Dance Of The Phoenix

Dance Of The Phoenix
171. Wanita dari Goa



Su Churan menunggu cukup lama sambil melihat pemandangan dari puncak istana. Suasana istana masih sama seperti sebelumnya, sunyi dan sepi. Meski di bawah sana cukup ramai, di istana sangat sepi.


Saat masih ada Gu Yuena, akan ada banyak pelayan yang bekerja dan mondar-mandir. Tapi sejak kepergiannya, pelayan-pelayan itu menganggur dan lebih sering berada di Istana Ratu untuk bersih-bersih sesekali.


Vale muncul dengan gaun hijau giok yang baru saja diberikan Su Churan. Dia menunjukkan penampilannya pada Su Churan dengan senyum cerah. Selain fitur wajahnya, dia tidak lagi terlihat seperti orang Wyvernia.


"Nona, gaun ini sangat indah. Aku menyukainya."


Su Churan menoleh, lalu mengulas senyum. "Sudah kukatakan, kau akan cantik mengenakan pakaian itu."


Vale melihat ke arah pemandangan luar biasa di depannya, lalu berkata, "Kapan Ratu akan kembali? Aku sangat merindukannya." Dia berkata dengan polos. Sebelumnya, Su Churan memintanya untuk memanggil Gu Yuena dengan sebutan Ratu di sini, bukan Nyonya. Itu akan dianggap kurang sopan.


"Kamu pelajari gulungan elementalis yang ditinggalkan Ratu untukmu. Saat Ratu sudah kembali, kamu sudah harus menguasainya dan menunjukkannya."


Vale mengangguk patuh dengan penuh semangat. Ia langsung pergi ke kamarnya untuk mulai berkultivasi dan belajar. Saat dia berbalik, pandangannya terarah pada sosok Jiang Xixi yang melewatinya dengan acuh tak acuh. Dia mengerutkan kening sejenak, lalu menggeleng dan melanjutkan langkah ke kamar.


Jiang Xixi pergi ke arah Su Churan sambil berkata, "Sudah lebih dari dua bulan tidak ada kabar dari Yang Mulia sejak kepergiannya ke Wilayah Phoenix. Aku dengar Dataran Mitian mengalami krisis dan Istana Linghun memulai invasi kepada dua kekaisaran. Istana Linghun terhubung dengan Wilayah Neraka. Orang-orang Wilayah Neraka pasti sudah bersiap di garis depan untuk menyerang Istana Penguasa."


"Aku pasti akan memberitahu kalau Wilayah Neraka mengalami pergerakan. Raja Wilayah Neraka masih sibuk di Dataran Mitian, jadi Dunia Bawah masih terkendali. Kau terlalu banyak berpikir."


Jiang Xixi berkerut. "Aku hanya memikirkan situasi Dunia Bawah."


"Dunia Bawah memiliki empat wilayah. Naga sebagai penguasa utama, phoenix, iblis, dan neraka. Tuan Iblis sudah mati, Raja Wilayah Neraka sedang pasif di Dunia Bawah karena mengumpulkan 1000 darah di Dataran Mitian. Kau tidak ada hubungannya dengan Dataran Mitian, jadi tidak perlu khawatir. Yang Mulia juga sudah memikirkannya. Lagi pula, apa salahnya berada di Wilayah Phoenix? Kekuatan tempur mereka tidak kalah dari naga. Kalaupun ingin memulai perang, Wilayah Phoenix selalu dapat diandalkan."


"Yah, aku terlalu banyak berpikir." Jiang Xixi tampak pahit, lalu melirik Su Churan dengan dingin. "Namun, beberapa orang seharusnya tahu posisinya sedang bicara pada siapa."


Su Churan menatapnya tanpa adanya persahabatan. Dia mendengus, "Lalu bagaimana dengan posisimu? Meskipun aku adalah manusia, aku adalah Tetua Istana Tianshuang dan berada di bawah langsung Yang Mulia. Bahkan Tuan Long harus bersikap sopan padaku. Jiang Xixi, posisimu di sini hanya asisten Ratu, itu saja. Semua wanita selain pelayan di Istana Ratu akan dipulangkan besok berdasarkan apa yang sudah ditentukan Yang Mulia setelah formasi bintang selesai. Kau masih bertahan karena tugas yang dipercayakan Ratu padamu. Seharusnya kau berterimakasih."


Jiang Xixi mengepalkan tinjunya erat-erat. "Meskipun Ratu tidak menyerahkan urusan internal Istana Ratu padaku, Yang Mulia tetap tidak akan mengusirku."


"Begitu percaya diri?" Su Churan tertawa merendahkan. "Aku tumbuh bersama Yang Mulia sejak kecil. Aku tahu persis bagaimana sifatnya. Seharusnya kau tidak meragukan informasi dariku."


"Kau ...."


"Long Qianyu, apa kau senang sekali menonton perdebatan di antara wanita?" Su Churan menoleh ke arah pria bersurai putih yang terlihat sangat tenang bersandar di ambang pintu.


Long Qianyu terkekeh, lalu menghampiri. "Nona Su, mulutmu terlalu kejam. Itu akan menyakiti hati kecil seseorang."


"Seseorang dengan berani menanyakan posisiku, bisakah aku mengunci mulutku? Aku selalu mengajari muridku untuk bersikap sopan dan tahu malu. Temperamenku tidak sebaik itu." Su Churan berdecak sebal.


"Karena suasana hati Nona Su tidak baik-baik saja, maka aku tidak akan mengganggu." Long Qianyu segera berbalik untuk menghindari kupu-kupu darah itu, tapi Su Churan menahan lengannya dengan panggilan galak


"Hei! Setidaknya jangan setengah-setengah!" Su Churan mendengus. "Kita tidak sedekat itu. Kau datang pasti ada keperluan."


"Memang benar." Long Qianyu melirik Jiang Xixi di sebelahnya yang berwajah gelap. Dia tidak bisa tidak tersenyum ketika berkata, "Aku mendapat pesan dari Wilayah Phoenix yang harus disampaikan. Yang Mulia Raja dan Ratu akan kembali lusa."


Suasana hati Su Churan yang awalnya buruk langsung tercerahkan. Dia memangdang Long Qianyu dengan antusiasme tinggi. "Kenapa tidak bilang sejak tadi?"


"Nona sedang marah-marah."


"Ah, lupakan! Seharusnya kau tidak hanya diam saja saat tahu mereka akan kembali. Cepat pekerjakan pelayan untuk menyiapkan Istana Ratu segera, lalu aku akan pergi ke Assassin Guild untuk mencari Chu Xin. Dan ...." Kali ini pandangannya terarah pada Jiang Xixi. "Kau diam saja. Lakukan tugasmu dengan baik, itu saja. Jangan berulah dan jangan bicara yang tidak-tidak, atau aku akan mengutus kupu-kupu untuk menyerap energi hidupmu."


Jiang Xixi merasa tidak ada harga dirinya. Dia ingin marah! Bagaimanapun, kekuatannya setara dengan Su Churan, atau bahkan lebih kuat. Dia juga jauh lebih tua dari Su Churan. Bisa-bisanya manusia ini memerintahnya!


Long Qianyu ingin tertawa terbahak-bahak, tapi tetap menahannya. Dia mengangguk sekilas, lalu pergi menangani urusan internal. Su Churan juga bertransformasi menjadi kupu-kupu sebelum pergi, meninggalkan Jiang Xixi yang tertekan sendirian.


"Manusia ...." Jiang Xixi ingin berteriak dan memaki, tapi hanya bisa menahannya. Bagaimanapun, ini menyangkut harga dirinya!


"Jangan berpikir kalian bisa mengejekku seperti itu di masa depan." Jiang Xixi menyunggingkan senyum miring sebelum menghentakkan tangannya dan pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hari yang ditunggu tiba. Dua sosok yang ditunggu-tunggu mendarat dari langit tepat di depan pintu istana. Dua warna hitam dan merah menunjukkan sosoknya, membuat semua orang yang melihatnya tertunduk.


Su Churan keluar dari dalam istana dan langsung menyambut keduanya dengan riang. Hanya dia yang berani bersikap blak-blakkan di depan mereka setelah memberi hormat.


Tanpa memperhatikan hal lain, ketika melihat Gu Yuena, dia nyaris memekik dan merhambur ke arahnya seperti teman dekat yang lama tidak berjumpa. Belum lagi dengan kedatangan Vale di belakang Su Churan. Semua orang yang hadir hanya bisa menahan napas.


"Xiao ... Yang Mulia, aku sangat merindukanmu. Bagaimana kabarmu selama periode ini? Apa lukamu sebelumnya baik-baik saja? Saat itu aku marah-marah padamu karena terlalu khawatir, aku sangat minta maaf. Maafkan aku ...." Su Churan berusaha semaksimal mungkin untuk menahan diri agar tidak terlalu heboh. Dia nyaris saja memanggil Gu Yuena menggunakan nama panggilan dekat di depan umum.


"Kalau aku berada di sini, itu berarti aku baik-baik saja." Gu Yuena menyahut dengan senyuman yang mengembang.


Namun, Su Churan berhenti heboh sejenak. Dia merasa ada sesuatu yang aneh. Melihat ke mata abu-abu Gu Yuena, dia tidak bisa tidak merasa gelisah. Apa yang terjadi padanya?


"Churan, antarkan dia." Bai Youzhe sepertinya memahami kecemasan Su Churan dan membiarkan mereka bicara berdua.


Kembali ke Istana Penguasa sama saja kembali ke pekerjaannya. Bai Youzhe membisikkan sesuatu ke telinga Gu Yuena, lalu pergi bersama Long Qianyu dan Hei Changge yang telah menunggu.


Chu Xin mendekati Su Churan yang masih terdiam karena terkejut. Saat melihat Gu Yuena yang membawa tongkat giok setinggi bahu di tangan, dia juga sama terkejutnya. Ia pun langsung mengarahkan mereka ke Istana Ratu untuk bicara dan menghindari publik.


Di sisi lain, Jiang Xixi yang tampil tidak mencolok di sudut mengerutkan kening. Situasi Gu Yuena terlihat abnormal, tidak seperti terakhir mereka bertemu. Apa terjadi sebuah kecelakaan?


Namun, Jiang Xixi tidak bisa mengikuti mereka karena posisinya yang canggung. Dia hanya bisa diam di tempat dan pergi setelah semua orang telah membubarkan diri.


Sepanjang jalan, Su Churan hanya diam seraya berpikir. Dia merasa bingung. Sedangkan Gu Yuena sama sekali tidak terlihat seperti seseorang yang kehilangan pengelihatan. Dia jalan dengan santai bersama tongkat di tangannya dengan pandangan redup dan kosong.


Di sini, Chu Xin yang paling dibingungkan. Sedangkan Vale lebih santai. Hingga tiba di taman Istana Ratu, dia meminta pelayan membawakan teh selagi mereka berkumpul.


"Xiao Yuena, perang itu menyebabkan cedera yang sangat berat. Tapi dengan kemampuanmu, itu hanya cedera yang biasa terjadi dalam pertempuran baik cedera internal maupun eksternal. Matamu ...." Su Churan merasa kesulitan mengungkitnya. Dia benar-benar terkejut melihat Gu Yuena yang awalnya sangat bersemangat dan gila di medan perang menjadi kehilangan warna di matanya.


Gu Yuena menjawab dengan enteng, "Ini hanya cedera yang kusebabkan sendiri, tidak ada hubungannya dengan perang."


"Kamu ...."


"Kalau aku berkata bahwa aku telah mencungkil mataku sendiri, apa kau akan percaya?"


".... Aku akan pergi ke Istana Luye untuk mencari seseorang yang dapat menyembuhkanmu."


"Terserah padamu." Gu Yuena tidak menyangkal apa pun. Bagaimana mungkin matanya bisa disembuhkan hanya dengan bantuan alkemis Istana Luye? Jika bisa, sudah dari lama Bai Youzhe menculik Jin Xiao untuk menyembuhkannya.


Kondisi Gu Yuena tidak beda dari kehilangan kedua bola matanya, yang sama saja mencungkil matanya sendiri. Awalnya ia pikir itu bisa disembuhkan melalui operasi mata, tapi tidak sesederhana itu. Saraf bagian matanya telah putus sepenuhnya. Meski digantikan dengan mata lain sekalipun, tetap tidak akan berfungsi.


Jadi percuma saja. Biarkan seperti ini.


Gu Yuena tidak perlu memberitahu siapa pun, termasuk Bai Youzhe. Dia tidak ingin membuat mereka sedih. Lagi pula, dia baik-baik saja.


"Baiklah, kamu baru saja datang dan pasti merasa lelah melakukan perjalanan udara tanpa kendaraan. Aku memiliki beberapa hal yang harus dilaporkan. Pertama, Vale sudah menerobos tingkat 2 dalam budidaya sihirnya. Dia adalah mage tingkat 3 yang berhasil menerobos dalam waktu setengah tahun Jika ingin menerobos tingkat 4, maka dia harus melewati ujian pondasi."


"Kedua, dengan kondisimu, aku takut Jiang Xixi akan memiliki semacam trik kecil di kepalanya. Baru kemarin dia menentangku, benar-benar menyebalkan. Ketiga, Istana Linghun telah menguasai Wyvernia. Li Hua menjadi Permaisuri dan telah melakukan banyak reformasi. Kekaisaran Yi juga mengalami krisis akibat invasi Wyvernia yang dipimpin oleh Permaisuri Li Hua, ditambah dengan kegiatan Raja Neraka mengumpulkan 1000 darah yang masih berlanjut. Hanya dalam waktu dua bulan, hampir seperempat Kekaisaran Yi telah dikuasai Wyvernia."


Gu Yuena tidak terkejut oleh semua laporan yang diberikan Su Churan. Terlebih lagi fakta bahwa Li Hua menjadi Permaisuri Wyvernia dan melakukan invasi besar-besaran. Li Hua benar-benar menyatakan perang hari itu juga sejak kemenangannya di Wyvernia.


Masalahnya, Li Hua terlalu kuat. Gu Yuena sama sekali bukan lawannya.


Li Hua telah berkultivasi sangat lama di Dunia Bawah. Sedangkan waktu di Dunia Bawah lebih cepat dari Dataran Mitian. Bisa jadi Li Hua telah berkultivasi selama lebih dari 1000 tahun. Itu adalah hal yang mengejutkan.


Gu Yuena ingat bagaimana Xuan Yi 'menyapa' Li Hua di saat ia meninggalkan Istana Tianshuang. Bisa membuat Xuan Yi cemas, menunjukkan bahwa Li Hua lebih kuat darinya. Sedangkan Xuan Yi sendiri adalah naga terkuat saat ini—terlepas dari Bai Youzhe.


Jika Xuan Yi hadir dalam perang, dia bisa menjadi bantuan yang paling menguntungkan. Hanya saja, Gu Yuena tidak pernah melihatnya lagi sejak hari itu. Bahkan di istana ini.


Gu Yuena tidak tahu, sosok yang tengah ia pikirkan saat ini tengah duduk santai di dalam ruangan sambil makan camilan buah dan meluruskan kaki di bangku. Wanita bersurai putih dengan sepasang iris biru yang sama seperti milik Bai Youzhe tampak sangat acuh tak acuh, tidak peduli siapa yang dihadapinya saat ini.


Baginya, pria dingin di depannya hanyalah bocah kemarin yang baru menetas dan membuntutinya dengan tubuh pendek yang imut dan kurus. Di matanya, pria itu masih bocah imut yang sama seperti dulu.


Mata Bai Youzhe berkedut melihatnya. Sejak dia memasuki tempat ini, dia sudah merasakan firasat buruk. Long Qianyu pergi sebentar karena harus mengambil apa yang diperintahkan Bai Youzhe, tepat saat wanita itu tiba-tiba muncul membawa beberapa anggur dan buah beri di tangannya. Cara duduknya juga sangat 'sopan'.


"Kenapa kau di sini?" Bai Youzhe terlihat tidak menyambutnya sama sekali.


Xuan Yi meliriknya dengan sinis. "Kau bisa mengusirku saat di Dataran Mitian, tapi ini adalah Dunia Bawah. Sejak aku lahir, seluruh Dunia Bawah adalah wilayahku!" Nada bicaranya angkuh dan galak.


Bai Youzhe memutar bola mata. Ia tebak, sepertinya orang lain juga tidak tahu bahwa Xuan Yi menyelinap masuk. Kekuatannya bukan sesuatu yang dapat dirasakan orang biasa. Bahkan Bai Youzhe sedikit terkejut dan baru merasakannya saat masuk ke dalam ruangan.


"Bai Youzhe, kau benar-benar menganggapku orang asing!" Xuan Yi menegaskan kata-kata, lalu berdiri sambil memukul meja dengan keras. Dia menghampiri Bai Youzhe seolah siap memukulinya sampai babak belur. "Lebih dari satu tahun ... Ini sudah lebih dari satu tahun, dan kau tidak pernah memberitahuku kalau kau sudah menikah dengan bocah itu!"


"Siapa yang kau sebut bocah!" Bai Youzhe membalas dengan galak.


"Siapa lagi? Jiang Xixi? Ah, setidaknya aku tidak akan menyebut Jiang Xixi sebagai bocah." Dia bersedekap dada. "Aku hanya pergi sebentar, tapi kau tiba-tiba saja sudah membuatku sakit kepala. Kalau bukan karena aku memiliki batu memori dunia, aku tidak akan tahu bahkan sampai perang berakhir sekalipun!"


Xuan Yi sebenarnya mengamuk karena hal sepele ini. Bai Youzhe sangat jengah dan ingin pergi. Tapi Xuan Yi menghalanginya. Wanita itu membekukan pintu dan melapisinya dengan gumpalan batu es.


Wajah Bai Youzhe semakin gelap, lalu menatap Xuan Yi dengan dingin. "Sebelumnya kau sangat mendukung, kau terlihat seperti orang yang berbeda dari Xuan Yi di Istana Tianshuang."


"Ya, aku mendukung. Tapi bukan berarti kau bisa mengabaikanku. Selain pak tua itu, aku termasuk orang tuamu yang tersisa. Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau akan menikah? Kenapa kau tidak mengundangku? Kenapa kau menyembunyikan segalanya dariku. Aku sudah sangat sabar ketika mendengar bahwa keluarga Bai akhirnya akan memiliki penerus—meski tidak jadi. Aku meninggalkan naga-naga kesayanganku hanya untuk diusir olehmu dari Istana Tianshuang. Sekarang, kau ingin mengusirku lagi?!"


Xuan Yi marah besar sampai seluruh ruangan dipenuhi dengan lapisan es. Beberapa kembang es pecah seperti kaca yang hancur. Emosinya sangat tak terkendali.


Bai Youzhe tidak memiliki ekspresi lain. Dia hanya melihat bibinya yang cerewet ini, lalu menghela napas. "Di mana aku bisa menemukanmu untuk memberi kabar?"


"...."


Benar juga. Xuan Yi selalu tinggal di tempat tersembunyi, jauh dari urusan dunia dan dipenuhi segel serta ilusi. Bagaimana Bai Youzhe bisa menemukan keberadaannya? Meski mengarungi seluruh Dunia Bawah sekalipun, akan sulit untuk menemukan Xuan Yi yang terpisah dari dunia luar.


Bai Youzhe tidak salah. Xuan Yi lah yang berpikiran pendek dan bergebu-gebu. Namun, Xuan Yi memiliki harga diri yang tinggi dan tidak mau mengakuinya.


"Aku pernah mengajakmu saat kau masih setinggi ini." Dia menunjukkan tangannya di pinggangnya sebagai ukuran tubuh Bai Youzhe masa itu.


"Kau merubah formasi tiap tahunnya dan membuat banyak segel untuk rumahmu sendiri. Apa menurutmu aku sesenggang itu hanya untuk memecahkan formasi?"


"...."


"Selain itu, ada terlalu banyak tragedi. Aku tidak ada waktu menghubungimu. Lagi pula, kau akan tahu sendiri."


"Kamu ...."


"Jangan mempersulit keadaan. Situasi Gu Yuena saat ini sensitif, kau jangan menambah bebannya."


Xuan Yi diam sejenak, lalu menatap Bai Youzhe dengan penuh perasaan. "Dia hamil lagi?"


"Bisakah pikiranmu tidak terlalu pendek?" Bai Youzhe mencibir.


Xuan Yi memukul lengannya dengan sebal. "Kau yang berpikiran pendek! Aku dengar kau membubarkan haremmu kemarin. Apa kau sudah gila? Kau tidak tahu telah menyinggung siapa?"


"Aku tidak perlu itu."


Xuan Yi memukulnya lagi lebih keras. "Lalu bagaimana jika mereka mengajukan protes? Meskipuk kau adalah seorang Raja, kau tidak bisa menjadi raja tanpa rakyat!"


"Aku sudah menanganinya. Mereka tidak akan mengajukan protes karena kompensasinya sudah sesuai."


"Apa itu?"


"Wilayah dan batu memori."


"Apa!" Xuan Yi memekik keras. Dia seperti akan merobohkan ruangan ini oleh es yang semakin menebal. Masalahnya, wilayah dan batu memori adalah kompensasi yang pernah Gu Ying berikan untuknya! Itu adalah hadiah peraihan perang dengan iblis. Sebenarnya, Bai Youzhe memberikannya untuk hal remeh seperti itu? Dia gila!


Batu memori adalah sebuah harta langka. Membuatnya membutuhkan waktu ribuan tahun untuk pengkristalan dan menggunakan sisik jantung naga untuk bahan utamanya. Berbeda dari cermin air yang digunakan untuk melihat situasi saat ini, itu digunakan melihat situasi dunia luar di waktu lampau, seperti yang biasa digunakan Xuan Yi untuk mematai keponakannya yang gila ini.


Batu memori hanya dapat diaktifkan setahun sekali, tapi sangat ampuh untuk mencari sesuatu yang berharga atau melihat apa yang terjadi pada dunia di masa lalu.


"Jangan panik. Aku memiliki hal yang lebih berharga dari batu memori." Bai Youzhe buru-buru meredakan amukan Xuan Yi.


"Apa lagi?"


"Formasi bintang."


Xuan Yi merasakan udara dingin berhembus di punggungnya. Formasi bintang! Itu adalah senjata pembunuhan massal dan dapat mengendalikan takdir makhkuk hidup melalui bintang. Itu adalah benda ilahi yang tak ternilai! Pantas saja Bai Youzhe rela melepaskan banyak batu memori yang 'remeh' di matanya.


"Lalu ... Jiang Xixi juga kau kirim pergi? Tapi aku masih merasakan keberadaannya di sini." Xuan Yi agak ragu.


"Dia berada di bawah Gu Yuena, posisinya juga berubah. Aku tidak bisa melakukan apa pun karena dia sudah dalam lingkup pengecualian sebagai asisten di Istana Ratu."


Xuan Yi mengangguk paham. "Baiklah, tak masalah." Dia sepertinya masih terguncang ketika mendengar bahwa formasi bintang ada di tangan Bai Youzhe. Dia tidak bertanya tentang bagaimana Bai Youzhe mendapatkannya. Lebih baik tidak tahu.


Itu adalah benda berbahaya yang membutuhkan banyak nyawa selama pembuatannya. Maksudnya, dalam prosesnya, dibutuhkan banyak usaha dan kekuatan yang cukup. Jika tidak, hanya akan ada kematian bagi pembuatnya. Bai Youzhe mungkin tidak akan terpengaruh, tapi naga dengan kekuatan yang lebih rendah tidak dapat menerima tekanan.


Xuan Yi masih belum tahu bahwa, Bai Youzhe telah mengembangkan formasi bintang menjadi lebih gila dan berbahaya. Kemampuannya akan melebihi dari batu memori atau senjata pembunuhan massal biasa.


"Lalu perjanjianmu dengan Jiang Xixi ...."


"Itu sudah berakhir sejak pernikahanku." Bai Youzhe menjawab apa adanya. Perjanjian itu benar-benar berakhir, itu sebabnya dia membiarkan Gu Yuena mengambil alih Istana Ratu dan membubarkan wanita-wanita naga itu.


Jiang Xixi terlalu ambisius dan dia sangat yakin dapat menarik perhatian Bai Youzhe. Namun, mungkin itu hanya akan terjadi jika Gu Yuena memilih jalan yang berbeda.


"Kalau begitu, aku akan pergi menemui menantuku~" Perubahan suasana hati Xuan Yi berubah sangat cepat dan drastis. Es di dalam ruangan larut lebih cepat tanpa meninggalkan jejak atau banjir. Dia pun pergi dengan langkah arogan dan angkuh, layaknya Xuan Yi pada umumnya.