wanita itu dengan pandangan heran.


"Sekalian cari pria tampan, tidak salah, kan? Aku bosan melihat wajah kaku para pria di sini, jadi ayo kita cari hiburan." Su Churan merasa gadis yang dirangkulnya sangat tidak tahu cara bersenang-senang. Tenang saja, ia akan mengajarkan sebagai kakak yang baik.


Sekalian melarikan diri dari masalah yang akan datang.


Su Churan merasa telah menyelamatkan Chu Xin dari penderitaan menjadi bawahan seseorang. Suasana hati Bai Youzhe sangat buruk, ia tahu lebih jelas apa saja yang akan terjadi jika tidak kabur lebih awal. Bersenang-senang di bawah penderitaan atasan memang menyenangkan.


Chu Xin yang tidak peka hanya bisa mengikuti Su Churan. Jika tahu apa yang ada di pikiran wanita itu, ia pasti akan muntah darah.


Bukannya tidak memahami sifat Bai Youzhe, Chu Xin bahkan tidak tahu yang namanya berlibur yang sesungguhnya. Ia hanya tahu bekerja sebagai liburan sejatinya sambil berpetualang. Jadi tentu saja dia menatap Su Churan dengan pandangan aneh.


Wanita jelmaan kupu-kupu itu ternyata pemalas!


Dua hari setelahnya, Su Churan dan Chu Xin yang membolos pun kembali ke istana dengan senyum sumringah yang jarang terjadi di Istana Dunia Bawah.


Ralat, hanya Su Churan yang tersenyum sumringah, tampak sangat gembira. Chu Xin sepanjang jalan hanya memasang wajah tertekan. Ia jadi terpikirkan bagaimana Gu Yuena menangani Su Churan sang penggila pria tampan.


Tiap kali ada pria yang tampak berkharisma, Su Churan pasti bersorak seperti fangirl dan terpana dalam waktu lama. Ia bahkan mendekati dan banyak berbincang, belum lagi mencari pria lainnya. Pandangannya tentang Su Churan yang periang dan licik terdistorsi. Dia lebih licik dan keterlaluan gila!


Chu Xin terkejut mengenai niat Su Churan yang sebenarnya ingin kabur dari suramnya istana karena suasana hati Bai Youzhe yang memburuk tiba-tiba. Biasanya, orang-orang istana akan bekerja lebih berat dari hari sebelumnya sambil menelan aura dingin yang terus terpancar.


Tidak salah Su Churan yang malas ini memilih kabur.


Yah, untungnya perjalanan mereka membuahkan hasil yang cukup baik. Setelah menginap di penginapan, mereka langsung kembai ke istana pagi-pagi buta. Chu Xin yang memaksa karena sudah tidak tahan akan sikap aneh Su Churan.


Entah sejak kapan Su Churan menyiapkannya, di tangannya sudah ada beberapa kertas yang digunakan sebagai catatan laporan untuk Bai Youzhe mengenai pengamatan selama di kota. Begitu melihat Bai Youzhe di ruang belajar, setelah memberi hormat, wanita itu langsung meletakkan kertas-kertas tersebut di atas meja.


Suasana hati Bai Youzhe sepertinya sudah normal. Tidak ada tatapan dingin, hanya ada perasaan jauh seperti hari normal. Su Churan menghela napas lega sebelum bicara panjang lebar.


"Beberapa phoenix sepertinya mulai membuka diri dan terlihat di kota. Kemarin hanya melihat satu atau dua dari mereka, lalu saat aku dan Chu Xin kembali ke Istana, jumlah mereka mulai meningkat. Tidak hanya di kota utama, tapi juga di kota lainnya. Keperluan beberapa daerah untuk phoenix sangat terbatas, menyebabkan banyak phoenix melakukan migrasi ke kota lain secara beruntun."


Su Churan menjelaskan secara singkat. Sisanya seperti jumlah phoenix yang tercatat dan pengaturan migrasi telah tercatat di sana. Itu adalah kemampuannya dalam mengamati dunia luar.


Bai Youzhe membaca semuanya dengan cepat. Ia sempat berpikir, apa wilayah phoenix sedang baik-baik saja atau tidak. Ada terlalu banyak phoenix yang muncul dan berpindah-pindah hanya dalam dua hari sejak kejadian itu.


Tidak heran phoenix mulai bermunculan karena pondasi mereka telah kembali seperti semula sejak bangkitnya roh phoenix, tapi seharusnya tidak sebanyak ini. Apa terjadi sesuatu di sana? Bagaimana dengan Gu Yuena? Apa dia baik-baik saja?


"Bagaimana dengan wilayah phoenix?" tanya Bai Youzhe.


Su Churan tidak tahu karena tidak mendengarnya. Namun, tiba-tiba saja kupu-kupu datang membisikkan sesuatu padanya. Hanya ia yang bisa dengar.


Detik berikutnya, wajahnya dipenuhi kejutan. Ia melihat Bai Youzhe yang menunggu jawaban dengan pandangan rumit.


"Itu ...." Su Churan ragu. Ini baru dua hari, kenapa semuanya jadi seperti ini? Perasaan kemarin baik-baik saja.


Selama Su Churan menjadi ragu, seorang penjaga naga datang memberi hormat pada Bai Youzhe. Ia datang untuk memberitahu kabar.


"Yang Mulia, terjadi bencana pengikisan jiwa dan darah di Laut Hitam akibat tulang iblis."


Ucapan penjaga itu membuat semua yang hadir terkejut. Pengikisan jiwa adalah bencana di mana akan ada banyak makhluk mengalami kehancuran jiwa. Jiwa mereka akan keluar secara paksa dan mati mengenaskan tanpa menyisakan jasad.


Jika pengikisan jiwa diakibatkan oleh tulang iblis, maka jiwa tersebut tidak benar-benar hancur, melainkan terkumpul menjadi satu untuk diuraikan menjadi energi kehidupan. Darah yang dikumpulkan juga dijadikan esensi kehidupan yang memiliki vitalitas tinggi. Itu bisa menghidupkan orang yang sudah mati.


Karena terlalu menentang alam, tulang iblis menjadi alat sihir terlarang.


Sebelumnya, pernah terjadi hal yang sama di sebuah tempat. Pegunungan Iblis.


Bai Youzhe sudah tahu ada apa di baliknya. Sedangkan Su Churan terlihat bungkam. Sepertinya wanita itu juga sudah tahu, namun terlihat ragu-ragu.


"Sepertinya ada yang ingin kau sampaikan." Bai Youzhe melihat ke arah Su Churan yang hanya menunduk melihat lantai.


Su Churan tergagap. Ia pun berkata, "Kebanyakan di Laut Hitam adalah monster iblis dan iblis itu sendiri serta siluman berbagai suku, tidak banyak yang dapat melarikan diri."


"Ada yang lain." Bai Youzhe telah menebak, namun ingin Su Churan mengatakannya langsung.


Su Churan semakin gugup. "Ada orang yang menggunakan tulang iblis. Penyebab banyaknya phoenix yang bermigrasi ... mereka tidak pindah begitu saja berdasarkan keinginan pribadi. Takutnya, wilayah phoenix tidak lagi sama seperti dulu."


Bai Youzhe telah menebaknya dan semakin yakin setelah mendengar ucapan Su Churan. Bukannya Gu Yuena atau wilayah phoenix yang dalam bahaya, tapi seluruh Dunia Bawah.


"Temukan para phoenix yang bermigrasi dan kembalikan mereka ke tempat semula. Jangan biarkan satu pun lolos." Bai Youzhe memberi perintah. Untuk saat ini, ia harus melakukan itu sebagai tindakan pencegahan.


Semua orang bingung, sedangkan Su Churan hanya diam di tempat sudah tahu segalanya. Mereka berpikir bahwa wilayah phoenix dalam masalah sehingga para phoenix itu berpindah-pindah. Jadi biarkan mereka mendapati tempat aman. Namun, Bai Youzhe tidak berpikir demikian.


Bai Youzhe jelas tahu apa yang akan terjadi jika wanita itu dilepaskan begitu saja. Tapi ia tidak bisa melakukan apa pun untuk menghentikannya.


Gu Yuena ... tidak, dia bukan Gu Yuena. Ketika phoenix membawanya ke wilayah phoenix, maka saat itulah wanita itu menjadi pemimpin mereka. Mereka akan melakukan apa pun untuk pemimpin mereka meski harus menghancurkan seluruh dunia.


"Menurutmu, kenapa dia seperti itu?" Su Churan bertanya pada Bai Youzhe dengan nada rendah. Ia tidak percaya Gu Yuena sekejam itu.


"Itu bukan dia," sahut Bai Youzhe.


Tanpa mereka sadari, sepasang iris biru aqua memperhatikan dari kejauhan di dalam kegelapan. Mata bulatnya tampak kosong sejenak, sebelum akhirnya diliputi kesedihan.


"Nona, aku akan menyelamatkanmu!"


...----------------...


Kira-kira siapa yang memperhatikan di dalam kegelapan?


Sekadar cuap-cuap, aku punya banyak draft novel yang belum publish dan masih gantung. Ada isekai, ada fantim, ada teen dan full romance. Kira-kira publish tahun ini atau nunggu novel ini selesai?


Soalnya perkiraan novel ini tamat ada di akhir tahun, maybe. Belum aku tamatin sih di draft, cuma rencananya nggak bakal sampai 300 bab. Di draft yang aku tulis juga belum tamat meski dikit lagi selesai.


Minta sarannya, dong~