
Tak jauh dari Ibu Kota, sebuah rumah pelosok berdiri di belakang mansion besar. Rumah itu terbuat dari kayu yang telah rapuh, sangat jelas tidak diurus selama bertahun-tahun lamanya. Kotor dan tak terurus, bahkan seorang pelayan enggan mendekati tempat terasingi itu.
Viscount Norweight adalah salah satu pendukung Kaisar di faksi kaisar. Mereka memiliki pengaruh cukup besar dalam hubungan antar bangsawan dan memegang tambang emas di barat yang dijadikan sumber pendapatan negara. Mereka sangat kaya.
Tapi tidak akan ada yang menyangka, mansion besar yang dipenuhi emas itu memiliki momok besar di dalmnya yang telah diasingkan selama bertahun-tahun.
Rumah kayu tak terurus itu ditempati seorang gadis. Usianya sekitar 17 tahun. Rambutnya hitam dan terurai acak-acakan tanpa kunciran. Gaunnya terlihat kekecilan dan memiliki banyak sobekan, ada debu di sekitar pakaian dan kulitnya. Dia sangat tidak terurus.
Gadis itu meringkuk di dalam sepanjang hari tanpa bisa melihat cahaya. Dia tidak memiliki keberanian untuk keluar. Sesekali pelayan akan datang dan melemparinya roti kering untuk dimakan, lalu memberi kata-kata mencemooh yang mengatakan bahwa gadis itu memiliki darah kotor yang menjijikkan.
Entah gadis itu paham atau tidak, tatapannya terlihat redup tanpa kehidupan. Dia hanya diam seperti melupakan cara bicara, lalu makan roti kering dengan lahap. Dia sangat pucat saat menunjukkan wajah kotornya yang memiliki luka di bagian dahi. Sangat kotor sampai sulit dikenali.
Sejak kecil, dia mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari semua orang. Atau lebih tepatnya saat dilahirkan. Dia lahir karena kecelakaan yang diakibatkan Viscount saat mabuk terhadap pelayan rumah. Viscountess sangat marah dan mengusir pelayan itu.
Tapi bagaimanapun ia tetap putri Viscount sehingga pelayan itu kembali karena tidak memiliki uang yang cukup untuk menafkahi putrinya sebelum mdninggal. Mulai saat itu, dia tinggal di rumah kayu seorang diri dan kesepian. Saat itu ia masih 3 tahun. Oleh karenanya, dia tidak memiliki emosi manusia yang normal. Dia hidup penuh ketakutan dalam kegelapan.
Itu adalah kisah yang menyedihkan. Dia ingin melihat cahaya meski hanya sesaat, tapi cahaya itu tidak pernah datang. Malah menjauhinya, lagi dan lagi.
Hingga sosok merah muncul dari dalam kegelapan, gadis itu sudah tidak peduli lagi. Siapa pula yang akan peduli pada manusia aneh yang bahkan tidak bisa bicara dengan benar?
Tapi saat seseorang bicara padanya, dia mulai menunjukkan ekspresi terkejut.
"Apa kau ingin balas dendam?" Suara wanita yang terdengar dingin dan lembut bersamaan. Gadis itu mendongak untuk melihat, lalu mundur sampai terpojok karena takut. Mata merah yang mendekatinya sangat menakutkan.
"Kehidupanmu sangat menyedihkan. Aku akan membantumu, memberimu makan dan pakaian, pendidikan dan kehidupan layak serta kekuatan. Kau adalah mendapatkan cahaya yang kau inginkan."
Suara itu seperti magnet yang menarik atensi gadis itu. Gadis itu terperangah sesaat ketika melihat uluran tangan seputih giok yang terlihat sangat halus. Sangat berbeda dari bayang-bayang mengerikan di kepalanya.
"Kamu akan mendapatkan semuanya." Wanita itu tersenyum dingin, "Tapi kau tahu, tidak ada yang gratis di dunia ini."
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Su Churan menarik Chu Xin ke kerumunan orang. Ia menyerahkan surat undangan ke penjaga, lalu masuk ke aula besar yang dihadiri oleh banyak orang dari berbagai kalangan. Kebanyakan dari mereka kesatria.
Su Churan menggunakan pakaian bangsawan Wyvernia, begitu pula Chu Xin. Gaun indah yang tidak terlalu berlebihan beserta kipas di tangan, menutupi setengah wajah mereka ketika dikepakkan.
Ia mendapat undangan pesta dari Alves. Saat pergi mencari penginapan setelah membuntuti Alfonso, dia bertemu lagi dengan Alves yang mengatakan bahwa akan diadakan pesta kemenangan bagi para kesatria. Alfonso sebagai pemimpin pasukan akan ikut.
Ini adalah pesta kemenangan pertempuran di utara. Alfonso yang menjadi tokoh utama dalam pesta, menjadi sorotan banyak orang. Bahkan bangsawan ikut datang untuk merayakan.
Su Churan mengajak Chu Xin menyamar sebagai bangsawan untuk melihat pergerakan Alfonso sekaligus melihat permainan yang sedang dijalankan. Alves juga ikut sebenarnya, tapi dia bersama bangsawan lain di sisi lain aula.
Dari jauh, Alves hanya bisa melihat Su Churan yang mempesona itu dengan helaan napas.
Su Churan dan Chu Xin duduk, lalu menikmati makanan yang disajikan seperti bocah kelaparan. Ada anggur yang enak serta beberapa jenis minuman alkohol seperti sampanye dan vodka. Su Churan merindukan sampanye dan langsung menyambarnya.
"Tetua Su, kamu jangan sampai mabuk." Chu Xin pikir tempat ini tidak cukup baik untuk menempati wanita mabuk.
"Aku tidak mabuk, tidak akan." Su Churan sangat yakin. Dia hanya minum satu botol, kok. Tidak akan mabuk.
Chu Xin masih merasa tidak nyaman. Dia melihat sekitar, ada sangat banyak pria yang bermain-main dengan wanita dari rumah bordil. Pesta menyewa banyak wanita untuk melayani para bangsawan itu. Itu sebabnya jarang ada bangsawan wanita yang ikut dalam perayaan ini.
Mungkin, hanya mereka berdua saja yang merupakan seorang 'nona' yang berani. Sisanya adalah kesatria wanita.
Assassin Guild tidak pernah membuat perayaan seperti ini. Mereka pernah merayakan kemenangan perang, tapi dilakukan secara tertutup dan hanya menyediakan alkohol serta permainan para assassin. Tidak ada yang bermain-main dengan wanita. Mereka sangat kaku dalam hal cinta, termasuk Chu Xin.
Bai Youzhe melarang siapa pun membawa pasangan ke tempat kerja karena bisa mengganggu, kecuali memang dibutuhkan. Jadi kebanyakan anggota guild adalah para pria dan wanita lajang. Hanya sedikit dari para pria yang pergi ke rumah bordil untuk mencari wanita cantik.
Karena pekerjaan mereka terlalu berbahaya dan kasar, banyak yang berpikir untuk melajang seumur hidup dan setia pada sang Raja. Chu Xin dan dua rekannya termasuk dalam kelompok lajang seumur hidup.
Memperhatikan Alfonso yang terlihat normal, Su Churan pikir pergerakan yang dibuat Gu Yuena belum cukup membuat pria itu cemas setengah mati. Ia mungkin bisa membantu.
"Ada rumor yang mengatakan bahwa Pangeran Alfonso membunuh Earl Mandey, apa itu benar?" tanya Su Churan pada bangsawan wanita di dekatnya.
Bangsawan wanita itu adalah kesatria. Meski begitu, masih sering berkumpul dengan wanita sosialita lain dalam pesta teh. Mereka juga membicarakan hal ini.
Dia membalas, "Sebaiknya kamu tidak membahasnya di sini. Pangeran sangat sensitif. Ini adalah perayaan yang sakral, jadi bicarakan di luar perayaan."
Su Churan mengangguk-anggukkan kepalanya patuh, lalu kembali diam di sisi Chu Xin. Hah, pesta ini tidak seseru kelihatannya.
Di saat Su Churan merasa bosan karena tidak ada tontonan menarik, pandangannya terarah pada pintu yang terbuka. Ada tamu undangan lain yang masuk, seorang wanita.
Wanita dengan surai hitam yang indah serta sepasang iris senada. Gaunnya berwarna ungu gelap, terlihat sangat menawan dihiasi oleh hiasan emas.
Sekilas, dia terlihat seperti bangsawan biasa. Su Churan tidak begitu memperhatikan. Tapi jika dilihat sekali lagi, sepertinya ia kenal dengan wanita itu.
"Xiao Yuena!" Su Churan nyaris memekik. Dia menepuk-nepuk Chu Xin yang melamun, lalu menunjuk ke arah wanita bergaun ungu itu.
Penampilan Gu Yuena sangat berbeda dari biasanya. Dia lebih terlihat seperti penduduk asli Wyvernia dengan garis wajah yang sedikit berbeda. Sepertinya dia sedikit merubah garis wajahnya menggunakan riasan, meski tidak meninggalkan wajah asli.
Su Churan dan Chu Xin tetap di tempat, tidak berani mendekat. Ia tidak boleh menunjukkan keakrabannya meski sedang menyamar. Gu Yuena pasti memiliki tujuan datang ke sini.
Gu Yuena sangat cantik malam ini. Datang ke pesta dan menarik perhatian banyak orang. Ia menghampiri Alfonso yang sedang berpikir keras ketika merasa familiar dengan wanita itu.
"Selamat atas kemenangan Pangeran dalam mempertahankan perbatasan." Gu Yuena memberi selamat. Dia bicara terang-terangan, seolah mereka sudah kenal cukup lama.
"Terima kasih." Alfonso tersenyum canggung. Hatinya merasa aneh. Wanita di depannya terlihat seperti bangsawan biasa, tapi kenapa ia gelisah?
"Aku dengar monster yang menyerang perbatasan di utara adalah monster tingkat 8. Pasti sangat sulit menanganinya."
"Itu adalah hal biasa. Belakangan ini pengaruh lima istana mulai mengendur, kekaisaran harus mengandalkan kekuatan sendiri untuk melewati badai. Masih banyak wilayah yang menghadapi pertempuran dengan monster tingkat tinggi."
"Yah. Meski begitu, Pangeran dapat memberi bantuan dengan baik sampai mendapat penghargaan dari Kaisar. Sepertinya, tak lama lagi bagi Kaisar untuk mengumumkan pewaris tahta secara sah."
Alfonso diam untuk beberapa saat, lalu mengangguk senang. "Tentu saja. Kau berpikir seperti itu?"
Gu Yuena mengangguk penuh arti. "Ya."
"Omong-omong, jarang ada yang mengajakku bicara secara terbuka seperti ini. Bagaimana aku bisa memanggilmu, Nona?"
"Vale dari Norweight," jawab Gu Yuena. Ada sesuatu yang aneh dari tatapannya, tapi tidak akan ada yang sadar.
"Aku baru tahu Viscount Norweight memiliki seorang putri bernama Vale."
"Itu adalah cerita yang panjang."
Norweight adalah wilayah milik Viscount Norweight. Mereka berada di faksi Kaisar. Tentu saja Gu Yuena tidak bisa asal mencari identitas kedua. Ia mengambil identitas milik keluarga Norweight menggantikan putri mereka yang telah dilupakan.
Viscount Norweight tidak akan terlalu memperhatikan di mana dan apa yang dilakukan putri bungsu mereka. Putri Viscount yang malang itu harus hidup mandiri dan terkucilkan dari dunia selama bertahun-tahun. Bahkan keluarga sendiri tidak tahu bagaimana rupanya.
"Beberapa waktu lalu, seseorang mendatangiku saat akan pergi ke perayaan kemenangan dan memberiku sesuatu untuk ditunjukkan pada Pangeran."
"Apa itu?"
Gu Yuena melihat sekitar, lalu berbisik, "Bisakah kita mencari tempat yang lebih nyaman?"
Alfonso pikir itu adalah sesuatu yang penting. Belakangan ini faksi kaisar memanas. Jadi dia mencari tempat yang lebih privasi bersama 'Vale' untuk membicarakan hal penting.
Ia awalnya agak ragu terhadap wanita yang baru dikenalnya. Jika dia benar-benar putri Viscount, dia tidak boleh memperlakukannya dengan sepele. Viscount Norweight telah berupanya menggunakan berbagai cara agar dapat membuatnya berada di posisi ini dan menyingkirkan banyak pesaing. Ini juga merupakan perintah Kaisar.
Saat mereka telah berada di sebuah ruangan luas dengan kursi yang tertata rapi, Gu Yuena tidak menunggu lebih lama dan menunjukkan sebuah benda hitam di tangannya.
Alfonso terkejut begitu melihatnya. Dia mendekati Gu Yuena, lalu hendak mengambil batu hitam tersebut dengan mata berbinar. Sayangnya, Gu Yuena langsung mengepalkan batu itu dengan tangannya.
"Bagaimana kau bisa mendapatkannya?" Alfonso masih terkejut akan kehadiran batu jiwa. Sebelumnya, dia kehilangan batu jiwa paling berharga di Kediaman Baron Hills beberapa tahun yang lalu. Kali ini batu jiwa muncul kembali.
"Seseorang menitipkannya kepadaku saat dalam perjalanan ke sini."
"Seperti apa orangnya?"
"Aku tidak bisa melihat penampilannya karena menggunakan jubah hitam, tapi suaranya terdengar seperti wanita. Katanya, batu ini akan menjadi milikmu ketika tahta berhasil kau dapatkan secepatnya."
Alfonso mengerutkan kening. "Apa dia benar bilang begitu?"
Gu Yuena mengangguk, terlihat sangat yakin dan serius. Alfonso sepertinya memiliki pemikiran lain sehingga Gu Yuena segera memperingati, "Ini hanya imitasi. Meski Pangeran mengambilnya, itu tidak dapat digunakan."
"Imitasi? Siapa sebenarnya yang memberimu ini?"
Gu Yuena terseyum. "Aku tidak tahu, tapi Pangeran pasti tahu. Aku hanya putri Viscount yang tidak terlalu dikenal, tidak tahu banyak hal. Aku hanya menyampaikan apa yang dia katakan."
Alfonso merasa tertantang. Batu jiwa dapat meningkatkan kultivasinya yang hanya tingkat 8 ini menjadi tingkat 9 dalam waktu singkat. Ia harus segera mendapatkannya!
Kaisar saat ini hanya memiliki kultivasi tingkat 8 dan tidak bisa mempertahankan penampilannya yang menua. Kultivator tingkat 9 dapat hidup lebih panjang, bahkan sampai ratusan tahun. Alfonso tidak ingin menyianyiakan bakatnya dan terjebak di tingkat 8 seumur hidup.
"Baiklah, katakan padanya aku akan menunggu hari itu tiba. Tapi sebelum itu, bisakah kau mempertemukanku dengannya?" Alfonso tidak sebodoh itu terjebak dalam penipuan. Dia ingin bertemu wanita itu untuk memverifikasinya.
"Entahlah? Aku sendiri tidak tahu di mana dia berada. Tapi mungkin saja, semua yang Pangeran katakan sudah tersampaikan olehnya dalam bayangan."
Alfonso mendengus. "Kenapa kau berpikir aku akan percaya begitu mudah?"
Gu Yuena diam untuk beberapa saat, lalu berkata, "Karena tidak semua orang tahu mengenai apa yang dititipkannya padaku. Yang Mulia pasti tahu, itu sebabnya memberikan reaksi yang cukup besar. Benda ini pasti sangat penting, meski hanya imitasi."
"Baiklah." Alfonso cukup yakin sekarang. Orang itu pasti dari Istana Linghun. Wajar saja jika bersikap misterius tanpa mau dikenali. Batu jiwa tidak bisa sembarangan disentuh. Yang di tangan Vale benar-benar imitasi sehingga bisa disentuh olehnya. Tapi bukan berarti seaeorang dapat berbohong mengenai batu jiwa.
Hanya Istana Linghun yang dapat membuat batu jiwa imitasi, karena hanya mereka yang dapat memproduksi batu jiwa itu sendiri. Ada kekuatan khusus di dalamnya yang membuatnya tidak bisa disentuh orang sembarangan.
Omong-omong, Vale sangat menarik. Kultivasinya tidak terbaca. Orang Istana Linghun bahkan menemuinya untuk menyampaikan pesan. Sebenarnya, apa saja yang Viscount rahasiakan terhadapnya?
"Apa Viscount tahu hal ini?" tanya Alfonso. Gu Yuena menggeleng. Alfonso semakin terlihat senang dan berkata sambil menyentuh wajah Gu Yuena dengan halus, "Kalau begitu, biar ini menjadi rahasia kita."
Vale terlihat tidak berbohong. Wajahnya sangat tenang dan sepertinya memiliki niat tulus hanya untuk melihatnya. Alfonso tidak lagi berpikir bahwa semua ini disengaja, apalagi oleh Viscount—orang kepercayaannya—sendiri.
Di samping itu, Gu Yuena hanya menunjukkan senyum setulus mungkin untuk menarik perhatian. Alfonso juga tidak begitu mudah dibohongi, jadi dia tetap waspada sepanjang waktu.
Huh, andai Bai Youzhe melihat ini, pria itu pasti akan mematahkan tangan Alfonso tanpa pertimbangan. Kalaupun ada Bai Youzhe, Gu Yuena tidak akan menggunakan cara lama ini.
Menyamar menjadi seseorang dan berakting cukup merepotkan. Ia pun harus tinggal di Viscounty untuk sementara, lalu kembali ke Duchy dan pergi ke Viscounty lagi. Dia masih harus membantu Vale mendapatkan haknya sebelum dimanfaatkan sepenuhnya.
"Kira-kira apa yang mereka bicarakan di dalam?" Su Churan bertanya-tanya sambil makan kue dan memperhatikan dari jauh ke arah di mana Alfonso dan Gu Yuena pergi.
Chu Xin terlihat tenang menggedikkan bahu. "Ratu pasti memiliki rencana."
"Sayang sekali aku tidak bisa menonton. Aku akan meemui Xiao Yuena nanti dan bertanya tentang rencananya."
Chu Xin hanya memutar bola mata dan memilih menulikan telinga. Selama Gu Yuena baik-baik saja dan tidak memberinya perintah, segala yang terjadi tidak ada hubungan dengannya. Ia hanya perlu menyiapkan banyak lilin untuk berdoa demi ketenangan jiwa yang melayang di masa depan.
"Rasanya kita di sini hanya sebagai pengamat," gumam Chu Xin.
Su Churan menyengir. "Memang itu rencana kita, kan?"
Chu Xin tiba-tiba saja mengubah ekspresinya ketika sesuatu terdengar dalam pikirannya. Ia berdiri tegak, mengejutkan Su Churan di sebelahnya.
"Ah, aku benar-benar kehilangan waktu liburku." Chu Xin cemberut, lalu melihat ke arah Su Churan. "Hari liburku habis. Aku harus bekerja dan sepertinya Yang Mulia sudah tidak ada di Wyvernia."
Ekspresi Su Churan berubah menjadi serius. "Ada sesuatu?"
"Entahlah." Chu Xin menghela napas. "Aku pergi."
Su Churan mengangguk tanpa bertanya lebih jauh. Ia tidak mendapat panggilan, yang berarti ia tidak dibutuhkan. Ia benar-benar menganggur. Jadi lebih baik menikmati tontonan sendiri sambil bersenang-senang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Musim dingin tahun ini, saat pesta dansa diadakan, pasukan kita akan mengepung istana dan bergerak saat aku memberikan kode. Siapa yang akan kita eksekusi, belum tentu adalah Kaisar. Jadi kalian harus mendengarkan instruksiku selama operasi berjalan." Gu Yuena menentukan waktu dalam setengah tahun ini agar target tercapai.
Duke Elberg memiliki pasukan besar yang telah berperang selama bertahun-tahun membela kekaisaran. Pasukan mereka sangat terkenal dan kuat. Selain itu, beberapa keluarga di antara faksi bangsawan juga memiliki tentara sendiri. Memang tidak semua, tapi setidaknya ada di antara mereka sehingga jika digabung, jumlahnya akan menyaingi pasukan kekaisaran.
Selama beberapa bulan ini, Gu Yuena telah mempermainkan Alfonso agar terus mencari cara untuk merebut tahta secepatnya. Sebelumnya, ia juga hadir di sebuah pesta teh sebagai Valentina dan telah merebut banyak perhatian.
Alfonso merasa terancam akan kehadirannya. Ditambah dengan dorongan 'Vale', Alfonso akan semakin terang-terangan memberontak. Kepercayaan Kaisar terhadapnya juga menurun sejak kematian Earl Mandey dan terus menanyainya tentang kejadian hari itu.
Kaisar sangat penasaran dengan informasi yang disebutkan Earl Mandey, tapi Alfonso tidak mengungkapkannya.
"Pesta dansa musim dingin ... semua bangsawan akan berkumpul di istana. Ini memang kesempatan terbaik, tapi juga beresiko tinggi."
"Ini memang beresiko tinggi. Saat hari itu tiba, kita harus mengganti pasukan kekaisaran menggunakan pasukan kita. Dengan begini, kemungkinan terburuk tidak akan terjadi secara tak terduga," ujar Duke Elberg.
"Mungkin, kita bisa memasang array di sekitar istana agar tidak ada yang dapat melarikan diri. Selain itu, kita juga bisa memilah mana yang harus dilindungi dan tidak di dalam array."
"Kita persiapkan untuk setengah tahun kedepan. Putri, bagaimana dengan Nona Vale?"
Gu Yuena tersenyum memandang bangsawan itu. "Bukan masalah besar. Aku telah mengirim Nona Vale pada Pangeran Alfonso."
Gu Yuena tidak bisa mengacaukan Alfonso setiap saat sehingga mengirim Vale yang asli. Dia telah mengubah wajah Vale, lalu menghipnotisnya agar tidak melenceng dari rencana. Bukannya ia tidak mempercayai Vale. Sifat Vale yang pemalu dan anti-sosial akan mengacaukan rencananya.
Gu Yuena menghela napas panjang dan dengan malas berkata, "Sampai setengah tahun kemudian, aku harap kalian menjalankan rencana dengan baik. Bila ada perubahan, segera melapor. Aku akan menyiapkan rencana cadangan jika ada sesuatu yang tidak berjalan sesuai rencana."
"Baik."