Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
97. Rival Lama



"Apa ini benar Istana Tianshuang?" Gu Yueli terpana ketika melihat betapa besar istana yang tidak pernah ia kunjungi ini.


Sejak menjadi bagian dari Klan Ye, ia beberapa kali mengunjungi 4 istana sampai terbiasa akan kemegahan dan keberagaman tiap istana. Namun, Istana Tianshuang jauh berbeda dari 4 istana lainnya.


Selain sangat sunyi dan terasingi, tempat itu juga sangat dingin. Jarang ada pelayan atau murid yang terlihat dari luar. Kesannya seperti bangunan megah dan luar biasa besarnya namun kosong tanpa adanya kehidupan


Selain itu, Istana Tianshuang juga jauh lebih besar dari 4 istana lainnya. Selain istana yang ia kunjungi, masih ada banyak istana lainnya yang berdiri di dalam dan tiap bagian gunung. Semua itu tertutupi oleh dinginnya pegunungan.


Wanita cantik dengan gaun putih yang tampak sederhana di sebelah Gu Yueli menjelaskan, "Istana Tianshuang diketahui memiliki banyak wilayah tersembunyi yang tidak dapat dilihat secara kasat mata. Kamu akan menemukan lebih banyak tempat dibanding ini."


Dia adalah Jin Xiao, penerus Istana Luye yang kini ini menjadi sangat tenar. Sebelumnya ia hanya kandidat penerus, tapi beberapa waktu lalu dia berhasil memenangkan posisi penerus secara sah.


"Memang layak menjadi istana nomer 1 di Dataran Mitian." Gu Yueli tersenyum penuh kekaguman. Raja mereka pasti juga sangat luar biasa. Ia dengar, Raja mereka memiliki usia yang tidak beda jauh dengannya sudah berada di tingkat 9 atau bahkan lebih kuat. Benar-benar jenius.


"Ayo kita masuk." Jin Xiao mengajak Gu Yueli di sisinya untuk memasuki wilayah Istana Tianshuang.


Mereka melangkah bersama beberapa murid istana. Kunjungan kali ini adalah untuk mendapat dukungan dari Istana Tianshuang. Jika Jin Xiao mendapat dukungan banyak istana di belakangnya, maka posisinya yang kapan pun akan goyah ini akan semakin kuat.


Memasuki wilayah istana, tidak ada siapa pun yang menyambut selain daun yang bergoyang. Ini wajar karena posisi Jin Xiao yang tidak begitu istimewa di mata Istana Tianshuang. Jin Xiao tetap sabar sampai akhirnya seorang murid senior istana datang memandunya.


Ini masih siang hari, tapi istana masih sangat sepi sehingga Jin Xiao terus bertanya-tanya kemana semua orang pergi. Ketua wilayah Istana Tianshuang telah menemuinya beberapa kali untuk menghormatinya, tapi tetap tidak ada satu pun tetua atau siapa pun yang memiliki pangkat tinggi di tempat ini yang bertemu dengannya.


Pada akhirnya, Jin Xiao hanya bisa menghubung koneksi dengan salah satu ketua wilayah. Andai saja ada satu tetua yang mau mendukungnya naik tahta.


Tuan Chen, Ketua wilayah timur Istana Tianshuang yang bekerja langsung di bawah Tetua Han. Dia menyambut Jin Xiao dengan sopan, mengingat lawan bicaranya adalah penerus Istana Luye.


Selain Jin Xiao, dia tidak menyambut siapa pun yang pergi bersama perempuan itu. Gu Yueli yang notabenenya menantu dari Klan Ye mendapat perlakuan dingin dari semua orang.


Seperti yang seluruh Istana Tianshuang ketahui, Klan Ye adalah antek Istana Linghun.


Istana lain tidak tahu hal itu, termasuk Istana Luye. Jadi Jin Xiao berpikir bahwa dengan membawa Gu Yueli, menunjukkan bahwa Klan Ye mendukungnya, maka Istana Tianshuang yang membutuhkan koneksi lebih luas di Dataran Mitian akan berada di pihaknya.


Andai Jin Xiao tahu bahwa Istana Tianshuang sudah memiliki Klan Luo yang lebih berpengaruh ....


Rumitnya Jin Xiao bicara dengan ketua wilayah dilihat oleh Gu Yuena yang berdiri di balkon lantai tertinggi istana. Sepasang iris merah darah itu sedikit menyipit ketika mendapati Gu Yueli mengikut di sisi Jin Xiao.


Sejak kapan Klan Ye dan Istana Luye berhubungan baik?


Klan Ye adalah antek Istana Linghun. Apa yang saat ini Istana Linghun rencanakan?


Gu Yuena tidak peduli akan tujuan Jin Xiao yang datang untuk mencari koneksi, tapi ia lebih peduli dengan tujuan Klan Ye mendekati Istana Luye. Bahkan sampai mengirim Gu Yueli pula.


Pikiran Gu Yuena dipenuhi perasaan tidak nyaman. Pasti tidak sesederhana mematai Istana Luye atau menemani Jin Xiao berkunjung ke Istana Tianshuang.


Gu Yueli adalah kuncinya.


Malam ini Bai Youzhe seharusnya akan pergi. Gu Yuena harus bergerak dengan cepat mengatasi Gu Yueli yang hadir secara tak terduga ini. Tidak boleh ada masalah di istana selama Bai Youzhe tidak ada. Istana Linghun juga tidak boleh tahu bahwa keamanan istana menurun dengan perginya Bai Youzhe.


Gu Yuena segera pergi untuk menemui Gu Yueli secara rahasia. Ketika ketua wilayah mengantarkan Jin Xiao untuk beristirahat, Gu Yueli yang mengikut tiba-tiba saja tertarik akan satu hal yang membuatnya pergi ke area lain.


Dia tidak tahu, bahwa sihir merah telah menarik perhatiannya secara tak langsung sehingga membawanya ke sisi lain istana.


Saat itulah, Gu Yueli melihat perempuan bergaun merah darah berdiri di ujung lorong sambil melihat lukisan yang terpapar di dinding. Secara alami, Gu Yueli langsung mengenalinya.


"Gu Yuena? Kenapa kamu di sini?" Gu Yueli sangat terkejut. Sudah sangat lama mereka tidak bertemu sejak pertemuan di Wyvernia, Gu Yuena banyak berubah.


Gu Yuena menghampiri, tampak sangat serius. "Karena aku tinggal di sini, untuk sementara."


"Di sini? Bukankah kau seharusnya berada di Istana Yuansu?" Gu Yueli teringat akan sesuatu. "Ah, aku lupa. Istana Yuansu sudah tidak ada, jadi kamu tidak memiliki tempat lain untuk tinggal."


"Pada dasarnya, kita anak-anak Kediaman Adipati tidak memiliki tempat tinggal. Bukankah kamu dan ibumu berada di Klan Ye berusaha mempertahankan posisi selama bertahun-tahun? Cepat atau lambat, kemukinan harus pergi juga tinggi." Gu Yuena tetap santai meski telah disindir secara keras oleh Gu Yueli. Toh, ia tidak peduli.


"Aku adalah istri sah ketua klan, serta telah melahirkan pewaris untuk generasi selanjutnya. Posisiku sebagai nyonya klan Ye tidak perlu diragukan kembali." Gu Yueli tersenyum bangga.


"Jika aku menjadi dirimu, aku tidak akan puas." Gu Yuena terkekeh setelah mengatakannya. Ia bersandar di dinding sambil melipat kedua tangannya, tampak santai. "Klan Ye memiliki banyak rahasia di dalamnya. Ingin kuberitahu sesuatu mengapa mereka—orang Istana Tianshuang—bersikap dingin padamu?"


"Kamu bukan orang Istana Tianshuang."


"Tapi aku adalah seseorang yang bisa mendapat kehormatan dari mereka." Gu Yuena tersenyum. "Kediaman Adipati dihancurkan oleh Klan Ye. Klan Ye memiliki batu jiwa yang pernah menjadi alasan mengapa kalian harus bertemu Pangeran Alfonso. Batu jiwa hanya dimilik oleh Istana Linghun, dan mereka telah memiliki koneksi yang lama dengan Istana Linghun."


"Istana Linghun?" Gu Yueli terlihat tidak tahu apa pun.


"Kamu bisa bertanya langsung pada suamimu tercinta atau ibumu itu."


"Kenapa kau memberitahuku?" Gu Yueli tidak percaya pada Gu Yuena, tapi ucapannya sulit untuk disangkal.


Gu Yuena mengerucutkan biburnya. "Aku sedikit kasihan padamu yang sering diperalat tanpa tahu apa pun." Lalu senyumnya berubah menjadi miring, "Bercanda."


"Gu Yuena—"


"Karena orang yang banyak tahu tidak memiliki umur panjang. Aku ingin kamu mati secepatnya."


Gu Yuena berkata seolah sedang membicarakan hal menyenangkan sampai senyumannya terangkat lebar. Itu memberinya kesan mengerikan.


Dia melanjutkan, "Satu hal yang ingin kuluruskan, kita tidak memiliki darah yang sama. Sebagai orang Klan Ye, seharusnya kau menghormatiku yang merupakan Putri Istana Linghun. Bagaimanapun aku adalah putri dari pasangan raja dan ratu Istana Linghun."


Gu Yueli sangat terkejut sampai matanya membulat lebar. Dia melihat Gu Yuena dengan tidak percaya, lalu menggeleng pelan. "Membual."


"Kalian Klan Ye mungkin tidak akan percaya. Itu disebabkan oleh kesalahan yang kalian lakukan beberapa tahun lalu." Raut Gu Yuena menjadi dingin. "Seharusnya ibuku membunuh kalian saat itu. Dia terlalu depresi sampai tidak memiliki kesempatan membunuh kalian, malah memilih mengirimku ke dunia lain."


"Apa maksudmu?"


"Aku ingat, kau dan ibumu juga ikut andil." Gu Yuena mendekati Gu Yueli yang mulai ketakutan. Tatapannya dipenuhi aura dingin, namun bibirnya mengukir senyuman. "Sekitar 100 cambukan dan pukulan orang klan atas perintah Ting Le dan Ye Suanwu. Sebenarnya, aku sudah mati saat itu. Anggap saja aku adalah roh jahat yang datang untuk balas dendam."


"Gu Yuena, kau tidak bermaksud membunuhku di sini, 'kan?" Gu Yueli masih mengambil langkah mundur. Aura niat membunuh yang keluar membuat tubuhnya bergetar sampai lemas.


Tidak cukupkah membunuh dalam bayang-bayang saat di Wyvernia?


Gu Yuena menghentikan langkah, lalu mendengus. "Tidak tertarik. Nanti tanganku kotor. Aku sarankan padamu untuk pergi secepatnya, karena Istana Tianshuang tidak menerima orang-orang Klan Ye."


"Bagaimana denganmu?"


Gu Yuena menarik sudut bibirnya. "Tentu saja aku tidak akan berlama-lama di tempat sepi ini. Apa aku perlu berkunjung ke Klan Ye? Aku ingat, Ye Suanwu pernah berkata bahwa aku dapat pergi ke Klan Ye kapan pun aku mau."


"Tidak perlu, kau tidak diundang." Gu Yueli langsung menolaknya.


Gu Yuena tersenyum kecut. "Sayang sekali, aku jadi tidak bisa melihat keponakanku yang berharga."


Gu Yueli terdiam untuk beberapa saat. Keningnya tiba-tiba berkerut saat melihat Gu Yuena, sebelum akhirnya secara spontan ia meraih lengan Gu Yuena dan memeriksa denyut nadinya.


Meski ia sangat membenci Gu Yuena, ada bagian terkecil dari dalam dirinya yang menganggap bahwa Gu Yuena tidak seburuk itu. Sangat kecil, sih.


Gu Yuena agak terkejut akan tingkah tiba-tiba Gu Yueli yang begitu aneh. Gu Yueli adalah healer, entah apa saja yang ia pelajari di Klan Ye sehingga kekuatannya tidak selemah dulu. Setidaknya, perempuan itu memiliki perkembangan yang tidak buruk.


Gu Yueli melihat sepasang iris merah Gu Yuena dengan rasa heran. Matanya menyipit, lalu berkata, "Kau hamil?"


"Apa?" Gu Yuena jelas terkejut.


Gu Yueli melepas pegangannya dan menghela napas. "Karena kau sudah memberitahu dan memberiku peringatan yang cukup penting, aku tidak berniat bermain-main lagi. Gu Yuena, aku sarankan padamu untuk menggugurkannya."


Gu Yuena termenung memikirkan ucapan Gu Yueli.


Melihat reaksi terkejut Gu Yuena sampai tidak bisa berkata-kata, Gu Yueli memutar bola mata. "Sepertinya kau tidak tahu hal ini. Aku tebak, kau memiliki hubungan dengan orang itu sampai bisa tinggal di sini. Siapa namanya? Bai Youzhe? Aku dengar dia dulunya adalah Luo Youzhe dan kalian cukup dekat. Sekarang dia adalah Raja Istana Tianshuang. Aku mendengarnya dari percakapan Ye Suanwu dengan seseorang. Karena kau pernah membantuku, jadi kukatakan sekarang. Klan Ye tidak akan membiarkan keturunan keluarga Bai berikutnya lahir."


Gu Yuena semakin terdiam.


Tunggu dulu ....


Apa Gu Yueli tidak bisa membicarakannya satu per satu? Gu Yuena sampai bingung mana yang harus ia cerna terlebih dahulu dan mana yang harus ia tangkap terlebih dahulu.


Satu hal yang membuat Gu Yuena tidak bisa berkata-kata.


Dia hamil?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Tetua Han, senang bertemu dengan Anda." Jin Xiao membungkuk memberi salam pada Tetua Han yang datang.


Tempat Jin Xiao berada saat ini adalah istana milik Tetua Han di mana semua orangnya berada. Dibandingkan tetua lainnya, hanya Tetua Han yang cukup terbuka akan kedatangan Jin Xiao.


Asal tidak ada Gu Yueli.


Sampai sekarang, Jin Xiao masih bingung kemana perginya Gu Yueli.


"Jadi kedatangan Nona adalah untuk membangun kerja sama? Kenapa harus Istana Tianshuang? Nona tahu, Istana kami tidak menerima bentuk kerja sama apa pun jika tidak ada hubungannya dengan Yang Mulia Raja."


Jin Xiao tampak sangat tenang dan tersenyum dengan lembut. "Istana Luye memiliki keunggulan alkimia yang baik dan telah bekerja sama dengan hampir seluruh istana. Sejauh ini, kami memang tidak kekurangan. Tapi ada beberapa hal yang tidak ada di Istana Luye, namun Istana Tianshuang bisa melengkapi celah tersebut, begitu pula sebaliknya."


"Oh? Apa itu?" Tetua Han ingin tahu.


"Koneksi dan kekuatan. Istana Tianshuang tidak kekurangan dalam hal kekuatan. Tapi dalam hal koneksi, Istana Luye bisa mengimbanginya. Aku sebagai penerus istana, pastinya tidak akan mengabaikan Istana Tianshuang ketika adanya hubungan baik di antara dua istana. Selain itu, aku Jin Xiao juga membutuhkan kekuatan Istana Tianshuang." Jin Xiao mengatakannya terang-terangan sehingga memberikan kesan jujur pada Tetua Han.


Tetua Han terkekeh. "Kamu memang gadis yang terang-terangan. Tapi, untuk masalah ini, tetap tidak bisa mengabaikan keputusan Yang Mulia. Yang Mulia sedang sibuk saat ini, sulit untuk menemuinya."


"Jin Xiao bisa menunggu kapan pun."


"Sebenarnya, selain Yang Mulia, ada seorang tetua yang harus kamu dekati. Untuk mssalah ini, aku tidak memiliki pengaruh, tapi dia mungkin bisa."


"Kalau begitu, bagaimana Jin Xiao bisa menemuinya?"


Tetua Han menghela napas. "Sayangnya, dia tidak ada di sini. Tempatnya terus berpindah dan hanya datang sesekali. Koneksinya sangat luas, juga cukup dekat dengan Yang Mulia."


Jin Xiao merasa orang ini sangat menarik. "Lalu, kapan dia akan kembali ke istana?"


"Takutnya hanya satu orang yang dapat membuatnya kembali ke istana." Tetua Han menghela napas untuk kesekian kalinya. "Namanya adalah Gu Yuena, kamu bisa mencarinya di sekitar sini. Ketika kau bertemu dengannya, maka secara otomatis kau akan mengenalinya."


"Gu Yuena?" Jin Xiao merasa nama ini agak familiar.


Bukan Gu Yuena yang menyebalkan itu, 'kan?


"Ya, dia adalah tunangan Yang Mulia. Mungkin, jika bisa menyenangkannya, urusanmu akan semakin mudah. Selain dapat menemui Tetua Su, kamu juga bisa mendapat kesan baik dari Yang Mulia."


Sebesar itukah mengaruhnya? Jin Xiao semakin tidak percaya bahwa Gu Yuena yang dimaksud adalah Gu Yuena dari Istana Yuansu.


Haha, pasti bukan dia. Tidak mungkin orang sehebat itu adalah orang yang sama. Jelas-jelas mereka beda level dari apa yang ia lihat.


Mana ada murid tetua agung dari istana yang runtuh memiliki pengaruh sebesar itu. Pasti ia salah duga.


"Kalau begitu, mohon bantuannya." Jin Xiao berusaha tetap tenang dan berpikir positif. Tidak mungkin Gu Yuena yang itu. Dia harus yakin demi keberhasilan hidupnya.


Namun, semua itu berakhir ketika ia harus berhadapan satu meja dengan orang yang ia hindari, Gu Yuena.


Wajah Gu Yuena terlihat datar. Sepertinya suasana hatinya sedang buruk, tak beda jauh dengan Jin Xiao ketika dipertemukan oleh salah satu murid Tetua Han.


Siapa yang akan sangka, saat itu Gu Yuena sedang bicara berdua dengan Gu Yueli. Pantas saja Gu Yueli menghilang.


Gu Yueli di sisi lain tampak gugup di dekat dua orang yang saling memancarkan energi permusuhan. Seperti saingan atau rival lama yang dipertemukan.


"Seharusnya aku tidak di sini," keluhnya.