Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
12. Ditraktir Seorang Tiran



"Huh, aku berpikir terlalu jauh. Jika saja bukan demi wanita cantik itu memohon dan bersedia melayaniku, aku mana mau membeli buku jelek semahal ini. Bertapa tadi harganya? 2 batu alam? Benar-benar gila. Orang itu mau merampok!"


Pria bergigi kelinci menyesal membeli buku yang tidak berguna hanya untuk memamerkan diri pada seorang wanita cantik. Masalahnya, wanita yang ia temui barusan terlalu cantik sampai ia tidak bisa tidak mendekatinya. Hanya saja, harga diri wanita itu terlalu tinggi bahkan hanya untuk bicara padanya.


"Tuan Muda, takutnya wanita itu ternyata adalah bangsawan, barulah tidak ingin mengeluarkan batu alam untuk buku tidak berguna. Sepertinya kita telah ditipu." Bawahannya melihat buku kusam di tangannya dengan jijik. Meskipun tuan mudanya adalah seorang summoner, tetap saja tidak membutuhkan buku kumal seperti ini.


Buku itu dikhususkan untuk seorang summoner yang ingin melatih monster kontraknya yang lemah. Namun, kebanyakan para summoner menginginkan monster yang sudah kuat sejak awal sehingga dapat memaksimalkan kekuatan tempur.


Karena fisik summoner tidak lebih baik dari guardian dan hunter serta assassin, mereka lebih mengandalkan kekuatan monster kontrak. Buku ini berisikan nilai konvesional yang sudah lama tidak digunakan dan menjadi tidak berguna di masa saat ini.


"Buang saja, benar-benar menyebalkan!" Pria bergigi kelinci mengibaskan tangannya dengan malas.


Ia rugi sangat banyak hari ini hanya demi hasrat. Tapi dapat melihat kecantikan seperti itu, ia merasa 2 batu alam sudah cukup.


"Jika tidak digunakan, maka berikan saja padaku."


Suara feminim tersebut datang dari belakang mereka. Mereka berbalik untuk melihat. Tampak sosok gadis berjubah hitam dengan tudung yang kini dibuka menampilkan wajah cantik yang sebenarnya dan natural. Ia lebih cantik dibandingkan saat menutup sebagian wajahnya.


"Nona, ternyata kamu mengikuti kami." Pria bergigi kelinci itu tertawa meremehkan. "Kenapa? Masih ingin buku kuno ini?"


"Kalian tidak menggunakannya, maka berikan padaku. Aku akan membayar dengan pantas." Gu Yuena berkata mengenai pembayaran sebenarnya tidak berjanji. Toh, ia tidak memiliki uang sebanyak itu.


"Apa Nona bersedia membayar dua kali lipat? Jika buku ini jatuh ke tanganku, maka nilainya akan jauh lebih tinggi." Pria itu mengejek sambil mendekat.


Gu Yuena tersenyum, tampak sangat cantik hingga membuat pria itu semakin menggila. "Tuan Muda, apa kamu akan membiarkanku membayar sebanyak itu? Kamu tahu, aku tidak memiliki sebanyak itu. Aku hanya memiliki dua tael emas sebagai simpanan."


Pria itu semakin mendekat dan menatap Gu Yuena dengan serakah. "Kalau begitu, bagaimana jika melayaniku? Aku akan memberimu buku ini secara gratis."


"Nona, sebuah kehormatan dapat melayani Tuan Muda. Lebih baik Nona menurut dan ikut kami ke kediaman." Bawahannya itu berkata dengan sabar. Ia tidak boleh merebut milik tuan mudanya, atau kepalanya akan dipenggal.


"Bagaimana jika ... orang tuaku mencariku? Apa yang bisa aku katakan pada mereka?" Gu Yuena berkata seperti anak kecil yang polos dan lugu.


"Aku berasal dari keluarga ternama di kekaisaran, keluargamu akan senang mengetahui kau ada di kediamanku. Tenang saja, rumahku memiliki banyak pelayan. Jika kau juga bisa menjadi selirku, aku akan merasa sangat senang."


"Selir? Tuan Muda sangat baik, aku akan mengingatnya. Tapi apa itu pantas untuk orang rendahan dan tidak bisa berkultivasi sepertiku?" Gu Yuena tersenyum semakin cantik hingga menghipnotis mereka berdua, terutama sang tuan muda.


"Sangat pantas. Kamu hanya perlu bersamaku saja tiap malam, tidak lebih." Pria itu akan meraih Gu Yuena dengan cepat untuk merangkulnya, merasa tujuannya telah tercapai.


Ketika tangannya itu menyentuh bahu Gu Yuena, Gu Yuena langsung menahan pergelangan tangannya dan memutar tangannya begitu saja seperti memutar tuas. Pria bergigi kelinci itu berteriak kesakitan saat itu juga.


"Meniijikkan. Kau pikir aku akan bersedia menjadi selirmu? Bahkan jika kau memintaku untuk menjadi istri sah, aku akan muntah terlebih dahulu." Ia pun menendang bagian sensitif pria dengan keras sehingga pria bergigi kelinci itu tersungkur.


Bawahannya sangat terkejut. Ia baru saja akan menggunakan kekuatannya, tapi tiba-tiba Gu Yuena sudah ada tepat di depannya dan meninju wajahnya begitu saja. Bahkan tidak perlu mengatakan apa pun, pria itu pingsan saat itu juga.


"Kamu! Dasar *******!" Pria bergigi kelinci berteriak sambil memegangi 'masa depannya' yang sekarat.


Gu Yuena memungut buku yang dijatuhkan pria yang baru saja ia tinju wajahnya. Ia mengantungkan buku tersebut, kemudian berjongkok di dekat pria bergigi kelinci.


"Terima kasih atas 2 batu alamnya. Aku harap kita bertemu kembali. Wanita tidak bisa berkultivasi ini belum puas bertarung." Gu Yuena menunjukkan senyum cantiknya yang memukau. Namun mengerikan di mata pria itu.


Pria itu mengeluarkan kekuatannya untuk menyerang dengan segera. Gu Yuena menghindari kekuatan yang melesat. Ia pun mengambil pisau kecil dari saku yang dibawa untuk berjaga-jaga.


Pisau kecil itu melayang di udara berdasarkan arah gerak jari Gu Yuena, melesat ke arah pria itu sambil melewati kumpulan qi yang menyerang. Detik berikutnya, pisau kecil itu menembus bahu pria itu begitu saja tanpa membunuhnya.


Gu Yuena tiba-tiba hadir tepat di depan wajahnya. Ia menendang kepala pria itu dengan keras sampai pingsan dalam keadaan mimisan.


"Itu akibat pria cabul."


Xiao Hei muncul dari tas dan melompat ke bahu Gu Yuena sambil bersuka cita. Akhirnya ia mendapatkan buku yang langka itu. Ia bisa memiliki kesempatan melindungi nonanya.


"Sudah puas?" Gu Yuena melirik Xiao Hei, sedangkan kucing hitam itu mengeong dengan gembira. Itu membuat Gu Yuena tertawa kecil. Ia pun menyimpan buku usang yang baru didapatkan.


"Sepertinya Kediaman Adipati Gu mengalami kebangkrutan sampai salah satu putrinya harus merampok bangsawan."


Gu Yuena memutar matanya mendengar suara itu. Ia menoleh, melihat Luo Youzhe entah dari mana muncul beberapa meter darinya. Ia muncul dan menghilang seperti hantu.


"Tidak ada hubungannya denganmu. Dia juga tidak kenal aku." Gu Yuena bersikap acuh tak acuh.


Luo Youzhe melihat pria yang baru saja ditendang Gu Yuena. Ia meringis. "Walikota tampaknya akan mengajukan pencarian terhadapmu atas putranya yang dipukul."


"Hanya seorang walikota, apa bisa dibandingkan dengan Kediaman Adipati?" Gu Yuena menyahut dengan angkuh. Tak apa sekali-kali menyombongkan latar belakangnya.


"Sudah tahu orang Kediaman Adipati, masih berani datang ke tempat ini sendirian. Apa kau tidak takut ditarget orang jahat?" Luo Youzhe memarahinya.


"Wajahku tidak dikenali orang awam, tidak akan ada masalah. Kecuali kau, tidak ada orang luar yang tahu identitas tanpa cadarku. Andai ada orang luar yang tahu, itu berarti kau yang membocorkannya."


Luo Youzhe mendengus. "Aku tidak tahu bagaimana kau bisa di sini dan untuk apa. Aku sarankan kau untuk pulang. Tempat ini tidak aman untuk seorang gadis dengan kultivasi tingkat 3."


Gu Yuena mengerutkan kening. Sepanjang jalan tidak ada yang mengetahui kultivasinya, hanya Luo Youzhe yang tahu. Jika dipikir, ia jadi penasaran mengapa orang-orang masih menganggapnya sampah.


"Bagaimana kau tahu?" Gu Yuena bertanya.


Luo Youzhe tersenyum misterius. "Kita terikat, tentu saja sudah tahu. Bagaimanapun, kau dan aku pernah memiliki hubungan singkat."


"Apa itu berpengaruh? Aku tidak pernah dengar."


"Artinya wawasanmu kurang luas."


"Sudahlah, kau sendiri berada di sini, masih melarangku datang ke sini." Gu Yuena menggerutu.


"Karena aku memang selalu di sini, sudah puas mendengarnya?"


"Kau mencuri barang berharga dan menjualnya sebanyak batu alam? Sepertinya Klan Luo mengalami kebangkrutan." Gu Yuena membalikkan ucapan Luo Youzhe barusan.


"Aku tidak mencuri. Aku membunuh." Luo Youzhe tersenyum miring membuat ekspresi Gu Yuena berubah. Melihat itu, ia pun tertawa. "Hanya bercanda."


"Aku juga membunuh." Gu Yuena berkata dengan santai. "Tapi sudah pensiun." Ia melanjutkan acuh tak acuh. Terserah ingin dianggap bercanda atau tidak, yang jelas ia berkata jujur.


Karena tidak ingin mengingat masa-masa itu, Gu Yuena mengalihkan topik. "Aku datang untuk membeli hadiah ulang tahun."


"Aku ingat ada pelelangan yang dibuka sebentar lagi. Baru saja ingin datang ke sana. Siapa tahu, bisa menemukan barang bagus untuk hadiah ulang tahun."


"Kau sedang mengundangku?" Gu Yuena agak terkejut.


"Anggap saja begitu. Tidak seru datang ke pelelangan sendiri." Luo Youzhe menarik Gu Yuena begitu saja seolah gadis itu adalah boneka.


Orang ini ....


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Gu Yuena tidak tahu bahwa ia secara tidak sadar tidak mengalami penolakan terhadap Luo Youzhe seperti sebelumnya. Ia berjalan tanpa banyak bertanya sambil melihat-lihat barang bagus yang jelas tidak bisa dibelinya.


Mereka memasuki gedung pelelangan yang ramai akan pengunjung berdatangan. Di pintu depan, mereka diberikan sebuah topeng setelah menyerahkan undangan.


Siapa yang akan menyangka, undangan yang didapat Luo Youzhe adalah undangan vip sehingga ia dapat duduk di tempat khusus. Sepertinya ia adalah langganan pelelangan ini atau pernah melelang barang sebelumnya.


Gu Yuena tidak terkejut akan kemewahan rumah lelang, karena seumur hidupnya selalu datang ke pelelangan sampai mual. Hanya saja, baru kali ini ia merasa miskin ketika berada dalam pelelangan.


Dulu ia selalu membeli apa pun yang ia suka secara bebas, bahkan pernah sampai memborong barang lelang secara boros untuk bersenang-senang. Itu karena ia tidak tahu mau diapakan semua uang yang dimiliki hasil pekerjaannya seumur hidup. Itupun belum menghabiskan 30% hartanya. Sekarang, ia hanya bisa menonton sambil memikirkan bagaimana caranya agar bisa mendapat uang banyak. Ia tidak pernah semiskin ini.


Pelelangan dimulai tepat ketika mereka tiba di lantai atas—ruang vip—sehingga dapat melihat keseluruhan lelang. Barang pertama pun diperkenalkan dengan menyebutkan kelebihan yang membuat banyak orang terpana.


Barang pertama adalah esensi sihir dari monster sihir yang diekstrak oleh alkemis Istana Luye. Istana Luye adalah salah satu Istana yang fokus pada keterampilan pengobatan dan alkimia. Mereka menghasilkan banyak healer serta alkemis terbaik dan terkenal di dunia.


Sangat wajar jika produk yang mereka buat selalu diburu oleh para kultivator. Jasa healer mereka juga sangat penting bagi tiap kelompok ketika sedang dalam pertempuran panjang. Karena berjasa akan hidup banyak orang, mereka menempati posisi tertinggi dan terhormat.


Sedangkan esensi sihir adalah sebuah bahan penting untuk seorang mage meningkatkan kekuatannya. Tergantung esensi monter sihir jenis apa yang diambil, semakin tinggi tingkatan monster sihir, semakin tinggi tingkat keberhasilan menerobos tingkat lebih cepat. Sayangnya, monster sihir sangat jarang ditemukan dibandingkan monster biasa.


Esensi sihir kali ini berasal dari monster laut terdalam. Dalam botol kaca tersebut, aura dingin dan menekan sangat terasa di seluruh pelelangan. Hanya monster tingkat tinggi yang bisa mengeluarkan esensi sihir sekuat itu.


Dalam sekejap, tawar menawar mulai bermunculan. Banyak dari mereka mengeluarkan banyak batu alam untuk menawar satu per satu dan saling berperang harga.


"Kau tidak menawar?" Gu Yuena bertanya. Luo Yi adalah pengguna sihir, esensi sihir ini cocok untuknya. Anggap saja sebagai hadiah pertunangan.


Luo Youzhe paham maksud Gu Yuena. Ia menggeleng pelan. "Tidak berguna. Luo Yi bukan pengguna sihir air, dia api ungu. Jika menggunakan esensi sihir air, terlalu beresiko untuk pondasi spiritualnya. Sedangkan Gu Yuan adalah guardian, Luo Zhiyi adalah healer."


"Kau?" Gu Yuena penasaran bagaimana cara menilai profesi seseorang.


"Tebaklah." Luo Youzhe menyengir.


"Guardian?" tebak Gu Yuena.


"Lambat." Luo Youzhe menyangkal.


"Tidak mungkin assassin, 'kan?"


Luo Youzhe tidak menjawab. Ia hanya memasang senyum yang membuat Gu Yuena menduga bahwa Luo Youzhe adalah assassin. Pantas saja suka datang dan pergi tiba-tiba.


"Esensi sihir yang dilelang sebenarnya tidak sebagus esensi sihir di Istana Luye. Murid Istana Luye melelang esensi sihir gagal dan ampas. Meski ada sedikit efek, tapi tidak sebesar efek esensi sihir yang sebenarnya." Luo Youzhe mengalihkan topik. Sangat jelas terlihat ia tidak suka Istana Luye.


Gu Yuena mengerutkan kening. "Seharusnya mereka tahu, 'kan?"


"Nama Istana Luye terlalu tinggi. Kepercayaan bodoh mereka menyebabkan kerugian besar. Sebenarnya, esensi sihir asli memiliki harga yang sama dengan akhir perang harga di sini."


Gu Yuena paham permainan bisnis ini. Untuk mencapai keuntungan, menjual ampas atau produk gagal yang masih sedikit berguna dan menyimpan yang asli untuk diri sendiri.


"Meski aku tidak kekurangan uang, aku tidak akan membeli barang dengan ceroboh dan menyianyiakannya," lanjut Luo Youzhe.


"Kau tidak tahu bagaimana rasanya setiap saat setiap detik uang mengalir tanpa henti dan tidak tahu harus menggunakannya bagaimana." Gu Yuena menggerutu sendiri.


"Aku tahu rasanya. Oleh karena itu, cobalah untuk menawar barang bagus."


Gu Yuena melihat Luo Youzhe dengan mata menyipit. "Aku tidak ada uang sebanyak itu, untuk saat ini."


Luo Youzhe terkekeh. "Aku terlalu banyak uang. Jadi biarkan aku sedikit beramal."


"Ada bayarannya, 'kan?" Gu Yuena tidak percaya pria itu akan berbaik hati tanpa maksud terselubung.


Luo Youzhe berdecak sebal. "Aku hanya tidak tahu cara menghabiskan uangku. Asal kau tahu, asetku terpisah dengan aset Klan Luo. Aku hanya bingung apa yang harus kulakukan agar sedikit berkurang selain dengan cara dikubur."


"Pamer."


"Bukankah yang terpenting kau bisa membeli hadiah kakakmu? Begini saja, kau yang menawar dan memilih barang, aku yang membayar. Dengan begini, hadiah itu berasal dari kita berdua untuk Gu Yuan."


Gu Yuena diam untuk beberapa saat. Ia tidak suka berhutang, tapi ide Luo Youzhe tidak buruk. Ia harus memastikan pria itu tidak akan menagihnya.


"Kau benar tidak meminta imbalan?"


Luo Youzhe mengangguk dengan santai. "Jika kau membayar dengan harga yang sama, asetku akan bertambah tidak karuan."


Kalau pria itu menolak, Gu Yuena tidak perlu mengganti. Akhirnya ia bisa membeli hadiah untuk Gu Yuan di tempat ini. Selain buku aneh yang dia 'pungut', ia juga memiliki kesempatan melihat barang bagus. Hari ini tidak seburuk kemarin.


Selama pelelangan, Luo Youzhe menjelaskan kebenaran mengenai barang lelang secara terperinci sehingga Gu Yuena harus memikirkannya kembali jika ingin menawarnya. Tapi sejauh ini, tidak ada barang yang benar-benar cocok dengan penilaiannya yang tinggi. Semua itu adalah barang 'biasa' yang akan sia-sia bila dibeli oleh orang yang tidak tepat.


Hingga ketika sebuah benda unik muncul di atas panggung rumah lelang. Perhatian Gu Yuena mulai tersorot oleh sebuah sarung tangan untuk lengan kiri yang tampak mengkilap. Ia terbuat dari besi, namun begitu elastis seperti kain untuk pandangan pertama.


Ketika juri lelang mengambil benda tersebut dari kotak kaca, ia sedikit memberi energi qi ke dalamnya. Dalam sekejap, sarung tangan itu mengeluarkan sisi lain yang membesar seperti perisai besi perak, tampak sangat berat dan keras.


Selain munculnya perisai besi yang terlihat keras meski dalam keadaan polos, aura yang dikeluarkan cukup membuat para penonton melihatnya dengan tak percaya. Tekanan serta aura darah yang mencekik, serta panas yang tidak biasa seolah berasal dari neraka.


Aura ini adalah aura besi hitam yang hanya terdapat di perut bumi. Hanya seorang forger legendaris yang dapat mengambilnya dan membuat sebuah perisai spesial seperti itu.


Juri lelang menjelaskan mengenai kelebihan perisai itu. Dibuat oleh seorang forger bebas yang tidak ingin disebut namanya. Namun tidak diragukan bahwa ia adalah forger berbakat sehingga bisa membuat perisai yang begitu unik dan hebat.


Selain kekuatannya untuk menahan berbagai jenis serangan, ia juga bisa digunakan untuk memantulkan serangan sehingga dapat memberi kerusakan berat pada musuh.


Perisai itu dapat memantulkan serangan secara penuh, atau bahkan lebih kuat asal lawan yang dihadapi tidak lebih kuat dari pemilik. Sedangkan untuk lawan yang lebih kuat, cukup untuk menahan serangan dan memantulkan serangan—terutama sihir—sebanyak 50%.


Selain fungsi pertahanan, ada pula fungsi penyerangan selain serangan balik. Perisai itu akan terasa ringan di tangan pemilik sehingga dapat dijadikan senjata boomerang. Baik mengenai target maupun tidak, asalkan tidak terkubur begitu jauh, ia bisa kembali ke pemiliknya hanya dengan sebuah panggilan.


Perisai semacam itu sangat langka di dunia ini. Rata-rata perisai yang dimiliki seorang guardian tidak bisa ditarik kembali hanya dengan menggunakan kekuatan spiritual. Pada dasarnya kekuatan spiritual guardian cukup rendah karena lebih menekankan kekuatan fisik.


"Kurasa tidak ada yang perlu aku jelaskan." Luo Youzhe sudah merasa bahwa Gu Yuena akan mengambil perisai itu untuk hadiah. Meski Gu Yuan sudah memiliki sebuah perisai di ruang spiritual, tetap saja perisai kali ini adalah yang terbaik.


Gu Yuena melirik Luo Youzhe. "Untuk pertama kalinya kau tidak meremehkan barang yang dilelang. Sepertinya forger itu adalah kenalanmu. Apa bisa mendapat diskon pertemanan?"


"Dalam berbisnis, tidak ada yang namanya diskon pertemanan. Tawar saja jika ingin, atau kau akan melewatkannya. Tidak mungkin kau akan mengambil alternatif seperti tadi, 'kan?"


Gu Yuena mendengus. "Kali ini, aku akan menang secara adil."


Gu Yuena kembali melihat ke panggung lelang. Sudah mulai ada yang menawar dari harga 200 batu alam. Perang harga dimulai cukup sengit, sedangkan Gu Yuena masih memperhatikan dan mendengar angka-angka ratusan batu alam yang membuatnya merasa merinding.


"600 batu alam!" Pengunjung selanjutnya mengumumkan harga begitu tinggi dari 500 batu alam. Ia langsung menjadi sorotan. Beberapa orang masih mencoba menaikkan harga sedikit demi sedikit.


"Kau yakin bisa membayar berapa pun yang kusebutkan?" Gu Yuena agak ragu.


"Kau meremehkanku?" Luo Youzhe tetap santai seperti biasa. "Sebut saja. Jika tidak bisa membayar, aku akan memanggilmu kakak mulai sekarang."


Gu Yuena memutar bola mata. Siapa yang ingin dipanggil kakak oleh orang seperti itu? Ia kembali fokus untuk melihat siapa pun yang lebih menginginkan perisai itu. Seperti yang biasa ia lakukan di pelelangan.


Ia memperhatikan gerak-gerik tiap orang yang sangat menginginkan barang itu sampai rela mengeluarkan banyak uang. Ia adalah orang berpengalaman dalam memenangkan pelelangan.


Ketika harga telah mencapai 700 batu alam banyaknya, Gu Yuena langsung mengangkat papan nomor di tangannya.


"1000 batu alam!"


Gu Yuena menjadi sorotan saat itu juga. Mereka terkejut. Apa ada orang gila menawar 1000 batu alam dari harga 700 batu alam? Itu terlalu tinggi. Tiran dari mana wanita itu!


Gu Yuena melirik Luo Youzhe yang tetap terlihat santai. Sepertinya pria itu sangat percaya diri akan kekayaannya. Atau sepertinya 1000 batu alam masih belum menghabiskan seluruh asetnya.


"1000 batu alam satu, 1000 baru alam dua, 1000 batu alam—"


"1001 batu alam!" Penawar lainnya tiba-tiba mengangkat papan nomer ingin bersaing. Itu adalah seorang pria di ruang vip seberang Gu Yuena.


Gu Yuena menyipitkan mata. "1100 batu alam!"


"1101 batu alam!"


Gu Yuena merasa agak kesal dengan angka tanggung itu. "Aku sangat perfeksionis," gumamnya sambil menghela napas. Ia kembali menawar. "1110 batu alam!"


Para pengunjung mulai merasa sesak. Hanya sebuah perisai, kenapa harus begitu mahal!


"1111 batu alam!"


"Oh? Mengganjilkan angka?" Gu Yuena tersenyum miring. Orang ini ... sengaja mempermainkannya. "1999 batu alam!"


"2000 batu alam!"


Gu Yuena tersenyum miring. "Tuan, aku menyerah. Perisai ini bisa dimiliki olehmu."


Pria itu terdiam. Awalnya ia berpikir untuk menantang wanita di ruangan seberang, tapi siapa sangka wanita itu akan menyerah. Padahal jelas-jelas ia melihat bahwa wanita itu sangat menyukai perisai batu hitam.


Masalahnya, ia bukan guardian dan tidak memerlukan perisai seharga 2000 batu alam! Itu pemborosan!


"2000 batu alam satu, 2000 batu alam dua, 2000 batu alam tiga! Selamat, Tuan nomor 07 memenangkan perisai batu hitam!"


Pelelangan yang ramai dipenuhi beragam komentar. Gu Yuena kembali ke kursinya tanpa rasa penyesalan. Itu membuat Luo Youzhe berpikir bahwa gadis itu akan menggunakan cara aneh lainnya untuk mendapatkan barang yang diinginkan.


Tapi Luo Youzhe terkekeh. "Hanya sampai sini saja? Jangan katakan kau akan menggunakan barang curian untuk hadiah Gu Yuan."


"Kau tidak paham. Aku sedang mencari harga terbaik. Menurutku 2000 batu alam cukup. Aku tidak perlu berperang dengan orang iseng. Sudah kukatakan, akan kudapatkan dengan adil."


"Sebenarnya 2000 batu alam terlalu kecil."


Gu Yuena tidak berdebat lagi. Meski Luo Youzhe membayar secara sukarela, ia tetap tidak boleh tidak tahu malu. Mereka tidak sedekat itu.


Ia tetap duduk di tempatnya sambil memakan camilan yang disediakan, menunggu barang selanjutnya diperkenalkan. Ia tidak perlu takut perisai yang ia incar dibawa kabur, karena transaksi diselesaikan setelah acara lelang berakhir.


Barang berikutnya adalah sebuah alat sihir berupa pisau terbang. Tiga pisau terbang berukuran kecil dengan gagang berbentuk spiral yang dapat dikaitkan di tiga jari ketika menggunakannya. Bentuknya unik dan sangat tajam untuk sebuah pisau kecil. Ia juga sangat tipis, seolah akan patah jika digunakan untuk memotong ranting.


Pisau-pisau itu berdiri dengan sendirinya dan melayang di udara berdasarkan dorongan kekuatan spiritual dalam kotak kaca. Aura kematian yang mengerikan mulai terpancar, membuat semua orang merinding. Kebanyakan dari mereka tidak tahu apa itu, tapi auranya begitu menakutkan hingga mereka merasa gelisah.


Juri lelang tidak menyentuhnya secara langsung. Ia tampak tertekan, dan hanya berdiri di dekat tiga pisau itu sebelum akhirnya mulai menjelaskan secara detail.


Pisau itu dinamakan sebagai 'pembunuh penyihir' atau 'Wu Sha'. Dikatakan bahwa senjata itu sebelumnya dinamakan sebagai 'phoenix kematian' yang dimiliki seorang penyihir yang berbahaya. Para penyihir selalu dianggap berbahaya dan menjadi incaran banyak orang untuk dibunuh, apalagi setelah kemunduran Istana Linghun.


Phoenix kematian selalu menemani tuannya dan dipenuhi dengan darah selama ratusan tahun. Kabarnya penyihir itu mati bunuh diri menggunakan 'phoenix kematian'. Kutukan penyihir melekat di dalamnya, menyebabkan senjata itu menjadi lebih haus darah dan dipenuhi roh penyihir yang dapat melukai jiwa. Itu sebabnya nama 'phoenix kematian' berubah menjadi 'pembunuh penyihir'.


Awalnya itu adalah dongeng pengantar tidur untuk anak-anak nakal, tapi siapa sangka mereka akan melihat 'pembunuh penyihir' yang legendaris itu. Saking berbahayanya, mage biasa seperti juri lelang itu bisa saja terluka bila menyentuhnya karena aura kematian yang luar biasa. Meski senjata itu adalah senjata sihir yang cocok untuk mage, tetap saja mereka bisa terluka sangat parah bila salah menggunakannya.


Harga pembuka diumumkan sebesar 500 batu alam. Meski agak mahal, ia memiliki manfaat untuk menjaga rumah dari penyihir. Bahkan beberapa Istana menginginkannya untuk disimpan agar tidak jatuh ke tangan penyihir. Siapa yang akan menyangka, senjata itu akan hadir di tempat ini.


Ekspresi Luo Youzhe tidak banyak berubah. Ia hanya sedikit menjadi dingin, kemudian berdiri dari tempatnya untuk pergi. "Tidak ada yang menarik lagi di sini, sebaiknya kau menjemput hadiahmu sebelum dibawa orang." Ia melihat ke arah Gu Yuena, kemudian mengerutkan kening.


Gu Yuena tidak peduli pada ucapan Luo Youzhe, ia hanya melihat pisau-pisau unik itu dengan teliti. Ada rasa membara di hati dan pikirannya, seolah seseorang memanggil sehingga membuat pikirannya terpusat pada benda kecil itu.


Benda itu ... seolah memanggilnya.


"Nana?"


Gu Yuena terkejut. Ia menoleh ke belakang, melihat Luo Youzhe yang ternyata memanggilnya. Sepertinya hal tadi hanya ilusi.


"Apa?"


Luo Youzhe melihat benda-benda itu sekali lagi, kemudian melihat Gu Yuena. "Kau ingin itu?"


Gu Yuena melihat senjata itu sekali lagi, kemudian menggeleng dengan ragu. Tidak tahu kenapa ia merasa sangat tertarik dan nyaris kelepasan mencurinya, tapi ia masih bisa mengendalikan diri dengan baik. Ia sudah meminta uang Luo Youzhe, jadi harus sedikit tahu diri.


Tapi sepertinya Luo Youzhe tidak lagi berniat pergi. Ia justru pergi ke dekat Gu Yuena tanpa mengalihkan pandangan dari tiga pisau kecil yang melayang itu.


"10.000 batu alam."


Penawaran itu menyebabkan kejutan luar biasa. Tiran macam apa yang menyiakan sebanyak 10.000 batu alam di awal penawaran!


"Apa assassin juga tertarik pada senjata sihir?" Gu Yuena heran. Tapi entah kenapa, ia merasa senang ketika Luo Youzhe berniat membelinya.


"Mungkin ... aku bisa menjadi assassin dan mage bersamaan." Luo Youzhe menyahut dengan santai dan pergi keluar dari ruangan vip. Ia benar-benar percaya diri meninggalkan pelelangan yang belum selesai.


Juri lelang itu awalnya agak terkejut, tapi ia langsung sigap begitu menyadari siapa yang baru saja menawar dengan harga tinggi. Ia buru-buru mengumumkan hasil pelelangan dan mengakhirinya di saat semua orang masih sangat terkejut.


Pelelangan ditutup oleh senjata penyihir legendaris seharga 10.000 batu alam.