
"Aku merasa bahwa aku sedikit ... gemuk(?)" Gu Yuena bermonolog sambil melihat cermin ketika sedang mengganti pakaian. Ia harus menggunakan jubah kebesaran agar tidak terlihat perutnya yang sedikit membuncit.
Chu Xin yang datang sambil membawakan jubah terkekeh. "Sangat normal ketika usia kandungan sudah mencapai bulan ke-5. Nyonya, itu artinya Yang Mulia kecil sangat sehat."
Chu Xin memakaikan jubah Gu Yuena yang berwarna merah gelap ke bahu wanita itu. "Apa kamu masih akan menyembunyikannya? Dalam waktu 4 bulan kamu akan melahirkan."
"Ya, aku sedang berpikir." Gu Yuena mengeluh dan duduk di atas kursi sambil melemaskan bahu.
Sudah 5 bulan berlalu, postur tubuhnya juga sudah mulai berubah. Tidak mungkin orang-orang klan tidak akan sadar, terutama para alkemis dan healer.
Sedangkan sambungan komunikasi dengan Dunia Bawah sedang diperbaiki sejak dirusak oleh mata-mata penyihir. Ia sempat mendengar dari penyihir yang ia tangkap sebelum dibunuh Su Churan, bahwa tidak ada dari mereka yang mengetahui identitas asli tuan mereka. Yang mereka tahu, tuan mereka adalah satu-satunya murid Ratu Istana Linghun yang sudah 'dipersiapkan' sejak kecil.
Dipersiapkan sebagai pembunuh tak berperasaan. Apa monster yang dimaksud penyihir itu adalah sang pemimpin aula?
Mereka tidak pernah melihat emosi orang itu. Bisa dibilang, sifat dan pikirannya tidak bisa ditebak. Seperti seseorang yang kehilangan emosi manusia dan menjadi cangkang kosong dalam waktu lama. Dia adalah boneka Istana Linghun.
Istana Linghun membiarkan Aula Linghun bertindak sesuka hati. Pria itu membangun Aula Linghun, lalu menciptakan makhluk kematian yang dikendalikan kekuatan jiwa miliknya. Kekuatan jiwanya sangat kuat sampai bisa mengendalikan sebuah pasukan. Selain itu, dia juga merekrut pasukan penyihir yang dilatih secara khusus dalam beberapa divisi.
Jika ingin menyusup ke dalam Aula Linghun, akan lebih sulit baginya daripada memasuki Istana Linghun. Pasalnya, Tuan Aula Linghun memiliki kultivasi tingkat 9 yang berbeda dari manusia biasa.
Rumornya dia adalah naga. Seperti Bai Youzhe ....
"Naga ...." Apa orang itu juga memiliki darah naga? Bagaimana bisa ada 3 darah naga?
Jika benar, pantas saja dapat mengalahkannya meski sudah menggunakan kekuatan phoenix sekalipun. Raja Istana Yuansu yang sudah di tingkat 9 saja tidak mampu berlama-lama melawannya. Jika tidak langsung mengenai titik vital, Raja Istana Yuansu sering kalah duel.
Ah, ia jadi merindukan Raja Istana Yuansu dan Yan Shuiyin.
Waktu berlalu begitu cepat.
"Nanti temani aku keluar sebentar." Gu Yuena tiba-tiba saja ingin berjalan-jalan.
Chu Xin mengangguk antusias. Jarang-jarang Gu Yuena minta keluar. Selama ini, wanita itu kerjaannya hanya tidur dan makan. Mau diajak bicara serius oleh Su Churan saja sudah sangat bersyukur.
Chu Xin pun pergi membiarkan Gu Yuena menikmati waktu sendiri.
Selama 5 bulan terakhir, Gu Yuena telah belajar banyak agar memiliki kasih sayang seorang ibu. Biasanya ia begitu cuek. Tapi belakangan ini, ketika menyadari bayinya menunjukkan pergerakkan, ia menjadi sangat asing dan senang bersamaan.
Mengusap pelan perutnya yang sedikit membuncit, dia berkata, "Apa kamu juga merindukannya? Bagaimana jika kita membuat surat agar ketika perbatasan selesai diperbaiki, pesannya akan langsung sampai."
Ucapan Gu Yuena mendapat sahutan berupa tendangan dari dalam perutnya. Meski sudah sering terjadi, Gu Yuena masih suka terkejut dan tidak menyangkanya.
Rasanya nyata sekali.
Gu Yuena bangkit dari kursi dan mengambil alat tulis secepatnya. Dia menggerus tinta terlebih dahulu, lalu menggunakan kuas dan mulai menulis di atas kertas.
Ada banyak hal yang ia rindukan, tapi ia akan lebih bahagia jika bertemu Bai Youzhe baik di Dunia Bawah maupun Dataran Mitian. Ia akan memberitahunya, bahwa mereka akan menjadi orangtua.
"Hei, jangan berlama-lama di sana. Aku tidak bisa mengirim surat panjang-panjang, jadi akan kukatakan langsung. Kami merindukanmu. Dari kucing liarmu yang manis dan cantik."
Gu Yuena menulis dengan cepat sekaligus menggambar seekor kucing yang sedang menjulurkan lidah di depan serigala. Ia senyum-senyum sendiri ketika menggambarnya, itu mengingatkannya akan hari-hari mereka di akademi.
"Cepatlah kembali." Gu Yuena berkata dengan cemberut, lalu melipat surat tersebut dan mengirimnya melalui sihir. Sihirnya akan mengirim langsung ke Bai Youzhe begitu perbatasan diperbaiki.
Di kejauhan, tempat di mana ada banyak makhluk besar mengepakkan sayapnya di udara, sebuah kastil yang tampak dingin berdiri kokoh di antara pembatas dunia.
Tepat di menara tertinggi, sepasang iris biru malam memandang langit kelabu tanpa ekspresi yang terlihat jelas. Meski begitu, ada jejak kerinduan di dalam matanya.
"Nana."
Nama itu terucap begitu saja. Rusaknya pembatas dunia membuatnya resah akan kondisi di luar sana. Ia berada tepat di pembatas, yang membuatnya dapat melihat perbedaan waktu yang sangat jauh dari dua dunia. Dunia Bawah sudah lewat beberapa tahun, tapi Dataran Mitian hanya melalui waktu 5 bulan sejak kepergiannya.
Bai Youzhe di perbatasan tidak dapat merasakan waktu secara spesifik karena dia berada di antara dua dunia sekaligus. Perbaikan perbatasan selalu menyulitkannya. Ketika baru tiba di tempat ini dan akan pergi ke Istana Dunia Bawah, ia sudah dihadapkan dengan beberapa pengacau yang menyebabkan rusaknya pembatas yang menghubungi dua dunia
Ia jadi tidak bisa mengirim surat pada Gu Yuena. Bai Youzhe hanya bisa menghela napas.
Ia tidak terlalu peduli, sih.
Menghadapi naga menyebalkan terlalu membuat emosinya naik-turun melebihi ketika berhadapan dengan manusia. Meski pada akhirnya mereka lebih mudah dikendalikan karena cara berpikir yang sederhana.
Yang terpenting saat ini, ia harus menyelesaikan masalah utama dan kembali lebih cepat.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Gu Yuena sudah sangat bosan sampai nyaris tertidur. Ketika melihat langit cerah setelah hujan berhenti, matanya ikut cerah seperti langit dan langsung keluar begitu saja.
Chu Xin yang sadar bahwa atasannya yang sedang aktif itu keluar, langsung bergegas mengikuti. Tidak disangka Gu Yuena yang menjadi anak rumahan kini memilih pergi ke kota.
Wanita itu membeli apa pun yang ia lihat. Baik makanan maupun barang lain, ia menghamburkan uang begitu saja tanpa berkedip. Chu Xin jadi korban membawakan barang sebanyak itu sampai sulit menampung. Kenapa tidak diletakkan dalam kantung ruang saja?
Sambil memakan manisan buah di tangannya, Gu Yuena berkeliling sampai malam hari.
Malam ini adalah malam festival musim panas yang diadakan setahun sekali. Ada banyak lentera merah berteger di sekitar jalan, menerangi malam hari yang indah.
Gu Yuena memegang lentera gantung di tangannya sambil melihat-lihat pertunjukkan. Meski baginya pertunjukan itu biasa saja, tapi ia tetap menikmatinya. Chu Xin bahkan sampai bersorak ria.
Ada kalanya di tengah jalan, Gu Yuena melihat pasangan lengkap di mana wanitanya juga tengah mengandung. Melihat sang pria yang menunjukkan kasih sayangnya, Gu Yuena jadi memasang senyum kecut.
"Ah, aku membenci perasaan ini." Gu Yuena jarang merasa iri, atau bisa dibilang nyaris tidak pernah.
Andai ada Bai Youzhe di sini. Sekali lagi, ia merindukan segala hal yang diberikan pria itu. Lama-kelamaan Gu Yuena merasa ketergantungan. Tidak, ia merasa sangat kekanakan.
Seolah merespon perasaannya, bayi di dalam sana menendang kembali, membuat perhatian Gu Yuena teralih. "Apa kamu sedang menghiburku atau ikut-ikutan sepertiku?"
"Nona, apa belakangan ini Yang Mulia kecil sangat aktif?" Chu Xin terlihat tertarik sambil menunduk melihat perut Gu Yuena. Ia penasaran akan mirip siapa anak itu nanti.
Harapannya, karakternya tidak seperti kedua orang tuanya yang mengerikan.
"Dia seperti ... mengerti apa yang kukatakan dan kurasakan." Gu Yuena menduga. Karena tiap kali emosinya naik-turun, atau sedang bicara, bayinya akan merespon dengan tendangan seperti menarik perhatian.
"Pandai sekali. Aku tidak sabar melihatnya lahir. Apa kamu sudah menentukan nama?"
"Entahlah." Gu Yuena tidak terpikirkan hal itu. Perempuan atau laki-laki masih belum diketahui, jadi ia tidak bisa memutuskan nama begitu saja.
Mereka melanjutkan jalan-jalan di tengah festival yang sangat meriah ini. Mereka berpisah ketika Chu Xin tiba-tiba saja mendapat panggilan dari rekannya yang lain, membuat Gu Yuena harus berjalan sendiri.
Entah apa yang membuat Chu Xin harus pergi.
Gu Yuena melanjutkan langkah di wilayah yang sangat ramai. Sambil melihat-lihat dan menikmati suasana damai disertai angin malam yang sejuk.
Namun, di tengah kedamaian itu, hembusan angin sejuk yang menenangkan tiba-tiba saja membawa perubahan yang mengejutkan. Gu Yuena menegang seketika.
Ini bau darah.
Gu Yuena membalikkan arah ke asal angin. Melihat ke langit, bulan yang sebelumnya bersinar cerah kini tertutup sepenuhnya oleh awan hitam, membawa kegelapan dalam kota.
Ini jelas bukan pertanda baik.
Detik berikutnya, angin yang penuh akan bau anyir darah semakin kencang menerbangkan segala hal. Suara teriakan menggema di sekitar kota. Banyak orang berlarian dari arah pandang Gu Yuena seolah dikejar oleh sesuatu.
Kening Gu Yuena berkerut aneh. Ia baru saja akan pergi ke asal ketakutan semua orang, tapi tiba-tiba saja sekelompok kupu-kupu berdatangan ke arahnya dan meraih lengannya.
"Kita tidak memiliki banyak waktu!" Su Churan yang datang tiba-tiba terlihat sangat cemas. Ia meraih lengan Gu Yuena dan menariknya tanpa menunggu ucapan dari Gu Yuena.
Mereka menghilang dari kerumunan manusia yang berlarian. Pada saat yang sama, sekelompok bayangan hitam melesat dengan kecepatan tinggi di udara ke arah kota, menyebabkan festival yang sebelumnya sangat meriah dipenuhi dengan rasa takut.
Sosok bertopeng muncul di antara bayangan hitam yang melesat di udara. Sepasang iris hitam legamnya melihat kekacauan tanpa sedikitpun ekspresi.
"Membosankan sekali." Suara dinginnya keluar, memberi perasaan takut yang nyata. Ada sedikit senyuman jahat di balik topeng hitam itu.