Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
146. Reuni



Yun Qiao, Su Churan, Mu Xinhuan, Shen Jialin, dan Ru Meng tercegang akan serangan benda runcing dan transparan yang tiba-tiba melintas. Saking tercegangnya sampai tidak bisa bergerak. Mereka membeku bersama, selagi benda-benda runcing itu melintas hingga nyaris menyayat kulit mereka.


Sedikit saja bergerak, mereka akan mati terpotong.


Pada saat itulah, bau darah menyeruak. Sadar tidak ada lagi serangan benda runcing, mereka menoleh ke belakang untuk melihat beberapa roh jahat dan monster besar yang mati bersamaan. Darah tergenang di mana-mana.


Bisa-bisanya monster sebanyak itu mati dalam satu serangan. Selain itu, ada roh jahat nyasar pula. Roh jahat itu telah berubah menjadi abu dan menyatu dengan tanah.


"Sepertinya aku tahu siapa yang bisa melakukan hal ini," gumam Su Churan. Sosoknya berubah menjadi seekor kupu-kupu kecil dan melesat cepat melintasi hutan, lalu menemukan Bai Youzhe dengan tampang tidak bersalahnya menatap mereka.


Yun Qiao yang melihat hal itu terdiam. Dugaannya tidak salah. Orang itu yang baru saja menakuti mereka setengah mati sampai berpikir bahwa mereka tidak akan bisa melihat matahari di esok hari.


Tiga lainnya juga terdiam, tapi tidak bisa melakukan apa pun selain memasang wajah tegang. Seharusnya mereka tidak perlu berspekulasi. Itu bukan lagi spekulasi, melainkan fakta!


Bahkan Gu Yuena tidak akan sebrutal itu membunuh monster dan roh jahat di gunung dengan cara mengerikan! Apa pria itu ingin semua monster di sini punah sekalian?


"Yang Mulia." Su Churan langsung berubah ke wujud aslinya dan berlutut. Yang lain mengikuti, sedangkan Yun Qiao hanya sedikit menunduk untuk memberi salam sebagai sesama penguasa.


Shen Jialin pikir, Bai Youzhe ada di sini berarti Gu Yuena juga ada. Ia tidak sabar bertemu temannya yang menyebalkan itu.


"Gu Yuena sedang tidak bisa diganggu, akan lebih baik jika kalian melakukan urusan masing-masing dibanding mencarinya." Bai Youzhe sudah tahu bahwa mereka akan menyerbu Nana-nya seperti semut.


Tapi ... urusan mereka adalah Gu Yuena. Bagaimana ini?


Bai Youzhe tidak memedulikan mereka lagi dan pergi ke dalam istana. Tak lupa pula, mengambil kembali segel awan dan melemparnya ke Yun Qiao begitu saja. Yun Qiao menangkap dengan tidak berdaya.


Ketika melihat segel awal, matanya menjadi cerah seperti meluhat harta yang menghilang. Ia melihat Bai Youzhe yang punggungnya pergi menjauh. Sepertinya ... pria misterius yang meninggalkan segel awan sebagai 'kompensasi' itu adalah Bai Youzhe.


Meski ia tidak melihat langsung saat itu, ia melihat Bai Youzhe pergi dari istana begitu cepat dengan jubah hitamnya. Ia tidak langsung mengenali sampai segel awan kembali hari ini.


Pasalnya, tidak ada yang bisa menggunakan harta luar biasa itu begitu mudah. Pria misterius itu pasti Bai Youzhe.


Itu juga mengartikan bahwa ... giok es dicuri olehnya beberapa tahun yang lalu. Sudahlah, pria itu juga sudah memberi kompensasi.


Misteri terpecahkan.


"Ada apa denganmu?" tanya Su Churan. Mengapa Yun Qiao terlihat berpikir keras setelah melihat segel awan?


Yun Qiao menghela napas, "Ternyata, orang yang memberi segel awan pada istana hari itu adalah Raja Bai."


Su Churan mendengus, "Jangan heran. Yang Mulia memang pernah tinggal di akademi Yuansu kalian bersama Xiao Yuena, malah satu asrama. Tapi kamu tenang saja, dia tidak melakukan hal buruk." Selain mencuri giok es.


Yun Qiao tampak terkejut. Hal itu membuat Su Churan tertawa kecil saking tidak bisa menahan tawa. Ia kemudian melirik Mu Xinhuan dan Shen Jialin yang juga sedang berpikir keras.


"Itu ... apa Yang Mulia adalah Bai Zhe?" Shen Jialin menebak.


"Kalau benar, mengapa temperamen mereka berbeda?" Mu Xinhuan semakin bingung.


"Raja Bai dan Gu Yuena pernah berada di asrama yang sama? Apa maksudmu?" Yun Qiao bertanya dengan nada bingung.


Bukannya menjawab, Su Churan malah tertawa terbahak-bahak seperti akan memukul seseorang di dekatnya. Hal itu membuat tiga manusia itu menatap dengan datar.


"...."


Apa yang lucu?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bai Youzhe tiba di lokasi di mana samar-samar sinar merah darah keluar. Melihat Gu Yuena yang duduk dengan mata terpejam, ia pun menghampiri.


Wajah Gu Yuena terlihat pucat seperti seseorang yang terkena penyakit keras. Sinar hijau sudah menghilang digantikan merah darah, mengikuti karakteristik energi Gu Yuena sepenuhnya. Dia terlihat sangat tenang seperti tertidur.


Namun, Bai Youzhe dapat merasakan bahwa energi qi Gu Yuena terkuras sangat banyak dan menjadi lemah untuk sesaat. Tidak hanya menyerap lingkaran sihir, tapi juga menyingkirkan kekuatan jiwa dan roh jahat. Itu membutuhkan banyak qi.


Bai Youzhe duduk di belakang Gu Yuena, lalu menyalurkan qi padanya agar tidak pingsan. Setelah itu, barulah Gu Yuena membuka matanya dan merasa lepas dari jeratan sihir. Ia jatuh ke pelukan Bai Youzhe di belakangnya.


"Kamu sudah berhasil," bisik Bai Youzhe.


Gu Yuena tersenyum, lalu mengangguk pelan. Ia melihat kedua tangannya, lalu mengeluarkan sebuah sinar hijau yang berasal dari lingkaran sihir. Ia menyisakan sisa energi tersebut untuk mengenang gurunya.


Gurunya akan selalu bersamanya. Cahaya hijau itu telah membuktikan. Gu Yuena merasa senang dan damai. Ia akan membawa sisa energi tersebut selama perjalanan balas dendam, untuk menenangkan jiwa gurunya di alam sana.


"Aku ... akan menghancurkan mereka dan hidup dengan baik." Gu Yuena meyakinkan dirinya sendiri dengan percaya diri. Ia akan membunuh semua orang yang menyakiti orang-orang terdekatnya.


Bai Youzhe mengeratkan pelukannya. "Aku akan menemanimu."


Gu Yuena memeluk lengan yang melingkari tubuhnya sebentar, lalu berbalik menatap Bai Youzhe. "Aku memiliki janji dengan Yun Qiao dan yang lain. Apa mereka sudah datang?"


Bai Youzhe sedikit mengangguk. Ia berdiri sambil menggenggam tangan Gu Yuena, membantunya berdiri.


Mereka berdua keluar dari lubang gelap. Sebelum pergi, Bai Youzhe menutup lubang besar itu, menimbunnya dengan tanah dari gunung sampai rata. Setelahnya, ia pun mengikuti Gu Yuena yang pergi keluar.


Su Churan sudah tidak terlihat tertawa brutal seperti sebelumnya. Ketika melihat kehadiran Gu Yuena, dia langsung berlari ke arah wanita itu dan berpelukan.


Ah, ia sangat merindukan Xiao Yuena yang menyebalkan ini!


Terutama bagi Shen Jialin. Wanita itu ikut berlari memeluknya dengan teriakan semangat yang khas. Gu Yuena tidak dapat berkata-kata.


Yun Qiao, Mu Xinhuan, dan Ru Meng menghampiri. Sebenarnya, Ru Meng sangat ingin memeluk kakak seperguruannya seperti dulu, tapi kehadiran Bai Youzhe di belakang membuatnya takut setengah mati. Jadi hanya bisa melihat sambil memeluk diri sendiri.


"Kakak seperguruan, aku sangat merindukanmu~" Ru Meng terlihat akan menangis kapan saja. Ia selalu manja pada Gu Yuena, tapi kini tidak bisa melakukannya karena raja tertentu.


Mu Xinhuan tertawa terbahak-bahak sambil mengasihani Ru Meng, sedangkan Yun Qiao segera menarik dua wanita yang membuat iri itu. Bisa dilihat, Bai Youzhe tidak suka Gu Yuena dipeluk orang lain meski oleh sesama wanita sekalipun.


Dua wanita itu mendengus kesal. Su Churan menyikut perut Yun Qiao sambil mendecih. Shen Jialin hanya menutup mulutnya yang ingin tertawa.


Penampilan Gu Yuena yang sedikit berubah cukup mengejutkan mereka. Namun, tidak ada yang berani bertanya. Su Churan sudah tahu kalau itu terjadi karena darah phoenix, sama seperti ketika Bai Youzhe bereovolusi. Ia tidak bisa mengungkapnya terang-terangan.


"Xiao Yuena, bagaimana kabarmu?" Yun Qiao bertanya sebagai basa-basi.


"Seperti yang kalian lihat, aku baik-baik saja." Meski wajahnya tampak putih pucat seperti mayat. Yah, itu akan hilang perlahan.


"Roh jahat sepertinya sudah teratasi dengan baik. Awalnya aku berpikir untuk menyingkirkannya bersama, tapi itu tidak perlu." Yun Qiao melihat sekitarnya yang tidak lagi diliputi kabut hitam. Tempat ini lebih terlihat seperti peninggalan sejarah.


"Untuk sisanya, aku serahkan padamu. Pembangunan kembali Istana Yuansu tidak mudah. Seharusnya kalian sudah membawa apa yang harus dibawa, 'kan?"


"Kamu tenang saja, mereka akan datang setelah mendengar bahwa roh jahat sudah ditaklukan." Su Churan berkata dengan riang.


"Berkat bantuan Istana Tianshuang dan Su Churan, segalanya berjalan dengan baik." Yun Qiao melirik Su Churan dengan senyuman, tapi yang dilirik hanya menempel pada Gu Yuena seperti ada perekat. Ia pun menggeleng-geleng kecil sebelum berkata, "Para murid juga sudah dikumpulkan di Ibu Kota. Beberapa dari mereka yang pulang ke rumah juga membawa bantuan dari latar belakang masing-masing. Klan Lin juga ...."


"Kalau bukan karena Raja Bai, segalanya tidak akan mudah. Yun Qiao berterimakasih pada Raja Bai." Yun Qiao melihat ke arah Bai Youzhe dengan sopan.


Bai Youzhe melihat dengan acuh tak acuh. "Itu hanya kebetulan." Klan Lin menyinggungnya, masih untung tidak dimusnahkan dan hanya sedikit memberi ancaman. Rupanya efek ancaman itu lumayan bagus.


(Masih ingat bab saat Gu Yuena memutuskan kembali ke Akademi Yuansu setelah dari Wyvernia? Kalau lupa, kalian bisa membacanya di Bab 70. Saat itu Bai Youzhe diserang banyak klan termasuk Klan Lin di depan gerbang Kota Rainfield.)


"Lagipula, konflik dengan Klan Lin hanya terjadi padaku. Mereka adalah orang Istana Yuansu, sudah seharusnya membantu di saat-saat susah," kata Gu Yuena, lalu melihat ke arah Shen Jialin. "Bukankah Lin Xi dan Lin Susu tidak lagi mengganggu?"


Shen Jialin memutar bola mata. "Yah, mereka mengalami trauma seperti pengecut dan terdiam setiap saat. Sudah bagus memiliki rasa malu setelah mengganggumu bertahun-tahun."


Gu Yuena tertawa. Mereka seharusnya memiliki rasa malu di dalam hati sehingga tidak bisa bertindak bodoh lagi. Namun, Gu Yuena tidak ingin memikirkannya lebih jauh.


"Ada beberapa hal yang terjadi selama kamu tidak ada." Su Churan tiba-tiba berkata demikian, membuat Gu Yuena penasaran.


"Benar. Kakak seperguruan, kamu pasti akan sangat terkejut!" lanjut Ru Meng.


Gu Yuena menarik alisnya. "Oh ya?"


Su Churan mengangguk. Ia menarik Gu Yuena menjauh, lalu melihat Shen Jialin dan Mu Xinhuan bersamaan seperti mencurigai sesuatu. Detik berikutnya, wanita itu menujuk keduanya bergantian dan berkata dengan lantang, "Mereka ... mereka menikah diam-diam!"


"...."


Shen Jialin melotot melihat Su Churan yang bicara dengan nada tinggi. Ia buru-buru menghampiri Su Churan dan memutar daging di pinggangnya sampai Su Churan mengaduh kesakitan.


"Apa salahku?" Su Churan protes.


Shen Jialin menjawab dengan sebal, "Setidaknya jangan seperti itu!"


Gu Yuena melihat Shen Jialin dan Mu Xinhuan bergantian. Ia tidak terkejut, hanya tidak menyangka akan sangat cepat. Selain itu, ini sangat mendadak dan dia tidak tahu apa pun.


Banyak sekali yang ia lewatkan.


Saat di akademi, Mu Xinhuan menyukai Shen Jialin. Namun, Shen Jialin malah menyukai 'Gu Yue' dan mengalami patah hati. Alhasil, Mu Xinhuan tidak memiliki keberanian mengungkapkan perasaan dan hanya menemaninya suka duka. Mungkin takut ditolak.


Sebuah hal tak terduga karena tiba-tiba saja mereka menikah. Apa selama ini mereka adalah sepasang kekasih diam-diam saat di istana?


Yang pasti, Gu Yuena kesal tidak diberitahu lebih awal. "Jialin, Xinhuan, kalian harus mentraktirku!"


Mu Xinhuan tersenyum kecut. "Baik, aku akan."


"Hei, kau belum memberi kami traktiran juga. Kau harus mentraktir kami semua!" Ru Meng bicara dengan nada sinis.


Su Churan mencibir, "Sebelumnya, kami juga sangat terkejut. Beberapa bulan yang lalu mereka kembali ke kampung halaman untuk beberapa waktu. Saat kembali, ternyata mereka sudah menikah. Aku tebak mereka pergi ke kampung halaman untuk menikah diam-diam."


"Sudah kukatakan bukan seperti itu." Shen Jialin nyaris kehabisan kata-kata. Jadi seperti itu pikiran Su Churan selama ini. Seharusnya ia jelaskan sejak awal meski tidak ditanyai.


Shen Jialin bercerita bahwa ketika kembali ke kempung halaman, ayah dan ibunya mendesaknya untuk menikah karena disebut sudah 'tua'. Biasanya para wanita sudah bisa menikah di usia 15 tahun.


Namun, Shen Jialin berada di Istana Yuansu dalam waktu lama sampai usianya menerobos 20 tahun yang dianggap sudah 'tua'. Ia nyaris dinikahkan dengan pria tua kaya raya.


Tapi untungnya, Mu Xinhuan bisa menjadi tameng. Kebetulan ibu Mu Xinhuan juga mendesaknya untuk menikah, mereka berdua juga menghabiskan waktu bersama. Karena pria yang dikenal Shen Jialin tidak banyak, dan hanya Mu Xinhuan yang paling dekat, ia pun memilih menikah dengannya.


Cerita aneh seperti itu berhasil membuat Su Churan menjatuhkan rahang.


Ini jauh lebih buruk dibandingkan Xiao Yuena yang tidak peka!


"Jadi ... menikah karena terpaksa?" Su Churan baru tahu hal ini. Apa-apaan dengan dunia ini?


Gu Yuena hanya sedikit tersenyum. Mu Xinhuan pasti sengaja agar Shen Jialin tidak diambil pria lain di saat wanita itu tidak pernah menyadarinya. Shen Jialin hanya memikirkan apa yang terjadi hari ini, bukan masa lalu maupun masa depan. Dia tidak peduli hal lain selain bersenang-senang.


Ia pikir, ide menikah ini seharusnya juga berasal dari Mu Xinhuan. Ia penasaran bagaimana pria itu mengungkapkannya.


"Jadi kalian tidak pernah ...." Su Churan menggantung ucapannya.


Gu Yuena melihatnya dengan senyum rumit. Sepertinya ia tahu maksud Su Churan di saat Shen Jialin menatapnya dengan bingung. "Kau berharap apa pada anak kecil?"


Su Churan terdiam. Bagaimanapun, mereka bertiga masih berada di generasi yang sama. Apa Shen Jialin bisa lebih bodoh dari Gu Yuena yang hanya tahu cara membuat masalah?


"Memangnya apa?" Shen Jialin justru bertanya.


Su Churan tertawa hampa, merasa sangat masam. Bagaimana ia menjelaskannya? "Itu ... tanyakan sama pada si marga Mu." Mu Xinhuan tidak mungkin bodoh, 'kan? Dia adalah pria.


Shen Jialin menoleh ke arah Mu Xinhuan dengan tatapan bertanya. Mu Xinhuan sedikit tersenyum, lalu berkata, "Nanti saja."


Shen Jialin mengangguk-anggukkan kepala, lalu melihat ke arah Gu Yuena kembali. "Apa kamu akan kembali ke Istana Tianshuang?


Gu Yuena mengangguk. "Segera."


Su Churan tiba-tiba tersenyum misterius. Ia melirik Bai Youzhe sekilas, lalu memeluk lengan Gu Yuena dengan akrab. "Kalau begitu, aku akan banyak membantumu."


Gu Yuena menatapnya dengan kening beekerut. Ada sesuatu yang mencurigakan. Kepalanya tertoleh pada Bai Youzhe, sedangkan pria itu hanya diam tanpa mengatakan apa pun.


Dari wajah Bai Youzhe, tidak ada yang mencurigakan. Pria itu tetap datar dan membosankan. Namun, Su Churan bertingkah abnormal dan terlalu antusias. Shen Jialin juga sama.


Ini bukan hanya karena berita pernikahan Shen Jialin dan Mu Xinhuan, 'kan?


"Nona, hati-hatilah pada kupu-kupu itu." Xiao Hei juga sepertinya merasakan hal yang sama mesk beradai di dalam ruang spiritual.


"Hm." Gu Yuena menanggapi.


Yun Qiao berdeham ketika merasakan suasana yang aneh. "Tetua Istana telah mengutus orang untuk membersihkan istana sebelumnya. Mereka mengubur mayat orang-orang istana di aula doa. Guru dan Tetua Yan juga ada."


Perhatian Gu Yuena teralih pada Yun Qiao. "Aula doa?"


Yun Qiao mengangguk. Ia pun menunjukkan lokasinya pada Gu Yuena. Tidak jauh dari Istana Yuansu, terdapat sebuah aula leluhur yang dilindungi barrier dari roh jahat. Para tetua mengumpulkan mayat-mayat orang istana dengan hati-hati dan menguburnya di gunung sambil menghindari roh jahat.


Untuk membuka barrier, Yun Qiao memiliki kuncinya. Seketika barrier itu terbuka, memperlihatkan bangunan aula yang cukup besar. Isinya adalah makam dan ruang doa.


Ketika masuk, mereka disuguhkan oleh banyak nisan terpajang di tiap sisi. Ada tempat untuk berdoa dan menghormati orang-orang yang mati di medan perang. Papan Raja Istana Yuansu menjadi yang utama dipasang, diikuti oleh para Tetua. Tetua Yan ditempatkan di tempat spesial di samping Raja Istana Yuansu terdahulu.


Yan Shuiyin dan Raja Istana Yuansu terdahulu pernah saling mencintai. Sayangnya, mereka tidak bisa bersama karena identitas. Sekarang, keduanya memiliki makam yang sama dan berdekatan.


"Guru ...." Gu Yuena menyentuh nisan bertuliskan nama Yan Shuiyin dengan perasaan rumit. Sudah cukup lama sejak tragedi itu, tapi ia masih merasa bahwa hal itu baru saja terjadi.


Ternyata hari-harinya selama di Istana Yuansu masihlah sangat berharga. Tidak disangka, perpisahan saat akan pergi ke pertemuan antar-istana menjadi perpisahan yang sebenarnya.


"Aku tidak akan mengecewakanmu." Gu Yuena akan pastikan itu. Yan Shuiyin melindunginya, ia akan hidup dengan baik. Tapi sebelum itu, ia harus menuntaskan dendam ini.