Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
40. Kekuatan Jiwa



Sudah tiga hari Gu Yuena berada di paviliun milik Tetua Gao. Qi yang berlimpah membantu meridian Gu Yuena berkembang lebih cepat dari biasanya. Sayangnya, Gu Yuena masih harus sangat berhati-hati akan tekanan formasi yang kerap kali menyakitinya.


Jika terus berada di sini, cepat atau lambat identitas penyihir akan ketahuan. Ia harus memikirkan cara agar bisa bertahan tanpa ketahuan selama 2 bulan.


Bisa saja keluar dari sini dan berkelana, tapi itu adalah ide buruk. Ada banyak hal yang tidak ia ketahui tentang dunia ini. Selain tidak tahu jalan dan bisa tersesat kapan pun, kekuatannya masih belum cukup untuk berkelana sendiri. Gu Yuan juga tidak akan mengizinkannya.


Gu Yuena beranjak dari tempat tidur dan sedikit melakukan peregangan seusai berkultivasi seharian. Ia merasa tulangnya menjadi kaku karena berada di posisi yang sama dalam waktu lama.


"Xiao Yuena, apa kau sudah bangun? Aku akan menunggumu di halaman pelatihan. Cepatlah siap-siap!"


Suara Luo Yi masuk ke dalam kamar Gu Yuena. Gu Yuena segera berteriak menjawabnya, "Baik, Kakak Ipar!"


Luo Yi pergi dari halaman paviliun, membiarkan Gu Yuena bersiap-siap sendiri. Gu Yuena pun bergegas mengganti pakaian yang diberikan Gu Yuan.


Tak perlu waktu lama untuk bersiap, Gu Yuena keluar dari kamarnya. Ia berpenampilan seperti biasa tanpa ingin tampil mencolok. Gaun putih yang diberikan Gu Yuan sangat pas untuknya. Meski terkesan polos, model pakaian itu sangat cantik dan menonjolkan sisi ceria Gu Yuena.


Melangkah menuruni tangga, perjalanan Gu Yuena terhenti begitu melihat sosok pria tua berambut putih duduk di kursi sambil menyesap tehnya dan melihat pemandangan pegunungan. Kehadiran pria tua itu membuat Gu Yuena tidak bisa mengabaikannya meski ingin.


Gu Yuena sedikit melangkah ke arahnya, lalu membungkuk untuk memberi salam. "Salam, Tetua Gao."


Baru saja Gu Yuena akan pergi, Tetua Gao tiba-tiba mengatakan sesuatu, "Beberapa waktu lalu, ada seorang penyusup yang memaksa masuk Istana Yinyang. Dia terbakar ketika memasuki gerbang pertama. Menurutmu, kenapa dia terbakar?"


Gu Yuena menghentikan langkah, lalu melirik pria tua itu dengan hati-hati. Apa yang ingin Tetua Gao bicarakan?


Karena tidak bisa menanyakannya secara langsung, ia hanya bisa menjawab, "Istana Yinyang memiliki penjagaan yang ketat. Bukan hal mengejutkan jika ada penyusup yang tewas."


"Dia tidak tewas, melainkan melarikan diri setelah mencuri sesuatu. Seseorang yang bahkan tidak akan mati terbakar, bagaimana pendapatmu?"


Gu Yuena semakin bingung. "Wawasanku tidak luas, baru pertama kali mendengarnya."


"Wajar jika kau tidak tahu. Tapi baru-baru ini formasi yang sama menunjukkan keanehan. Jika seseorang melanggar aturan formasi, seharusnya orang itu sudah terbakar habis saat ini, tapi dia tidak seperti itu."


Gu Yuena diam untuk beberapa saat. Apa Tetua Gao sedang membicarakannya? Pria tua itu mencurigainya?


"Untuk ini, Yuena tidak memiliki asumsi apa pun.  Yuena baru tinggal tiga hari di Akademi Yinyang, tidak mengerti secara spesifik masalah yang dialami akademi." Gu Yuena berusaha tetap berada di radar aman.


Tetua Gao terkekeh mendengar ucapan Gu Yuena. Ia berdiri, lalu berbalik untuk melihat Gu Yuena yang tampak sangat tenang. "Bahkan di saat seperti ini, kamu masih sangat tenang, aku salut padamu."


"Yuena tidak mengerti apa yang dimaksud Tetua." Sebenarnya, Gu Yuena sangat gugup karena aura yang membuatnya tidak nyaman semakin menghantuinya. Tetua Gao sepertinya sedang menggunakan kekuatan spiritual untuk menekannya.


"Formasi yang digunakan dalam akademi sepertinya tidak terlalu mengganggumu. Aku pikir kau akan merepotkan Gu Yuan karena penolakan formasi."


"Formasi?" Gu Yuena berpura-pura tidak tahu. Benar, ia telah ketahuan. Tapi sepertinya Tetua Gao masih belum tahu banyak.


"Sama seperti Gu Yuan di hari pertama memasuki akademi, dan alasan aku mengangkatnya sebagai murid. Kalian adik-kakak sangat mengejutkanku karena memiliki jiwa yang tidak stabil."


Gu Yuena diam untuk beberapa saat, lalu bertanya, "Ada apa dengan Kakak?"


"Jiwa kalian yang tidak stabil memiliki jejak kekuatan jiwa yang tersisa. Kekuatan jiwa pada jiwamu lebih besar dari Gu Yuan. Itu yang membuatku heran mengapa kau bisa menahan formasi selagi kakakmu nyaris mati di masa lalu."


"Kakak ... bagaimana ...." Gu Yuena bukannya mengkhawatirkan dirinya sendiri, malah terpikirkan pada kakaknya. Kakaknya pernah nyaris mati karena kekuatan jiwa, apa maksudnya?


"Kamu tenang saja. Jiwa Gu Yuan sudah stabil. Meski masih ada sisa kekuatan jiwa, dia berhasil menyegelnya." Tetua Gao bicara dengan nada tenang, lalu melihat Gu Yuena serius. "Saat ini masalahnya ada di kamu. Jiwamu lebih tidak stabil, seperti baru saja mengalami hal tak terduga semacam pertukaran jiwa atau kerusakan jiwa akibat pertarungan."


Gu Yuena nyaris tidak bisa mengatakan apa pun. Bagaimana Tetua Gao bisa menebaknya seperti ini? Dia nyaris saja menebak dengan benar dan nyaris mengatakan bahwa jiwa Gu Yuena sekarang bukan jiwa aslinya yang telah melekat sejak lahir.


Mengenai hubungannya dengan kekuatan jiwa, Gu Yuena masih sulit mengerti.


"Tetua Gao, sebelumnya mengatakan tentang kekuatan jiwa yang ada dalam jiwaku dan Kakak. Apa maksudnya itu?" Gu Yuena penasaran.


"Melihatmu bertanya seperti ini, sepertinya kau benar-benar tidak tahu apa pun. Kekuatan jiwa diturunkan sejak lahir oleh pemilik kekuatan jiwa sebelumnya. Aku tidak tahu apa hubungan kalian dengan Istana Linghun yang berkultivasi menggunakan kekuatan jiwa, tapi aku sarankan padamu untuk tidak menggunakannya. Meski kekuatan tempurnya sangat besar, tapi itu adalah kekuatan terlarang yang dapat merusak jiwamu. Jika jiwamu yang tidak stabil itu rusak, kemungkinan pikiranmu tak terkendali, selamanya tidak akan bisa berinkarnasi."


"Bagaimana kau tahu aku memiliki kekuatan jiwa? Apa kau bisa melihat basis kultivasiku?"


Tetua Gao diam untuk beberapa saat sambil memandang Gu Yuena. "Aku mengetahuinya karena deteksi formasi. Di dunia ini, hanya ada beberapa orang yang kultivasinya tidak bisa dideteksi. Pertama adalah murid nakal itu—Luo Youzhe—lalu penyusup yang terbakar, dan yang terakhir adalah kau. Jangan sia-siakan bakatmu untuk kejahatan, simpan kekuatan jiwa itu tanpa menunjukkannya."


"Aku tidak tahu tentang hal ini. Tetua Gao, terima kasih peringatannya." Gu Yuena membungkuk terima kasih. Ia mendapat informasi baru yang kemungkinan akan berguna di masa depan.


"Aku sarankan untuk tidak terlalu lama. Setelah 2 bulan, lebih baik kau kembali ke Akademi Yuansu. Kamu tidak akan bisa bertahan dari formasi lebih lama dari itu."


"Yuena akan mengingatnya. Kalau begitu, Yuena izin pamit untuk bertemu Kakak Luo Yi di halaman akademi."


Tetua Gao mengangguk pelan, sebelum akhirnya membiarkan Gu Yuena pergi menemui Luo Yi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Duel antara Gu Yuena dan Luo Yi ditonton oleh banyak murid halaman dalam Akademi Yinyang. Mereka memang telah merencanakan duel sebelumnya untuk melihat bagaimana perkembangan Gu Yuena selama setengah tahun di Akademi Yuansu.


Tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan magis Gu Yuena berkembang sangat cepat. Luo Yi yang berada di awal tingkat 6 bahkan harus berhati-hati akan api Gu Yuena yang menambahkan sifat korosif yang aneh.


Sifat korosif api Gu Yuena berasal dari kekuatan magisnya, bukan bawaan api phoenix. Karena ia adalah penyihir, bukan masalah jika harus menambahkan sifat korosif untuk memperingati Luo Yi mengenai 'api biasa' yang ia lemparkan.


Sedangkan Luo Yi memiliki api ungu yang beresonansi dengan monster berunsur api di pegunungan sejak kekuatannya meningkat ke tingkat 6.


Tingkat 6 adalah tingkatan penentu, ke arah mana kultivator akan membawa kekuatannya sendiri. Tentu saja, kekuatan tiap kultivator akan berbeda meski berada di tingkat yang sama. Apalagi jika sudah meningkat ke tingkat 7 ke atas, kekuatan mereka akan semakin berbobot dan tidak bisa dikalahkan oleh tingkatan di bawahnya. Tentu saja mereka sudah seharusnya berada di kehidupan yang berbeda dari kultivator biasa.


Untuk tingkat 6 seperti Luo Yi dan Gu Yuan, mereka bisa dibilang adalah tingkat puncak kultivator biasa. Pembagian tingkatan untuk mencapai tingkatan selanjutnya tentu saja berbeda, tidak lagi menggunakan hitungan bintang, melainkan berdasarkan seberapa capaian yang mereka raih.


Api ungu Luo Yi yang dikombinasikan dengan sihir yin dan yang membuat Gu Yuena repot setengah mati. Jika bukan karena kecepatannya yang melampaui mage atau penyihir biasa, ia sudah kalah berkali-kali dengan defensif yang lemah ini.


Kekuatan defensif pengguna serangan jarak jauh sangat kecil. Itu sebabnya kebanyakan dari mereka memilih menjaga jarak saat bertarung dan melakukan serangan dalam bayangan.


Mereka juga harus dibantu oleh rekan, sangat berguna di pertandingan kelompok. Jika pertandingan individu, apalagi melawan assassin dan hunter, mereka akan kalah telak.


Gu Yuena menggunakan serpihan qi sebagai senjata yang mengikutinya untuk melindungi diri dari serangan defensif Luo Yi. Kecepatannya nyaris tidak bisa terlihat oleh kedua mata Luo Yi, namun efek serangan Luo Yi yang kerap kali meleset selalu tidak dapat dihindari.


Gu Yuena terpaksa menyebarkan serpihan qi yang mengikutinya ke segala arah, lalu membuat serangan area yang menitik fokuskan ke arah Luo Yi.


Serangan besar Gu Yuena tidak bisa dihindari Luo Yi. Luo Yi terpaksa menerimanya dan menggunakan pertahanan sihir tingkat tinggi agar tidak terkena dampak serangan. Tekanan yang ia terima cukup tinggi. Jika ia murid biasa, sudah pasti akan menerima dampak serangan dan kalah telak.


Api ungu menyebar dari seluruh tangannya ke lantai arena. Luo Yi mengedarkan kekuatannya secara luas, lalu memberi tekanan pada serpihan qi yang menyerangnya sehingga kembali tersebar dan hancur dalam api ungu.


Kemampuan api ungu untuk membuat medan dengan mengurangi kecepatan lawan yang berada di bawahnya membuat Gu Yuena kesulitan. Ditambah, Luo Yi mendapat manfaat sedikit pertahanan dari serangan Gu Yuena yang membuatnya memiliki kesempatan untuk melakukan serangan balik. Medan api ungu membuat Gu Yuena kewalahan saat itu juga.


Kecepatan Gu Yuena berkurang, tubuhnya merasa ditekan sampai batas tertentu sehingga penghindarannya terkejar oleh waktu. Ia harus menduga-duga kapan serangan didaratkan agar tidak terkena efek negatif api ungu yang dapat menurunkan vitalitasnya.


Kekuatan tingkat 6 yang mengerikan. Jika ini medan perang, Gu Yuena yang didesak itu sudah pasti mengeluarkan kekuatan darah phoenixnya untuk mengakahkan Luo Yi. Namun, karena ini hanya duel untuk pertukaran kemampuan, darah phoenix tidak diperlukan.


Karena tidak memiliki kesempatan menghindar akibat medan api ungu, Gu Yuena menerima serangan Luo Yi dan membuat pertahanan untuk melindungi tubuhnya. Ia termundur beberapa meter, sebelum akhirnya serangan menghilang bersamaan dengan medan api ungu yang menyusut.


Gu Yuena nyaris jatuh lemas saat itu juga karena kelelahan.


Pertandingan, selesai.


"Sudah cukup untuk saat ini. Xiao Yuena, kamu sangat banyak berkembang dan terlalu kuat sampai memaksaku menggunakan medan. Ini salahku." Luo Yi mengulurkan tangannya di depan Gu Yuena yang setengah jatuh.


Gu Yuena menyambut uluran tangan Luo Yi, lalu berdiri tegak. "Biasa saja. Aku yang tidak kompeten, tidak bisa menghancurkan medan api ungu."


"Medan api ungu terbentuk setelah aku menyerap esensi monster tingkat 7, sangat beracun untuk lawan di bawah tingkat 5. Jika tubuhmu merasa tidak enak, katakan saja padaku."


"Aku baik-baik saja." Gu Yuena menarik sudut bibirnya dan mengangkat kedua tangannya yang dikepalkan, menunjukkan ia baik-baik saja dan sangat kuat.


Toh, api ungu bukan tandingan api phoenix. Apanya yang racun? Ia seperti ini hanya kelelahan karena terlalu banyak menguras qi selama pertandingan.


"Istirahatlah, aku akan membawakanmu camilan ke kamar." Luo Yi menepuk-nepuk bahu Gu Yuena, lalu pergi mengambil camilan.


Gu Yuena hanya melihat kepergiannya, mengabaikan para murid yang tampak penasaran di bawah arena. Xiao Hei datang padanya, jatuh ke pelukan Gu Yuena dengan nyaman.


Mengingat kembali apa yang dikatakan Tetua Gao, Gu Yuena pikir ia harus mencaritahu seperti apa kekuatan jiwa dalam tubuhnya. Berbahaya atau tidak, ialah yang menentukan.


Kembali ke kamar, Gu Yuena masuk ke dalam alam spiritual untuk memeriksa kekuatan spiritual dalak tubuhnya. Tekanan formasi Akademi Yinyang menekan kekuatannya sampai batas. Beruntung dia bisa bertanding dengan Luo Yi tanpa cidera.


Semakin banyak Gu Yuena menggunakan sihirnya, formasi akan semakin menekannya. Menurut Gu Yuena, ini adalah pelatihan tekanan yang cocok sebelum memasuki pertempuran antara elit halaman luar Akademi Yuansu. Ditambah dengan qi yang berlimpah, ia akan meningkat lebih cepat.


Gu Yuena memeriksa seluruh keadaan tubuhnya dengan detail, tapi tidak menemukan cara menggunakan kekuatan jiwa atau menemukan kekuatan jiwa yang dimaksud Tetua Gao.


Seharusnya ada caranya, tapi kekuatan itu seolah menjadi sangat pendiam dan sunyi membuatnya ragu. Gu Yuena tidak menemukan apa pun yang berbeda mengenai aura dan kekuatan spiritualnya.


"Kakak, apa kekuatan jiwa bisa dilihat semudah itu oleh seseorang?" Gu Yuena berucap, kala mengetahui seseorang masuk ke ruangannya. Ia membuka mata, lalu memberi sedikit senyuman pada Gu Yuan yang datang membawa sedikit makanan ringan dari Luo Yi.


"Jiwa tidak bisa dilihat, tapi bisa dirasakan. Kenapa tiba-tiba kamu bertanya hal ini?" Gu Yuan bertanya.


"Ada banyak hal yang kamu sembunyikan, aku tentu ingin mengetahuinya."


Gu Yuan diam untuk beberapa saat, tampak memikirkan sesuatu. "Apa Guru mengatakan sesuatu?"


"Karena aku sudah tahu, aku pikir tidak ada yang perlu dirahasiakan di antara kita. Tetua Gao berkata kita memiliki sisa kekuatan jiwa, yang membuat formasi akademi mengalami penolakan. Aku seharusnya mengalami hal yang sama sepertimu di masa lalu, tapi keadaannya berbeda. Entah apa alasannya." Gu Yuena menatap Gu Yuan sedikit menuntut jawaban. Ia sangat yakin, kakaknya tahu banyak hal.


"Nana, ini bukan sesuatu yang harus kamu khawatirkan." Gu Yuan meletakkan nampan ke atas meja, lalu duduk di sebelah Gu Yuena.


"Apa benar, tak apa jika melupakannya? Kakak, aku merasa ada banyak hal yang tidak kuketahui tentang diriku sendiri ... dan keluarga kita. Apa ada hubungannya dengan ibu? Atau kematiannya?"


"Ucapan Tetua Gao, anggap tidak pernah mendengarnya. Ini bukan hanya masalah keluarga. Bukan saatnya kamu tahu." Gu Yuan menegaskan kata-katanya dengan nada rendah. Ia agak enggan mengatakannya karena takut menyakiti hati Gu Yuena, tapi ia harus.


Gu Yuena diam untuk beberapa saat, namun tatapannya tidak berhenti nenuntut segala pertanyaan. Apa ia beritahu saja? Mengenai masa hidupnya?


"Bagaimana jika ... aku akan mati besok? atau lusa? Kau masih tidak akan memberitahu?"


"Tidak akan terjadi sesuatu padamu, aku berjanji."


"Kau tidak bisa berjanji untuk sesuatu menyangkut hidup dan mati."


Gu Yuan tersenyum kecut. "Jangan terlalu idealis. Selama aku masih hidup, aku akan melakukan apa pun untuk melindungimu."


"Apa begitu berbahaya?"


"Aku tidak tahu, tapi aku pikir begitu." Gu Yuan menjawab ragu-ragu.


"Biarkan aku membantu." Gu Yuena menawarkan diri. Ia tidak ingin terjadi sesuatu pada keluarga satu-satunya, seperti di masa lalu.


"Kamu tetap aman saja sudah sangat membantuku. Nana, jangan ikut campur masalah apa pun. Jika ada bahaya, larilah. Aku tidak ingin keluargaku satu-satunya kesulitan."


Gu Yuena cemberut, merasa agak kesal, tapi tidak bisa berbuat apa pun. Ia memeluk kakaknya dari samping untuk menekan emosi dalam hatinya. Bagaimanapun, ia tidak berjanji akan patuh kali ini, ia tidak bisa lari dari bahaya atau lebih tepatnya mengalami jalan buntu untuk kembali ke tempat semula.


Sejak ia memiliki darah phoenix, ia tidak akan lepas dari masalah apa pun. Terutama menyangkut Istana Linghun.


"Jika butuh bantuan, katakan padaku kapan pun. Aku akan datang menyelamatkanmu." Gu Yuea berkata dengan nada rendah. Hanya itu yang dapat ia katakan, sebagai pesan bahwa ia tidak akan lari dari kenyataan.


Gu Yuan mengusap kepala adiknya penuh kasih sayang, lalu memeluknya dengan hangat. "Kamu tidak berubah."


"Aku tidak pernah berubah." Meski jiwanya berbeda, ia tetaplah Gu Yuena yang sama. Gu Yuena yang tidak berubah dari masa ke masa dan selalu merindukan kasih sayang keluarganya.


Ia tidak akan berubah.